Blog

  • 4 Langkah Mudah Bersihkan Mesin Cuci biar Semua Kotoran Rontok


    Jakarta

    Mesin cuci berfungsi untuk membersihkan bahan-bahan tekstil, terutama pakaian. Meski sering terendam air dan sabun, bukan berarti mesin cuci luput dari kotoran.

    Soalnya, pakaian kotor yang dicuci di dalam mesin ini akan meninggalkan residu kotoran. Nah, sebaiknya membersihkan mesin cuci secara berkala kalau kamu pengin proses cuci pakaian selalu optimal.

    Bagaimana ya cara membersihkan mesin cuci? Yuk, simak caranya berikut ini yang dikutip dari Cleanipedia, Kamis (20/6/2024).


    Siapkan Alat dan Bahan Pembersih

    Sebelum mulai membersihkan kamar beberapa alat dan bahan yang perlu kamu siapkan untuk membersihkan mesin cuci secara berkala ini di antaranya seperti cuka, soda kue, kain mikrofiber, dan sikat gigi bekas.

    Cara Membersihkan Mesin Cuci

    1. Isi Tabung dengan Air Panas

    Bersihkan mesin cuci dengan pertama-tama mengosongkan bagian tabun dan mengisinya dengan air panas. Nyalakan mesin cuci seperti proses mencuci biasa, kemudian buang air di dalamnya.

    2. Beri Larutan Cuka

    Setelah proses pembersihan dengan air panas selesai, kamu bisa gunakan bahan khusus berupa campuran satu liter cuka dengan air. Sesuaikan jumlah cuka dengan yang bisa masuk ke mesin cuci.

    Cuka sangat dianjurkan untuk menjadi pembersih mesin cuci karena efektif membersihkan residu sabun dan kotoran di dalam tabung mesin cuci tanpa merusak bagian dalam tabung.

    Biarkan mesin cuci terisi larutan cuka sekitar satu jam, kemudian kamu bisa menyalakan mesin cuci seperti kegiatan mencuci biasa. Jika sudah selesai kamu bisa buang sisa larutan cuka.

    3. Bersihkan Sudut dan Sela Tabung Mesin Cuci

    Kamu juga perlu membersihkan tiap sudut dan sela tabung guna pembersihan yang optimal. Kamu bisa menggunakan sikat gigi bekas untuk membersihkan area tepian yang sulit dibersihkan.

    4. Lap Pakai Kain Mikrofiber

    Setelah membuang larutan cuka dan menunggu sampai bagian dalam tabung kering, kamu dapat mengelapnya menggunakan kain mikrofiber. Selain bagian dalam tabung, pastikan juga kamu mengelap bagian permukaan luar mesin cuci agar terlihat tetap kinclong.

    Itulah cara membersihkan mesin cuci dengan mudah. Semoga membantu!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Manfaat Punya Walk-In Closet, Simpan Baju Jadi Lebih Praktis!


    Jakarta

    Menyimpan pakaian nggak mesti di dalam lemari yang sempit dan tertutup. Ada alternatif lain untuk menyimpan baju, yakni menggunakan walk-in closet.

    Kamu bisa membuat walk-in closet, ruangan khusus untuk menyimpan pakaian, sepatu, dan aksesoris. Ruangan ini bakal cocok banget buat kamu yang punya banyak pakaian yang bisa membludak kalau disimpan di lemari.

    Daripada lemari menjadi pengap dan berantakan, cobalah menyimpan baju di walk-in closet biar lebih praktis. Kalau kamu masih ragu, yuk cek manfaat walk-in closet berikut ini, dilansir dari Versa Robes, Kamis (20/6/2024).


    Manfaat Walk-in Closet

    1. Lebih Praktis

    Tidak jarang jika lemari pakaian kamu bisa tidak teratur karena baju yang terlalu banyak. Oleh karena itu, walk-in closet bisa menjadi akses mencari pakaian kamu dengan lebih mudah.

    Walk-in closet bisa memberikan kemudahan untuk solusi penyimpanan menjadi lebih teratur dan rapi setiap saat, karena ruangannya yang luas. Dengan begitu kamu bisa menambah bangku untuk melipat atau menyetrika pakaian.

    Jika kamu memiliki cukup ruangan ekstra, kamu bisa memanfaatkan sebagai area riasan atau ruang ganti serta menyimpan aksesoris. Kamu bisa menambahkan beberapa pencahayaan di sekitarnya serta cermin berukuran penuh sehingga ini akan memberikan daya tarik pada rumah kamu.

    2. Melindungi Pakaian

    Lemari pakaian membutuhkan aliran udara masuk ke dalam agar terhindar dari penumpukan jamur, lumut, dan bau tidak sedap dan apak karena disebabkan area terlalu pengap.

    Lemari pakaian dengan pintu penutup tidak memungkinkan udara masuk. Walk-in closet membantu kamu untuk mengalirkan kelembapan dari kamar tidur sehingga uap tidak terperangkap.

    Walk-in closet bisa membantu pakaian kamu berbau lebih segar dari sebelumnya. Ini bagus untuk banyak jenis-jenis kain, terutama jenis kulit yang perlu udara. Pakaian kamu juga tidak akan cepat kusut tanpa perlu disetrika.

    3. Hemat Biaya

    Walk-in closet sebenarnya terbilang cukup menghemat biaya dibanding lemari biasa. Ini tergantung dengan desainnya, tetapi salah satu aspek yang membuat walk-in lebih murah karena biasanya didesain tanpa adanya pintu, engsel, pegangan serta finishingnya. Hal ini justru membuat lebih sedikit pekerjaan pemasangan strukturalnya.

    4. Menghemat Ruang Lantai

    Walk-in closet tidak memakan tempat seperti lemari biasa sebab ini tidak ada pintu yang perlu dibuka ke luar serta tidak membutuhkan pintu geser. Lemari walk-in ini dapat memanfaatkan area yang tidak beraturan dan tidak perlu digunakan untuk hal lain sehingga tidak boros ruangan. Desain walk-in closet bisa berbentuk persegi, L atau miring. Menentukan desain lemari kamu dapat membantu menata kamar tidur menjadi lebih menarik, nyaman, dan kekinian.

    5. Membuat Tampilan Lebih Menarik

    Walk-in closet sangat diminati terutama bagi rumah baru karena tampilannya yang mewah, praktis, dan fungsional dibandingkan lemari biasa. Selain itu, jika kamu memiliki walk-in closet dan mempertimbangkan untuk menjual hunian kamu, ini akan menjadi daya tarik bagi calon pembeli rumah karena ini bisa menambah nilai pada desain rumah kamu.

    Itulah manfaat walk-in closet yang bisa kamu pertimbangkan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Jangan Kebiasaan Buang Tisu ke Dalam Toilet, Ini Bahayanya


    Jakarta

    Pernahkah kamu melihat ada tanda dilarang membuang tisu atau sampah ke dalam toilet di WC umum? Hal itu bukan tanpa alasan, lho!

    Membuang sampah ke toilet ternyata bisa memicu masalah. Mulai dari saluran pembuangan yang mampet hingga kerusakan toilet mungkin terjadi kalau kamu terus membuang tisu ke toilet. Tentunya, memperbaiki toilet bakal sangat merepotkan.

    Oleh karena itu, sebaiknya jangan membuang sampah tisu ke dalam toilet. Yuk, simak risikonya, dikutip dari Scott English Plumbing, Kamis (20/6/2024).


    Risiko Buang Tisu ke Dalam Toilet

    1. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Jika kamu pikir tisu yang dibuang ke toilet akan hancur, maka asumsi kamu keliru. Masalah ini bukan terjadi bagaimana tisu toilet itu mengalir dengan baik tanpa perlu terjun atau apa pun tetapi justru masalahnya akan muncul setelahnya. Ketika tisu tersebut dalam keadaan basah dan melewati sistem saluran pembuangan ini tidak langsung hancur dalam 24 jam.

    Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan. Itulah kenapa alasan tisu harus dibuang ke tempat sampah yang tersedia di toilet.

    2. Efek Fatberg

    Fatberg sering terjadi di rumah dan menghasilkan perbaikan pipa rumah. Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak, sehingga ini membentuk sebuah tumpukan dan formasi seperti gunung es.

    Formasi ini menyebabkan penyumbatan pada pipa dan saluran air, apalagi efek ini bisa mencapai panjang hingga lebih dari 10 kaki atau dan berat hingga 100 kg.

    3. Benda Tersangkut di Pipa

    Semakin tua pipa rumah kamu maka akan semakin rapuh sistemnya. Artinya, pipa kamu terkorosi sehingga tidak mengherankan jika saluran pembuangan banyak lubang-lubang kecil. Banyak sistem saluran pembuangan lama dibangun dari tanah liat, beton, pipa besi.

    Material ini rentan terhadap pertumbuhan akar pohon yang memungkinkan untuk mulai tumbuh ke dalam sistem saluran pembuangan di sambungan yang bisa menyebar dan membentuk jaring di seluruh pipa sehingga benda-benda yang melewati pipa ini bisa tersangkut ke akar.

    4. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Jika tisu basah yang disiram tidak tersangkut di pipa atau tersumbat dan mencapai sistem saluran pembuangan, ini bisa menimbulkan kerusakan dan menyebabkan kerusakan di sistem septik tank rumah serta sistem saluran pembuangan kota. Hasilnya saluran pembuangan cadangan yang dapat masuk ke rumah kamu seperti melewati wastafel, saluran air, bak mandi, dan bukaan lain yang terhubung langsung ke sistem septik rumah.

    Itulah beberapa risiko membuang tisu ke dalam toilet. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Jenis Batu Alam dalam Konstruksi Bangunan Beserta Cirinya


    Jakarta

    Membangun rumah tidaklah mudah karena harus menyatukan berbagai material. Salah satunya, batu alam yang sering digunakan sebagai bahan baku bangunan dan interior rumah.

    Batu alam mempunyai bentuk yang indah dan karakter yang unik, apalagi sifatnya yang kuat. Tak heran, bangunan memang harus bisa berdiri kokoh supaya tahan lama dan aman dihuni.

    Lantas, apa saja jenis batu alam yang biasa dipakai untuk bahan bangunan? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Pengertian Batu Alam

    Dikutip dari e-journal Universitas Atma Jaya, batu alam adalah salah satu material yang menyusun bumi. Keberadaan batu alam sangat melimpah ruah, sehingga dapat dimanfaatkan di banyak daerah di Indonesia. Batu alam terbentuk karena proses alam yang telah terjadi berjuta-juta tahun yang lalu dan masih dapat ditemui hingga saat ini.

    Jenis Batu Alam

    Dikutip dari artikel berjudul Impresif Batu Alam dalam Jurnal Seni Kriya, batu alam dibedakan menjadi tiga jenis menurut proses terjadinya. Berikut tiga jenis batu alam:

    1. Batuan Beku

    Batuan beku adalah batuan yang terbentuk akibat proses pengkristalan magma. Ketika magma mengalami penurunan suhu yang terjadi, maka terjadilah pengkristalan magma.

    Contoh dari batuan beku: obsidian, tonatile, andesite, kimberlite, breksi, basalt, dan pegmatite.

    2. Batuan Sedimen

    Batuan sedimen terjadi karena proses pengendapan yang terdiri dari partikel kerikil, pasir, lempung, dan endapan lumpur. Proses tersebut berlangsung lama sehingga terjadi ikatan yang erat dan tertutup dengan rapat.

    Batu-batuan yang keluar dari bumi terjadi karena adanya proses pengendapan di udara yang terbuka, maupun ketika terjadi di dalam air. Proses tersebut diikuti dengan terendapnya partikel mineral yang ada di dalam air.

    Contoh batuan sedimen: kapur, kalsit, arkose, serpih, skale, greywacke, sandstone, dan conglomerate.

    3. Batuan Metamorphic

    Batuan Metamorphic adalah batuan yang terbentuk karena pengaruh cuaca/suhu dan tekanan terhadap batu yang ada di permukaan bumi.

    Contoh batuan metamorphic: marmer, pualam, skarn, marble, kuarsa, slate, dan sabak.

    10 Batu Alam yang Digunakan untuk Bangunan

    Dikutip dari buku Material Bangunan karya Amalia, Nunung Martina, Muhtarom Riyadi, berikut beberapa contoh jenis batu alam yang sering digunakan untuk bahan suatu bangunan:

    1. Batu Granit

    Jenis batuan beku (batuan granit)Jenis batuan beku (batuan granit) Foto: Dok. Situs Sumber Belajar Kemdikbud

    Dikutip dari Repository UBB, batu granit adalah jenis batu yang digunakan sebagai bahan dasar konstruksi dan arsitektur, batu hias, selain itu lembaran granit yang telah dipoles dapat digunakan sebagai lantai atau ornamen dinding. Batu ini lebih resisten dibandingkan batu marmer jika terkena sinar matahari dan air hujan.

    2. Batu Marmer

    marmer pentelic untur altar.Batu marmer yang sudah diolah untuk altar. Foto: Gary Todd/wikimedia commons

    Batu Marmer adalah hasil dari metamorfosis dari batu gamping. Jenis batu ini memiliki sifat tahan terhadap cuaca, mudah untuk dikerjakan, dan tidak tahan asam. Umumnya batu ini digunakan sebagai pelapis dinding. Selain itu, batu ini dapat digunakan sebagai meja, batu nisan, dan juga papan nama.

    3. Batu Kapur

    Proyek jalan di Bone, Sulsel dikeluhkan warga karena gunakan batu kapur.Batu kapur. Foto: Proyek jalan di Bone, Sulsel dikeluhkan warga karena gunakan batu kapur. (Dok. Istimewa)

    Dikutip dari OJS UNM, batu kapur adalah batuan alam yang padat dan mengandung banyak kalsium karbonat. Batu kapur dapat digunakan sebagai bahan bangunan, semen, ataupun cat. Proses terbentuknya batu kapur adalah dari hasil pelapukan tulang dan cangkang hewan-hewan laut.

    4. Batu Gamping

    Penambangan batu gamping di Bukit Batu Putih (Foto: Istimewa)Batu gamping. Foto: Penambangan batu gamping di Bukit Batu Putih (Foto: Istimewa)

    Dikutip dari Digital Repository Universitas Negeri Medan, batu gamping merupakan batuan sedimen yang sebagian besar tersusun dari kalsium karbonat yang berasal dari sisa-sisa organisme laut.

    Batu gamping memiliki sifat yang keras, padat, massif, dan tersusun atas kalsium karbonat (CaCO3). Selain kalsium karbonat, terdapat batu gamping yang mengandung magnesium.

    5. Batu Konglomerat

    Batu konglomerat.Batu konglomerat. Foto: BPMPK-Kemdikbud.

    Dikutip dari Repository UKSW, batu konglomerat merupakan jenis batu yang sering digunakan sebagai bahan bangunan. Batu ini terdiri dari kerikil-kerikil dengan permukaan yang tumpul. Batuan berasal dari endapan hasil pelapukan batuan beku.

    6. Batu Breksi

    batu breksi.batu breksi. Foto: Alberto C. Vázquez-wikimedia commons

    Batu breksi banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Berbeda dengan batu konglomerat, batu breksi terdiri dari kerikil-kerikil dengan permukaan yang tajam. Proses terbentuknya batu ini karena adanya pelapukan batuan beku.

    7. Batu Andesit

    batu andesit.batu andesit. Foto: James St. John/wikimedia commons

    Batu andesit memiliki warna putih yang keabu-abuan dengan butiran yang kecil. Biasanya batu andesit dimanfaatkan untuk pembuatan bangunan candi dan arca. Jenis batu ini berasal dari magma yang telah membeku di bawah kerak bumi.

    8. Batu Pasir

    batu pasirbatu pasir. Foto: Jon Zander/wikimedia commons

    Batu pasir adalah salah satu batu alam yang digunakan sebagai bahan bangunan. Batu pasir terdiri dari butiran-butiran pasir. Biasanya, batu ini memiliki warna abu-abu, merah, putih, atau kuning. Proses terbentuknya batuan pasir adalah dari hasil proses pelapukan batuan beku yang butirannya kecil.

    9. Batu Serpih

    batu serpih.batu serpih. Foto: byza/pixabay.

    Batu serpih adalah jenis batu yang terdiri dari butiran-butiran lempung atau tanah liat. Batu ini memiliki warna abu-abu kehijauan, merah, atau kuning. Jenis batu tersebut berasal dari endapan hasil proses pelapukan dari batuan tanah liat.

    10. Batu Basal

    batu basalt.batu basalt. Foto: James St. John/wikimedia commons

    Batu basal dapat disebut juga dengan batu lava. Hal ini dikarenakan batu basal terbentuk dari magma yang membeku di bawah lapisan kerak bumi dan bercampur dengan gas sehingga memiliki rongga-rongga kecil. Biasanya batu ini berwarna hijau keabu-abuan dan terdiri dari butiran yang sangat kecil.

    Demikian penjelasan tentang batu alam. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya


    Jakarta

    Seiring berkembangnya teknologi, pekerjaan manusia kini semakin dipermudah dengan adanya mesin dan sistem baru yang diciptakan. Kebanyakan dari sistem baru tersebut juga menggunakan istilah baru, salah satunya yaitu smart home.

    Istilah smart home atau rumah pintar kini semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia, apalagi dengan perkembangan teknologi yang kini semakin maju.

    Lalu, apa sebenarnya arti dari istilah smart home ini?


    Pengertian Smart Home

    Dikutip dari smarthomeenergy.co.uk, istilah smart home sendiri berarti sebuah rumah yang dilengkapi dengan perangkat yang saling terhubung yang bisa diprogram dan dikendalikan dari jarak jauh menggunakan smartphone atau komputer.

    Hal yang paling penting untuk membuat sistem ini berfungsi dengan baik adalah sebuah alat kontrol seperti smartphone dan koneksi internet yang stabil.

    Beberapa sistem rumah yang sudah umum diterapkan dengan sistem smart home di antaranya yaitu:

    1. Sistem penerangan

    2. Pengatur suhu ruangan

    3. Kontrol power (saklar dan colokan listrik)

    4. Pemantau energi

    5. Keamanan (kunci dan kamera pengawas)

    6. Sistem hiburan rumah

    Fungsi Smart Home

    Sistem smart home ini menggunakan teknologi otomatis yang akan memberikan informasi dan umpan balik kepada pemilik rumah dari hasil pantauan beberapa aspek di sebuah rumah. Kontrol pintar dari smart home ini sendiri dapat diatur atau diprogram secara mandiri.

    Contohnya seperti smart refrigerator (kulkas pintar) yang bisa memberikan katalog dari setiap isi yang ada di dalamnya, memberikan saran menu, memberikan saran alternatif yang lebih sehat, hingga bisa otomatis memesankan bahan-bahan yang sudah habis terpakai.

    Dengan adanya sistem smart home pada rumah, kualitas hidup kita juga akan menjadi lebih baik lagi. Sistem smart home juga bisa meningkatkan efisiensi energi pada rumah kamu

    Manfaat Smart Home

    1. Pemantauan Jarak Jauh

    Perangkat rumah yang memiliki sistem smart home bisa memberikan akses kepada pemilik rumah untuk memantau kondisi rumah secara real-time dari jarak jauh.

    2. Interkonektivitas

    Sistem smart home bisa saling terikat satu sama lain, sehingga alat-alat tersebut bisa saling bekerja sama satu sama lain.

    3. Keamanan Barang

    Perangkat dengan sistem smart home bisa memberikan peringatan kepada pemilik bila ada sesuatu hal yang terjadi.

    4. Mendeteksi Kesalahan

    Beberapa perangkat smart home bisa memantau keadaan sebuah rumah, seperti adanya kebocoran, atau banjir. Dengan adanya sistem smart home ini, kerusakan berlebih pada rumah bisa dicegah.

    5. Keamanan Rumah

    Beberapa perangkat seperti kamera pengawas dan alarm keamanan bisa memiliki sensor gerakan, sehingga rumah bisa aman dari tindak kejahatan tanpa perlu menggunakan banyak energi.

    6. Hemat Daya

    Kebanyakan dari perangkat sistem smart home bisa memberikan peringatan penggunaan daya kepada pemiliknya, sehingga bisa meningkatkan efisiensi daya hingga mengurangi emisi karbon dan biaya yang dikeluarkan.

    7. Mudah Diatur

    Perangkat smart home umumnya bisa diatur sesuai dengan preferensi pengguna.

    8. Kontrol Cerdas

    Banyak perangkat smart home yang juga bisa dikontrol dengan suara, bahkan ada juga yang bisa aktif ketika kondisi tertentu terpenuhi, sehingga pengguna tidak perlu melakukan apa-apa lagi.

    9. Keamanan Bagi Orang Tua

    Dengan adanya kamera, tombol darurat, dan sistem komunikasi, orang tua atau lanjut usia bisa dengan cepat terhubung dengan orang lain ketika berada dalam kondisi darurat.

    Cara Kerja Smart Home

    Dikutip dari investopedia.com, cara kerja sistem smart home adalah dengan mengaitkan perangkat kontrol utama seperti smartphone atau komputer dengan perangkat pintar yang ada di rumah seperti kunci pintu, kamera pengawas, lampu, dan sebagainya. Nantinya, perangkat yang sudah dikaitkan dengan perangkat kontrol utama bisa diprogram sesuai dengan kebutuhan pengguna.

    Kebanyakan perangkat smart home sudah dilengkapi dengan kemampuan ‘self-learning’. Dengan kemampuan ini, perangkat pintar bisa mempelajari pola jadwal pengguna, sehingga mereka juga bisa memberikan penyesuaian bila diperlukan.

    Saat perangkat smart home terpasang di sebuah rumah, perangkat ini bisa dikaitkan dengan sistem lainnya yang termasuk ke dalam perangkat ‘Internet of Things’ (IoT). Setelah dikaitkan, perangkat ini akan bisa saling berbagi informasi.

    Itu dia sedikit penjelasan mengenai apa itu smart home serta fungsi dan cara kerjanya. Setelah memahami sistem smart home ini, apakah kamu tertarik buat pasang sistem smart home di rumah kamu?

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Manfaat Pasang Pagar di Halaman Rumah buat Keamanan-Estetika


    Jakarta

    Rumah adalah properti yang perlu dilindungi pemilik rumah, salah satunya dengan memasang pagar rumah. Banyak rumah dibatasi dengan pagar umumnya untuk meningkatkan keamanan rumah.

    Pagar bisa memberikan proteksi tambahan dengan menghalangi apapun untuk keluar dan masuk halaman rumah. Selain untuk keamanan, pagar juga bisa menambah nilai estetika rumah.

    Kalau kamu masih bingung atau mempertimbangkan untuk memasang pagar rumah, bisa cek penjelasan berikut ini, dikutip dari Lynx Fence, Kamis (20/6/2024).


    Manfaat Pagar Rumah

    1. Memproteksi Rumah

    Mempunyai pagar rumah menjadi langkah preventif untuk memastikan anak kecil yang berkeliaran di jalan atau halaman tetangga. Pagar juga akan mencegah hewan liar dan hewan peliharaan tersesat masuk ke halaman dan menjaga rumah kamu terlindung dari rencana jahat maling atau penyusup.

    2. Hewan Peliharaan Tidak Akan Lari

    Pagar rumah bisa mengamankan hewan supaya tidak kabur. Hewan peliharaan yang penurut seperti anjing bisa kabur apalagi memelihara kelinci maka memasang pagar akan memastikan hewan peliharaan nggak akan berkeliaran di jalan sehingga bisa tertabrak kendaraan.

    Ini juga akan menjauhkan hewan liar dari halaman. Hal ini sangat penting terutama di area di mana hewan liar cenderung berkeliaran di halaman belakang rumah, karena mereka bisa berbahaya.

    3. Harga Properti Naik

    Beberapa calon pembeli memiliki kriteria membeli rumah yang memiliki pagar, terutama mereka yang memiliki anak-anak atau hewan peliharaan, seringkali menganggap pagar yang ada sebagai hal yang penting.

    Oleh karena itu, calon pembeli tak perlu repot memasang pagar lagi. Lalu, pagar hias akan meningkatkan daya tarik dari tepi jalan.

    4. Menghindari Sengketa Jalur Properti

    Memasang pagar adalah cara yang dapat diandalkan untuk menyelesaikan sengketa batas properti. Bahkan jika tetanggamu kini bukan tipe orang yang punya sengketa lahan pagar akan mencegah masalah serupa terjadi di masa depan.

    Pastikan untuk bekerja sama dengan surveyor dan pemerintah kota untuk mengetahui secara pasti di mana garis properti berada.

    Itulah beberapa manfaat yang didapat kalau mempunyai pagar rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Upah Tukang Bangunan 2024, dari Tukang Kayu-Pasang Listrik



    Jakarta

    Saat akan membangun maupun renovasi rumah, tentunya memerlukan tukang. Untuk membangun atau renovasi rumah bisa dilakukan oleh tukang harian maupun tukang borongan, tergantung dengan keperluan.

    Jika renovasinya minor, kamu bisa menggunakan tukang harian. Penggunaan tukang harian ketika membangun rumah bisa saja lebih hemat jika dilakukan pengawasan setiap harinya, sehingga tidak ada pekerjaan yang tertunda atau terlewat.

    Kira-kira berapa ya biaya jasa tukang harian? Dilansir dari Lamudi, berikut ini daftarnya.


    Jasa Satuan Harga
    Tukang Kayu Per hari Rp 110.000
    Tukang Gali Per hari Rp 95.000
    Tukang Besi Beton Per hari Rp 120.000
    Tukang Batu Per hari Rp 100.000
    Tukang Cat Per hari Rp 115.000
    Tukang Besi Profil Per hari Rp 125.000
    Tukang Ledeng Per hari Rp 115.000
    Tukang Listrik Per hari Rp 120.000

    Sebagai catatan, harga tersebut bisa berubah tergantung dari wilayah tempat tinggal.

    Sementara itu, dalam catatan detikProperti pada 2023, Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky mengatakan harga tukang berbeda-beda setiap daerahnya. Misalnya, untuk di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) upah tukang harian sekitar Rp 150.000-200.000.

    “Tergantung di daerah juga, tapi kalau di daerah Jabodetabek itu masih ada Rp 150-200 ribu itu ada, tergantung dari kualitas, kecepatan, dan ketelitian tukang,” tuturnya kepada detikProperti, ditulis Jumat (15/12/2023).

    Beda lagi dengan harga kenek. Kenek di sini maksudnya adalah pekerja yang membantu tukang. Panggah menyebutkan, upah kenek bangunan per hari bervariasi, untuk di Jabodetabek sekitar Rp 100.000-130.000.

    Sementara itu, untuk upah mandor atau kepala tukang sedikit lebih tinggi dari harga tukang dan kenek. Upah mandor sekitar Rp 200.000-250.000 per hari.

    “Kalau mandor bisa Rp 200.000-250.000 karena dia kan tipenya hanya pengawas aja, jadi dia yang akan mimpin,” ungkapnya.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakai Plafon PVC atau GRC, Mana yang Lebih Bagus?


    Jakarta

    Ketika membangun sebuah rumah, pastinya perlu memperhatikan bahan dan desain yang ingin dipakai pada rumah tersebut. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah memilih jenis bahan yang akan digunakan untuk plafon rumah.

    Memilih jenis bahan plafon ini nyatanya sangat penting lho. Fungsi dari plafon ini bukan hanya sebagai dekorasi semata saja, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung atau pelapis antara langit-langit atap dengan ruangan di bawahnya.

    Maka dari itu penting bagi kamu untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari setiap jenis plafon sebelum memakainya.


    Beberapa jenis plafon yang sering digunakan di Indonesia belakangan ini adalah plafon PVC dan plafon GRC. Walaupun sekilas terlihat sama, nyatanya kedua bahan ini memiliki kekurangan dan kelebihan yang cukup besar lho.

    Bila kamu penasaran, ayo simak ringkasannya di bawah ini.

    Plafon PVC

    Dikutip dari coowinwpc.com, Kamis (20/6/2024), plafon PVC adalah plafon yang terbuat dari bahan jenis plastik Polyvinyl Chloride, dan biasa digunakan pada interior sebuah bangunan.

    Bahan ini sering dijadikan andalan pemilik rumah karena bahan PVC tidak memerlukan banyak perawatan khusus serta memiliki daya tahan yang bagus dan harganya cenderung murah.

    Kelebihan Plafon PVC

    1. Harga yang Murah

    Salah satu alasan utama plafon PVC digemari oleh banyak orang adalah karena harganya yang cenderung lebih murah dibandingkan dengan bahan lainnya.

    2. Perawatannya Mudah

    Bahan PVC tidak memerlukan banyak perawatan. Selain itu, plafon dengan bahan PVC juga mudah dibersihkan dan tidak perlu sering dicat ulang atau diperbaiki. Oleh karena itu, bahan PVC juga sering digunakan di tempat yang kotor.

    3. Daya Tahan yang Baik

    Bahan PVC memiliki daya tahan yang baik dan bisa bertahan hingga waktu yang lama. Umumnya, panel PVC bisa bertahan dari 10 hingga lebih dari 15 tahun lamanya.

    Tidak sampai situ saja, panel PVC juga tahan terhadap cairan/kelembaban dan serangan serangga, sehingga panel PVC tidak mudah pudar, rusak, ataupun membusuk. Panel PVC juga memiliki lapisan kuta yang tahan dengan goresan.

    4. Mudah Untuk Disesuaikan

    Pilihan panel PVC sangat beragam, kamu bisa dengan mudah menemukan banyak desain panel dan warna yang berbeda, sehingga panel PVC sangat cocok bagi kamu yang ingin berkreasi.

    Panel PVC juga bisa dicat ulang, sehingga bila nantinya kamu ingin mengubah warna aslinya, kamu bisa mengecat ulang panel tersebut dengan warna cat baru yang disukai.

    Kekurangan Plafon PVC

    1. Tidak Tahan Suhu Tinggi

    Panel PVC memiliki karakter yang kurang cocok ditempatkan pada lokasi dengan suhu yang tinggi. Suhu yang terlalu tinggi bisa membuat panel PVC mengkerut, bengkok, bahkan hingga retak atau pecah.

    Panel PVC juga bahkan bisa mudah terbakar bila tidak dilapisi dengan bahan tahan api. Maka dari itu, panel PVC tidak cocok untuk dijadikan plafon di dapur dan ruangan yang memiliki banyak sumber panas lainnya.

    2. Penampilan Kurang Menarik

    Panel PVC memiliki bentuk fisik yang terlihat seperti plastik murahan. Maka dari itu, bila kamu ingin menggunakan panel PVC, cobalah untuk mencari yang lebih bertekstur dan tidak berwarna terlalu mengkilap.

    3. Memiliki Dampak Buruk Terhadap Lingkungan

    Bahan utama untuk membuat panel PVC adalah phthalates atau ester ftalat. Seiring waktu, bahan ini akan mengeluarkan gas beracun yang berbahaya untuk manusia.

    Selain itu, bahan PVC ini tidak mudah terurai, menjadikannya sebagai bahan yang tidak ramah lingkungan.

    4. Strukturnya Kurang Kuat

    Dibandingkan dengan bahan lainnya, panel PVC memiliki struktur yang lebih rapuh dan tidak memiliki daya tahan beban yang tinggi, sehingga panel PVC ini akan mudah untuk rusak bila terkena beban berlebih.

    Plafon GRC/GRFC

    Dikutip dari civilengineersforum.com, Glass Reinforced Concrete (GRC) atau Glass Fibre Reinforced Concrete (GFRC) merupakan campuran beton yang mempunyai fiberglass berkekuatan tinggi dalam campurannya. Campuran GRFC sendiri terdiri dari semen portland, agregat halus, penguat serat kaca, aditif, co-polimer akrilik, dan air.

    Dengan bantuan fiberglass di dalamnya, campuran ini akan menghasilkan beton yang sangat kuat dan agak fleksibel yang juga melindungi beton dari kerusakan lingkungan selama bertahun-tahun.

    Tidak seperti beton biasa, GFRC Ini ringan dan tahan lama dan dapat dicetak menjadi berbagai bentuk.

    Kelebihan Plafon GRC/GFRC

    Dikutip dari asurco.com.au, ada 10 kelebihan dari GRC atau GFRC.

    1. Ringan

    GRC memiliki bobot 75% lebih ringan dari beton tradisional biasa.

    2. Kuat

    Dibandingkan dengan beton besi tradisional, beton GRC terbukti lebih kuat hingga 3x lipatnya. Kekuatannya ini datang dari fiberglass yang dicampurkan ke dalam beton tersebut.

    3. Punya Daya Tahan yang Baik

    GRC atau GFRC memiliki daya tahan air serta daya tahan terhadap aktivitas seismik dan kondisi cuaca buruk yang sangat baik. Selain itu, GFRC juga fleksibel, sehingga kecil kemungkinannya untuk retak saat diberi tekanan.

    4. Tidak Mudah Terbakar

    Seperti beton pada umumnya, GRC memiliki daya tahan api yang sangat tinggi, sehingga bahan ini tidak mudah untuk terbakar.

    5. Ramah Lingkungan

    Bahan beton GFRC memiliki sifat 60% lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan beton biasa. Komponen yang digunakan dalam GRC memiliki tingkat toksisitas yang rendah dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan atau ekosistem. Selain itu, beton GRC juga terbuat dari bahan daur ulang seperti pasir dan air.

    6. Banyak Pilihannya

    GRC tersedia dalam berbagai bentuk, warna, dan tekstur. Biasanya tekstur motif yang tersedia berupa beton, batu alam, terakota (tanah liat), kayu, dan panel halus.

    7. Akustik

    Beton GRC bisa didesain dengan berbagai kebutuhan akustik, seperti karakter kedap atau meredam suara, menyempurnakan suara di dalam ruangan dengan permukaan berlubang dan bertekstur, atau memperkuat suara agar bisa didengar di berbagai sudut.

    8. Mudah Dirawat

    Beton GRC cenderung mudah dirawat. Bila beton ini kotor atau rusak, kamu hanya perlu air mengalir dari selang saja untuk membersihkannya.

    9. Mudah untuk Dipasang

    Dibandingkan dengan beton tradisional, beton GRC tidak akan terpengaruh oleh cuaca ketika pemasangannya. Dalam cuaca seperti apapun beton GRC bisa dipasang dengan mudah.

    10. Murah

    Karena perawatan dan pemasangannya yang mudah, kamu bisa lebih menghemat pengeluaran biaya

    Kekurangan Plafon GRC atau GFRC

    Dikutip dari maplefacades.co.uk, beton GRC atau GFRC memiliki beberapa kekurangan yaitu.

    1. Coating

    Pilihan dari Coaching atau lapisan luar GRC sangat terbatas.

    2. Tidak Bisa Diubah Setelah Dipasang

    Setelah beton GRC terpasang, beton tidak bisa dibentuk lagi karena beton ini kaku.

    3. Sulit Dipindahkan

    GFRC cenderung mudah pecah saat proses pemindahan dari satu tempat ke tempat lain. Jika ingin dipindahkan, mungkin kamu akan membutuhkan beberapa bantuan tenaga kerja.

    Itu dia penjelasan dan perbandingan antara plafon berbahan PVC dan plafon berbahan GRC/GFRC. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelebihan dan Kekurangan Baja Ringan Vs Kayu Sebagai Rangka Atap


    Jakarta

    Atap adalah salah satu bagian utama dalam bangunan rumah yang berfungsi untuk melindungi rumah dari terpaan cuaca. Untuk membuat atap, dibutuhkan rangka atap yang biasanya menggunakan material seperti baja ringan atau kayu.

    Melansir dari jurnal yang berjudul Analisa Perbandingan Rangka Atap Baja Ringan dan Rangka Atap Kayu dari Segi Analisis Struktur dan Anggaran Biaya yang ditulis oleh Devi Oktarina dan Agus Darmawan pada 2015, konstruksi rangka atap merupakan bentuk konstruksi untuk menyangga konstruksi atap yang terletak pada kuda-kuda.


    Nah, material baja ringan dan kayu bisa menjadi pilihan untuk membuat rangka atap. Keduanya pun memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang bisa kamu pertimbangkan.

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, berikut ini kelebihan dan kekurangan rangka atap baja ringan dan rangka atap kayu.

    Rangka Atap Baja Ringan

    Kelebihan:

    – Tahan terhadap rayap. Hal itu karena baja ringan terbuat dari besi.
    – Pemasangannya mudah. Sebab, baja ringan bisa dipotong dan disesuaikan dengan mudah.
    – Tahan lembab

    Kekurangan:

    – Penghantar listrik. Maka dari itu, harus berhati-hati ketika pemasangan jalur instalasi listrik. Usahakan kabel tidak ada kabel terbuka yang menempel di rangka baja ringan.

    Rangka Atap Kayu

    Kelebihan:

    – Aman dari masalah kelistrikan. Sebab, kayu merupakan isolator atau benda yang tidak bisa menghantarkan listrik ataupun panas.

    Kekurangan:

    – Mudah lapuk dan dimakan rayap
    – Butuh waktu lama pembuatannya karena kayu berasal dari alam dan perlu diolah sedemikian rupa terlebih dahulu.

    Harga Rangka Atap Baja Ringan dan Rangka Atap Kayu

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, harga rangka atap baja ringan dengan rangka atap kayu tidak jauh berbeda. Rentangnya sekitar Rp 150.000-200.000/m2.

    Demikian informasi terkait kelebihan, kekurangan, hingga harga rangka atap baja ringan dengan rangka atap kayu. Semoga bermanfaat ya!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Memilih Pintu Interior agar Tampilan Rumah Kian Cantik


    Jakarta

    Meski pintu depan dapat memberikan kesan pertama dari sebuah rumah, pintu interior juga tak kalah pentingnya lho. Pintu bagian dalam dapat mempengaruhi arsitektur dan estetika rumah secara keseluruhan.

    Pintu interior memegang peranan besar dalam menyatukan setiap ruangan rumah. Sayangnya, tak sedikit yang mengabaikan dan tidak memberikan perhatian lebih terhadap hal ini.

    Di sisi lain, sebagian orang dibuat bingung saat memilih pintu interior untuk huniannya. Supaya tidak salah pilih, simak sederet cara memilih pintu interior yang tepat di bawah ini.


    Tips Memilih Pintu Interior

    Ada beberapa hal yang mesti dipertimbangkan ketika memilih interior pintu. Mengutip dari laman Houzz dan DK Studio, berikut tips memilih pintu interior yang tepat:

    1. Pilih Material Pintu

    Pertama, perhatikan jenis bahan yang digunakan untuk membuat pintu. Sebagian orang mungkin sudah memiliki preferensi materialnya masing-masing. Namun, lainnya bisa saja masih bingung dengan banyaknya pilihan bahan yang tersedia.

    Di pasaran, dapat ditemukan material pintu dari kayu solid, medium density fiberboard (MDF), komposit, hingga kaca. Pintu dengan inti yang solid biasanya lebih baik dalam meredam suara. Punya bobot lebih berat dan kesannya mewah. Serta lebih awet dibanding pintu inti berongga.

    Di sisi lain, pintu inti berongga cukup ringan dan lebih mudah dipasang. Perlu diingat, material yang dipakai dapat mempengaruhi harga dan usia pintu itu sendiri.

    2. Tentukan Tinggi dan Lebar Idealnya

    Ukuran pintu interior juga mesti dipikirkan secara matang. Pintu yang tinggi dan lebih lebar dapat berdampak baik pada tampilan rumah. Selain itu, pintu lebar juga memudahkan akses kursi roda bila ada penyandang disabilitas yang perlu dipertimbangkan.

    Akan tetapi, ketinggian langit-langit rumah mempengaruhi ukuran pintu interior yang dapat dipasang. Pintu yang terlalu tinggi mungkin bisa tidak bagus untuk estetika hunian.

    3. Pertimbangkan Fungsi Pintu

    Fungsi pintu termasuk faktor yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, apa gunanya pemasangan pintu tersebut? Pintu interior mungkin dipasang dengan gaya dan maksud tertentu.

    Contohnya, pintu geser yang berguna jika hanya tersedia ruang terbatas. Pintu saku yang dirancang agar menyatu dengan dinding, jadi seolah tak ada pintu. Ataupun pintu berlapis kaca yang ditujukan agar cahaya alami dari satu ruangan dapat masuk ke ruangan lain.

    4. Tetapkan Gaya dan Desainnya

    Gaya pintu mengacu pada cara pintu terbuka dan tertutup. Pintu ayun konvensional menjadi yang paling umum dipilih. Model pintu tunggal ini dapat dibuka ke dalam atau luar tergantung denah lantai.

    Kalau ingin punya rumah dengan kesan megah, pintu Perancis dapat dipilih. Atau bila mau kesan rumah luas dan hanya perlu menutup pintu sesekali, pintu bi-fold pilihannya.

    Selain itu, pilihlah desain pintu yang sesuai selera dan serasi dengan rumah. Jika memilih desain yang sedang populer, itu bisa saja hanya bagus sesaat dan dapat menjadi tidak menarik lagi nantinya.

    5. Pikirkan Warna Pintu yang Cocok

    Warna pintu interior juga perlu dipikirkan dengan baik. Entah apakah pintu mau kontras atau menyatu dengan setingan interior sekelilingnya.

    Warna cat netral atau warna yang serasi dengan dinding dan langit-langit dapat dipilih kalau menginginkan visual dalam rumah yang seragam. Warna kontras bisa dipertimbangkan jika menginginkan pintu interior yang terlihat menonjol.

    6. Spesifikasi Perangkat Pintu

    Perangkat seperti pegangan, kenop, kunci, maupun engsel dapat berdampak pada tampilan pintu. Meski hanya mempengaruhi visual, sebagian orang tetap ada yang memperhatikan hal detail ini.

    Jika ingin menyatu sempurna dengan interior di sekeliling, perangkat pintu bisa disesuaikan. Contohnya, bila perlengkapan atau furnitur rumah kebanyakan dari logam maka spesifikasi pintu bisa sama. Kalau sebagian besar dari kayu, tuas pintu juga dapat bermaterial kayu.

    Nah, itu tadi sederet cara memilih pintu interior yang tepat untuk bagian dalam rumah. Semoga nggak bingung lagi ya detikers saat memilih pintu ruangan hunian.

    (azn/inf)



    Sumber : www.detik.com