Blog

  • Untung Rugi Atap Genteng Sesuai Materialnya, Mana yang Paling Bagus?


    Jakarta

    Atap genteng berfungsi untuk melindungi penghuni rumah dari kondisi cuaca, mulai dari panasnya sinar matahari hingga hujan deras. Atap ini bisa terbuat dari berbagai jenis material genteng sesuai kebutuhan dan kemampuan pemiliknya.

    Namun, jangan sembarangan pilih material genteng karena setiap jenis mempunyai karakteristiknya masing-masing.

    Lantas, ada apa saja jenis atap genteng yang bisa kita gunakan? Apa kelebihan dan kekurangannya? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyebutkan ada beberapa tipe material genteng, di antaranya beton, keramik, tanah liat, dan metal. Setiap jenis genteng mempunyai berat, massa jenis, karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing.

    Jenis-jenis Material Genteng

    1. Genteng Tanah Liat Berkeramik

    Menurut Panggah, genteng keramik memiliki material terbaik sebagai atap rumah. Berbeda dari genteng tanah liat pada umumnya, bahan ini mempunyai lapisan mengkilap. Genteng ini tergolong premium, sehingga biasa digunakan pada rumah-rumah mewah.

    “Populer di Indonesia itu cocoknya adalah genteng tanah liat yang keramik. Tanah liat dan keramik ini mempunyai karakteristik pembuatan dari tanah liat dibentuk dan di-oven, jadi kadar airnya nol,” kata Panggah kepada detikcom, Kamis (5/7/2024).

    Kelebihan:

    • Tampilan glossy yang estetik
    • Berbahan solid yang mencegah retak dan bocor
    • Bobot paling berat yang tidak mudah terbang tertiup angin

    Kekurangan:

    • Harganya paling mahal
    • Boros penggunaan rangka atap karena berat

    Namun, ada genteng tanah liat tradisional yang banyak digunakan masyarakat Indonesia yang lebih ringan, sehingga masih mudah tertiup angin. Genteng ini dibuat dari tanah liat yang dibentuk dan dibakar, tetapi tanpa melalui proses oven. Tampilannya pun doff, berbeda dari versi keramiknya yang mengkilap.

    2. Genteng Beton

    Selanjutnya, ada jenis genteng yang termasuk segmentasi menenang. Menurut Panggah, genteng ini banyak digunakan di Indonesia dan bisa menjadi pilihan terbaik untuk harga yang masih terjangkau.

    Kelebihan:

    • Harga lebih terjangkau daripada genteng tanah liat berkeramik
    • Bobot cukup berat
    • Tampilan estetik

    Kekurangan:

    • Permukaan genteng mudah retak sehingga rawan bocor setelah pemakaian lama
    • Boros rangka baja ringan karena harus ditopang dengan rangka yang rapat

    3. Genteng Metal

    Genteng metal merupakan pilihan material genteng yang ekonomis. Ada banyak jenis genteng dengan bahan metal, seperti spandek metal, metal berpasir, metal seperti beton.

    Kelebihan:

    • Pemasangan genteng mudah dan cepat
    • Hemat baja ringan karena tidak perlu rangka yang rapat
    • Harga genteng paling terjangkau

    Kekurangan:

    • Penampilan genteng kurang estetik karena terlihat ringkih
    • Mudah robek kalau terkena angin kencang
    • Bobotnya ringan sehingga mudah terbang tertiup angin

    Itulah beberapa jenis material genteng yang bisa kamu gunakan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mudah Hilangkan Bau di Kulkas Pakai Bahan yang Ada di Rumah


    Jakarta

    Kulkas merupakan salah satu benda yang wajib ada di dapur untuk menyimpan makanan untuk waktu yang lama. Hal ini membuat kulkas menjadi tempat yang rawan bau karena ada makanan membusuk.

    Selain itu, bisa saja ada pertumbuhan jamur, sehingga muncul bau tidak sedap di dalam kulkas. Aroma ini mungkin saja mengganggu dan merusak nafsu makanan penghuni rumah.

    Kalau sudah terlanjur, bagaimana cara mengilangkan bau di kulkas? Mudah saja, ikuti tips berikut ini yang dikutip dari The Spruce, Jumat (5/7/2024).


    Cara Hilangkan Bau di Kulkas

    1. Pakai Baking Soda

    Taruh baking soda di loyang dan masukkan ke dalam kulkas semalaman atau sampai bau menghilang.

    2. Bubuk Kopi

    Taruh bubuk kopi segar pada sebuah wadah atau loyang dan masukkan ke dalam kulkas selama semalam. Bau kopi akan bertahan, namun akan hilang dengan cepat.

    3. Minyak Atsiri

    Basahi beberapa bola kapas dengan minyak esensial atau ekstrak vanila dan masukkan ke dalam kulkas. Tutup pintu kulkas selama 24 jam.

    4. Koran

    Masukkan segumpal koran ke dalam laci dan rak kulkas dan tutup pintunya selama beberapa hari. Kemudian keluarkan kertasnya dan bersihkan kulkas dengan campuran 1 cangkir cuka putih per 1 galon air.

    5. Bersihkan Kulkas dengan Cairan Pemutih

    Sebelum membersihkan kulkas, keluarkan semua isinya dan masukkan makanan ke dalam pendingin agar tetap awet, lalu keluarkan rak dan bersihkan dengan air panas dan sabun.

    Bersihkan dengan campuran 1 sendok makan pemutih klorin cair dengan 1 galon air. Bersihkan dinding, langit-langit, dan dasar kulkas beserta bagian dalam pintu dan gasket atau segel. Bilas dengan air sebelum dikeringkan dengan handuk, lalu masukkan kembali isi kulkas.

    Itulah beberapa cara menghilangkan bau tak sedap dari kulkas. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Banyak yang Nggak Tahu, Begini 8 Tips Pasang AC Split yang Benar


    Jakarta

    AC (Air Conditioner) memiliki banyak jenisnya, mulai dari AC split, AC portable, AC inverter, AC central, dan lainnya. Jenis AC yang paling banyak digunakan di Indonesia sendiri adalah AC split. Komponen AC ini memiliki 2 jenis yakni AC dalam dan luar ruangan.

    Kinerja AC split dinilai lebih efektif karena masing-masing memiliki kontrol sendiri sehingga dapat mendinginkan ruangan dengan maksimal. Sebab, AC dalam (AC indoor) bisa menurunkan suhu di dalam ruangan sehingga lebih dingin, sementara AC luar (AC outdoor) bertugas untuk membuang panas. Dengan demikian, meski memiliki tugas masing-masing keduanya saling melengkapi.

    Cara Pemasangan AC Split yang Benar

    Melansir dari Arsitur, Sabtu (6/7/2024), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memasang AC split, berikut diantaranya.


    1. Jangan Arahkan ke Tempat Tidur

    Hindari pemasangan AC split langsung mengarah ke tempat duduk atau tempat tidur karena angin tersebut langsung mengenai badan. Salah letak pemasangannya bisa membuat kesehatan terganggu dan gangguan seperti kulit kering dan merusak pernafasan.

    2. Pasang AC Split di Atas Pintu Masuk

    Posisi AC sebaiknya diletakan di atas pintu masuk ruangan sehingga anginnya menyebar dan tidak mengganggu aktivitas.

    3. Pasang AC di Area yang Terbuka

    Indoor AC Split sebaiknya tidak dibungkus dengan box ataupun disembunyikan dengan grill karena dapat mengakibatkan kondensasi dan mengurangi kinerja AC. Tanda kinerja AC menurun bisa terlihat dari area di sekitarnya lebih lembab, berair, dan pendinginan berjalan lebih lambat.

    4. Pilih PK AC yang Seusai dengan Ukuran Kamar

    Pastikan menghitung ukuran kamar agar dapat menyesuaikan PK AC split yang harus dipakai. Jika sesuai, kamu tidak akan mengalami tagihan listrik membengkak karena AC yang digunakan tidak menguras energi. Untuk kamar 3 x 4 m misalnya sudah cukup dengan AC ½ PK.

    5. Letak Selang Pembuangan Air Tidak Jauh dari AC Indoor

    Jalur pembuangan air untuk outdoor unit hendaknya bisa lebih dekat dengan indoor unit. Jika tidak terpasang dengan benar, seringkali indoor unit berair dan air menetes ke dalam ruangan. Posisi outdoor unit biasanya lebih rendah dan terdapat jalur pembuangan air.

    6. Pastikan Panjang Pipa Penghubung Sesuai

    Pipa penghubung harus diperhatikan karena jika pipa sampai bengkok ini akan mengganggu sirkulasi refrigran. Panjang pipa penghubung yang paling baik antara 3 meter sampai 6 meter (ini adalah panjang ideal) namun jika tidak memungkinkan bisa ditambah hingga 9 meter sampai 12 meter (tergantung daya AC Ruang). Jika kurang dari 3 meter sebaiknya pipa penghubung digulung di belakang outdoor sehingga mencapai 3 meter.

    7. Atur Jarak Indoor dan Outdoor AC Minimal 15 cm

    Posisi indoor unit minimal berjarak 15 cm dari atap ini bertujuan agar sirkulasi udara lebih baik. Dengan adanya ruang kosong diantara indoor AC dan atap membantu penghisapan udara yang ditiupkan oleh indoor unit ke bagian atas dan depan indoor unit.

    8. Hindari Meletakkan Benda Elektronik di Atas AC

    Benda-benda elektronik atau sumber listrik yang berada di bawah indoor unit dapat menyebabkan korsleting listrik. Selain itu, lama kelamaan barang elektronik yang diletakkan di atas AC dapat menyebabkan indoor unit bocor.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jarang Disadari, Kenali 8 Tanda Sakelar Lampu di Rumah Bermasalah


    Jakarta

    Sakelar lampu adalah tombol untuk menyalakan dan mematikan lampu di rumah. Sakelar lampu dibuat dengan bahan yang aman untuk disentuh atau isolator seperti plastik.

    Meskipun aman untuk dipegang, tetapi sakelar lampu tidak bisa dipencet terus menerus dalam waktu bersamaan. Jika terlalu sering, tuas sakelar cepat aus dan rusak. Biasanya tanda sakelar lampu mulai aus adalah lambat merespon ketika tombol ditekan.

    Selain itu, mengutip dari The Spruce, Sabtu (6/7/2024) ada beberapa tanda sakelar listrik di rumah bermasalah atau rusak, sebagai berikut.


    1. Terdengar Suara Aneh Saat Sakelar Lampu Ditekan

    Sakelar lampu yang bermasalah dapat menyebabkan sambungan kabel longgar. Alhasil saat ditekan menimbulkan efek suara elektrik seperti mendesis dan berdengung. Namun suara tersebut juga bisa berasal dari lampu. Kerusakan pada sakelar lampu juga akan berpengaruh pada struktur filamen bola lampu yang ikut bergetar. Maka dari itu, hindari menekan sakelar terlalu kuat.

    2. Tuas Sakelar Sudah Keras

    Sakelar lampu didesain agar mudah saat ditekan. Namun, jika sakelar lampu bermasalah maka bunyi saat menekan sakelar lampu tidak terdengar. Saat ditekan juga terasa keras dan susah. Solusinya kamu perlu mengganti sakelar lampu untuk menghindari lampu semakin lama merespon.

    3. Sakelar Terasa Panas

    Seperti yang diketahui sakelar lampu dibuat dari bahan isolator yang tidak menghantarkan panas dan listrik. Namun, jika kamu merasakan sakelar lampu hangat, berarti ada masalah pada pembuangan panas dari aliran listrik. Hal ini wajar terjadi pada sakelar lampu. Namun, jika sakelar lampu terasa sangat panas, kamu perlu mengeceknya dan ganti dengan yang baru.

    4. Lampu Tidak Langsung Menyala

    Sakelar dan lampu yang berfungsi dengan baik biasanya langsung terkoneksi. Namun, jika saat menekan sakelar listrik, lampu justru berkedip dahulu atau lebih lama merespon, bisa jadi ada yang rusak pada logam sakelar. Tidak hanya itu, bisa juga dikarenakan tuas sakelar kendor atau kerusakan pada kabel sehingga lampu telat merespon.

    5. Muncul Percikan Api

    Tanda sakelar listrik bermasalah yang perlu diwaspadai adalah muncul percikan api saat kamu menekan tuas atau terjadi tiba-tiba. Percikan api bisa membahayakan orang yang berada di dekat sakelar listrik dan biasanya percikan api diikuti dengan korsleting listrik atau padamnya lampu.

    Percikan api ini juga bisa menyebabkan asap dan bau hangus pada sakelar. Jika sudah begini kamu perlu mengganti sakelar listrik secepatnya agar tidak menyebabkan kebakaran.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 5 Hal Ini Kalau Rumah Kamu Nggak Mau Terlihat Kotor


    Jakarta

    Buat kamu yang sibuk sehingga tidak bisa punya banyak waktu untuk membersihkan rumah, bisa coba tips berikut ini. Sebab, ada beberapa hal di rumah yang justru bikin rumah kamu terlihat kotor.

    Adanya debu atau kotoran di rumah memang hal yang wajar terjadi. Namun, banyaknya debut juga bisa terjadi dari desain rumah yang dipilih.

    Nah, berikut ini adalah hal-hal yang perlu kamu hindari agar rumah tidak mudah terlihat kotor.


    Cat dengan Hasil Akhir Glossy

    Cat dinding dengan hasil akhir glossy memang cantik, namun hal itu bisa menarik kotoran. Sebab, cat glossy bisa lebih mudah menampakkan sidik jari, goresan, corengan.

    Lantai dan Kabinet Dapur Berwarna Gelap

    Lantai kayu berwarna gelap bisa menjadi pilihan jika rumah kamu memang memakai konsep yang ‘dark’. Namun, lantai kayu gelap bisa membuat rumah tampak kotor dan harus sering dibersihkan karena akan terlihat jelas jika ada kotoran, misalnya jika kamu memiliki rambut berwarna terang atau memakai sepatu di rumah.

    Tak hanya itu, kabinet di dapur yang berwarna gelap juga rentan membuat rumah tampak kotor. Hal itu karena sidik jari, minyak, dan debu lebih mudah terlihat kabinet warna gelap.

    “Pilih lemari dengan warna yang terang atau sedang untuk mencegah penumpukan debu yang terlihat dan pembersihan yang rumit,” kata Founder ADL Interiors Jacqueline Norrise, dikutip dari Real Simple, Minggu (7/7/2024).

    Kabinet Terbuka

    Memiliki kabinet terbuka memang stylish dan memudahkan dalam beraktivitas di dapur. Namun, hal itu juga bisa membuat debu menumpuk sehingga harus sering dibersihkan dan dirapikan.

    Gorden Berlapis-lapis

    Hindari pemakaian gorden dengan desain berlapis atau multi-layered karena cukup sulit untuk dibersihkan. Kamu bisa memilih gorden yang simple dan bisa dicuci di mesin cuci untuk memudahkan perawatan.

    Terlalu Banyak Dekorasi

    Dekorasi yang terlalu banyak kurang cocok untuk kamu yang tidak punya banyak waktu untuk membersihkan rumah. Norrise menyarankan untuk mengurangi dekorasi dan menggunakan hiasan yang berdampak saja.

    “Barang-barang dekoratif yang berlebihan akan menyebabkan seringnya dibersihkan dan selanjutnya berkontribusi terhadap kekacauan visual,” ujarnya.

    Itulah beberapa hal yang harus dihindari agar rumah kamu tidak terlihat kotor. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mencegah Rumput Liar Tumbuh di Bawah Tanaman


    Jakarta

    Rumput liar selalu menjadi musuh abadi bagi orang yang hobi berkebun. Pasalnya, rumput liar ini selalu saja datang dengan sendirinya, dan akan mencuri banyak nutrisi bagi tanaman yang kita rawat.

    Jaraknya yang sangat berdekatan dengan tanaman kita ini seringkali membuat kita kesulitan untuk membersihkannya, karena kita tidak bisa menggunakan bahan kimia untuk membunuh rumput tersebut.

    Nah, bagi kamu yang punya kebun atau taman bunga, kali ini kamu tidak perlu pusing mengurusi rumput liar ini lagi. Di bawah ini ada beberapa cara untuk mencegah rumput liar tumbuh di area bawah tanaman kamu.


    Cara Mencegah Rumput Liar Tumbuh di Bawah Tanaman

    Dikutip dari rd.com, Minggu (7/7/2024), rumput liar sering kali tumbuh di bawah dan pohon. Mereka bisa tumbuh dan akan menempel dengan sistem akar tanaman dan mencuri nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk segera membasmi rumput liar di sekitar tanaman yang kamu rawat.

    Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mencegah pertumbuhan rumput liar di area bawah tanaman.

    1. Mulsa Organik

    Salah satu cara terbaik untuk mengatasi rumput liar adalah dengan menggunakan mulsa organik seperti serpihan kayu atau kayu cincang yang terurai secara perlahan.

    Caranya adalah dengan menyebarkan mulsa tersebut dengan ketebalan beberapa inci di sekitar tanaman yang kamu rawat, pastikan mulsa tidak menyentuh batang atau akar tanaman.

    2. Bahan Lain

    Cara lain untuk menekan pertumbuhan rumput liar adalah dengan menggunakan lapisan koran yang ditumpuk dengan tanah, atau menggunakan lembaran plastik hitam yang ditumpuk dengan batu. Selain tanah dan batu, kamu juga bisa menyembunyikan lapisan ini di bawah serpihan kayu.

    Di samping koran dan plastik hitam, kamu juga bisa membeli matras mulsa khusus yang terbuat dari rami atau flax, atau menggunakan lapisan kerikil.

    3. Tanaman Penutup Tanah

    Alternatif lain adalah menanam tanaman penutup tanah. Beberapa pilihan yang baik adalah Ajuga reptans, dan Jelatang Putih.

    Rumput liar tidak akan tumbuh bila tanaman ini menutupi tanah di bawah semak dan pohon. Namun perlu diperhatikan bahwa kamu hanya bisa melakukan ini di sekitar tanaman yang sudah berusia beberapa tahun.

    Itu dia beberapa cara untuk mencegah rumput liar tumbuh di bawah tanaman yang kamu rawat. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 8 Penyebab Cat Dinding Menggelembung dan Cara Mudah Mengatasinya


    Jakarta

    Cat rumah adalah pelindung terluar dinding. Selain melindungi, cat dinding juga mempercantik tampilan rumah. Sifatnya yang menempel pada dinding, ada beberapa risiko yang dapat merusak cat dinding, salah satunya adalah cat menggelembung.

    Cat menggelembung adalah keadaan cat yang semula rata dan mulus tiba-tiba membentuk bulatan besar seperti balon yang diisi udara. Biasanya cat menggelembung tidak langsung pecah terutama yang ukuran bulatannya masih kecil. Namun, ukuran apapun, cat menggelembung mengganggu estetika dinding di rumah. Lantas, apa yang harus dilakukan jika ada cat menggelembung pada dinding rumah?

    Penyebab Cat Menggelembung

    Dikutip dari House Beauty, Sabtu (6/7/2024) berikut beberapa penyebab cat dinding menggelembung.


    1. Cat yang Dipilih Tidak Sesuai

    Penyebab pertama cat dinding menggelembung adalah jenis cat yang digunakan tidak sesuai dengan dinding rumah. Misalnya jenis cat minyak dan lateks dipakai bersamaan. Alhasil keduanya tidak dapat menempel dan senyawanya tidak mengikat. Dengan demikian, setelah ditimpa permukaan dinding akan terlihat gelembung berisi udara.

    2. Tidak Membersihkan Sisa Cat Sebelumnya

    Sudah jadi rahasia umum, jika ingin mengecat dinding, kamu perlu membersihkan warna cat sebelumnya. Namun, biasanya langkah ini dilewati karena sulit dan membutuhkan waktu lama. Padahal cara ini bukan hanya membuat tampilan dinding lebih halus, melainkan menghilangkan kotoran yang menempel di dinding. Minyak atau kotoran bisa menjadi penyebab timbulnya gelembung sebab cat tidak dapat menempel sepenuhnya pada dinding yang berminyak.

    3. Tidak Pakai Cat Dasar

    Setelah cat sebelumnya terkelupas, kamu perlu melapisinya dengan cat dasar dahulu. Cat dasar penting untuk memperkuat lapisan warna pada tembok. Cat dasar ini juga perlu dipakai setelah cat selesai. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa cat dapat terkunci dan mencengkeram permukaan secara merata dan konsisten.

    4. Dinding yang Lembab

    Kemudian, ada kondisi lain yang bisa menyebabkan cat menggelembung yakni udara di sekitar dinding lembap, terutama pada saat hujan. Biasanya cat dinding luar sering mengalami cat menggelembung. Kelembapan berbentuk udara atau air terperangkap di lapisan cat dan membentuk kantong. Kamu perlu berhati-hati jika atap rumah mulai bocor karena potensi cat dinding menggelembung mungkin saja terjadi.

    5. Cat Terkena Suhu yang Terlalu Panas

    Selain lembap, cat menggelembung juga bisa timbul jika di sekitar dinding terlalu panas. Idealnya cat dinding berada dalam suhu 50-85 derajat. Jika berada di atas angka tersebut risikonya cat mengering secara tidak merata sehingga ada udara yang terperangkap di bawahnya.

    6. Menimpa Cat Lain yang Masih Basah

    Salah teknik pengecatan seperti menimpa cat yang masih basah juga merusak permukaan cat sebelumnya. Salah satu kerusakan tersebut terlihat dari terbentuknya gelembung. Oleh sebab itu, pastikan cat yang sudah dipoles dan dicat benar-benar kering sebelum mengaplikasikan lapisan berikutnya.

    7. Cat Diaduk Terlalu Lama

    Teknik pengecatan lainnya yang membuat cat menggelembung adalah cat diaduk terlalu lama sebelum dipakai. Mengaduk cat terlalu lama dan terlalu cepat secara berlebihan dapat menimbulkan masuknya gelembung udara ke dalam cat yang muncul di dinding.

    8. Salah Memilih Rol Cat

    Penyebab lainnya adalah salah memilih rol cat. Kuas dan cat dirancang berbeda-beda agar pada saat digunakan, cat bisa merata tanpa tercipta bertekstur. Maka dari itu, tanyakan kepada petugas toko bangunan atau tempat kamu membeli cat agar hasilnya sesuai harapan.

    Cara Mengatasi Cat Gelembung

    Jika mendapati cat di rumah menggelembung, kamu bisa memecah gelembung tersebut dengan mengikisnya. Gunakan ampelas agar lebih cepat. Jika di bawah cat menggelembung ada retakan, sebaiknya tambal dahulu. Setelah permukaan dinding kembali rata seperti semula, amplas kembali.

    Jangan lupa oleskan dengan cat dasar atau primer, pastikan cat benar-benar mengering dan tidak lembab. Lalu aplikasikan ulang cat dengan lapisan berikutnya. Tunggu sampai mengering, baru kamu bisa menimpa cat baru lagi jika dibutuhkan.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi cat dinding menggelembung. Semoga bermanfaat!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Belajar dari Kasus di Cilegon, Ini Cara Cegah Atap Rumah Ambruk Saat Hujan Angin



    Jakarta

    Sebuah rumah milik warga Kopo Tanjak, Gunung Sugih, Cilegon belum lama ini bagian atapnya roboh saat diterjang hujan yang disertai angin kencang. Bagian atap rumah ambruk hingga menimbulkan kerugian belasan juta rupiah.

    “Atap rumah bagian depan dan kamar ambruk, rusak sedang. Kerugian kurang lebih Rp 15 juta,” ucap Kepala BPBD Cilegon Suhendi dikutip dari detikNews, Minggu (7/7/2024).

    Suhendi mengungkapkan ambruknya atap rumah juga disebabkan oleh kondisi bangunan yang sudah rapuh. Walau demikian, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.


    “Penyebab kejadian, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dan bangunan yang sudah rapuh. Korban jiwa nihil,” katanya.

    Rumah semestinya menjadi tempat berlindung dari berbagai kondisi alam. Namun, kondisi cuaca yang ekstrem serta bangunan yang kurang kokoh bisa membuat bangunan rusak, terutama pada bagian atap rumah.

    Lalu, bagaimana cara membangun rumah yang tahan terhadap terpaan hujan lebat yang disertai angin kencang? Simak penjelasan ahli berikut ini.

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyampaikan pemilihan material rangka atap mempengaruhi kekuatan atap untuk menahan hujan dan angin kencang. Ia menyarankan agar memakai rangka atap dari baja ringan.

    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan,” ujar Panggah kepada detikProperti belum lama ini.

    Ia mengatakan penggunaan material kayu atau bambu untuk rangka atap sudah tidak lagi disarankan karena rawan lapuk dan dimakan rayap, sehingga tidak kuat menahan bobot genteng. Sementara baja ringan merupakan inovasi material yang awet dan memiliki umur pakai yang lebih panjang.

    “Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” jelasnya.

    Panggah menyebut baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk sebagai rangka atap. Namun, pemasangan rangka atap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan juga jarak antar baja ringan sudah cukup menahan beban atap genteng.

    “Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” imbuhnya.

    Selain itu, pemasangan genteng harus sesuai supaya tidak ada air hujan yang masuk rumah. Setiap genteng perlu disusun saling meniban, serta memiliki kemiringan yang cukup untuk mengalirkan air. Sebab, meski memiliki sifat anti karat, baja ringan bisa rusak bila terkena air.

    Kemudian, Panggah juga membagikan tips agar atap rumah tidak mudah rusak akibat tiupan angin kencang. Ia menyarankan agar memilih material genteng yang berat, seperti genteng tanah liat berkeramik atau genteng beton.

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Cegah Rumah Bocor Meski Diterjang Hujan Lebat


    Jakarta

    Cuaca ekstrem yang tidak menentu sewaktu-waktu bisa membuat hujan turun deras mengguyur rumah. Tak jarang air hujan bisa menyelinap masuk hingga rumah bocor.

    Hujan yang disertai kebocoran tentu bikin pemilik rumah khawatir isi rumah bisa berantakan dan tergenang air. Sebab, membersihkannya akan ribet, belum lagi kalau benda-benda rusak.

    Aduh, daripada keburu bocor waktu hujan, sebaiknya kamu melakukan langkah-langkah antisipasi. Berikut ini beberapa tips untuk mengantisipasi rumah bocor.


    5 Cara Cegah Rumah Bocor

    1. Lapisi Area yang Rawan Bocor

    Langkah pertama untuk mengantisipasi kebocoran di rumah adalah melapisi area-area yang rawan bocor, seperti atap dan dinding. Gunakan pelapis kedap air pada bagian atap, salah satunya yang berbahan semen anti air. Sementara untuk bagian dinding dapat menggunakan cat waterproof.

    2. Ganti Atap yang Rusak

    Atap rumah berguna untuk melindungi penghuni rumah dari panas matahari dan terpaan hujan. Apabila terdapat atap yang sudah rusak, segera ganti dengan yang baru. Hal itu untuk mencegah masuknya air hujan ke dalam rumah.

    3. Pangkas Pohon di Dekat Rumah

    Saat hujan lebat disertai angin kencang, keberadaan pohon di dekat rumah menjadi berbahaya. Terutama pohon yang berukuran besar dan berumur tua lebih berisiko untuk tumbang.

    Apabila pohon seperti itu tidak dipangkas, bisa saja ranting dan batangnya menimpa rumah sehingga dapat mengakibatkan kebocoran.

    4. Bersihkan Talang Air

    Talang air merupakan komponen penting pada rumah untuk menghadapi hujan. Sebab, berfungsi untuk mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah air.

    Untuk mencegah terjadinya kebocoran di rumah, segera periksa kondisi Talang air. Sering kali Talang Air tersumbat kotoran, seperti daun maupun sampah plastik yang beterbangan.

    Maka dari itu, jika terdapat kotoran segera Bersihkan Talang air. Jika tidak, maka aliran air akan terhambat bahkan bisa membuat Talang Air jebol.

    5. Cek Lokasi Bocor

    Jika rumah sudah terlanjur bocor, maka segera mengecek area yang bocor. Area-area yang bocor bisa saja terjadi di tempat yang tidak terduga, seperti kamar mandi, dak beton, serta atap.

    Terlebih jika musim penghujan tiba, retak halus pada atap bisa jadi lebih parah dan menyebabkan rembesan semakin luas. Maka dari itu, perlu dilakukan pengecekan secara cepat agar dapat memperbaiki area-area yang mengalami kebocoran.

    Demikian beberapa tips untuk mengatasi rumah yang bocor. Semoga bermanfaat ya!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali 3 Ciri Genteng Bocor di Rumah Sebelum Makin Parah


    Jakarta

    Rumah harus dirawat secara berkala karena dapat rusak setelah lama digunakan. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah genteng bocor akibat hujan.

    Setiap rumah memang berpotensi untuk bocor, maka pemilik sebaiknya waspada dan mengantisipasi kebocoran. Air hujan dapat merembes masuk melalui celah genteng yang bocor.

    Meski kecil, kebocoran bisa berkembang menjadi masalah yang jauh lebih besar. Nah, sebelum tambah parah kamu harus bisa mendeteksi tanda-tanda awal kebocorannya.


    Lalu, apa saja ciri-ciri genteng bocor? Yuk, simak tanda-tandanya berikut ini, dikutip dari Red Canyon Roofing, Minggu (7/7/2024).

    Ciri-ciri Genteng Bocor

    1. Bintik-bintik di Dinding Luar Rumah

    Noda dan noda air serupa seperti langit-langit bisa muncul pada dinding di luar rumah. Air bisa mempengaruhi dinding interior dan eksterior. Dalam banyak kasus, noda pada dinding eksterior akan menjadi pertanda awal ada kebocoran.

    Salah satu cara untuk mencegah masuknya air selama musim hujan adalah dengan memeriksa apakah loteng terisolasi dan air hujan mengalir dengan benar.

    Kalau kamu nggak yakin bagaimana cara memeriksa genteng rumah, pastikan untuk menghubungi kontraktor lokal secepat mungkin.

    2. Noda Plafon

    Langit-langit atau plafon yang berubah warna hingga muncul bercak bisa jadi pertanda kalau ada kebocoran pada genteng rumah kamu. Bercak itu gampang banget dikenali. Biasanya berwarna kuning atau bahkan hitam pekat.

    Kalau kamu menemukan tanda itu dan curiga genteng kamu bocor, ada baiknya kalau kamu langsung memeriksa untuk memastikan ada kebocoran. Jangan dibiarkan atau kamu akan menyesal di kemudian hari.

    3. Permukaan Dinding Berubah Bentuk

    Dinding yang tumbuh atau berubah bentuk karena air dan terkena kelembapan sering kali jadi pertanda ada kebocoran di rumah. Ketika kerusakan akibat air seperti ini ditemukan, kemungkinan besar sudah ada air yang mengalir ke berbagai area di rumah dalam kurun waktu yang cukup lama.

    Terkadang kebocoran sangat parah sehingga bisa terjadi lebih cepat dari itu. Tapi dalam banyak kasus, pertumbuhan dan perubahan bentuk dinding merupakan perubahan yang memerlukan waktu. Sebelum makin parah, kamu harus segera memeriksa kemungkinan kebocoran yang ada.

    Dinding yang tumbuh disebabkan oleh penumpukan kelembapan dan menyebabkan kayu serta batuan lembaran mengembang karena kelembapan meresap ke dalam kayu. Jika masalah ini berlangsung terlalu lama, kamu mungkin perlu merenovasi rumah untuk memperbaiki kerusakan dan menghilangkan jamur atau lumut.

    Itulah beberapa ciri-ciri genteng bocor di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com