Blog

  • Begini Cara Memilih Shower Kamar Mandi yang Tahan Lama dan Hemat Air



    Jakarta

    Rumah-rumah modern kini banyak yang menggunakan shower sebagai alat bantu pancuran air dibandingkan bak mandi. Tampilannya yang minimalis membuat kamar mandi terlihat lebih luas. Bagi kamu yang tertarik menggunakan shower, ketahui dahulu trik memilih shower kamar mandi yang tahan lama dan hemat air.

    Dalam pameran ke-10 Keramika Indonesia bersama Mega Build Indonesia edisi ke-21, Perusahaan PT Global Pasifik Prima memperkenalkan beberapa produk kamar mandi, salah satunya shower.

    Saat ditemui, Nasional Retail Manager PT Global Pasifik Prima, Nicolass mengatakan saat memilih shower pastikan bahannya terbuat dari kuningan. Bahan ini dinilai tahan dari oksidasi atau tidak bereaksi saat terkena air sehingga tidak mudah korosi dan tahan lama.


    “Harus kuningan. Kalau Stainless Steel 304, dari namanya saja stainless ya kan? Tidak mudah terkena noda, tetapi tetap teroksidasi. Tapi kalo kuningan dia tidak teroksidasi,” kata Nicolass kepada detikProperti pada Kamis (9/5/2024).

    Selain menggunakan kuningan, bagian cartridge shower menggunakan bahan keramik. Bagian cartridge shower ini adalah jantungnya keran shower. Bagian ini harus bersih agar tidak terjadi sumbatan.

    “Jadi kalo pemasangan baru, ada baiknya saluran airnya tuh di-flush (disiram) dulu karena cartridge shower ini kan terbuat dari keramik. Fungsinya itu jalur air. Dihidupkan dulu biar kotoran-kotoran keluar dulu. Lalu unitnya dipasang. Kalau unitnya langsung dipasang sebelum di-flush, kotoran-kotorannya akan masuk ke cartridge ini,” tambahnya saat ditemui di Jakarta.

    Kemudian, saat memilih shower, kamu bisa memilih jumlah pancuran airnya. Perusahaan PT Global Pasifik Prima memiliki shower bernama Loire dengan 3 jenis pancuran yakni head shower, hand shower, dan spout. Model shower ini mirip dengan yang dipakai di Eropa tetapi ada 1 tambahan yakni pada bagian spout.

    Tambahan keran atau spout di shower yang dijual di Indonesia.Tambahan keran atau spout di shower yang dijual di Indonesia. Foto: Sekar Aqillah Indraswari

    “Bagi orang Eropa dia nggak butuh spout. Kalau orang Asia masih punya konsep nampung air atau keran wudhu. Penampungan air ini untuk jaga-jaga mati lampu segala macam,” jelasnya.

    Inovasi tampilan yang ditawarkan oleh PT Global Pasifik Prima adalah model shower yang bisa ditanam di dalam dinding atau di luar dinding. Jika shower ditanam di dalam dinding, yang terlihat hanya bagian pancuran dan keran air. Sementara, pipa air dimasukkan di dalam dinding.

    Lalu, jika kamu ingin memiliki air panas otomatis dari shower seperti yang disediakan di vila atau hotel, kamu perlu menambahkan water heater. Sementara shower hanya menyediakan fitur keran air panas saja.

    “Tetap untuk air panas harus menggunakan water heater. Nanti dibikin instalasi, lalu air panas itu ada di sisi kiri, air dinginnya ada di sisi kanan,” unjuknya.

    Kriteria pemilihan shower lainnya adalah yang bisa menghemat air. Nicolass menyebutkan shower di series Loire milik mereka lebih hemat air karena saat keran dinyalakan 70% yang keluar adalah air dan 30% lainnya adalah udara.

    “Kita ada satu teknologi di seri Loire, airatornya menggunakan satu merek dari Eropa. Jadi komposisinya airnya bercampur sama udara, jadi lebih hemat. Dibandingkan dengan shower system sejenis, mungkin mereka keluar airnya itu 100% air, nah kalau yang shower ini dia keluarnya itu bisa airnya 70% dan 30%-nya udara. Splashnya kalau kena di tangan, berasanya sama (dengan yang keluar 100% air),” pungkasnya.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Kelebihan dan Kekurangan Punya Rumah Tingkat


    Jakarta

    Kebanyakan rumah mempunyai satu atau dua lantai, tergantung pada luas tanah dan kebutuhan pemilik. Rumah tingkat sering kali menjadi pilihan untuk menampung lebih banyak orang, ruang, maupun barang-barang.

    Kalau kamu ingin membeli atau membangun rumah tingkat, sebaiknya ketahui dulu apa saja kelebihan dan kekurangannya agar lebih yakin. Berikut ini penjelasan plus minus mempunyai rumah bertingkat, dilansir dari Lofty Building Group, Sabtu (11/5/2024).

    Pertimbangan Beli Rumah Tingkat

    Kelebihan

    1. Maksimalkan Ruang

    Rumah tingkat memungkinkan penghuni memaksimalkan ruang yang ada. Jika memiliki lahan yang kecil, kamu bisa menambah ruang secara vertikal, dengan begitu luas hunianmu bisa dua kali lebih besar dari semestinya.


    Selain itu, cara ini dapat menyisakan lahan untuk pekarangan, kebun, kolam renang, carport, dan elemen eksterior rumah lainnya.

    2. Privasi & Mengurangi Bising

    Memiliki rumah tingkat berarti penghuni rumah mendapat lebih banyak privasi. Sebab, ruang di rumah satu lantai yang lebih kecil, sehingga ruang gerak penghuni terbatas.

    Area komunal dengan area kamar tidur bisa dipisah berdasarkan lantai. Misalkan lantai satu untuk ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur. Sementara lantai dua dikhususkan untuk kamar tidur.

    Lebih lanjut, rumah tingkat memungkinkan ruang hidup bisa lebih tersebar, sehingga memberikan lebih banyak privasi. Ruang hidup yang tersebar di beberapa lantai dapat membantu mengurangi kebisingan.

    3. Pemandangan

    Tentunya rumah tingkat menghadirkan pemandangan yang lebih luas di lantai atas. Kamu bisa menikmati pemandangan indah tanpa terhalang rumah atau pohon.

    Tambahkan balkon dan jendela untuk menikmati pemandangan yang luas dan jauh di lantai atas. Kamu bisa mendapat cahaya lebih dengan menambahkan jendela, sehingga membantu hemat listrik.

    Kekurangan

    1. Risiko Keamanan

    Meski rumah tingkat tampak estetik dan menawan, ada risiko keamanan yang bisa mengancam penghuni rumah, terutama anak-anak dan lansia. Penghuni rumah bisa tak sengaja terjatuh dari jendela, balkon, dan tangga.

    Oleh karena itu, penghuni harus lebih berhati-hati ketika bergerak, mengawasi satu sama lain, serta memasang pengaman untuk jaga-jaga.

    2. Fleksibilitas Desain

    Jika membangun rumah tingkat, kamu perlu memikirkan keselarasan desain lantai atas dan bawah. Kemudian, memastikan menyisikan ruang yang cukup buat area tangga. Dengan pertimbangan itu, fleksibilitas desain menjadi terbatas.

    3. Perawatan

    Memiliki lebih banyak ruang di rumah tingkat berarti menambah beban pekerjaan dan biaya untuk merawat rumah. Kalau kamu punya rumah dua lantai, berarti kamu harus membersihkan dua kali lebih banyak lantai, jendela, dan kamar.

    Belum lagi ada tambahan area tangga pula. Nah, kalau tidak ingin capek bersih-bersih rumah besar, mungkin rumah satu lantai lebih cocok buat kamu.

    Itulah plus minus punya rumah tingkat yang perlu kamu pertimbangkan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Penyebab Air Pancuran Shower Mengecil dan Cara Mengatasinya



    Jakarta

    Shower adalah alat pancuran air di kamar mandi yang cukup fleksibel dan modern. Dengan menyalakan keran, air akan keluar tanpa perlu ditampung lebih dulu di sebuah bak. Namun, terkadang semakin lama debit air yang keluar justru semakin kecil. Kok bisa?

    Menurut Nasional Retail Manager PT Global Pasifik Prima, Nicolass penyebab air pancuran shower mengecil adalah adanya sumbatan pada salurannya. Hal ini dipengaruhi dari kualitas air di Indonesia yang mengandung kapur.

    “Di daerah-daerah seperti mungkin kalau kita sebut di Bali, sumber air yang masuk ke sistem pumping pipa-pipa air, dia harus pake filter dulu. Karena air di Bali itu mengandung zat kapur yang tinggi sekali,” kata Nicolass kepada detikProperti pada Kamis (9/5/2024).


    Oleh karena itu, pemasangan filter air pada pipa keran shower di kamar mandi diperlukan. Selain itu, kamu perlu memperhatikan pada bagian cartridge shower. Bagian ini adalah jantung keran yang tidak boleh tersumbat. Nicolass mengatakan untuk produk mereka, cartridge shower akan disiram dahulu selama 3-5 menit baru dipasang ke dinding kamar mandi untuk mengeluarkan kotoran di air.

    Tampilan shower seri Loire milik PT Global Pasifik Prima yang dipamerkan di Jakarta Convention Center.Tampilan shower seri Loire milik PT Global Pasifik Prima yang dipamerkan di Jakarta Convention Center. Foto: Sekar Aqillah Indraswari-detikcom

    “Jadi kalo pemasangan baru, ada baiknya saluran airnya tuh di-flush (disiram) dulu karena cartridge shower ini kan terbuat dari keramik. Fungsinya itu jalur air. Dihidupkan dulu biar kotoran-kotoran keluar dulu. Lalu unitnya dipasang. Kalau unitnya langsung dipasang sebelum di-flush, kotoran-kotorannya akan masuk ke cartridge ini,” tambahnya saat ditemui di Jakarta.

    Nicolass menambahkan selain disebabkan air kapur, shower di kamar mandi juga harus tahan dari korosi dan tidak mudah teroksidasi. Disarankan bahan yang digunakan adalah kuningan pada bagian luar dan dalam. Shower yang mengalami oksidasi akan mudah berkarat saat bereaksi dengan air.

    “Harus kuningan. Kalau Stainless Steel 304, dari namanya saja stainless ya kan? Tidak mudah terkena noda, tetapi tetap teroksidasi. Tapi kalo kuningan dia tidak teroksidasi,” tambahnya.

    Bahan kuningan ini perawatannya cukup mudah yakni cukup dibersihkan dengan lap atau kain mikro fiber apabila terlihat bercak putih setiap setelah digunakan. Cara ini dapat menjaga tampilan luarnya tetap bagus dan menjaga lapisannya tidak terkelupas.

    “Perawatannya itu paling simpel habis mandi dilap pakai lap kering yang halus. Air di Indonesia itu mau air ledeng, air pump, air PDAM pasti meninggalkan jejak white spot yang kelamaan susah dibersihkan. Kita mulai menggunakan opsi menggunakan chemical. Ketika kita menggunakan opsi chemical, dia punya lapisan luar safety coating,” ungkapnya.

    Bagian coating adalah bagian yang perlu dijaga agar tidak mengelupas. Apabila lapisan ini rusak atau terkelupas bahan shower akan lebih mudah teroksidasi dan membuat daya tahannya menurun.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Ini Risiko Beli Tanah Belum Balik Nama dari Ahli Waris


    Jakarta

    Saat membeli tanah ada serangkaian urusan administrasi yang perlu dipenuhi. Tak jarang ada kendala pada proses ini, apalagi kalau membeli tanah yang belum balik nama dari ahli waris.

    Notaris, PPAT, dan Pejabat Lelang Kelas II Bima, Fitri Khairunnisa mengatakan ada berbagai risiko membeli tanah belum balik nama dari ahli waris, sehingga memperlambat dan menyulitkan proses administrasi. Sebaliknya, tanah yang sudah diturun waris ke salah satu orang atau beberapa orang untuk dibalik nama akan lebih mudah dan cepat.

    “Berkaitan dengan ahli waris, sangat jarang hanya satu ahli waris, beberapa biasanya banyak ahli waris. Kadang-kadang mereka tidak kooperatif dalam pembagian warisnya. Ada juga yang sebagian mau menjual, sebagian juga mau mempertahankan,” ujar Fitri kepada detikcom, Sabtu (11/5/2024).


    Lantas, apa saja risiko membeli tanah dari ahli waris yang mana belum balik nama? Simak penjelasannya berikut ini.

    Risiko Beli Tanah Belum Balik Nama

    1. Dokumen Belum Lengkap

    Membeli tanah yang belum balik nama menjadi nama ahli waris dikhawatirkan dokumen belum lengkap dimiliki oleh penjual, sehingga bisa memakan waktu untuk melengkapinya. Lebih dari itu, kemungkinan akan sulit mengumpulkan dokumen dari para ahli waris, apalagi kalau tidak kooperatif.

    “Biasanya nanti kami ada blanko untuk turun waris, itu sudah disediakan oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional). Dan yang mencakup itu semua KTP (Karta Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga) ahli waris, surat kematian yang meninggal,” ungkapnya.

    Terkadang surat kematian tersebut bukan hanya satu orang pemilik aset, melainkan juga ahli waris yang telah meninggal. Namun, sebenarnya pengurusan turun waris bisa diurus secara individu ke BPN tanpa menggunakan jasa notaris.

    2. Sulit Mendapatkan Tanda Tangan

    Selain dokumen belum lengkap, ada risiko kesulitan meminta tanda tangan ahli waris untuk Akta Jual Beli (AJB) maupun surat keterangan waris. Hal ini bisa disebabkan karena kesibukan, jarak tempat tinggal, hingga ketidaksepakatan antara para ahli waris.

    “Mungkin ada yang mau menjual, ada yang mau mempertahankan (tanah). Itu kondisional masing-masing kasus tapi tidak selamanya mereka mau melakukan jual. Dan kalaupun ada satu aja pihak yang tidak mau tanda tangan itu berarti semua batal,” paparnya.

    3. Ada Pengeluaran Tambahan

    Kemudian, pembeli juga berisiko berhadapan dengan para ahli waris yang meminta bagian uang kalau ingin dilancarkan proses administrasi, baik dari dokumen maupun tanda tangan.

    Sering kali ada kasus penjual meninggal dunia tetapi belum balik nama tanah, kemudian ahli waris belum mendapatkan bagian namun harus melaksanakan kewajiban administrasi. Maka, terkadang pembeli terpaksa mengeluarkan uang lebih demi mendapat status kepemilikan tanah yang jelas.

    4. Penjual Keburu Meninggal

    Lalu, proses administrasi akan semakin rumit jika kebetulan penjual tanah meninggal dunia sebelum membalik nama tanah. Penelusuran soal ahli waris beserta dokumen yang perlu dilengkapi semakin susah, apalagi kalau penjual tidak mempunyai keturunan.

    Saran

    Fitri menekankan agar segera membalik nama tanah kalau jual-beli tanah. Ia juga menyarankan agar pembeli tidak buru-buru melunasi pembayaran tanah sebelum dokumen dan persyaratan dipenuhi oleh penjual. Apabila tanah sudah atas nama ahli waris, barulah pembeli bisa melunasi pembayaran untuk Akta Jual Beli (AJB).

    “Jangan dilunasi dahulu, mereka istilahnya biar kooperatif dulu untuk menyiapkan dokumen-dokumen untuk nanti tanda tangan. Kan mereka juga harus hadir di hadapan notaris, seringnya ahli waris ada di beberapa kota, bahkan luar negeri,” pungkas Fitri.

    Demikian penjelasan tentang risiko membeli tanah dari ahli waris yang belum membalik nama tanah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Begini Panduan Beli Keramik untuk Kamar Mandi



    Jakarta

    Kamar mandi adalah ruangan paling sering terkena air, rawan licin, dan lembap. Pemilihan keramik yang tepat dapat menghindari kecelakaan seperti terpeleset atau kaki terluka karena ada pecahan keramik. Pemilihannya yang tidak bisa asal, begini panduan membeli keramik untuk kamar mandi.

    Dalam pameran ke-10 Keramika Indonesia bersama Mega Build Indonesia edisi ke-21, PT Kia Serpih Mas atau KIA Ceramics memperkenalkan beberapa produk untuk kamar mandi, salah satunya keramik.

    Graphic Designer PT Kia Serpih Mas, Besa Wade Ruwapensa mengatakan untuk kamar mandi terdapat 2 jenis keramik yang disarankan yakni satin atau baby skin dan anti-slip atau anti licin.


    “Kalau kamar mandi disarankan untuk wet areanya memakai anti slip. Terus untuk area kering kalau menurut saya lebih disarankan memakai satin. Jangan pakai yang glossy karena di sana biasanya ada wastafel, takut ada cipratan air berpotensi basah licin,” kata Besa kepada detikProperti, ditulis Sabtu (11/5/2024).

    Tampilan keramik anti slip keluaran KIA Ceramics.Tampilan keramik anti slip keluaran KIA Ceramics. Foto: Sekar Aqillah Indraswari

    Namun, jika ukuran kamar mandi terlalu kecil sehingga hanya terdiri dari area basah saja atau wet area, bisa hanya menggunakan keramik anti-slip. Untuk ukuran dan modelnya bisa dibebaskan keinginan pembeli.

    Untuk tahun ini, Besa mengatakan KIA Ceramics banyak mengeluarkan produk berwarna netral, earth tone, dan beige. Keramiknya pun tidak hanya yang polos, melainkan ada pula yang bercorak hingga bertekstur.

    Tidak terbatas pada lantai, KIA Ceramics juga memiliki produk keramik untuk dinding kamar mandi. Meskipun sama-sama keramik, ternyata spesifikasi Keramik lantai dan dinding berbeda.

    “Disarankan menggunakan keramik sesuai peruntukkannya. Contohnya banyak yang memakai keramik dinding ke lantai. Padahal itu kurang cocok karena breaking strength-nya lebih rendah yang dinding. Kalau dia ditempel otomatis ada kemungkinan kalau perekatnya tidak kuat akan jatoh, nanti menimpa orang. Nah makanya keramik dinding pasti lebih ringan dari keramik lantai,” jelasnya.

    Tampilan keramik baby skin atau satin keluaran KIA Ceramics.Tampilan keramik baby skin atau satin keluaran KIA Ceramics. Foto: Sekar Aqillah Indraswari

    Untuk membedakan keramik lantai dan dinding, bisa dilihat melalui kemasan produk. Untuk keramik lantai biasanya ditulis floor tile dan untuk keramik dinding dinamakan wall tile.

    Lebih lanjut, Besa menjelaskan semakin besar ukuran keramik maka ketebalannya akan bertambah. Begitu juga dengan harganya juga akan semakin mahal.

    “Kalau untuk pasar Indonesia biasanya memakai ukuran 30×30 cm (persegi), 25×25 cm untuk kamar mandi. Kalau bentuknya square biasanya untuk keramik lantai,” sebutnya.

    Biasanya ketinggian dinding yang perlu dipasang keramik apabila hanya sebagian yang ditutup keramik sekitar 150-175 cm dari bawah. Penentuannya disesuaikan dengan tinggi penghuni rumah.

    Kemudian untuk menentukan jumlah keramik yang perlu dibeli baik untuk dinding dan lantai bisa diketahui dari luas ruangan. Besa menyebutkan harga keramik ditentukan per meter persegi. Dalam satu dus keramik itu terdiri dari keramik 1 meter persegi (square meter).

    Selain itu, keramik tidak bisa dibeli satuan sehingga saat membeli keramik kamar mandi harus dilebihkan 1 dus untuk berjaga-jaga.

    “Anggaplah perumahan-perumahan sekarang itu kamar mandinya 1,5 meter x 1,5 meter biasanya. Berarti tinggal dikalikan. Nanti kita dapat luasnya berarti 22,5 meter persegi. Berarti harus beli 3 dus untuk keramik ukuran 50 x 50 cm dengan 12 pcs keramik isinya. Biasanya satu dus itu 1 square meter. Satu dus (ukuran 50 x 50 cm) isinya 4 pcs karena 1 keramik setengah meter,” ujarnya.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Beli Tanah dari Ahli Waris? Pastikan Hal Ini Dulu biar Nggak Menyesal


    Jakarta

    Membeli tanah mengharuskan pembeli melalui serangkaian proses administrasi. Pembeli harus melakukannya dengan teliti, apalagi kalau membeli tanah dari ahli waris.

    Ada sejumlah hal yang perlu kamu pastikan dulu sebelum melakukan transaksi. Supaya kamu nggak menyesal di kemudian hari, berikut ini hal yang perlu diperhatikan saat akan membeli tanah dari ahli waris.

    Periksa Hal Ini Sebelum Membeli Tanah

    1. Ahli Waris Sudah Balik Nama

    Notaris, PPAT, dan Pejabat Lelang Kelas II Bima, Fitri Khairunnisa menyarankan agar pembeli tidak melunasi pembayaran sebelum status hukum tanah sudah balik nama menjadi nama ahli waris tertentu.


    Pasalnya, ada berbagai risiko yang dapat merugikan pembeli dari segi waktu, tenaga, hingga materi untuk mengurus balik nama. Dikhawatirkan pembeli tidak mendapat status hukum yang jelas untuk tanah yang baru dibeli karena tanah belum balik modal.

    “Saran saya setiap pembeli jangan lunasi dulu (tanah), diurus-urus dulu semua kelengkapan dokumen. Ketika sudah atas nama ahli waris, baru dilunasi untuk Akta Jual Beli (AJB),” ujar Fitri kepada detikcom, Sabtu (11/5/2024).

    Fitri memaparkan risiko membeli tanah belum balik nama antara lain penjual belum menyiapkan dokumen yang lengkap, sehingga memperlambat proses administrasi. Lalu, beberapa ahli waris enggan menandatangani AJB maupun surat keterangan waris.

    Bahkan, pembeli bisa saja mengeluarkan uang lebih untuk membujuk ahli waris kooperatif dalam memberikan dokumen dan tanda tangan. Hal ini sering terjadi ketika penjual sudah meninggal dan para ahli waris belum mendapatkan bagiannya.

    “Jangan dilunasi dahulu, mereka istilahnya biar kooperatif dulu untuk menyiapkan dokumen-dokumen untuk nanti tanda tangan. Kan mereka (ahli waris) juga harus hadir di hadapan notaris, seringnya ahli waris ada di beberapa kota, bahkan luar negeri,” katanya.

    2. Keaslian Dokumen

    Kemudian, kamu perlu memeriksa status hukum tanah. Pastikan dokumen dan sertifikat yang dimiliki penjual itu asli.

    “Sekarang bisa kita cek sertifikatnya ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) atau ke notaris apakah benar ini sertifikatnya asli, tidak sertifikat ganda, apa benar sertifikatnya tidak sedang diagunkan ke bank. Pokoknya di-check and clear dulu sebelum beli,” pungkas Fitri.

    Setelah semua jelas dan terpenuhi, barulah melunasi pembelian tanah dan segera membalik nama tanah menjadi pembeli. Sebaiknya balik nama disegerakan untuk menghindari kejadian tak terduga, misalkan penjual meninggal dunia, sehingga akan menyulitkan proses administrasi.

    Itulah hal-hal yang perlu kamu perhatikan ketika hendak membeli tanah dari ahli waris. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanda-tanda Handuk Kamu Sudah Harus Diganti


    Jakarta

    Mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengganti handuk perlu untuk diketahui. Sebab, handuk merupakan salah satu barang yang sering digunakan di rumah.

    Ternyata, ada beberapa tanda bahwa handuk yang kamu pakai sudah harus diganti. Misalnya, handuk yang sudah kusut.

    Dilansir dari The Spruce, menurut Kepala Petugas Kebersihan di Pro Housekeeper, Jennifer Rodriguez, handuk sudah mulai kusut atau robek karena siklus pencucian yang kasar sehingga kualitasnya menurun. Handuk dengan kondisi seperti itu tentunya tidak nyaman untuk digunakan, maka dari itu perlu diganti.


    Tak hanya itu, handuk yang sudah kasar juga menjadi tanda bahwa barang itu harus segera diganti. Handuk yang kasar menandakan bahwa serat sudah rusak.

    Selain itu masih ada lagi tanda-tanda handuk kamu harus segera diganti. Dilansir dari The Spruce, Sabtu (11/5/2024), berikut ini informasinya.

    Sudah Tidak Menyerap Air

    Penggunaan handuk dilakukan untuk mengeringkan tubuh sehabis mandi. Namun, lama-lama handuk bisa saja tidak bisa menyerap air lagi seiring berjalannya waktu.

    Daya serap handuk bisa menurun karena pengaruh dari berbagai produk, seperti detergen, pelembut pakaian, dan minyak badan.

    “Mengurangi penggunaan produk-produk tersebut tidak hanya membantu handuk kamu jadi tahan lebih lama, tetapi juga menghemat uang,” kata founder Confessions of a Cleaning Lady, Sara San Angelo.

    Warna Handuk Mulai Pudar

    Warna handuk yang mulai pudar bisa terjadi karena terpapar sinar matahari atau terkena produk dengan bahan-bahan yang keras.

    Handuk Selalu Bau

    Jika handuk kamu selalu bau apak, itu merupakan tanda harus segera dignti. Tentunya kamu nggak mau dong pakai handuk yang bau apak?

    “Bau yang terus menerus, bahkan setelah dicuci menunjukkan bahwa jamur dan bakteri sudah menumpuk di dalam serat,” kata Manager Operasional Spekless, Kristina Toner.

    “Mencuci Handuk mungkin dapat menyelesaikan masalah ini sampai tingkat tertentu, tetapi bukan merupakan metode yang mudah karena masalah ini bisa muncul kembali,” tambahnya.

    Handuk Sudah Menyusut

    Handuk yang sudah menyusut menjadi tanda kamu harus membeli handuk baru. Sebab, handuk tersebut tidak bisa menutupi tubuh lagi.

    “Handuk itu mungkin masih berfungsi dalam hal daya serap, tapi jika tidak lagi bisa menutupi tubuh kamu, mungkin inilah saatnya untuk membeli yang baru,” kata Quality Lead Cleaner di FreshSpace Cleaning, Rhonda Wilson.

    Itulah tanda-tanda handuk kamu harus segera diganti. Segera cek handuk kalian masing-masing ya detikers!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Bantal Menguning dan Cara Mencegahnya



    Jakarta

    Perubahan warna pada bantal seperti menguning adalah tanda penuaan dan memang ada penyebabnya. Tentunya, setiap orang pasti pernah mengalami hal ini.

    Ada banyak faktor yang mempengaruhi, tapi kebanyakan disebabkan oleh peningkatan kelembaban. Penyebabnya antara lain, air liur, keringat, hingga produk perawatan kulit.

    Selain tidak enak dipandang, noda ini menjadi sarang alergen dan bakteri yang mempengaruhi kesehatan dan kualitas tidur. Berikut ulasannya.


    Kenapa Bantal Menguning?

    Dilansir dari Sleep Foundation, Minggu (12/5/2024) menumpuknya kelembaban pada sarung bantal saat tidur, akan merembes ke bantal dan membuat bantal jadi menguning. Penyebab umumnya adalah bantal, tetapi ada beberapa faktor lainnya.

    1. Keringat

    Keringat dalam jumlah tertentu saat kamu tertidur adalah cara normal tubuh mengatur suhu. Tapi, keringat yang merembes ke sarung bantal bisa menimbulkan noda kuning.

    Untuk meminimalisir hal ini, kamu bisa memakai piyama yang lebih ringan dan tidur di ruangan yang lebih sejuk guna mencegah bantal menguning dan mengurangi keringat malam.

    2. Rambut Basah

    Rambut basah sama halnya dengan keringat yang membuat bantal jadi kuning. Air yang tersisa setelah mandi malam hari akan meresap ke dalam sarung bantal dan menyebabka perubahan warna.

    Kamu bisa menghindari hal ini dengan cara mandi di pagi hari atau beri jeda waktu mandi dan waktu tidur, serta pastikan rambutmu sudah kering agar mengurangi kelembapan pada bantal.

    3. Air Liur

    Kemungkinan seseorang mengeluarkan air liur saat tidur adalah alergi, menggertakan gigi, atau naiknya asam lambung. Disarankan untuk tidur telentang agar tidak mudah ngiler saat tidur, hal ini guna membantu mengurangi kelembaban berlebih pada bantal.

    4. Minyak Rambut dan Kulit

    Kelenjar sebasea adalah bagian tubuh yang bertanggung jawab memproduksi minyak rambut dan kulit. Kelenjar ini menghasilkan zat yang disebut sebum yang berperan penting untuk kesehatan kulit.

    Tapi, kelenjar sebasea yang terlalu aktif membuat rambut dan kulit berminyak. Minyak berlebih ini kemungkinan akan menyerap ke dalam bantal dan mengubah warna bantal.

    5. Krim Wajah, Lotion, dan Produk Kecantikan

    Tiap orang punya rutinitas perawatan kulit di malam hari, seperti mencuci muka atau mengoleskan bermacam krim atau lotion. Saat mengoleskan produk kecantikan sebelum tidur, pastikan produk tersebut punya waktu untuk menyerap ke dalam kulit. Hal ini bertujuan agar produk perawatannya tidak meresap ke dalam bantal dan menimbulkan noda dan perubahan warna.

    Cara Mencegah Bantal Menguning

    Untuk meminimalkan kelembaban pada bantal, kamu bisa lakukan langkah berikut.

    1. Gunakan Pelindung Bantal

    Pelindung bantal adalah lapisan kain yang berada di antara sarung bantal dan bantal. Pelindung bantal berfungsi sebagai satu lapisan yang mencegah kelembaban mengubah warna bantal.

    2. Gunakan Sarung Bantal Berkualitas

    Sarung bantal dengan kualitas tinggi cenderung mencegah kelembaban dari bantal dan memperlambat proses penguningan.

    Cara Menghilangkan Noda Kuning Pada Bantal

    Kalau kamu mendapati bantal mulai menguning, kamu bisa coba langkah berikut untuk menghilangkan noda tersebut.

    1. Baca petunjuk perawatan

    Berbagai bantal punya panduan perawatan yang berbeda tergantung bahannya. Misalnya ada bantal yang bisa dicuci dengan mesin, ada yang harus dibawa ke laundry, dan lainnya.

    Sebelum kamu mencoba menghilangkan noda kuning, pastikan kamu paham terlebih dahulu petunjuk perawatan dari pabriknya agar bantalmu tidak rusak.

    2. Bersihkan Langsung Nodanya

    Kalau bantalmu tidak bisa dicuci dengan mesin cuci, kamu bisa langsung bersihkan noda kuningnya. Dengan cara oleskan langsung noda kuningnya dengan sabun atau bahan pembersih lain secara hati-hati, lalu dilap dan dicuci dengan sedikit air. Ulangi proses ini sampai noda kuningnya berkurang.

    3. Pakai Pemutih

    Rendam bantal yang menguning dalam pemutih sebelum dicuci, hal ini bantu mengembalikan warna bantal ke warna semula. Tapi, kamu harus berhati-hati karena produk kimia bersifat keras dan tidak semua bantal bisa diputihkan dengan pemutih. Pastikan untuk pelajari terlebih dahulu instruksi perawatan bantal dengan cermat sebelum memakai pemutih.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Memperbaiki Cat yang Mengelupas


    Jakarta

    Cat mengelupas adalah masalah umum yang sering ditemukan di rumah. Biasanya tanda-tandanya diawali dengan cat di dinding yang terkihat retak-retak dan kemudian mengelupas. Penyebab cat mengelupaa ada banyak, mulai dari kelembapan berlebih, terlalu kering, kesalahan saat pengaplikasian cat, dan lain-lain. Untuk memperbaikinya, memang harus dilakukan pengecatan ulang. Supaya lebih mudah, kamu bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

    Melansir dari laman Better Homes and Garden, berikut adalah cara mudah memperbaiki cat yang mengelupas dan cara mencegahnya terjadi lagi.

    1. Persiapkan Semua Alatnya

    Sebelum mulai memperbaiki, siapkan sarung tangan untuk melindungi tangan kamu dan juga plastik sebagai alas. Letakkan lembaran plastik atau terpal di bawah tembok yang sedang kamu perbaiki. Kemudian, singkirkan perabotan yang ada di sekirar situ seperti karpet, hiasan dinding, dna sofa agar tidak kotor. Setelah itu, tempatkan kain drop di sekitar ruangan untuk menjaga cipratan cat agar tidak terkena perabot.


    2. Hilangkan Cat yang Sudah Mengelupas

    Setelah selesai mempersiapkan semuanya, kamu bisa mulai dengan menghilangkan bagian chat yang mengelupas.Gunakan sikat kawat atau pengikis cat untuk mengikis semua cat yang mengelupas. Jangan gunakan terlalu banyak tekanan saat mengikis cat agar tidak merusak permukaan tembok.

    3. Perbaiki Area Tembok

    Setelah cat yang terkelupas dihilangkan, kamu harus memperbaiki area tembok yang tidak rata dulu sebelum mulai mengecat ulang. Oleskan dempul untuk penambal menggunakan pisau dempul, sesuaikan dengan kebutuhan. Ratakan permukaan dan biarkan mengering.

    4. Amplas Permukaan Tembok

    Untuk membuat tembok lebih halus dan rata, langkah selanjutnya adalah mengamplas tembok. Gunakan amplas yang sangat halus untuk menghaluskan area tersebut. Amplas dengan perlahan dan jangan terlalu kencang, pastikan semua permukaan tembok sudah rata.

    5. Bersihkan Tembok

    Area tembok yang akan di cat harus dipersiapkan dulu dengan baik supaya hasilnya maksimal dan tidak mengelupas lagi. Dengan menggunakan kain paku atau spons yang sedikit lembab, bersihkan area yang akan dicat. Hal ini dilakukan agar cat bisa benar-benar menempel dengan baik dan meminimalisir pengelupasan. Bersihkan permukaan lagi dengan lap yang bersih dan kering dan biarkan mengering secara menyeluruh.

    6. Aplikasikan Primer

    Jika kelembaban adalah penyebab pengelupasan cat, sangat penting untuk melindungi tembok yang baru dicat dari masalah yang sama. Gunakan primer untuk membantu menutup permukaan, melindungi dari kelembaban, dan membuat cat menempel dengan lebih baik. Oleskan primer ke seluruh bagian tembok yang akan di cat dan biarkan biarkan sampai mengering.

    7. Cat Ulang Tembok

    Inilah langkah utamanya, pengecatan ulang. Setelah melakukan semua langkah di atas, tembok kamu siap untuk dicat ulang. Oleskan lapisan pertama secara merata ke tembok, jangan terlalu tebal mengoleskan cat nya, lebih baik jika tipis dan merata. Jika warna catnya belum sesuai dengan keinginanmu, kamu bisa oleskan lapisan kedua setelah cat sebelumnya sudah benar-benar kering. Tetap oleskan tipis-tipis saja, tapi merata. Selesai, tembok baru kamu dijamin akan lebih tahan dan tidak mengelupas.

    Semoga membantu!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Fenomena Fast Furniture: Pengertian dan Bahayanya


    Jakarta

    Fast furniture mengacu pada furnitur murah yang diproduksi dengan cepat yang dirancang agar terjangkau, trendi, dan banyak tersedia untuk konsumen. Bukan rahasia lagi yang memainkan peran penting dalam mempopulerkan fast furniture adalah platform media sosial dan influencer dekorasi rumah.

    Dengan berbagi penemuan furnitur murah dan trendi di media sosial, hal ini akan memicu minat dan pembelian konsumen. Seperti halnya fast fashion yang kerap diproduksi memakai bahan dan proses produksi yang hemat biaya, jadi bisa dijual dengan harga yang relatif murah.

    Permasalahan Fast Furniture

    Dilansir dari IndieGetup, Minggu (12/5/2024) Environmental Protection Agency (EPA), punya statistik yang mengejutkan bagi kita dan lingkungan. 12 juta ton perabot rumah tangga dibuang oleh orang Amerika tiap tahunnya.


    Dari tumpukan besar itu, sekitar 9 juta ton bahan yang bisa didaur ulang seperti kaca, kain, kulit, dan logam. Tentu saja, kebanyakan berasal dari fast furniture.

    Sejak tahun 1960-an, jumlah sampah furnitur sudah melesat melonjak nyaris lima kali lipat. Bukan rahasia lagi kalau kemunculan fast furniture beriringan dengan lonjakan limbah ini.

    Kain-kainnya mengandung bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan seperti formaldehid, neurotoksin, dan logam berat alias polutan yang paling terkenal. Bahkan, busa yang dipakai sebagai isi bantal mengandung racun.

    Semua bahan kimia berbahaya tersebut bisa menumpuk seiring waktu dan menyebabkan “sick building syndrome” atau sindrom gedung sakit. Kondisi di mana penghuni bangunan mengalami ketidaknyamanan dan permasalahan kesehatan sebab waktu yang dihabiskan dalam bangunan. EPA mengatakan hal ini lebih buruk daripada polusi udara di luar ruangan.

    Fast furniture adalah masalah yang sangat memprihatinkan sebab menjadi ancaman bagi kesehatan dan mencemari bumi dengan bermacam bahan kimia berbahaya.

    Kenapa Fast Furniture Buruk Bagi Lingkungan?

    1. Penggundulan Hutan

    Industri fast furniture terkenal sebab merusak keindahan hutan. Tiap tahunnya, ada sekitar 7 miliar pohon ditebang dan yang menyedihkannya adalah pohon-pohon tersebut tidak ditanam kembali.

    2. Pemborosan Air

    Proses manufaktur memerlukan air yang sangat banyak. Kebanyakan pemborosan air ini digunakan selama proses pewarnaan, terutama kalau menyangkut kain. Diperlukan 22 galon air untuk menghasilkan satu pon plastik.

    3. Polusi Lingkungan

    Mungkin saja sofa yang kamu punya berisi busa poliuretan, yang memiliki VOC (senyawa organik yang mudah menguap). Bahan tahan api seperti PBDE (polybrominated fire retardant), terkenal sebab menimbulkan debu beracun yang mengganggu.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com