Blog

  • Tips Bikin Rumah Adem Tanpa AC Meski Cuaca Panas ‘Ugal-Ugalan’



    Jakarta

    Bulan Desember umumnya identik dengan musim hujan. Namun, cuaca panas justru sangat ‘menyengat’, khususnya di sejumlah wilayah Jawa dan Nusa Tenggara, beberapa hari terakhir.

    Cuaca panas yang ‘ugal-ugalan’ ini dibenarkan oleh Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto. Kondisi ini diprediksi akan terus berlangsung sampai tiga hari ke depan.

    “Rata-rata suhu maksimum ada di 34 hingga 36 derajat Celcius,” ungkap Guswanto, dikutip dari detikHealth, Rabu (20/12/2023).


    Kondisi panas ini tentu akan membuat beberapa aktivitas di rumah menjadi tidak nyaman. Agar hal tersebut tidak terjadi, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk membuat rumah kembali adem saat cuaca panas sedang ‘ugal-ugalan’ seperti sekarang.

    Melansir TIME.com, Rabu (20/12/2023), berikut tips membuat rumah adem di saat cuaca panas melanda.

    Pasang Gorden atau Tirai

    Langkah pertama yang kamu lakukan agar rumah tetap adem saat cuaca panas adalah mencegah sinar matahari langsung masuk ke dalam rumah. Caranya adalah dengan menutup gorden jendela atau memasang tirai penghalang di depan rumah.

    David Wright, seorang arsitek lingkungan solar, menyarankan untuk menggunakan gorden atau tirai anti tembus pandang yang bisa diangkat dan diturunkan. Alternatif lain adalah mengganti kaca jendela dengan kaca berinsulasi atau kaca rendah emisivitas (low-e) yang bisa memantulkan panas secara efektif.

    Letakkan Es Batu di Depan Kipas Angin

    Kipas angin dan AC sangat umum digunakan saat cuaca sedang panas. Kamu bisa menggunakan trik khusus agar kipas angin bisa mengeluarkan udara yang lebih dingin.

    Caranya adalah dengan meletakkan es dalam mangkuk atau kain di depan kipas angin. Jika dipasang dengan sudut yang tepat, udara yang diembuskan oleh kipas angin bisa menjadi lebih dingin dari sebelumnya.

    Buka Jendela saat Malam Hari

    Pada malam hari, udara biasanya akan lebih rendah dibandingkan saat siang hari. Jika lingkungan rumahmu cukup aman, bukalah jendela agar udara malam bisa masuk ke dalam rumah.

    Matikan Lampu saat Tidak Diperlukan

    Alat elektronik, khususnya lampu, akan mengeluarkan panas saat dinyalakan. Nah, karena itu, matikan lampu saat kamu tidak menggunakannya. Dengan begitu, rumah akan menjadi lebih dingin dari sebelumnya.

    Demikianlah beberapa tips membuat rumah lebih adem saat cuaca panas. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Bahaya Air yang Tercemar Tinja Imbas Septic Tank Dekat dengan Sumur



    Jakarta

    Ketersediaan air bersih tentu dibutuhkan di setiap rumah. Jika air bersih tercemar, misalnya tercemar tinja, tentunya bisa menyebabkan berbagai penyakit bagi penghuni rumah.

    Air tercemar tinja ini bisa saja terjadi apabila jarak septic tank dengan sumur air bersih sangat dekat. Idealnya, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Jarak resapan septic tank dengan bangunan atau rumah jaraknya minimal 1,5 meter, dan jarak dengan sumur resapan air hujan minimal 5 meter.

    Akan tetapi, masih ada saja rumah yang memiliki septic tank dengan jarak yang dekat dengan sumber air. Bahkan, dari studi yang dilakukan UNICEF, pada 2022 disebutkan hampir 70% dari 20 ribu sumber air minum rumah tangga yang diuji di Indonesia tercemar limbah tinja.


    Dikutip dari detikHealth, beberapa waktu lalu, Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menyebut tingginya cemaran air tinja di Indonesia salah satunya dipicu dari lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga. Pada permukiman padat, septic tank memiliki jarak hanya 2-3 meter dari rumah warga.

    Dekatnya septic tank dengan sumber air bisa membuat air tercemar dengan bakteri Escherichia coli atau E. Coli yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, misalnya infeksi saluran pencernaan. Tak hanya itu, dokter spesialis penyakit dalam dan Konsultan Gastroenterologi-hepatologi dr Kaka Renaldi, SpPD mengungkap bakteri ini bisa menyebabkan beberapa kasus yang berujung fatal terlebih kepada kelompok rentan seperti ibu hamil.

    “Infeksi ini kemudian bisa berkembang dan menyebabkan infeksi selaput otak pada bayi dalam kandungannya, hingga keguguran. Sehingga, pemilihan air dengan seksama disarankan kepada seluruh masyarakat untuk mengadopsi hidup bersih dengan mengonsumsi air minum yang berasal dari sumber yang terlindungi,” ungkapnya beberapa waktu lalu, dikutip dari detikHealth.

    Cara Menghilangkan Bakteri E. Coli pada Air

    Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng mengatakan, untuk menghilangkan bakteri E. Coli pada air bisa dilakukan dengan merebus air atau melakukan penyaringan. Cara ini disebut-sebut bisa menghilangkan risiko cemaran.

    “Air yang direbus mendidih itu aman dan bisa dikonsumsi, air PDAM atau air sumur itu nggak apa-apa kalau direbus,” beber Iqbal.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Air Sumur Tercemar Tinja, Ini Ciri-ciri yang Aman Dikonsumsi



    Jakarta

    Air bersih tentunya dibutuhkan di rumah. Air bersih bisa digunakan untuk berbagai hal, misalnya masak, cuci pakaian, atau dimasak untuk diminum.

    Salah satu hal yang bisa membuat air tercemar adalah jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air. Hal ini memungkinkan air bersih tercemar dengan tinja.

    Nah, untuk memastikan air tidak tercemar, ada ciri-ciri yang bisa diamati. Misalnya, untuk air minum itu tidak berasa, tidak berwarna, hingga tidak berbau.


    Sebagai informasi, apabila air sudah memenuhi syarat air minum, tentunya sudah dipastikan aman untuk digunakan, baik langsung diminum atau digunakan untuk kegiatan lain, misalnya memasak, mencuci, mandi, atau lainnya.

    Untuk air minum, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Dikutip dari website Kementerian Kesehatan, Rabu (20/12/2023), berikut ini adalah syarat-syarat air minum.

    – Tidak berasa

    – Tidak berbau

    – Tidak berwarna

    – Tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya

    – Tidak mengandung logam berat

    Tips Jaga Kualitas Air Bersih

    Untuk menjaga kualitas air bersih, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Dilansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan, berikut ini caranya.

    – Jarak antara sumber air dengan jamban dan tempat pembuangan sampah minimal 10 meter

    – Sumber mata air harus dilindungi dari bahan pencemar

    – Sumur gali, sumur pompa, kran umum dan mata air harus dijaga bangunannya agar tidak rusak

    – Lantai sumur sebaiknya kedap air (diplester) dan tidak retak, bibir sumur dan dinding sumur harus diplester dan sumur ditutup

    – Ember penampung air dilengkapi dengan penutup dan gayung bertangkai, dijaga kebersihannya

    – Air harus dijaga kebersihannya dengan tidak ada genangan air di sekitar sumber air, dan dilengkapi dengan saluran pembuangan air, tidak ada kotoran, tidak ada lumut, pada lantai/dinding sumur.

    Sementara itu, untuk menjaga agar air tidak tercemar tinja, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Jarak resapan septic tank dengan bangunan atau rumah jaraknya minimal 1,5 meter, dan jarak dengan sumur resapan air hujan minimal 5 meter. Hal ini sesuai dengan SNI 2398:2017.

    Itulah beberapa syarat air minum dan cara menjaga kualitas air di lingkungan. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Kipas Angin Tidak Berputar dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Kipas angin merupakan alat elektronik yang digunakan untuk menyejukkan udara saat udara sedang panas. Namun, ada kalanya kipas angin rusak dengan baling-baling tidak berputar meskipun mesin masih menyala.

    Kira-kira apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut.

    Penyebab Kipas Angin Tidak Berputar

    Melansir dari Homecare24, Kamis (21/12/2023), kipas angin yang tidak berputar dapat terjadi karena beberapa faktor berikut.


    Motor Kipas Aus

    Penyebab pertama mengapa kipas angin tidak berputar kemungkinan besar karena motor kipas angin yang sudah aus.

    Baling-baling yang Terlalu Kencang

    Penyebab berikutnya ada baling-baling yang terpasang terlalu kencang atau tertekan sehingga tidak dapat berputar dengan bebas.

    Kapasitor sudah Rusak

    Karena pemakaian terus menerus dapat menyebabkan kapasitor dan menjadi rusak. Jika sudah rusak, maka kipas angin tidak dapat berputar.

    Cara Mengatasi Kipas Angin yang Tidak Berputar

    Melansir dari Homecare24, berikut ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kipas angin yang tidak dapat berputar.

    Periksa sumber listrik

    Pastikan bahwa kipas angin sudah terhubung dengan sumber listrik yang stabil. Periksa juga bila ada kerusakan pada kabel atau juga colokan.

    Periksa Motor Kipas

    Kamu dapat membuka bagian belakang kipas kemudian periksa kondisi motor kipas. Cermati kondisinya, jika kamu menemukan kerusakan atau aus pada motor, maka perlu diganti.

    Bersihkan Baling-baling

    Buka pelindung baling-baling kemudian lepas. Bersihkan baling-baling menggunakan lap lembap. Pastikan tidak ada debu dan kotoran yang mengganggu perputaran baling-baling.

    Periksa baling

    Jika baling-baling terlihat terlalu kencang atau tertekan. Kamu bisa melepas baling-baling tersebut kemudian atur ulang posisinya sampai bisa berputar dengan bebas.

    Periksa Kapasitor

    Kapasitor merupakan komponen penting agar baling-baling kipas angin dapat berputar. Jika kapasitor sudah rusak, kamu bisa menggantinya dengan yang baru.

    Bersihkan Motor Kipas

    Jika motor terlihat kotor dan berdebu, bersihkan dengan hati-hati menggunakan kuas atau lap lembut.

    Demikian penyebab kipas angin tidak berputar dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Bahaya! Jangan Buang Kaleng Bekas Obat Nyamuk Cs Sembarang atau Menyesal



    Jakarta

    Ada banyak produk rumah tangga yang dikemas ke dalam kaleng aerosol yang sering kamu temui dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya obat nyamuk, pewangi ruangan, hairspray, dan lainnya.

    Namun, perlu kamu ketahui bahwa di dalam kaleng aerosol terdapat zat racun yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Maka dari itu, saat kaleng aerosol sudah tidak digunakan lagi, kamu tidak boleh buang sembarangan.

    Lalu, bagaimana caranya untuk membuang limbah kaleng aerosol di rumah dengan benar dan aman? Simak penjelasan berikut.


    Kaleng Aerosol Termasuk Limbah B3

    Melansir dari Arah Enviromental, Kamis (21/12/2023), limbah B3 merupakan jenis limbah yang membahayakan lingkungan dan kelangsungan makhluk hidup karena kandungan senyawa di dalamnya bisa menjadi zat pencemar.

    Beberapa contoh produk aerosol yang mengandung B3 bisa kamu temui pada produk obat serangga, produk cat, produk pengharum ruangan, produk desinfektan dan produk anti kerak.

    Aerosol bebas CFC (Chloro Fluoro Carbon) pun masih mengandung senyawa organik yang mudah menguap. Nah, senyawa ini ternyata berbahaya bagi lingkungan karena bisa merusak ozon. Padahal, penipisan ozon bisa meningkatkan level radiasi sinar UV yang berbahaya bagi kesehatan.

    Bahaya Kaleng Aerosol bagi Lingkungan dan Kesehatan

    Untuk mengelola kaleng aerosol bekas tidak boleh dilakukan sembarangan. Apalagi jika kamu asal membuangnya ke tempat sampah, sisa-sisa senyawa di dalam kaleng bisa mencemari lingkungan.

    Selain membuat lapisan ozon menipis, beberapa produk aerosol juga dapat mempengaruhi kesehatan. Mengutip dari The Environmental Protection Agency, bahan kimia tersebut bahkan membahayakan kesehatan seperti dapat mengiritasi paru-paru, kulit dan mata.

    Di sisi lain, propelan yang digunakan dalam kaleng aerosol bersifat mudah terbakar dan dapat menyebabkan ledakan.

    Cara Membuang Kaleng Aerosol dengan Benar dengan Aman

    Untuk mengurangi bahaya yang mungkin terjadi, maka kaleng aerosol bekas harus dibuang dengan cara yang benar. Melansir dari Universal ECO, Berikut cara yang tepat membuang kaleng aerosol.

    • Pisahkan kaleng aerosol dengan sampah rumah tangga lainnya
    • Perhatikan dan baca bagian belakang setiap kaleng aerosol. Sisihkan setiap kaleng yang mengandung CFC atau bahan kimia berbahaya.
    • Simpan dalam wadah khusus atau kotak kardus di area yang berventilasi baik dan diberikan informasi di plastik sampah agar petugas kebersihan berhati-hati
    • Kocok terlebih dahulu kaleng aerosol yang tidak mengandung CFC atau bahan kimia beracun. Arahkan ujung kaleng di kotak kardus, dengan kaleng 10 sampai 15
    • cm dari bagian bawah kotak. Tekan ujung untuk mengeluarkan isi ke dalam kotak kardus sampai kaleng kosong
    • Buang di fasilitas pengolahan limbah B3 yang sudah disediakan oleh pemerintah atau lingkungan pemerintahan
    • Ingat! Jangan membuangnya begitu saja ke tempat sampah umum, namun buang ke fasilitas pengolahan limbah B3

    Demikian cara membuang kaleng aerosol yang benar dan aman. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Manfaat Jemur Bantal-Guling


    Jakarta

    Menjemur bantal, guling, bahkan kasur ternyata diperlukan. Hal ini dilakukan untuk merawat perlengkapan tidur tersebut.

    Meski terkesan sederhana, ternyata menjemur perlengkapan tidur memiliki banyak manfaat. Salah satunya mencegah tumbuhnya jamur dan tungau yang bisa menyebabkan efek kesehatan pada manusia.

    Dikutip dari BTN Properti, Kamis (21/12/2023), berikut ini manfaat dari menjemur bantal, guling, dan kasur.


    1. Mengurangi Kelembaban

    Kasur, bantal, dan guling merupakan tempat yang rentan menyerap keringat tubuh saat tidur sehingga bisa menjadi lembap. Maka dari itu, perlu menjemur perlengkapan tidur untuk mengurangi kelembaban tersebut.

    Dengan menjemur kasur juga bisa mencegah tumbuhnya jamur dan tungau yang dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan, misalnya alergi, asma, dan iritasi kulit.

    2. Menghilangkan Bau Tak Sedap

    Seiring berjalannya waktu, bantal, guling, dan kasur bisa muncul bau tak sedap karena menyerap keringat, minyak, dan lainnya ketika manusia tidur. Dengan menjemur perlengkapan tidur secara teratur di bawah sinar matahari bisa membantu menghilangkan bau tidak sedap sehingga tidur bisa menjadi lebih nyaman.

    3. Memperpanjang Umur Perlengkapan Tidur

    Menjemur perlengkapan tidur secara teratur bisa membantu mengurangi kelembaban yang bisa merusak bahan perlengkapan tidur. Dengan merawat perlengkapan tidur, misalnya dengan menjemurnya, bisa memperpanjang umur barang sehingga tidak perlu menggantinya.

    4. Menjaga Kesehatan Kulit

    Keringat dan minyak tubuh yang tertinggal di kasur, bantal, dan guling dapat menyebabkan masalah kulit, misalnya jerawat dan iritasi. Dengan menjemur perlengkapan tidur, membantu mengeringkan keringat dan minyak yang ada sehingga dapat meminimalisir masalah kulit akibat penumpukan keringat dan kotoran.

    Itulah beberapa manfaat menjemur perlengkapan tidur. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Metode KonMari dalam Merapikan Barang di Rumah



    Jakarta

    Merapikan barang-barang di rumah merupakan aktivitas yang wajib dilakukan secara rutin. Selain membuat rumah tampak rapi, aktivitas ini mempermudah kita dalam mencari barang sehingga bisa meminimalisasi stres.

    Dalam dunia merapikan barang-barang di rumah, Marie Kondo merupakan salah satu tokoh yang terkenal. Buku pertamanya yang berjudul ‘The Life-Changing Magic of Tidying Up’, Marie membagikan metode khusus dalam merapikan barang-barang di rumah. Metode tersebut dikenal dengan nama ‘KonMari’.

    Apa Itu Metode KonMari?

    Melansir The Spruce, Kamis (21/12/2023), Metode KonMari mendorong orang untuk menyingkirkan barang-barang yang tidak lagi memiliki tujuan atau tidak lagi ‘memicu kegembiraan’. Sebaliknya, metode ini mengajak kita untuk menyimpan barang-barang yang memiliki fungsi spesifik dan makna.


    Metode ini memang cukup kaku sehingga mungkin tidak cocok untuk semua orang dan bisa memakan waktu beberapa bulan untuk menyelesaikannya secara menyeluruh. Selain itu, dalam proses merapikan barang, metode ini mengedepankan ikatan emosional seseorang dan barang-barang yang dimilikinya tersebut.

    Filosofi Marie Kondo menganjurkan untuk memiliki barang-barang yang benar-benar dicintai alih-alih menjadi minimalis sejati yang menyimpan lebih sedikit barang secara keseluruhan.

    Prinsip-Prinsip Merapikan Barang dengan Metode KonMari

    Setelah mengetahui apa itu Metode KonMari, kamu mungkin tertarik untuk melakukannya di rumah. Berikut prinsip-prinsip merapikan barang-barang di rumah dengan Metode KonMari sebagaimana dilansir dari The Spruce, Kamis (21/12/2023).

    Merapikan Seluruh Ruang Sekaligus

    Metode KonMari menekankan pada aktivitas merapikan semua yang ada di rumah sekaligus, bukan dalam langkah-langkah kecil. Kondo mengatakan bahwa dengan merapikan seluruh ruangan sekaligus, kecil kemungkinan kamu untuk kembali ke cara lama yang berantakan.

    Anggaplah kegiatan merapikan seluruh ruangan sekaligus sebagai ‘acara khusus’, bukan sebagai bagian dari pekerjaan rumah tangga. Hal ini awalnya mungkin membutuhkan waktu beberapa minggu atau bulan. Namun, percayalah, aktivitas merapikan rumah selanjutnya akan menjadi lebih mudah di masa depan.

    Jangan Terpaku pada Penyimpanan

    Bagi Kondo, menyimpan barang dalam tempat penyimpanan barang hanya menciptakan ilusi bahwa masalah kekacauan telah terpecahkan. Tak jarang, tempat penyimpanan yang tertutup hanya digunakan untuk menyimpan barang-barang yang sebenarnya tidak kita gunakan lagi.

    Dalam Metode KonMari, tempat penyimpanan, seperti lemari dan unit rak, haruslah fungsional untuk gaya hidup dan hanya berisi barang-barang yang kamu sukai dan gunakan.

    Rapikan Berdasarkan Kategori, Bukan Lokasi

    Kondo menekankan untuk merapikan berdasarkan kategori, bukan lokasi penyimpanan barang. Misalnya, kamu menyimpan pakaian di meja rias, lemari, dan tempat penyimpanan di loteng.

    Daripada merapikan setiap area tersebut pada waktu yang berbeda, kumpulkan semua pakaian dan lakukan secara bersamaan. Contoh lain, kamu menyimpan buku di rak ruang tamu, meja kerja, dan lemari pakaian. Untuk merapikannya, kamu perlu mengumpulkan buku-buku tersebut, baru menyimpannya ke lokasi-lokasi tersebut.

    Singkirkan Dulu, Baru Rapikan

    Metode KonMari berfokus pada kegiatan menyingkirkan barang yang sudah tidak memiliki tujuan dan makna. Penyingkiran barang tersebut bisa berupa membuang atau mendonasikannya kepada orang lain.

    Singkirkan barang-barang yang sudah tidak memiliki tujuan dan makna terlebih dahulu. Setelah itu, kamu baru bisa merapikan barang-barang lainnya yang ingin disimpan dan digunakan.

    Pilih Apa yang Harus Disimpan

    Merapikan rumah berarti menyingkirkan beberapa barang bagi banyak orang. Namun, Metode KonMari pada akhirnya memintamu untuk memilih apa yang ingin kamu simpan, bukan apa yang harus kamu buang.

    Peganglah setiap barang yang kamu miliki dan tanyakan pada dirimu apakah barang tersebut memiliki tujuan, makna, dan ‘memicu kegembiraan’. Jika jawabannya ya, simpanlah. Jika tidak, buanglah.

    Kerjakan dalam Urutan Tertentu

    Saat membuang barang, Marie Kondo mengatakan kamu harus mulai dengan barang yang tidak terlalu sentimental atau memiliki ikatan emosional. Barang-barang dalam kategori ini cukup subjektif.

    Bagi beberapa orang, pakaian mungkin tidak terlalu sentimental. Buku, kertas, pernak-pernik, dan kenang-kenangan mengikuti pakaian. Dalam kategori-kategori tersebut, Kondo memberikan perincian lebih lanjut. Misalnya, dalam kategori pakaian, kamu bisa mulai dari atasan, bawahan, jaket, kaus kaki, dan lainnya.

    Rapikan Barang Sendiri

    Kondo mengatakan bahwa merapikan barang di rumah merupakan sebuah proses pribadi. Rapikan barangmu sendiri karena hanya kamu yang akan tahu apakah barang tersebut ‘memicu kegembiraan’ bagimu atau tidak. Dengan kata lain, kamu hanya boleh merapikan barang-barangmu sendiri.

    Hindari pengaruh dari luar yang bisa mempengaruhi pendapatmu terhadap suatu barang. Yang terpenting, kamu tidak boleh membuang barang milik orang lain yang ada di rumah tanpa seizin mereka.

    Demikianlah penjelasan mengenai Metode KonMari dalam merapikan barang-barang di rumah. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tips yang bisa Kamu Lakukan Saat Mati Lampu Lama



    Jakarta

    Mati lampu merupakan istilah yang merujuk ketika terjadi pemadaman listrik.Saat pemadaman listrik apalagi ketika terjadi malam hari, maka rumah pasti akan gelap gulita sebab seluruh lampu penerangan akan mati. Tak cuma, pastinya banyak kegiatan yang mesti terganggu karena tidak adanya listrik.

    Nah, saat mati lampu terjadi pada jangka waktu yang panjang, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar kamu tidak panik. Apa saja itu? Simak penjelasan berikut.

    Penyebab Mati Lampu

    Sebelum itu kamu perlu tahu penyebab kenapa bisa terjadi mati lampu di lingkungan kamu. Penyebab ini juga bisa berkaitan dengan seberapa lama pemadaman listrik atau mati lampu terjadi.


    1. Gangguan Listrik

    Penyebab pertama yang sering ditemui ialah karena gangguan listrik. Gangguan ini bisa berasal dari penyedia listrik atau dalam sistem kabel di sekitar rumah. Gangguan listrik dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya pemeliharaan rutin oleh penyedia listrik, kerusakan pada infrastruktur listrik, atau pemadaman bergilir untuk perbaikan.

    2. Cuaca Ekstrem

    Cuaca ekstrem seperti badai, petir, atau angin kencang juga dapat menyebabkan mati lampu. Saat cuaca buruk melanda, infrastruktur listrik seringkali dapat mengalami kerusakan. Petir juga bisa menimbulkan gangguan listrik dengan mengenai saluran listrik atau fasilitas penyedia listrik lainnya. Kemudian keberadaan badai dengan angin kencang juga dapat merusak kabel listrik dan menimbulkan pemadaman.

    3. Korsleting Listrik

    Overload listrik terjadi ketika terlalu banyak perangkat elektronik yang dinyalakan dalam satu waktu dan melebihi kapasitas daya yang tersedia. Hal ini biasanya memicu korsleting listrik sehingga terjadi pemadaman listrik sebagai tindakan perlindungan sistem.

    4. Kerusakan Kabel atau Sakelar

    Kerusakan pada kabel listrik atau sakelar di dalam atau di sekitar rumah juga dapat menjadi penyebab mati lampu yang perlu diperhatikan. Kadang-kadang, kabel yang aus atau sakelar yang rusak dapat mengganggu aliran listrik. Hal ini juga bisa terjadi akibat usia kabel atau penggunaan yang berlebihan.

    8 Tips Saat Terjadi Mati Lampu Lama

    Melansir dari Honda Power Products, Jumat (22/12/2023), keadaan mati lampu tidak bisa dibiarkan terjadi dalam waktu yang panjang. Itu sebabnya kamu perlu melakukan perencanaan yang matang agar bisa menghadapi situasi darurat ini tanpa merasa panik. Berikut ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti saat terjadi mati lampu.

    1. Siapkan Peralatan Darurat

    Saat mati lampu, coba pastikan kamu menyediakan peralatan darurat yang diperlukan. Peralatan ini termasuk senter, lilin, korek api, dan power bank yang terisi penuh. Berbagai peralatan ini akan membantu kamu dalam menjaga keamanan dan memberikan kenyamanan selama pemadaman listrik berlangsung.

    2. Matikan Perangkat Elektronik

    Demi tidak membebani sistem listrik saat daya kembali, penting untuk langsung mematikan semua perangkat elektronik. Itu berarti semua perangkat elektronik seperti lampu, komputer, TV, kulkas, dan peralatan lainnya perlu dicabut dari stop kontak.

    3. Jaga Keamanan Anak-Anak

    Jika kamu memiliki anak-anak, pastikan mereka selalu berada dalam pengawasan. Berikan mainan atau hiburan yang sesuai untuk menjaga anak-anak tetap tenang dan aman selama mati lampu.

    4. Cek Persediaan Makanan

    Periksa persediaan makanan dan air minum yang kamu miliki. Pastikan memiliki cukup persediaan untuk beberapa hari jika pemadaman listrik berlangsung lama. Karena pada saat mati lampu, air tidak bisa menyala. Jika kamu menggunakan kompor listrik juga tidak bisa digunakan saat mati lampu.

    5. Hubungi Penyedia Listrik

    Jika mati lampu berlangsung lama, dan listrik tak kunjung menyala, jangan ragu untuk menghubungi penyedia listrik. Informasi langsung dari penyedia listrik pasti akan membuat tahu apa yang perlu dilakukan untuk mengatasinya. Biasanya penyedia layanan listrik juga akan memberi tahu perkiraan waktu pemulihan.

    6. Hindari Pemborosan Energi

    Selama mati lampu, gunakan sumber cahaya dan energi yang ada di rumah dengan bijak. Apabila mati lampu terjadi pada siang hari maka tidak perlu menyalakan senter atau lilin untuk persediaan saat malam hari.

    7. Perketat Keamanan

    Ketika terjadi pemadaman listrik, kamu harus selalu waspada terhadap berbagai potensi risiko. Khususnya, perlu memastikan bahwa diri dan keluarga tetap aman di rumah.

    Oleh karena itu tindakan sederhana seperti mengunci pintu dan jendela sangatlah penting, karena ini dapat membantu mengurangi risiko tindak kejahatan yang bisa saja terjadi.

    8. Pertimbangkan Memiliki Genset

    Sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi mati lampu, pertimbangkan untuk membeli genset. Genset yang berkualitas ini akan memberikan pasokan listrik cadangan yang dapat saat dibutuhkan. Melalui keberadaan generator berkualitas maka kamu tetap dapat beraktivitas selama mati lampu berlangsung.

    Demikian 8 tips yang bisa lakukan saat mati lampu lama. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Beli Baru! Begini Cara Membersihkan Kuas Cat Dinding yang Mengering



    Jakarta

    Ketika selesai mengecat dinding, terkadang kamu lupa membersihkan kuas cat. Kamu membiarkannya kuas cat mengering berlumuran dengan cat kering, sehingga tidak bisa digunakan lagi untuk mengecat.

    Namun, ternyata ada cara untuk membersihkan kuas cat dinding yang sudah mengering lho! Tentunya dengan cara ini kamu jadi tidak perlu membeli cat kuas yang baru.

    Lalu, bagaimana cara membersihkan kuas cat dinding yang sudah mengering? Simak penjelasan berikut.


    4 Cara Membersihkan Kuas Cat Dinding

    Kuas cat yang didiamkan tanpa dibersihkan, atau hanya disiram air lalu disimpan, bulu-bulunya akan mengeras dan melengkung. Akibatnya kuas cat tidak dapat dipergunakan lagi, karena akan merusak hasil pengecatan. Melansir dari Klopmart, Jumat (22/12/2023), berikut beberapa cara membersihkan kuas cat dinding yang bisa kamu coba.

    1. Menggunakan Thinner

    Thinner merupakan bahan yang ampuh untuk membersihkan kuas dari cat. Kamu cukup merendam kuas di thinner dan kemudian menggosoknya untuk membersihkan cat pada kuas.

    Kamu juga bisa mencari sebuah wadah yang kosong dan merendam kuas dengan thinner selama beberapa saat. Kalau sudah dirasa bersih, kamu bisa langsung mengangkat kuas dan membersihkannya dengan air sabut. Setelah itu, kamu bisa langsung menjemurnya di bawah sinar matahari.

    2. Menggunakan Minyak Tanah

    Hampir mirip dengan thinner, kamu dapat membersihkan kuas cat dengan menggunakan minyak tanah. Prosesnya pun juga kurang lebih sama; kamu cukup rendam kuas cat pada minyak tanah dan tunggu. Setelah cat sudah terlepas dari bulu kuas, lanjutkan dengan membersihkan kuas dengan air sabun dan segera jemur di bawah sinar matahari.

    3. Menggunakan Cuka Murni

    Kalau kamu tidak punya memiliki thinner ataupun minyak tanah di rumah, kamu masih dapat membersihkan kuas cat dengan bahan yang ada di rumah yaitu dengan cuka murni. Cukup rendam kuas cat atau bulu kuas di dalam larutan cuka murni selama 30 menit.

    Jika kuas cat masih kotor, maka tetap rendam kuas cat kamu. Jika sudah dirasa bersih, lakukan pembersihan kuas dengan menggunakan air sabun dan jemur di bawah sinar matahari. Selain dapat membersihkan kuas cat, cara membersihkan kuas cat ini juga dapat melunturkan kuas cat yang sudah terlanjur kaku.

    4. Menggunakan Air

    Kalau kamu memang sedang tidak memiliki bahan-bahan di atas dan hanya memiliki air, tapi bukan hanya diguyur dengan air saja. Ikuti cara membersihkan kuas cat dengan air berikut.

    Setelah selesai mengecat, oleskan kuas beberapa kali pada kertas bekas untuk membuang kelebihan cat yang menempel pada kuas. Lakukan hingga hanya tertinggal sedikit sisa cat pada bulu-bulu kuas.

    1. Untuk kuas dengan cat berbahan pelarut air, bilas dengan air biasa hingga cat bersih.
    2. Untuk kuas dengan cat berbahan pelarut thinner, bersihkan kuas dengan menggunakan thinner hingga bersih.
    3. Siapkan ember berisi air hangat. Tambahkan sedikit deterjen di dalamnya. Rendam kuas selama sekitar lima menit.
    4. Cuci kuas dengan menggosok-gosokan bulu-bulunya di dalam air hangat yang sudah dicampur deterjen tadi.
    5. Angkat kuas. Bersihkan air sabun yang tersisa.
    6. Bilas dengan air hangat hingga bersih.
    7. Keringkan dengan mengibaskan kuas beberapa kali. Jika masih lembab, bungkus dengan lap dan ditekan-tekan perlahan untuk mengeluarkan air dari sela-sela bulu kuas.
    8. Angin-anginkan dengan posisi tergantung hingga kering. Jika belum kering, bulu-bulu kuas akan berjamur selama disimpan.
    9. Simpan kuas dengan posisi tergantung atau disimpan berdiri terbalik dengan gagang di bawah di dalam sebuah kaleng.

    Demikian cara membersihkan cat kuas dinding yang mengeras. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sofa Kulit Berjamur, Begini Cara Bersihkan dengan Baik dan Benar


    Jakarta

    Jika kamu punya sofa berbahan kulit di rumah, maka kamu harus tahu cara membersihkan jamur pada sofa kulit. Pasalnya jamur berpotensi tumbuh pada sofa kulit yang jarang dirawat dan dibersihkan.

    Tentunya, hal ini akan mengganggu tampilan sofa kamu. Tak cuma itu, jamur juga dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan lho!

    Namun, kamu tak perlu khawatir. Kamu bisa ikuti tips membersihkan jamur pada sofa kulit berikut. Yuk! Mari simak penjelasan lebih lanjutnya.


    Bahaya Jamur Untuk Kesehatan

    Menurut Health NSW, berikut beberapa dampak gangguan kesehatan akibat paparan jamur antara lain hidung berair atau tersumbat, iritasi pada mata dan kulit, serangan asma, hingga infeksi jamur di paru-paru (dalam kasus yang serius dan jarang terjadi).

    Cara Membersihkan Jamur di Sofa Kulit

    Sofa kulit memang memberikan tampilan yang lebih mewah dan elegan. Namun, kamu juga harus segera membersihkan sofa kulit bila sudah ditumbuhi oleh jamur. Melansir dari Bintoro Clean, Sabtu (23/12/2023), berikut beberapa cara membersihkan jamur di sofa kulit.

    1. Menggunakan Pelembap

    Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan menggunakan pelembab. Selain kulit tubuh kamu, kulit sofa buatan juga perlu diberikan pelembab. Tujuannya agar kulit sofa tersebut tidak mengeras atau kering. Hal ini karena jika kulit sofa dalam keadaan yang kering juga bisa menyebabkan kulit sintetis sofa yang lebih mudah untuk pecah.

    Selain itu, dengan menggunakan pelembap juga bisa membantu agar jamur tidak mudah datang dan menempel pada sofa. Namun, ingat jangan sampai sofa kulit terlalu lembap apalagi basah karena permukaan kulitnya dapat jadi media tumbuh yang sempurna bagi jamur.

    2. Menggunakan Vacuum Cleaner

    Jika sofa kulit sintetis kamu sudah terlanjur berjamur namun masih belum berkerak dan masih belum banyak muncul, maka bisa kamu bersihkan menggunakan vacuum cleaner. Vacuum cleaner tersebut bisa membantu kamu untuk membersihkan berbagai macam debu yang menempel.

    Bahkan juga bisa membersihkan debu yang menempel pada sela-sela sofa yang terkadang cukup sulit dibersihkan menggunakan lap atau kemoceng. Terutama untuk bagian yang sulit seperti sela-sela sandaran tangan, sandaran punggung, atau pada bagian sudut-sudut kursi.

    3. Menggunakan Cuka Apel

    Cara membersihkan jamur di sofa kulit sintetis dengan mudah adalah menggunakan cuka apel. Caranya kamu cukup campurkan cuka apel sekitar 10 sendok makan dan campurkan dengan air sekitar 100 ml air. Kemudian masukkan lap pada campuran air tersebut dan peras airnya.

    Gunakan lap tersebut untuk menggosokkan lapnya pada noda jamur yang ada di atas sofa. Jika menurut kamu sudah bersih, maka selanjutnya gosok kembali menggunakan kain lap yang kering. Dengan begitu, sofa yang tadinya basah bisa lembap dan lebih mudah kering.

    Selain menggunakan cuka apel, kamu juga bisa menggunakan cairan pembersih yang dikhususkan untuk sofa. Penggunaan cairan pembersih khusus untuk sofa tersebut sudah pasti akan jauh lebih aman karena komposisinya sudah disesuaikan dengan kebutuhan sofa kulit sintetis.

    4. Menggunakan Lap Lembap

    Jika kamu tidak memiliki cuka apel atau cairan pembersih khusus untuk sofa, maka kamu bisa menggunakan lap lembap saja sudah cukup. Lap lembap tersebut bisa kamu gunakan untuk membersihkan sofa yang terkena noda ringan. Seperti debu yang menempel.

    Caranya dengan basahi kain lap dengan air dan peras sampai kain lap terasa lembap. Akan lebih baik jika kamu memang menggunakan cairan yang khusus digunakan untuk membersihkan sofa kulit sintetis. Gosok perlahan sofa yang berjamur tersebut dengan perlahan hingga jamurnya bisa terangkat. Untuk mengeringkannya kamu bisa menggunakan kain lap yang bersih dan kering.

    5. Cuci Sofa dengan Campuran Air dan Baking Soda

    Sofa kulit yang berjamur dapat dibersihkan dengan baking soda yang dilarutkan dalam air bersih. Baking soda yang biasa digunakan untuk membuat kue ini ternyata memiliki sifat kimia yang mampu mengangkat jamur membandel. Kamu bisa campurkan air secukupnya dengan setengah cangkir soda kue dan gosok sofa dengan cairan tersebut.

    Demikian tips membersihkan sofa kulit yang berjamur. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (ti/zlf)



    Sumber : www.detik.com