Blog

  • Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Lantai Keramik Rumah Terangkat dan Pecah


    Jakarta

    Keramik menjadi pilihan populer untuk lantai di rumah. Tentu ini menjadi pilihan yang bagus karena materialnya yang tahan lama, awet, dan mudah dibersihkan.

    Akan tetapi dilansir dari The Floor Trader Outlet (21/6/2024) walaupun lantai keramik begitu kuat bukan tidak mungkin ubin lantai retak, terangkat, atau bahkan meledak. Masalah tersebut harus segera diatasi segera mungkin sebelum menyebabkan masalah baru seperti air merembes di bawah ubin dan menjadi sarang jamur.

    Nah jika kamu melihat ada lantai keramik rumah yang terangkat, pecah atau bahkan meledak, berikut penjelasan mengenai penyebab dan cara mengatasinya.


    Penyebab Lantai Keramik Terangkat dan Pecah

    Lantai keramik yang terangkat dan pecah disebut dengan popping. Mengutip dari catatan detikProperti (21/6/2024), secara umum penyebab lantai keramik terangkat atau meledak adalah adanya udara yang masuk ke bawah keramik.

    Udara panas tersebut membuat nat keramik mengalami keretakan dan menimbulkan celah atau rongga masuknya udara ke bawah keramik. Hal tersebut membuat keramik terangkat atau bahkan meledak.

    Merangkum dari The Floor Trader Outlet (21/6/2024), terdapat beberapa penyebab yang mengakibatkan lantai mengalami popping sebagai berikut.

    1. Perubahan Suhu

    Lantai keramik bisa mengembang saat panas dan menyusut saat dingin. Memang perubahannya dalam skala kecil dan tidak terlihat, tetapi jika terjadi dari waktu ke waktu ini menyebabkan banyak pergeseran. Oleh karena itu, perubahan suhu dapat menyebabkan keramik lantai longgar, retak, atau terangkat.

    2. Pergerakan Pondasi Rumah

    Seiring waktu, rumah akan mengalami pergerakan kecil akibat perubahan alami seperti penyusutan material bangunan, perubahan kelembaban, dan tekanan tanah. Ini adalah proses alami yang terjadi perlahan selama bertahun-tahun.

    Proses ini dapat menyebabkan sedikit perubahan pada pondasi dan struktur rumah, yang mempengaruhi dinding dan lantai. Pada keramik lantai kondisi ini memungkinkan untuk menjadikan ubin retak atau terangkat.

    3. Jenis Perekat

    Perekat yang biasa digunakan untuk merekatkan keramik dengan lantai adalah semen. Sayangnya tidak semua perekat diciptakan sama dan beberapa tidak cukup kuat untuk menahan ubin sehingga bisa menyebabkan ubin longgar dari waktu ke waktu. Bahkan perekat berkualitas tinggi pun akan melemah seiring waktu dan akhirnya dapat menyebabkan ubin retak atau terangkat.

    4. Cara Pemasangan

    Cara pemasangan ubin juga berpengaruh kepada ketahanan lantai keramik iru sendiri. Misalnya jika metode pemasangan dengan menempatkan titik perekat di setiap sudut atau hanya satu titik di tengah keramik. Metode tersebut bisa saja menyisakan ruang atau celah untuk udara sehingga lantai keramik berpotensi terangkat dan pecah.

    5. Perbedaan Permukaan

    Jika permukaan di bawah ubin (seperti lantai beton atau kayu) tidak rata, maka ubin tidak bisa terpasang dengan stabil.

    Ketidakteraturan pada permukaan ini dapat menyebabkan ubin bergerak ketika ada tekanan yang akhirnya menyebabkan ubin longgar atau retak. Oleh karena itu jika ada tonjolan atau lekukan sebaiknya diratakan terlebih dahulu.

    Cara Memperbaiki Lantai Keramik Terangkat dan Pecah

    Setelah ubin retak, mustahil untuk memperbaikinya tanpa meninggalkan bekas yang tampak. Lebih baik mengganti ubin daripada mencoba memperbaikinya. Berikut caranya.

    • Potong nat di sekitar ubin yang retak menggunakan alat pemotong nat.
    • Angkat keramik yang retak, jika tidak bisa gunakan palu atau bor.
    • Bersihkan puing-puing.
    • Pasang keramik baru dengan cara yang benar dan perekat yang berkualitas sehingga tidak terangkat lagi.
    • Oleskan nat baru di antara keramik yang telah dipasang.

    Harap lakukan dengan hati-hati ketika melakukan proses di atas supaya tidak merusak lantai keramik yang ada.

    Cara Mencegah Keramik Lantai Terangkat dan Pecah

    Masalah seperti ini sebenarnya bisa dicegah saat pemasangan ubin pertama kali. Berikut caranya:

    1. Pasang Keramik dengan Baik dan Benar

    Ya, memasang keramik dengan baik dan benar menggunakan adukan mortar yang tepat bisa meminimalisir lantai terangkat. Selain itu, gunakan perekat khusus keramik yang sifatnya lebih kuat dibandingkan semen biasa.

    2. Cek Nat Keramik secara Berkala

    Mengecek nat keramik secara berkala perlu dilakukan. Lalu, jika ditemukan celah atau rongga segera tutup nat keramik dengan baik dan benar.

    3. Perkirakan Potensi Banjir

    Jangan lupa untuk memperkirakan potensi banjir pada hunian. Jika hunian rawan banjir, segera tinggikan lantai rumah.

    Itu dia ulasan mengenai penyebab dan cara mengatasi lantai keramik yang terangkat dan pecah. Semoga bermanfaat.

    (khq/khq)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Tahu Perbedaan Bunga Mengambang vs Bunga Tetap pada KPR?


    Jakarta

    Jika kamu memiliki rencana untuk membeli rumah menggunakan KPR, kamu harus tau tentang bunga mengambang (floating) dan juga bunga tetap (fix). Dalam pembayaran cicilan KPR, ada dua komponen yang harus dibayarkan yaitu cicilan pokok dan juga bunga bank.

    Seperti pada pinjaman jenis lain, bank juga punya suku bunga khusus yang diberikan untuk KPR. Besaran bunga ini berbeda-beda di tiap bank, dan juga ada dua jenis, yaitu bunga tetap dan bunga mengambang. Kedua jenis bunga ini berbeda baik dari besarannya dan juga ketetapannya.

    Lantas apa saja perbedaan antara bunga tetap dan bunga mengambang?


    1. Suku Bunga Tetap (fixed)

    Melansir dari OJK, suku tetap (fixed) berarti tingkat bunga yang nilainya tetap alias tidak berubah. Selanjutnya, ketetapan suku bubga tetap dibatasi waktu. Walaupun ada beberapa bank yang memberi suku bunga tetap sampai akhir masa kredit, tapi kebanyakan bank memberlakukan pembatasan waktu.

    Contohnya, apabila nasabah yang mengambil KPR mendapatkan bunga tetap selama 3 tahun, maka nasabah akan membayar nominal bunga yang sama selama 3 tahun awal cicilan. Namun, mulai bulan ke-4 nasabah akan dikenakan bunga mengambang (floating) atau sesuai dengan tingkat suku bunga yang ditetapkan.

    Salah satu keuntungan dari suku bunga tetap adalah jumlah cicilan yang harus dibayar tiap bulan nilainya tidak akan berubah selama kurun waktu yang diatur. Jadi, nasabah akan membayar nominal yang sama tanpa terpengaruh oleh naik-turunnya kondisi perekonomian dan tingkat suku bunga yang ditetapkan perbankan.

    2. Suku Bunga Mengambang (floating)

    Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), suku bunga mengambang diartikan sebagai suku bunga yang selalu berubah mengikuti suku bunga di pasaran. Jika suku bunga di pasaran naik, maka suku bunganya juga ikut naik, begitupun sebaliknya.

    Keuntungan dari suku bunga mengambang (floating) bia dirasakan nasabah ketika tren bunga kredit sedang menurun. Hal ini dikarenakan sifat bunga mengambang yang memang dipengaruhi oleh suku bunga di pasaran. Jadi saat bunga kredit sednag turun, nasabah bisa mendapat bunga yang rendah sesuai penurunan yang terjadi. Akan tetapi, jumlah cicilan bisa kembali naik jika suku bunga pasar dalam tren naik.

    Biasanya, suku bunga mengambang mulai berlaku dalam kurun beberapa tahun setelah nasabah menyicil KPR. Besaran bunga yang dibayarkan pun ditentukan oleh pihak bank. Umumnya, bank menentukan besaran suku bunga floating dalam kurun 6-12 bulan sekali.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengertian, Tempat Pemasangan, dan Kelebihannya


    Jakarta

    Lampu adalah interior penting di rumah sebagai penerangan dan penambah estetika pada ruangan. Kini, jenis lampu cukup beragam bisa menyesuaikan dengan model ruangan di rumah. Salah satu jenis lampu yang semakin banyak digunakan adalah downlight.

    Jenis lampu downlight dikenal sebagai lampu yang memberikan sorot yang lembut tetapi cahayanya menyebar ke seluruh ruangan sehingga tetap terang. Downlight juga bisa memberikan kesan elegan jika dipakai di lokasi tertentu pada ruangan.

    Untuk lebih jelasnya, melansir dari Meteor Electrical, Kamis (20/6/2024), berikut pengertian, tempat pemasangan, fungsi lampu downlight.


    Pengertian Downlight

    Downlight merupakan lampu yang memiliki efek penerangan yang terarah dan fokus sehingga memberikan aksen pada ruangan. Lampu downlight berbeda dengan dengan lampu sorot. Keduanya memiliki komponen lampunya berbeda. Dari hasil pencahayaan juga berbeda. Downlight fokus memusatkan cahaya ke arah bawah, sedangkan lampu sorot menghasilkan banyak sorot cahaya.

    Tempat Pemasangan Downlight

    Downlight biasanya digunakan untuk penerangan area yang luas karena cahaya yang dihasilkan merata ke seluruh area. Jenis lampu ini biasa digunakan di rumah dan bangunan komersial seperti hotel dan mal karena memberikan aksen elegan pada ruangan.

    Untuk di area rumah, downlight biasanya dipasang di dapur, ruang tamu, dan kamar mandi. Downlight cocok untuk menonjolkan estetika dan elegan dari sebuah fitur arsitektur, karya seni, atau elemen dekoratif yang membuat ruangan tampak hidup.

    Kelebihan Downlight

    Dengan memasang lampu downlight kamu akan mendapat beberapa kelebihan yang tidak ditemukan pada jenis lampu lain yakni lebih hemat listrik. Downlight bisa menghemat konsumsi energi bila disandingkan dengan lampu pijar. Selain itu, downlight bisa bertahan lama dan tetap memberikan pencahayaan yang terang dengan konsumsi energi 75% lebih sedikit dari lampu biasa. Oleh karena itu, downlight disebut lebih ramah lingkungan.

    Manfaat selanjutnya adalah downlight membuat tampilan ruangan terlihat lebih kekinian karena elemen rumah tampak elegan dan modern dibanding dengan pencahayaan lain.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Viral Pohon Nangka Tumbuh Dalam Rumah, Ahli Ingatkan 2 Bahayanya



    Jakarta

    Seorang content creator, Ardiansyah membagikan penampakan rumah pohon miliknya. Videonya viral karena di dalam rumah tersebut terdapat 3 jenis pohon yang sengaja dipertahankan oleh sang ayah yakni pohon nangka, mangga, dan cempedak. Bahkan pucuknya menembus plafon.

    Di luar keunikannya, tentu ada kekhawatiran risiko kerusakan pada bangunan rumah mengingat pohon tersebut masih subur. Lantas, benarkah membuat model rumah pohon seperti milik Ardiansyah dapat membahayakan struktur bangunan?

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky, meletakkan pohon di tengah rumah saat ini sudah menjadi tren. Namun, memang ada beberapa risiko yang mengintai.


    “Yang harus diperhatikan, tumbuhan ini. Tanamannya ini berefek nggak ke rumah? Karena yang harus diperhatikan dalam pemilihan pohon atau tumbuhan di dalam rumah adalah akar,” kata Panggah saat dihubungi detikProperti pada Jumat (21/6/2024).

    Akar pohon yang terus tumbuh dapat merusak keramik di rumah. Sebab, akarnya tumbuh bukan hanya ke dalam tanah, melainkan bisa menembus ke atas. Akar yang masih bertumbuh juga akan menjalar untuk mencari makan.

    “Akar semakin lama, membesar, itu biasanya merusak. Merusak keramik, bisa nabrak ke sloop fondasi gitu. Paling fatalnya bisa sampai bikin ambruk rumah. Misalnya dia ngangkat fondasi, itu bisa jadi guling itu rumah. Yang paling awal pecah berefeknya ke keramik,” jelasnya.

    Selain akar, masalah lain yang ditemui ketika menanam pohon di dalam rumah adalah daun. Menurutnya daun yang berjatuhan dapat menyumbat saluran air di rumah.

    “Sampah daun kering itu biasanya dan sering terjadi, dia akan menyumbat dari pembuangan rumah. Seperti di floor drain di atas, dak beton, atau dak talang. Nah itu, yang sering kita temui, rumah itu tersumbat gara-gara daun di floor drain,” ungkapnya.

    Apabila sampah daun dari pohon menyumbat saluran air akan terjadi penyumbatan. Air yang terhalang sampah akan meninggi. Ketika debitnya semakin tinggi otomatis air akan meluap. Jika saluran yang tersumbat di atas rumah, air bisa menembus hingga ke plafon rumah.

    Panggah menambahkan, pohon yang diletakkan jauh dari saluran air, asal masih berada di sekitar atap akan tetap berpotensi menyumbat. Sebab, daun bisa terbawa angin dan tersangkut di aliran air.

    Untuk mengatasi kedua masalah tersebut, Panggah menyarankan minimal pemilik rumah rajin-rajin untuk membersihkan daun kering tersebut.

    “Harus rajin-rajin membersihkan daun karena kita nggak tau nih daun jatuh nih, nggak langsung jatuh ke bawah. Dia pasti terbang dulu, kemana dulu. Nah nanti bisa menyumbat floor drain,” tuturnya.

    Kemudian, pilih tanaman-tanaman yang akarnya tidak mengganggu dan daunnya sedikit. Dia lebih menyarankan pohon-pohon kecil seperti cataleya.

    Sementara itu, pengecoran pada tanah di sekitar pohon untuk menghentikan pergerakan akar menurutnya bisa saja tidak efektif. Perlu dilihat kembali ketebalan dari akar pohon tersebut. Jika menanam pohon beringin kecil itu tetap berpotensi merusak keramik.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Restrukturisasi KPR: Pengertian dan Prosedurnya


    Jakarta

    Kredit Pemilikan Rumah (KPR) telah menjadi solusi bagi banyak orang yang ingin membeli rumah karena tidak semua orang bisa langsung membeli secara tunai/cash. Namun, salah satu kekurangan dari KPR adalah total jumlah uang yang dibayarkan akan lebih banyak dibandingkan dengan membayar tunai. Hal ini karena cicilan KPR sudah termasuk dengan bunga bank.

    Dalam pembayaran KPR tiap bulannya, banyak juga orang yang ternyata mengalami kendala atau kredit macet. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya PHK atau pandemi seperti COVID-19 lalu. Masalah kredit macet ini bisa berisiko nasabah dinyatakan gagal bayar dan pihak bank bisa menyita rumah yang dibeli dengan skema KPR tersebut.

    Namun, jangan khawatir, karena ada solusi dan upaya yang bisa dilakukan untuk terhindar dari resiko tersebut. Salah satunya adalah dengan restrukturisasi KPR.


    Lantas, apa itu restrukturisasi KPR dan bagaimana prosedurnya?

    Pengertian Restrukturisasi KPR

    Melansir dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Restrukturisasi kredit, termasuk KPR, adalah upaya perbaikan yang dilakukan dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang berpotensi mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya. Mudahnya, ini adalah upaya yang dilakukan oleh pihak bank untuk membantu memperbaiki masalah kredit nasabahnya.

    Restrukturisasi kredit/KPR ini adalah solusi untuk meringankan cicilan nasabah sehingga pembayaran cicilan kembali lancar. Bentuk dari restrukturisasi ini pun beragam, tergantung dari kesepakatan antara pihak bank dan nasabah. Merujuk pada Peraturan OJK No.11/POJK.03/2015 Pasal 1 ayat 4, berikut ini bentuk-bentuk restrukturisasi KPR:

    – Penurunan suku bunga kredit

    – Perpanjangan jangka waktu kredit

    – Pengurangan tunggakan bunga kredit

    – Pengurangan tunggakan pokok kredit

    – Penambahan fasilitas kredit

    – Konversi kredit menjadi Penyertaan Modal Sementara.

    Prosedur dan Syarat Restrukturisasi KPR

    Untuk mengajukan restrukturisasi KPR, tentu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi nasabah sebelum mengajukan kepada pihak bank. Syaratnya adalah sebagai berikut.

    1. Debitur mengalami kesulitan pembayaran pokok dan/atau bunga kredit

    2. Debitur memiliki prospek usaha yang baik dan dinilai mampu memenuhi kewajiban setelah kredit direstrukturisasi.

    Selain itu, nasabah juga harus menyiapkan beberapa dokumen sebelum mengajukan restrukturisasi kredit, seperti:

    – Formulir surat permohonan restrukturisasi

    – Fotokopi identitas diri (KTP)

    – Fotokopi NPWP

    – Fotokopi rekening tabungan.

    Setelah semuanya sudah siap, nasabah yang mengajukan restrukturisasi kredit bisa menunggu pihak bank menghubungi dan mengikuti proses evaluasi hingga selesai. Setelah semua prosesnya selesai, pihak bank akan memutuskan apakah pengajuan restrukturisasi kredit dari nasabah diterima atau tidak.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbandingan Keramik Glossy dan Keramik Matte, Lebih Bagus Mana?


    Jakarta

    Lantai keramik sampai saat ini masih menjadi andalan masyarakat Indonesia ketika memilih jenis lantai pada sebuah rumah. Biasanya, alasan masyarakat Indonesia memilih lantai keramik adalah karena motif dan desainnya yang sangat beragam, dari mulai warna, tekstur, hingga, lapisan finishingnya.

    Nah tahukah kamu, sebenarnya lantai keramik yang dibuat beragam ini ada alasannya tersendiri loh. Bukan hanya dari segi warna dan teksturnya saja, hasil finishing akhir dari sebuah lantai keramik juga memiliki tujuannya masing masing.

    Bila kamu penasaran apa saja perbedaan kegunaan dari finishing akhir dari sebuah keramik, bisa simak ulasannya di bawah ini.


    Perbedaan Lantai Keramik Glossy dan Matte

    Dikutip dari lioliceramica.com, Jum’at (21/6/2024), ada 2 finishing akhir lantai keramik yang sangat populer, di antaranya yaitu glossy (mengkilap) dan matte.

    Walaupun kedua finishing keramik ini dibuat dengan proses yang mirip, tetapi hasil dari kedua produk ini nyatanya memiliki banyak perbedaan. Berikut penjelasannya.

    Apa Itu Keramik Glossy?

    Close-up of white tile background.Ilustrasi keramik glossy Foto: Getty Images/kyoshino

    Keramik dengan finishing glossy memiliki sebuah lapisan kaca cair ekstra yang cukup kuat. Finishing ini memberikan efek kepada hasil produk sehingga terlihat lebih mengkilap dan lebih cerah dengan tekstur permukaan yang sangat halus.

    Lapisan kaca cair ini terbukti bisa meningkatkan kualitas pola dan warna pada keramik tersebut, sehingga menghasilkan tampilan yang mewah yang bisa bertahan hingga beberapa dekade.

    Kelebihan Keramik Glossy

    1. Mudah Dibersihkan

    Lapisan kaca cair pada permukaan keramik memiliki tekstur yang halus dan tidak berpori. Maka dari itu lantai glossy sangat mudah untuk dibersihkan.

    2. Bisa membuat Ruangan Kecil Terlihat Luas

    Seperti namanya, lantai keramik glossy ini memiliki sifat mengkilap dan bisa membuat efek pantulan seperti cermin.

    Oleh karena sifat memantulkan cahayanya tersebut, keramik glossy ini bisa menipu mata manusia untuk meyakini bahwa ruangan tersebut lebih besar daripada aslinya.

    3. Bisa Membuat Rumah Kamu Terlihat Elegan

    Dengan sifat-sifatnya ini, lantai keramik glossy terbukti bisa membuat rumah jadi terlihat cantik dan elegan.

    Kekurangan Keramik Glossy

    1. Kerusakan Lantai Mudah Terlihat

    Karena sifatnya yang mudah memantulkan cahaya, segala bentuk kotoran, kerusakan atau kecacatan kecil pada permukaan keramik ini akan bisa dengan sangat mudah untuk disadari.

    Hal ini membuat pemilik rumah tersebut harus rutin untuk membersihkannya. Bila tidak, rumah tersebut akan terlihat kotor.

    2. Permukaannya Licin

    Karena lantai glossy memiliki tekstur halus dan kemampuan menyerap air yang sangat minim, permukaan lantai ini akan cenderung terasa licin bila ada sedikit saja cairan di atasnya.

    3. Pantulan Cahayanya Kadang Mengganggu

    Lantai yang sangat cerah dan mudah memantulkan cahaya bisa jadi sangat mengganggu fokus mau ketika melakukan aktivitas di dalam rumah.

    Lokasi yang Tepat untuk Memasang Lantai Keramik Glossy

    Karena perawatannya yang sangat mudah, lantai keramik glossy sangat cocok ditempatkan pada tempat yang mudah kotor, seperti dinding kamar mandi, dinding dapur, lantai dapur, hingga meja dapur di rumah kamu.

    Ruang tamu dan kamar tidur juga bisa dipasangi lantai keramik glossy untuk memberikan kesan mewah pada ruangan tersebut. Tidak hanya itu, seperti yang sudah dijelaskan, lantai keramik glossy ini juga sangat cocok untuk dipasang pada ruangan yang sempit atau kecil.

    Belakangan ini ada juga tren dimana dinding rumah dilapisi dengan keramik glossy agar terlihat mewah.

    Apa itu Keramik Matte?

    Ivory porcelain floor tile texture with matte finish seamlessIlustrasi keramik matte Foto: Getty Images/iStockphoto/SMedia

    Keramik dengan finishing matte memiliki satu perbedaan yang sangat mencolok, yaitu sifat dari permukaannya.

    Berbeda dari keramik glossy, keramik matte tidak memiliki sifat mengkilap. Permukaan keramik matte justru memiliki sifat kebalikannya, yaitu kusam dan memiliki permukaan kasar.

    Lapisan khusus yang membuat keramik matte terlihat kusam dan memiliki permukaan kasar ini ditujukan untuk ruangan yang ingin dibuat agar barang/isi di dalam ruangan tersebut jadi terlihat lebih mencolok, sehingga membawakan suasana megah dan elegan.

    Kelebihan Keramik Matte

    1. Memiliki Sifat Anti-slip atau Tidak Licin

    Keunggulan paling utama dari lantai keramik matte adalah karena permukaannya yang kasar. Oleh karena permukaannya yang kasar, keramik matte jadi memiliki sifat anti slip atau anti licin.

    Sifatnya anti slipnya ini sangat cocok digunakan untuk tempat yang sangat rawan untuk tergelincir. Walaupun lantai keramik ini tidak 100% anti tergelincir (apalagi bila permukaan lantai dipenuhi tanah atau air), tetapi dengan adanya lantai ini setidaknya kemungkinan untuk tergelincir bisa berkurang secara signifikan.

    2. Perawatan yang Mudah

    Permukaan kasar dari lantai matte memiliki karakter yang bisa menyembunyikan berbagai noda kecil dan goresan lebih baik daripada lantai glossy. Sehingga lantai ini sangat cocok untuk ditempatkan pada lokasi yang sering dijadikan tempat beraktivitas.

    3. Memberikan Kesan Natural

    Lantai keramik matte bisa memberikan kesan natural dan alami. Tidak hanya itu, lantai matte juga menyediakan efek permukaan seperti kayu, batu, dan beton.

    Kekurangan Keramik Matte

    1. Noda Sulit untuk Dibersihkan

    Permukaan kasar lantai matte memang bisa menyembunyikan noda kecil. Namun, bila lantai tersebut terkena noda yang besar seperti tumpahan cairan, noda tersebut akan sulit untuk dibersihkan karena permukaannya yang tidak merata.

    2. Tidak Cocok untuk Ruangan Kecil

    Karena lantai keramik matte tidak memiliki sifat memantulkan cahaya seperti keramik glossy, lantai keramik matte ini sangat tidak cocok untuk dipasang pada ruangan kecil atau sempit yang minim pencahayaan.

    Bila kamu memasang lantai keramik matte ini pada ruangan kecil atau sempit, ruangan tersebut justru akan terlihat lebih berantakan.

    Lokasi yang Tepat untuk Memasang Lantai Keramik Matte

    Lantai keramik matte cenderung bisa dipasang dimanapun, khususnya di tempat yang membutuhkan sifat anti slipnya, seperti teras, kebun, pinggiran kolam renang, lantai dapur, lantai kamar mandi, dan berbagai tempat rawan basah lainnya.

    Selain itu, lantai keramik matte juga sangat cocok untuk dipasang pada ruang belajar dan kantor, karena lantai matte bisa memberikan suasana tenang. Lantai keramik matte juga sangat cocok untuk rumah tempat beraktivitas anak kecil dan lansia.

    Itu dia penjelasan lengkap mengenai perbedaan kekurangan dan kelebihan dari lantai keramik glossy, dan lantai keramik matte beserta saran tempat-tempat di rumah yang cocok untuk dipasangnya. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan KPR FLPP dan KPR Tapera


    Jakarta

    Jenis cicilan pembelian rumah saat ini cukup beragam salah satunya adalah KPR FLPP dan KPR Tapera. Keduanya merupakan sistem pembelian rumah yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

    Melansir dari BP Tapera, KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) adalah dukungan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan kepada MBR yang pengelolaannya dilaksanakan oleh BP Tapera yang dananya berasal dari APBN. Sementara itu, KPR Tapera adalah penyediaan dana murah jangka panjang berkelanjutan guna pembiayaan perumahan bagi MBR yang dananya berasal dari tabungan peserta Tapera yang telah dilakukan pemupukan.

    Meskipun tujuan sama, keduanya memiliki beberapa perbedaan mulai dari syarat peserta, skema pembiayaan yang tersedia, dan manfaat yang didapatkan. Melansir dari BP Tapera, Sabtu (22/6/2024). berikut perbedaan KPR FLPP dan KPR Tapera.


    Syarat Kepersertaan KPR FLPP dan KPR Tapera

    KPR FLPP

    1. Berkewarganegaraan Indonesia

    2. Belum pernah menerima subsidi atau bantuan pembiayaan perumahan dari pemerintah berupa KPR atau kredit pembiayaan pembangunan rumah swadaya

    3. Orang atau perseorangan yang berstatus tidak kawin atau pasangan suami istri

    4. Tidak memiliki rumah

    5. Memiliki penghasilan tetap atau tidak tetap maksimal Rp 8 juta per bulan

    KPR Tapera

    1. Telah menjadi peserta Tapera minimal selama 12 bulan (dikecualikan bagi PNS eks Peserta Taperum).

    2. Memiliki penghasilan bersih maksimal Rp 8 juta per individu

    3. Belum pernah memiliki rumah, dan berminat untuk mengajukan program Pembiayaan Tapera.

    4. Peserta suami-istri tidak dapat mengajukan program Pembiayaan Tapera secara bersamaan dan tidak dapat memilih jenis pembiayaan yang sama.

    Skema Pembiayaan KPR FLPP dan KPR Tapera

    KPR FLPP hanya menyediakan skema pembiayaan untuk membeli rumah pertama. Sementara itu, KPR Tapera menyediakan 3 skema pembiayaan yakni Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Pembangunan Rumah (KBR), dan Kredit Renovasi Rumah (KRR).

    Manfaat yang Diterima Peserta KPR FLPP dan KPR Tapera

    KPR FLPP

    1. Suku bunga 5% tetap selama jangka waktu, KPR sudah termasuk premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran dan asuransi kredit.

    2. Cicilan KPR maksimal 20 tahun

    3. Uang muka mulai dari 1%

    4. Bebas PPN

    KPR Tapera

    1. Lewat skema KPR, peserta hanya dapat membeli rumah yang sudah jadi. Pilihannya ada di situs Daftar Rumah BTN.

    2. Peserta yang mengambil KPR akan mendapatkan DP 0% serta bebas memilih lokasi rumah.

    3. Peserta yang mengambil KPR mendapatkan plafon kredit yang disesuaikan dengan limit kredit yakni kelompok penghasilan dan zonasi. Lalu untuk tenornya maksimal 30 tahun.

    4. Lewat skema KBR, pembiayaannya untuk membangun rumah pertama di atas tanah milik sendiri/pasangan.

    5. Peserta yang mengambil KBR mendapatkan plafon kredit sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan kelompok penghasilan. Lalu untuk tenornya maksimal 15 tahun.

    6. Lewat skema KRR, pembiayaannya untuk merenovasi rumah pertama milik sendiri atau pasangan.

    7. Peserta yang mengambil KBR mendapatkan plafon kredit sesuai RAB dan kelompok penghasilan. Lalu untuk tenornya maksimal 5 tahun.

    Itulah perbedaan KPR FLPP dengan KPR Tapera. Semoga bermanfaat!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Anti Ribet! 4 Bahan Alami Ini Ampuh Bersihkan Noda Minyak di Dapur


    Jakarta

    Noda minyak banyak ditemui di dapur setelah memasak. Minyak panas yang bercipratan mengenai kompor, dinding, meja, bahkan tidak jarak hingga ke lantai. Alhasil, kaki terasa licin dan tidak nyaman karena noda minyak. Lantas, bagaimana cara membersihkannya?

    Berbeda dari noda lainnya, noda minyak tidak dapat dibersihkan dengan air karena keduanya adalah molekul yang tidak bisa bersatu. Kamu memerlukan bahan lain untuk membersihkan noda minyak di dapur.

    Mengutip dari home.howstuffworks.com, Sabtu (22/6/2024), berikut 4 bahan alami yang efektif bersihkan noda minyak di dapur.


    1. Cuka

    Untuk noda minyak yang membandel dan menempel, terutama yang menempel di kompor dan bagian dalam oven, kamu bisa menyemprotkan cuka putih. Agar lebih aman saat membersihkannya, kamu bisa menggunakan botol semprotan. Tunggu hingga cuka meresap selama kurang lebih lima menit. Asam dalam cuka akan membantu melarutkan dan melunakkan bagian yang keras (kebanyakan merupakan campuran makanan dan minyak), sehingga lebih mudah untuk digosok dengan spons lembut.

    2. Tepung

    Tepung adalah salah satu bahan yang teksturnya cukup padat. Tepung juga merupakan bahan yang mudah ditemukan. Bahkan tidak jarang bahan makanan satu ini selalu dibeli untuk persediaan karena serba guna, salah satunya untuk membersihkan noda minyak.

    Caranya mudah kamu tinggal taburkan tepung pada noda minyak kemudian diamkan tepung selama beberapa menit untuk menyerap minyak. Setelah itu kamu dapat membersihkannya. Cara ini efektif untuk noda minyak basah. Selain itu, gunakan tepung terigu secukupnya agar dan jauhkan dari angin atau alat elektronik seperti kipas angin. Sebab, jika tepung terigu terkena angin justru akan tambah membuat dapur kotor.

    3. Garam dan Alkohol

    Noda minyak mengenai celemek, karpet, atau kain di dapur? Jika noda minyak mengenai bahan tekstil, jangan langsung masukkan ke mesin cuci karena terkadang belum tentu noda minyak tersebut hilang. Kamu perlu mengoleskan garam dan alkohol di atas kain yang terkena noda minyak tersebut. Takarannya, campurkan satu sendok garam dan empat sendok alkohol. Masukkan area yang terkena noda ke dalam larutan tersebut. Tunggu hingga noda hilang dan larutan mengering.

    4. Air dan baking soda

    Bahan alami lainnya yang ampuh bersihkan noda minyak di dapur adalah baking soda yang dicampurkan ke air. Baking soda membantu molekul air dapat menangkap noda minyak yang menempel pada berbagai permukaan.

    Baking soda bersifat basa, yang artinya dapat melarutkan minyak dan lemak dengan baik. Mampu menghilangkan lemak tanpa merusak permukaan yang dibersihkan. Caranya campurkan 3 sendok makan baking soda dengan 1 gelas air. Celupkan spons ke dalam larutan tersebut dan usap noda minyak yang mengenai permukaan di dapur seperti meja dapur, kompor, dan bahkan panci dan wajan.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanaman Ini Cocok Buat Kamu yang Jarang Ada di Rumah


    Jakarta

    Menanam tanaman hias di rumah memang menjadi salah satu pilihan hobi sampingan yang bisa memberikan banyak manfaat. Namun, dewasa ini kita jadi mulai kehilangan waktu luang dan jarang berada di rumah karena alasan pekerjaan.

    Kondisi ini membuat hobi merawat tanaman hias di rumah jadi kurang cocok bagi kamu yang bekerja hingga larut malam di kantor.

    Nah, bagi kamu yang punya kondisi seperti ini, kamu jangan menyerah dulu. Bila kamu masih bersikeras ingin merawat tanaman hias di rumah, kamu bisa coba simak solusinya di bawah ini.


    Dikutip dari realsimple.com, Sabtu (22/6/2024), bagi kamu yang hobi merawat tanaman tapi jarang berada di rumah, ada solusi buat kamu, yaitu dengan memilih jenis tanaman hias yang tidak memerlukan banyak perawatan. Berikut diantaranya.

    Tanaman Hias yang Cocok Buat Kamu yang Jarang di Rumah

    1. Kaktus dan Sukulen

    Succulent in the geometry glass terrariumSucculent in the geometry glass terrarium Foto: Getty Images/iStockphoto/Polina Strelkova

    Tanaman kaktus dan sukulen adalah tanaman yang hanya memerlukan sedikit perawatan. Seperti yang kebanyakan orang sudah ketahui, kaktus ini tidak memerlukan banyak air.

    Menurut pakar tanaman The Sill, Paris Lalicata, spesies kaktus dan sukulen selalu menjadi pilihan populer bagi para hobi berkebun yang menginginkan tanaman yang mudah dirawat dan tahan kekeringan. Ia mengatakan bahwa kaktus bisa bertahan selama dua minggu tanpa air walaupun diletakkan di area yang terpapar sinar matahari langsung.

    2. Lidah Mertua

    ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

    Salah satu tanaman andalan ibu rumah tangga yang satu ini nyatanya sangat cocok bagi kamu yang jarang berada di rumah loh.

    Menurut Lalicata, tanaman lidah mertua bisa bertahan di tempat yang sulit/jarang terpapar sinar matahari. Ia juga mengatakan bahwa tanaman ini bisa bertahan tanpa air hingga 2 minggu, khususnya bila tanaman ini diletakkan pada tempat yang gelap.

    3. Dolar/Pohon Dolar

    Zamioculcas Zamiifolia or ZZ Plant in white flower pot stand on the windowsill. Home plants care concept. Interior of a modern scandinavian style apartmentZamioculcas Zamiifolia or ZZ Plant in white flower pot stand on the windowsill. Home plants care concept. Interior of a modern scandinavian style apartment Foto: Getty Images/iStockphoto/Kseniia Soloveva

    Tanaman hias dengan penampilan warna hijau mencolok ini bisa jadi alternatif bagi kamu yang sering bepergian dalam waktu lama.

    Menurut pendiri Bouquet Box, Courtney Sixx, tanaman ini bisa bertahan pada kondisi cahaya matahari yang terang namun tidak langsung. Ia mengatakan bahwa tanaman ini hanya perlu disiram beberapa minggu sekali saja.

    “Kamu bisa menyiramnya setiap beberapa minggu sekali, biarkan mengering di sela-sela penyiraman. Tanaman ini tumbuh dari rimpang, yang memungkinkannya untuk menyimpan air, sehingga secara alami membuatnya tahan kekeringan. Anggap saja sebagai sumber air cadangan,” ujarnya dikutip dari Real Simple.

    4. Sirih Gading dan Memelong

    house plant heart leaf Philodendron vine in white pothouse plant heart leaf Philodendron vine in white pot Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

    Menurut SIxx, kedua jenis tanaman ini bisa bertahan hidup di tempat dengan cahaya matahari yang terang namun tidak langsung seperti pohon dolar. Kedua tanaman ini juga hanya memerlukan penyiraman air setiap 1 hingga 2 minggu sekali saja. Oleh karena itu, kedua jenis tanaman ini sangat cocok bagi kamu yang sibuk dan jarang ada di rumah.

    5. Janda Bolong atau Monstera

    Tanaman hias monsteraTanaman hias monstera Foto: Getty Images/iStockphoto/didecs

    Tanaman yang belakangan masih populer di kalangan pecinta tanaman hias yang satu ini juga termasuk ke dalam jenis tanaman yang mudah untuk dirawat.

    Menurut Sixx, tanaman yang satu ini juga bisa bertahan hidup di tempat dengan cahaya matahari yang terang namun tidak langsung. Tanaman ini hanya memerlukan penyiraman air setiap 7 hingga 10 hari sekali saja.

    Itu dia beberapa tanaman hias alternatif bagi kamu yang ingin menanam tanaman hias tapi jarang berada di rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Mudah Mengecat Plafon Rumah Nggak Pakai Drama


    Jakarta

    Memiliki hunian yang indah tentu menjadi impian semua orang. Untuk mendapat rumah yang indah, kamu tidak boleh melewatkan detail seperti tampilan plafon rumah.

    Kamu bisa mengecat plafon rumah untuk melengkapi desain interior rumah. Hampir mirip dengan mengecat dinding, kamu bisa menggunakan cat tembok untuk plafon.

    Akan tetapi, bedanya ada pada proses pengecatan yang harus secara vertikal, karena letak plafon ada di atas. Supaya nggak bingung, simak tips cara mengecat plafon berikut ini yang dikutip dari Edupaint, Kamis (20/6/2024).


    Mengapa Harus Mengecat Plafon?

    Mengecat plafon membawa sejumlah keuntungan. Plafon yang dicat tentunya memberikan nuansa ruangan lebih berbeda, sekaligus bisa menonjolkan elemen desain interior.

    Tips Mengecat Plafon

    1. Pindahkan Perabotan

    Pada ruangan yang plafonnya ingin dicat, kamu perlu pindahkan semua peralatan atau tutupi permukaan perabot dan lantai dengan plastik agar cat yang jatuh ke bawah tidak mengenainya.

    2. Tutup Bagian Atas Dinding

    Tips kedua adalah menutupi bagian atas dinding yang berbatasan langsung dengan plafon menggunakan isolasi kertas.

    3. Gunakan Rol untuk Mengecat

    Sebaiknya gunakan rol sebagai alat untuk mengecat plafon. Bersihkan rol terlebih dahulu dari debu dan kotoran yang masih menempel. Untuk membersihkannya kamu dapat menyemprotkan air dengan sprayer. Setelah itu keringkan dengan menggunakan kain.

    4. Menggunakan Tangga

    Agar proses pengecatan lebih mudah dan cepat, kamu dapat menggunakan tangga untuk menjangkau plafon. Jika tak ada tangga maka kamu harus menyambung rol atau kuas dengan menggunakan kayu panjang sehingga rol atau kuas bisa menjangkau permukaan plafon.

    5. Mulai dari Pinggir

    Mulailah proses pengecatan dari bagian pinggir plafon dengan menggunakan kuas ukuran sedang. Hal ini bertujuan agar hasil pengecatan di bagian pinggir rapi. Setelah itu lapisi cat pada plafon bagian tengah dengan menggunakan rol.

    Jaga agar ketebalan pelapisan cat dapat terus sama dan tidak belang. Bila cat yang menempel di rol terlihat kurang, segera celupkan rol dalam bak cat yang telah dipersiapkan.

    6. Perhatikan Arah Mengecat

    Pada saat melapisi cat dengan rol, perhatikan arah gerakkan rol. Untuk ruangan yang mempunyai dimensi dengan panjang dan lebar berbeda, maka sebaiknya kamu memilih arah gerakan pada arah yang mempunyai panjang atau lebar ruangan yang terpendek.

    Hal ini bertujuan untuk meminimalkan proses dan waktu pengeringan. Serta menghindari cat menjadi belang.

    7. Gunakan Kacamata Pelindung

    Gunakan kacamata pelindung mata pada saat mengecat plafon, supaya mata terhindar dari percikan/tetesan cat.

    Itulah 7 tips mengecat plafon dengan mudah tanpa drama. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com