Blog

  • 8 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Beli Rumah Second


    Jakarta

    Membeli rumah tak harus dalam keadaan baru dan dari developer, tetapi bisa juga membeli bekas atau biasa disebut rumah second. Rumah ini bisa menjadi opsi bagi kamu yang ingin mencari hunian yang lebih terjangkau.

    Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management, Steve Sudijanto mengatakan ada banyak keuntungan yang bisa didapat ketika membeli rumah second. Ia menjelaskan biasanya pemilik menjual rumahnya karena membutuhkan uang atau ingin pindah hunian, sehingga harga yang ditawarkan akan lebih murah dari pasaran.

    Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membeli rumah second. Rumah yang sudah terpakai harus diperhatikan kelayakannya supaya tidak perlu menghabiskan terlalu banyak dana untuk perbaikan.


    Tips Beli Rumah Second

    1. Kondisi Rumah

    Jika ingin membeli rumah second, pastikan untuk datang langsung untuk survei kondisi bangunan rumah. Jangan sampai komponen utama seperti struktur rusak, sehingga harus membangun ulang rumah.

    “Untuk membeli rumah second itu yang paling utama mesti dilakukan kita harus survei. Melihat dari rumah tersebut dalam arti kondisi bangunan, struktur, mechanical electric, plafon, genteng, struktur genteng, air, listrik, (dan) rayap,” ujar Steve kepada detikcom, Rabu (3/7/2024).

    2. Kondisi Lingkungan

    Bukan hanya bangunan rumah, calon pembeli harus mencari tahu kondisi lingkungan rumah. Mulai dari keamanannya, seberapa sering terjadi pencurian, perampokan, dan pertikaian. Lalu, bagaimana hubungan antara tetangga dan RT/RW.

    Selain itu, perlu diketahui kalau rumah berpotensi atau kerap mengalami banjir. Salah satunya kalau lokasinya dekat aliran sungai.

    3. Listrik

    Perihal listrik, cari tahu apakah lingkungan rumah sering terjadi mati lampu. Kemudian, listrik yang digunakan prabayar atau pascabayar, yakni menggunakan token atau tidak. Penting juga mengetahui kalau ada tunggakan tagihan listrik yang dimiliki pemilik sebelumnya.

    4. Pengelolaan Lingkungan

    Selanjutnya, cari tahu biaya-biaya yang harus dibayar kalau tinggal di rumah tersebut, seperti iuran pengelolaan lingkungan. Lalu, cari tahu apakah ada masalah terkait pengelolaan yang biasa terjadi, seperti sampah sering kali tidak diambil hingga menumpuk.

    5. Akses dan Fasilitas

    “Lingkungannya itu dekat dengan fasilitas apa saja. Yang paling utama transportasi umum, dekat tol, atau sarana transportasi yang lain, (seperti) KRL, LRT, MRT, sarana belanja, (dan) sekolah,” katanya.

    Ia menyebut sekolah menjadi aspek paling utama. Sebaiknya rumah tidak terlalu jauh dari sekolah, serta pertimbangkan juga kualitas sekolahnya.

    6. Kelengkapan Surat

    Apabila sudah merasa senang dengan pilihan rumah, pastikan semua dokumen terkait jual-beli dan pemilikan rumah sudah lengkap dan asli. Konsultasikan dan periksa kelengkapan dokumen kepada notaris, seperti Akta Jual Beli (AJB) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

    Lalu, ketahui kalau rumah yang dibeli berstatus waris atau tidak. Rumah bisa dikatakan berstatus waris pemilik terdahulu pasangan suami istri yang salah satunya telah meninggal dunia.

    “Kalau membeli rumah waris, itu harus ada akte waris. Tapi kalau membeli yang bukan statusnya waris itu lebih aman karena tidak membutuhkan ahli waris,” jelasnya.

    7. Pembayaran

    Selanjutnya, tentukan cara pembayarannya baik cash atau menyicil. Jika ingin mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sebaiknya memilih rumah yang dibangun oleh pengembang papan atas.

    “Bank mau lokasi atau perumahan dari developer papan atas. Kalau bukan developer papan atas, bank tidak akan mengucurkan pinjaman karena rumah second, lebih selektif,” imbuhnya.

    8. Biaya Renovasi

    Terakhir, pertimbangkan dan persiapkan pengeluaran untuk renovasi rumah. Mungkin ada beberapa hal yang perlu diperbaiki atau ingin diubah pada rumah, misalkan untuk kamar mandi, lampu, dan kabel.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Kelebihan dan Kekurangan Beli Rumah Second yang Wajib Kamu Tahu


    Jakarta

    Ada banyak rumah yang tersedia di pasaran mulai dari yang bekas hingga yang masih baru. Kalau kamu sedang mencari hunian terjangkau, kamu bisa mempertimbangkan rumah bekas atau biasa disebut rumah second.

    Menurut Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management Steve Sudijanto, membeli rumah bekas memiliki banyak keuntungan. Akan tetapi, pembeli harus teliti dalam memilih dan merencanakan pembelian rumah second.

    Lantas, apa saja kelebihan dan kekurangan membeli rumah second? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


    Kelebihan Beli Rumah Second

    1. Harga Rumah Lebih Terjangkau

    Membeli rumah second atau bekas bisa menjadi opsi menarik bagi yang sedang mencari rumah yang harganya lebih terjangkau. Penjual biasanya ingin rumahnya cepat terjual, sehingga mematok harga yang lebih murah dari pasaran.

    “Rumah second itu pasti dijual karena orangnya pengin pindah ke luar kota atau membutuhkan uang. Kalau pun dia mau pindah ke rumah lebih baik, pasti kan dia membutuhkan uang untuk membayar DP-nya (down payment),” ujar Steve kepada detikcom, Rabu (3/7/2024).

    2. Kawasan Sudah Matang

    Rumah second umumnya sudah berdiri lama, sehingga kawasan sekitar rumah sudah cukup berkembang. Dengan begitu, fasilitas sekitar rumah akan lebih lengkap. Berbeda halnya dengan rumah baru yang kawasan sekitar yang kebanyakan masih kosong.

    “Kita bisa beli rumah di fasilitas yang sudah matang, yang sudah mapan. Sektor 1-5 itu biasanya sudah lengkap, dekat stasiun kereta (dan) dekat jalan tol,” katanya.

    Kekurangan Beli Rumah Second

    1. Perlu Renovasi Rumah

    Ketika membeli rumah second, biasanya diperlukan renovasi untuk perbaikan atau mengubah tampilan rumah sesuai selera. Pembeli rumah second mesti mempertimbangkan dan mempersiapkan pengeluaran untuk renovasi rumah.

    Hal ini sebenarnya tidak terlalu masalah asalkan kerusakan rumah bukan perkara struktural. Bila struktur bangunan rusak sampai perlu merobohkan rumah, maka sama saja dengan membangun rumah dari awal.

    “Jangan sampai membeli rumah kita harus merobohkan struktur, itu rugi. Karena kalau mendapat rumah yang strukturnya sudah nggak baik, itu akhirnya kita kayak bangun baru, akhirnya ya mahal,” ucapnya.

    Ia menyebut kerusakan permanen pada rumah yang perlu dihindari seperti berkaitan dengan struktur, rayap, hingga pernah banjir. Oleh karena itu, membeli rumah second harus jeli untuk memilih rumah second yang tidak banyak masalah.

    2. Pengajuan KPR ke Bank yang Selektif

    Menurut Steve, bank sangat selektif dalam memberikan pinjaman, terutama untuk rumah second. Kemungkinan bank memberikan pinjaman KPR sebanyak 40-50%, sehingga pembeli harus menyiapkan dana yang cukup.

    Selain itu, sebaiknya membeli rumah yang dibangun oleh pengembang papan atas, khususnya sepuluh pengembang teratas. Sebab, bank tidak mau rugi membeli rumah bodong yang kemungkinan bermasalah dengan kelengkapan atau keaslian dokumennya.

    Itulah kelebihan dan kekurangan membeli rumah second. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Jasa Agen buat Sewakan Rumah? Ini Tips dan Manfaatnya


    Jakarta

    Jika kamu mempunyai rumah yang sedang tidak terpakai, bisnis sewa rumah bisa menjadi peluang menarik yang bisa kamu pertimbangkan. Bagaimana tidak? Rumah akan lebih bermanfaat kalau menghasilkan cuan daripada dibiarkan menganggur bukan?

    Namun, salah satu tantangan menyewakan rumah adalah saat mencari calon penyewa. Kamu perlu memasarkan rumah untuk menarik calon penyewa, baik dilakukan sendiri ataupun dengan bantuan agen.

    Lantas, apa akan lebih baik menggunakan jasa agen untuk mengurus penyewaan rumah?


    Menurut Vice President Xavier Marks Home, Nina Kuntjoro melakukan pemasaran properti rumah untuk disewakan sebaiknya melalui agen properti saja, khususnya yang terakreditasi baik.

    “Lebih baik dipasarkan melalui agen properti yang sudah terakreditasi baik dan memiliki kantor perusahaan yang jelas. Alasannya karena kita mau menyerahkan rumah tersebut ke tangan orang lain,” kata Nina beberapa waktu lalu.

    Manfaat Sewakan Rumah Lewat Agen

    1. Membantu Pemasaran dan Hubungan dengan Penyewa

    Keunggulan dari menggunakan jasa agen dalam melakukan pemasaran properti rumah adalah karena properti tersebut akan diolah oleh pihak agen. Pihak agen ini nantinya akan menjembatani mempertanggungjawabkan sewa antara pemilik properti dan calon penyewa.

    “Kalau pakai agent nanti bisa memantau calon penyewa ini orangnya seperti apa, jadi nanti agent yang bertanggung jawab. Dalam pemasaran juga agent akan meng-handel-nya. Kalau jangka waktu sewa penghuni sudah habis, nanti ketika mengembalikan properti kan harus dalam keadaan baik, nah itu tugasnya agent untuk mengkomunikasikan semuanya antara penyewa dengan pemilik,” jelas Nina.

    2. Membantu Memberi Arahan dan Bimbingan

    Selain itu, agen properti juga sangat membantu pemilik properti yang sudah tua untuk memberikan pengarahan yang tepat ketika melakukan jual beli atau sewa sebuah properti.

    “Ada juga kejadian dimana calon penyewa dan pemiliknya bertemu secara langsung. Nah si pemilik ini sudah berumur (tua) dan mereka tidak ada perjanjian dan sebagainya. Hanya transfer dan kuitansi saja. Nah pas jangka sewa sudah berakhir, si penyewanya nggak mau keluar dari rumah atau nunggak,” ungkap Nina.

    Tips Pakai Jasa Agen buat Sewakan Rumah

    Nina juga menjelaskan bahwa ketika mencoba untuk menitipkan properti rumah kepada agen, kamu harus memastikan bahwa agen yang bekerja sama itu cukup satu saja. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah adanya salah paham atau membuat rumit proses jual beli atau sewa rumah tersebut.

    “Memasarkan rumah dijual atau disewa itu sebaiknya dengan satu agent yang dipercaya saja. Karena pemilik menyerahkan rumah tersebut ke orang lain. Kalau banyak orang nanti pusing. itu bisa lebih minim tindak kejahatan. Kalau cuma satu agent kan bisa ketahuan kalau sampai sertifikatnya tersebar dan dijadikan bahan penipuan,” pungkasnya.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah di Gang Nggak Bisa Jadi Agunan, Mitos atau Fakta?



    Jakarta

    Rumah di gang memiliki lokasi yang sedikit menantang karena aksesnya yang kecil. Tak hanya akses, rumah tersebut juga dianggap sulit untuk dijadikan agunan saat ingin mengajukan pinjaman ke bank.

    Pasalnya, pengajuan pinjaman ke bank tidak mudah karena pihak bank melakukan penilaian yang ketat dan selektif, apalagi soal agunan. Lantas, bagaimana kalau aset yang kita bisa jaminkan berupa rumah di gang? Apakah bank akan menolak pengajuan pinjaman?

    Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo menjelaskan jaminan adalah ‘second way out’, di mana jalan utama dalam penyelesaian pembiayaan adalah kemampuan debitur membayar dengan pendapatan yang diperolehnya.


    “Apabila debitur tidak mampu memenuhi kewajibannya, maka bank akan melakukan menjual jaminan,” ujar Arianto kepada detikcom, Rabu (4/7/2024).

    Arianto mengungkapkan rumah di gang bisa dijadikan agunan ke bank selama ada bukti historis yang menunjukkan kawasan rumah likuid atau mudah untuk dijual. Hal ini akan dibuktikan oleh pihak bank melalui appraisal dengan wawancara lapangan serta mencari data jual beli dari mitra notaris atau Petugas Pembuat Akta Tanah (PPAT) setempat.

    “Yang membuat (rumah di gang) tidak bisa diagunkan, di luar syarat dokumen yang tidak dapat dipenuhi, adalah valuasi harga pasar dan likuiditas (mudah atau tidak untuk dijual),” katanya.

    Selain itu, pastikan rumah yang akan dijadikan agunan ada dokumen lengkapnya, seperti sertifikat, Akta Jual Beli (AJB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Lalu, properti yang diagunkan tidak bermasalah, salah satunya dibuktikan dengan pernyataan tidak ada sengketa.

    Di samping itu, ia mengakui agunan berupa rumah di gang biasanya lebih sulit disetujui oleh bank. Sebab, bank mempertimbangkan akses jalan sekitar rumah yang menjadi agunan.

    “Penjualan rumah dalam gang tidak semudah penjualan rumah dengan akses jalan yang lebih lebar, misal dapat dilalui mobil, baik searah maupun dua arah. Hal ini yang menjadi salah satu pertimbangan bank untuk menolak membiayai pembelian rumah dalam gang apabila objek tersebut yang dijaminkan,” ungkapnya.

    Oleh karena itu, agunan berupa rumah di gang bisa saja menjadi tantangan untuk mengajukan pinjaman untuk KPR. Banyak yang mengira rumah dengan lokasi tersebut sering ditolak pengajuan KPR-nya.

    “Jadi (pengajuan KPR) bukan soal penolakan atas penggunaan dana pembiayaannya, tetapi lebih pada permasalahan penyerahan aset agunan/jaminan yang lebih mudah dieksekusi (jual),” pungkas Arianto.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengin Beli Rumah di Gang, Bisa Pakai KPR? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Lokasi merupakan salah satu aspek paling utama pada rumah. Kamu bisa membeli rumah di berbagai lokasi, mulai dari pedesaan, pegunungan, tengah kota, bahkan rumah di gang sempit sekali pun.

    Namun, banyak yang bilang pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk rumah di dalam gang sulit disetujui oleh bank. Lantas, apa yang membuat rumah di gang sulit diajukan KPR?

    Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo menjelaskan sebenarnya bisa saja membeli rumah di gang dengan KPR. Akan tetapi, bank mempertimbangkan kesanggupan debitur untuk memenuhi kewajibannya, dari penghasilan, aset yang dijaminkan, dan likuiditas rumah.


    “Penjualan rumah dalam gang tidak semudah penjualan rumah dengan akses jalan yang lebih lebar, misal dapat dilalui mobil, baik searah maupun dua arah. Hal ini yang menjadi salah satu pertimbangan bank untuk menolak membiayai pembelian rumah dalam gang apabila objek tersebut yang dijaminkan,” ujar Arianto kepada detikcom, Rabu (4/7/2024).

    Dalam pembiayaan dikenal bahwa jaminan adalah ‘second way out’, di mana jalan utama dalam penyelesaian pembiayaan adalah kemampuan debitur membayar dengan pendapatan yang diperolehnya. Namun, dalam kondisi tertentu bila debitur tidak mampu memenuhi kewajibannya, maka bank akan melakukan eksekusi (penjualan) jaminan.

    Apabila debitur memiliki aset lain yang dijaminkan dan memiliki bukti pendapatan yang dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban angsuran, maka tidak ada alasan penolakan bahwa pembiayaan dari bank digunakan debitur untuk membeli rumah dalam gang.

    “Jadi bukan soal penolakan atas penggunaan dana pembiayaannya, tetapi lebih pada permasalahan penyerahan aset agunan/jaminan yang lebih mudah dieksekusi (jual),” katanya.

    Selain itu, Arianto mengatakan rumah di gang bisa dijadikan agunan ke bank selama ada bukti historis yang menunjukkan kawasan rumah likuid atau mudah untuk dijual. Biasanya pihak bank akan melakukan appraisal dengan wawancara lapangan serta mencari data jual beli dari mitra notaris atau Petugas Pembuat Akta Tanah (PPAT) setempat.

    “Yang membuat (rumah di gang) tidak bisa diagunkan, diluar syarat dokumen yang tidak dapat dipenuhi, adalah valuasi harga pasar dan likuiditas (mudah atau tidak untuk dijual),” pungkasnya.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Bikin Kamar Tidur Lebih Nyaman biar Momen Istirahat Lebih Berkualitas


    Jakarta

    Kamar tidur sudah seharusnya menjadi tempat ternyaman bagi penghuni rumah untuk beristirahat dan tidur. Kamar yang nyaman bisa membantu kita untuk mendapat istirahat yang berkualitas, sehingga dapat menjalankan kegiatan sehari-hari dengan lebih produktif.

    Nah, supaya terasa nyaman, kamu perlu mengatur interior kamar agar tampak rapi dan menarik. Sebaiknya merancang kamar yang sesuai dengan selera kamu serta mendukung buat suasana tidur.

    Lantas, bagaimana cara agar kamar tidur dapat lebih nyaman? Yuk, simak tips berikut ini yang dilansir dari The Spruce, Jumat (28/6/2024).


    Cara Bikin Kamar Tidur Nyaman

    1. Jaga Kamar Tidur agar Selalu Bersih dan Rapi

    Kamar TidurKamar Tidur Nyaman Foto: Yensen Aliamin

    Hal yang paling mendasar untuk membuat suasana kamar tidur nyaman adalah menjaga kebersihan dan kerapian kamar. Tentukan area tertentu di kamarmu untuk aktivitas tertentu pula, seperti tempat khusus untuk mengisi daya ponsel yang mudah diakses saat tidur atau bangun.

    Selain itu, pastikan juga kamu memiliki tempat untuk meletakkan lampu, air minum, jam, dan barang-barang lain yang mungkin kamu butuhkan di tengah malam. Dengan menjaga segala sesuatu tetap rapi, kamu akan merasa lebih tenang dan siap untuk tidur nyenyak.

    “Terlalu banyak barang di kamar tidur dapat menyebabkan kurang tidur. Jaga agar kamar tidur tetap teratur dengan menetapkan area tertentu untuk barang-barang di kamarmau,” kata Sara Abate Rezvanifar, seorang desainer di Ambience Interiors, dikutip dari The Spruce, Jumar (28/6/2024).

    2. Gunakan Penutup Jendela yang Menyerap Suara

    gorden panel tunggal.Kamar Tidur Nyaman. Foto: Getty Images/iStockphoto/brizmaker

    Lalu, bikin suasana kamar menjadi tenteram dengan menggunakan penutup jendela yang dapat menyerap suara. Tidak ada yang ingin terganggu oleh suara dari luar saat mencoba untuk tidur. Gunakan tirai yang menyerap suara untuk menghalangi gangguan dari luar sehingga tidurmu dapat lebih nyenyak.

    “Tirai atau kerai tebal yang terbuat dari bahan penyerap suara dapat membantu mengurangi tingkat kebisingan di kamar tidurmu. Gunakan panel penyerap suara atau busa akustik di dinding jika perlu,” kata Lisa Jane, seorang desainer interior di Ruling Homes.

    3. Pilihlah Tempat Tidur yang Sesuai dengan Preferensi

    Kamar tidur.Kamar tidur nyaman Foto: Ty Carlson/Unsplash

    Pastinya tempat tidur menjadi aspek penting yang perlu dipertimbangkan agar kenyamanan dalam kamar tidur dapat dicapai. Maka dari itu, ketahui preferensi pribadimu dalam hal tempat tidur, seperti tingkat kekencangan dan komposisi kasur.

    “Ada jenis kasur busa yang memiliki lapisan busa memori di atasnya, kasur udara yang dapat diatur yang memungkinkan kamu untuk mengatur tingkat kekencangannya, dan bahkan sistem tempat tidur yang memiliki rangka tempat tidur yang dapat diatur,” kata Fred David, seorang desainer interior.

    Dengan banyaknya pilihan yang tersedia, luangkan waktu untuk menemukan tempat tidur yang paling nyaman bagimu. Tidurmu tidak akan nyenyak jika berbaring di tempat tidur yang tidak nyaman.

    4. Investasikan pada Aksesori Kamar Tidur

    Kamar Tidur Warna Mint GreenKamar Tidur Nyaman Foto: Instagram

    Selain tempat tidur, perhatikan juga aksesori kamar, seperti seprai, selimut, bantal, dan lampu tidur. Pastikan seprai yang kamu gunakan nyaman dan mudah dirawat. Pilihlah seprai berkualitas tinggi yang akan memberikan kenyamanan saat kamu berbaring.

    Pertimbangkan pula pencahayaan di kamar tidurmu. Cahaya lembut sangat penting untuk menciptakan suasana yang tenang. Selain itu, pilihlah selimut yang hangat, tetapi cukup ringan. Hal serupa juga perlu kamu terapkan saat memilih bantal. Pastikan bantal tersebut cukup lembut dan nyaman bagimu.

    5. Jadikan Kamar Tidur Lebih Personal

    Inspirasi kamar tidur dengan wall panel.Inspirasi kamar tidur dengan wall panel. Foto: Anita Yokota, Alex Lepe Photography via Martha Stewart

    Kamar tidur adalah ruang yang sangat pribadi, jadi jangan ragu untuk menambahkan sentuhan personal di dalamnya. Hiaslah kamar tidurmu dengan warna atau pola yang kamu sukai. Tak hanya itu, dekorasilah kamarmu dengan barang-barang yang kamu sukai, seperti lukisan, poster figur publik kesukaanmu, atau foto kenangan. Dengan demikian, kamar tidur akan terasa lebih pribadi dan nyaman sehingga tidur dapat lebih nyenyak.

    “Pajanglah karya seni, foto, atau cinderamata favoritmu di nakas atau meja rias. Kamu juga bisa menambahkan sentuhan pribadi dengan memasukkan perabot atau barang dekorasi unik yang mencerminkan gaya dan kepribadianmu sehingga kamar tidurmu menjadi benar-benar unik,” jelas Leigh Spicher, Direktur Nasional Studio Desain untuk Ashton Woods Home.

    Dengan menerapkan lima trik ini, kamu dapat menciptakan kamar tidur yang nyaman dan menenangkan sehingga tidur dapat menjadi lebih nyenyak dan berkualitas. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 7 Kesalahan Ini Kalau Nggak Mau Rumah Kecil Jadi Makin Sempit


    Jakarta

    Rumah yang terasa lapang dan lega biasanya lebih disenangi penghuni rumah, salah satunya karena bisa bebas bergerak dan mendapat pemandangan luas. Akan tetapi, sebagian orang mempunyai rumah berukuran kecil, sehingga penempatan barang yang kurang tepat bisa bikin sesak.

    Kalau kamu mempunyai rumah kecil, kamu bisa mendesain dan menata ruangan sedemikian rupa supaya tidak terasa sempit, lho! Nah, sebaiknya kamu menghindari kesalahan-kesalahan desain dan tata ruangan yang bikin sesak ruangan.

    Berikut ini tujuh kesalahan menata ruangan yang membuat rumah kecil terasa sempit, dikutip dari Brightside, Kamis (4/7/2024).


    Kesalahan yang Bikin Ruangan Sempit

    1. Motif Wallpaper Terlalu Besar

    Vintage old radio from eastern Europe (labels indicate cities of the eastern block, including former GDR, East Germany) laying on a piece of furniture and a background showing a sixties, seventies design wallpaper pattern. Copy space on the side for customization.Ilustrasi Penggunaan Wallpaper Bercorak Lebar Foto: istock

    Wallpaper bisa menghiasi dinding ruangan agar terlihat estetik dan manis. Tapi hindari menggunakan wallpaper dengan motif besar karena akan memberi kesan ruangan lebih sempit. Terlebih lagi jika rumah kamu memang tidak terlalu luas dan banyak sekat.

    Pilih motif wallpaper yang kecil dengan warna terang untuk dinding. Warna terang bisa membantu merefleksikan cahaya sehingga ruangan tampak lebih terbuka dan lapang.

    2. Rak Buku Terbuka

    modern living room. Scandinavian interior design. 3d rendering conceptMenggunakan Rak Buku Terbuka Foto: istock

    Rak buku yang terbuka membuat kekacauan visual di dalam ruangan serta terasa lebih sumpek. Efek ini akan makin terasa pada kamar atau ruangan kecil.

    “Pilih rak yang berpintu jadi kamu bisa menyimpan semua buku itu,” saran desainer Kim Gordon.

    Rak dengan pintu akan memberi kesan lebih rapi dan tertata. Pilihlah rak yang warnanya senada dengan tema ruangan.

    3. Sofa Bentuk-L

    Large L-shaped corner sofa in living room furniture show homeSofa Besar Berbentuk L Foto: istock

    Sofa berbentuk L memang jadi furnitur favorit karena multifungsi dan terasa nyaman. Tapi furnitur model ini tidak cocok jika rumah kamu kecil dan minimalis. Bentuk L akan menciptakan batasan pada ruangan dan membuatnya kurang fungsional.

    Sofa berbentuk L lebih cocok untuk menciptakan zona pada ruangan yang luas dan berkonsep terbuka. Maka dari itu hindari membeli sofa model ini jika rumah kamu tergolong minimalis.

    4. Salah Menempatkan Cermin

    Spacious and stylish home interior with old glass door and wooden parquetGara-gara 7 Kesalahan Ini, Ruang Kecil Jadi Makin Terasa Sempit Foto: istock

    Cermin seharusnya membuat ruangan terasa lebih luas. Namun, kalau ditempatkan pada sudut yang gelap justru membuat rumah makin sempit.

    Emma Pritchard, editor majalah Country Living, menyarankan menempatkan cermin di dekat atau seberang jendela. Pantulan cahaya pad cermin akan memberi kesan kamar lebih luas.

    5. Tirai Berbahan Tebal

    on Black Backgroundon Black Background Foto: istock

    Kesalahan menata ruangan yang membuat rumah kecil terasa sempit lainnya adalah pemilihan tirai atau gorden. Tirai berbahan tebal dan berat seperti satin atau beludru akan membuat langit-langit terkesan lebih rendah dan mempersempit ruangan.

    Material seperti ini jga menyerap cahaya dari luar jendela sehingga rumah tampak suram. Untuk kesan rumah terang dan lebih lega, pilih tirai dengan bahan melayang, halus, dan ringan. Misalnya linen atau sifon.

    6. Karpet Kecil di Tengah Ruangan

    Eclectic furniture of a modern studio apartment balance out the blank white wallsGara-gara 7 Kesalahan Ini, Ruang Kecil Jadi Makin Terasa Sempit Foto: istock

    Karpet kecil sebaiknya hanya ditempatkan di depan pintu, bukan sebagai dekorasi utama pada ruangan. Karpet berukuran kecil yang ditaruh dekat sofa atau tempat tidur akan membuat interior terlihat ‘terpecah-pecah’ dan ‘mempersempit’ ruangan.

    Jika ingin mendekorasi ruangan dengan karpet, gunakan yang ukurannya lebar, atau tidak memakai karpet sama sekali. Pilih karpet berwarna terang untuk memberi ilusi ruang yang lebih lebar.

    7. Kipas Angin di Langit-langit

    Ceiling fan in a roomGara-gara 7 Kesalahan Ini, Ruang Kecil Jadi Makin Terasa Sempit Foto: istock

    Kipas angin yang dipasang di langit-langit membantu membuat ruangan terasa lebih sejuk. Tapi sebaiknya pertimbangkan lagi jika rumah kamu kecil dan langit-langitnya rendah.

    Penempatan kipas angin pada langit-langit akan menciptakan bayangan yang membuat ruangan tampak lebih gelap dan rendah. Sebaiknya gunakan kipas angin berdiri atau kipas angin meja dengan warna putih.

    Itulah kesalahan menata ruangan yang membuat rumah kecil terasa sempit. Memikirkan proporsi rumah atau ruangan sebelum menatanya sangat penting agar rumah kecil tak jadi makin terlihat sempit.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Suka Ada Tikus di Atap Rumah? Begini Cara Usirnya


    Jakarta

    Tikus merupakan hama yang biasa ditemukan di rumah, salah satunya ada di atap. Penting sekali segera mengusir tikus agar tidak mengganggu penghuni di dalam rumah.


    Hewan ini bisa mengotori dan membawa penyakit. Selain itu, tikus juga bisa merusak barang-barang, bahkan memakan makananmu di rumah.

    Lantas, kenapa tikus naik ke atap rumah? Yuk, cek penjelasan dan tips mengusir tikus di atap rumah berikut ini, dikutip dari Cleanipedia, Kamis (4/7/2024).

    Kenapa Tikus Naik ke Atap Rumah?

    Tikus bisa masuk ke dalam rumah lewat atap, saluran air, dan lubang atau celah pada dinding. Dan ada faktor yang bisa bikin sarang di atap rumah:

    1. Ada Makanan

    Tikus senang tinggal di rumah manusia karena ada sumber makanan. Fakta lain dari tikus adalah mereka memiliki ingatan yang baik. Setelah mereka mengetahui ada sumber makanan di suatu tempat, tikus akan terus mendatangi tempat itu untuk mencari makanan.

    2. Ada Kebocoran pada Saluran Air

    Jika tikus menemukan ada pipa yang mengalami kebocoran, maka mereka akan kembali lagi ke tempat itu untuk mendapatkan minum. Bahkan, saluran air yang utuh pun bisa bocor jika terus menerus digerogoti oleh tikus.

    3. Ada Lubang atau Celah di Tembok

    Lubang ventilasi juga bisa jadi salah satu jalur masuk tikus ke dalam rumah. Bahkan, tikus mampu memasuki lubang yang ukurannya lebih kecil dari ukuran tubuh mereka. Hal ini karena tikus memiliki tubuh yang fleksibel.

    Cara Mencegah Tikus Masuk ke Dalam Rumah

    1. Tutup Pintu dan Jendela

    Tutup pintu depan rumah bila tidak ada orang di area tersebut. Tutup jendela pada malam hari. Keadaan malam yang gelap bisa membuat Anda tidak dapat melihat tikus yang masuk melalui jendela rumah.

    2. Simpan Makanan di Wadah dan Jangan Menyimpan Sampah

    Simpan makanan dan bahan makanan di wadah tertutup sehingga tidak bisa dijamah tikus. Jangan menyimpan sampah atau sisa makanan di dalam rumah.

    Bahkan, sebaiknya buang sampah atau sisa makanan ke tempat sampah di luar rumah. Di dalam rumah, gunakan tempat sampah yang ada tutupnya sehingga tidak bisa dimasuki oleh tikus untuk mencari makanan.

    3. Memeriksa Kebocoran Pipa

    Pastikan kalau ada kebocoran di saluran pipa air. Jika ada, segera perbaiki pipa air yang bocor supaya tidak memancing datangnya tikus.

    4. Periksa ada Lubang di Dinding

    Periksa juga apakah dinding di rumah berlubang atau memiliki celah yang dapat dimasuki tikus. Bila ada, tutup celah tersebut supaya tidak bisa dilewati tikus.

    Cara Usir Tikus dari Atap Rumah

    1. Pasang Perangkap Tikus

    Periksa terlebih dahulu area plafon yang sering dilalui tikus. Jika Kamu melihat tanda-tanda pergerakan tikus seperti letak kotoran tikus dan bekas cakaran maka Kamu dapat memasang perangkap tikus.

    2. Pasang Lem Tikus

    Supaya lebih efisien dalam menangkap tikus di atap, kamu dapat memasang lem tikus di dekat perangkap yang Kamu pasang. Biasanya juga lem tikus dilengkapi aroma yang disukai tikus untuk memancing keluar tikus.

    3. Semprotkan Cairan Pembasmi Tikus

    Tikus memiliki naluri untuk mengikuti arah ruangan. Untuk cara yang lebih ampuh Kamu bisa menyemprotkan cairan pembasmi tikus pada sepanjang area yang dilalui tikus.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Estimasi Biaya Renovasi Rumah 2 Lantai dan Cara Menghitungnya


    Jakarta

    Sebelum merenovasi rumah, satu hal yang paling penting diketahui adalah masalah biaya. Secara umum, biaya bisa dihitung dengan perkiraan per meter persegi, meski hasilnya terkadang lebih atau kurang.

    Jika Anda mau merenovasi rumah 2 lantai, berapakah biayanya? Simak dulu perkiraan biaya renovasi, faktor yang mempengaruhi, dan cara menghitung yang lebih rinci.

    Perkiraan Biaya Renovasi Rumah 2 Lantai

    Di bawah ini adalah perkiraan biaya renovasi rumah 2 lantai berdasarkan kualitasnya. Renovasi rumah bisa disesuaikan dengan memakai material sederhana, standar, dan bagus.


    Sebagai contoh, kita akan menggunakan ukuran rumah tipe 36 m2. Berikut ini perkiraan biaya renovasi rumah 2 lantai yang dilansir dari situs developer nasional:

    1. Sederhana

    Dengan spesifikasi material sederhana, rumah tipe 36 m2 dapat dibangun dengan biaya dari Rp 160 juta hingga Rp 200 juta. Material yang digunakan antara lain batu kali, bata merah, eternit, genteng tanah liat, dan keramik standar.

    2. Standar

    Dengan spesifikasi material standar, rumah tipe 36 m2 dapat dibangun dengan biaya dari Rp 200 juta hingga Rp 235 juta. Material yang digunakan adalah bata yang berkualitas tinggi, rangka hollow dengan gipsum, genteng tanah liat kualitas nomor satu, dan keramik dengan ukuran lebih besar.

    3. Bagus

    Dengan spesifikasi material bagus, rumah tipe 36 m2 dapat dibangun dengan biaya dari Rp 235 juta hingga Rp 300 juta. Material yang digunakan berkualitas premium seperti campuran semen dan pasir yang lebih kental, keramik berukuran besar, genteng berkualitas premium, serta tambahan lis dan detail interior.

    Faktor yang Berdampak pada Biaya

    Biaya renovasi tentu bisa berbeda-beda tergantung banyak faktor. Berikut ini beberapa faktor yang bisa mempengaruhi:

    1. Luas Bangunan

    Yang paling berpengaruh dalam menghitung biaya renovasi adalah luas bangunan. Semakin luas bangunan, maka semakin besar pula biaya per meternya. Hal ini karena biaya material yang bertambah dan biaya tukang yang semakin besar.

    2. Lokasi

    Lokasi bangunan juga menjadi faktor yang mempengaruhi biaya. Hal ini terutama mempengaruhi biaya tukang. Di perkotaan, biaya tukang bisa lebih tinggi daripada di pedesaan.

    3. Spesifikasi Material

    Jenis material sangat beragam dan harganya juga bervariasi. Sebagai contoh, lantai ada yang menggunakan keramik biasa, keramik motif, granit, atau marmer.

    4. Biaya Lain-lain

    Faktor lain yang harus diperhatikan adalah biaya-biaya lain, seperti biaya administrasi, biaya perizinan, biaya transportasi, biaya jasa arsitek, dan biaya notaris.

    Cara Menghitung Rincian Biaya

    Dikutip dari situs Brighton, berikut ini cara menghitung biaya renovasi 2 lantai dengan rinci:

    1. Hitung Luas Bangunan

    Pertama, hitunglah luas bangunan terlebih dahulu. Apakah seluruh luas tanah akan dibuat bangunan, atau akan disisakan untuk taman atau carport. Kemudian hitung juga apakah lantai atas akan berukuran sama dengan bawah.

    Contoh: Luas lantai bawah 36 m2, kemudian luas lantai atas 18 m2, maka keduanya harus dijumlahkan, yakni menjadi 54 m2.

    2. Buat Rincian Kebutuhan Material

    Hitung rincian kebutuhan material yang akan digunakan. Cek harga terbaru di toko bangunan. Masing-masing jenis material harus dihitung sendiri-sendiri.

    Contoh: Keramik dihitung 54 m2 dikalikan harga per meter persegi. Kemudian harga besi dan baja, kayu, cat, beton, dan sebagainya.

    3. Hitung Biaya Tukang

    Biaya tukang tidak kalah besar dibandingkan material. Untuk mengerjakan rumah 2 lantai berukuran 150 meter persegi, setidaknya akan selesai sekitar 6 bulan.

    Kamu bisa menghitung rinci dengan membedakan biaya tukang dan mandor. Atau secara sederhana hitunglah secara rata-rata. Misalnya satu orang dihitung Rp 100 ribu dan membutuhkan 10 tukang, maka dalam sehari membutuhkan Rp 1 juta. Dalam 6 bulan maka membutuhkan Rp 180 juta.

    4. Siapkan Dana Lebih

    Hitung juga biaya lain-lain, karena terkadang perhitungan akan meleset. Siapkan dana lebih untuk antisipasi, hitung juga dana konsumsi tukang jika dibutuhkan. Siapkan juga ketika terjadi kerusakan material dalam proses pengerjaan.

    Itulah tadi perkiraan biaya renovasi rumah dua lantai, lengkap dengan faktor yang memengaruhi, dan cara menghitungnya. Detikers bisa menerapkan cara ini dan mulai menghitung kebutuhan dana renovasi rumah dua lantai dengan tepat.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Urus Sertifikat Tanah yang Hilang, Jangan Panik


    Jakarta

    Siapa yang nggak panik kalau sertifikat rumah atau tanah milikmu hilang. Padahal, dokumen ini sangat penting dan harus dijaga. Tapi kamu nggak perlu panik kalau kamu mengalami kehilangan sertifikat rumah.

    Sertifikat baru dapat diterbitkan sebagai pengganti sertifikat yang hilang atas permohonan pemegang hak atas tanah yang namanya tertera dalam sertifikat. Adapun, lamanya proses pengganti sertifikat adalah 40 hari kerja sesuai ketetapan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

    Lalu, bagaimana cara urus sertifikat rumah yang hilang?


    Syarat dan Dokumen yang Dibutuhkan

    Untuk mengurusnya, hal tersebut dapat dilakukan di Kantor Pertanahan. Akan tetapi, terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

    Dilansir dari website Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), berikut ini syarat-syaratnya:

    1. Menandatangani formulir permohonan dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas meterai

    2. Surat kuasa apabila dikuasakan

    3. Fotokopi identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket

    4. Fotokopi Sertipikat (jika ada)

    5. Surat Pernyataan di bawah sumpah oleh pemegang hak/yang menghilangkan

    6. Surat tanda lapor kehilangan dari Kepolisian setempat

    Adapun, biaya untuk menerbitkan sertifikat pengganti yang hilang sekitar Rp 350.000 per sertifikat. Rinciannya, Rp 200.000 untuk biaya sumpah, Rp 100.000 untuk biaya salinan Surat Ukur, dan Rp 50.000 untuk biaya pendaftaran.

    Cara Mengurus Syarat dan Dokumen yang Dibutuhkan

    Bila berkas yang dibutuhkan sudah lengkap, bagaimana prosedur mengurus sertifikat rumah yang hilang? Buka halaman selanjutnya.

    Adapun, dikutip dari detikJatim yang melansir dari Hukum Online, menurut Irma Devita Purnamasari, SH, M.Kn. dalam buku “Hukum Pertanahan”, ada prosedur yang harus dilalui untuk mendapatkan sertifikat rumah pengganti.

    Cara untuk Mendapatkan Sertifikat Rumah Pengganti:

    1. Surat laporan kehilangan sertifikat tersebut dari kepolisian setempat. Untuk mengajukan laporan hilang pemohon harus membawa:

    – Fotokopi sertifikat yang hilang (bila ada)
    – Surat keterangan Lurah setempat yang menerangkan bahwa memang benar ada tanah yang tertera dalam fotokopi sertifikat tanah tersebut dan berlokasi di kelurahan itu.

    2. Bukti pengumuman sertifikat hilang dalam surat kabar sebanyak 2×2 bulan

    3. Bukti pengumuman sertifikat hilang dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia sebanyak 2×2 bulan

    4. Fotokopi KTP pemohon yang dilegalisasi

    5. Bukti Kewarganegaraan RI yang dilegalisasi

    6. Bukti Pembayaran Lunas PBB tahun terakhir

    7. Aspek penatagunaan tanah jika terjadi perubahan penggunaan tanah

    Setelah melengkapi seluruh dokumen serta surat kehilangan dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari kepolisian, maka anda dapat segera memblokir sertifikat anda, agar menghindari terjadinya penyalahgunaan sertifikat awal anda oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

    Pengajuan Ganti Sertifikat

    Alur Selanjutnya Melalui Proses Pengajuan, antara lain:
    1. Mengisi berkas permohonan sertifikat pengganti dan melengkapi persyaratan

    2. Pengambilan sumpah pemilik sertifikat di hadapan Kepala Kantor Pertanahan. Setelah itu, BPN akan mengumumkan berita acara pengambilan sumpah ke media. Jika tidak terdapat sanggahan atau gugatan dari orang lain kurang lebih selama satu tahun, maka proses penggantian sertifikat akan dilanjutkan

    3. Jika dokumen telah lengkap, maka pihak BPN akan meninjau kembali lokasi dan melakukan pengukuran ulang untuk memastikan keadaan tanah masih sama dengan yang tertera dalam Buku Tanah dan fotokopi sertifikat pemohon

    4. Penerbitan Sertifikat Pengganti, yang biasanya dapat terbit dalam kurun waktu 3 bulan, setelah permohonan diterima secara lengkap.

    Demikian informasi soal mengurus sertifikat rumah yang hilang. Semoga bermanfaat ya!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com