Blog

  • Syarat Ajukan Manfaat Tapera buat Beli dan Renovasi Rumah


    Jakarta

    Peserta Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) bisa memperoleh berbagai manfaat, mulai dari imbal hasil tabungan hingga pembiayaan untuk perumahan. Namun, peserta harus memenuhi beberapa persyaratan untuk bisa menerima manfaat tertentu.

    Manfaat Tapera

    Dalam situs resmi BP Tapera, dikutip, Rabu (26/6/2024), peserta yang merupakan pekerja non MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) mendapatkan pengembalian tabungan beserta imbal hasil pemupukan. Pengembalian tersebut dapat diambil ketika masa kepesertaan sudah selesai, yakni saat pensiun atau pekerja mandiri yang sudah mencapai usia 58 tahun.

    Sedangkan peserta Tapera yang merupakan pekerja MBR bisa memanfaatkan pembiayaan perumahan. Manfaat tersebut berupa Kredit Renovasi Rumah (KRR), Kredit Bangun Rumah (KBR), serta Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor panjang hingga 30 tahun dan suku bunga tetap di bawah suku bunga pasar.


    Syarat Ajukan Pembiayaan Perumahan

    Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2020 Pasal 38 ayat (1), ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pembiayaan perumahan, yaitu:
    – mempunyai masa kepesertaan paling singkat 12 bulan
    – termasuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
    – belum memiliki rumah, dan/atau
    – menggunakannya untuk pembiayaan pemilikan rumah pertama, pembangunan rumah pertama, atau perbaikan rumah pertama.

    Sebagai catatan, peserta yang ingin mendapatkan pembiayaan perumahan harus memiliki gaji maksimal Rp 8 juta per bulan atau Rp 10 juta per bulan khusus untuk Provinsi Papua dan Papua Barat.

    Jika peserta Tapera merupakan suami istri, maka masing-masing memiliki hak yang sama tetapi tidak dapat mengajukan program pembiayaan Tapera secara bersamaan. Pasangan suami-istri tidak dapat memilih jenis pembiayaan yang sama.

    Sementara itu, pada pasal 38 ayat (2) aturan tersebut disebutkan bahwa peserta PNS aktif yang pokok tabungannya dialihkan menjadi saldo awal sebagai Peserta yang jumlahnya melebihi jumlah Simpanan wajib selama 12 bulan dapat dikategorikan sebagai Peserta yang masa kepesertaannya lebih dari 12 bulan.

    Namun, sebelum mendapat manfaat pembiayaan perumahan, peserta akan dinilai terlebih dahulu oleh Badan Pengelola Tapera (BP Tapera). Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2020, berikut ini urutan prioritas peserta penerima manfaat berdasarkan beberapa kriteria, yaitu:
    – lamanya masa kepesertaan
    – tingkat kelancaran membayar simpanan
    – tingkat kemendesakan kepemilikan rumah, dan
    – ketersediaan dana pemanfaatan.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lalat Benci Warna Kuning, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasannya



    Jakarta

    Lalat adalah salah satu serangga yang dianggap paling mengganggu di rumah. Bukan tanpa alasan, hal ini dikarenakan lalat identik dengan hal yang kotor dan penyakit. Bahkan, riset mengatakan lalat bisa menyebarkan lebih dari 65 penyakit, termasuk demam tifoid, kolera, dan diare.

    Oleh karena itu, banyak orang mencoba untuk menyingkirkan lalat dari sekitar rumah dan pemukiman mereka. Salah satu cara menyingkirkan lalat adalah dengan menggunakan hal-hal yang dibencinya, contohnya warna kuning.

    Banyak yang beranggapan bahwa lalat membenci warna kuning, tapi apakah benar begitu?


    Menurut riset yang dilakukan oleh University of Florida, lalat tiga kali lebih tertarik pada warna biru dibandingkan kuning dan bahwa warna kuning tampaknya bisa mengusir lalat.

    Hasil penelitian di dalam Journal of Medical Entomology edisi terkini, mengukur preferensi warna lalat dengan menggunakan tes perilaku yang menentukan warna mana yang paling dituju lalat.

    Dengan menggunakan alat elektroretinogram yang bisa mengukur reaksi mata lalat, menunjukkan bahwa serangga tersebut juga lebih merespons warna biru dibandingkan warna kuning.

    Selain itu, sebuah riset yang dilakukan oleh Innocean Indonesia dan Dulux juga menunjukkan bahwa lalat cenderung tidak mendekati warna kuning. Mereka melakukan percobaan dengan menyiapkan dua meja dengan piring makanan, satu dicat dengan warna kuning cerah dan yang lainnya tidak di cat.

    Hasilnya menunjukkan bahwa lalat lebih tertarik pada meja yang tidak berwarna kuning. Akhirnya, karena dianggap cukup efektif, eksperimen tersebut menghasilkan Project Yellow Canteen. Project ini menyulap kantin sekolah menjadi warna kuning, yang nyatanya ampuh untuk mengusir lalat di kantin.

    Maka dari itu, jika kamu ingin mengusir lalat, kamu bisa coba untuk menggunakan warna kuning di rumah atau di ruang makan. Tak hanya itu, kamu bisa juga mengusir lalat dengan menggunakan lampu LED kuning.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Warna Cat Dinding yang Disukai Nyamuk, Jatuh Pada…


    Jakarta

    Nyamuk adalah serangga yang sering kali ditemukan di rumah. Selain suara mendengungnya yang mengganggu, nyamuk juga bisa membuat kita terkena penyakit seperti demam berdarah. Tapi, tahukah kamu kalau ternyata ada beberapa warna cat dinding di rumah yang dianggap bisa mengundang nyamuk.

    Mulai dari warna cat tembok sampai warna pakaian, beberapa warna memang terbukti disukai oleh nyamuk. Banyak yang beranggapan bahwa warna hitam adalah warna yang paling disukai dan bisa mengundang nyamuk. Oleh karena itu, banyak orang yang menghindari warna cat hitam untuk dinding rumahnya.

    Tapi, apa benar nyamuk suka warna hitam? atau ada warna lain juga yang disukai? Simak jawabannya di bawah ini.


    4 Warna Cat Dinding yang Disukai Nyamuk

    1. Hitam

    Mengecat ruangan dengan warna hitam bisa sangat menarik bagi nyamuk. Melansir dari Homes and Gardens, Sholom Rosenbloom, Pemilik Pengendalian Hama Rosenbloom, berpendapat bahwa daya tarik nyamuk terhadap warna hitam berasal dari kebutuhan makhluk tersebut untuk menghindari sinar matahari langsung. Hal ini dikarenakan paparan sinar matahari yang terlalu lama bisa menyebabkan dehidrasi dan kematian dini pada nyamuk.

    “Inilah sebabnya kita lebih sering melihat mereka saat senja dan fajar; karena matahari mengancam mereka,” kata Sholom Rosenbloom, seperti melansir dari Homes and Gardens, Rabu (26/6/2024).

    2. Biru Tua

    Sama seperti warna hitam yang menarik perhatian nyamuk, warna gelap dan jenuh lainnya juga bisa menarik nyamuk. salah satunya adalah warna biru tua. Emma Grace Crumbley, Ahli Entomologi Nyamuk mengatakan bahwa warna biru tua dan warna-warna gelap lainnya menarik bagi nyamuk. Hal ini dikarenakan warna-warna gelap bisa menyerap panas.

    “Oleh karena itu, mereka cenderung menyelidiki inang potensial (karena inang, seperti manusia, juga mengeluarkan panas),” kata pakar tersebut.

    Warna-warna ini begitu kuat sehingga para ilmuwan menggunakannya sebagai daya tarik ketika mengawasi nyamuk dengan memasang perangkap nyamuk berwarna gelap.

    3. Merah

    Terlepas dari warna kulit, ‘panjang gelombang’ warna merah ternyata juga bisa dideteksi oleh nyamuk. Bahkan, warna merah adalah salah satu warna yang paling dicari oleh hama ini. Emma merujuk pada penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa paparan bau seperti CO2 memicu ketertarikan nyamuk terhadap warna-warna seperti merah. Hal ini berarti, nyamuk cenderung berkerumun di ruangan merah untuk mencari mangsa.

    “Para ilmuwan percaya nyamuk menggunakan sensor suhu khusus untuk mendeteksi keberadaan mangsa berdarah panas,” tambah Sholom.

    4. Oranye

    Sama seperti warna merah yang disukai nyamuk, warna oranye juga menunjukkan ‘panjang gelombang’ yang sama dan juga menarik bagi nyamuk. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya detail penglihatan nyamuk. Selain itu, deteksi bentuk yang berbeda dari latar belakangnya bisa memberi petunjuk kepada nyamuk bahwa ada calon inang di dekatnya.

    Warna yang Dibenci Nyamuk

    Namun, penting untuk diingat bahwa ketertarikan nyamuk kepada sesuatu dipengaruhi oleh penglihatan dan juga penciumannya. Lalu, warna yang bisa digunakan untuk mengusir nyamuk?

    Menurut penelitian di University of Washington, warna yang cocok untuk mengusir nyamuk adalah putih, hijau, biru, dan ungu. Hal ini bukan karena nyamuk tidak menyukai warna-warna ini, namun karena warna-warna tersebut memantulkan panas dan cahaya, yang sebenarnya tidak disukai. Itulah sebabnya nyamuk biasanya mulai muncul saat senja.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Urus Sertifikat Rumah Hilang Lengkap dengan Syaratnya


    Jakarta

    Sertifikat rumah adalah dokumen berharga yang harus perlu disimpan dengan baik. Namun, terkadang ada kondisi yang mengakibatkan sertifikat rumah hilang, seperti pindahan rumah hingga bencana alam.

    Tak perlu risau kalau sertifikat rumah hilang, Anda masih bisa mendapatkan yang baru. Sertifikat baru dapat diterbitkan untuk menggantikan sertifikat yang hilang atas permohonan pemegang hak atas tanah yang tertera dalam sertifikat.

    Proses penggantian sertifikat memakan waktu selama 40 hari kerja sesuai ketetapan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Untuk mengurusnya, Anda perlu mengajukan permohonan ke Kantor Pertanahan dengan membawa persyaratan yang diminta.


    Lalu, bagaimana cara mengurus sertifikat rumah hilang? Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

    Persyaratan Mengurus Sertifikat Rumah Hilang

    Melansir dari website Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kamis (27/6/2024) berikut ini persyaratannya.

    1. Menandatangani formulir permohonan dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas meterai

    2. Surat kuasa apabila dikuasakan

    3. Fotokopi identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket

    4. Fotokopi Sertipikat (jika ada)

    5. Surat Pernyataan di bawah sumpah oleh pemegang hak/yang menghilangkan

    6. Surat tanda lapor kehilangan dari Kepolisian setempat

    Adapun, biaya untuk menerbitkan sertifikat pengganti yang hilang sekitar Rp 350.000 per sertifikat. Rinciannya, Rp 200.000 untuk biaya sumpah, Rp 100.000 untuk biaya salinan Surat Ukur, dan Rp 50.000 untuk biaya pendaftaran.

    Bila berkas yang dibutuhkan sudah lengkap, bagaimana prosedur mengurus sertifikat rumah yang hilang? Buka halaman selanjutnya.

    Cara Mendapatkan Sertifikat Rumah Pengganti

    Adapun dikutip dari detikJatim yang melansir dari Hukum Online, menurut Irma Devita Purnamasari, SH, M.Kn. dalam buku ‘Hukum Pertanahan’, ada prosedur yang harus dilalui untuk mendapatkan sertifikat rumah pengganti.

    1. Surat laporan kehilangan sertifikat tersebut dari kepolisian setempat. Untuk mengajukan laporan hilang pemohon harus membawa:

    – Fotokopi sertifikat yang hilang (bila ada)
    – Surat keterangan Lurah setempat yang menerangkan bahwa memang benar ada tanah yang tertera dalam fotokopi sertifikat tanah tersebut dan berlokasi di kelurahan itu.

    2. Bukti pengumuman sertifikat hilang dalam surat kabar sebanyak 2×2 bulan

    3. Bukti pengumuman sertifikat hilang dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia sebanyak 2×2 bulan

    4. Fotokopi KTP pemohon yang dilegalisasi

    5. Bukti Kewarganegaraan RI yang dilegalisasi

    6. Bukti Pembayaran Lunas PBB tahun terakhir

    7. Aspek penatagunaan tanah jika terjadi perubahan penggunaan tanah

    Setelah melengkapi seluruh dokumen serta surat kehilangan dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari kepolisian, maka anda dapat segera memblokir sertifikat anda, agar menghindari terjadinya penyalahgunaan sertifikat awal anda oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

    Proses Sertifikat Rumah Pengganti

    Selanjutnya, Anda bisa melakukan proses pengajuan sertifikat rumah pengganti seperti berikut ini.

    1. Mengisi berkas permohonan sertifikat pengganti dan melengkapi persyaratan

    2. Pengambilan sumpah pemilik sertifikat di hadapan Kepala Kantor Pertanahan. Setelah itu, BPN akan mengumumkan berita acara pengambilan sumpah ke media. Jika tidak terdapat sanggahan atau gugatan dari orang lain kurang lebih selama satu tahun, maka proses penggantian sertifikat akan dilanjutkan

    3. Jika dokumen telah lengkap, maka pihak BPN akan meninjau kembali lokasi dan melakukan pengukuran ulang untuk memastikan keadaan tanah masih sama dengan yang tertera dalam Buku Tanah dan fotokopi sertifikat pemohon

    4. Penerbitan Sertifikat Pengganti, yang biasanya dapat terbit dalam kurun waktu 3 bulan, setelah permohonan diterima secara lengkap.

    Demikian informasi untuk mengurus sertifikat rumah yang hilang. Semoga bermanfaat ya!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Menjaga Air Kolam Ikan Tetap Jernih


    Jakarta

    Beberapa orang menjadikan kolam ikan sebagai bagian dari dekorasi rumah. Biasanya ikan-ikan yang dipelihara adalah ikan hias yang memiliki bentuk dan warna yang cantik.

    Untuk menjaga kolam ikan dan ikan di dalamnya tetap sehat dan bersih, penting untuk selalu memperhatikan kebersihan air kolam.

    Menjaga kejernihan air kolam ikan bukan hanya penting untuk estetika, tetapi juga penting untuk kesehatan ikan yang hidup di dalamnya.
    Selain itu, air kolam yang jernih juga mencerminkan lingkungan rumah yang bersih dan sedap dipandang.


    Lantas, bagaimana cara membuat air kolam ikan tetap jernih? Melansir dari Aquascape Construction, ada 6 tips penting yang bisa kamu lakukan.

    1. Jangan Membeli Terlalu Banyak Ikan

    Ekosistem kolam akan terjaga apabila ikan yang ada di dalamnya tidak terlalu banyak. Terlalu banyak ikan bisa membuat kotoran semakin banyak sehingga menyebabkan ketidakseimbangan kualitas air di kolam ikan.

    Tetapi, jika kamu suka memiliki banyak ikan, solusinya adalah dengan menambahkan filter lahan basah ke kolam. Alat ini berguna untuk mengimbangi hasil kelebihan populasi di dalam kolam.

    2. Jangan Terlalu Banyak Memberi Makan Ikan

    Tips selanjutnya jangan terlalu banyak memberi makan ikan. Kamu bisa memberi makan ikan tidak lebih dari yang bisa mereka makan setelah lima menit, dan tidak lebih dari dua kali per hari.

    Makan berlebihan akan menghasilkan terlalu banyak kotoran ikan. Belum lagi, makanan yang tidak dimakan bisa membusuk dan membuat air kolam keruh.

    3. Gunakan Tanaman Air

    Idealnya, sekitar 40 hingga 60 persen dari luas permukaan air kolam diisi oleh oleh tanaman air. Mengapa begitu? Tanaman ini bertindak sebagai filter alami dengan berkembang dari kelebihan nutrisi yang seharusnya menyebabkan pertumbuhan alga.

    Untuk jenis tanaman airnya, kamu bisa memilih tanaman seperti bunga lili air, tanaman marjinal, floaters, dan tanaman terendam.

    4. Gunakan Pompa dengan Ukuran yang Tepat

    Sebelum membuat kolam ikan, pastikan kamu sudah membeli pompa dengan ukuran yang tepat untuk mengedarkan seluruh volume air setidaknya sekali setiap jam. Kamu bisa menggunakan kalkulator pompa untuk memilih ukuran pompa yang benar.

    Biasanya, pompa air ini ditempatkan di dalam skimmer, sehingga apabila keranjang skimmer memiliki terlalu banyak puing-puing di dalamnya, aliran air ke pompa bisa tersumbat.

    Oleh karena itu, pastikan untuk selalu memeriksa keranjang skimmer setiap beberapa hari dan membersihkan puing-puing yang menghalangi aliran air.

    5. Bersihkan Kolam Ikan Secara Rutin

    Puing-puing yang rusak, sisa ikan, dan makanan ikan yang tidak dimakan dapat menumpuk di lantai kolam dan membuat air keruh.

    Oleh karena itu, pastikan untuk selalu menguras air kolam dan membersihkan secara menyeluruh tiap 1-3 bulan sekali.

    Pastikan juga untuk menambahkan mikroba yang bermanfaat untuk membantu kolam mempertahankan ekosistem yang seimbang.

    6. Perhatikan Suhu Air Anda Selama Musim Kemarau

    Ketika musim kemarau tiba, pastikan untuk selalu mengecek suhu kolam dan juga kondisi ikan.

    Di tengah kondisi panas, baik untuk menambahkan tumbuhan air karena bisa memberikan keteduhan dan mendinginkan permukaan air.

    Selain itu, selama musim kemarau kamu mungkin melihat ikan terengah-engah di permukaan kolam, itu disebabkan oleh kurangnya oksigen.

    Oleh karena itu, tambahkan aerator kolam untuk membantu ikan menerima oksigen yang mereka butuhkan di suhu panas.

    Itulah 6 tips mudah untuk menjaga air kolam ikan tetap bersih. Semoga membantu!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Pastikan 5 Hal Ini Dulu Sebelum Putuskan Beli Properti


    Jakarta

    Membeli properti biasanya dimanfaatkan sebagai hunian maupun aset investasi. Apapun tujuan membeli properti, Anda harus melakukan banyak pertimbangan sebelum mengambil keputusan besar ini.

    Pastinya kamu ingin memilih properti terbaik dan menyimpannya untuk waktu yang lama. Nah, perhatikan beberapa hal berikut ini supaya nggak salah beli properti, dilansir dari aesia.kemenkeu.go.id, Kamis (27/6/2024).

    Perhatikan Hal Ini Saat Beli Properti

    1. Budget Cukup

    Tentunya, ketersediaan dana menjadi hal utama yang harus diperhatikan kalau ingin membeli properti. Pastikan Anda telah memiliki anggaran yang cukup termasuk untuk meng-cover beberapa biaya di luar harga properti, seperti pajak yang berlaku, perizinan apabila properti untuk usaha hingga biaya persiapan agar properti tersebut benar-benar siap untuk dihuni.


    2. Lokasi Strategis

    Lokasi merupakan hal terpenting dalam menentukan properti yang akan dibeli. Pastikan lokasi properti yang telah Anda tentukan sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan.

    Jika Anda mencari properti untuk tempat tinggal/hunian, yang harus dipertimbangkan adalah akses menuju properti, elevasi tanah untuk mempertimbangkan potensi terjadinya genangan air sementara ketika terjadi hujan. Selain itu, tingkat kebisingan yang ada di sekitar lokasi dan juga ketersediaan sarana pendukung untuk menunjang aktivitas dan kehidupan sobat sehari-hari.

    Apabila properti yang dicari untuk tujuan membuka suatu usaha, maka lokasi dan aksesibilitas merupakan suatu hal yang harus diprioritaskan. Ketika properti sobat memiliki lokasi dan aksesibilitas yang sangat baik, properti tersebut sudah memiliki potensi yang baik untuk menarik kerumunan dan keramaian. Hal itu karena kunci utama untuk keberlangsungan usaha adalah dikenalnya usaha oleh para calon konsumen.

    3. Ketersediaan Prasarana Terpenuhi

    Prasarana menjadi hal yang harus ada dalam suatu properti. Ketersediaan prasarana dasar seperti ketersediaan air bersih, listrik dan sarana pengolahan limbah (seperti mekanisme pengelolaan sampah), merupakan hal utama yang harus tersedia ketika Anda memutuskan untuk memilih suatu properti.

    Bayangkan kalau properti belum ada sambungan listrik, keterbatasan kesediaan air bersih atau bahkan tidak tersedianya fasilitas pengelolaan limbah/sampah. Anda harus mengusahakan ketiganya dengan sumber daya sendiri, mulai dari membeli generator untuk memproduksi listrik, pengeboran tanah untuk mendapatkan air bersih hingga memikirkan kemana harus mengantarkan sampah rumah tangga yang dihasilkan setiap harinya.

    Air tanah pun saat ini memiliki isu tersendiri, seiring dengan meningkatnya potensi penurunan permukaan tanah yang semakin besar setiap tahunnya, sejalan dengan aktivitas pengambilan air tanah secara masif yang dilakukan tanpa memperhitungkan dampak yang ditimbulkan pada lingkungan.

    Oleh karena itu, pastikan properti yang akan Anda pilih nantinya telah memiliki sambungan/instalasi listrik yang sesuai dan legal, memiliki ketersediaan air bersih baik telah tersambung dengan instalasi dari Perusahaan Air Bersih Daerah. Lalu, memenuhi ketentuan legal untuk pengambilan air dari tanah dan juga memiliki jadwal reguler pengelolaan limbah rumah tangga yang dikelola oleh pihak ketiga.

    4. Banyak Opsi Sarana Pendukung

    Supaya memudahkan kehidupan penghuni, pastikan properti yang akan Anda pilih memiliki sarana pendukung yang turut mendukung tujuan dan aktivitas harian. Misalkan tersedia ada sarana kesehatan, pasar, minimarket, mal, ATM, kantor bank, terminal, stasiun, stasiun pengisian bahan bakar, hingga pintu tol terdekat juga harus menjadi pertimbangan. Sebab, sarana pendukung ini akan menjadi daya tarik dan menjadi nilai lebih bagi properti Anda pada beberapa waktu yang akan datang.

    5. Lingkungan Sekitar Aman dan Nyaman

    Tentu Anda ingin penghuni merasa aman dan nyaman tinggal lama di properti yang kamu beli, bukan? Maka pastikan Anda memiliki informasi yang cukup mengenai risiko alam musiman yang mungkin terjadi seperti genangan air, longsor ataupun kekeringan akut di lokasi properti sobat.

    Perhatikan juga risiko non-alam seperti tingkat kriminalitas, tingkat kepadatan lalu lintas hingga isu-isu sosial yang ada di sekitar lokasi. Sebab, risiko-risiko tersebut akan sangat mempengaruhi kestabilan emosi dan keberlangsungan keputusan Anda untuk tetap mempertahankan pilihan Anda atas properti tersebut.

    Demikian informasi terkait hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membeli properti. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini Peraturan Tinggal di Apartemen yang Harus Kamu Tahu


    Jakarta

    Apartemen merupakan alternatif hunian berbentuk vertikal yang sudah banyak digunakan orang-orang. Kehidupan tinggal di apartemen memiliki banyak perbedaan dari perumahan, dari sosialisasi dengan tetangga hingga peraturan yang berlaku.

    Bagi kamu yang pengin tinggal di apartemen, perlu mengetahui peraturan-peraturan yang biasa ditetapkan pada apartemen. Peraturan ini yang mengatur operasional dan kehidupan di dalam apartemen.

    Lalu, apa saja peraturan tinggal di apartemen? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari academia.edu, Kamis (27/6/2024).


    Peraturan Tinggal di Apartemen

    1. Perhimpunan Penghuni (PP)

    PP adalah badan hukum yang bertugas mengurus berbagai kepentingan bersama antara pemilik dan penghuni apartemen. PP merupakan wakil dari para penghuni sehingga fungsinya mirip dengan RT/RW.
    Tugas PP antara lain :
    1. Mengesahkan dan mengawasi pelaksanaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang disusun oleh pengurus dalam Rapat Umum PP
    2. Menyelenggarakan tugas-tugas administrasi kepenghunian dan pembukuan
    3. Menunjuk atau membentuk dan mengawasi Badan Pengelola dalam pengelolaan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama
    4. Mewakili para penghuni terhadap pihak luar, termasuk pemerintah, berkenaan dengan pembayaran PBB, asuransi kebakaran, dan lain-lain
    5. Menetapkan dan melaksanakan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan oleh penghuni
    PP ini terbentuk, pengembang bertindak sebagai pengurus PP sementara. Masa kepengurusan sementara ini biasanya dilakukan sejak bangunan selesai, selama 3 bulan sampai 1 tahun, sesuai dengan Pasal 67 Peraturan Pemerintah No.4 Tahun 1988.

    Anggota PP

    Yang menjadi anggota PP adalah :
    1. Pemilik unit
    2. Pemakai unit
    3. Penyewa unit
    4. Penyewa beli unit (untuk unit yang disewa beli)
    Setiap pemilik unit apartemen memiliki satu suara. Suara ini digunakan dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan berkepentingan kepenghunian, misalnya dalam hal tata tertib.

    Dalam hal yang berkaitan dengan kepemilikan dan pengelolaan apartemen, hak suara pemilik diperhitungkan sesuai dengan Nilai Perbandingan Proporsional (NPP).

    2. Badan Pengelola

    Badan pengelola adalah suatu perusahaan yang profesional, yang bertugas mengelola seluruh bagian dan benda bersama di dalam kompleks gedung apartemen. Badan pengelola ini ditentukan dan dipilih oleh PP.

    Apabila dinilai mampu, PP dapat jga melakukan sendiri pengelolaan dengan membentuk tim yang cukup.
    Tugas badan pengelola, berdasarkan PP No. 4/1988 Pasal 68, meliputi
    • Memeriksa dan memelihara kebersihan gedung dan lingkungannya
    • Melakukan perbaikan gedung dan lingkungannya
    • Mengawasi ketertiban dan keamanan penghuni
    • Mengawasi penggunaan bagian, benda, dan tanah bersama sesuai dengan peruntukannya
    • Secara berkala memberikan laporan kepada PP disertai usulan pemecahan masalah

    3. Service Charge

    Istilah service charge pada umumnya diartikan sebagai iuran pengelolaan. Sebagaimana layaknya, biaya pemeliharaan atas bagian, benda, dan tanah bersama ditangung bersama oleh para penghuni dengan membayar iuran pengelolaan. Besarnya iuran tersebut dihitung oleh pengelola. Setelah disetujui oleh PP, besarnya iuran akan ditentukan secara proporsional. Umumnya dikaitkan dengan luas unit apartemen / sarusun.

    Contoh :
    Biaya service charge : Rp. 8.000/m2/bulan
    Luas unit apartemen : 100 m2
    Biaya per unit apartemen = 100 X 8.000 = Rp. 800.000/bulan

    Untuk kenyamanan penghuni, biaya pemakaian listrik, air dapat dibayarkan secara kolektif kepada pengelola, tentunya dengan ditambah biaya administrasi.

    4. Sinking Fund

    Sinking fund atau dana cadangan adalah biaya yang ditarik oleh pengelola sebagai tabungan untuk kepentingan besama. Dana ini akan digunakan untuk menutupi biaya-biaya yang timbul di kemudian hari, misalnya biaya perbaikan gedung (renovasi) dan penambahan fasilitas. Cara menghitung biaya ini sama dengan cara menghitung service charge, yaitu luas biaya per m2 dikalikan luas unit apartemen.

    Diperlukan kesadaran seluruh pemilik atau penghuni apartemen untuk membayar iuran pengelolaan dan dana cadangan tepat pada waktunya agar peralatan dapat terawat dengan baik. Apabila pengelola mengajukan kenaikan tarif, perlu dipelajari secara seksama untuk menyetujui atau menolaknya karena akan terkait dengan investasi bangunan jangka panjang.

    Yang perlu dihindari adalh adanya konflik kepentingan (conflict of interest) di dalam tubuh PP. Jangan sampai kepentingan bersama dikalhkan oleh kepentingan pribadi atau golongan.

    5. Prosedur Renovasi

    Melakukan renovasi di dalam gedung bertingkat sangat berbeda dengan di rumah biasa. Terlebih lagi apabila unit-unit apartemen di sekeliling kita telah dihuni. Perlu perhatian yang ekstra ketat, mulai dari pengangkutan material dari luar ke dalam unit sampai dengan pengerjaannya.

    Pengangkutan material ke dalam unit apartemen harus melalui lift khusus barang, tidak boleh menggunakan lift penumpang, dengan alasan kenyamanan dan keamanan. Material tertentu seperti pasir dan batu perlu dimasukkan ke karung sebelum diangkut untuk menjaga kebersihan.

    Sebelum melakukan renovasi, pemilik / penghuni unit melaporkannya terlebih dahulu kepada pengelola gedung. Beberapa hal yang umumnya perlu diperhatikan adalah :
    1. Mengajukan permohonan renovasi
    2. Mengisi formulir permohonan renovasi
    3. Mengajukan desain lengkap dan spesifikasi material / bahan yang digunakan
    4. Pemeriksaan desain, material, dan kontraktor yang diajukan pemilik / penghuni oleh koordinator renovasi.
    Tempat Pembuangan Sampah

    Sampah dari setiap unit umumnya ditampung di suatu tempat di stiap lantai yang disebut bin center. Pada waktu-waktu yang telah ditentukan, sampah tersebut diangkut ke tempat pembuangan gedung (garbage room) sebelum diangkut ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Biaya pembuangan sampah ini telah termasuk dalam biaya service charge.

    6. Biaya Parkir Gedung

    Setiap pemilik / penghuni apartemen diberi hak untuk menggunakan tempat parkir. Jumlah unit parkir (lot parkir) yang diberikan bergantung pada ketentuan pengelola dan bergantung pula pada jumlah total tempat parkir yang tersedia. Pada umumnya, setiap unit diberikan jatah satu tempat parkir, kecuali untuk unit khusus (penthouse) diberikan lebih dari satu. Apabila memerlukan tempat parkir tambahan, pemilik / penghuni dapat menyewanya secara bulanan.

    Setiap pemilik / penghuni memperoleh stiker parkir. Sedangkan untuk tamu disediakan area parkir khusus yang terpisah. Apabila tempat parkir yang dikelola cukup luas, badan pengelola dapat juga menyerahkan pengelolaannya kepada pihak luar untuk alasan efisiensi.

    7. Penanggulangan Kebakaran

    Bangunan apartemen yang baik umumnya menyediakan berbagai peralatan dan upaya untuk menanggulangi kebakaran, meliputi :
    • Smoke detector, untuk mendeteksi asap secara otomatis
    • Heat detector, untuk mendeteksi asap secara otomatis
    • Sprinkle, untuk memadamkan api di lokasi sumber api
    • Hydrant, selang air untuk memadamkan api dari jarak yang cukup jauh
    • Apar di tempat strategis dan di setiap unit
    • Tangga darurat
    • Pelatihan penggunaan apar untuk anggota sekuriti dan penghuni
    • Latihan kebakaran dan evakuasi seluruh penghuni minimal setahun sekali

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Air Kolam Ikan Berwarna Hijau dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Memiliki kolam ikan di rumah berarti harus siap dengan segala resiko dan perawatannya. Memang, kolam ikan adalah salah satu dekorasi yang membuat rumah terlihat menarik.

    Tapi, jika kamu tidak merawatnya dengan baik, air kolam akan menjadi keruh kehijauan dan mudah ditumbuhi lumut.

    Penyebab Air Kolam Berwarna Hijau

    Lantas, apa sih sebenarnya penyebab air kolam keruh kehijauan dan berlumut ?


    Melansir dari laman Yard Focus, pertumbuhan lumut atau alga di kolam disebabkan oleh air yang mengandung terlalu banyak nutrisi seperti nitrogen dan fosfor. Biasanya , zat-zat ini berasal dari pupuk yang digunakan di halaman rumput dan kebun di dekatnya. Saat hujan, air bisa mengalir ke kolam dan membawa zat ini ke dalamnya.

    Selain itu, sinar matahari, bersama dengan faktor-faktor seperti suhu air dan stagnasi, berkontribusi pada penyebaran alga yang cepat di permukaan kolam. Hal inilah yang menyebabkan air kolam berwarna hijau dan keruh.

    Tips Aman dan Efektif untuk Menghilangkan Lumut

    Menggunakan Vakum

    Singkirkan lumut kolam dari permukaan air dengan penyerok atau vakum sekaligus. Alat ini bisa membantu kita mengambil potongan besar lumut dan menariknya keluar dengan mudah. Untuk lumut di bagian bawah, gunakan vacuum. Vacuum kolam bisa bekerja dengan baik untuk menghilangkan lumut yang mengendap jauh di dalam kolam.

    Tambahkan Hewan Pemakan Lumut ke Kolam

    Untuk menciptakan ekosistem kolam yang bersih dan seimbang, sangat penting untuk menggabungkan metode biologis, kimia, dan mekanis. Salah satunya adalah menggunakan berudu yang bisa melahap ganggang saat mereka tumbuh menjadi katak. Selain itu ada juga plecos yang dikenal sebagai suckerfish. Hewan ini akan menempel di sisi kolam ikan dan memakan lumut yang menempel di sana.

    Menambahkan hewan-hewan ini bisa membantu menjaga keseimbangan ekosistem kolam dengan memakan bahan tanaman sebelum terurai dan menambah kadar nutrisi. Dengan ikan dan berudu, kamu akan melihat air kolam yang lebih jernih dan lebih sedikit lumut dari waktu ke waktu.

    Memanfaatkan Tanaman yang Menyerap Nutrisi

    Selain hewan, kamu juga bisa menggunakan tanaman air. Letakkan selada air, bantalan lily, dan cattail di kolam untuk melawan lumut. Tanaman ini bisa mengambil zat ekstra yang dibutuhkan lumut untuk tumbuh. Tak hanya itu, tanaman-tanaman ini juga bisa menambah keindahan kolam. Tanaman ini busa bekerja dengan baik tanpa merusak ikan atau lingkungan. Jadi, kolam ikan akan tetap bersih dan terlihat bagus.

    Menambahkan Bakteri Bermanfaat

    Setelah menanam tanaman yang menyerap nutrisi, ambil langkah lain untuk menghilangkan lumut kolam dengan menambahkan bakteri baik. Mikro mikroba ini bisa berguna untuk menyeimbangkan ekosistem kolam dengan cara memecah nutrisi ekstra dan bahan organik, yang menjadi makanan lumut dan alga.

    Tanpa makanan ini, lumut dan alga tidak akan bisa tumbuh sebanyak itu. Selain itu,enambahkan bakteri baik ini juga menjadi cara yang aman untuk meningkatkan kualitas air, asalkan kondisi mendukung pertumbuhan dan aktivitas mereka. Kondisi ini termasuk kadar oksigen yang memadai dan suhu air yang sesuai.

    Dengan penggunaan rutin, bakteri ini akan menjaga kolam tetap bersih dan mencegah pertumbuhan ganggang beracun yang membahayakan kehidupan di dalam air.

    Menggunakan Batu Zeolit

    Selanjutnya, adalah menggunakan batu zeolit untuk menghilangkan lumut di kolam. Batu ini mampu menyerap nitrat dari air yang bisa memberi makan alga. Meski begitu, penggunaan batu ini efektivitasnya tergantung pada ukuran kolam, tingkat nutrisi, dan lainnya.

    Selain itu, menggunakan zeolit juga aman untuk tanaman dan ikan. Batu-batu ini bisa menciptakan kondisi yang lebih bersih dengan mengelola tingkat nutrisi. Jadi, kamu tidak akan membutuhkan bahan kimia yang keras atau peralatan yang rumit. Jangan lupa juga untuk selalumengganti atau mengisi ulang zeolit sesuai kebutuhan agar manfaatnya tetap maksimal.

    Memasang Filter Air

    Memasang filter adalah solusi yang paling banyak digunakan. Filter air bisa mengeluarkan nutrisi ekstra yang memberi makan lumut dan membersihkan air dari puing-puing.Hal inilah yang membuat lumut sulit tumbuh.

    Sistem penyaringan yang baik juga meningkatkan kualitas air kolam secara keseluruhan, yang sangat bagus untuk ikan dan tanaman. Pastikan kamu sudah mengatur filter dengan benar dan menjaganya tetap bersih.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sama-sama Hunian Vertikal, Kenali Perbedaan Rusun, Apartemen, dan Kondominium


    Jakarta

    Hunian vertikal adalah alternatif hunian untuk lahan yang terbatas. Apalagi dengan harga lahan di perkotaan yang sudah tergolong mahal.

    Demi mendapat akses lebih dekat ke kawasan bisnis dan ekonomi di tengah kota, hunian vertikal ini pun menjadi solusi. Hunian ini bisa berupa rumah susun (rusun), apartemen, dan kondominium.

    Meski sama-sama hunian vertikal, ketiga jenis properti ini berbeda, lho. Simak penjelasan mengenai perbedaan rusun, apartemen, dan kondominium berikut ini, dikutip dari Cekaja.com.


    Perbedaan

    Rusun

    Berdasarkan Undang-undang, rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah.

    Pada perkembangannya, masyarakat mengenal rusun sebagai hunian bertingkat untuk kelas menengah bawah. Rusun juga terbagi menjadi dua yaitu:

    Rusunami

    Rusunami adalah Rumah Susun Sederhana Milik. Pada Rusunami, pengguna tangan pertama harus membeli dari pengembang. Pengembang kerap menggunakan istilah apartemen bersubsidi untuk Rusunami.

    Rusunawa

    Rusunawa adalah Rumah Susun Sederhana Sewa. Dari segi tampilan fisik bangunan kurang lebih sama dengan Rusunami. Perbedaannya, untuk menempati Rusunawa, pengguna menyewa dari pengembang.

    Apartemen

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), apartemen adalah tempat tinggal yang terdiri dari ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan sebagainya yang berada pada satu lantai bangunan bertingkat yang besar dan mewah.

    Apartemen juga biasanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran, toko, dan lainnya. Tak hanya itu, biasanya, untuk memiliki apartemen dibutuhkan biaya yang tak sedikit.

    Kondominium

    Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi kondominium adalah gedung besar, mewah, bertingkat yang disewakan; apartemen. Jadi dalam praktiknya, pemilik unit kondominium memiliki hak melakukan apa pun, misalnya menyewakan atau menjual pada orang lain.

    Artinya, kondominium dapat menjadi alternatif investasi, sedangkan apartemen lebih sebagai hunian rumah tinggal.

    Itulah perbedaan dari rusun, apartemen, dan kondominium. Apakah kamu tertarik tinggal di salah satunya? Atau kamu lebih memilih mencari rumah hunian?

    Sementara itu, dikutip dari sumber lain, perbedaan paling mencolok antara rusun, apartemen dan kondominium adalah dari segi fasilitas.

    Fasilitas yang terdapat di rusun terkesan seadanaya, karena rusun memang tergolong hunian vertikal yang paling terjangkau dari sisi harga. Sebab rusun ditujukan untuk masyarakat menengah ke bawah.

    Apartemen memiliki fasilitas yang lengkap, seperti tempat parkir yang luas, kolam renang, tempat kebugaran, taman dan lainnya. Beberapa apartemen mewah juga terintegrasi dengan pusat perbelanjaan. Meski begitu, ada juga apartemen yang memiliki fasilitas seadanya.

    Lalu kondominium memiliki fasilitas premium dan lebih mewah dibanding apartemen.

    Selain itu, ketiganya juga bisa dibedakan dari siapa yang menginisiasi pembangunan. Rusun, biasanya dibangun atas inisiasi pemerintah daerah atau pusat untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau kelas menengah ke bawah. Sementara apartemen dan kondominium dibangun murni sebagai tujuan bisnis dari para pengembang.

    Demikian perbedaan rusun, apartemen, dan kondominium. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sembarangan Pilih Cat Buat Kolam Ikan, Ini Panduannya


    Jakarta

    Kolam ikan adalah salah satu aksen dekorasi rumah yang banyak diminati oleh para pecinta ikan hias. Mulai dari yang berukuran kecil hingga besar, kolam ikan biasanya memiliki desain yang unik dan cantik. Untuk mempercantik kolam ikan, salah satu caranya adalah dengan mengecatnya sesuai tema yang diinginkan.

    Tapi, mengecat kolam ikan tidak boleh menggunakan sembarang cat. Pastinya cat yang digunakan untuk mengecat kolam haruslah tahan air karena fungsinya tidak hanya membuat kolam terlihat indah, tapi juga membantu melindungi dari elemen luar yang bisa merusak. Cat kolam dengan kualitas baik akan membantu mencegah kebocoran, melindungi kolam dari ganggang dan pertumbuhan organik lainnya, serta menjaga air tetap jernih.

    Lalu, bagaimana cara mencari cat kolam yang tepat? Melansir dari laman Palatine Paints, berikut adalah beberapa tipsnya.


    Tips Memilih Cat Kolam yang Tepat

    Memilih cat kolam yang tepat sangat penting untuk mencapai hasil akhir yang sempurna. Sebelum memilih cat mana yang harus digunakan, kenali dulu jenis-jenisnya. Ada tiga jenis utama cat kolam: epoksi, karet, dan akrilik. Setiap jenis cat ini memiliki sifat dan manfaat masing masing.

    1. Cat Kolam Epoksi

    Cat epoksi adalah jenis cat kolam yang paling tahan air dan tahan lama, tak heran bila harga cat ini adalah yang paling mahal daripada jenis lainnya. Cat epoksi menggunakan sistem dua bagian yang membutuhkan pencampuran sebelum aplikasi. Cat jenis Ini paling cocok digunakan untuk kolam beton atau pasangan bata.

    2. Cat Kolam Karet Klorinasi

    Cat karet adalah pilihan populer bagi pemilik kolam karena mudah diaplikasikan dan sangat fleksibel. Selain itu, cat ini juga bisa diaplikasikan pada berbagai permukaan, termasuk beton, kayu, dan fiberglass. Cat karet juga tahan terhadap sinar UV dan tidak akan pudar seiring waktu.

    3. Cat Kolam Akrilik

    Cat akrilik adalah jenis cat kolam yang paling terjangkau. Mudah diaplikasikan dan cepat kering. Cat akrilik paling cocok untuk kolam kecil atau fitur air.

    Jenis Cat Tahan Air

    Ketika memilih cat tahan air untuk kolam, ada dua jenis utama: cat berbasis air dan berbasis pelarut. Cat kolam berbasis air adalah yang paling umum digunakan dan mudah diaplikasikan. Selain itu, cat basis air juga ramah lingkungan dan cepat kering. Sedangkan, cat kolam berbasis pelarut lebih tahan lama dan, tetapi juga lebih sulit diaplikasikan dan memiliki waktu pengeringan yang lebih lama.

    Saat memilih cat tahan air untuk kolam, penting untuk memilih cat yang dirancang khusus untuk digunakan di kolam. Mengapa begitu? cat rumah eksterior standar tidak cocok untuk digunakan di kolam karena bisa berbahaya bagi ikan dan ekosistem di kolam.

    Mempersiapkan Kolam untuk Mengecat

    Sebelum mulai mengecat kolam, kamu perlu menyiapkan permukaannya. Langkah pertama adalah membersihkan kolam secara menyeluruh. Buang puing-puing, ganggang, atau bahan organik lainnya dari permukaan kolam. Kamu bisa menggunakan penyedot debu kolam atau mesin cuci bertekanan untuk membersihkan kolam.

    Setelah membersihkan kolam, kamu perlu melakukan perbaikan yang diperlukan pada permukaan. Isi setiap retakan atau lubang dengan pengisi yang sesuai. Biarkan pengisi mengering sepenuhnya sebelum melanjutkan. Setelah permukaan bersih dan diperbaiki, kamu perlu mengeraskan permukaan untuk memastikan adhesi cat yang tepat.

    Langkah-langkah Mengecat Kolam Ikan

    1. Oleskan lapisan primer. Primer akan membantu cat menempel pada permukaan dan memberikan dasar yang halus untuk lapisan atas.

    2. Oleskan lapisan atas. Gunakan cat kolam berkualitas tinggi dan aplikasikan secara merata dengan kuas atau rol. Pastikan untuk mengikuti instruksi pabrik untuk aplikasi dan waktu pengeringan.

    3. Oleskan lapisan kedua (opsional). Jika kamu menginginkan hasil akhir yang lebih tahan lama, kamu bisa mengaplikasikan lapisan cat kedua setelah lapisan pertama mengering.

    4. Biarkan cat mengering sepenuhnya. Ini bisa memakan waktu mulai dari 24 hingga 48 jam, tergantung pada jenis cat dan kondisi cuaca.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com