Blog

  • One Gate System di Perumahan, Manfaat hingga Teknologinya



    Jakarta

    Faktor keamanan menjadi salah satu fator paling penting yang selalu diperhatikan dalam suatu kawasan perumahan.

    Sistem pengamanan yang kini banyak diterapkan di kawasan perumahan di antaranya adalah one gate system atau sistem satu pintu yang dinilai lebih efektif dan efisien.

    Apa itu One Gate System?

    One gate system atau sistem satu pintu kerap dimiliki oleh perumahan cluster dan townhouse, yang mana jenis perumahan ini mengedepankan keamanan untuk seluruh penghuninya.


    Banyak kawasan perumahan elit di kota-kota besar seperti perumahan cluster atau town house saat ini sudah menerapkan sistem keamanan terpadu satu pintu dilengkapi teknologi canggih.

    Guna melengkapi sistem keamanan di area perumahan, one gate system biasanya juga dilengkapi dengan kelengkapan keamanan lainnya seperti CCTV hingga palang otomatis yang bisa mendata siapa saja orang yang keluar masuk kawasan.

    Hal ini tentu sangat berguna untuk mencegah terjadinya aksi kriminalis, terutama pencurian dan perampokan di kawasan perumahan tersebut.

    Keuntungan One Gate System

    Mengutip Pinhome, Senin (4/12/2023), ada sejumlah keuntungan kompleks perumahan yang menerapkan one gate system.

    Mencegah Aksi Kriminalitas

    Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, peluang terjadinya kriminalitas menjadi lebih minim dengan diterapkannya sistem satu gerbang pada sebuah perumahan.

    Sebab, perumahan yang menggunakan sistem ini tidak memiliki akses keluar masuk lain selain pintu utama. Artinya, seluruh kendaraan dan orang yang masuk ke dalam komplek berada dalam pengawasan petugas keamanan.

    Memberikan Keamanan Penghuninya

    Memilih hunian yang berada di area sistem satu gerbang akan memberikan keamanan dan kenyamanan saat beraktivitas. Anda bisa dengan tenang menjalankan berbagai macam kegiatan seperti olahraga pagi maupun bersantai di taman komplek.

    Kamu nggak perlu khawatir membiarkan buah hati bermain di ruang terbuka yang ada di dalam perumahan.

    Tidak Menjadi Jalur Alternatif

    Pins tentu banyak menemukan perumahan yang menjadi jalur alternatif untuk keluar masuknya orang di luar penghuni dan kendaraan lainnya.

    Biasanya, perumahan skala besar yang tidak memiliki sistem satu pintu biasanya memiliki beberapa gerbang untuk menghubungkan antar jalan raya. Kondisi ini akan dimanfaatkan kendaraan non penghuni sebagai akses alternatif untuk menghemat waktu tempuh.

    Bahkan pada kasus yang lebih parah, akses dalam perumahan akan turut terkena imbas jalanan yang macet, karena menghubungkan dua jalan raya lainnya.

    Lingkungan Jadi Lebih Nyaman

    Semakin sedikitnya kendaraan yang diperbolehkan berlalu lalang membuat perumahan menjadi lebih bersih dan nyaman untuk ditinggali.

    Bahkan, Kamu juga nggak perlu takut meninggalkan anak-anak bermain di luar rumah selama masih berada id dalam komplek. Sebab, di perumahan dengan one gate system, ruang gerak anak yang lebih aman karena kemungkinan mereka berpapasan dengan sembarang orang juga semakin kecil.

    Teknologi pada One Gate System Perumahan

    CEO PT Zona Teknologi Indonesia Dewi Mulyani mengatakan sistem pengamanan One Gate System biasanya terdiri dari satu atau gabungan dari sejumlah perangkat.

    Perangkat biasanya berupa hardware berupa palang pintu (barrier gate), kartu akses, serta perangkat lainnya yang sudah terintegrasi dengan software atau aplikasi.

    Zona Teknologi Indonesia sebagai salah satu vendor sistem keamanan belum lama ini merilis produk barrier gate canggih terbarunya.

    Produk tersebut dinamakan ZCluster, hasil kolaborasi antara dua brand yakni Barrier Gate merk IXHA dengan Aplikasi ZSoft, yang keduanya diproduksi oleh Zona Teknologi Indonesia.

    Dewi menerangkan ZCluster merupakan perangkat one gate solution yang memiliki banyak sekali fitur di dalamnya. Di antaranya sistem data warga/penghuni yang dilengkapi sistem informasi pemasukan pendapatan dari Iuran bulanan warga.

    Selain itu ada voice greeting dan voice peringatan saat jatuh tempo pembayaran IPL.

    “Tidak kalah menariknya ada fungsi buku tamu, yang mana tamu jika berkunjung ke kluster perumahan tersebut wajib di ambil foto ktp-nya serta keperluannya apa dan tujuan kemana selain itu ada pembatasan waktu berkunjung tamu,” terangnya.

    Fungsi lainnya dari ZCluster adalah fungsi pemindaian otomatis foto saat kartu di dekatkan ke tiang reader. Hal ini akan menambah keamanan karena siapa pun yang keluar masuk kawasan perumahan akan terdeteksi melalui info lengkap foto kendaraan dan wajah.

    Kartu akses perumahan juga bisa dibuat opsi kartu utama dan kartu tambahan, di mana fungsi kartu tambahan mengikuti kartu utama. Apabila kartu utama terblokir karena telat bayar iuran, maka kartu tambahan juga ikut terblokir.

    “Jadi, dengan fitur tersebut yang membuat produk ZCluster banyak diminati, apalagi ditunjang dengan kapasitas user unlimited serta kapasitas transaksi in out yang juga unlimited,” jelas Dini.

    Dewi menjelaskan, walau terbilang masih baru, ternyata produk ini sudah dipakai di banyak cluster perumahan serta pengembang terkenal seperti kawasan Metropolitan Land, Jaya Property, Agung Podomoro, Lippo dan Sinar Mas Land. Selain itu, ZCluster juga banyak diterapkan di sejumlah town house atau kawasan cluster perumahan yang dikelola langsung oleh warga.

    “Sudah lebih dari 1.000 cluster perumahan menggunakan produk tersebut, yang mana ini sepertinya cukup membuktikan produk tersebut sangat diminati,” ujarnya.

    Mengenai harga, Dewi menjelaskan bahwa paket barrier gate ZCluster dibanderol mulai harga Rp 10 juta untuk tipe paling murah sampai harga Rp40 jutaan untuk tipe paling mahal. “Harga tersebut sudah termasuk dengan pemasangan, dan sangat sebanding dengan segudang fitur yang ditawarkan,” pungkasnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Minyak Goreng Bekas Jangan Dibuang Sembarangan, Pokoknya Jangan!


    Jakarta

    Banyak masakan rumah tangga yang simasak menggunakan minyak goreng. Selain praktis, minyak goreng juga bisa menghasilkan tekstur makanan yang lebih menggugah selera. Karna sering digunakan, nggak heran kalau minyak goreng bekas jadi limbah rumah tangga yang lumayan sering dijumpai.

    Masalahnya, ternyata nggak banyak orang tahu kalau minyak bekas ini nggak bisa sembarangan dibuang lho.

    Dalam catatan detikJabar, ternyata ada sejumlah dampak atau bahaya yang mengintai lingkungan dan rumah kamu kalau minyak goreng dibuang sembarangan.


    Bahaya Minyak Goreng yang Dibuang Sembarangan

    Merusak Permukaan Tanah

    Membuang minyak goreng bekas langsung ke tanah ternyata bisa berbahaya.

    Minyak goreng yang dibuang ke tanah akan menyerap ke dalam tanah dan menggumpal hingga menutup pori-pori pada tanah, sehingga tekstur tanah akan terasa lebih keras dan sulit menyerap air.

    Menyumbat Saluran Pembuangan

    Membuang minyak goreng ke saluran pembuangan mungkin jadi tindakan yang paling sering dilakukan pemilik rumah.

    Ini ternyata berbahaya lho.

    Minyak goreng bekas yang dibuang ke dalam saluran pembuangan akan menyebabkan penyumbatan sehingga akan sulit diperbaiki.

    Mengundang Serangga dan Tikus

    Minyak goreng bekas yang mengandung protein dan aroma dari makanan yang digoreng bisa jadi magnet yang memikat serangga dan hewan pengerat seperti tikus.

    Jadi, jangan buang minyak goreng bekas ke tempat sampah kalau nggak mau serangga dan hewan pengerat seperti tikus ‘berpesta’ di rumah kamu. Selain itu juga menyebabkan masalah pada tempat pembuangan sampah.

    Minyak Goreng Bekas Harus Diapain?

    Catatan detikFood yang mengutip The Spruce Eats menjelaskan tentang beberapa tips dan cara membuang minyak goreng bekas. Berikut ulasannya:

    1. Menggunakan Kembali

    Penggunaan minyak goreng sebenarnya dapat digunakan secara berulang, jika minyak goreng tersebut hanya digunakan untuk menggoreng dan tidak berubah warna.

    Namun jika warna minyak goreng sudah berubah, dapat dilakukan dengan cara menyaring minyak menggunakan penyaring kopi atau beberapa lapis kain katun tipis untuk menghilangkan kotoran dari minyak goreng. Selanjutnya tuangkan minyak goreng ke dalam wadah kedap udara.

    2. Menyimpan Minyak Goreng Bekas

    Minyak goreng yang sudah digunakan berkali-kali, biasanya akan berubah warna menjadi lebih gelap. Jika hal ini terjadi, simpan minyak goreng yang telah digunakan dan dinginkan terlebih dahulu.

    Kemudian, siapkan wadah dan masukkan minyak yang sudah ditiriskan. Setelahnya, tutup rapat wadah tersebut agar tidak mengalami kebocoran. Meskipun sudah ditutup secara rapat, jangan buang minyak goreng bekas secara sembarangan.

    3. Membekukan Minyak Goreng Bekas

    Cara ini dapat dilakukan jika tidak memiliki wadah untuk membuang minyak goreng bekas.
    Caranya cukup mudah dengan menuangkan minyak goreng ke dalam cangkir yang kemudian dimasukkan ke dalam lemari pendingin hingga minyak membeku.

    Setelah membeku, gumpalan minyak tersebut dapat dibuang ke tempat sampah atau dibungkus menggunakan wadah tak terpakai.

    4. Membungkus dengan Plastik

    Cara ini dapat dilakukan jika detikers memiliki minyak goreng bekas dalam jumlah sedikit. Meskipun jumlahnya sedikit, minyak goreng bekas tetap tidak boleh dibuang secara langsung. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memasukkan minyak goreng bekas ke dalam kantong plastik.
    Sebelum dimasukkan ke dalam plastik, pastikan minyak goreng bekas dalam keadaan dingin terlebih dahulu, kemudian tutup kantong plastik dengan rapat.

    5. Mencampurkan dengan Bahan Lain

    Sebelum membuang minyak goreng bekas, cara ini dapat mencampurkan minyak goreng dengan bahan yang mudah menyerap seperti kotoran kucing, pasir, atau serbuk gergaji.

    6. Mendaur Ulang Minyak Goreng Bekas

    Beberapa kota atau daerah saat ini telah menerapkan beberapa program mengenai sampah, salah satunya yakni mendaur ulang minyak goreng bekas menjadi biodiesel.

    Biodiesel merupakan bahan bakar pembakaran bersih yang digunakan pada berbagai jenis kendaraan bermotor biasanya truk kota atau kendaraan armada.

    Cara menyalurkan minyak goreng bekas ini dapat dilakukan dengan memasukkan minyak goreng bekas ke dalam botol dan tutup hingga rapat.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pintu Rumah Dibuka ke Dalam atau ke Luar, Lebih Baik Mana?



    Jakarta

    Pintu adalah salah satu bagian penting pada sebuah rumah. Untuk keluar maupun masuk ke dalam rumah tentunya diperlukan sebuah pintu.

    Uniknya, pintu ini ada yang bisa dibuka ke arah dalam, dibuka ke arah luar, bahkan ada juga yang bisa dibuka ke arah luar maupun dalam sekaligus. Kira-kira, mana yang lebih baik?

    Menurut Profesional Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhul Fikri, sebaiknya pintu yang digunakan di rumah pribadi yaitu yang dibuka ke dalam. Sebab, hal itu dinilai lebih baik dari segi keamanan, bahkan dari segi feng shui disebut dapat membawa rezeki ke dalam rumah.


    “Kalau dari sisi arsitek, pintu dibuka ke dalam cocok untuk rumah pribadi karena lebih baik dari segi kenyamanan, keamanan, bahkan feng shui,” katanya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Umumnya, pintu yang dibuka ke dalam ini merupakan pintu utama pada rumah. Selain itu, pintu jenis ini juga sebaiknya digunakan pada pintu kamar tidur dan pintu kamar mandi.

    Sementara itu, untuk pintu yang dibuka keluar juga ada yang digunakan pada rumah. Misalnya pintu pagar dan pintu belakang. Namun, umumnya pintu yang dibuka keluar digunakan pada tempat-tempat umum.

    “Untuk pintu dibuka keluar, hanya untuk public place seperti bioskop, rumah sakit, dan sebagainya. Karena untuk keselamatan kerja, pintu dibuka keluar agar memudahkan evakuasi orang,” pungkasnya.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Kutu Putih Muncul pada Tanaman, Bisa Dibasmi Pakai Bawang Putih


    Jakarta

    Hama kutu putih selalu jadi musuh orang yang hobi menanam tanaman. Lantaran, kutu putih merupakan hama yang bisa merusak tanaman.

    Kutu putih ternyata bisa dibasmi dengan bahan alami tanpa pestisida kimia. Yaitu dengan bawang putih.

    Bagi yang tidak tahu, hama kutu putih juga bisa muncul karena kesalahan si pemilik tanaman. Misalnya, karena tanaman terlalu banyak terkena air atau pupuk.


    Apalagi penyebab kutu putih muncul di tanaman, dan bagaimana cara membasmi kutu putih itu?

    Berikut jawabannya dari jurnal UMSU

    Penyebab Munculnya Kutu Putih Pada Tanaman

    Over watering (terlalu banyak terkena air)

    Memberi tanaman terlalu banyak air dapat menyebabkan kondisi tanah yang terlalu lembab dan kelembaban tinggi di sekitar tanaman. Hal ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi kutu putih untuk berkembang biak dan menyerang tanaman. Kelembaban berlebih juga dapat melemahkan tanaman, membuatnya lebih rentan terhadap serangan hama, termasuk kutu putih.

    Pupuk berlebihan

    Pemberian pupuk yang berlebihan dapat menyebabkan pertumbuhan yang tidak seimbang pada tanaman. Pupuk yang berlebihan terutama mengandung nitrogen yang tinggi dapat merangsang pertumbuhan vegetatif yang cepat dan mendorong pertumbuhan tunas muda yang lembut. Ini juga menjadi daya tarik bagi kutu putih, karena mereka cenderung menyerang bagian tanaman yang muda dan lembut.

    Kondisi lingkungan yang menguntungkan

    Kutu putih lebih cenderung berkembang biak dan menyerang tanaman jika kondisi lingkungan memenuhi persyaratan mereka. Suhu yang hangat, kelembaban tinggi, dan kurangnya ventilasi udara yang baik dapat menjadi faktor yang mendukung pertumbuhan populasi kutu putih.

    Penularan melalui serangga vektor

    Kutu putih dapat ditularkan melalui serangga vektor seperti semut atau lebah yang membawa telur atau individu dewasa kutu putih ke tanaman lain.

    Pergerakan angin atau hama yang membawa kutu putih

    Kutu putih dapat dibawa oleh angin atau hama lain yang terdapat pada tanaman yang terinfestasi, dan kemudian menyebar ke tanaman lain di sekitarnya.

    Cara Membasmi Kutu Putih Pada Tanaman

    Bawang putih mengandung senyawa allicin yang dapat mengusir kutu putih. Haluskan beberapa siung bawang putih, tambahkan air, diamkan beberapa jam, lalu saring dan semprotkan larutan tersebut pada tanaman.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Memalu Paku Tanpa Bikin Tembok Retak



    Jakarta

    Memasang paku di dinding sepertinya sekadar pekerjaan sepele. Apa susahnya memukul paku dengan palu hingga menancap kuat di dinding beton.

    Tapi kamu pasti jengkel kalau gara-gara kamu memukul paku dengan palu, area dinding di sekitarnya jadi gompal, pecah atau retak.

    Gara-gara itu, banyak yang akhirnya menghindari memasang paku di dinding buat memasang rak, lukisan dan benda-benda dekoratif lainnya sama sekali, karena takut merusak dinding.


    Tapi itu dulu!

    Setelah membaca artikel ini, ilmu kamu akan bertambah dan bisa memasang paku di dinding tanpa bikin gompal, pecah atau retak.

    Mengutip decoratips, ternyata ada teknik yang akan bisa memalu paku ke dinding tanpa membuat berantakan.

    Menggunakan Karton

    Cara ini cukup sederhana, kamu cukup menancapkan paku ke karton tersebut. Setelah paku tertancam, pada karton, kamu cukup menempatkan karton tadi pada titik di dinding yang kamu pasangi paku.

    Karton tadi berfungsi sebagai peredam getar sehingga saat paku dipalu, getarannya tidak sampai membuat dinding retak. Selain itu, karton juga bisa berfungsi sebagai penahan paku yang bisa bikin jari kamu terhindar dari dari pukulan palu.

    Menggunakan Selotip

    Mirip dengan penggunaan karton, selotip juga punya fungsi sebagai peredam getar saat memalu paku ke dinding.

    Sedikit berbeda, tapi caranya sama-sama sederhana. Kamu cukup menandai area yang ingin dipaku. Kemudian tempelkan selotip menyilang pada titik tersebut. Setelah itu, cukup tancapkan paku di permukaan selotip tadi lalu kamu tinggal memalunya.

    Mengoleskan Minyak Zaitun di Ujung Paku

    Tips sederhana dari meaningspace, saat memasang paku di dinding, tindakan pencegahan harus dilakukan untuk mencegah kerusakan pada permukaan dinding.

    Salah satu tip yang bisa kamu pakai adalah mengidentifikasi jenis bahan dinding yang kamu gunakan, karena bahan yang berbeda mungkin memerlukan teknik yang berbeda.

    Misalnya, kalau kamu mengerjakan drywall, disarankan untuk menemukan lokasi tiang sebelum memalu paku. Ini akan memberikan titik jangkar yang lebih aman dan stabil pada paku, sehingga mengurangi risiko kerusakan dinding.

    Memiringkan Posisi Paku

    Selain itu, memasukkan paku sedikit miring dapat membantu meminimalkan kerusakan.

    Dengan memasukkan paku pada sudut 45 derajat, paku masuk lebih dalam ke dinding, sehingga memberikan pegangan yang lebih aman.

    Jika memungkinkan, hindari menancapkan paku ke dinding yang dicat, karena dapat meninggalkan bekas atau serpihan yang tidak sedap dipandang.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mana Lebih Bersih, Sehat dan Hemat Air?


    Jakarta

    Seiring perkembangan zaman dan teknoloji, tren cara mandi pun berubah. Dulu, masyarakat mandi menggunakan gayung, namun kini mandi pakai shower semakin digemari.

    Mandi menggunakan shower dianggap modern, dan selaras dengan perkembangan zaman. Meski demikian, masih ada juga yang tetap pada prinsipnya yaitu mandi pakai gayung.

    Sebenarnya, apa perbedaan, kelebihan dan kekurangan mandi pakai shower dan gayung?


    Dikutip dari Rumah Sae,berikut perbedaan mandi pakai shower dan menggunakan gayung

    Jumlah Air yang Dipakai

    Ada perbedaan jumlah liter air yang diperlukan antara mandi menggunakan shower dan gayung ini, berikut perkiraannya:

    Banyaknya air yang digunakan jika mandi menggunakan shower:

    Perkiraan mandi menggunakan shower dapat memancurkan air sebanyak 9,5 liter per menit.

    Asumsinya, seseorang mandi menggunakan shower, diperkirakan selama 1 menit mengguyurkan air ke kepala dan seluruh tubuh, 2 menit untuk membersihkan shampo dan sabun, dan 2 menit untuk membilasnya.

    Total lama memancurkan air dari shower ketika mandi yaitu selama 3 menit.

    3 x 9,5 liter = 28,5 liter

    Jadi selama 3 menit shower akan memancurkan air sebanyak 28,5 liter.

    Banyaknya air yang digunakan jika mandi menggunakan gayung:

    Satu gayung rata-rata berkapasitas 1,5 liter air.

    Perkiraan jika seseorang mandi menggunakan gayung:

    2 gayung air untuk cuci muka

    3 gayung air untuk mengguyur kepala

    3 gayung air untuk mengguyur badan

    7 gayung air untuk membersihkan shampo di kepala dan mengguyur muka

    5 gayung air untuk membersihkan sabun di seluruh bagian tubuh

    10 gayung air untuk membilas

    3 gayung air untuk lain-lain, seperti cuci tangan atau lainnya

    Jadi air yang digunakan 2 + 3 + 3 + 7 + 5 + 10 + 3 = 33 gayung air.

    Total air yang digunakan 33 x 1,5 liter = 49,5 liter.

    Jadi jika seseorang ketika mandi menggunakan air sebanyak 32 gayung, maka total air yang dihabiskan yaitu 49,5 liter.

    Segi kesehatan

    Jika dilihat dari segi kesehatan, secara normal mandi menggunakan shower atau gayung sebenarnya sama saja.

    Hanya saja mandi menggunakan shower memerlukan lebih sedikit tenaga ketimbang menggunakan gayung karena tak perlu menciduk air dari bak mandi atau tempat penampung air.

    Maka bagi orang memiliki kendala fisik atau lanjut usia, mandi menggunakan shower lebih mudah dilakukan karena tak perlu menciduk air.

    Tetapi bagi orang yang sedang tidak memiliki kendala fisik atau bukan lanjut usia, mandi menggunakan gayung lebih sehat karena dapat melatih otot terutama tangan yaitu ketika menciduk air menggunakan gayung.

    Segi kebersihan

    Pada kondisi normal tanpa gangguan fisik, mandi menggunakan shower lebih mudah dalam menggosok tubuh bersamaan dengan mengguyurkan air daripada menggunakan gayung. Memungkinkan kedua tangan dapat digunakan menggosok tubuh bersamaan sembari mengguyurkan air, sehingga lebih cepat bersih.

    Jika menggunakan gayung, maka hanya dapat menggunakan satu tangan untuk menggosok tubuh ketika mengguyurkan air.

    Tetapi jika shower beraliran rendah, maka lebih bersih jika menggunakan gayung karena tekanan air lebih kuat sehingga lebih efektif meluruhkan kotoran.

    Mandi menggunakan shower beraliran rendah justru membutuhkan banyak air sehingga akan lebih boros air dan waktu ketimbang menggunakan gayung.

    Air pada bak mandi kemungkinan juga tak sebersih yang keluar dari shower, karena percikan saat mandi atau aktifitas di kamar mandi lainnya dapat masuk ke dalam bak mandi.

    Segi kesucian airnya

    Percikan air saat beraktifitas di kamar mandi bisa saja masuk ke dalam bak mandi, sehingga memungkinkan najis masuk ke dalam bak mandi.

    Kemungkinan juga bak mandi bisa kemasukan kotoran cicak, bahkan kecoak jika rumah kurang bersih.

    Jika bak mandi ada kotoran cicaknya, itu berarti harus mengurasnya dulu sehingga akan membutuhkan lebih banyak air dan waktu.

    Dengan demikian mandi menggunakan shower lebih terjaga kesucian airnya daripada menggunakan gayung, apalagi jika digunakan untuk bersuci dari hadas besar tentu akan lebih mudah menggunakan shower daripada memakai gayung.

    Demikian perbedaan mandi pakai gayung dan shower. Semua pilihan dikembalikan lagi ke kamu, lebih nyaman mandi pakai yang mana: gayung atau shower. Semoga bermanfaat.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Ganti, Begini Cara Perbaiki Lantai Keramik Pecah



    Jakarta

    Lantai keramik retak merupakan salah satu permasalahan di rumah. Hal ini tentunya bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah.

    Ternyata, lantai keramik retak terjadi bukan tanpa sebab. Ada beberapa penyebab yang membuat lantai keramik retak di rumah, salah satunya karena faktor lingkungan. Contohnya seperti penutupan bangunan akibat masalah geologis atau dampak dari benda keras yang menyebabkan getaran dinding dan membuat keramik retak.

    Tak hanya itu, masih ada beberapa penyebab lain retaknya lantai keramik. Dilansir dari Mulia Ceramics, Senin (4/12/2023).


    Penyebab Lantai Keramik Retak

    1. Terlalu Dekat dengan Sumber Panas

    Keramik yang posisinya terlalu dekat dengan pemanas air atau alat pemanas lainnya kerap mengalami perubahan suhu yang bisa menyebabkan keretakan. Maka dari itu, kamu perlu berhati-hati dalam mempertimbangkan posisi lantai keramik yang terlalu dekat dengan sumber panas.

    2. Permukaan di Bawah Keramik Belum Kering

    Beton yang baru dituangkan memiliki banyak kadar air di dalamnya. Saat beton mengering, airnya menguap, dan beton tersebut menyusut. Proses dinamis ini membantu partikel dan agregat dalam beton saling mengikat erat.

    Akan tetapi, proses ini juga memiliki efek samping berupa keramik yang dipasang sebelum beton benar-benar kering dapat mengalami tekanan atau retakan. Jika kamu memiliki rumah baru dengan keramik yang retak, terutama retak halus, ada kemungkinan besar bahwa betonnya belum cukup kering.

    3. Komposisi Campuran Semen Kurang Tepat

    Penggunaan semen atau mortar dengan kadar yang salah atau campuran semen dan pasir tidak tepat bisa mengakibatkan campuran semen yang terlalu pekat. Hal ini berpotensi menyebabkan retak pada keramik.

    4. Kurang Lama Merendam Keramik

    Ada beberapa keramik yang perlu direndam sebelum dipasang. Jika tidak, keramik bisa menyerap terlalu banyak air dari adukan semen saat dipasang, yang bisa menyebabkan retak atau bahkan keramik lepas.

    Namun, beberapa keramik modern tidak memerlukan perendaman. Disarankan untuk membaca panduan merek atau berkonsultasi dengan ahli konstruksi sebelum memasangnya.

    5. Sambungan Pemasangan Keramik

    Pada dasarnya, keramik dan lantai di bawahnya akan menyusut dan mengembang seiring perubahan suhu. Jika tidak ada sambungan yang memadai, lantai bisa tertekan atau terdorong dan akhirnya keramik akan retak. Retakan ini biasanya sedikit dan kecil.

    6. Keramik Tertimpa Benda Tumpul

    Jika ada retakan di satu tempat dan hanya melibatkan satu ubin, kemungkinan besar disebabkan oleh benda tumpul yang mengenai ubin tersebut. Terkadang, kamu akan melihat ubin tersebut memiliki bagian yang pecah akibat benda yang mengenainya.

    Sebagai contoh di dapur, di mana seringkali terdapat benda berat seperti kaleng, panci, atau wajan yang terjatuh, keramik sering kali retak atau pecah. Lantai keramik di dekat pintu juga sering mengalami keretakan akibat dampak saat pintu dibuka atau ditutup berulang kali. Secara umum, jenis keretakan seperti ini biasanya ditemukan di dekat pinggiran lantai, bukan di bagian tengahnya.

    7. Kesalahan saat Memotong Keramik secara Manual

    Pada saat pemotongan, tukang bangunan bisa membuat kesalahan yang tidak terlihat yang bias menyebabkan retakan tersembunyi. Retakan ini mungkin tidak terlihat pada awalnya, tetapi seiring waktu, suhu, dan tekanan bisa membuatnya terlihat. Untuk keramik tertentu, seperti yang berbahan batu mikrokristalin, diperlukan mesin potong khusus.

    Cara Mengatasi Keramik Retak

    1. Bersihkan Retakan

    Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan ubin beserta area sekitarnya secara menyeluruh. Dengan menciptakan permukaan yang bersih, epoxy akan lebih mudah menempel pada lantai, sehingga perbaikan akan tampak lebih rapi.

    Gunakan lap kain atau sikat untuk membersihkan. Kemudian, pastikan area tersebut benar-benar kering sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.

    2. Isi Celah Retakan

    Setelah membuat campuran epoxy atau glasir, saatnya memperbaiki ubin yang retak. Gunakan tusuk gigi atau alat kecil untuk mengoleskan epoxy langsung ke dalam retakan. Semakin kecil alatnya, semakin presisi Anda bisa menempatkan epoxy.

    Sebarkan lapisan tipis epoxy di sepanjang retakan pada ubin dan oleskan juga di sekitarnya. Setelah itu, biarkan selama hingga 15 menit agar epoxy mengering sepenuhnya.

    Namun, bila rusaknya terlanjur parah dan tak bisa diperbaiki, maka lantai keramik mau tidak mau harus diganti.

    3. Ganti Keramik

    Jika retakan terlalu besar atau perbaikan tidak memberikan hasil yang memuaskan, kamu mungkin perlu mengganti keramik yang retak. Hal ini bisa menjadi pilihan terbaik untuk memastikan lantai kamu tetap rapi dan estetis.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lantai keramik yang retak. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Alasan Kamu Harus Pakai Tangga Beton Daripada Tangga Kayu di Rumah


    Jakarta

    Tangga merupakan fitur penting dalam rumah yang memiliki lantai bertingkat. Tangga menjadi akses penghubung antara satu lantai ke lantai lainnya.

    Ada beragam material lantai yang biasanya digunakan. Hal ini bisa disesuaikan dengan konsep yang diusung pada rumah. Material tangga yang populer adalah tangga beton dan tangga kayu.

    Lantas, manakah yang lebih baik di antara keduanya untuk rumahmu?


    Fungsi Tangga

    Pada umumnya, tangga berfungsi sebagai akses penghubung antarlantai pada rumah bertingkat. Namun, tangga juga bisa dijadikan elemen dekorasi yang bisa mempercantik rumah. Kamu bisa memasang karpet pada tangga dengan motif dan warna tertentu. Penambahan karpet ini tak hanya mencegah kamu dari terpeleset akibat tangga yang licin, tetapi juga bisa memperindah tampilan rumah.

    Saat terjadinya bencana gempa bumi, tangga juga bisa menjadi akses darurat pada gedung-gedung bertingkat. Naik-turun tangga pun secara tidak langsung baik untuk kesehatan bagi kamu yang tidak memiliki waktu khusus untuk berolahraga.

    Tangga Kayu atau Tangga Beton, Pilih Mana?

    Selain bentuknya, material tangga juga penting untuk dipertimbangkan. Memilih antara tangga kayu atau tangga beton kadang kala membingungkan bagi pemilik rumah bertingkat.

    Melansir Richfield Balcktop, Selasa (5/12/2023), berikut beberapa keunggulan tangga beton dibandingkan tangga kayu untuk dipasang di rumahmu.

    1. Daya Tahan Material

    Tangga beton unggul dalam hal daya tahan. Sifat-sifat inherent beton, seperti kekokohan dan ketahanannya terhadap cuaca ekstrem, menjadikannya pilihan yang bisa diandalkan di tengah tantangan iklim yang seringkali keras di Indonesia. Berbeda dengan kayu yang rentan terhadap pelapukan, tangga beton tetap kokoh dan tahan terhadap segala kondisi.

    2. Tingkat Keamanan

    Keamanan adalah hal yang tidak bisa diabaikan, terutama dalam memilih material untuk tangga rumah. Tangga beton memiliki keunggulan dalam hal ketahanan terhadap api. Di saat-saat darurat kebakaran, tangga beton tidak akan mudah tersambar kobaran api sehingga memberikan lapisan perlindungan krusial yang tidak bisa ditawarkan oleh tangga kayu yang mudah terbakar.

    3. Kenyamanan

    Tangga beton memberikan fleksibilitas untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan. Dengan penyelesaian tekstur pada permukaan, tangga beton lebih aman di kondisi basah atau hujan. Penambahan aksesoris, seperti pegangan dan pelindung juga memberikan lapisan dukungan ekstra, mengurangi risiko tergelincir dan memastikan pengalaman pengguna yang nyaman.

    4. Biaya Jangka Panjang

    Meskipun biaya awal tangga beton mungkin lebih tinggi, nilai jangka panjangnya tetap harus dipertimbangkan. Tangga beton membutuhkan perawatan minimal sehingga bisa hemat biaya perbaikan dan perawatan berkelanjutan yang sering diperlukan untuk tangga kayu. Investasi awal pada tangga beton berubah menjadi solusi yang tahan lama, rendah perawatan, dan menghasilkan pengembalian signifikan dalam jangka panjang.

    5. Kondisi Cuaca

    Terakhir adalah kondisi cuaca. Indonesia memiliki musim hujan dan kemarau yang tak luput dalam memengaruhi ketahanan struktur tangga. Tangga kayu rentan terhadap pelapukan dan licin saat basah. Hal ini bisa menyebabkan masalah yang serius. Sementara itu, tangga beton memiliki daya tahan dan keamanan yang lebih unggul sehingga menjadi pilihan yang lebih bijaksana dalam menghadapi kondisi cuaca..

    Demikianlah penjelasan mengenai beberapa keunggulan tangga beton dibandingkan tangga kayu. Pemilihan antara tangga kayu dan tangga beton adalah keputusan penting yang memerlukan pertimbangan mendalam. Namun, berdasarkan beberapa pertimbangan yang telah disebutkan, tangga beton ternyata lebih unggul dibandingkan tangga kayu untuk dipasang di rumah bertingkatmu.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengertian Thinner, Fungsi, Ciri-ciri dan Jenisnya



    Jakarta

    Mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan thinner. Thinner sering digunakan untuk bahan pelarut cat, finishing, serta membantu mengencerkan cat besi, kayu atau plitur yang terlalu kental.

    Tak jarang juga thinner digunakan untuk mengencerkan cat yang sudah kering. Nah, sebenarnya banyak juga jenis-jenis thinner yang ada mungkin kamu belum tahu. Penasaran? Simak ulasan berikut.

    Apa itu Thinner?

    Melansir dari Imu Bangunan, Selasa (5/12/2023), Thinner merupakan bahan yang sering digunakan dalam proses pengecatan furnitur, eksterior, maupun kendaraan. Bahan ini cukup umum digunakan sebagai campuran cat agar menghasilkan kualitas cat yang tepat untuk diaplikasikan pada medianya.


    Fungsi Thinner

    Thinner memiliki beberapa fungsi berikut.
    -Sebagai bahan finishing
    -Bahan pelarut seperti cat
    -Untuk membersihkan karat pada besi

    Umumnya, thinner digunakan sebagai campuran cat supaya menjadi lebih encer dan jumlahnya bertambah. Ketika kamu ingin mengecat gerbang, besi pagar, mobil atau media lainnya. tentunya juga membutuhkan thinner sebagai pengencer sekaligus pelarut cat tersebut.

    Ciri-Ciri Thinner

    Cairan thinner memiliki risiko terhadap kesehatan jika terkontaminasi secara langsung dengan kulit. Sehingga, penting untuk mengetahui ciri-ciri thinner agar kamu bisa lebih berhati-hati.

    Adapun ciri-ciri cairan thinner yaitu sebagai berikut.
    -Memiliki wujud bening yang menyerupai air
    -Sifatnya jernih
    -Punya aroma yang menyengat dan bisa mengiritasi kulit apabila tidak hati-hati dalam penggunaannya.

    Jenis-Jenis Thinner

    Thinner adalah campuran zat cair yang digunakan dalam pengenceran larutan cat tertentu.

    Terdapat banyak jenis thinner yang bisa kamu temukan di pasaran. Berbagai jenis tersebut tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    Berikut beberapa jenis thinner yang sering digunakan dalam pekerjaan pembangunan dan konstruksi.

    1. Thinner Impala

    Thinner impala memiliki fungsi untuk mengencerkan cat duco dan cat minyak. Pencampuran keduanya dapat diaplikasikan pada besi maupun kayu. Hasil akhirnya memberikan efek mengkilap pada bahan yang dicat.

    2. Thinner ND

    Thinner ND adalah material cat dan pernis jenis nitrocellulose.Jenis ini dapat kamu gunakan untuk mencampurkan bahan yang juga mengandung nitrocellulose.

    Thinner nitrocellulose (NC) memiliki nama lain di pasaran dengan sebutan thinner nd dan thinner super.Thinner ND termasuk dalam golongan campuran cat medium. Hal tersebut dikarenakan jenis ini tidak membutuhkan waktu pengeringan yang terlalu lama.

    3. Thinner PU

    Jenis thinner yang berikutnya yaitu thinner polyurethane (PU).Thinner PU adalah jenis yang sering digunakan dalam coating jenis city star dan mobil mewah. Cat yang digunakan akan lebih awet ketika kamu menggunakan thinner jenis ini.

    Terdapat dua jenis thinner PU yaitu thinner PU dan juga thinner PU slow. Waktu pengeringan thinner pu cenderung lebih cepat, yakni sekitar 6 jam.

    Tingkat glossynya medium dan harganya lebih ekonomis dari pada jenis thinner lainnya. Sedangkan untuk thinner PU slow membutuhkan waktu sekitar 12 jam untuk pengeringan.

    Tingkat kilauan thinner ini lebih tinggi dan lebih mengkilap dari thinner PU. Namun, harga thinner per kaleng juga lebih mahal.

    4. Thinner HG

    Thinner HG atau High Gloss adalah zat cair yang memiliki fungsi sebagai pengencer cat besi, kayu, politur, dan bahan finishing.

    Thinner HG juga termasuk dalam jenis thinner NC. Sama seperti thinner ND yang merupakan jenis dari thinner NC.

    Thinner HG yang dicampurkan dalam cat memberikan hasil yang lebih halus daripada thinner ND. Kamu juga bisa menghasilkan warna metalic dengan mencampurkan 10% thinner pu dengan thinner NC.

    5. Thinner B

    Thinner B adalah campuran yang sesuai dengan cat sintetis seperti besi atau kayu yang memiliki kandungan alkyd di dalamnya.

    Hal tersebut bisa menjaga tingkat kilauan atau glossy dari cat tersebut, dan mencegah terjadinya penggumpalan cat ketika diaplikasikan. Kamu bisa menambahkan thinner B ketika ingin melakukan pengecatan pada pagar rumah, kayu, maupun mengecat besi lainnya.

    Penggunaan thinner B lebih disarankan ketimbang menggunakan bahan bakar kendaraan bermotor sebagai pengencernya.

    6. Thinner Cobra

    Sama seperti thinner impala, jenis ini juga digunakan untuk bahan campuran cat minyak dan cat duco. Hal tersebut bertujuan untuk menurunkan tingkat kekentalannya, sehingga lebih mudah untuk diaplikasikan pada permukaan besi dan kayu yang sudah dalam keadaan bersih.

    7. Thinner A Spesial

    Thinner A spesial adalah pengencer yang bisa kamu gunakan untuk melarutkan semua jenis cat Duco/ NC. Kegunaan lain dari thinner ini yaitu dapat digunakan sebagai pembersih spray gun dan pembersih kuas. Thinner A spesial memiliki waktu pengeringan yang sangat cepat. Thinner A spesial juga memiliki kelebihan yakni dapat digunakan dalam berbagai cuaca karena memiliki sifat anti mengembun. Hasil yang diperoleh dari penggunaan thinner ini adalah memberikan hasil yang glossy.

    Komposisi dalam thinner A spesial tidak mengandung special boiling point atau metanol sebagai bahan utama. Bahan yang digunakan dalam jenis thinner yang satu ini adalah pelarut impor atau solvent import.

    Demikian pengertian thinner,fungsi,ciri-ciri dan jenisnya. Semoga bermanfaat.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Jitu Menghilangkan Bau Apak Pada Karpet


    Jakarta

    Karpet seringkali jadi elemen penting yang bisa mendongkrak tampilan ruangan. Warna-warna cantik yang indah, atau warna tegas membuat ruangan berkesan lebih hidup. Namun, karpet seringkali mengeluarkan bau tidak sedap, seperti aroma kain yang lembap dan apak.

    Bau lembap pada karpet tentu akan melunturkan fungsinya dalam memperindah ruangan. Nah, karena itu, bau apak tersebut harus dihilangkan..

    Penyebab Karpet Berbau Apak

    Ada beragam penyebab karpet mengeluarkan bau apak. Melansir Rug Traders, Selasa (5/12/2023), berikut 5 penyebab umum karpet mengeluarkan bau apak.


    1. Hewan Peliharaan

    Karpet tak jarang menjadi sasaran bagi hewan peliharaan untuk pipis. Bau pesing akibat urin hewan peliharaan, terutama pada karpet wol, akan melekat kuat dan sulit dihilangkan. Bau tidak sedap ini bahkan bisa meningkat dari waktu ke waktu akibat bakteri yang kembali aktif jika terkena air.

    2. Karpet Lembap

    Bau apak pada karpet bisa dipicu oleh kondisinya yang lembap. Hal ini biasanya disebabkan oleh banjir, tumpahan air, atau pendingin ruangan yang bocor. Bau apak ini ditimbulkan oleh jamur dan bakteri yang muncul pada karpet yang basah.

    3. Lapisan Lateks Rusak

    Banyak karpet memiliki lapisan lateks di bagian bawahnya yang bertujuan agar bulu-bulu karpet tetap menyatu. Namun, lapisan lateks ini bisa rusak dan menimbulkan bau busuk karena kualitasnya yang menurun. Bau akibat lapisan lateks ini bahkan bisa semakin parah setelah dicuci.

    4. Usia Karpet

    Kualitas karpet akan menurun seiring berjalannya waktu. Serat-serat pada karpet bisa terurai dan menimbulkan bau apak yang tidak diinginkan. Selain bau yang mengganggu, serat karpet juga bisa mengeluarkan debu yang menyebabkan alergi.

    5. Wol Karpet

    Karpet berbahan wol dibuat dari serat bulu domba yang memiliki kemampuan menyerap kelembapan dari udara. Hal ini juga bisa menimbulkan bau khas wol yang tidak sedap.

    Cara Menghilangkan Bau Apak pada Karpet

    Untuk menghilangkan bau apak pada karpet, ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan. Melansir Pristine Home, Selasa (5/12/2023), berikut beberapa solusi sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan bau apak pada karpet.

    1. Gunakan Soda Kue atau Cuka Putih

    Soda kue memiliki sifat pembersihan yang luar biasa. Kabar baiknya, kamu tidak perlu susah mendapatkannya karena bahan ini biasanya sudah ada di lemari dapurmu. Soda kue bisa menghilangkan noda dan menyerap bau, serta kelembapan pada karpet. Jika noda dan bau pada karpet masih sulit dihilangkan, kamu bisa mengombinasikannya dengan cuka putih.

    Berikut langkah-langkah menghilangkan bau apak pada karpet dengan soda kue:

    • Pastikan karpet dalam keadaan kering.

    • Campur air hangat dan cuka dengan rasio 2:1 dalam botol semprot. Semprotkan campuran tersebut di area yang bau pada karpet. Namun, jangan membuatnya terlalu basah.

    • Taburkan soda kue di area berbau. Kamu bisa menggunakan sapu atau sikat untuk meratakannya, lalu gosokkan bubuk soda kuet tersebut ke dalam karpet. Alternatifnya, kamu juga bisa menggunakan boraks.

    • Biarkan campuran tersebut meresap semalaman.

    • Vakum bubuk soda kue dari karpet, pastikan tidak ada produk yang tertinggal.

    2. Bersihkan Karpet dengan Sampo

    Coba menggunakan sampo karpet komersial. Ada berbagai jenis yang tersedia. Beberapa produk mungkin memerlukan mesin pembersih karpet, sementara yang lain bisa diaplikasikan hanya dengan spons.

    Langkah-langkah menghilangkan bau apak pada karpet dengan sampo adalah sebagai berikut.

    • Periksa petunjuk penggunaan produk sebelum menggunakannya. Beberapa sampo mungkin memerlukan air untuk diaktifkan, sementara yang lain bekerja dengan baik dalam keadaan kering.

    • Jika karpetmu terdapat noda, mungkin lebih baik untuk mengatasinya sebelum membersihkannya dengan sampo.

    3. Kontrol Kelembapan Udara di Rumah

    Seperti pepatah, melakukan langkah pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Untuk menghilangkan kemungkinan bau tidak sedap atau pertumbuhan jamur, cobalah kontrol kelembapan udara di dalam rumahmu. Kondisi udara yang lembap bisa memicu bau apak pada karpet.

    Untuk mengontrol kelembapan udara di rumah, kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut.

    • Pasang kipas angin agar sirkulasi udara berjalan dengan lebih baik. AC juga bisa memberikan hasil yang memadai.

    • Buka jendela secara teratur untuk ventilasi yang baik.

    • Saat membersihkan lantai, tunggu hingga benar-benar kering sebelum meletakkan kembali karpet di atasnya.

    • Jika memungkinkan, jemur karpet di bawah sinar matahari agar kering secara alami.

    • Temukan sumber kelembapan di rumah dan atasi segera. Sumber kelembapan di rumah umumnya disebabkan oleh kebocoran pipa atau uap dari dapur atau kamar mandi.

    Demikianlah penjelasan mengenai cara menghilangkan bau apak pada karpet di rumah. Dengan mengetahui cara-caranya, karpet bisa terbebas dari bau apak sehingga akan membuatmu nyaman di rumah.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com