Blog

  • 5 Perbedaan Spandek dan Bondek, dari Fungsi hingga Daya Tahan


    Jakarta

    Spandek dan bondek merupakan bahan yang sering digunakan dalam konstruksi pembangunan. Keduanya merupakan baja ringan, meskipun spandek dan bondek punya nama yang mirip.

    Namun, ternyata keduanya memiliki perbedaan dari karakteristik hingga fungsinya. Lalu, apa yang menjadi perbedaan spandek dan bondek? Mari simak dan pahami perbedaannya agar jangan sampai tertukar.

    Apa itu Spandek dan Bondek?

    Mengutip dari Klopmart, Jumat (12/1/2024), Spandek merupakan material baja ringan yang biasa digunakan sebagai atap bangunan yang biasanya produknya kita kenal sebagai atap aluminium dan zincalume. Pasalnya, atap spandek terbuat dari kombinasi dari aluminium, zinc, dan silikon.


    Sementara, bondek atau bisa disebut juga floordeck adalah material plat baja yang memiliki lapisan galvanis sehingga menjadi bahan material yang tidak mudah berkarat. Pada umumnya bondek ini diaplikasikan untuk konstruksi bangunan besar di bagian lantai.

    Perbedaan Spandek dan Bondek

    Masih mengutip dari situs yang sama, berikut aspek pada spandek dan bondek yang memiliki perbedaan mencolok antara kedua bahan baja ringan ini.

    1. Fungsi

    Seperti yang sudah disinggung di awal, perbedaan kedua bahan material ini memiliki fungsi yang berbeda. Spandek banyak digunakan untuk atap bangunan baru ukuran kecil maupun besar sebagai pelindung bagian atas bangunan.

    Melihat fungsinya, bahan spandek ini juga cocok digunakan untuk penutup atap gudang pabrik atau garasi. Selain itu, spandek juga bisa dimanfaatkan untuk dinding bangunan.

    Sedangkan bondek umumnya berfungsi sebagai material dasar bangunan, memiliki karakteristik yang kuat dan mampu menahan beban.

    Sehingga cocok jadi bahan membuat lantai, atau anak tangga. Bondek ini banyak dimanfaatkan sebagai bekisting tetap pada konstruksi bangunan lantai 2 atau lebih dan juga sebagai tulangan positif searah.

    2. Material

    Perbedaaan berikutnya terletak pada material atau bahan baku yang digunakan pada spandek dan bondek. Bahan spandek umumnya terbuat dari baja ringan seperti galvalum yang merupakan kombinasi antara aluminium, zinc, dan silikon dengan perbandingan komposisi 55% aluminium, 43% zinc, 2% silikon.
    Itu sebabnya spandek menjadi material yang awet, kokoh, dan mudah dibentuk. Akan tetapi, bahan atap spandek kurang cocok jika diaplikasikan pada bangunan rumah tinggal karena atap ini memiliki sifat konduktor yang dapat menghantarkan panas.

    Sementara bondek terbuat dari lapisan plat baja yang dilapisi dengan galvanis sebagai material khusus yang menjamin plat baja atau bondek tidak mudah mengalami korosi. Melalui penggunaan material tersebut, bondek menjadi bahan yang lebih kokoh dan kuat untuk digunakan sebagai bekisting.

    3. Daya Tahan

    Spandek dan bondek sebenarnya memiliki daya tahan yang sangat baik dilihat dari bahan yang digunakan. Pasalnya keduanya memiliki sifat bahan material baja ringan yang tahan terhadap api, awet, dan tahan lama.

    Namun, jika dibandingkan, atap spandek merupakan jenis atap yang sedikit lebih kuat dan bahkan saat terkena hujan dan panas matahari sepanjang tahun sekalipun. Itu sebabnya bahan atap spandek ini diklaim mampu bertahan hingga lebih dari 20 tahun.

    Sementara bahan material bondek memiliki daya tahan dari segi penggunaan yang sedikit di bawah spandek. Lapisan galvanis pada material bondek justru membuatnya memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap api.

    Jika menggunakan bondek, kamu tak perlu lagi khawatir tentang permukaan berkarat sebab lapisan galvanis melindunginya dari suhu panas. Material bondek ini juga diklaim mampu bertahan di dalam api selama 2 jam berturut-turut.

    4. Biaya yang Perlu Dikeluarkan

    Untuk segi biaya, bondek lebih ekonomis ketimbang spandek. Selain karena bahan bondek yang lebih awet dan tahan lama, bondek ini juga lebih banyak dipilih sebagai bahan konstruksi bangunan karena proses pengerjaannya yang lebih cepat dan rapi. Itu sebabnya bahan bondek bisa menghemat biaya pembangunan secara signifikan.

    5. Ukuran

    Kedua material ini memiliki bentuk serupa sehingga tidak ada perbedaan spandek dan bondek yang begitu mencolok. Akan tetapi, dari segi ukuran dan ketebalan terdapat sedikit perbedaan.

    Di pasaran sendiri, baik spandek maupun bondek memiliki beragam variasi ukuran ketebalan. Atap spandek memiliki berbagai ukuran ketebalan antara lain 0.3, 0.35, 0.4, 0.45, dan 0.5 mm dengan berbagai macam ukuran bentangan.

    Sementara untuk material bondek memiliki bentuk logam pipih tersedia dalam ukuran ketebalan mulai dari 0,75 mm hingga 1 mm dengan panjang yang beragam, di mana panjang maksimalnya 12 m. Itu sebabnya, saat digunakan, material ini memerlukan alat khusus untuk memotongnya. Selain itu, diperlukan pula tenaga kerja khusus yang ahli dalam pemasangannya.

    Demikian perbedaan antara spandek dan bondek. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan Umum Pasang Gorden di Rumah Beserta Solusinya


    Jakarta

    Pernahkah kamu merasa bahwa penampilan gorden di rumah tidak sesuai harapan meskipun telah berusaha keras memilih desain yang tepat? Ternyata, ada beberapa kesalahan umum dalam memasang gorden yang bisa merusak estetika ruangan.

    Meskipun kesalahan-kesalahan kecil ini mungkin terlihat sepele, sentuhan terakhir di sekitar jendela bisa membuat perbedaan besar. Gorden yang terpasang dengan buruk bisa dengan mudah merusak tatanan desain terbaik.

    Melansir Real Simple, Jumat (12/1/2024), berikut ini lima kesalahan tersebut dan memberikan solusi agar kamu bisa memiliki tampilan gorden yang sempurna.


    1. Memasang Batang Gorden Terlalu Rendah

    Kesalahan umum pertama yang sering terjadi adalah memasang batang gorden terlalu rendah.

    “Aturan praktis yang baik adalah memasang batang gorden 4 hingga 6 inci di atas bagian atas bingkai jendela, yang akan memberikan kesan langit-langit yang lebih tinggi,” kata desainer interior Audrey Scheck dikutip dari Real Simple, Jumat (12/1/2024).

    Pemasangan batang gorden beberapa inci di atas bingkai jendela tersebut bisa memberikan ilusi langit-langit yang lebih tinggi sehingga membuat ruangan terlihat lebih luas.

    2. Panjang Gorden yang Tidak Tepat

    Kesalahan selanjutnya adalah memilih panjang gorden yang tidak sesuai. Shalini Ganguli, kepala kreatif sebuah studio desain interior, menekankan pentingnya memilih gorden dengan panjang yang mencapai lantai untuk sentuhan elegan.

    “Menggunakan gorden yang terlalu pendek bisa merusak estetika secara keseluruhan,” kata Ganguli.

    Solusi dari kesalahan ini adalah mengukur dengan cermat sebelum membeli gorden. Bagaimana jika kamu telanjur membeli gorden yang terlalu panjang? Tenang! Kamu bisa memotong gorden tersebut ke ukuran panjang yang sesuai.

    3. Lebar Gorden yang Kurang Tepat

    Seringkali, orang lupa untuk memeriksa lebar gorden. Audrey Scheck, desainer interior, menyarankan untuk memilih gorden setidaknya 2 hingga 2,5 kali lebar kaca.

    Lebar gorden yang sesuai memberikan tampilan yang lebih penuh. Perlu diingat bahwa setiap estetika gorden membutuhkan jumlah kain yang berbeda, jadi pertimbangkan dengan baik untuk mencapai tampilan yang diinginkan.

    4. Mengabaikan Fungsi dan Bentuk Gorden

    Penting untuk mempertimbangkan baik fungsi maupun estetika gorden. Pilihlah gorden yang sesuai dengan kebutuhanmu, apakah hanya untuk tampilan atau untuk fungsi meminimalisir paparan sinar matahari.

    Solusinya adalah mencari keseimbangan antara keinginan estetika dan kebutuhan fungsional, misalnya dengan menggabungkan gorden transparan dan penggelap untuk mendapatkan yang terbaik dari kedua fungsinya tersebut.

    5. Mencoba Melakukan Instalasi yang Rumit Sendiri

    Terakhir, jangan mencoba melakukan instalasi yang rumit sendiri, terutama jika rumahmu memiliki jendela yang tidak biasa. Desainer interior seperti Ganguli menyarankan untuk berkonsultasi dengan ahli untuk memastikan penutup jendela yang dipilih sesuai secara fungsional dan estetis. Keterlibatan desainer juga sangat dianjurkan untuk rumah-rumah tua dengan karakteristik yang unik.

    Demikian lima kesalahan tersebut dan memberikan solusi agar kamu bisa memiliki tampilan gorden yang sempurna. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan ini, kamu bisa menciptakan tampilan gorden yang sempurna sesuai dengan selera dan kebutuhan. Jangan ragu untuk mendapatkan bantuan profesional agar setiap ruangan di rumah terasa lebih nyaman dan menawan. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Kreatif Menata Ulang Lemari Dapur


    Jakarta

    Lemari merupakan perabot yang penting dan selalu ada di setiap rumah. Lemari berfungsi untuk menyimpan berbagai barang, mulai dari pakaian hingga alat-alat masak di dapur.

    Seiring dengan pemakaiannya, lemari dapur terkadang tampak kuno atau tidak sesuai dengan selera. Namun, jangan khawatir! Agar lemari dapur tampak baru, kamu tidak harus merenovasinya secara besar-besaran. Ada berbagai solusi kreatif dan terjangkau yang bisa kamu lakukan untuk memberikan sentuhan segar pada lemari dapurmu.

    Kenapa Lemari Dapur Harus Ditata Ulang?

    Melansir JPD Kitchens, Jumat (12/1/2024), berikut beberapa alasan kamu harus menata ulang lemari dapur di rumah.


    Memberikan tampilan baru pada dapur

    Dengan menata ulang lemari, dapur di rumah akan memiliki tampilan yang baru dan segar. Ada banyak gaya pintu lemari dan laci yang bisa kamu pilih. Berbagai pilihan ini bisa disesuaikan dengan preferensi dan seleramu. Perangkat keras kabinet baru juga bisa dipasang untuk memberikan tampilan baru pada dapur.

    Meningkatkan fungsionalitas dapur

    Salah satu alasan lain kamu harus menata ulang lemari dapur adalah bisa meningkatkan fungsionalitas dan pengaturan dapur. Jika lemari dapurmu sudah usang atau rusak, akan sulit untuk menemukan tempat untuk menyimpan piring dan barang-barang dapur lainnya.

    Lemari yang ditata ulang akan memiliki lebih banyak ruang penyimpanan sehingga kamu bisa menyimpan semuanya di satu tempat. Hal ini akan memudahkanmu dalam menemukan apa yang sedang dicari dan membantu menjaga dapur tetap teratur.

    Meningkatkan keamanan dapur

    Lemari yang rusak bisa menimbulkan risiko keamanan. Pintu lemari yang rusak bisa dengan mudah terlepas dari engselnya dan melukai seseorang. Jika lemari tidak memiliki struktur yang baik, lemari bisa runtuh karena beban piring dan panci dan wajan yang disimpan di dalamnya. Oleh karena itu, dengan menata ulang lemari dapur, memperbaiki atau membeli yang baru akan meningkatkan keamanan dapur di rumahmu.

    Tips Kreatif Menata Ulang Lemari Dapur

    Melansir Real Simple, Jumat (12/1/2024), berikut tips menata ulang lemari di dapur rumah yang harus kamu ketahui.

    1. Ganti Hardware untuk Tampilan yang Lebih Modern

    Lemari dapur yang terlihat kuno seringkali disebabkan oleh hardware yang sudah ketinggalan zaman. Mulailah dengan mengganti pegangan dan tombol lemari dengan model yang lebih modern. Kamu bisa menemukan pilihan yang unik dan sesuai dengan seleramu di pasar loak atau situs belanja online.

    2. Cat Ulang Lemari

    Jika lemari dapurmu dalam kondisi baik, tetapi kamu tidak suka dengan warnanya, opsi cat ulang bisa menjadi penyelamat. Proses ini membutuhkan waktu, namun dengan sabar, kamu bisa menciptakan dapur yang sepenuhnya baru. Pilih dari berbagai warna dan finishing untuk menciptakan kontras menarik di ruang dapurmu.

    3. Kreatif dengan Peel-and-Stick Wallpaper

    Berikan sentuhan unik pada lemari dapur dengan menggunakan wallpaper peel-and-stick. Ini adalah cara yang tepat untuk memberikan tampilan berbeda pada lemari dapurmu. Pilih warna solid untuk tampilan minimalis atau pilih cetakan yang mencolok untuk tampilan retro yang berani.

    4. Ganti Pintu Lemari untuk Perubahan Signifikan

    Jika anggaran terbatas, tetapi kamu ingin perubahan yang signifikan, pertimbangkan untuk hanya mengganti pintu lemari. Ini adalah tren terkini yang bisa memberikan sentuhan modern pada dapur tanpa harus merenovasinya secara keseluruhan. Temukan pintu lemari yang sesuai dengan sistem lemari yang kamu miliki.

    5. Ubah Lemari Menjadi Rak Terbuka

    Jika kamu benar-benar ingin tampilan yang berbeda, pertimbangkan untuk mengganti lemari dengan rak terbuka. Ini bukan hanya cara untuk membuat dapur terlihat lebih modern, tetapi juga lebih terbuka dan luas. Pastikan rak tersebut sesuai ukuran dan cukup kuat untuk menampung barang-barang dapur yang berat.

    Demikianlah tips menata ulang lemari di dapur rumah yang harus kamu ketahui. Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu bisa memberikan sentuhan baru pada dapur tanpa harus menghabiskan banyak biaya. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Cegah Rumah Bocor Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Indonesia sudah memasuki musim hujan. Bahkan curah hujan dengan intensitas cukup tinggi menyebabkan banjir di sejumlah kota besar seperti Bandung dan Jabodetabek.

    Selain banjir, hal yang paling menjengkelkan saat hujan adalah rumah bocor. Tak jarang rumah suka tiba-tiba bocor kala masuk musim hujan. Itu karena saat musim kemarau, kita tak pernah tahu dan memeriksa atap, genteng atau plafon yang rawan bocor.

    Nah, bagaimana cara mencegah rumah bocor saat musim hujan. Ini tips mencegah rumah bocor saat musim hujan.


    1. Bersihkan Talang Air

    Talang Air memang salah satu komponen penting yang ada di rumah. Sebab, berfungsi untuk mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah air.

    Untuk mencegah terjadinya kebocoran di rumah, segera periksa kondisi Talang air. Sering kali Talang Air tersumbat kotoran, seperti daun maupun sampah plastik yang beterbangan.

    Maka dari itu, jika terdapat kotoran segera Bersihkan Talang air. Jika tidak, maka aliran air akan terhambat bahkan bisa membuat Talang Air jebol.

    2. Ganti Atap yang Rusak

    Salah satu fungsi atap yaitu melindungi penghuni rumah dari air hujan. Apabila terdapat atap yang sudah rusak, segera ganti dengan yang baru. Hal itu untuk mencegah masuknya air hujan ke dalam rumah.

    3. Lapisi Area yang Rawan Bocor

    Untuk mencegah terjadinya kebocoran di rumah, ada baiknya segera lapisi area-area yang rawan bocor, misalnya atap dan dinding. Kalian bisa gunakan pelapis kedap air pada bagian atap, salah satunya yang berbahan semen anti air. Sementara untuk bagian dinding dapat menggunakan cat waterproof.

    4. Pangkas Pohon di Dekat Rumah

    Keberadaan pohon di dekat rumah bisa menjadi berbahaya ketika terjadi hujan lebat atau badai, terlebih jika pohon tersebut berukuran besar. Pohon yang berukuran besar dan berumur tua lebih berisiko untuk tumbang.

    Apabila pohon seperti itu tidak dipangkas, bisa saja ranting dan batangnya menimpa rumah sehingga dapat mengakibatkan kebocoran.

    5. Cek Lokasi Bocor

    Apabila sudah terjadi bocor, maka segera mengecek area yang bocor. Area-area yang bocor bisa saja terjadi di tempat yang tidak terduga, seperti kamar mandi, dak beton, serta atap.

    Terlebih jika musim penghujan tiba, retak halus pada atap bisa jadi lebih parah dan menyebabkan rembesan semakin luas. Maka dari itu, perlu dilakukan pengecekan secara cepat agar dapat memperbaiki area-area yang mengalami kebocoran.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Plafon Tahan Air yang Bisa Lindungi Rumah dari Atap Bocor


    Jakarta

    Ada banyak pilihan jenis plafon yang dijual di pasaran. Memilih plafon yang tepat sangat penting untuk membuat rumah kita aman dan layak ditinggali.

    Papan plafon juga berfungsi untuk melindungi kebocoran rembesan air dari atap yang bocor. Apalagi, memasuki musim hujan seperti sekarang ini.

    Bila plafon tak kuat menahan beban atau tidak anti air, maka ruangan pun akan terkena rembesan dari atap yang bocor.


    Nah, jadi sangat penting untuk memilih plafon yang kuat, awet dan tahan air. Apa saja jenis plafon yang awet dan tahan air? Dikutip dari Klopmart, berikut daftarnya:

    1. Papan Semen

    Material tripleks dan gypsum memang banyak digunakan sebagai material plafon. Namun, papan semen lebih tahan lama dibandingkan kedua bahan diatas.

    Dengan material campuran semen di dalamnya lebih padat karena ditambahkan pasir silika, gypsum, serat selulosa, dan zat tambahan lainnya. Alhasil, papan semen dijadikan sebagai material plafon dan dinding, baik eksterior maupun interior. Selain tahan air, papan semen dapat menghalangi jamur, api, dan benturan keras di atap. Materialnya juga kuat, jadi tidak mudah bocor jika terjadi hujan.

    2. Papan PVC

    Polyvinyl chloride atau PVC cukup sering digunakan sebagai material plafon. Materialnya terbuat dari plastik yang mirip untuk pipa air sehingga tidak diragukan lagi ketahanan material ini dari air. Strukturnya yang kuat juga mampu menghindari plafon dari rembesan air dan serangan rayap.

    Meski punya struktur kuat, material ini punya bobot yang cukup ringan. Kamu dapat membuat desain plafon yang cantik dan mudah, belum lagi material ini tersedia dalam berbagai pilihan warna dan corak. Selain plafon, Kamu dapat menggunakannya untuk jendela, pintu, atau pipa air.

    3. Papan Kalsiboard

    Kalsiboard masih merupakan bagian dari papan semen. Perbedaanya hanya bentuk kalsiboard seperti lembaran dan memiliki kandungan kalsium khusus di dalamnya. Kandungan kalsium ini merupakan mineral yang tidak mudah larut dalam air, jadi papan kalsiboard cocok sebagai bahan plafon tahan air.

    4. Lembaran Akrilik

    Akrilik merupakan material plafon yang memiliki ketahanan tinggi terhadap air. Maka material ini sangat cocok digunakan untuk ruangan yang lembab, seperti kamar mandi atau dapur. Ada pula material akrilik yang ringan, sehingga mudah dilepas saat ingin dibersihkan.

    Material ini tersedia dalam berbagai desain dan warna, jadi Kamu bisa menyesuaikan interior ruangannya. Varian akrilik transparan pun tersedia untuk diaplikasikan sebagai plafon untuk menghadirkan kesan outdoor dalam ruangan. Kamu dapat memilih ukuran ketebalan lembar akrilik demi mengantisipasi rembesan air apabila terjadi hujan lebat.

    5. Ubin

    Ubin tidak hanya bisa dipasang pada dinding atau lantai. Untuk Plafon pun dapat dipasangi ubin untuk menghasilkan desain dan corak yang indah ketika dipandang

    Ubin plafon dirancang berbeda dibandingkan ubin untuk dinding dan lantai. Material untuk plafon lebih berat dan dibutuhkan keahlian khusus untuk memasangnya. Pilihan terbaik untuk plafon adalah menggunakan ubin dari logam yang biasanya terbuat dari kuningan, timah, tembaga, besi galvanis, atau aluminium.

    6. GRC (Glassfiber Reinforced Cement)

    Plafon jenis ini sangat cocok untuk banguan yang minimalis dan nyaman. GRC terbuat dari material beton komposit ditambah serat kaca sebagai bahan penguatnya. Ukurannya lebih besar, berkisar pada 120×240 cm, jadi cocok digunakan untuk menutup rangka atap di berbagai ruangan.

    Material GRC tersebut membuat bahan plafon ini lebih tahan air dibandingkan kaca dan akrilik. Plafon GRC juga mampu melindungi penghuninya dari berbagai cuaca dingin dan panas. Desain GRC juga terlihat mewah sehingga plafon rumah terlihat lebih cantik saat Kamu memandangnya.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Biaya Pemasangan Plafon PVC, Lengkap dengan Cara dan Keunggulannya


    Jakarta

    Salah satu jenis plafon yang bisa dijadikan pilihan untuk langit-langit ruangan adalah plafon PVC. Plafon PVC juga punya keunggulan tahan api juga tahan air.

    Sehingga, plafon PVC bisa diandalkan untuk menahan rembesan air saat musim hujan bila atap kamu punya masalah kebocoran.

    Plafon PVC juga mudah untuk dipasang dan punya harga bervariasi.


    Berikut fakta lengkap soal plafon PVC

    Harga Plafon PVC per m2 (meter persegi)

    Plafon PVC kerap jadi pilihan karena kemudahan pemasangan, corak beragam, dan harga terjangkau. Konsumen bisa mendapatkan material ini sesuai kemampuan kantong dan kebutuhan.

    Harga plafon PVC per m2 bisa dilihat di berbagai situs marketplace. Konsumen selanjutnya bisa menghitung total harga plafon sesuai kebutuhannya. Tentu dengan membaca lebih dulu aturan perhitungan dari marketplace.

    Berikut contohnya:

    Sebuah plafon PVC kayu 30 cm dijual seharga Rp 35 ribu. Seller telah menetapkan informasi dan harga produk serta cara pesan sebagai berikut

    Spesifikasi produk

    • Lebar: 30 cm
    • Tebal: 8 mm
    • Panjang tersedia: 3, 4, 5, 6 m
    • isi per dus 15 lembar

    Aturan harga

    • Tarif yang tercantum adalah harga per meter lari
    • Arti per meter lari: Panjang 1 m x lebar 30 cm
    • Kebutuhan per meter persegi= 1 lembar x panjang 3,33 m.

    Total harga plafon PVC

    • Untuk panjang dinding 45 meter menggunakan plafon dengan panjang 3 meter maka: 3 x 15 x Rp 35 ribu= Rp 1.575.000
    • Untuk luas ruangan 30 m x 10 m= 300 m2 dengan panjang plafon 3 m maka dibutuhkan:
      300 m2 : (3 m x 3,33 m)= 30 lembar, total harga adalah 3 x 30 x Rp 35 ribu= Rp 3.150.000.

    Selain pembelian, patut diperhitungkan pula ongkos pemasangan plafon PVC per m2. Biasanya ongkos tersedia mulai harga Rp 25 ribu, bergantung dari besaran harga yang ditetapkan tenaga pemasang plafon dan kemampuan konsumen.

    Keunggulan Plafon PVC

    Dikutip dari eSkripsi Universitas Andalas, repository Unika, dan repository ITS. Berikut beberapa keunggulan dari plafon PVC:

    1. Tahan Api dan Flame Retardant

    Salah satu keunggulan dari plafon PVC adalah kemampuannya untuk menahan api. Ini adalah sifat yang sangat penting terutama untuk keselamatan penghuni rumah ataupun bangunan.

    Selain itu, PVC juga memiliki sifat flame retardant, yang berarti ia akan memperlambat penyebaran api ketika terjadi kebakaran. Hal ini akan memberikan lebih banyak waktu untuk evakuasi.

    2. Anti Rayap dan Anti Karat

    Plafon PVC tidak hanya tahan terhadap api, tetapi juga tahan terhadap rayap dan karat. Hal ini menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk lingkungan yang rentan terhadap serangga dan memiliki kelembaban yang tinggi.

    3. Tahan Air

    Material PVC juga tahan terhadap air sehingga kamu tidak perlu khawatir dengan kerusakan yang diakibatkan oleh kelembaban. Hal ini membuatnya cocok untuk digunakan di ruang-ruang seperti dapur ataupun kamar mandi.

    4. Kekuatan dan Ketahanan yang Lama

    Plafon PVC terbuat dari material yang kuat dan tahan lama. Hal ini berarti kamu tidak perlu khawatir tentang perawatan ataupun penggantian plafon dalam waktu singkat. PVC dapat bertahan dalam waktu yang lama tanpa perubahan yang signifikan dalam kualitas ataupun penampilannya.

    5. Motif yang Bervariasi

    Salah satu keuntungan dari plafon PVC adakah memiliki banyak motif. Kamu dapat memilih motif yang sesuai dengan gaya dan dekorasi ruangan. Motif kayu pada plafon PVC memberikan tampilan yang alami.

    6. Pemasangan Mudah dan Cepat

    Proses pemasangan plafon PVC relatif mudah dan cepat. Kamu tidak memerlukan keterampilan khusus ataupun alat-alat yang rumit. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang bagus untuk renovasi atau perbaikan rumah yang ingin diselesaikan dengan cepat.

    7. Hemat Biaya dan Tidak Memerlukan Finishing

    Plafon PVC tidak hanya ekonomis dalam hal harga saat pembelian, tetapi juga menghemat uang dalam jangka panjang. Hal ini karena plafon ini tahan lama dan tidak memerlukan finishing tambahan seperti cat.

    Kekurangan Plafon PVC

    Meskipun memiliki banyak keunggulan, plafon PVC juga memiliki beberapa kelemahan. Dikutip dari situs Homify, berikut beberapa kekurangan dari plafon PVC:

    1. Penggunaan klorin dalam pembuatannya

    Salah satu kelemahan terbesar plafon PVC adalah penggunaan klorin dalam pembuatannya. Meskipun jumlah klorin yang digunakan relatif kecil, masih mungkin ada pelepasan jejak-jejak klorin ke udara. Ini dapat menjadi masalah, terutama bagi mereka yang memiliki sensitivitas terhadap bahan kimia tertentu.

    2. Estetika

    Dari segi estetika, plafon PVC mungkin tidak menjadi pilihan yang menarik secara visual. Hal ini adalah salah satu aspek yang perlu kamu pertimbangkan, jika kamu mencari plafon dengan gaya tertentu dalam suatu ruangan. Meskipun demikian, banyak orang yang masih memilih plafon PVC karena keunggulan fungsionalnya.

    Penggunaan Plafon PVC

    Penggunaan plafon PVC tidak terbatas hanya untuk satu jenis ruangan. Kamu dapat memasangnya di berbagai ruangan seperti ruang kerja, ruang belajar, dan ruangan lainnya. Keunggulannya yang tahan api, tahan air, dan anti rayap membuatnya menjadi pilihan yang cerdas untuk berbagai kebutuhan.

    Demikian penjelasan tentang plafon PVC. Semoga bermanfaat.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Estimasi Biaya Renovasi Atap Rumah Pakai Baja Ringan


    Jakarta

    Atap rumah menjadi bagian yang penting pada sebuah rumah. Sebab, bagian atap melindungi bagian dalam rumah dari cuaca panas, hujan, maupun berangin.

    Sering kali atap rumah mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu. Tentunya jika terjadi diperlukan perbaikan atau bahkan renovasi atap.

    Kira-kira berapa ya biaya renovasi atap rumah pakai baja ringan?


    Estimasi Biaya Renovasi Atap Pakai Baja Ringan

    Sebagai contoh, kamu memiliki rumah tipe 60 dan ingin memasang rangka atap baja ringan dengan genteng metal. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menghitung luas atap rumah terlebih dahulu.

    Luas rumah: 10 x 6 m
    Oversteck atau kelebihan atap dari dinding luar: 60 cm = 0,6 m
    Kemiringan sudut: 30 derajat

    Luas atap rumah (LAR): panjang x lebar/cosinus derajat kemiringan atap
    = (10 m + Oversteck kanan dan kiri) x (6 m + Oversteck depan dan belakang) / cosinus 30 derajat

    = (10 + 1,2) x (6 + 1,2) / 0,866
    = 11,2 x 7,2 / 0,866
    = 93,11 m2

    Jika harga baja ringan setebal 1 mm adalah Rp 150.000/m2 dan harga genteng metal Rp 100.000/m2, maka total biaya atap baja ringan adalah:

    (LAR x harga baja ringan per m2) + (LAR x harga penutup atap per m2)
    = (93,11 x Rp 150.000) + (93,11 x Rp 100.000)
    = Rp 13.966.500 + Rp 9.311.000 = Rp 23.277.500

    Sebagai informasi, perhitungan tersebut hanyalah sebuah estimasi saja. Harga material bangunan dan jasa tukang di setiap daerah berbeda. Biaya tersebut juga di luar biaya bongkar atap.

    Tentunya penggunaan baja ringan memiliki kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini informasi kelebihan dan kekurangan baja ringan berdasarkan catatan detikcom.

    Kelebihan Baja Ringan

    Harga baja ringan memang cenderung lebih mahal daripada material lainnya, tetapi ia memiliki berbagai kelebihan, antara lain sebagai berikut:

    1. Memiliki Daktilitas yang Baik

    Daktilitas merupakan sifat baja yang tidak hancur setelah mengalami deformasi yang besar. Berbeda dengan baja konvensional atau kayu yang bisa langsung hancur dan patah saat diberikan beban tiba-tiba (beban kejut), baja ringan sanggup menahan beban beran tanpa menyebabkan kerusakan.

    2. Kekuatannya Bagus Tapi Ringan

    Salah satu yang istimewa dari bawa ringan adalah kuat tapi tetap ringan. Tentunya hal ini dapat membuat proses pemasangan jadi lebih efisien. Selain itu, baja ringan memiliki potensi penyebab kematian yang cukup kecil.

    3. Tahan Karat

    Material baja ringan tahan karat sehingga tidak perlu melakukan finishing cat. Setelah dibongkar, baja ringan bisa dimanfaatkan kembali dan di daur ulang sehingga lebih ramah lingkungan.

    4. Tahan Lama

    Salah satu kelebihan paling menarik dari baja ringan adalah awet karena tidak akan dimakan rayap. Jadi, tidak perlu khawatir kalau atap rumah akan rapuh atau keropos. Walaupun harga baja ringan sedikit lebih mahal dibanding rangka bahan lain, tapi biaya perawatannya lebih murah.

    Kekurangan Baja Ringan

    Kekurangan baja ringan yang perlu kamu perhatikan yaitu sebagai berikut.

    1. Mudah Goyang Terbawa Angin

    Bobotnya yang ringan ternyata bisa menjadi kelebihan sekaligus kekurangan. Baja ringan bisa saja terbawa angin jika tidak dipasang dengan benar.

    2. Harganya Mahal

    Tak dapat dipungkiri, harga material baja ringan masih termasuk mahal. Namun, baja ringan lebih ramah lingkungan dibandingkan material kayu. Selain itu, dengan segala kelebihan yang dimiliki, wajar saja jika harganya lebih mahal.

    3. Kurang Estetis

    Jika ingin membuat atas dengan model terekspos, menggunakan rangka baja ringan mungkin bukan pilihan yang tepat. Berbeda dengan kayu yang memiliki nilai estetika, rangka atap baja ringan akan terlihat berantakan.

    Semoga bermanfaat ya informasinya, detikers!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 15 Barang yang Wajib Kamu Punya biar Betah di Kosan



    Jakarta – Kos menjadi opsi terbaik bagi para perantau untuk mendapatkan tempat tinggal sementara maupun permanen. Banyak mahasiswa atau pekerja yang memilih kosan sebab jarak dari kampus atau kantor mereka dekat.

    Namun, tidak semua kos langsung menyediakan fasilitas dan perlengkapan yang kamu butuhkan. Sehingga saat pertama kali menempati kos kamu sering kebingungan barang apa saja yang penting untuk dimiliki.

    Nah, buat kamu yang masih bingung untuk menentukan barang apa saja yang diperlukan dan wajib ada untuk anak kos. Berikut dikutip dari Danacita, beberapa barang yang wajib kamu punya di kosan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Pasang Water Heater


    Jakarta

    Jika kamu ragu untuk memasang water heater, ada baiknya bila kamu mempertimbangkan beberapa hal.

    Terutama jika kamu sebelumnya memiliki water heater yang sudah tua dan kemungkinan risiko membahayakan seperti air terkontaminasi, tangki pemanas bermasalah seperti bocor, retak atau berkarat, atau mungkin diluar hal itu kamu memang hanya ingin memilikinya saja karena baru pindah rumah dan memenuhi kebutuhan keluarga.

    Bila dari skenario tersebut terjadi padamu, mungkin kamu memerlukan water heater atau pemanas air.


    Dikutip dari Dupree Plumbing, Minggu (14/1/2024), sebelum memasang water heater, tentunya kamu perlu mencari tahu hal-hal yang perlu kamu pertimbangkan untuk pemakaian jangka panjang. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum pasang water heater.

    1. Kebutuhan Air Panas

    Beberapa penghuni merasa membutuhkan air panas di rumahnya, tetapi sebelum memasang air panas tentunya membutuhkan elemen penting seperti perlengkapan pipa yang harus dipasang. Selain itu, pastikan suplai air panas sesuai dengan kebutuhan jumlah anggota keluarga dirumah tersebut. Hal ini menentukan faktor yang lainnya, seperti efisiensi energi hingga jenis pemanas yang kamu perlukan.

    2. Jenis Pemanas Air

    Seiring berkembangnya teknologi, pilihan model water heater sudah beragam. Jika biasanya pemanas air memiliki jenis yang konvensional, kini kamu bisa memilih banyak alternatif lain, seperti water heater koil tanpa tangki, jenis tenaga surya, pemanas air tidak langsung, bahkan ada juga yang tanpa tangki. Tentunya hal ini juga dilengkapi dengan pro dan kontra dari jenis masing-masing. Misalnya, water heater tanpa tangki memiliki tingkat efisiensi yang mengesankan sebesar 96% dan dapat menghemat $100 lebih banyak untuk biaya pengoperasian tahunan, namun memiliki biaya pemasangan yang lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya.

    3. Konsumsi Energi

    Penggunaan water heater bisa saja akan menambah tagihan listrik kamu. Oleh karena itu efisiensi energi water heater yang digunakan perlu diperhatikan, karena beberapa pemanas ada juga yang lebih menghemat energi bahkan untuk produk modern. Apapun sumber bahan bakarnya, pemanas air atau water heater membutuhkan energi yang cukup banyak. Oleh karena itu, pastikan kamu memilih pemanas air yang memiliki fitur hemat energi. Misalnya seperti, pemanas air tenaga surya yang hanya membutuhkan lebih sedikit bahan bakar untuk memanaskan air, sehingga biaya energi yang dipakai jauh lebih hemat ditambah juga mengurangi jejak karbon.

    4. Jenis Bahan Bakar

    Jenis bahan bakar yang paling umum untuk pemanas air saat ini adalah gas dan listrik, walaupun ada juga beberapa menggunakan tenaga surya atau propana. Faktor ini penting karena mengikuti situasi hunian kamu.

    Jika kamu menggunakan bahan bakar gas, perhatikan jenis gas yang digunakan sehingga tidak ada kendala saat mengisi ulang tangki. Bahan bakar ini praktis dipakai karena mudah dipantau penggunaannya serta mengetahui saat gas tersebut sudah habis.

    Sedangkan bahan bakar listrik lebih ekonomis, nyaman, serta praktis digunakan. Bahan bakar ini mampu diatur sesuai dengan kebutuhan kamu. Apalagi jika suatu saat kamu ingin meninggalkan rumah untuk liburan, kamu bisa mematikan listrik sehingga hemat energi.

    5. Ukuran Pemanas Air

    Sebelum memilih dan pemasangan, kamu perlu mengetahui ukuran fisik rumah kamu. Oleh karena itu, penting untuk kontraktor untuk memeriksa rumah kamu dan melakukan pengukuran agar sesuai dengan jenis pemanas yang kamu pilih. Jika kamu keliru memilih ukuran water heater, kemungkinan ini bisa berdampak pada efisiensi energi yang buruk dan adanya faktor lainnya seperti suplai air yang kurang memenuhi kebutuhan siapa pun.

    Itulah hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum pasang water heater. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Pilih Water Heater yang Tepat


    Jakarta

    Air panas sudah menjadi sebuah kebutuhan penting bagi rumah tangga. Setelah seharian beraktivitas, biasanya beberapa penghuni menginginkan air panas, tetapi perlu memasaknya terlebih dahulu memakai kompor. Namun, untuk memenuhi kebutuhan tersebut kini sudah ada teknologi pemanas air atau water heater.

    Dikutip dari Ariston, Minggu (14/1/2023), pemanas air atau water heater kini menjadi salah satu kebutuhan penting dan menambahkan kemudahan ketika kamu menginginkan air panas. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kamu perlu mempertimbangkan beberapa hal agar mendapatkan water heater dengan kualitas terbaik.

    Untuk mengetahui lebih lanjut berikut ini adalah 6 tips pilih water heater.


    1. Cari Tahu Produk Water Heater

    Sebelum membeli pemanas air atau water heater, terdapat beberapa hal yang harus kamu perlu ketahui dari produk tersebut. Kamu perlu mencari tahu bahan bakar apa yang dipakai, energi yang dikonsumsi, jenis tangki, serta kapasitasnya.

    2. Cari Tahu Bahan Bakar yang Digunakan

    Umumnya water heater menggunakan bahan bakar gas dan listrik. Jika kamu menggunakan bahan bakar gas, perhatikan jenis gas yang digunakan sehingga tidak ada kendala saat mengisi ulang tangki. Bahan bakar ini praktis dipakai karena mudah dipantau penggunaannya serta mengetahui saat gas tersebut sudah habis.

    Sedangkan bahan bakar listrik lebih ekonomis, nyaman, serta praktis digunakan. Bahan bakar ini mampu diatur sesuai dengan kebutuhan kamu. Apalagi jika suatu saat kamu ingin meninggalkan rumah untuk liburan, kamu bisa mematikan listrik sehingga hemat energi.

    3. Ketahui Bagaimana Efisiensi Energi yang Digunakan

    Apapun sumber bahan bakarnya, pemanas air atau water heater membutuhkan energi yang cukup banyak. Oleh karena itu, pastikan kamu memilih pemanas air yang memiliki fitur hemat energi.

    4. Perhatikan Jenis dan Kapasitas Tangki

    Water heater tentunya berfungsi sebagai pemanas dan menyimpan air agar tetap panas. Pemanas dapat saja terus menerus membuang energi, dan memakan waktu yang cukup lama untuk memanaskan air baru.

    5. Perhatikan Ruang untuk Penyimpanan Air

    Faktor selanjutnya adalah kamu perlu mempertimbangkan ruang yang tersedia untuk menyimpan air. Luas kamar mandi sangat mempengaruhi ruang untuk memasang tangki pemanas air.

    Apalagi jika ternyata kamar mandi kamu kecil tetapi pemanas airnya besar, maka kamu perlu alternatif lain. Kamu bisa memilih pemanas air yang ukurannya ideal dan ramping, tetapi mampu untuk menyuplai air sesuai dengan porsi kebutuhan keluarga kamu. Kuncinya adalah memanfaatkan ruang sebaik mungkin karena ukuran water heater banyak jenisnya.

    6. Pelajari Cara Kerja Alat Pemanas Air

    Pelajari bagaimana cara mengoperasikan water heater kamu. Informasi ini bisa kamu lihat dari manual produk yang kamu beli. Oleh karena itu, jangan sungkan untuk bertanya dengan pihak yang menjual produk pemanas air agar kamu bisa memahami apa yang kamu butuhkan.
    Pastikan Keamanan Terjamin

    Pastikan fitur keselamatan pada produk water heater kamu terjamin dan lengkap. Hal ini sangat penting agar kamu mengetahui tindakan antisipasi ketika dalam keadaan darurat bahkan membahayakan. Kendala yang bisa terjadi misalnya, bahan bakar gas mengalami kebocoran atau bahan bakar listrik memiliki arus yang pendek. Untuk mencegah hal tersebut, pastikan kamu memilih produk yang menjamin keselamatan penggunanya sejak dini, salah satu fitur yang dimiliki pada jenis pemanas air listrik adalah ELCB.

    7. Pastikan Ada Garansi Produk

    Pastikan kamu memiliki informasi yang lengkap mengenai kondisi water heater kamu saat digunakan melalui manual produk yang diberikan, sehingga kamu dapat menggunakannya tanpa mengalami kendala. Jangan sampai kamu menghilangkan garansi produk agar ada jaminan yang bisa kamu serahkan untuk mengeklaim yang baru ketika ada permasalahan kualitas.
    Perawatan Rutin Water Heater

    Terakhir, hal yang perlu kamu ketahui adalah rutin untuk memeriksa dan merawat water heater dalam kondisi baik. Jika pemanas air kamu rusak saat pemakaian, segera hubungi ahli produk tersebut seperti customer service.

    Itulah 7 tips yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memilih water heater. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com