Blog

  • Hati-hati Selokan Mampet Jadi Sarang Nyamuk, Bagaimana Cara Atasinya?



    Jakarta

    Selokan mampet menjadi masalah yang sangat mengganggu, apalagi jika yang mampet adalah selokan di depan rumah. Selokan yang mampet atau tersumbat bisa mengakibatkan banyak masalah, seperti menjadi sarang nyamuk, menimbulkan bau tak sedap, bahkan sampai menyebabkan banjir. Lantas, bagaimana cara mengatasi selokan yang mampet?

    Profesional Kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki, menjelaskan bahwa ada langkah preventif yang bisa dilakukan untuk mencegah selokan mampet. Langkah ini dimulai dari awal pembangunan rumah, dengan membuat desain selokan yang benar.

    “Biasanya sih tindakan preventifnya itu dimulai dari sebelum mulai pembangunan itu rumah. Nah, jadi kalau misalkan rumah itu belum terbangun, kita bisa nih bikin desainnya saluran itu harus benar dengan kemiringan yang memang sesuai,” kata Panggah Nuzhul Rizki kepada detikProperti, Senin (6/5/2024).


    Selokan yang baik harus memiliki kemiringan yang benar dan sesuai. Hal ini berguna untuk membuat aliran air di selokan deras dan lancar. Panggah juga mengatakan bahwa selokan mampet umumnya disebabkan oleh aliran air yang tidak lancar dan kecil.

    “Jadi mampet itu kan sebenarnya karena jalannya air tidak lancar. Alirannya kurang, akhirnya karena ada kotoran yang agak besar airnya jadi tidak lancar dan kotorannya tidak bisa terdorong. Kalau misalkan ada kotoran tapi airnya deras dan lancar kan bisa kebuang. Nah, makanya kalau dari perencanaan itu tindakan preventifnya adalah desain saluran air itu benar-benar harus dengan kemiringan yang lancar,” ucap Panggah menjelaskan.

    Namun, jika membeli rumah yang sudah jadi, pemilik rumah diharuskan untuk terus melakukan perawatan terhadap selokannya. Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan menyaring semua yang masuk ke dalam saluran pembuangan. Misalnya, saring kotoran atau sisa makanan terlebih dahulu sebelum mencuci piring, ambil dan buang rambut yang rontok agar tidak masuk ke saluran air kamar mandi.

    “Nah, kalau misalkan sudah jadi (rumahnya) itu ya mau nggak mau misalkan rumah itu salurannya sering mampet gitu, ya tetap maintenance harus dilakukan terus. Terus bisa juga dilakukan penyaringan dulu di lubang-lubang saat air itu mau keluar, misalkan di kitchen sink,” pungkasnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Perhatikan 7 Tips Memilih Cat Tembok Ini Kalau Nggak Mau Nyesal


    Jakarta

    Warna cat tembok mampu mengubah tampilan rumah secara drastis. Kalau kamu sedang membangun atau merenovasi rumah, tentu membeli cat termasuk dalam daftar belanjamu.

    Nah, memilih cat tembok tidak bisa sembarangan dengan sekadar memilih warna favorit saja. Kamu perlu memerhatikan cat tembok dari jenis hingga warna yang sesuai untuk mendapatkan hasil terbaik.

    Melansir dari howstuffworks, Senin (6/5/2024) berikut ini beberapa pertimbangan ketika memilih cat tembok.


    Tips Memilih Cat Tembok

    1. Jenis Cat

    Pastikan kamu memilih jenis cat berdasarkan letak tembok baik outdoor maupun indoor. Bahan dan karakteristik cat untuk interior dan eksterior rumah itu berbeda, maka jangan sampai tertukar ketika membeli cat.

    Ada banyak faktor yang bisa mengubah hasil pengecatan dari pencahayaan hingga permukaan. Jadi pastikan kamu memahami karakteristik dari jenis cat dan kecocokan dengan tembok yang akan dicat.

    2. Dekor Ruangan

    Untuk tampilan ruangan yang menawan, kamu perlu mempertimbangkan warna yang cocok dipadukan dengan interior ruangan. Perhatikan tekstur dan warna yang sudah ada di sebuah ruangan untuk menentukan warna tembok yang bisa menambah keindahan rumah.

    Akan tetapi, kalau kamu bingung menentukan warna atau sudah menyukai warna tembok yang sudah ada, kamu cukup melapisi ulang bagian-bagian tembok yang rusak saja.

    3. Pencahayaan Ruangan

    Pertimbangkan pencahayaan ruangan saat memilih cat tembok, sebab hal ini memengaruhi hasil pengecatan tembok. Kemungkinan tone warna tembok akan berbeda di pagi dan malam hari tergantung pencahayaan yang ada. Maka, pastikan kamu menyukai warna tembok pada dua kondisi tersebut.

    4. Fungsi Ruangan

    Nah, yang nggak kalah penting adalah warna cat sebaiknya disesuaikan dengan suasana ruangan untuk jangka waktu yang panjang. Suatu ruangan bisa sewaktu-waktu beralih fungsi, maka kamu perlu mempertimbangkan warna tembok yang pas kalau nggak mau mengecat ulang.

    5. Keamanan Bahan Cat

    Cat terbuat dari berbagai bahan kimia yang mungkin berbahaya bagi kesehatan manusia. Bahan kimia berbahaya bisa terekspos dan terhirup melalui udara. Oleh karena itu, pastikan untuk mempertimbangkan keamanan bahan cat tembok.

    Itulah beberapa tips memilih cat tembok yang bisa kamu pertimbangkan. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Beli Rumah… Eh Selokannya Rusak, Bagaimana Solusinya?



    Jakarta

    Saat kita berencana untuk membeli rumah, ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari kondisi rumahnya, hingga kondisi lingkungan dan fasilitas sekitarnya. Salah satu hal yang sering diabaikan padahal sangat penting adalah kondisi selokan di depan rumah.

    Sebelum membeli rumah, kamu harus mengecek semua bagian dengan teliti, termasuk kondisi selokan rumahnya. Jangan sampai selokannya rusak, karena hal ini bisa mempengaruhi kenyamanan kamu.

    Jika kamu membeli rumah dengan kondisi selokan yang rusak, maka akan banyak kerugian yang harus ditanggung. Lantas bagaimana solusinya?


    Menurut Profesional Kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki, selokan yang rusak sebenarnya menjadi tanggung jawab developer atau pemerintah. Panggah menjelaskan bahwa batas teritorial rumah di sertifikat biasanya sampai sebelum selokan.
    Sedangkan selokan yang ada di depan rumah adalah milik umum. Artinya ada dua kemungkinan, tanah itu milik developer atau milik negara.

    “Jadi kalau batas teritorial rumah yang ada di sertifikat biasanya satu rumah yang punya si pemilik adalah yang sebelum saluran. Nah, saluran ini sebenarnya punya umum. Punya umum ini ada dua, antara tanah itu punya developer atau tanah punya negara. Kalau misalkan tanah itu masih punya developer artinya yang harus tanggung jawab developer tanah itu bukan yang punya rumah,” kata Panggah Nuzhul Rizki kepada detikProperti, Senin (6/5/2024).

    Sebaiknya, kamu melaporkan masalah selokan rusak ini kepada developer sebelum kamu memutuskan untuk membeli rumah tersebut. Developer yang bertanggung jawab, seharusnya mau memperbaiki selokan yang rusak tersebut jika itu memang bagian dari tanahnya.

    Namun jika tanah tersebut milik negara, perbaikan akan menjadi tanggung jawab pemerintah setempat. Biasanya pada akhir tahun pemerintah sering melakukan proyek perbaikan jalan raya dan saluran air. Hal ini juga bisa menjadi pertimbangan bagi kamu untuk membeli rumah tersebut atau tidak.

    “Kalau itu punya negara ya berarti itu menjadi tanggung jawab pemerintah setempat. Negara nanti yang akan ngebenerin entah itu punya pemkot atau pemda nya. Biasanya, akhir tahun akan banyak yang gali-galian. Tapi jika itu di kawasannya developer, biasanya developer yang akan tanggung jawab,” kata Panggah.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Metode Beli Rumah Nggak Cuma KPR, Ini yang Lainnya



    Jakarta

    Metode beli rumah yang paling banyak diambil masyarakat adalah dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Namun, sebenarnya ada beberapa cara lain untuk beli rumah yang bisa dipertimbangkan.

    Konsultan Properti Anton Sitorus menyebutkan dua metode pembayaran membeli rumah tanpa KPR, antara lain cash keras yang langsung lunas, cash bertahap atau biasa dikenal dengan istilah in-house yang pembayarannya selama beberapa tahun sembari pembangunan rumah.

    Anton mengatakan kedua metode tersebut bisa dipilih sesuai kemampuan finansial calon pembeli. Namun, masing-masing metode mempunyai kelebihan dan kekurangan yang bisa dipertimbangkan.


    “Kalau bayar tunai (cash) keras biasanya developer ngasih diskon gede dan bayarnya sekali. Kalau misalnya cicilan (cash) bertahap, developer mungkin bisa kasih diskon tapi tidak sebesar tunai keras,” kata Anton kepada detikcom, Senin (6/5/2024).

    Pengembang akan lebih berani memberikan diskon besar karena menerima uang tunai dengan nominal besar di depan. Sementara, diskon pada metode cash bertahap tidak sebesar cash keras karena harga rumah masih tergantung biaya operasional pembangunan.

    “Kalau misalnya punya duit banyak dan mampu untuk membayar dengan cicilan bertahap, menurut saya itu mungkin paling bagus karena cicilan bertahap itu biasanya pembeli mencicil ke developer nggak pake bunga selama periode tertentu,” ucapnya.

    Jadi jumlah yang dibayarkan sesuai dengan harga rumah saja. Lebih dari itu, pembayaran lebih ringan daripada cash keras karena periode bisa sampai 2 atau 3 tahun.

    Terpisah, pengamat properti yang juga Direktur Global Asset Management, Steve Sudijanto menjelaskan cara paling mudah membeli rumah adalah secara cash keras yang langsung lunas kalau sudah siap dengan dana.

    “Yang agak menarik setelah itu ialah metode dengan cash bertahap dari developer. Jadi skema cash bertahap itu pembelian tanpa fasilitas KPR karena fasilitas KPR itu membutuhkan peraturan dari bank pemberi KPR,” ujar Steve.

    Metode membeli rumah secara cash bertahap tidak melibatkan bank, sehingga nominal maupun jangka cicilan tergantung kesepakatan. Namun, Steve mengungkapkan hal yang perlu diperhatikan dari metode tersebut antara lain aspek hukum.

    Pasalnya, ketika cicilan berlangsung, pihak pembeli hanya memegang Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) yang berarti secara hukum properti belum beralih hak milik. Berbeda halnya dengan metode cash yang mendapatkan Akta Jual Beli (AJB).

    “Pembeli hanya mendapatkan surat atau perjanjian namanya PPJB, belum ada sertifikat yang diterbitkan dari BPN (Badan Pertanahan Nasional). Ini yang perlu diwaspadai karena di pasar kalau kita dengar berita-berita developer yang terlambat membangun,” paparnya.

    Selain itu, ada potensi pengembang terlambat menyerahkan properti dan sertifikat. Kemudian, ada potensi developer belum mempunyai izin jelas hingga tidak memenuhi janji sesuai kesepakatan.

    Oleh karena itu, Steve kurang menyarankan metode cash bertahap. Namun, ia mengimbau pembeli rumah untuk meriset secara menyeluruh dalam memilih developer besar dan terpercaya serta mempelajari secara rinci perihal transaksi tersebut.

    Selanjutnya, ada metode beli rumah yang ia nilai paling menarik dan efisien, yakni back to back deposito. Calon pembeli rumah yang mempunyai tabungan deposito setidaknya seharga rumah bisa mengajukan KPR dengan menjaminkan deposito.

    “Jadi (bank) memberikan pinjaman untuk pembelian rumah atau renovasi apapun konteksnya dengan jaminan deposito kita yang sudah tertanam di bank. Nanti tinggal perhitungan bunga deposito tabungan dan bunga pinjaman itu bisa didiskusikan berapa selisihnya,” jelasnya.

    Dengan metode ini, pembeli bisa mencicil rumah dengan bunga lebih kecil daripada bunga KPR biasa. Sebab, pembeli membayar bunga cukup selisih dari bunga KPR dan bunga deposito.

    Selain membayar bunga lebih murah, back to back deposito juga memungkinkan tabungan deposito utuh, alih-alih membayar rumah secara cash keras. Pembeli tidak perlu mengorbankan tabungannya untuk membeli rumah.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Cicil Rumah dengan Bunga Lebih Murah dari KPR



    Jakarta

    Kebanyakan masyarakat membeli rumah dengan cara mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR). KPR merupakan bentuk pinjaman untuk memperoleh rumah yang mengharuskan nasabah membayarkan cicilan beserta bunga setiap bulan.

    Konsultan Properti Anton Sitorus menjelaskan metode pembayaran KPR pada prinsipnya bank memberikan pinjaman dengan membayarkan lunas ke developer. Namun, selain cicilan pembeli sebenarnya membayar bunga dengan nominal besar.

    “Tapi yang rugi kita karena kalau misalnya KPR dengan bunga sekian, misalkan 10 persen kalau ditotal-total yang dibayarkan pembeli bisa 1,5 atau 2 kali lipat harga rumah,” ujar Anton kepada detikcom, Senin (6/5/2024).


    Terpisah, pengamat properti yang juga Direktur Global Asset Management, Steve Sudijanto menyampaikan metode beli rumah yang menurutnya paling menarik dan efisien, yakni back to back deposito. Calon pembeli yang mempunyai tabungan deposito setidaknya seharga rumah bisa mengajukan KPR dengan menjaminkan deposito.

    “Jadi (bank) memberikan pinjaman untuk pembelian rumah atau renovasi apapun konteksnya dengan jaminan deposito kita yang sudah tertanam di bank. Nanti tinggal perhitungan bunga deposito tabungan dan bunga pinjaman itu bisa didiskusikan berapa selisihnya,” paparnya.

    Dengan metode ini, pembeli bisa mencicil rumah dengan bunga lebih kecil daripada bunga KPR biasa. Sebab, pembeli membayar bunga cukup selisih dari bunga KPR dan bunga deposito.

    Selain membayar bunga lebih murah, back to back deposito juga memungkinkan tabungan deposito utuh, alih-alih membayar rumah secara cash keras. Pembeli pun tidak perlu mengorbankan tabungannya untuk membeli rumah.

    “Back to back (deposito) untuk mengurangi biaya bunga (KPR). Ini juga mendidik kita untuk menabung, untuk tidak menggunakan uang itu (deposito) sampai nanti uang itu bisa dipakai untuk lain. Pas rumahnya juga lunas, tabungannya masih utuh karena sebagai jaminan,” tuturnya.

    Oleh karena itu, ia menyarankan anak muda agar rajin menabung supaya bisa membeli rumah dengan jaminan deposito yang tersimpan di bank. Ia mengatakan sebaiknya menabung 25-30 persen dari pendapat setiap bulannya untuk membeli rumah.

    Hal ini terutama bagi pasangan muda yang belum mempunyai anak, sehingga bisa join income dalam menabung buat membeli rumah.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan Ini Waktu Beli Rumah Pakai Skema In House Supaya Nggak Menyesal



    Jakarta

    Membeli rumah dengan sistem cash bertahap atau lebih dikenal KPR in house menjadi opsi pembayaran yang cukup menarik selain KPR dan cash keras. Metode ini tidak melibatkan bank, melainkan pembeli mencicil langsung ke developer.

    Konsultan Properti Anton Sitorus menjelaskan pembeli bisa mencicil rumah selama periode waktu tertentu sembari proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, metode pembelian ini paling bagus bila memiliki dana yang cukup.

    “Pembeli mencicil ke developer nggak pake bunga selama periode, jadi yang dibayarkan sesuai dengan harga rumah saja, tapi agak lebih ringan karena bayarnya bisa sampai 2 atau 3 tahun dibanding kalau bayar cash langsung,” ujar Anton kepada detikcom, Senin (6/5/2024).


    Terpisah, pengamat properti yang juga Direktur Global Asset Management, Steve Sudijanto menyebut metode ini agak menarik. Sebab, skema cash bertahap atau KPR in house tidak mengharuskan pembeli memenuhi peraturan bank yang ketat.

    Metode membeli rumah secara cash bertahap tidak melibatkan bank, sehingga nominal maupun jangka cicilan tergantung kesepakatan. Akan tetapi, Steve mengatakan hal yang perlu diperhatikan antara lain aspek hukum.

    Selama cicilan berlangsung, pembeli hanya memegang Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) yang berarti secara hukum properti belum beralih hak milik. Berbeda halnya dengan metode cash yang mendapatkan Akta Jual Beli (AJB).

    “Pembeli hanya mendapatkan surat atau perjanjian namanya PPJB, belum ada sertifikat yang diterbitkan dari BPN (Badan Pertanahan Nasional). Ini yang perlu diwaspadai karena di pasar kalau kita dengar berita-berita developer yang terlambat membangun,” paparnya.

    Selain itu, ada potensi pengembang terlambat menyerahkan properti dan sertifikat. Kemudian, ada potensi developer belum mempunyai izin jelas hingga tidak memenuhi janji sesuai kesepakatan.

    “Carilah developer yang ternama, yang sudah public listed, yang sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan di Bursa Efek. Paling nggak developer sepuluh besar,” tegasnya.

    Kemudian, perhatikan tahap PPJB yang membahas kewajiban pembeli dan penjual (pengembang) hingga cara pembayarannya. Pembeli harus mempelajari PPJB untuk mengetahui konsekuensi bila developer terlambat menyerahkan rumah.

    Selanjutnya, pelajari bagaimana garansi dan solusi ketika ada kerusakan pada rumah. Dari segi fasilitas, pengembang harus memenuhi janji seperti penyediaan air, listrik, dan keamanan.

    “Bicara (tahap) pembayaran yang perlu diperhatikan disetornya ke mana uangnya dan harus ada tanda terima resmi dari pihak penjual atau developer,” pungkas Steve.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Habis Beli Rumah, Segini Biaya Urus Balik Nama Sertifikatnya


    Jakarta

    Belakangan ini, semangat masyarakat Indonesia untuk memiliki rumah hunian semakin meningkat. Pilihan untuk mendapatkan rumah hunian kini semakin luas, dari mulai rumah subsidi, rumah bekas, hingga apartemen.

    Tapi, jangan lupa untuk melengkapi syarat dokumen legalitasnya juga ya. Salah satunya yaitu mengurus nama kepemilikan sertifikat rumah tersebut.

    Baik itu rumah hasil beli maupun hasil warisan, ada baiknya bila kamu segera untuk mengurus balik nama sertifikat rumah tersebut. Hal ini penting untuk kamu lakukan supaya terhindar dari konflik yang berkaitan dengan kepemilikan tanah atau bangunan.


    Dalam proses balik nama sertifikat tanah, ada beberapa syarat dan biaya yang harus kamu penuhi. Bila kamu belum tahu, ayo kita simak penjelasannya di bawah ini.

    Siapa yang Bertanggung Jawab Mengurus BBN?

    Dilansir dari laman Sikapi Uangmu Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bea Balik Nama (BBN) merupakan biaya yang dikenakan kepada pembeli ketika proses balik nama Sertifikat Hak Milik dari penjual.

    Dalam prosesnya, bila kamu membeli rumah lewat perantara developer, biasanya biaya balik nama ini diurus oleh developer. Sebaliknya, bila kamu membeli rumah secara mandiri, biasanya biaya tersebut akan diurus sendiri.

    Syarat Pengajuan Proses Balik Nama Sertifikat Rumah

    Dalam prosesnya, ada beberapa persyaratan yang perlu kamu penuhi sebelum mengajukan balik nama sertifikat rumah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN), berikut diantaranya yaitu:

    1. Surat kuasa (jika dikuasakan)
    2. Fotokopi identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa jika dikuasakan yang sudah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas
    3. Fotokopi akta pendirian dan pengesahan badan hukum yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket, bagi badan hukum
    4. Sertifikat asli
    5. Akta Jual Beli (AJB) dari Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)
    6. Fotokopi KTP dan para pihak penjual-pembeli atau kuasanya
    7. Izin pemindahan hak jika di dalam sertifikat/keputusannya dicantumkan tanda yang menyatakan bahwa hak tersebut hanya boleh dipindahtangankan apabila telah diperoleh izin dari instansi yang berwenang

    Fotokopi surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) dan Pajak Bumi bangunan (PBB) tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya. Nantinya, penyerahan bukti SSB (BPHTB/bea perolehan hak atas tanah dan bangunan) serta bukti bayar uang pemasukan (pada saat pendaftaran hak)

    Cara Hitung Biaya Balik Nama Sertifikat Rumah

    Biaya BBN cenderung bervariatif, namun biasanya besaran biaya BBN akan dihitung berdasarkan rata-rata sekitar 2% dari nilai transaksi.

    Dilansir dari salah satu situs jual beli properti, biaya balik nama sertifikat rumah bisa dihitung berdasarkan nilai tanah dari rumah tersebut. Berikut caranya.

    Rumus Hitung Biaya Balik Nama sertifikat rumah:

    Biaya Balik Nama sertifikat rumah = Nilai tanah (per meter persegi) x luas tanah (per meter persegi) / 1.000.

    Sebagai contoh, asumsikan bahwa kamu mempunyai tanah seluas 100 m2. Apabila harga tanah tersebut per meter perseginya Rp 1 juta, maka biaya administrasinya adalah sebagai berikut:

    Rp 1.000.000 x 100 / 1.000 = Rp 100.000.

    Dengan itu, bila luas tanah yang kamu beli adalah 100 m2, biaya BBN yang harus dibayarkan adalah Rp 100.000.

    Perlu diperhatikan, selain Biaya Balik Nama sertifikat rumah, ada juga biaya lainnya yang harus kamu bayar selama proses berlangsung. Diantaranya yaitu:

    • Biaya penerbitan AJB (umumnya berkisar 0,5-1% dari total nilai transaksi).
    • Biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Biasanya berkisar 5% dari Dasar Pengenaan Pajak (NPOP-NPOPTKP).
    • Biaya pengecekan sertifikat tanah (Biasanya sebesar Rp 50 ribu per sertifikat).

    Biasanya lama proses balik nama sertifikat rumah ini adalah 14 hari hingga 3 bulan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Biaya Pasang Listrik Terbaru dan Cara Daftarnya


    Jakarta

    Listrik adalah kebutuhan yang sangat penting untuk ada di rumah. Pemasangan listrik di rumah dikenai biaya yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan Dan Biaya Yang Terkait Dengan Penyaluran Tenaga Listrik Oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

    Untuk memasang listrik, tidak boleh sembarangan. Kita harus menyesuaikan besaran kWh listrik dengan kebutuhan listrik di rumah. Hal ini dilakukan untuk menghindari matinya listrik mendadak yang diakibatkan oleh beban listrik berlebih.

    Beruntungnya, kini PT PLN (Persero) sudah membuat proses pemasangan listrik baru menjadi lebih mudah. PLN menyediakan layanan pemasangan listrik baru dengan biaya yang sudah disesuaikan berdasarkan daya, ukuran tegangan, dan sambungan fasa. Berikut adalah rincian biaya pasang listrik baru.


    Biaya Pasang Listrik Baru

    Biaya pemasangan listrik baru dipatok berdasarkan daya atau kapasitas VA yang dibutuhkan di rumah. Sistem biaya pemasangan listrik ini juga dibagi menjadi dua kategori, yaitu prabayar dan pascabayar.

    1. Prabayar

    Jika menggunakan sistem prabayar, pelanggan bisa membeli token listrik dulu sebelum menggunakannya sehingga penggunaan listrik bisa dipantau sesuai dengan jumlah token yang telah dibeli.

    Rincian biaya pemasangan listrik prabayar adalah sebagai berikut:

    Biaya pasang listrik baru daya 450 VA: Rp 421.000
    Biaya pasang listrik baru daya 900 VA: Rp 843.000
    Biaya pasang listrik baru daya 1300 VA: Rp 1.218.000
    Biaya pasang listrik baru daya 2200 VA: Rp 2.062.000
    Biaya pasang listrik baru daya 3500 VA: Rp 3.391.500

    Konsumen yang menggunakan listrik prabayar akan dikenakan biaya yang mencakup Biaya Penyambungan (BP), Uang Jaminan Langganan (UJL), biaya materai, Pajak Penerangan Jalan dan minimal Rp 5.000 untuk pembelian token listrik awal.

    Namun, untuk pelanggan tidak mampu di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), PLN memberikan subsidi 50% yang berlaku hingga 31 Desember 2024.

    2. Pascabayar

    Sistem pascabayar dilakukan dengan konsumen yang membayar tagihan listrik setelah menggunakannya selama periode tertentu sehingga tidak perlu khawatir tentang kehabisan token listrik.

    Rincian biaya pemasangan listrik untuk sistem pascabayar sebagai berikut:

    Biaya pasang listrik baru daya 450 VA: Rp 282.900
    Biaya pasang listrik baru daya 900 VA: Rp 967.800
    Biaya pasang listrik baru daya 1300 VA: Rp 1.485.900
    Biaya pasang listrik baru daya 2200 VA: Rp 2.482.200
    Biaya pasang listrik baru daya 3500 VA: Rp 4.046.000
    Biaya pasang listrik baru daya 4400 VA: Rp 5.096.400
    Biaya pasang listrik baru daya 5500 VA: Rp 6.368.000
    Biaya pasang listrik baru daya 6600 VA: Rp 7.527.400
    Biaya pasang listrik baru daya 7700 VA: Rp 8.780.300

    Cara Daftar Pemasangan Listrik Baru

    Jika kamu ingin memasang listrik baru di rumah, kamu harus mendaftarkan diri dulu. Ada du acara untuk mendaftar pasang listrik baru, datang langsung ke kantor PLN atau mendaftar online melalui aplikasi. Berikuta adalah cara mendaftarnya.

    Daftar Offline di Kantor PLN

    1. Datang langsung ke kantor PLN terdekat.

    2. Temui petugas PLN di kantor dan sampaikan tujuan untuk pemasangan meteran baru.

    3. Isi formulir pendaftaran secara lengkap.

    4. Lakukan pembayaran biaya pasang sesuai dengan daya listrik yang dibutuhkan.

    5. Setelah pembayaran, tunggu petugas PLN datang ke rumah untuk melakukan pemasangan listrik.

    6. Pastikan mengisi formulir pendaftaran dengan detail dan benar. Biaya pemasangan listrik harus dibayarkan sesuai dengan daya listrik yang Anda pilih.

    Setelah proses administrasi dan peninjauan telah selesai, petugas PLN akan datang dan memasang listrik di rumah dalam rentang waktu beberapa hari hingga satu minggu.

    Daftar Online Melalui Aplikasi PLN Mobile

    1. Unduh aplikasi PLN Mobile dari Google Play Store atau App Store.

    2. Buka aplikasi dan daftarkan akun dengan mengisi data yang diperlukan.

    3. Lanjut ke menu dashboard dan cari opsi “Pasang Baru.”

    4. Pilih lokasi pemasangan, isi detail layanan, masukkan data SLO, dan 1. pilih token untuk listrik prabayar.

    5. Setelah data terisi, klik “Kirim Permohonan” dan lakukan pembayaran secara online atau transfer.

    Setelah pembayaran berhasil, tunggu beberapa hari hingga petugas PLN datang dan melakukan pemasangan listrik baru di rumah.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Menentukan Lokasi Sumur Resapan Pada Rumah dengan Luas Lahan Terbatas



    Jakarta

    Sumur resapan adalah bangunan rekayasa teknik yang berfungsi sebagai tempat resapan dan penampungan air dari atas. Sumur resapan ini sebenarnya bisa terbentuk secara alami di tempat yang memiliki banyak area resapan.

    Akan tetapi, kawasan pemukiman dan perkotaan sekarang hanya punya sedikit area resapan alami, jadi harus dibangun sumur resapan.

    Sumur resapan ini juga menjadi hal yang harus diperhatikan saat membangun rumah karena fungsinya yang sangat penting.


    Profesional Kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki, mengatakan bahwa sumur resapan bisa mencegah banjir dan juga sebagai media simpanan air tanah, sehingga baik untuk lingkungan.

    Akan tetapi, keterbatasan lahan biasanya membuat sebagian orang abai akan pentingnya pembangunan sumur resapan di rumah. Lantas, sumur resapan harus ditaruh dimana jika hanya mempunyai lahan rumah yang terbatas?

    Menjawab pertanyaan tersebut, Panggah menjelaskan mengenai Garis Sempadan Bangunan (GSB) yang merupakan salah satu aturan dalam membangun rumah yang sudah tertulis pada Undang-Undang (UU) No.28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

    Singkatnya aturan ini mengatur tentang bangunan itu maksimal boleh dibangun berapa persen dari tanah yang ada.

    Sisa lahan yang tidak didirikan bangunan harus menjadi ruang terbuka, dan di sinilah seharusnya sumur resapan ditempatkan.

    “Sebenarnya sih kalau dari ketentuan Garis Sempadan Banguna, kalau misalkan kita mau bangun rumah, bangunan itu maksimal boleh berapa persen dari tanah yang ada. Misalkan tanah 100 meter persegi, nah yang boleh terbangun itu kalau di ketentuan pemerintah itu misalkan 60 persen doang 40 persennya harus menjadi ruang terbuka,” jelas Panggah kepada detikProperti, Senin (6/5/2024).

    Selanjutnya, Panggah juga mengatakan bahwa peraturan ini berlaku untuk semua rumah, baik yang lahannya kecil atau pun besar. Mengapa demikian? Peraturan ini berfungsi sebagai pembagi antara area bangunan rumah dan area terbuka hijau di rumah. Jadi, area terbuka tersebut bisa dimanfaatkan sebagai sumur resapan atau area penghijauan.

    “Nah, itu berlaku di semua rumah jadi misalkan ada rumah yang keterbatasan lahan gitu ya, tapi itu (aturannya) harus tetap diikuti sama rumah-rumah yang kecil-kecil gitu. Mereka sebenarnya harus mengikuti peraturan itu juga. Peraturan itu berfungsinya sebenarnya untuk membagi antara rumah sama untuk area terbuka. Nah, area terbuka tadi itu sebenarnya buat tempat sumber resapan, penghijauan gitu,” terangnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Dia Penyebab Lantai Dapur Berminyak Serta Cara Membersihkannya


    Jakarta

    Menjaga kebersihan lantai dapur sangat penting untuk mendapat lingkungan memasak yang higienis dan nyaman. Namun, pernahkah kamu mendapati lantai dapur terasa lengket dan berminyak?

    Sangat mengganggu, bukan? Selain kotor, lantai dapur yang berminyak juga bisa berbahaya lho. Penghuni sewaktu-waktu dapat terpeleset dan jatuh karena lantai licin.

    Pastinya lantai dapur menjadi berminyak karena aktivitas memasak, namun kenapa minyak bisa sampai berakhir di sekujur lantai? Simak penjelasan berikut ini yang dilansir dari Mr Handyman, Selasa (7/5/2024).


    Penyebab Lantai Dapur Berminyak

    Aktivitas memasak tentunya identik dengan menggoreng dan menumis makanan. Nah, ternyata proses memasak seperti ini membuat partikel minyak menguap ke udara. Lama-lama partikel minyak akan jatuh dan menumpuk di berbagai permukaan dapur, termasuk lantai.

    2. Cipratan dan Tumpahan Minyak

    Wajar saja kalau sering ada cipratan dan tumpahan minyak di sekitar dapur. Hal ini bisa tentu membuat lantai menjadi kotor, apalagi kalau sedang banyak aktivitas memasak di dapur.

    3. Kurang Ventilasi

    Sistem ventilasi yang kurang memadai membuat uap berminyak dari memasak terperangkap di dapur. Padahal, dengan ventilasi yang cukup, uap tersebut dapat dikeluarkan dari dapur, sehingga mengurangi tumpukan minyak.

    4. Tidak Rajin Membersihkan Dapur

    Tidak membersihkan lantai dapur secara rutin akan membuat lemak dan minyak lama-lama menumpuk. Lalu, metode yang kurang tepat juga membuat proses pembersihan kurang efektif, sehingga lantai selalu berminyak.

    Cara Bersihkan Lantai Dapur Berminyak

    1. Larutan Cuka Putih

    Larutkan cuka putih dengan air menggunakan perbandingan 1:1 di dalam baskom atau botol semprot. Lalu, aplikasikan cairan tersebut pada area berminyak.

    Kamu bisa menggunakan sikat untuk menggosok lantai dengan perlahan, terutama pada noda minyak membandel. Setelah itu, kamu bisa bilas lantai dengan air bersih dan keringkan.

    2. Pasta Soda Kue

    Campurkan soda kue dengan sedikit air untuk membuat bentuk pasta. Oleskan pasta soda kue pada lantai berminyak dan biarkan selama 10-15 menit.

    Selanjutnya, gosok permukaan tersebut dengan sikat atau spons secara perlahan. Barulah membilas dan mengeringkan lantai.

    3. Larutan Sabun Cuci Piring

    Campurkan air hangat dan beberapa tetes sabun cuci piring di dalam baskom. Kamu bisa menyikat atau mengelap noda minyak membandel, kemudian bilas dengan air bersih dan keringkan.

    4. Larutan Jus Lemon

    Peras jus lemon segar dan campurkan dengan air hangat. Selanjutnya, aplikasikan larutan menggunakan kain pel atau spons. Gunakan kain pel atau spons untuk mengaplikasikan minyak pada pantai.

    Lalu, biarkan larutan bekerja untuk menghancurkan minyak. Barulah menyikat atau mengelap lantai dengan air bersih.

    Itulah cara membersihkan lantai dapur dari minyak yang lengket, kotor, dan licin. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com