Blog

  • Perbedaan Lantai Linoleum dan Lantai Vinyl


    Jakarta

    Lantai linoleum dan lantai vinyl seringkali disebut sama. Pasalnya, kedua jenis lantai ini memang memiliki bentuk yang terlihat sama. Tidak hanya itu, kedua lantai ini juga memiliki variasi warna yang sangat bervariatif. Oleh karena itu, tidak heran bila masyarakat awam masih sering menyamakan kedua jenis lantai ini.

    Namun nyatanya, kedua lantai ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan loh. Bila kamu masih belum tahu apa beda dari lantai linoleum dan lantai vinyl, kamu bisa baca penjelasannya di bawah ini.

    Perbedaan Lantai Linoleum dan Lantai Vinyl

    1. Sejarah

    Linoleum

    Lantai linoleum adalah lantai elastis yang pertama ada di dunia. Lantai ini pertama kali dipatenkan pada 160 tahun yang lalu.


    Awalnya, ide lantai linoleum pertama kali ditemukan ketika minyak linseed (minyak rami) digunakan sebagai thinner cat pada saat itu. Thinner cat minyak rami ini menghasilkan sebuah lapisan film yang padat, kuat, dan fleksibel yang mengapung di atas cat.

    Tidak lama kemudian, keluarlah hasil eksperimen untuk membentuk lembaran linoleum yang memiliki daya tahan tinggi dan adaptif. Lembaran ini terbuat dari campuran minyak biji rami dengan serbuk gabus, debu/tepung kayu, dan resin pinus yang kemudian di press menjadi lembaran.

    pada tahun 1800 hingga tahun 1950, linoleum sangat digemari dan sering digunakan sebagai lantai di rumah, terutama di area dapur.

    Vinyl

    Vinyl pertama kali ditemukan pada tahun 1920. Berbeda dengan linoleum, lantai vinyl terbuat dari bahan sintetis seperti Polyvinyl Chloride (PVC).

    Pada tahun 1960, lantai Vinyl mulai populer karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan lantai linoleum. Namun, lantai vinyl juga memiliki kekurangan, yaitu bahannya yang sangat berbahaya.

    Pada saat itu, lantai vinyl dibuat menggunakan bahan kimia beracun yang berbahaya bagi kesehatan. Tidak hanya itu, disamping penggunaan PVC, dalam proses pembuatan vinyl juga memerlukan phthalate plasticizers dan carcinogens.

    Ditambah lagi, dalam proses pembuatan lantai vinyl memerlukan banyak energi dan minyak bumi. Maka dari itu, lantai vinyl sangat tidak ramah lingkungan.

    2. Ketahanan Air dan Api

    Linoleum

    Linoleum memiliki daya tahan air yang baik. Namun, lantai linoleum kurang baik untuk menahan cairan, sehingga lantai linoleum memerlukan lapisan finishing tambahan untuk mencegah air meresap ke dalam lantai.

    Lantai linoleum juga memiliki daya tahan api atau panas yang tinggi. Lantai linoleum cenderung lebih memiliki ketahanan panas atau api yang lebih tinggi dari lantai vinyl, tidak hanya itu, lantai linoleum juga tidak akan mengeluarkan gas beracun ketika terbakar.

    Vinyl

    Lantai vinyl memiliki daya tahan air yang lebih tinggi dari lantai linoleum, karena pada lantai vinyl yang baru sudah menggunakan lapisan fiberglass sehingga air tidak bisa menyerap ke dalam.

    Sayangnya, lantai vinyl memiliki daya tahan api yang lebih rendah dibandingkan lantai linoleum. Tidak hanya itu, lantai vinyl juga akan menimbulkan gas beracun ketika terbakar.

    3. Perawatan

    Linoleum

    Lantai linoleum cenderung lebih kuat dan tahan lama dibandingkan dengan lantai vinyl. Namun, lantai linoleum memerlukan perawatan rutin untuk menjaganya tetap tahan dari air.

    Vinyl

    Lantai vinyl memiliki daya tahan lebih rendah dibandingkan dengan linoleum. Tetapi, lantai vinyl modern sudah dilapisi oleh lembaran protektif, sehingga kamu tidak perlu repot memolesnya lagi.

    4. Umur

    Linoleum

    Linoleum memiliki umur yang jauh lebih panjang. Bila kamu merawatnya dengan baik, lantai linoleum bisa bertahan hingga 40 tahun lebih.

    Vinyl

    Lantai vinyl biasanya hanya bertahan sampai 10 hingga 20 tahun saja.

    Itu dia sedikit ringkasan mengenai perbedaan dari lantai linoleum dan lantai vinyl. Semoga kamu tidak salah lagi ya ketika membedakan antara kedua lantai ini.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Hal yang Bikin Dinding Lembap dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Dinding lembap adalah masalah yang sangat umum dihadapi oleh para pemilik rumah, terutama selama musim hujan. Masalah dinding lembap ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jika tidak dicegah, rembesan air akan merusak tembok dan menyebabkan banyak masalah, seperti kebocoran, cat terkelupas, retak, bahkan jamur dan lumut. Maka dari itu, kelembapan di dinding harus dicegah dan segera diatasi.

    Tapi, ternyata tidak semua masalah kelembapan di dinding itu sama. Ada beberapa jenis masalah kelembapan pada dinding rumah, lembab akibat rembesan air, lembab akibat air tanah, dan juga lembab akibat kondensasi. Semua masalah ini disebabkan oleh hal yang berbeda, jadi penanganannya juga berbeda.

    Melansir dari laman Ultra Techcement, berikut adalah jenis-jenis kelembaban dinding dan cara mengatasinya dengan tepat.


    Jenis-jenis kelembapan di dinding

    1. Kelembapan Rembesan Air

    Air yang merembes melalui dinding adalah maslaah kelembapan yang paling umum terjadi. Biasanya ini terjadi pada tembok kamar mandi.

    Penyebab

    Air memasuki dinding karena berbagai alasan, termasuk yang berikut :

    • Saluran air di atap rusak atau tersumbat.
    • Batu bata sudah dalam kondisi buruk sehingga tidak bisa menahan air
    • Dinding luar retak
    • Celah di kusen jendela dan pintu
    • Genteng rusak atau bocor

    Cara Mengatasinya

    Kamu harus mengidentifikasi penyebab kelembaban dan mengatasi masing-masing penyebabnya secara terpisah untuk mengatasinya:

    • Memperbaiki dan membersihkan selokan yang rusak
    • Ganti dan perbaiki genteng yang bocor atau rusak
    • Menambal dinding, kusen pintu, dan jendela
    • Perbaiki pipa yang rusak
    • Ganti batu bata dengan bahan anti air, atau cat di atasnya.

    2. Kelembapan Air tanah

    Air dari tanah bisa naik ke dalam rumah dan menyebabkan kelembaban meningkat. Ini adalah masalah struktural pada bangunan, terutama terkait dengan lapisan atau membran tahan lembab. Kursus damp-proof adalah lapisan tahan air yang dipasang pada dinding bangunan di dekat tanah untuk menghentikan naiknya kelembaban. Biasanya, ini adalah strip horizontal yang dibangun di dinding setidaknya 15 cm di atas permukaan tanah, dan terbuat dari plastik atau aspal.

    Untuk melindungi rumah dari naiknya air tanah, lembaran tahan air yang disebut membran tahan lembab dipasang di bawah lantai beton. Kelembaban yang meningkat terjadi ketika lapisan dan membran anti lembab tidak berfungsi dengan baik atau rumah tersebut tidak memasang lapisan ini.

    Cara Mengatasinya

    Untuk memperbaiki masalah kelembapan yang satu ini, kamu butuh seorang profesional. Pertama, pastikan rumah kamu memiliki lapisan atau membran anti lembab. Jika ingin tahu, konsultasikan dengan ahli. Permukaan tanah yang tinggi juga bisa menjadi masalah karena air bisa meresap ke dinding.

    Lapisan anti lembab harus berada 15 cm di atas permukaan tanah; jika tanah terlalu tinggi, gali tanah di sekitar dinding sampai di bawah lapisan tersebut. Untuk melindungi dinding dari kelembaban, kamu juga bisa melapisinya dengan aspal.

    3. Kembapan Kondensasi

    Kelembaban yang diakibatkan oleh udara yang mengembun di dinding, mengakibatkan kelembaban kondensasi. Ketika udara hangat dan lembab bersentuhan dengan permukaan yang dingin, seperti dinding, udara tidak bisa menahan kelembaban, yang mengakibatkan tetesan air muncul dan menyebabkan lembap berlebih. Hal ini juga bisa disebabkan karena ventilasi yang buruk juga di rumah.

    Cara mengatasinya

    • Menggunakan kaca ganda (agak mahal)
    • Menggunakan dehumidifier.
    • Membuka jendela dan menambahkan ventilasi udara dan kipas angin
    • Menyeka jendela dan area yang berenbun dengan kain untuk membersihkannya

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Tahu Cara Simpan Semen yang Benar?


    Jakarta

    Untuk mempertahankan kualitas semen, diperlukan cara penyimpanan yang baik dan benar. Kamu tidak boleh sembarangan menyimpannya agar semen tersebut tidak mengeras.

    Ada beberapa hal yang harus dihindari saat menyimpan semen dalam jumlah yang banyak. Di antaranya adalah kamu harus menghindari semen dari tempat yang basah, langsung terkena sinar matahari, dan lembap.

    Lantas, gimana seharusnya cara yang tepat untuk menyimpan semen? Berikut ulasannya.


    1. Simpan Semen di Ruang Tertutup dan Jaga Sirkulasi Udara

    Menyimpan semen di ruang tertutup bertujuan untuk meminimalisir kerusakan dan membuat semen tidak gampang mengeras. Tidak hanya itu, ruang tertutup juga membuat semen terhindar dari air hujan dan paparan sinar matahari.

    Pastikan untuk selalu mengawasi kondisi ruangan agar tetap kering setiap saat dan jangan lupa untuk periksa kalau ada potensi kebocoran. Gudang di area rumah adalah tempat terbaik untuk menyimpan semen.

    Kalau kamu meletakkan semen dengan material lain, beri jarak yang cukup agar tetap ada sirkulasi udara. Perlu diingat agar ruangan tersebut tidak lembab, sebab kelembaban bisa mempengaruhi kualitas semen.

    Jangan lupa untuk selalu membersihkan ruang penyimpanan tersebut secara rutin. Hal ini juga bertujuan untuk menjaga kualitas semen.

    2. Memberi Alas pada Tumpukan Semen

    Jangan langsung meletakkan semen ke permukaan lantai atau tanah secara langsung. Hal ini berpotensi semen terkena air.

    Oleh sebab itu, pakailah alas pada tumpukan semen, bisa pakai papan kayu ukuran 150-200 mm di atas lantai atau tanah. Kalau perlu, kamu bisa tutup dengan kain tebal atau terpal agar terhindar dari paparan sinar matahari.

    3. Tumpuk Semen Menyilang

    Menumpuk semen secara menyilang adalah cara terbaik dan dianjurkan agar bisa menjaga kualitas dan tidak gampang jatuh.

    Di samping itu, hal ini bisa membuat semen terhindar dari kelembaban oleh uap air yang terperangkap. Jangan tumpuk smen lebih dari 15 kantong atau sak agar tidak bocor.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa yang Akan Terjadi Kalau HGB Tanah yang Kamu Tempati Habis? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Sertifikat tanah berupa Hak Guna Bangunan atau HGB memiliki masa waktu tertentu. Kalau masa waktunya sudah habis, bagaimana status tanahnya?

    Berdasarkan Undang-undang nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA), hak guna bangunan adalah hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri dengan jangka waktu paling lama 30 tahun. Adapun, jangka panjang waktu tersebut dapat diperpanjang paling lama sampai 20 tahun.

    Di sisi lain, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah, HGB di atas tanah hak milik diberikan untuk jangka waktu paling lama 30 tahun dan dapat diperbarui dengan akta pemberian HGB di atas hak milik. Setelah jangka waktu pemberian, perpanjangan, dan pembaruan selesai, tanah HGB kembali menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh negara atau tanah hak pengelolaan.


    Apabila pemegang HGB tak lagi memenuhi syarat, maka dalam jangka waktu satu tahun wajib melepaskan atau mengalihkan HGB tersebut kepada pihak yang memenuhi syarat. Apabila tidak dilakukan, maka hak tersebut hapus secara hukum.

    Selain karena jangka waktunya sudah habis, ada beberapa hal yang mengakibatkan hapusnya HGB. Berikut ini informasinya.

    Hapusnya Hak Guna Bangunan (HGB)

    Terdapat beberapa hal yang menyebabkan hilangnya atau hapusnya HGB. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2021 pasal 46, berikut ini alasannya.

    1. Berakhirnya jangka waktu sebagaimana ditetapkan dalam keputusan pemberian, perpanjangan atau pembaruan haknya

    2.Dibatalkan haknya oleh Menteri sebelum jangka waktu berakhir karena:
    – Tidak terpenuhinya ketentuan kewajiban dan/atau larangan bagi pemegang hak
    – Tidak terpenuhinya syarat atau kewajiban yang tertuang dalam perjanjian pemberian HGB antara pemegang HGB dan pemegang hak milik atau perjanjian pemanfaatan Tanah Hak Pengelolaan
    – Cacat administrasi, atau
    – Putusan pengadilan telah memperoleh kekuatan hukum tetap

    3. Diubah haknya menjadi Hak Atas Tanah lain

    4. Dilepaskan secara sukarela oleh pemegang haknya sebelum jangka waktu berakhir

    5. Dilepaskan untuk kepentingan umum

    6. Dicabut berdasarkan Undang-undang

    7. Ditetapkan sebagai Tanah Terlantar

    8. Ditetapkan sebagai Tanah Musnah

    9. Berakhirnya perjanjian pemberian hak atau perjanjian pemanfaatan tanah untuk HGB di atas hak milik atau Hak pengelolaan

    10. Pemegang hak sudah tidak memenuhi syarat sebagai subjek hak

    Sebagai informasi, HGB ini dapat beralih dan dialihkan kepada orang lain. Perlu diketahui, yang dapat memiliki HGB yaitu warga negara Indonesia (WNI) serta badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berada di Indonesia.

    Demikian informasi terkait HGB. Semoga informasinya bermanfaat ya detikers!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada 2 Sertifikat Tanah Sama-sama Asli, Mana yang Diakui?



    Jakarta

    Sertifikat Hak Milik (SHM) merupakan bukti terkuat atas kepemilikan tanah. Namun, jika tiba-tiba ada SHM lainnya di bidang tanah yang sama, mana yang akan diakui?

    Memiliki tanah yang sudah berstatus SHM memang menenangkan. Sebab, SHM merupakan status atas kepemilikan tanah yang paling tinggi di mata hukum.

    Menurut PP No, 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, pada pasal 4 ayat (1) disebutkan bahwa pemegang hak atas tanah diberikan kepada pemegang yang bersangkutan berupa sertifikat hak atas tanah untuk memberikan kepastian dan perlindungan hukum.


    Akan tetapi, apa jadinya kalau tiba-tiba di bidang tanah yang sama terdapat seseorang yang memiliki bukti kepemilikan tanah berupa SHM juga? Mana yang lebih kuat dan diakui sebagai pemilik yang sah?

    Menurut Pengacara Properti, Muhammad Rizal Siregar, S.H, M.H, apabila terdapat permasalahan sertifikat ganda dalam bukti hak milik, maka yang harus ditinjau lebih dulu bukti hak awal dalam kepemilikan, seperti girik maupun Letter C. Jadi yang dilihat adalah dasar hak kepemilikan sebelum terbitnya SHM.

    “Dan dapat dipastikan girik dan Letter C siapa yang lebih awal dimiliki oleh pemegang hak sertifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN),” kata Rizal saat dihubungi detikProperti, Senin (27/5/2024).

    Untuk memastikannya, dapat ditinjau melalui BPN atau melalui pengadilan.

    “Kemudian untuk memastikan pembuktian siapakah pemegang hak sesungguhnya berdasarkan bukti awal tersebut, dapat ditinjau di BPN atau melalui pengadilan,” ungkapnya.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tanda Ada Rayap Sudah Menyusup ke Rumah dan Cara Membasminya


    Jakarta

    Rayap adalah salah satu hama paling meresahkan di rumah. Keberadaannya di rumah seringkali membuat cemas karena rayap bisa merusak berbagai perabotan rumah. Perabot dan struktur rumah yang terbuat dari kayu bisa lapuk jika digerogoti oleh rayap. Oleh karena itu, penting untuk mengecek apakah ada rayap di setiap sudut rumah kamu.

    Bagaimana cara kita tahu ada rayap di rumah?

    Dikutip dari bhg.com, ada beberapa tanda yang bisa menjadi tanda adanya koloni rayap di rumah kamu, apa saja tandanya? Simak di bawah, ya!


    Tanda Rumah Sedang Diserang Rayap

    1. Kayu Berlubang

    Ciri yang paling mudah terlihat adalah banyaknya lubang pada kayu rumahmu. Kayu adalah tanda bahwa rayap telah menggerogoti bagian dalamnya. Biasanya kayu itu akan mengeluarkan suara yang nyaring ketika dipukul.

    2. Jalur Tanah

    Jalur tanah ini biasanya digunakan oleh rayap untuk berpindah dari tanah ke kayu tujuan. Jalur ini digunakan oleh para rayap supaya mereka bisa berpindah dengan aman.

    3. Suara Klik atau Benturan

    Bila Kamu mendengar suara klik atau benturan di dalam tembok, itu artinya ada rayap yang sedang mengirimkan sinyal pada koloninya. Mereka sengaja membenturkan kepala mereka pada kayu untuk menunjukkan jalan pada rayap lainnya.

    4. Bekas Sayap Serangga

    Beberapa rayap pasti akan meninggalkan jejak berupa sayap yang patah. Biasanya patahan sayap tersebut juga dijadikan sebagai tanda sarang mereka.

    5. Cat Mengelupas

    Bila kamu mengenakan tembok tipe drywall, ketika rayap melubangi tembok tersebut, udara lembap akan masuk ke sela dalam drywall dan menjadikan catnya mengelupas.

    6. Residu Kayu

    Bila kamu melihat ada residu berupa bola-bola berwarna cokelat, biasanya itu adalah ulah dari rayap.

    Nah, bila kamu menemui ciri-ciri tersebut kamu bisa mencoba cara berikut ini untuk membasminya.

    Cara MudahBasmi Rayap Dari Rumah

    Manggunakan Asam Borat

    Cairan ampuh yang bisa km gunakan untuk membasmi rayap adalah asam borat. Kamu bisa menyemprotkan asam borat langsung kepada kayu atau perabot yang diserang oleh rayap. Tapi, harus tetap berhati-hati saat menyemprot karena zat dari asam borat sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak dan hewan peliharaan.

    Menggunakan Diatomit (Tanah Diatom)

    Selain Asam Borat, kamu bisa menggunakan diatomit yang tidak berbahaya. Caranya, kamu bisa menaburkannya pada tanah atau pada area yang digerogoti oleh rayap.

    Menggunakan Minyak Jeruk atau Minyak Nimba

    Minyak jeruk dan minyak nimba adalah salah satu insektisida organik yang bisa mengatasi serangan rayap skala kecil. Kekurangannya, minyak ini tidak dapat mengatasi serangan rayap dalam skala besar.

    Cara menggunakannya mudah, cukup campurkan 2 gelas air, beberapa tetes sabun cuci piring, dan sekitar 9-12 tetes minyak jeruk atau minyak neem. Lalu semprotkan langsung pada lokasi yang diserang oleh rayap.

    Insektisida

    Jika kamh tidak memiliki bahan-bahan di atas, kamu bisa menggunakan insektisida yang bisa di beli di toko toserba. Insektisida juga cukup ampuh untuk membasmi rayap, tapi pastikan untuk tidak menggunakannya dalam jumlah terlalu banyak karena bisa merusak perabot.

    Selain cara di atas, kamu juga bisa menggunakan cara profesional seperti menggunakan umpan beracun yang menarik para rayap, melakukan fumigasi, atau menggunakan teknik termitisida pada kayu rumahmu.

    Itulah tanda rayap ada di rumah, dan cara membasminya. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kopi Tumpah di Karpet Bisa Dibersihkan?



    Jakarta

    Tak bisa dipungkiri, menumpahkan kopi adalah hal yang tidak bisa dihindari. Saat secangkir kopi tumpah ke karpet, akan membekas noda yang tidak enak dilihat dan kadang lengket seolah menjadi tanda pernah ada tumpahan kopi sebelumnya.

    Dilansir dari Molly Maid, noda kopi kelihatannya tidak menjadi masalah, padahal kalau dibiarkan bisa jadi noda membandel dan tempat berkembang biak bagi bakteri.

    Jadi, gimana cara membersihkan noda kopi di karpet?


    Cara Membersihkan Kopi di Karpet

    1. Basahi noda dengan air hangat untuk mengangkat kopi yang mengering. Lalu, bersihkan area tersebut dengan kain putih kering dimulai dari pinggir noda kemudian ke arah dalam guna mencegah warna merembes ke serat kain di sekitarnya. Teruskan dengan membasahi dan mengelap noda sampai tidak ada lagi noda kopi yang tersisa di karpet.

    2. Buat pembersih sendiri. Memanfaatkan bahan-bahan yang sudah ada di rumah, kamu bisa membersihkan noda kopi di karpet sama mudahnya dengan produk komersial yang mahal. Bahan-bahannya terdiri dari satu sendok makan sabun cuci piring, satu sendok makan cuka putih, dan dua cangkir air hangat. Campurkan semua bahan tersebut ke dalam mangkuk dan aduk larutan dengan sendok.

    3. Oleskan cairan pembersih dengan kain bersih. Tepuk-tepuk dari tepi noda ke arah dalam. Celupkan kembali kain ke dalam mangkuk sesuai kebutuhan. Tepuk-tepuk noda dengan kain kering untuk menghilangkan noda dari serat karpet.

    4. Kalau kopinya mengandung gula atau krim, campurkan satu tutup botol deterjen berenzim dan satu cangkir air hangat ke dalam wadah yang bersih. Aduk larutan hingga tercampur rata. Gunakan kain baru untuk mengoleskan larutan pembersih ke noda kopi untuk mengurai gula dan krim yang lengket.

    5. Bilas karpet dengan air dingin. Lap noda semaksimal mungkin dengan handuk, dan biarkan karpet mengering dengan sendirinya. Hindari menginjak area tersebut sampai noda benar-benar kering.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tempat yang Tepat Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi Agar Tak Lembap



    Jakarta

    Exhaust fan adalah kipas yang digunakan untuk mengeluarkan udara panas dan kelembapan ruangan, salah satunya kamar mandi. Exhaust Fan dapat berfungsi dengan maksimal jika dipasang di tempat yang benar. Lantas, di mana tempat yang tepat pasang exhaust fan di kamar mandi?

    Sebelum memasang exhaust fan kamu perlu mengetahui cara kerja kipas ini. Exhaust fan bukan untuk mendinginkan kamar mandi, melainkan menarik udara lembap keluar ruangan. Biasanya exhaust fan bisa menjadi solusi praktis untuk kamar mandi yang kecil dan tidak ingin ditambahkan lubang seperti jendela.

    Ada beberapa exhaust fan yang bisa disetel menyala otomatis ketika lampu kamar mandi dinyalakan. Namun, ada pula yang menggunakan remote dan alat bantu lainnya.


    Setelah dipasang exhaust fan, ke depannya udara lembap, jamur, bau tidak sedap, cat dindingnya mengelupas, hingga lantai yang licin bisa berkurang dari kamar mandi. Mengutip dari The Spruce, Senin (27/5/2024), berikut tempat yang tepat pasang exhaust fan di kamar mandi.

    1. Loteng atau Atap Kamar Mandi

    Layaknya ventilasi pada umumnya, pemasangan exhaust fan tentu memerlukan ventilasi untuk membuang udara dari kamar mandi tersebut. Perlu diingat biasanya kamar mandi lokasinya di tengah rumah dan di pojok rumah. Belum lagi jika tipe rumah berdekatan dengan tetangga sehingga tidak bisa sembarangan melubangi dinding.

    Solusinya adalah dengan memasangnya di atap atau langit-langit kamar mandi. Jika rumah tidak ditambah ke atas atau hanya terdiri dari 1 lantai saja, pemasangan saluran ventilasi pembuangan keluar lebih mudah. Namun, terdiri dari 2 lantai atau lebih, kamu perlu menyiapkan saluran pembuangannya sejak awal pembangunan.

    Saat memasangnya letakkan di antara dua balok langit-langit dan sisakan ruangan untuk peralihan udara dari kipas ke saluran. Selain itu, pastikan tidak ada yang bermasalah pada atap.

    2. Area Paling Lembap di Kamar Mandi

    Untuk memerangkap kelembapan, pasti kita harus mencari tempat untuk memasang perangkap tersebut. Maka dari itu, saat memasang exhaust fan kamu perlu mengetahui sumber kelembapan di kamar mandi. Biasanya ini adalah area di atas bak mandi atau pancuran.

    Kamu bisa meletakkan exhaust fan langsung di atas bak mandi atau alas pancuran, namun cukup ditempatkan di mana saja di dekat area mandi.

    3. Dekat Jalur Pembuangan Terdekat

    Membuat ventilasi tidak susah, lubang yang cukup bisa membuang kelembapan kamar mandi. Namun jika memakai exhaust fan kamu tentu perlu jalur pembuangan. Maka pilih jalur yang paling pendek agar pembuangan cepat dan tidak ada yang terperangkap di jalurnya.

    Ukuran paling ideal untuk jalur ventilasi exhaust fan adalah 30 cm dari tutup ventilasi luar. Selain itu pastikan rute ventilasi tersebut lurus.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Boleh Nggak Sih Mencuci Baju di Mesin Cuci dengan Sembarang Detergen?


    Jakarta

    Mencuci baju dengan mesin cuci tentu tidak lengkap kalau nggak pakai detergen. Ada banyak produk detergen di pasaran yang hadir dengan berbagai jenis dan aroma.

    Saking banyaknya detergen, mungkin kamu bingung harus pilih yang mana. Lalu, apa boleh mencuci baju dengan detergen mana saja?

    Melansir dari Frigidaire Arabia, Selasa (28/5/2024) sebaiknya menggunakan detergen yang direkomendasikan oleh manufaktur mesin cuci. Gunakanlah jenis detergen yang sesuai dengan tipe mesin cuci yang digunakan.


    Ada dua jenis mesin cuci berdasarkan letak pintu bukaannya, yakni bukaan atas dan bukaan depan. Kedua jenis mesin cuci ini memiliki karakteristik dan proses mencuci yang berbeda.

    Mesin cuci bukaan atas dilengkapi dengan pengaduk di dalam drumnya, sehingga memerlukan lebih banyak air dan siklus pencuciannya juga lebih lama. Sedangkan, mesin cuci bukaan depan memiliki lebih sedikit agitasi dalam satu siklus dan membersihkan pakaian dengan cara digulingkan.

    Nah, kalau sampai asal pakai detergen, dikhawatirkan proses pencucian dan pembilasan bisa terganggu. Bahkan, jenis detergen yang salah bisa bikin busa sampai meluap.

    Setiap jenis detergen sudah diformulasikan sedemikian rupa supaya proses cuci baju maksimal. Maka, jenis detergen akan berdampak signifikan terhadap efisiensi mesin cuci.

    Misalkan kamu menggunakan detergen bukaan atas untuk mesin cuci bukaan depan, baju tidak akan bersih secara menyeluruh. Soalnya, sabun cuci bukaan atas menghasilkan lebih banyak busa dan meninggalkan lebih banyak residu. Alhasil pakaian mungkin terlihat gelap dan kotor karena sisa detergen masih menempel.

    Apalagi kalau kamu memakai sabun sembarangan seperti sabun cuci tangan yang memakan waktu lama untuk larut serta menghasilkan banyak busa. Sabun seperti ini justru bisa merusak mesin cuci dan pakaian.

    Detergen buat Mesin Cuci Bukaan Atas

    Kalau menggunakan mesin cuci bukaan atas, detergen terbaik adalah yang menghasilkan lebih banyak busa. Sebab, mesin cuci dilengkapi dengan agitator atau pulsator di dalam drum, sehingga membutuhkan lebih banyak air dan siklus pencucian untuk membersihkan baju.

    Detergen buat Mesin Cuci Bukaan Depan

    Sementara mesin cuci bukaan depan sebaiknya menggunakan detergen yang berefisiensi tinggi (HE). Soalnya, mesin cuci tersebut menggunakan lebih sedikit air dibandingkan mesin bukaan atas. Maka, formula detergen HE yang berbusa rendah dapat menghilangkan semua sisa detergen dan kotoran dengan lebih sedikit busa dan air.

    Penggunaan detergen selain HE pada mesin cuci bukaan depan dapat menghasilkan busa berlebih dan meninggalkan residu detergen pada pakaian dan mesin. Selain itu, hal ini juga dapat menyumbat sistem, sehingga menyebabkan mesin cuci mengeluarkan air dari mesin cuci dan menghasilkan lebih banyak busa.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Bisa Sembarangan, Begini 4 Cara Pilih Keramik yang Aman Untuk Tangga


    Jakarta

    Tangga adalah salah satu bagian penting di rumah yang menghubungkan lantai bawah dan atas. Setiap rumah yang menambah area di bagian atas pasti memiliki tangga sebagai akses paling mudah dan efisien. Namun, bentuk tangga yang menanjak dapat berbahaya jika pijakannya licin atau tidak kuat. Jika kamu memakai keramik sebagai alasnya, pastikan keramik yang dipasang aman untuk dipijak.

    Biasanya pemakaian keramik pada tangga digunakan pada tangga beton. Sebab, dengan keramik tampilannya menjadi lebih rapih dan mudah dibersihkan.

    Lalu, keramik yang digunakan pun tidak sembarangan, melainkan perlu dipilih yang tidak licin, memiliki motif yang sesuai dengan rumah, dan tahan lama karena tangga beton sulit untuk diperbaiki kembali apabila ada kerusakan. Mengutip dari Tile Giant, Rabu (29/5/2024) berikut cara pilih keramik tangga yang aman untuk tangga.


    1. Selaras dengan Desain Ruangan Sekitar

    Tangga di rumah biasanya diletakkan di tengah rumah atau di pojok. Kebanyakan tangga terlihat jelas dari segala sisi. Oleh sebab itu tangga harus memiliki ukuran, warna, motif, dan model yang selaras dengan ruangan di sekitarnya. Keramik bisa menonjolkan aspek kesesuaian tersebut dari tangga. Jika ruangan dominan warna putih, pilih warna-warna netral selain hitam pada keramik.

    2. Pilih yang Bahannya Kuat

    Fungsinya sebagai pijakan, keramik harus kuat menahan beban dan tidak mudah pecah. Dibanding bahan karpet, kayu, atau papan vinly, keramik bisa tahan sampai 20 tahun lebih jika dirawat dan dipasang dengan baik.

    3. Pasang yang Tidak Licin atau Anti Selip

    Sama seperti keramik di lantai yang datar, saat naik dan turun tangga terkadang kamu akan berlari terutama saat sedang buru-buru. Jika keramik yang dipilih tidak anti selip, kamu bisa tergelincir saat menginjaknya. Oleh karena itu, pilih keramik anti selip yang banyak dipakai di kamar mandi. Biasanya harganya lebih mahal daripada keramik biasanya, tetapi untuk keamanan, kualitas dan harganya sesuai.

    4. Pakai Keramik yang Tidak Mudah Lecet

    Tangga adalah bagian yang sulit diperbaiki, maka dari itu, keramik sebagai pelindung terluar harus memiliki bahan yang kokoh. Selain itu, sebisa mungkin tahan dari goresan pada permukaannya.

    Goresan pada keramik merusak tampilan tangga dan saat dipijak membuat tekstur yang tidak nyaman. Salah satu jenis keramik tangga yang tidak mudah lecet adalah full body vitrified tiles yang terbuat dari bahan tanah liat atau porselin. Keramik jenis ini memiliki beberapa model dari yang tampilannya matte hingga berkilau seperti dilapisi kaca.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com