Blog

  • 8 Cara Memilih Tandon Air yang Bagus dan Tepat untuk Rumah


    Jakarta

    Tandon air adalah tangki penyimpanan air yang biasanya digunakan di rumah, gedung, atau bangunan lainnya. Tandon air disebut juga toren air.

    Tandon ini berfungsi untuk menampung air bersih, dari sumur, saluran air, atau dari penyedia air umum. Maka dari itu, memilih tandon air yang tepat menjadi langkah penting untuk memastikan pasokan air yang cukup dan berkualitas di rumah.

    Cara Memilih Tandon Air

    Dikutip dari laman Water Runner dan Penguin (salah satu produsen tangki air di Indonesia), berikut adalah beberapa tips dalam memilih tandon air:


    1. Menentukan Ukuran Tandon Air

    Menentukan ukuran tangki penyimpanan air dilakukan menilai kebutuhan air rumah tangga.

    Hal ini bisa kamu pertimbangkan dengan berapa jumlah penghuni di rumah, pola penggunaan air harian, serta aktivitas spesifik apa pun yang mungkin membutuhkan pasokan air lebih banyak (seperti berkebun atau punya ternak).

    Mengukur kebutuhan air akan meletakkan dasar untuk memilih ukuran tangki yang tepat.

    2. Mempertimbangkan Variasi Musiman dan Situasi Darurat

    Memperhitungkan variasi musiman dan skenario darurat, juga termasuk dalam langkah untuk memilih tandon air. Jadi, saat musim kemarau, kapasitas penyimpanan yang lebih besar akan sangat berharga.

    Selain itu pilihlah bahan/jenis tangki air yang bisa bebas lumut, memiliki tingkat perlindungan UV tertinggi, dan memiliki garansi panjang.

    3. Kesediaan Ruang

    Besar kecilnya tangki air juga perlu disesuaikan dengan ruang yang tersedia. Pasalnya, kepraktisan dan ruang yang tersedia berperanan penting.

    Perkirakan tempat pemasangan tangki perlu di mempertimbangkan dimensi, bentuk, dan peraturan setempat mengenai penempatan tangki.

    Hal ini bertujuan untuk memastikan tangki bisa dipasang, dengan sempurna di rumah tanpa mengurangi fungsionalitas.

    4. Mengantisipasi Kebutuhan Masa Depan

    Berinvestasi dalam wadah air untuk rumah tangga juga termasuk komitmen jangka panjang. Maka dari itu, memilih tangki dengan ruang yang cukup untuk pertumbuhan akan memastikan sistem penyimpanan air tetap relevan dan efektif seiring dengan kebutuhan terus berubah.

    5. Menghitung Kapasitas Tangki

    Menghitung kapasitas tangki yang tepat bisa dengan mencari keseimbangan antara memenuhi kebutuhan, sekaligus menyediakan cadangan untuk permintaan tak terduga.

    Untuk penggunaan tandon air rumah tangga pada umumnya, standar industri menyarankan kisaran 50-100 galon per orang per hari. Namun, hal ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dan keadaan.

    6. Warna Tangki

    Tandon air ukurannya cukup besar untuk terlihat dari luar rumah. Oleh karena itu, warnanya juga perlu disesuaikan dengan tema eksterior rumah. Hal ini bertujuan agar tidak mengganggu tampilan eksterior rumah.

    7. Material Tersertifikasi

    Pemilihan tandon air juga perlu, yakni yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), Food Grade dan BPA Free. Dengan begitu air bisa aman digunakan untuk berbagai keperluan.

    8. Konsultasi dengan Ahli

    Sekiranya masih bingung dan ragu, mintalah saran dari para profesional dalam bidang penyimpanan air.

    Mereka akan memberikan informasi tentang peraturan setempat, menawarkan rekomendasi berdasarkan situasi, dan memastikan bahwa kamu memilih tangki penyimpanan air yang paling sesuai dengan kebutuhan.

    Itu tadi penjelasan seputar cara memilih tandon air yang tepat. Dengan pertimbangan yang baik, ini akan membantu kalian dalam penyimpanan air yang disesuaikan dengan gaya hidup. Semoga membantu.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Memilih Tandon Air yang Bagus dan Tepat untuk Rumah


    Jakarta

    Tandon air adalah tangki penyimpanan air yang biasanya digunakan di rumah, gedung, atau bangunan lainnya. Tandon air disebut juga toren air.

    Tandon ini berfungsi untuk menampung air bersih, dari sumur, saluran air, atau dari penyedia air umum. Maka dari itu, memilih tandon air yang tepat menjadi langkah penting untuk memastikan pasokan air yang cukup dan berkualitas di rumah.

    Cara Memilih Tandon Air

    Dikutip dari laman Water Runner dan Penguin (salah satu produsen tangki air di Indonesia), berikut adalah beberapa tips dalam memilih tandon air:


    1. Menentukan Ukuran Tandon Air

    Menentukan ukuran tangki penyimpanan air dilakukan menilai kebutuhan air rumah tangga.

    Hal ini bisa kamu pertimbangkan dengan berapa jumlah penghuni di rumah, pola penggunaan air harian, serta aktivitas spesifik apa pun yang mungkin membutuhkan pasokan air lebih banyak (seperti berkebun atau punya ternak).

    Mengukur kebutuhan air akan meletakkan dasar untuk memilih ukuran tangki yang tepat.

    2. Mempertimbangkan Variasi Musiman dan Situasi Darurat

    Memperhitungkan variasi musiman dan skenario darurat, juga termasuk dalam langkah untuk memilih tandon air. Jadi, saat musim kemarau, kapasitas penyimpanan yang lebih besar akan sangat berharga.

    Selain itu pilihlah bahan/jenis tangki air yang bisa bebas lumut, memiliki tingkat perlindungan UV tertinggi, dan memiliki garansi panjang.

    3. Kesediaan Ruang

    Besar kecilnya tangki air juga perlu disesuaikan dengan ruang yang tersedia. Pasalnya, kepraktisan dan ruang yang tersedia berperanan penting.

    Perkirakan tempat pemasangan tangki perlu di mempertimbangkan dimensi, bentuk, dan peraturan setempat mengenai penempatan tangki.

    Hal ini bertujuan untuk memastikan tangki bisa dipasang, dengan sempurna di rumah tanpa mengurangi fungsionalitas.

    4. Mengantisipasi Kebutuhan Masa Depan

    Berinvestasi dalam wadah air untuk rumah tangga juga termasuk komitmen jangka panjang. Maka dari itu, memilih tangki dengan ruang yang cukup untuk pertumbuhan akan memastikan sistem penyimpanan air tetap relevan dan efektif seiring dengan kebutuhan terus berubah.

    5. Menghitung Kapasitas Tangki

    Menghitung kapasitas tangki yang tepat bisa dengan mencari keseimbangan antara memenuhi kebutuhan, sekaligus menyediakan cadangan untuk permintaan tak terduga.

    Untuk penggunaan tandon air rumah tangga pada umumnya, standar industri menyarankan kisaran 50-100 galon per orang per hari. Namun, hal ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dan keadaan.

    6. Warna Tangki

    Tandon air ukurannya cukup besar untuk terlihat dari luar rumah. Oleh karena itu, warnanya juga perlu disesuaikan dengan tema eksterior rumah. Hal ini bertujuan agar tidak mengganggu tampilan eksterior rumah.

    7. Material Tersertifikasi

    Pemilihan tandon air juga perlu, yakni yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), Food Grade dan BPA Free. Dengan begitu air bisa aman digunakan untuk berbagai keperluan.

    8. Konsultasi dengan Ahli

    Sekiranya masih bingung dan ragu, mintalah saran dari para profesional dalam bidang penyimpanan air.

    Mereka akan memberikan informasi tentang peraturan setempat, menawarkan rekomendasi berdasarkan situasi, dan memastikan bahwa kamu memilih tangki penyimpanan air yang paling sesuai dengan kebutuhan.

    Itu tadi penjelasan seputar cara memilih tandon air yang tepat. Dengan pertimbangan yang baik, ini akan membantu kalian dalam penyimpanan air yang disesuaikan dengan gaya hidup. Semoga membantu.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Cara Mudah Menentukan Ukuran Rolling Door dengan Tepat


    Jakarta

    Rolling door merupakan pintu yang memiliki sistem buka-tutup dengan cara digulir oleh bantuan rel. Daun pintunya yang berdimensi besar didorong secara horizontal.

    Jenis pintu ini biasanya digunakan pada garasi rumah, kios, maupun bangunan toko. Rolling door umumnya terbuat dari aluminium dan baja, lalu lebarnya dapat disesuaikan dengan lebar bidang bukaan.

    Perlu diketahui, memasang rolling door tak semudah seperti memasang pintu konvensional pada umumnya. Harus dilakukan perhitungan yang matang agar rolling door dapat dibuka dan ditutup secara benar.


    Lantas, bagaimana cara menentukan ukuran rolling door? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Cara Menentukan Ukuran Rolling Door

    Sebelum memasang rolling door, perlu dilakukan perhitungan agar pintu bisa terpasang dengan tepat dan berfungsi secara baik. Mengutip situs Ideal Door Garage Doors, berikut cara menentukan ukuran rolling door:

    1. Ukur Sisi Dinding

    Langkah yang pertama adalah dengan mengukur sisi dinding. Fungsinya untuk mengukur tempat koil pintu akan dipasang.

    2. Ukur Lebar Pembukaan Pintu

    Hitung lebar pembukaan pintu dengan tepat. Pastikan dihitung secara akurat agar rolling door dapat ditutup dengan sempurna.

    3. Ukur Tinggi Pembukaan Pintu

    Karena rolling door dibuka ke atas, maka hitung juga tinggi pembukaannya. Sesuaikan ukuran rolling door dengan cara menghitung lebar x tinggi.

    4. Ukur Ruang Kepala

    Selain itu, pastikan juga kamu mengukur bagian ruang kepala. Ukur jarak antara bagian atas rolling door dan langit-langit rumah. Pastikan menghitungnya secara benar agar pintu tidak menabrak langit-langit saat dibuka.

    Tips Memilih Rolling Door yang Tepat

    Selain menentukan ukuran rolling door, detikers juga perlu memilih rolling door yang tepat. Berikut sejumlah tipsnya yang dirangkum dari catatan detikProperti:

    1. Pilih Rolling Door Sesuai Kebutuhan

    Sebelum memilih rolling door, pastikan kamu sudah mengetahui pintu apa yang dibutuhkan. Rolling door tersedia dengan berbagai bahan material dan ukuran.

    Jika kamu membutuhkannya untuk tujuan bisnis dengan memasangnya di ruko atau kios, pastikan pilih rolling door yang punya fitur unggulan dan kualitas tinggi. Hal ini demi memberikan keamanan ekstra.

    2. Pilih Penyedia yang Handal

    Selain itu, pilih penyedia rolling door yang handal dan terpercaya. Pilih penyedia yang memiliki reputasi baik dan sudah dikenal luas. Hal ini penting agar kamu bisa mendapatkan kualitas rolling door terbaik dengan harga yang sesuai.

    3. Merawat Rolling Door Secara Rutin

    Tips yang terakhir adalah selalu merawat rolling door secara rutin. Karena rolling door umumnya terbuat dari alumunium, besi, atau baja, maka harus dilakukan perawatan agar tidak mudah berkarat.

    Perlu diingat, rolling door yang sudah berkarat lebih rentan macet saat digunakan. Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukan perawatan dengan memberikan lapisan anti karat di rolling door.

    Itu dia cara mudah menentukan ukuran rolling door agar sesuai. Semoga dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Cat Tembok Mengelupas Bikin Rumah Nggak Estetik, Ini Cara Cegah dan Perbaikinya


    Jakarta

    Cat tembok sangat mempengaruhi penampilan rumah. Seiring berjalannya waktu, kondisi cat tembok bisa rusak, seperti memudar dan mengelupas.

    Pastinya hal ini bisa merusak estetika rumah kamu. Kalau cat tembok sudah terkelupas, kamu perlu mengatasinya dengan cara yang tepat.

    Lalu, sebenarnya apa saja yang bikin cat tembok mengelupas dan bagaimana cara perbaikinya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Faktor Penyebab Cat Tembok Mengelupas

    Dikutip dari homesandgardens.com, seorang tukang cat profesional, Andre Kazimierski mengatakan bahwa faktor yang menyebabkan cat tembok terkelupas umumnya terjadi karena cat tidak menempel dengan benar pada tembok sejak awal.

    “Ini terjadi saat kamu mengecat permukaan yang kotor atau basah atau bahkan dengan mengecat permukaan saat suhunya terlalu panas atau dingin,” tuturnya dikutip dari Homes & Gardens, Jumat (4/10/2024).

    Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa kelembapan udara juga bisa menjadi penyebab cat mengelupas. Ruangan yang terlalu lembab bisa membuat cat rusak secara perlahan.

    Kamu dapat menghindarinya dengan menggunakan langkah-langkah persiapan yang tepat dan memilih hasil akhir dan kualitas cat yang tepat untuk area tersebut, misalnya menggunakan cat pencegah jamur di area lembab seperti dapur dan kamar mandi,” ujarnya.

    Cara Perbaiki Cat Tembok

    Pendiri Hometown Painting Oklahoma, Matthew Stone mengatakan bahwa jika cat tembok sudah mengelupas, sebaiknya kamu harus langsung memperbaikinya. Pasalnya, hal ini bisa menyebabkan permukaan tembok menjadi rusak dan lembab. Selain itu, tembok juga akan menjadi sulit untuk di cat ulang.

    Tapi kamu juga tidak boleh terburu-buru. Mengecat ulang tembok rumah memang terlihat mudah, tapi dalam kenyataannya, bila teknik mengecat dilakukan dengan cara yang salah, cat tembok akan jadi mudah mengelupas. Oleh karena itu kamu perlu mempelajari prosesnya terlebih dahulu.

    Berikut cara mengecat ulang cat tembok yang mengelupas dengan benar.

    1. Bersihkan Tembok dari Cat yang Terkelupas

    Langkah pertama adalah bersihkan tembok dari cat yang mengelupas supaya mendapatkan permukaan tembok yang halus. Untuk membersihkan cat mengelupas dari tembok bisa digunakan alat pengikis.

    2. Amplas Bagian Tembok yang Masih Kasar

    Untuk mendapatkan permukaan yang halus, tembok bisa diamplas. Atau, kamu juga bisa membersihkannya dengan air hangat dan sabun lalu biarkan sampai kering sebelum mengecat ulang.

    3. Gunakan Primer Berkualitas

    Setelah tembok dibersihkan, gunakan cat dasar atau primer berkualitas sebelum melakukan pengecatan. Hal ini akan membantu untuk menghalangi pewarnaan pada tembok jika pengelupasan disebabkan oleh jamur atau kelembaban dan akan mendapatkan permukaan tembok yang lebih halus. Setelahnya baru lakukan pengecatan tembok.

    4. Cat Ulang Tembok yang Catnya Terkelupas

    Langkah terakhir adalah mengecat ulang tembok dengan menggunakan warna dan brand yang sudah ada pada tembok. Hal itu dilakukan agar warna yang ada di tembok tetap sama.

    Nah, itu dia ringkasan mengenai faktor penyebab mengelupasnya cat tembok dan cara untuk mengatasinya dengan benar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Model Kanopi Teras depan Rumah Beserta Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Saat ini, sejumlah rumah modern telah memasang kanopi di bagian depan rumahnya. Kanopi merupakan atap tambahan yang sering digunakan untuk melindungi bagian rumah yang terbuka, seperti carport atau taman belakang.

    Meski fungsi kanopi hanya melindungi bagian rumah agar tidak kepanasan atau kehujanan, tetapi jangan sampai salah pilih. Sebab, kanopi terdiri dari beberapa jenis.

    Model-model kanopi dibedakan tergantung dari bahan yang digunakan. Selain itu, ada sejumlah kelebihan dan kekurangan dari setiap jenis kanopi.


    Lantas, apa saja model kanopi teras depan rumah? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Model Kanopi Teras Depan Rumah

    Panggah Nuzhulrizky selaku Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, menjelaskan kepada detikProperti bahwa ada sejumlah model kanopi yang umum digunakan pada rumah-rumah di Indonesia.

    Simak beberapa model kanopi teras depan rumah beserta kelebihan dan kekurangannya di bawah ini:

    1. Kanopi Alderon

    Kanopi Alderon yang menggunakan material UPVC.Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom

    Model kanopi teras depan rumah yang pertama adalah kanopi alderon. Jenis material yang digunakan adalah UPVC atau unplasticized polyvinyl chloride dengan ciri khas memiliki tekstur bergelombang dan berongga.

    Kanopi jenis ini tengah digandrungi banyak orang karena dinilai cocok dipakai untuk rumah yang minimalis. Selain digunakan untuk teras depan rumah, kanopi alderon juga cocok untuk halaman belakang.

    Kelebihan Kanopi Alderon:

    • Kuat dan tahan lama.
    • Ramah lingkungan.
    • Kedap suara.

    Kekurangan Kanopi Alderon:

    • Harganya cukup mahal, sekitar Rp 800.000 per meter persegi.
    • Warna dan model tidak banyak variasi.

    2. Kanopi Kaca

    Kanopi model kacaFoto: iStock/U. J. Alexander

    Apabila punya budget lebih dan ingin menerapkan rumah yang estetik, kanopi kaca bisa jadi opsi yang terbaik untuk hunian detikers. Sesuai namanya, kanopi ini terbuat dari material kaca

    Biasanya, kanopi kaca dibuat dengan rangka baja ringan atau rangka besi sebagai pondasi atap kaca, kemudian dipasang dengan menyambung pada area luar rumah atau bangunan.

    Kelebihan Kanopi Kaca:

    • Ruangan terlihat lebih terang karena adanya cahaya matahari yang masuk.
    • Mudah diaplikasikan pada berbagai desain rumah minimalis.
    • Rumah jadi terlihat lebih elegan dan estetik.

    Kekurangan Kanopi Kaca:

    • Proses pemasangannya cukup rumit.
    • Punya ukuran lebih berat karena terbuat dari kaca.
    • Punya harga yang mahal, sekitar Rp 1.500.000 hingga Rp 1.800.000 per meter.

    3. Kanopi Polycarbonate

    Kanopi polycarbonate untuk teras depan rumah.Foto: Wikimedia Commons/Beeblebrox

    Model kanopi yang terakhir adalah kanopi polycarbonate. Atap tambahan ini terbuat dari material polimer spesial yang terlihat seperti plastik bening.

    Dari segi tampilannya, atap kanopi ini lebih cocok digunakan untuk melindungi bagian carport atau halaman belakang untuk menjemur pakaian.

    Kelebihan Kanopi Polycarbonate:

    • Dapat meredam radiasi panas matahari.
    • Pemasangannya lebih mudah.
    • Tahan lama dan fleksibel.

    Kekurangan Kanopi Polycarbonate:

    • Harganya sedikit mahal, sekitar Rp 700.000 per meter.
    • Sulit untuk dibersihkan.

    Itu dia tiga model kanopi teras depan rumah beserta kelebihan dan kekurangannya. Jadi, mau pilih kanopi yang jenis apa?

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Tinggi Pagar Rumah yang Ideal agar Terlihat Estetik


    Jakarta

    Hampir setiap rumah memiliki pagar yang berfungsi sebagai pembatas antara area hunian dengan jalan raya. Pagar juga berfungsi untuk memberikan rasa aman bagi penghuninya dari lingkungan luar.

    Oleh sebab itu, beberapa hunian seperti rumah mewah dan besar sengaja membangun pagar yang tinggi. Cara ini dilakukan untuk memberikan keamanan ekstra dari orang yang berniat jahat, binatang liar, hingga suara bising dari luar.

    Namun bagi sebagian orang, membangun pagar rumah yang tinggi memberikan kesan seperti ‘penjara’, kaku, dan terlihat tidak estetik. Lantas, berapa tinggi pagar rumah yang ideal? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Segini Tinggi Pagar Rumah yang Ideal

    Fungsi utama pagar adalah untuk memberikan keamanan bagi para penghuni rumah. Namun, haruskah pagar dibangun setinggi mungkin?

    Mengutip laman Bisesa Contractor, rata-rata tinggi pagar rumah yang ideal adalah 1,8 meter. Ukuran tersebut dinilai sudah cukup untuk memberikan perlindungan dari bahaya tindak kejahatan, suara bising, hingga binatang liar.

    Namun, ada beberapa rumah yang memasang pagar hingga setinggi 2,5 meter. Biasanya, rumah tersebut merupakan hunian mewah yang dihuni pejabat, artis ternama, hingga orang penting yang membutuhkan keamanan dan kenyamanan.

    Pada intinya, kamu bisa menyesuaikan tinggi pagar rumah dengan luas bangunan. Apabila rumah kamu mengusung konsep minimalis sederhana, pagar setinggi 1,8 meter dirasa sudah cukup. Namun jika memiliki rumah mewah dan luas, pagar setinggi 2,5 meter dapat memberikan perlindungan ekstra.

    Tips Memilih Pagar yang Cocok dengan Rumah Kamu

    Saat ini, ada banyak jenis dan bentuk pagar yang tersedia di pasaran. Jika kamu bingung ingin pilih yang mana, detikers bisa menentukan yang paling cocok dengan kondisi dan kebutuhan rumahmu.

    Mengutip catatan detikProperti, berikut tips memilih pagar yang cocok dengan rumah kamu:

    1. Privasi

    Tips yang pertama terkait dengan privasi. Jika ingin menjaga privasi secara maksimal, maka disarankan untuk meninggikan panel pagar. Panel yang tinggi dan tertutup akan menghalangi tatapan tetangga.

    2. Keamanan

    Kamu juga harus memperhatikan soal keamanan sebelum memilih jenis atau bentuk pagar. Jika ingin mencegah maling, pilih panel pagar vertikal sehingga tidak ada pegangan kaki atau tangan yang dapat digunakan untuk memanjat.

    3. Lokasi Pemasangan

    Lokasi pemasangan pagar juga harus diperhatikan, lho. Kamu harus menentukan lokasi yang tepat memasang pagar rumah. Lalu, pertimbangkan medan pekarangan rumah kamu dan cek apakah ada penghalang seperti pohon atau batu yang perlu kamu akali.

    4. Faktor Lingkungan

    Jika detikers tinggal di daerah yang berangin, sebaiknya pertimbangkan pagar apa yang kuat menahan kondisi saat berangin. Panel semi-solid diklaim paling cocok karena masih memungkinkan angin melewati lubang di sela-sela panel, sehingga tidak membebani tiang penahan pagar.

    5. Kualitas Material

    Tips yang terakhir adalah memperhatikan kualitas material. Sebaiknya, selalu mencari pagar yang menggunakan bahan material kokoh sehingga bisa bertahan lama.

    Demikian pembahasan mengenai tinggi pagar rumah yang ideal. Semoga dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan yang Biasa Dilakukan Saat Membersihkan Karpet


    Jakarta

    Penggunaan karpet bisa menambah kehangatan dan kenyamanan di setiap rumah. Akan tetapi, penggunaan karpet dapat mengumpulkan kotoran dan noda seiring berjalannya waktu.

    Membersihkan karpet secara asal akan merusak karpet dalam waktu cepat. Secara tidak sengaja mungkin kamu sering melakukan kesalahan dalam membersihkan karpet.

    Melansir angi.com, Jumat (4/10/2024), berikut kesalahan umum dalam membersihkan karpet sehingga menyebabkan kerusakan pada karpet.


    Tidak Membersihkan Karpet Berdasarkan Jenis

    Karpet terbagi menjadi dua kategori, yaitu serat sintetis dan serat alami. Penting bagi kamu untuk mengidentifikasi jenis karpet yang kamu miliki, hal itu akan menentukan produk pembersih mana yang cocok untuk karpet kamu.

    Sebelum menggunakan produk pembersih, baca labelnya dan lihat apakah produk tersebut aman untuk bahan karpet kamu.

    Tidak Segera Membersihkan Noda

    Aturan praktis yang baik adalah semakin cepat kamu membersihkan noda, semakin sedikit waktu yang dimilikinya untuk meresap ke dalam karpet kamu. Namun, ada beberapa noda yang mungkin sulit untuk segera diatasi.

    Noda cair seperti kopi dapat meresap hingga ke bantalan karpet. Cobalah untuk menyerap sebanyak mungkin cairan dari karpet terlebih dahulu sebelum menggunakan pembersih apapun.

    Menggosok Noda

    Sering kali dalam membersihkan karpet kamu selalu menggosokan noda di karpet. Hal itu tidak disarankan karena dapat merusak serat karpet dan membuat berjumbai. Cara ini juga dapat mendorong noda semakin dalam ke dasar karpet.

    Cobalah untuk segera mengoleskan larutan pembersih pilihan kamu langsung ke area yang terkena noda. Setelah mengoleskannya, tepuk-tepuk noda dengan handuk atau kain lap. Metode ini akan membantu menyerap sisa cairan ke dalam handuk.

    Tidak Menyedot Debu Secara Teratur

    Menyedot debu secara teratur tidak hanya menghilangkan kotoran, debu, dan bulu hewan peliharaan, tetapi juga membuat serat karpet menjadi lurus dan terasa lembut.

    Menggunakan Produk Pembersih dengan Bahan Kimia Keras

    Meskipun banyak produk pembersih yang bagus di pasaran, beberapa di antaranya menggunakan bahan kimia keras yang dapat menghasilkan asap beracun, seperti naftalena dan formaldehida.

    Untuk menghindari penggunaan produk pembersih yang beresiko, pastikan kamu membaca daftar bahan-bahan dengan seksama sebelum membelinya.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Lampu Kamar Mandi yang Tepat


    Jakarta

    Kamar mandi cenderung memiliki pencahayaan yang redup. Pencahayaan kamar mandi biasanya cukup untuk kebutuhan mandi, tetapi menambahkan lampu dapat mencerahkan dan membuat kamu dapat melihat dengan jelas.

    Keselamatan, kebersihan, dan desain juga merupakan manfaat dari pencahayaan kamar mandi. Kamar mandi yang terang memberikan keamanan dengan meningkatkan visibilitas saat masuk dan keluar dari ruangan, hal ini mencegah agar tidak terpeleset.

    Saat memasang lampu di dalam kamar mandi, kamu perlu memilih lampu tahan air yang paling cocok untuk kamar mandi kamu. Melansir The Spruce, Jumat (4/10/2024), berikut ini kualitas pencahayaan yang baik dan hal yang dipertimbangkan saat memilik lampu.


    Hal-hal yang Dipertimbangkan saat Memilih Lampu Kamar Mandi

    Ukuran

    Ukuran lampu kamar mandi kamu akan bergantung pada ukuran kamar mandi. Terlalu besar atau terlalu kecil akan terlihat tidak seimbang, Ukuran lampu tersembunyi yang paling umum adalah 4 hingga 7 inci.

    Watt

    Untuk kamar mandi secara umum menggunakan bohlam pijar 60 watt atau LED 7 hingga 9 watt yang memberikan kecerahan paling tinggi namun tetap bagus.

    Watt menunjukkan berapa banyak energi yang akan kamu gunakan untuk menyalakan lampu, bukan tingkat cahaya sebenarnya. Tetapi banyak orang sering menganggap kecerahan dalam hal jumlah watt pijar.

    Warna Lampu

    Warna lampu yang ‘dingin’ dan terang cocok untuk kamar mandi, terutama untuk keperluan seperti merias wajah dan bercukur, tetapi cahaya kuning yang hangat dapat lebih menenangkan untuk mandi dan tidak terlalu menyilaukan untuk kamar mandi.

    Tahan Air

    Perlengkapan lampu kamar mandi harus kedap air demi keamanan. Pastikan perlengkapan tersebut tahan lembap yang dapat bertahan di lingkungan lembap atau tahan basah yang dapat langsung terkena air.

    Kualitas Pencahayaan Kamar Mandi yang Baik

    Ditempatkan dengan Tepat

    Jenis lampu pancuran terbaik terletak di dalam bilik pancuran itu sendiri. Lampu ruangan umum merupakan pelengkap yang baik, tetapi tidak dapat menyinari semua area bilik pancuran.

    Langit-langit juga lebih mudah dialiri listrik daripada sekeliling pancuran. Tempatkan lampu di tengah langit-langit di atas pancuran, tetapi kamu mungkin memerlukan dua hingga tiga lampu di pancuran yang lebih besar.

    Kecerahan

    Lampu kamar mandi harus menciptakan ruangan yang terang, sehingga kamu dapat mandi dan bergerak dengan aman dan melihat semua perlengkapan kamar mandi. Hal ini juga dapat menjaga ruangan tetap bersih tanpa terlalu menyilaukan.

    Desain

    Meskipun pemasangan tersembunyi dan pemasangan permukaan merupakan jenis perlengkapan yang paling praktis untuk lampu pancuran, lampu dinding, dan lampu sorot dapat disertakan dalam rencana desain lampu kamar mandi.

    Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih lampu kamar mandi.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Ukuran Ruang Kerja di Rumah, Mana yang Cocok buat Kamu?


    Jakarta

    Mendesain ruang kerja yang nyaman dan efisien adalah impian setiap orang yang bekerja dari rumah. Meskipun kamu tidak akan menghabiskan banyak waktu di ruang kerja, ada baiknya untuk memperhatikan tata letak umum dan dimensi yang direkomendasikan.

    Memiliki ruang yang cukup akan memastikan kamu dapat bekerja secara efisien tanpa merasa sempit atau berantakan. Saat menentukan ukuran ruang kerja di rumah, penting juga mempertimbangkan gaya kerja dan preferensi kamu.

    Dilansir dari Arthitectural, Senin (7/10/2024), berikut beberapa kisaran ukuran rata-rata ruang kerja di rumah dan mana yang terbaik.


    Ukuran Rata-rata Ruang Kerja di Rumah

    2,8 hingga 4,6 Meter Persegi

    Ruang kerja berukuran kecil dapat berkisar antara 2,8 hingga 4,6 meter persegi, yang cukup untuk satu meja dan kursi sederhana. Jangan berharap terlalu banyak ruang penyimpanan untuk kamu gunakan.

    Ukuran ruang kerja ini biasanya tidak terlalu nyaman, dan ukuran ini paling cocok untuk orang-orang yang hanya bekerja dari rumah sesekali.

    Meskipun beberapa menyarankan untuk memperkecil ruangan menjadi 1,9 meter persegi, hal itu sangat tidak direkomendasikan. Karena 2,8 meter persegi pada dasarnya adalah ukuran lemari.

    4,6 hingga 9,3 Meter Persegi

    Ukuran ini adalah kisaran yang lebih masuk akal untuk ruang kerja kamu. Meskipun masih dianggap ukuran sedang, ukuran ini cukup bagi orang-orang yang bekerja 30-40 jam per minggu di rumah mereka.

    Jika kamu memiliki ukuran ruang kerja ini di rumah kamu, maka kamu hanya dapat menempatkan satu meja kantor besar atau dua meja kantor kecil beserta setidaknya satu kursi dan lemari arsip berukuran sedang.

    9,3 hingga 27,9 Meter Persegi

    Ruangan ukuran ini lebih dari cukup untuk menampung beberapa kursi dan meja, jika kamu perlu mengundang seseorang untuk mengerjakan proyek bersama. Ruangan ini juga berfungsi sebagai ruang kerja rumah komersial.

    Faktor yang Harus Kamu Pertimbangkan

    Pertimbangkan Ruang yang Tersedia

    Jika kamu tinggal di rumah kecil, akan sulit untuk menyediakan satu ruangan penuh untuk bekerja. Dalam kasus ini, lebih baik menggunakan sudut kosong atau menggunakan kembali lemari lama.

    Pikirkan Kebutuhan

    Seberapa banyak waktu yang akan kamu butuhkan juga harus menjadi pertimbangan. Semakin banyak waktu yang kamu habiskan di ruang kerja rumah, semakin besar pula kebutuhan ruang kerja kamu.

    Dengan mempertimbangkan ruang penyimpanan dan kenyamanan kamu, 6,5 meter persegi umumnya merupakan ukuran ruang kerja yang baik untuk di rumah.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, ini Warna yang Tepat untuk Ruang Kerja di Rumah


    Jakarta

    Warna membangkitkan emosi tertentu, perasaan yang kamu alami sangat bergantung pada warna yang kamu gunakan pada dinding ruang kerja di rumah. Warna yang digunakan pada dinding kantor memiliki efek yang besar.

    Efek yang diberikan seperti tingkat produktivitas, kesejahteraan, dan suasana hati kamu. Desain interior ruang kerja lebih dari sekedar estetika, tetapi juga mengembangkan suasana yang merangsang kreativitas, fokus, dan kolaborasi.

    Melansir chalkstudio design, Senin (7/10/2024), berikut ini cara memahami psikologi warna dan warna yang tepat untuk ruang kerja di rumah kamu.


    Memahami Psikologi Warna dalam Interior Ruang Kerja

    Warna Hangat

    Merah, jingga, dan kuning termasuk dalam golongan warna hangat. Warna-warna ini biasanya menimbulkan kegembiraan atau energi yang meningkat pada seseorang. Namun, jika terlalu sering digunakan, akan menghasilkan perasaan yang gelisah.

    Warna Dingin

    Biru, hijau, dan ungu dianggap menjadi warna yang dingin. Warna ini memiliki efek menenangkan dan dapat menimbulkan perasaan konsentrasi dan ketenangan.

    Menggunakan warna dingin berlebihan akan menimbulkan sensasi dingin, tidak hangat, dan sempit di ruang kerja.

    Warna Netral

    Putih, abu-abu, dan krem menjadi warna-warna yang netral. Nuansa ini memberikan kesan stabil dan dapat dianggap sebagai dasar untuk memadukan warna aksen yang berani.

    Warna Terbaik untuk Ruang Kerja dan Maknanya

    Biru

    Warna biru melambangkan kepercayaan, kedamaian, dan produktivitas. Warna ini cocok untuk area kerja yang terkonsentrasi, ruang rapat, dan area bersantai. Untuk menghindari ruang steril, pilih warna yang lebih cerah seperti biru langit dan biru kehijauan.

    Merah

    Warna merah melambangkan energi, gairah, dan kegembiraan. Warna merah sebaiknya digunakan dalam suasana kerja sama atau curah pendapat untuk menginspirasi kreativitas. Penggunaan yang berlebih akan memicu perasaan agresif atau cemas.

    Putih

    Warna putih melambangkan kebersihan, keterbukaan, dan awal yang baru. Putih menciptakan kesan lapang dan dapat menjadi warna dasar yang sangat baik dalam desain interior ruang kerja modern.

    Jingga

    Warna jingga melambangkan energi, motivasi, dan hubungan sosial. Jingga menjadi warna yang sangat bagus untuk ruang kolaborasi atau area breakout yang mendukung pembicaraan yang bersemangat.

    Hijau

    Warna hijau melambangkan keseimbangan, harmoni, dan kemajuan. Hijau mendorong fokus dan konsentrasi, membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk lingkungan ruang kerja. Nuansa hijau muda bersifat menenangkan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com