Blog

  • Selain DP dan Cicilan, Ini Biaya Lain yang Harus Dibayarkan Saat Beli Rumah


    Jakarta

    Saat kita mau membeli rumah, terkadang kita hanya fokus pada pembayaran uang muka alias DP dan cicilan saja. Jangan salah, ternyata ada biaya-biaya lain yang harus dibayar saat kita membeli rumah lho.

    Biaya-biaya ini biasanya dibayarkan saat atau sebelum akad kredit. Bila ingin proses pembelian rumah lancar, jangan lupa untuk membayar biaya-biaya ini. Apa saja>?

    Dikutip dari OJK, berikut Biaya-biaya yang harus dibayarkan saat beli rumah.


    Booking Fee

    Biaya pertama yang akan dikeluarkan saat awal membeli rumah adalah booking fee. Khususnya jika kamu membeli rumah melalui developer. Saat kamu menemukan rumah yang cocok, maka kamu perlu menyiapkan sejumlah dana untuk booking fee.

    Nah, untuk besaran booking fee ini bisa berbeda-beda sesuai dengan ketentuan dari developer. Kamu perlu pahami juga kalau booking fee ini berbeda dengan Down Payment (DP). Meskipun, banyak developer akan memotong DP sesuai dengan booking fee yang harus dibayarkan.

    Biaya Akta Notaris

    Saat membeli rumah, kamu membutuhkan pengesahan atas proses jual beli yang terjadi melalui jasa notaris atau sering disebut sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

    Peran notaris ini sangat krusial sebab ia adalah satu-satunya pihak yang berwenang atas keabsahan dari proses jual beli rumah. Biaya notaris ini sangat tergantung pada seberapa banyak dokumen yang harus diurus dan harga yang ditentukan oleh notaris itu sendiri.

    Biaya Cek Sertifikat

    Salah satu biaya yang terlihat sepele, namun tidak boleh kalian lupakan yaitu biaya cek sertifikat. Mengapa biaya ini penting? Hal ini dilakukan untuk mencegah kamu membeli rumah yang sedang mengalami tanah sengketa baik dari kasus penyitaan bank maupun sertifikat ganda.

    Jika kamu mengabaikan proses ini hanya karena kendala biaya, kamu bisa rugi besar karena berpotensi membeli rumah yang tersangkut kasus sengketa.

    Pengecekan sertifikat rumah ini bisa kamu lakukan di kantor pertanahan setempat dan biayanya bisa berbeda-beda tergantung wilayah. Namun, umumnya berkisar antara Rp 50.000 – Rp 300.000.

    Biaya Balik Nama

    Bea Balik Nama (BBN) adalah biaya yang dikenakan kepada pembeli saat proses balik nama Sertifikat Hak Milik dari penjual. Biaya balik nama biasanya dapat diurus oleh developer (pengembang) jika membeli rumah melalui pengembang ataupun diurus sendiri jika membeli rumah tersebut sendiri.

    Untuk biaya dari BBN ini bisa berbeda-beda, namun besarannya rata-rata sekitar 2% dari nilai transaksi yang kamu lakukan. Jangan sampai lupa balik nama agar properti atas nama kamu.

    Bea dan Pajak

    Selanjutnya, biaya yang butuh mengeluarkan banyak uang yaitu pembayaran berbagai macam bea dan/atau pajak. Setidaknya ada 3 bea atau pajak yang harus kamu bayarkan, yaitu Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

    Mari kita bahas satu per satu. Pertama, BPHTB adalah pajak jual beli yang dibebankan kepada pembeli. Besaran dari BPHTB ini adalah 5% (lima persen) dari nilai transaksi dikurangi nilai perolehan objek pajak tidak kena pajak (NPOPTKP). NPOPTKP ini besarannya berbeda-beda sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah setempat.

    Kedua, PPN adalah pajak yang dibebankan kepada pembeli untuk primary property (properti baru). Jadi, untuk kamu yang berencana membeli rumah baru, maka kamu harus memperhitungkan pajak yang satu ini. Untuk besarannya adalah 10% (sepuluh persen) dari harga rumah yang kamu beli. Minimal transaksi yang dipungut adalah di atas Rp 36 juta.

    Ketiga, PPnBM adalah pajak yang dibebankan kepada pembeli yang rumahnya dikategorikan sebagai barang mewah. Untuk rumah yang tergolong barang mewah adalah jika harga jualnya melebihi Rp20 Miliar dan Rp10 Miliar masing-masing untuk rumah atau town house dari jenis non-strata title serta apartemen kondominium, town house dari jenis strata title, dan sejenisnya. Besaran dari PPnBM ini adalah 20% (dua puluh persen) dari harga jual.

    Asuransi

    Bagi kamu yang menggunakan layanan KPR, terdapat biaya-biaya asuransi yang perlu diketahui, salah satunya adalah asuransi jiwa untuk KPR yang memberikan jaminan bantuan jika terjadi hal yang tidak terduga. Asuransi ini berperan untuk meminimalisir resiko, baik terhadap pihak yang melayani KPR dan juga nasabah KPR.

    Dalam kondisi nasabah KPR meninggal dunia, Tim KPR nantinya akan membantu ahli waris untuk melunasi sisa cicilan KPR. Dengan demikian, asuransi ini akan membantu meringankan beban ahli waris melunasi sisa cicilan.

    Selain asuransi jiwa untuk KPR, terdapat pula asuransi properti yang dapat memberikan perlindungan kepada properti. Asuransi ini dapat membantu mengurangi kerugian apabila terjadi kerusakan pada rumah yang diasuransikan. Penyebab kerusakan yang ditanggung bermacam-macam, dalam polis property all risk/ industrial all risk yang disebutkan secara spesifik adalah pengecualiannya atau exclusion.

    Demikian biaya lain yang perlu kamu tahu saat membeli rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kok Bisa Pipa Pecah? Penyeba dan Solusinya



    Jakarta

    Pernah nggak pipa di rumah kamu pecah dan airnya bocor ke mana-mana. Ini umumnya terjadi ketika kamu menggunakan mesin pendorong yang membuat semburan air lebih kuat. Konsekuensinya, pipa bisa pecah karena tidak kuat menahan tekanan yang ditimbulkan dari mesin pendorong tersebut.

    Kok bisa?

    Pecahnya pipa biasanya dikarenakan spesifikasi pipa yang digunakan tidak sesuai. Memang, meski bentuk fisik dan bahannya sekilas sama, namun ternyata spesifikasi pipa itu berbeda-beda lho.


    Itu bisa dilihat dari kode yang tertera pada pipa tersebut. Ada dua kode khusus pada pipa air yang umumnya digunakan di rumah, yaitu pipa AW dan pipa D.

    Perbedaan Pipa Air Kode AW dan D

    Kode AW dan D pada pipa air memiliki perbedaan signifikan dari segi fungsinya.

    Melansir PipaPedia, Senin (1/1/2024), pipa air kode AW merupakan pipa air yang dipasang pada jalur air bersih bertekanan tinggi. Pipa air kode AW memiliki tekanan kerja sebesar 10 kg/cm². Pipa air kode AW biasanya dipasang di jalur air yang terhubung langsung ke pompa.

    Sementara itu, pipa air kode D merupakan pipa air yang dipasang pada jalur air limbah, seperti pada wastafel, toilet, dan talang air. Pipa air kode D memiliki tekanan kerja sebesar 5 kg/cm².

    Berdasarkan fungsinya tersebut, pipa air kode AW memiliki ukuran ketebalan yang lebih besar daripada pipa air kode D.

    Dampak Salah Pakai Pipa di Rumah

    Perbedaan kode pada pipa air bukan tanpa sebab. Setiap kode pipa memiliki karakteristiknya masing-masing.

    Melansir situs Rucika, Minggu (1/1/2024), kesalahan pemilihan kelas pipa bisa berdampak buruk pada usia pakai pipa yang akan menurun dan juga berdampak buruk pada sisi finansial dari pengguna pipa tersebut.

    Pipa air kode AW lebih tebal daripada pipa air kode D. Nah, karena itu, pipa air kode D tidak boleh dipasang di jalur air dengan tekanan tinggi. Meskipun begitu, kamu masih bisa menggunakan pipa air kode AW untuk jalur air limbah. Hal ini biasanya diterapkan masyarakat untuk mengantisipasi kebocoran di kemudian hari.

    Demikianlah penjelasan mengenai perbedaan kode AW dan D pada pipa air. Dengan mengetahui perbedaan kode tersebut, kamu bisa menggunakan pipa yang tepat untuk saluran airmu di rumah. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Saktinya Baking Soda buat Bersihkan Sembarang Perkakas Rumah


    Jakarta

    Punya barang serba guna di rumah tentu sangat membantu saat menghadapi masalah sehari-hari berkaitan dengan perawatan rumah. Salah satu yang cukup jadi andalan adalah baking soda.

    Baking soda umumnya digunakan sebagai pengembang adonan kue. Tapi kamu tau nggak kalau baking soda ternyata bisa dipakai buat beragam kebutuhan membersihkan rumah.

    Asal tahu saja, baking soda merupakan zat tepung yang berfungsi sebagai penyerap bau dan abrasif ringan yang dapat dengan cepat merontokkan kotoran yang menempel tanpa merusak permukaan.


    Kamu dapat menghilangkan bekas minyak, membuka saluran air yang mampet, dan banyak lagi dengan menggabungkan baking soda dengan alat pembersih. Mengutip dari bhg.com (1/1/2023), membagikan beberapa kegunaan baking soda untuk membersihkan rumah.

    1. Membersihkan shower

    Debra Johnson, direktur operasi di Merry Maids membagikan cara menjaga shower tetap bersih dan segar menggunakan baking soda. Caranya mudah, taburkan sedikit baking soda lalu campur dengan satu tetes sabun cuci piring di atas kain microfiber. Remas hingga muncul busa kemudian gosok dinding shower.

    2. Membersihkan pipa yang mampet

    Dengan bantuan baking soda kamu bisa menjaga saluran air di kamar mandi atau wastafel tetap bersih dan tidak mampet. Caranya, siram air panas ke saluran sebelum menaburkan setengah cangkir baking soda. Diamkan selama 15 menit kemudian bilas dengan air panas untuk menghilangkan bau apeknya.

    3. Mengepel lantai

    Caranya gampang kamu tinggal campur ½ cangkir baking soda di dalam ember yang berisi air panas. Kemudian kamu tinggal gunakan seperti cairan pembersih biasa.

    4. Menghilangkan bekas minyak dan panci gosong

    Taruh panci gosong di baskom. Masukkan cuka ke dalam microwave hingga panas lalu tabur baking soda di panci dan tambah cuka yang telah mendidih. Biarkan bercampur selama 30 menit. Lap dengan spons basah kemudian bilas hingga bersih.

    5. Membersihkan oven

    Oven juga bisa dibersihkan dengan baking soda. Sikat bagian bawah dan sisi oven dengan campuran air dan baking soda. Semprot pasta baking soda dengan cuka dan biarkan berbusa kemudian ulangi hingga sampai bersih.

    6. Membersihkan bak cuci piring

    Menggabungkan baking soda dengan lemon dapat menciptakan pembersih ampuh untuk bak cuci piring. Potong lemon menjadi dua bagian kemudian taburkan baking soda di atasnya lalu gosok ke permukaan bak cuci piring.

    7. Membersihkan lantai kamar mandi

    Untuk lantai kamar mandi , taburkan baking soda, semprot sedikit sabun cuci lalu gosok lantai dengan sikat basah. Bilas semua permukaan lantai dengan air hangat. Lap dinding dan lantai dengan kain microfiber kering. Bersihkan tirai shower dengan kain microfiber lembap yang ditaburi soda kue kemudian bilas dengan air panas.

    8. Menghilangkan bau sepatu

    Sepatu merupakan sarang bakteri penghasil bau berkembang. Untuk menghilangkan bau di sepatu kamu, taburkan baking soda ke dalam sepatu secara merata dan diamkan semalaman.

    9. Membersihkan permukaan yang dicat

    Permukaan yang dicat membutuhkan perlakuan khusus untuk dibersihkan agar tidak merusak catnya. Taburkan baking soda di atas spons lembab dan gosok perlahan di atas permukaan yang terdapat noda kotor setelah itu lap dengan kain kering. Cara ini ampuh buat noda minyak, sidik jari,dan tinta.

    10. Membersihkan pakaian

    Buat pakaian kamu tetap kinclong dan wangi dengan bantuan baking soda. Tambahkan ½ cangkir baking soda untuk setiap cucian ditambah dengan deterjen. Cara ini juga dapat membantu menghilangkan bau keringat dari baju kotor.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Aman Simpan Lampu Hias Dekorasi Tahun Baru biar Bisa Dipakai Lagi Tahun Depan


    Jakarta

    Lampu memegang peranan penting dalam dekorasi ruangan supaya lebih hidup. Saking pentingnya, banyak yang sengaja membeli lampu hias untuk mendekorasi rumahnya agar semakin semarak ketika kerabat berkunjung saat tahun baru.

    Masalahnya, setelah ingar bingar pesta perayaan tahun baru usai, kadang kita bingung di mana harus menyimpan lampu hias yang dipakai untuk dekorasi tahun baru tersebut.

    Tak perlu khawatir, karena ada panduan praktis untuk merapikan lampu hias sebelum disimpan lho! Dalam artikel ini, kami akan membagikan beberapa metode sederhana dan hemat biaya untuk menyimpan lampu hias sehingga kamu bisa dengan mudah menghias rumah dengan indah pada tahun berikutnya.


    Melansir Real Simple, Senin (1/1/2024), berikut tips praktis menyimpan lampu hias agar rapi dan tidak kusut.

    1. Simpan di Kemasan Asli

    Jika kamu masih menyimpan kemasan asli lampu hias, ini bisa menjadi solusi yang sangat efektif. Namun, daripada berusaha memasukkan lampu kembali ke dalam rak kecil di dalamnya, gunakan sisi luar kotak. Tempelkan ujung rangkaian lampu ke kotak, bungkus dengan rapat, dan pastikan untuk melindunginya dengan lapisan pelindung, seperti kertas tisu atau bubble wrap.

    2. Gunakan Karton Tebal

    Jika kamu tidak memiliki kemasan asli, gunakan sepotong karton tebal. Potong celah di ujung karton untuk menahan ujung lampu, bungkus rangkaian lampu dengan rapat, dan amankan dengan selotip. Lindungi dengan bubble wrap atau kertas tisu untuk memastikan lampu tetap aman selama penyimpanan.

    3. Gantung dengan Gantungan Pakaian

    Gantungan pakaian bisa menjadi solusi yang praktis, terutama jika kamu memiliki lemari khusus untuk dekorasi hias. Selipkan ujung lampu ke dalam alur gantungan, bungkus lampu di sekitar bagian atas dan bawah gantungan, dan amankan dengan tape. Metode ini tidak hanya efektif, tetapi juga memudahkan untuk mengambil lampu kembali nanti.

    4. Gulung di Tabung Bekas Tisu

    Kamu juga bisa memanfaatkan kemasan berbentuk tabung, seperti tisu toilet atau kok bulutangkis. Tempelkan ujung lampu ke dalam silinder, gulung lampu dengan rapi, dan amankan dengan selotip. Kamu bahkan bisa menambahkan pita sebagai sentuhan akhir untuk menjaga agar lampu tetap aman dan rapi.

    5. Simpan di Rak

    Jika kamu menyukai tampilan terorganisir, pertimbangkan untuk menggunakan rak penyimpanan yang dirancang khusus untuk lampu hias. Rak ini biasanya terbuat dari plastik dan memiliki sistem gulungan yang memudahkan penyimpanan dan pengambilan lampu saat diperlukan.

    Demikianlah tips praktis menyimpan lampu hias agar rapi dan tidak kusut. Dengan mengikuti tips-tips praktis ini, kamu bisa menyimpan lampu hias dengan mudah dan menghilangkan kerumitan yang biasanya terjadi. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Punya Pajangan Guci Keramik di Rumah? Begini Tips Merawatnya


    Jakarta

    Guci keramik sering dijadikan dekorasi di rumah. Karena memiliki tampilan cantik dan unik. Tak jarang, guci keramik memiliki harga yang mahal. Maka dari itu, untuk menjaga tampilan yang cantik dengan dekorasi yang unik, kamu perlu merawat guci keramik secara berkala.

    Namun, kamu juga harus perlu berhati-hati saat merawatnya agar keramiknya tidak tergores apalagi sampai retak atau pecah. Lalu, bagaimana caranya? Simak penjelasan berikut.

    Melansir dari Arafuru, Senin (1/1/2024), berikut beberapa tips merawat guci keramik.


    1. Pakai Bahan Pembersih Alami

    Untuk membersihkan guci keramik kamu tidak boleh asal-asalan. Apalagi menggunakan bahan kimia yang keras. Karena bisa membuat warna guci menjadi pudar.

    Caranya yang paling mudah adalah hindari menggunakan produk-produk pembersih kimia yang umumnya bersifat keras. Kamu bisa memakai produk pembersih alami yang aman untuk guci seperti bahan dari lidah buaya, eceng gondok, dan bunga jantung pisang.

    2. Gosok dengan Kain yang Lembut

    Untuk mengelap guci tidak boleh pemakaian dengan tekstur kasar. Karena bisa menggores permukaan guci keramik. Khusus untuk mengelap permukaan guci, pilihlah kain yang berserat lembut dan halus seperti kain microfiber.

    Bersihkan permukaan guci terlebih dahulu menggunakan kemoceng. Lalu kamu bisa menggosokkan kain microfiber basah secara merata.

    3. Jauhkan dari Sinar Matahari

    Sinar matahari dapat memancarkan sinar ultraviolet yang membuat warna pada guci jadi pudar. Jika guci ditaruh di tempat yang sering terpapar sinar matahari langsung akan membuat warna guci jadi cepat pudar.

    Sehingga warna akan cepat terlihat kusam dan tampilan jadi tidak cantik lagi. Oleh karena itu, sebaiknya kamu menaruh guci-guci tersebut di lokasi yang jauh dari pintu, jendela, atau lubang ventilasi sehingga warnanya tetap terjaga.

    4. Jangan Meletakkan di Tempat Lembab

    Hindarilah menaruh guci pada tempat yang memiliki kelembapan tinggi. Seperti kita tahu, guci keramik terbuat dari bahan tanah liat. Apabila kamu meletakkan guci di ruangan yang cukup lembab maka jamur-jamur akan tumbuh subur di dalamnya.

    Semua jamur ini akan merusak struktur guci secara perlahan-lahan. Selain itu, kamu pun wajib memastikan tidak ada cairan yang tumpah mengenai permukaan guci. Sebab hal ini akan mengakibatkan perubahan warna pada guci kesayangan kamu.

    5. Tempatkan Guci dengan Baik

    Ada banyak sekali lokasi di rumah kamu yang bagus untuk diberikan pajangan guci. Yang paling penting, kamu harus menimbang terlebih dahulu untuk memastikan kalau lokasi tersebut benar-benar aman.

    Pilihlah lokasi penempatan yang jarang dilewati dan mendukung guci agar tampak menarik. Hindari meletakkan guci di dekat tangga, di balik pintu, atau di pinggiran lantai karena rawan terjatuh dan pecah.

    Demikian 5 tips merawat guci keramik agar awet dan kinclong. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Praktis Mengenali Ciri Genting Bocor Tanpa Perlu Memanjat Atap



    Jakarta

    Musim penghujan yang sudah mulai mengguyur sebagian besar wilayah di Indonesia bikin para pemilik rumah was-was.

    “Jangan-jangan ada genting yang bocor”

    Mungkin banyak di antara detikers yang punya kekhawatiran serupa.


    Cara untuk memastikannya tentu dengan mengeceknya secara langsung. Tapi buat kamu yang takut ketinggian, mengecek genteng nggak selalu harus memanjat dinding untuk naik ke atap.

    Ada sejumlah tanda genteng bocor yang bisa dikenali tanpa harus memanjat atap.

    Mengutip dari angi.com, berikut 7 tanda-tanda atap bocor

    Tanda Atap Rumah Bocor

    Noda rembesan air pada tembok dan atap

    Jika kamu melihat noda berwarna kuning kecoklatan pada langit-langit dan sekitar tembok, maka itu merupakan tanda atap kamu bocor. Titik air rembesan dapat berasal bagian tengah pada ruangan tetapi juga bisa di sekitar tembok.

    Jika air rembesan sudah mencapai tembok dan atap-atap maka secepatnya untuk lakukan perbaikan untuk mencegah masalah lanjutan seperti kerusakan atap, bingkai yang membusuk hingga tumbuh jamur.

    Tumbuh jamur pada dinding luar

    Jika kamu melihat jamur tumbuh pada dinding luar maka kemungkinan atap kamu bocor. Gunakan meteran untuk mengukur seberapa jauh titik jamur dari sudut atau pintu. Lalu,Ukur dengan jarak yang sama di bagian luar tembok untuk mencari penyebabnya. Jika talang air miring ke arah rumah atau saluran pembuangan air mengalir di dekat dinding, kemungkinan besar itu adalah akar masalahnya.

    Kebocoran

    Tanda berikutnya jika kamu mendengar suara rintikan air jatuh maka kemungkinan atap kamu bocor. Meskipun kebocorannya kecil, kamu tetap harus memeriksanya untuk memastikan kebocorannya tidak bertambah parah.

    Genteng Retak, Rusak, atau Hilang

    Jika genteng kamu rusak, air bisa masuk ke rumah Anda. Jika kamu melihat ada genteng yang hilang atau rusak di atap kamu , pastikan kamu memperbaiki atau menggantinya secepat mungkin untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

    Flashing Rusak atau Hilang

    Flashing merupakan material bangunan yang berfungsi untuk melindungi rumah dari kebocoran. Jika kamu menyadari flashing rusak atau hilang di sekitar tepi ventilasi, atap, atau cerobong asap, air bisa bocor ke dalam rumah kamu. Kerusakan pada flashing biasanya terjadi karena badai dan angin kencang. kamu dapat mengganti bagian tertentu pada atap kamu tanpa harus mengganti seluruh bagian atap.

    Genangan air

    Jika kamu melihat genangan air di atas atap kamu disarankan untuk memanggil ahli untuk memperbaiki. Buat kamu yang atapnya rata berpotensial munculnya genangan air. Waspadai kebocoran dengan melihat ke dalam rumah kamu di dekat lokasi genangan air. Perhatikan baik-baik area yang berpotensi bermasalah, karena kebocoran mungkin bisa saja nggak terjadi tepat di bawah genangan air.

    Pipa ventilasi rusak

    Jika ventilasi pipa kamu rusak atau membusuk, air dapat mengalir ke bagian luar pipa dan masuk ke dalam rumah Anda. Segera ganti pipa vent jika rusak untuk menghindarinya kerusakan lanjutan.

    Begini cara mengatasi atap rumah bocor

    1. Cari lokasi atap yang bocor
    2. Cek kerusakan pada pipa vent
    3. Ganti genteng
    4. Singkirkan lapisan atap yang lama
    5. Pasang dek atap yang baru

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Maling Saat Kamu Sendirian di Rumah? Ikuti 6 Langkah Ini



    Jakarta

    Momen pergantian tahun sering dimanfaatkan banyak orang untuk pergi berlibur. Mungkin ada kalanya kamu apes kebagian tugas menjaga rumah sendirian.

    Momen sepinya kawasan pemukiman juga sering dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk beraksi. Kalau kondisi itu terjadi pada rumahmu, apa yang harus dilakukan?

    Mengutip Safewise, Selasa (2/1/2024), ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan bila curiga rumahmu sedang disusupi maling.


    1. Diam-diam Periksa Kondisi Sekitar

    Waktu sangat penting, jadi cepatlah memeriksanya. Tarik napas dalam-dalam dan dengarkan baik-baik atau periksa peringatan kamera keamanan atau bel pintu video di ponsel Anda.

    Lihat apakah kamu bisa membedakan antara gerakan hewan peliharaan dan suara pipa normal serta suara langkah kaki, pecahan kaca, pintu terbuka, atau menyeret benda dan furnitur.

    2. Tetap Tenang

    Dalam situasi yang menakutkan, wajar kalau adrenalin dan detak jantungmu melonjak.

    Tarik napas dalam-dalam beberapa kali untuk menenangkan pikiran dan tubuh sehingga kamu bisa memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

    3. Utamakan ‘Kabur’

    Kalau kamu sudah memastikan ada seseorang di rumahmu atau jika kamu masih mencurigainya setelah mengambil jeda, jangan dilawan!

    Segera cari jalan keluar dari rumah. Carilah jendela tempat kamu bisa keluar dengan aman atau tempat untuk bersembunyi jika kamu nggak bisa melarikan diri.

    4. Bersembunyi di Tempat Aman

    Kalau kabur bukan menjadi pilihan karena keberadaan si maling menghalangi arah pintu keluar atau jendela, cari tempat aman untuk bersembunyi.

    Kamu bisa bersembunyi dan mengunci diri di kamar mandi, kamar tidur, atau bahkan lemari. Kunci pintunya, dan jika memungkinkan, buat barikade.

    5. Telpon Polisi

    Setelah semua langkah di atas kamu lakukan, saatnya kamu mencari bantuan. Kamu bisa segera menghubungi polisi atau petugas keamanan terdekat.

    Sebagai langkah antisipasi, penting bagi kamu untuk selalu menyimpan nomor-nomor darurat yang bisa dihubungi kapanpun.

    6. Foto dan Video Sangat Membantu

    Kalau kamu berada dalam posisi di mana kamudapat melihat penyusup, hafalkan semuanya. Jika kondisi memungkinkan, mengambil beberapa foto atau video akan sangat membantu.

    Hal ini akan sangat berguna bila maling penyusup berhasil kabur sebelum polisi tiba.

    Pengamatan kamu bisa sangat berguna untuk memberi gambaran rinci tentang berat badan, jenis kelamin, tinggi badan, pakaian, kendaraan, dan arah perjalanan.

    Ini akan memudahkan polisi melacak penyusup dan mencegah mereka menjadikan rumah lain sebagai korban.

    Kamu juga harus mencatat semua yang rusak atau dicuri sehingga kamu bisa membuat laporan terperinci untuk polisi dan mulai memulihkan diri dari pembobolan.

    Pembobolan bisa menjadi pengalaman yang menakutkan dan traumatis, namun sedikit persiapan dapat membantu kamu mencegah gangguan di rumah dan tetap tenang jika hal itu terjadi.

    Luangkan waktu untuk memeriksa dan meningkatkan keamanan rumah dan mempraktikkan protokol pembobolan di rumah seperti saat kamu melakukan latihan kebakaran atau gempa bumi.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Keset Kamar Mandi Biang Bakteri, Begini Cara Cuci yang Benar Menurut Ahli



    Jakarta

    Tahukah kamu, salah satu barang paling kotor di kamar mandi adalah keset. Ya, keset kamar mandi dianggap paling kotor karena menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri-bakteri jahat.

    Sayangnya, banyak ahli yang menyebut bahwa bagian ini justru jarang dibersihkan. Padahal, sebaiknya, keset kamar mandi minimal harus dicuci seminggu sekali.

    “Keset kamar mandi adalah tempat berkembang biaknya bakteri jahat di kamar mandi. Anda harus membersihkannya setidaknya seminggu sekali, tergantung seberapa sering digunakan.” ujar Seorang ahli spesialis kamar mandi dari Big Bathroom Shop dikutip dari Mirror, Selasa (2/1/2024).


    Para ahli mengatakan bahwa keset kamar mandi dapat menumpuk kelembapan yang dapat menyebabkan jamur. Menurut laporan Express.co.uk. Pakar kebersihan Belinda Everingham memberi nasihat tentang cara membersihkan keset kamar mandi Anda dengan “benar”. Katanya, hal itu sebaiknya dilakukan minimal seminggu sekali dan harus memperhatikan petunjuk perawatan pada keset agar keset tidak rusak saat proses pencucian.

    “Keset tidak hanya menyerap kelembapan dan uap tetapi juga mengumpulkan debu, kotoran, dan rambut. Mengibas keset kamar mandi sebelum dicuci sangat penting untuk menghilangkan kotoran yang tidak diinginkan dan menghindari penyumbatan mesin cuci di kemudian hari.”

    Untuk keset dengan sisi karet, dia menyarankan untuk mengelapnya secara menyeluruh dengan kain untuk menghilangkan kotoran atau kotoran yang menumpuk, dia juga mengatakan di sela-sela pencucian, membersihkan mandi akan membantu meminimalkan kotoran.

    Ia juga menyarankan untuk tidak mencuci keset kamar mandi dengan suhu hangat, bukan suhu panas, karena mencuci keset kamar mandi dengan suhu panas akan menyebabkan perubahan warna.

    “Gunakan deterjen beraroma favorit Anda dan tambahkan soda kue, setengah cangkir sudah cukup. Ini akan membantu menghilangkan bau, mencerahkan warna, dan mengurangi bakteri. Menambahkan lavendel juga dapat membantu menjaga kesegaran dan membantu mengurangi jamur. “

    Keset kamar mandi tidak boleh dimasukkan ke dalam mesin cuci dan kemudian juga tidak boleh dicuci dengan handuk karena ada risiko bakteri berpindah dari satu bahan ke bahan lainnya.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Konon Harganya Miring ‘Bingit’, Begini 10 Tips Tebus Rumah Lelang


    Jakarta

    Meski jadi mimpi buruk bagi mereka yang sedang mencicil rumah, rupanya rumah sitaan bank bisa jadi peluang lain bagi masyarakat yang butuh rumah dengan harga miring.

    Ini karena, rumah sitaan bank biasanya dilelang dengan harga yang jauh lebih murah dari harga pasar.

    Tapi, kamu nggak bisa asal beli ya. Ada sejumlah catatan yang perlu kamu perhatikan biar keputusan membeli rumah lelang tidak malah menimbulkan kerugian di masa depan.


    Mengutip situs resmi DJKN, Kemenkeu, Selasa (2/1/2024), berikut 10 tips jitu membeli rumah sitaan.

    1. Melalui Situs Resmi

    Pastikan bahwa pembelian barang sitaan bank secara lelang dilakukan melalui situs resmi salah satunya web. www.lelang.go.id.

    Hal ini untuk menghindari adanya penipuan dari para pihak yang tidak bertanggung jawab.

    2. Membuat Akun untuk Ikut Lelang

    Langkah berikutnya membuat akun peserta dengan melampirkan foto KTP, nomor NPWP dan nomor rekening, selanjutnya minta verifikasi akun ke petugas KPKNL terdekat.

    3. Mengecek Objek Lelang

    Lihat Barang/Objek Lelang, barang / objek lelang berupa tanah, tanah dan bangunan akan diumumkan sebanyak 2 (dua) kali, pengumumam pertama melalui pengumumam selebaran dan pengumumam kedua melalui surat kabar harian.

    Pengumumam juga dilakukan melalui web.www.lelang.go.id. Jadi setelah akun lelang kita terverifikasi maka obyek yang akan kita beli dapat dilihat di web www.lelang.go.id setelah memilih barang yang akan dibeli pastikan lokasi barang tersebut dan kondisi dilapangan sebenarnya, apakah barang tersebut kondisinya bagus, jelek, rusak dan pastikan ada penghuninya atau tidak.

    Bila perlu meminta bantuan petugas perbankan untuk menemani melihat obyek yang diinginkan.

    4. Pastikan Rumah Lelang Sudah Kosong

    Pilihlah barang yang tidak berpenghuni, hal ini untuk mengurangi biaya yang harus dikeluarkan.

    Jika barang yang akan dibeli berpenghuni, perlu diperhitungkan biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk melakukan eksekusi pengosongan, saat ini eksekusi pengosongan masih dilakukan pihak Pengadilan Negeri.

    5. Setor Uang Jaminan untuk Ikut Lelang

    Penyetoran uang jaminan lelang, agar dapat mengajukan penawaran lelang 1 hari sebelum pelaksanaan lelang harus sudah menyetorkan uang jaminan ke rekening Bendahara Penerimaan KPKNL dimana barang dilelang.

    Harus dipastikan uang jaminan sudah masuk ke rekening bendahara satu hari sebelum pelaksanaan lelang.

    6. Ajukan Penawaran

    Untuk lelang dengan sistem closed bidding maka penawaran harus diajukan sebelum pembukaan/pelaksanaan lelang dimulai.

    Jadi setelah uang jaminan disetujui pejabat lelang segera ajukan penawaran, sedangkan sistem open bidding maka penawaran lelang baru dimulai setelah pejabat lelang membuka pelaksanaan lelang sampai dengan batas waktu penawaran 2 jam.

    7. Lunasi Pembayaran Setelah Diyatakan Menang Lelang

    Setelah dinyatakan sebagai pemenang lelang, segera lunasi seluruh kewajiban berupa pokok lelang, bea lelang pembeli sebelum batas waktu 5 hari kerja setelah pelaksanaan lelang. Hal ini guna menghindari wanprestasi lelang, apabila dinyatakan wanprestasi maka uang jaminan lelang akan disetorkan ke Kas Negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

    8. Membayar BPHTB

    Segera lunasi Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) di DPKAD Kab./Kota dimana objek berada, pembayaran BPHTB ini sebagai syarat pengambilan Kutipan Risalah Lelang dan Kuitansi Lelang yang berguna untuk proses balik nama di Kantor Pertanahan setempat dimana obyek berada.

    9. Mengambil Berkas ‘Menang Lelang’

    Dengan menyertakan bukti pelunasan asli dan pembayaran BPHTB maka Kutipan Risalah Lelang dan Kuitansi lelang dapat diambil di KPKNL.

    10. Mengambil Dokumen Resmi Objek Lelang

    Ambil dokumen kepemilikan, sertifikat Hak Milik, sertifikat Hak Tanggungan, IMB dan surat Roya dari bank dapat diambil di Penjual/pemohon lelang dengan menunjukan Kutipan Risalah Lelang dan Kuitansi Lelang, setelah semua dokumen diambil langsung ajukan proses balik nama ke Kantor Pertanahan objek berada.

    Proses pengajuan balik nama dapat dilakukan perseorangan/pemenang lelang sendiri tanpa perlu lewat notaris.

    Jika ada kesibukan bisa meminta bantuan Notaris untuk menguruskan proses balik nama di Kantor Pertanahan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Mengatasi Kunci Pintu Macet



    Jakarta

    Pintu adalah salah satu bagian penting dari sebuah rumah dan selalu diaplikasikan pada setiap sudut bangunan rumah.

    Pintu dibutuhkan secara fungsional sebagai akses keluar masuk dan menjaga privasi penghuni rumah tersebut dari pandangan luar atau bahkan tidak mengundang kejahatan untuk melihat seisi rumah. Oleh karena itu, fungsi ini penting sekali membutuhkan kunci pintu atau door lock.

    Namun, terkadang seiring waktu kemungkinan kunci pintu rumah kamu bisa bermasalah seperti macet. Tentu, masalah ini bisa sangat menjengkelkan, apalagi jika ini terjadi pada pintu utama rumah,


    Lantas, bagaimana cara mengatasi kunci pintu yang macet? Simak pembahasan berikut ini.

    Tips Mengatasi Kunci Pintu Macet

    Dikutip dari Kenari Djaja, Selasa (2/1/2024), ada beberapa tips yang bisa kamu coba untuk mengatasi pintu yang macet.

    1. Oli atau Pembersih Anti Karat

    Cara pertama adalah memakai oli atau pembersih anti karat. Ini adalah cara paling mudah ketika kunci pintu rumah kamu macet.

    Sematkan oli tersebut ke bagian kunci pintu serta juga bisa diaplikasikan pada bagian engsel, lalu teteskan ke sudut mesin kuncinya. Ini berfungsi dapat membuat kunci pintu licin.

    Jika kamu tidak memiliki oli, cara lainnya adalah memakai pembersih anti karat sebab kemungkinan besar penyebab kunci pintu macet dikarenakan berkarat.

    2. Kunci Ketok

    Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi kunci pintu macet adalah memakai kunci kentok. Alat ini adalah sebuah kunci yang mampu masuk ke dalam lubang kunci yang ada dengan bentuk apapun. Namun, kamu perlu memperhatikan posisinya dengan tepat agar kunci pintu tidak patah atau rusak.

    Untuk memakai kunci ketok, langkah pertama yakni dengan memasukkan kunci ketok ke dalam lubang kunci. Pastikan alat tersebut hanya masuk separuh, kemudian hantam bagian kunci ketok yang masuk ke dalam kunci pintu tersebut. Jika sudah masukan kunci rumah lalu putar untuk melihat apakah kunci pintu sudah bekerja dengan baik.

    3. Kunci L

    Kunci L adalah sebuah alat perkakas yang bisa dipakai untuk mengatasi kendala pintu seperti kunci pintu macet serta mengencangkan baut dan sambungannya. Namun, alat ini hanya berlaku jika bagian door lock rumah memiliki pintu yang gagangnya bulat. Untuk membuka kunci pintu yang macet, kamu memerlukan 1 set kunci L.

    Langkah pertama adalah kunci L masuk ke dalam bagian lubang kunci. Kemudian gerak secara perlahan-lahan dan putar kunci sampai bagian yang macet tersebut terbuka. Perlu diperhatikan bahwa putaran kunci L ini perlu dilakukan secara perlahan agar tidak patah saat digunakan.

    Jika dari ketiga langkah dalam mengatasi kunci tersebut terasa kurang dan masih bermasalah, cara terbaik yang bisa kamu lakukan adalah mengganti pintu atau panggil ahli yang bisa menyelesaikan masalah tersebut.

    Namun, untuk penanganan jangka pendek kamu bisa mengikuti langkah diatas. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com