Blog

  • Apa Itu Roya? Cara Urus dan Biayanya


    Jakarta

    Kredit Pemilikan Rumah (KPR) belakangan ini semakin ramai dan mulai banyak diminati oleh masyarakat Indonesia.

    Dalam proses mengajukan KPR rumah, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Diantaranya adalah biaya apa saja yang harus dibayarkan selama proses KPR rumah.

    Selain membayar biaya seperti uang muka (DP), biaya admin, asuransi, pajak, dan biaya lainnya di awal proses KPR rumah, ada juga loh prosedur di akhir KPR yang membutuhkan biaya. Yaitu biaya hapus hak tanggungan (Roya)


    Bagi kamu yang belum tahu apa itu roya, sebaiknya kamu simak pengertiannya di bawah ini terlebih dahulu.

    Apa Itu Roya?

    Dikutip dari hukumonline.com, istilah roya adalah salah satu istilah yang biasa digunakan dalam hal yang berkaitan dengan tanah.

    Berdasarkan penjelasan umum UU No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah, roya sendiri memiliki arti pencoretan pada buku tanah Hak Tanggungan, karena hak tanggungan telah hapus.

    Secara simpelnya, pencoretan Hak Tanggungan atau roya adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh pemberi Hak Tanggungan (debitur) setelah Hak Tanggungan yang diberikan olehnya hapus atau telah selesai dan sudah tidak berlaku, menurut ketentuan Pasal 18 UU Hak Tanggungan.

    Pencoretan Hak Tanggungan ini juga sudah diatur tata caranya dalam Pasal 22 UU Hak Tanggungan, dengan isi sebagai berikut:

    (1) Setelah Hak Tanggungan hapus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18, Kantor Pertanahan mencoret catatan Hak Tanggungan tersebut pada buku tanah hak atas tanah dan sertifikatnya.

    (2) Dengan hapusnya Hak Tanggungan, sertifikat Hak Tanggungan yang bersangkutan ditarik dan bersama-sama buku tanah Hak Tanggungan dinyatakan tidak berlaku lagi oleh Kantor Pertanahan.

    (3) Apabila sertifikat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) karena sesuatu sebab tidak dikembalikan kepada Kantor Pertanahan, hal tersebut dicatat pada buku tanah Hak Tanggungan.

    (4) Permohonan pencoretan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan oleh pihak yang berkepentingan dengan melampirkan sertifikat Hak Tanggungan yang telah diberi catatan oleh kreditor bahwa Hak Tanggungan hapus karena piutang yang dijamin pelunasannya dengan Hak Tanggungan itu sudah lunas, atau pernyataan tertulis dari kreditur bahwa Hak Tanggungan telah hapus karena piutang yang dijamin pelunasannya dengan Hak Tanggungan itu telah lunas atau karena kreditur melepaskan Hak Tanggungan yang bersangkutan.

    (5) Apabila kreditor tidak bersedia memberikan pernyataan sebagaimana dimaksud pada ayat (4), pihak yang berkepentingan dapat mengajukan permohonan perintah pencoretan tersebut kepada Ketua Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya meliputi tempat Hak Tanggungan yang bersangkutan didaftar.

    (6) Apabila permohonan perintah pencoretan timbul dari sengketa yang sedang diperiksa oleh Pengadilan Negeri lain, permohonan tersebut harus diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri yang memeriksa perkara yang bersangkutan.

    (7) Permohonan pencoretan catatan Hak Tanggungan berdasarkan perintah Pengadilan Negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dan ayat (6) diajukan kepada Kepala Kantor Pertanahan dengan melampirkan salinan penetapan atau putusan Pengadilan Negeri yang bersangkutan.

    (8) Kantor Pertanahan melakukan pencoretan catatan Hak Tanggungan menurut tata cara yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak diterimanya permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (7).

    (9) Apabila pelunasan utang dilakukan dengan cara angsuran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2), hapusnya Hak Tanggungan pada bagian obyek Hak Tanggungan yang bersangkutan dicatat pada buku tanah dan sertifikat Hak Tanggungan serta pada buku tanah dan sertifikat hak atas tanah yang telah bebas dari Hak Tanggungan yang semula membebaninya.

    Setelah memahami apa itu roya, berikut ini ada beberapa persyaratan yang perlu kamu siapkan sebelum membayar roya di kantor pertanahan terdekat.

    Persyaratan Yang Diperlukan Untuk Hapus Hak Tanggungan/Roya

    Mengutip dari apis.atrbpn.go.id, ada beberapa persyaratan yang perlu kamu lengkapi sebelum melakukan Hapus Hak Tanggungan di kantor pertanahan, berikut diantaranya:

    1. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya diatas materai cukup.
    2. Surat kuasa apabila dikuasakan.
    3. Fotokopi identitas pemohon (KTP,KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket.
    4. Fotokopi akta pendirian dan pengesahan badan hukum yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket, bagi badan hukum.
    5. Sertifikat tanah dan Sertipikat Hak Tanggungan dan/atau konsen roya jika sertifikat Hak Tanggungan hilang.
    6. Surat Roya/Keterangan Lunas/Pelunasan Hutang dari Kreditur.
    7. Fotocopy KTP pemberi HT (debitur), penerima HT (Kreditur) dan/atau kuasanya yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket.

    Selain persyaratan tersebut, nantinya kamu juga akan dimintai:

    1. Informasi Identitas diri
    2. Informasi luas dan letak penggunaan tanah yang dimohon
    3. Serta biaya prosesnya sebesar Rp 50.000

    Biasanya proses ini memakan waktu hingga 5 hari kerja.

    Nah itu dia sekilas pengertian dari roya beserta persyaratan dan cara bayarnya. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Langkah Sulap Rumah Jadi Kos-kosan


    Jakarta

    Bisnis kos-kosan digemari banyak masyarakat karena bisa mendapatkan penghasilan pasif serta cocok untuk masa pensiun. Bisnis ini membutuhkan modal besar untuk menyediakan kamar-kamar, namun sebenarnya kamu tidak harus membeli atau membangun kos-kosan baru.

    Nah, daripada membeli atau membangun bangunan kos-kosan, kamu dapat memanfaatkan aset yang sudah dimiliki. Jika memiliki ruang lebih atau tidak terpakai di rumah, kamu bisa melakukan renovasi untuk membuat kamar-kamar kosan.

    Lalu, bagaimana cara bisnis kos-kosan di rumah? Simak penjelasan berikut ini.


    Cara Bisnis Kos-kosan di Rumah

    1. Analisa Prospek Lokasi

    Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi mengatakan kalau ingin mengubah rumah menjadi kos-kosan, pemilik perlu mencari tahu apakah rumah dapat dijadikan kos-kosan. Pemilik perlu memahami regulasi dan ketentuan berlaku serta mengidentifikasi prospek lokasi.

    “Lihat dulu apakah bisa jadi kos-kosan. Jangan sudah diubah tapi nggak ada yang minat karena lokasinya nggak strategis untuk jadikan kos-kosan,” ujar Anis kepada detikcom, (8/5/2024).

    Lokasi yang strategis bisa dilihat dari kedekatan jarak rumah dengan perguruan tinggi, perkantoran, atau kawasan bisnis. Sebab, biasanya target pasar kos-kosan merupakan mahasiswa atau pegawai.

    2. Renovasi Rumah

    Kamu tidak perlu mengubah tampak depan rumah ketika renovasi rumah menjadi kos-kosan, melainkan ruangan tak terpakai di dalam rumah saja. Kamu bisa membuat kamar kosan dengan menambah sekat-sekat di dalam rumah, seperti pada ruang tamu atau kamar tidak terpakai.

    Sementara, ruang tamu bisa dipindahkan ke ruang lainnya misalkan di lorong. Adapun ukuran kamar biasanya akan berbeda-beda karena menggunakan bangunan rumah yang tidak dirancang presisi untuk kos-kosan.

    Namun, Anis menyarankan agar menggunakan jasa arsitek atau kontraktor untuk merenovasi serta menentukan ukuran dan tata ruang yang baik untuk penyewa. Dari pencahayaan hingga ventilasi udara perlu menjadi perhatian pemilik rumah.

    3. Harga Sewa

    Harga sewa setiap kamar di kos-kosan bekas rumah bisa berbeda-beda tergantung pada ukuran kamar. Kamar yang lebih luas tentu akan lebih mahal, sementara kamar lebih kecil sebaliknya.

    Selain itu, Anis membagikan cara menentukan harga sewa, yakni dengan melihat harga pasar kos-kosan di sekitar rumah. Namun, jangan lupa untuk membandingkan kos-kosan dengan fasilitas serupa serta perhitungkan fasilitas tambahan yang diberikan.

    4. Kamar Mandi

    Bangunan rumah yang mau diubah menjadi kos-kosan mungkin lebih rumit untuk membuat kamar mandi, maka kamu bisa menyiasatinya dengan menyediakan kamar mandi bersama di luar kamar. Dengan begitu, kamu juga bisa membuat lebih banyak kamar dengan ukuran lebih kecil.

    “Kebersihan harus diutamakan sama (saja) kamar mandi luar dan dalam, cuman karena kamar mandi bersama orang-orang berbeda perlakuannya. Tapi lebih murah (harga sewa) kamar mandi luar,” katanya.

    5. Perizinan

    Anis menjelaskan sebenarnya renovasi rumah menjadi kos-kosan tidak membutuhkan izin khusus karena tidak merubah fasad atau tampak depan rumah. Berbeda dengan bangunan baru yang membutuhkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

    Apabila kalau kos-kosan sudah beroperasi, Anis biasa melaporkan ke Ketua Rumpun Tetangga (RT) terkait identitas penyewa kosan. Ia juga memberikan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).

    6. Pemasaran

    Kemudian, hal yang tak boleh ketinggalan saat bisnis kos-kosan adalah mengiklankan ketersediaan kosan agar mendapat penyewa. Anis mengatakan cara tradisional yang bisa dilakukan adalah memasang spanduk di depan kos-kosan.

    Lalu, sudah ada banyak aplikasi khusus iklan kos-kosan yang bisa dimanfaatkan. Memasang profil kos-kosan di Google juga cara yang bagus supaya muncul ketika dicari oleh calon penyewa.

    “Kalau sekarang ada internet jadi nggak usah worry menurut saya dengan market asal bisa harga tetap bersaing dan fasilitas baik,” pungkasnya.

    Demikian cara membuat rumah menjadi kos-kosan yang menguntungkan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jalan Depan Rumah Jadi Parkir Liar Dadakan, Kita Bisa Apa?


    Jakarta

    Pada hari Minggu (5/5/2024) kemarin, viral seorang juru parkir yang diamankan polisi karena menggunakan jalan perumahan sebagai lahan parkir liar. Kejadian ini terjadi di wilayah Bekasi Utara, juru parkir liar tersebut terlibat cekcok dengan warga yang mobilnya tidak bisa melintas karena jalannya yang sudah dipenuhi oleh motor yang terparkir.

    Kejadian seperti ini tentu mengganggu kenyamanan warga, lantas apa yang harus kita lakukan kalau jalan depan rumah ternyata menjadi lahan parkir liar? berikut penjelasannya.

    Pengacara Muhammad Rizal Siregar menjelaskan tentang parkir liar merupakan kegiatan parkir yang berjalan secara ilegal atau tidak resmi. Lahan yang dipakai untuk parkir ilegal juga adalah lahan yang diakui secara sepihak dan berada di luar pembinaan pemerintah setempat dan uagnya tidak masuk ke dalam pendapatan daerah. Artinya segala bentuk jasa parkir yang menggunakan lahan milik orang lain dan memungut biaya bisa dikategorikan sebagai parkir liar atau ilegal.


    “Parkir liar merupakan suatu fenomena di mana kegiatan parkir berdiri secara ilegal atau tidak resmi dengan adanya pengakuan lahan parkir secara sepihak. Adapun lahan parkir liar berada diluar pembinaan pemerintah setempat, dengan uang hasil parkir tidak dapat disalurkan ke pemerintah sebagai hasil pendapatan daerah,” kata Pengacara Muhammad Rizal Siregar kepada detikProperti, Rabu ( 8/5/2024).

    Jika konteks parkir liarnya berada di kawasan pemukiman kejadian di atas, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

    1. Pastikan Apakah Sudah Ada izin dari Pemilik Lahan

    Menggunakan lahan milik orang lain tentu saja memerlukan izin dari pemilik lahan. Misalnya jika lahan tersebut digunakan sebagai lahan untuk parkir ketika ada hajatan atau acara, tentu harus dengan izin pemilik lahan. Hal ini untuk memastikan siapa yang sekiranya bisa dimintai izin atau negosiasi terkait penggunaan lahan yang digunakan untuk parkir tersebut.

    Akan tetapi, jika kegiatan parkir tersebut tidak ada izin sama sekali, baik dari ketua RT atau pemilik lahan, maka hal tersebut bisa di laporkan ke pihak berwajib karena dianggap mengganggu ketertiban umum.

    2. Laporkan ke Pihak Berwajib

    Apabila kejadian parkir ilegal ini sudah meresahkan dan merusak fasilitas yang ada, maka juru parkir yang bersangkutan bisa dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Juru parkir ilegal bisa dikenakan Pasal 406 KUHP tentang perusakan. Sanksi yang diberikan berupa hukuman pidana mencapai 2 tahun 8 bulan. Terlebih lagi jika lahan yang digunakan belum mendapat izin dari pemilik lahan atau ketua RT setempat.

    Selain itu, kegiatan parkir liar yang memungut biaya tanpa izin ataupun tugas dari pemerintah daerah juga bisa dikenakan Pasal 368 ayat (1) KUHP tentang Pemerasan. Hukumannya bisa berupa hukuman pidana paling lama 9 tahun penjara.

    “Apabila ketentuan parkir dipungut tanpa ada izin dan ketentuan tugas pemda, maka dapat dikenakan sanksi pidana. Sebagaimana dalam Pasal 368 ayat (1) KUHP, tindakan pemerasan tersebut dapat diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun,” ucap Rizal.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Langkah Memilih Lokasi Strategis buat Bisnis Kos-kosan


    Jakarta

    Lokasi memang menjadi aspek yang sangat penting dalam memilih properti, termasuk untuk menjalankan bisnis kos-kosan. Bisnis ini memang sangat mengandalkan lokasi yang strategis untuk menarik minat penyewa.

    Bagaimana tidak? Kos-kosan merupakan hunian sementara untuk mengakomodasi penyewa yang membutuhkan tempat tinggal dekat tempat mereka beraktivitas seperti tempat kerja atau perguruan tinggi. Oleh karena itu, lokasi strategis semestinya menjadi pertimbangan utama dalam bisnis kos-kosan.

    Nah, kalau kamu berencana membeli atau membangun kos-kosan, simak penjelasan berikut ini buat memilih lokasi strategis agar ramai penyewa.


    Cara Memilih Lokasi Kos-kosan

    1. Target Pasar

    Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi menjelaskan langkah awal berbisnis kos-kosan adalah menetapkan target pasar. Biasanya kos-kosan menyasar mahasiswa maupun pegawai.

    Nah, kamu bisa memilih antara kedua tipe anak kos tersebut. Sebagai acuan, kamu bisa memperhatikan jenis kawasan, misalkan perkantoran maupun pelajar. Hal ini penting karena akan menentukan berbagai hal dari harga sewa, peraturan, hingga fasilitas.

    2. Lingkungan

    “Kita cari dulu maunya (atau) keinginannya (pemilik). Kalau keinginan buat kosan mahasiswa ya kita cari lokasi yang dekat universitas. Tapi kalau misal kita mau pekerja, ya kita cari lingkungan yang untuk orang-orang kerja di lingkungan itu,” ujar Anis kepada detikcom, Rabu (8/5/2024).

    Apabila sudah menentukan tipe anak kos, kamu bisa mempertimbangkan jarak kos-kosan ke tempat mereka beraktivitas, seperti perkantoran atau perguruan tinggi. Tentunya semakin dekat dengan tempat tersebut akan lebih strategis dan dicari anak kos.

    3. Prospek

    Selanjutnya, kamu perlu menganalisa prospek kawasan untuk bisnis kos-kosan. Tahap ini penting untuk memastikan kos-kosan diminati calon penyewa.

    “Habis liat lingkungan, lihat prospeknya. Kalau prospeknya dilihat rame ‘bagus nih’ baru memutuskan untuk investasi (properti dan bisnis kos-kosan). Lihat rame, harga jualnya kompetitif, bagus, yang nyewa juga banyak,” pungkas Anis.

    Selain itu, salah satu indikasi lokasi kos-kosan yang strategis dan prospektif adalah banyaknya kos-kosan di suatu kawasan. Nantinya, lingkungan sekitar kos-kosan pun akan menyesuaikan kebutuhan anak kos misalkan warung makan.

    Itulah langkah-langkah dasar memilih lokasi yang strategis buat bisnis kos-kosan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Hitung-hitungan Biaya Bongkar Rumah


    Jakarta

    Sebelum merenovasi rumah besar-besaran atau membangun ulang rumah, hal yang pertama harus dilakukan adalah membongkar atau merobohkan bangunan rumah yang ada.

    Pembongkaran rumah ini bisa dilakukan hanya di beberapa ruangan yang ingin direnovasi atapun sampai merobohkan seluruh bangunan rumahnya. Untuk biaya pembongkarannya juga tentu berbeda, banyak orang yang berpikir biaya membongkar rumah sangat mahal. Padahal, semuanya tergantung pada luas tanah dan bangunan yang akan dibongkar.

    Untuk memudahkan kamu memperkirakan biaya membongkar rumah, berikut adalah contoh hitungannya.


    Perkiraan Hitungan Biaya Bongkar Rumah

    Sebagai patokan perhitungan biaya membongkar rumah, berikut adalah jumlah biaya dan hal apa saja yang perlu kamu pertimbangkan saat membongkar rumah. Contohnya, berikut adalah hitungan biaya bongkar rumah untuk ukuran 80 m2.

    1. Pembongkaran Rangka Atap Kayu : Rp.25,000 per m2 x 80 m2 = Rp 2.000.000

    2. Bongkar Atap : Rp.37,500 per m2 x 80 m2 = Rp 3.000.000

    3. Pembongkaran Dinding : Rp.23,000 per m2 X 80 m2 = Rp 1.840.000

    4. Bongkar Plafon : Rp.20,000 per m2 x 80 m2 = Rp 1.600.000

    5. Pembongkaran Jendela / Pintu (10 unit) : Rp 150.000 per unit= Rp 1.500.000

    6. Bongkar Keramik : Rp.30,000 per m2 x 80 m2 = Rp 2.400.000

    7. Pembersihan Sisa Bongkaran : Rp 17.000 per m2 x 80m2 = 1.360.000

    Total biaya = Rp 13.700.000

    Perlu diketahui bahwa biaya di atas ini adalah biaya perkiran, sedangkan ada faktor-faktor yang bisa mempengaruhi biaya bongkar rumah. Pemilik rumah maupun tukang bangunan akan membicarakan terlebih dahulu soal hal-hal yang harus diperhitungkan dari objek terkecil sampai terbesar sekalipun. Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi biaya bongkar rumah.

    Faktor yang Mempengaruhi Biaya Bongkar Rumah

    1. Lokasi Rumah

    Lokasi rumah menjadi salah satu faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap biaya pembongkaran rumah. Apabila rumah kalian berada di wilayah yang sempit atau memiliki akses yang cukup sulit, maka bisa dipastikan biaya membongkar rumah semakin besar. Pastikan akses perjalanannya tidak sulit supaya penyedia jasa bongkar rumah bisa menghemat waktu untuk menuntaskan pekerjaannya.

    2. Luas Bangunan

    Selain lokasi rumah, luas bangun juga sangat berpengaruh terhadap biaya bongkar rumah karena biasanya biaya ini akan dihitung per meter. Jadi, rumah atau ruangan yang lebih luas tentu akan memakan biaya yang lebih tinggi. Tak hanya itu, luas bangunan juga pasti berdampak terhadap estimasi waktu pengerjaan yang dibutuhkan. Jika rumah kamu berukuran besar atau banhkan rumah bertingkat, maka budget yang dipasang tukang bangunan kemungkinan akan semakin besar menyesuaikan dengan luas bangunan tersebut.

    3. Material Bangunan

    Material bangunan yang digunakan pada rumah juga ternyata berpengaruh pada tingkat kesulitan dalam pembongkaran rumah. Jika rumah tersebut dibangun menggunakan material yang bagus, tentu rumah akan lebih kokoh dan sulit untuk dirobohkan. Hal ini juga bisa mempengaruhi waktu pengerjaan dan biaya pembongkaran rumah. Meski begitu, sebuah rumah yang usianya lebih tua masih diklaim mampu dihancurkan lebih cepat dan mudah dengan biaya murah daripada bangunan baru.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Mahal Nggak Murah, Begini Cara Tentukan Harga Sewa Kos-kosan


    Jakarta

    Bisnis kos-kosan memang usaha yang cukup menarik karena bisa menjadi penghasilan pasif, terutama ketika pensiun. Pastinya harga sewa menjadi pertimbangan yang penting bagi anak kos, sehingga pemilik kos harus bisa menentukan harga yang paling sesuai.

    Pasalnya, harga sewa turut mempengaruhi minat dan kemampuan anak kos. Selain itu, pemasukan dari sewa kos juga perlu memperhitungkan perawatan hingga modal awal bisnis kos-kosan.

    Nah, bagi kamu yang masih bingung menentukan harga sewa kos-kosan, simak penjelasan berikut ini.


    Cara Tentukan Harga Sewa Kos-kosan

    1. Cek Harga Pasar

    Menurut Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi, pemilik perlu melakukan survei harga pasaran kos-kosan di wilayah sekitar. Pemilik boleh mematok harga sesuai pasaran, tentunya dengan fasilitas dan kondisi kamar yang serupa.

    “Jangan kita harganya terlalu murah akhirnya kita jadi musuh atau kita terlalu tinggi akhirnya nggak laku. Jadi melihat lawanya sebelah gimana. Misalnya sama cuman kita ada membedakan, misal fasilitasnya atau dari sisi kebersihannya, interiornya kita menangin,” ujar Anis kepada detikcom, Rabu (8/5/2024).

    2. Biaya Fasilitas

    Selain mengikuti harga pasar, kamu bisa menghitung anggaran untuk fasilitas dan operasional kos-kosan. Anis biasa membagi biaya operasional seperti layanan internet dan air dengan jumlah kamar yang diisi anak kos.

    “Misalnya internet satu lantai yang bulanan sekitar Rp 500 ribu tapi dibagi empat (anak kos), (hasilnya) Rp 100 ribu sekian. Kalau tentuin (harga sewa) Rp 1,7 juta untuk biaya misalnya untuk bersih-bersih Rp 1,5 juta dibagi sepuluh orang. Nah, ujung-ujungnya kalau istilahnya untuk (pendapatan) bersih masih (bisa) Rp 1,4 juta kali sepuluh (kamar) itu udah di luar biaya operasional,” jelasnya.

    3. Biaya Perawatan

    Selanjutnya, kamu bisa mencadangkan sebagian pendapatan bersih tersebut, misalkan 20% saja untuk perawatan kos-kosan. Sebab, sewaktu-waktu mungkin ada kerusakan tak terduga atau ingin meng-upgrade bangunan.

    4. Balik Modal

    Adapun kos-kosan menjadi bisnis bisa cukup menggiurkan.karena bisa mendapat penghasilan pasif serta balik modal setelah beberapa waktu. Kenaikan aset tanah maupun bangunan dari waktu ke waktu pun menjadi investasi yang menguntungkan.

    “Kalau nanti mau dihitung balik modalnya misalnya (pendapatan bersih) Rp 10 juta kali 12 (bulan) kan itu udah Rp 120 juta. (Andaikan harga bangun atau beli kos-kosan) Rp 1,2 miliar, jadi 15 tahun udah balik (modal). Break even point juga ada,” pungkas Anis.

    Demikian perhitungan harga sewa kos-kosan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Jitu biar Kos-kosan Laku Keras!


    Jakarta

    Bisnis kos-kosan diidamkan oleh banyak orang Indonesia karena terbilang menguntungkan dan santai. Namun, sekadar mempunyai lokasi strategis dan harga sewa yang kompetitif tak cukup menarik perhatian penyewa.

    Kalau pengin kos-kosan kebanjiran anak kos, kamu perlu memasarkan atau mengiklankan kos-kosan agar calon penyewa tahu kehadiran bisnis tersebut. Selain itu, pemasaran juga memudahkan calon penyewa mencari tahu informasi tentang kos-kosan.

    Menurut Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi, memasarkan kos-kosan pada zaman sekarang cukup mudah, apalagi dengan adanya internet. Ia menyampaikan pemilik perlu menjaga reputasi kos-kosan supaya penyewa tertarik.


    “Kalau sekarang ada internet jadi nggak usah worry menurut saya dengan marketing asal bisa harga tetap bersaing dan fasilitas baik,” ujar Anis kepada detikcom (8/5/2024).

    Cara Memasarkan Kos-kosan

    1. Pasang Spanduk

    Anis membagikan cara memasarkan kos-kosan, salah satunya menggunakan metode tradisional yang banyak diterapkan pemilik kos. Ia memasang spanduk di depan kos-kosan untuk menginformasikan ketersediaan kamar kos.

    2. Manfaatkan Aplikasi Pencari Kos

    Kemudian, sudah ada banyak aplikasi khusus iklan kos-kosan yang bisa dimanfaatkan. Anis mengaku banyak mendapat anak kos melalui aplikasi pencari kos.

    Melalui aplikasi, pemilik bisa menyediakan informasi lengkap kepada calon penyewa. Selain itu, ada fitur untuk pemilik dan penyewa berkomunikasi.

    3. Bikin Profil di Mesin Pencari Internet

    Selanjutnya, buatlah profil tentang bisnis kos-kosan kamu pada mesin pencari di internet. Kamu bisa menyertakan berbagai informasi yang memudahkan penyewa menemukan kos-kosan serta menghubungi pemilik kos.

    “Pasang di Google, bikin (profil). Dia otomatis kelihatan kalau misalnya kita search kosan itu muncul. Nanti di situ dikasih nomor telpon, ada alamatnya,” katanya.

    4. Kerja Sama dengan Pengelola Hunian

    Lalu, kamu juga dapat bekerja sama dengan pengelola hunian yang membantu memasarkan dan mengelola kos-kosan. Anis menyebut pengelola tersebut menyediakan beberapa jasa yang membantu pemilik kos-kosan, tentunya dengan imbalan sekian persen dari harga sewa.

    “(Kos-kosan) di atas 20 kamar dikelola, karena (saya punya) 10 (kamar) hanya marketing. Kalau ada survei dia ngedatengin, dia juga cari orang (calon penyewa). Terus dia kasih masukan, diskusi baiknya ini itu,” tuturnya.

    5. Word of Mouth

    Anis pun menjaga kualitas pelayanan dan fasilitas kos-kosannya untuk menciptakan kesan dan reputasi yang baik di mata anak kos. Dengan begitu, anak-anak kos suatu ketika bisa mengajak temannya untuk tinggal di kos-kosan yang sama. Ia kerap mendapati penyewa baru yang mendapat rekomendasi dari anak kosnya.

    “Kalau mahasiswa dia senengannya teman di sini, di sini semua. Kalau teman pindah, dia pindah,” pungkasnya.

    Demikian cara memasarkan bisnis kos-kosan supaya banyak penyewa. Semoga membantu!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Mulai Bisnis Sewa Apartemen? Perhatikan 6 Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Bisnis properti seperti sewa apartemen bisa menjadi sumber penghasilan pasif yang cukup menarik. Kalau kamu mau berinvestasi properti, mungkin kamu juga bisa menyewakan apartemen untuk mendapat penghasilan tambahan.

    Namun, jangan langsung terjun ke bisnis apartemen, atau asal beli kalau pengin dilirik penyewa. Nah, berikut ini beberapa hal yang perlu kamu perhatikan supaya bisnismu lancar.

    Tips Bisnis Sewa Apartemen

    1. Prospek

    Menurut Pengusaha Sewa Apartemen Anis Widiadi, kita harus menentukan target penyewa yang diinginkan. Mungkin kamu lebih memilih mahasiswa, pekerja, penyewa yang masih lajang, ataupun yang sudah berkeluarga.


    “Bisa lihat lingkungan, lihat prospeknya rame (penghuni di apartemen). Baru memutuskan untuk investasi. Lihat rame (penghuni), harga jualnya kompetitif, yang nyewa juga banyak,” ujar Anis kepada detikcom, Rabu (8/5/2024).

    2. Dekat Kawasan Bisnis

    Jika menyasar pegawai, maka sebaiknya memilih apartemen yang strategis seperti dekat dengan kawasan bisnis, perkantoran, mall, ruko, atau pertokoan. Sebab, lokasi strategis lebih digemari penyewa.

    “Lihat lokasinya di kawasan memang pekerja atau dekat mall. Jangan apartemen doang, hunian aja di bawahnya ga ada mall,” ucapnya.

    3. Tipe Unit Apartemen

    Selanjutnya, pertimbangkan tipe unit apartemen yang akan dibeli sesuai tipe penyewa yang dituju. Menurut Anis, apartemen studio cocok untuk pekerja yang masih lajang. Sementara, apartemen dengan beberapa kamar lebih cocok untuk penyewa yang sudah berkeluarga.

    “Kalau dua bedroom, ada keluarga (bisa) rapi nggak? Tapi kalau studio mikir mereka pekerja, mereka datang ke apartemen sudah lelah, sudah tinggal tidur jadi tetap terawat,” katanya.

    4. Jangka Waktu Penyewaan

    Kamu dapat menentukan jangka waktu sewa baik bulanan atau setahun. Ia lebih menyarankan menetapkan jangka lebih lama daripada pembayaran per bulan. Sebab, dikhawatirkan ada kerusakan yang memakan biaya perbaikan yang mahal.

    “(Saya) kontrakin maunya tahunan, bukan bulanan (karena) mau tutup (biaya) interior dulu. Kalau bulanan, (kalau) rusak nggak bisa beli lagi (untuk perbaikan),” jelasnya.

    5. Harga Sewa

    Untuk menentukan harga sewa, kamu bisa melihat harga pasaran dengan meriset online atau menanyakan manajemen apartemen. Lalu, pertimbangkan juga biaya interior ketika awal membeli apartemen.

    “Kontrakin satu tahun waktu itu Rp 20 juta (untuk menutup biaya interior). Tahun kedua (kalau) diperpanjang naikin harga karena inflasi harus naikin jadi Rp 22 juta, (kenaikan) 10 persen,” ucapnya.

    6. Iuran Pengelolaan Lingkungan

    Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) juga penting untuk dipertimbangkan. Kalau mendapati IPL yang murah, maka kamu bisa menentukan biaya sewa yang lebih terjangkau. Sementara, IPL yang mahal akan memberatkan penyewa. Maka, pastikan menyasar target pasar yang tepat untuk mengimbangi IPL.

    Demikian beberapa hal yang perlu kamu perhatikan kalau mau bisnis sewa apartemen. Semoga membantu!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Trik Agar Rumah Selalu Tampak Bersih dan Rapi


    Jakarta

    Memiliki rumah yang bersih tentunya keinginan semua orang. Nah, berikut ini ada beberapa cara agar rumah selalu terlihat bersih.

    Membersihkan rumah terkadang membutuhkan tenaga ekstra dan juga banyak waktu. Namun, jangan khawatir! Sebab, ada beberapa trik yang bisa dilakukan agar rumah selalu terlihat rapi dan bersih untuk kamu yang terlalu sibuk untuk membersihkan rumah.

    Salah satu caranya adalah dengan fokus pada bagian kamar mandi dan dapur. Menurut pemilik dari The Dazzle Company, Logan Taylor, bagian tersebut adalah ruangan yang paling sering dikunjungi tamu saat ada di rumah.


    Tak hanya itu, masih ada cara-cara lainnya yang bisa dilakukan. Dilansir dari The Spruce, Kamis (9/5/2024), berikut ini beberapa caranya.

    1. Fokus pada Bagian Dapur

    Pastikan tidak ada tumpukan piring kotor di wastafel. Selain itu, buang sampah dan lap meja dapur. Dengan begitu, dapur kamu akan selalu tampak bersih dan rapi.

    2. Bersihkan Bagian Kamar Mandi

    Bagian kamar mandi merupakan salah satu ruangan yang sering digunakan oleh tamu. Nah, untuk tetap memberikan kesan rumah yang rapi, kamu harus pastikan bagian kamar mandi juga rapi.

    Pertama, pastikan wastafel dan toilet bersih. Lalu, pastikan juga sabun, tisu, dan kebutuhan toilet lainnya bisa digunakan oleh tamu.

    Agar kamar mandi tetap wangi, kamu bisa menggunakan pengharum ruangan atau diffuser.

    3. Bersihkan Area Depan Rumah

    Area depan rumah bisa memberikan kesan pertama yang kuat bagi tamu yang baru pertama kali berkunjung ke rumah. Kamu bisa merapikan area depan rumah, seperti memasukkan sepatu-sepatu ke dalam rak yang tersedia. Kamu juga bisa menaruh vas bunga maupun lilin di meja tamu agar bagian depan rumah tampak cantik.

    4. Taruh Barang-barang di Dalam Kotak Penyimpanan

    Untuk barang-barang kecil, seperti mainan, charger alat elektronik, dan lainnya, kamu bisa menaruhnya di dalam kotak agar ruangan terlihat rapi.

    5. Pakai Wewangian

    Nah, agar rumah lebih nyaman, kamu juga bisa memakai wewangian. Dengan aroma wangi yang menguar di rumah, bisa menciptakan kesan rumah yang bersih.

    “Segarkan udara dengan membuka satu atau dua jendela, menyalakan lilin wangi, atau menggunakan semprotan pengharum ruangan untuk menutupi bau apapun,” kata Co-owner Tranquil Home, Nicole Davies dikutip dari The Spruce.

    Itulah trik untuk membuat rumah tampak bersih. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Usir Siput dari Taman Rumah Pakai Bahan Alami


    Jakarta

    Keberadaan siput di taman rumah memang tidak berbahaya bagi manusia, namun bisa merusak tanaman yang ada. Tentunya detikers nggak mau dong tanamannya rusak karena dimakan siput? Nah, berikut ini cara mengusir siput dari taman rumah.

    Eits, jangan khawatir karena cara mengusirnya menggunakan bahan alami. Dengan menciptakan suasana yang dibenci siput juga bisa membuatnya pergi menjauh.

    Salah satu caranya adalah memindahkannya secara langsung ke tempat yang agak jauh dari tanaman. Sebaiknya kamu melakukan hal itu pada malam atau waktu subuh karena siput menyukai suasana yang lembap dan dingin.


    Selain itu, masih ada beberapa cara lainnya. Berikut ini informasinya.

    Cara Mengusir Siput dari Taman Rumah

    Pakai Cangkang Telur dan Bubuk Kopi

    Kamu bisa menggunakan cangkang telur yang dihancurkan dan bubuk kopi untuk mengusir siput. Kamu bisa mencampurkan keduanya pada tanah taman. Teksturnya yang kasar akan membuat siput enggan mendekati tanaman.

    “Cangkan telur dan bubuk kopi merupakan bahan yang bisa dikompos dan dapat membuat tanah subur, jadi kamu melakukan dua hal bersamaan (mengusir siput dan menyuburkan tanaman),” kata CEO Lawn Love, Jeremy Yamaguchi, dikutip dari Real Simple, Kamis (9/5/2024).

    Pakai Tanah yang Memiliki Drainase Baik

    Menggunakan tanah yang memiliki drainase yang baik bisa membantu menyingkirkan siput. Dengan drainase yang, ketika tanah disiram akan cepat mengering.

    Siput menyukai tempat yang lembap untuk bersembunyi. Jika tanah cepat mengering maka bisa mencegah siput bersembunyi di sana.

    Tanam Tanaman di Rumah

    Dilansir dari Homes & Gardens, kamu bisa menanam tanaman yang disukai siput di taman rumah untuk mencegahnya memakan tanaman lainnya. Sebab, siput suka memakan tumbuhan muda, kamu bisa memberikannya di sekitar taman.

    Cara Cegah Siput Datang Kembali

    Untuk mencegah siput kembali lagi, kamu bisa membersihkan taman dari sampah, daun-daun, ranting, atau apapun yang bisa dijadikan tempat bersembunyi siput.

    “Mengolah tanah secara teratur juga dapat membantu dengan memunculkan telur siput ke permukaan, memaparkannya pada predator dan cuaca. Terakhir, pertimbangkan untuk menanam tanaman tahan siput seperti aster dan pakis, yang dapat mengurangi daya tarik taman kamu secara keseluruhan terhadap hama ini,” kata pemilik Steve’s Services, Steve Sylvia, dikutip dari Real Simple.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com