Blog

  • Rawan Tumbang Imbas Angin Kencang, Ini Tips Aman Tanam Pohon Dekat Rumah



    Jakarta

    Sebanyak 10 rumah rusak parah akibat angin puting beliung di Desa Karangbener, Kudus, Jawa Tengah pada Minggu (28/01/2024).

    Salah satu rumah juga tertimpa pohon tumbang dan akses jalan di depan rumah tersebut tertutup. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, telah datang ke lokasi dan menyingkirkan pohon tersebut.

    “Dari 10 rumah rusak tersebut, satu rumah rusak disebabkan karena tertimpa pohon dan sembilan rumah lainnya akibat angin kencang pada Ahad (28/1) sekitar pukul 09.25 WIB,” kata Kasi BPBD Kudus, Munaji, mengutip dari Antara pada Senin (29/1).


    “Evakuasi pohon tumbang sudah dilakukan. Sedangkan perbaikan rumah rusak memang belum seluruhnya karena ada rumah warga yang belum diperbaiki,” tambahnya.

    Munaji juga mengingatkan kepada masyarakat untuk menghindari sudut ruangan, pintu, jendela, dan dinding terluar bangunan yang berisiko rusak saat terjadi angin puting beliung.

    Selain menghindari beberapa area rawan bahaya di rumah, masyarakat juga perlu memperhatikan lokasi pohon besar yang berpotensi tumbang di sekitaran rumah.

    Mengutip dari Jimstrees.com, ada ketentuan untuk menanam pohon di pekarangan rumah. Mulai dari jarak aman dan kondisi pohon yang bisa menjadi perhitungan apakah pohon tersebut berpotensi tumbang atau tidak.

    1. Jarak minimal penanaman pohon dari rumah

    – Tinggi pohon di bawah 8 meter jarak minimal 3 meter dari bangunan.

    – Tinggi pohon 8 meter sampai 15 meter jarak minimal 4-6 meter.

    – Tinggi pohon lebih dari 15 meter jarak minimal 10-15 meter.

    2. Tebang pilih bagian ranting

    Apabila memiliki pohon besar di pekarangan rumah, sebaiknya sering-sering memotong beberapa ranting yang rentan jatuh. Terutama ranting yang dekat degan fondasi rumah, berpotensi patah, atau yang mudah goyang saat diterpa angin kencang.

    3. Tingkat kelembapan tanah

    Saat musim penghujan, tanah menjadi lebih lembab dari biasanya. Hal ini menyebabkan permukaan tanah menurun sehingga terjadi keretakan dan pergeseran tanah.

    Pohon yang berada di atasnya berpotensi ikut bergeser saat angin puting beliung datang. Bahayanya apabila pohon tersebut miring ke arah rumah.

    4. Kondisi Akar Pohon

    Bagi yang halaman rumahnya menggunakan beton dan memiliki pohon besar, perhatikan arah sebaran akar pohon tersebut. Akar tumbuhan dapat terus tumbuh dan menyebar hingga naik ke permukaan beton dan menyebabkan keretakan.

    Selain itu, akar pohon yang menjalar di bawah tanah juga berpotensi merusak pipa air dan jalur septic tank. Solusinya adalah atur jarak antara pohon dengan lokasi pipa rumah. Lalu pilih pohon yang spesiesnya lebih kecil dan cocok dengan lanskap tanah rumah.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbedaan Colokan Listrik Berdasarkan Bentuk dan Jumlah Lubangnya


    Jakarta

    Mungkin kamu pernah bertanya-tanya mengapa bentuk colokan listrik setiap negara berbeda-beda. Ada yang pipih, ada yang bulat, bahkan ada yang memiliki tiga lubang.

    Memang, apa sih alasan di balik perbedaan bentuk colokan listrik tersebut?

    Ada berbagai tipe colokan di dunia, mulai dari tipe A hingga tipe N. Setiap tipe colokan memiliki bentuk yang berbeda-beda, seperti lingkaran, persegi, hingga persegi panjang. Meskipun bentuknya sama, jumlah lubang colokannya pun bisa berbeda.


    Melansir The Conversation, Senin (29/1/2024), sistem distribusi listrik ke rumah di seluruh dunia telah dibangun oleh ribuan orang selama 140 tahun terakhir dan belum selesai hingga sekarang.

    Di seluruh dunia, satu dari setiap 10 orang masih belum memiliki akses listrik. Namun, bagi 90% yang memiliki akses, ada 15 tipe colokan listrik domestik yang berbeda yang digunakan di seluruh dunia.

    Bagaimana Colokan Listrik Bekerja?

    Sebelum mengetahui alasannya, kita perlu mengetahui bagaimana cara colokan listrik bekerja. Di Amerika Serikat, lubang di sisi kanan colokan disebut sisi “panas” dan lubang di sebelah kiri adalah “netral.”

    Saat kamu mencolok lampu dan menyalakannya, sirkuit akan tersambung yang memungkinkan arus listrik mengalir dan menyalakan lampu. Arus mengalir dari sisi “panas” melalui lampu dan kembali ke sisi “netral.”

    Lubang ketiga di tengah colokan disebut ‘grounding’ yang berfungsi untuk melindungi kita dari sengatan listrik jika ada masalah pada colokan atau jika kawat terlepas dari kabel yang kamu colok.

    Sejarah Colokan Listrik di Amerika

    Saat para penemu, seperti Thomas Edison, George Westinghouse, dan Nikola Tesla membangun jaringan transmisi modern pertama di dunia di Amerika Serikat (AS) pada tahun 1880-an, tegangan listrik yang dikirimkan ke rumah ditetapkan pada 110 volt.

    Sebagian besar barang yang menggunakan listrik saat itu, terutama lampu, bekerja paling baik pada tegangan 110 volt. Ini kemudian menjadi standar di AS, meskipun tegangan aktual pada sistem listrik di rumah-rumah cenderung sedikit lebih tinggi.

    Alasan Bentuk Colokan Listrik Tiap Negara Berbeda

    Singkatnya, setiap negara membangun jaringan listrik masing-masing tanpa adanya kesepakatan bersama. Setiap negara mencoba memodifikasi jaringan listrik AS agar lebih baik dan lebih hemat, baik dari segi bahan baku maupun uang.

    Sebagai contoh, perusahaan di Eropa menyadari bahwa tegangan 220 volt akan lebih murah daripada 110 volt.

    Pada tegangan yang lebih tinggi, perusahaan listrik bisa menyampaikan daya yang sama dengan arus yang lebih sedikit. Bayangkan aliran sungai yang sempit mengalir dengan cepat dibandingkan dengan aliran yang lebih lebar yang mengalir lebih lambat.

    Lebih jauh, arus yang lebih sedikit memungkinkan penggunaan kawat yang lebih tipis. Karena tembaga yang digunakan untuk kabel listrik mahal, tegangan yang lebih tinggi bisa menghemat uang.

    Bentuk bulat kemudian menjadi salah satu inovasi pada awal mula adanya colokan. Hal ini karena colokan bulat dinilai lebih aman dan lebih pas saat dicolok.

    Kenapa Bentuk Colokan Tidak Dibuat Seragam Saja?

    Saat ini, sebagian besar rumah di dunia memiliki akses listrik. Ide untuk mengadopsi satu standar global bentuk colokan listrik mungkin terdengar solutif.

    Namun, perubahan tersebut akan menghabiskan triliunan rupiah, mulai dari mengubah bentuk colokan, mengubah cara membangun gedung, dan bahkan cara mereka memproduksi beberapa peralatan. Maka, tak heran, setiap negara mempertahankan bentuk colokan yang sudah ada dan mengalokasikan dana tersebut untuk keperluan yang lain.

    Nah, karena itu, kamu sebaiknya membawa adaptor colokan agar bisa pergi keluar negeri dengan nyaman.

    Demikianlah alasan mengapa bentuk colokan listrik setiap negara berbeda-beda. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Baru Tahu Ternyata Jenis Colokan Ada Segini Banyak, Apa yang Bikin Beda?


    Jakarta

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali mengabaikan pentingnya stop kontak listrik di rumah kita. Namun, pengetahuan mendalam mengenai jenis-jenis stop kontak, pemilihan yang tepat, dan keamanannya sangat penting untuk melindungi keluarga dan rumah kita dari risiko kebakaran atau kejutan listrik.

    Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas mengenai stop kontak di rumah, dari jenis-jenisnya, panduan memilih yang tepat, hingga tips keamanan yang perlu diperhatikan.

    Jenis-Jenis Stop Kontak Berdasarkan Negara

    Sudah menjadi informasi umum bahwa setiap negara memiliki jenis stop kontak yang berbeda-beda. Ada berbagai jenis stop kontak, mulai dari tipe A hingga tipe O.


    Melansir situs Lightning Bug Electric, Senin (29/1/2024), berikut ini adalah stopkontak dan gaya steker standar umum di dunia.

    Jenis-jenis ColokanJenis-jenis Colokan Foto: Lightning Bug Electric

    Tipe A – Kanada, Amerika Serikat, Jepang, dan Meksiko

    Tipe B – Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko

    Tipe C – banyak digunakan di seluruh Asia, Eropa, dan Amerika Selatan

    Tipe D – India

    Tipe E – Belgia, Ceko, Prancis, Polandia, dan Slowakia

    Tipe F – Umumnya digunakan di Eropa dan Rusia

    Tipe G – Banyak digunakan di Jazirah Arab dan Inggris, serta di Irlandia, Malaysia, Malta, dan Singapura

    Tipe H – Israel, Jalur Gaza, dan Tepi Barat

    Tipe I – Australia, Argentina, Cina, dan Selandia Baru

    Tipe J – Hanya digunakan di Liechtenstein dan Swiss

    Tipe K – Hanya digunakan di Denmark dan Greenland

    Tipe L – Hanya digunakan di Chili dan Italia

    Tipe M – Hanya digunakan di Afrika Selatan

    Tipe N – Pilihan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) untuk steker universal standar. Terutama digunakan di Brasil dan Afrika Selatan.

    Tipe O – Hanya digunakan di Thailand

    Jenis-jenis Stop Kontak Berdasarkan Kapasitas Listrik

    Selain berdasarkan bentuknya yang beragam, jenis-jenis stop kontak juga dibedakan berdasarkan tingkat keamanannya. Melansir situs Just Energy, Senin (29/1/2024), berikut jenis-jenis stop kontak tersebut yang perlu kamu ketahui.

    1. Stop Kontak 15 Ampere

    Stop kontak jenis ini merupakan standar umum dengan dua slot paralel. Stop kontak jenis ini seringkali digunakan untuk perangkat sehari-hari, seperti lampu baca dan peralatan ringan lainnya.

    2. Stop Kontak 20 Ampere

    Memiliki arus listrik sebesar 20 Ampere, stop kontak ini sangat ideal digunakan untuk peralatan dapur berat. Perlu diingat, pemasangan stop kontak ini harus pada sirkuit 20 Ampere pula untuk mencegah terjadinya risiko kebakaran.

    3. Stop Kontak AFCI

    Stop kontak AFCI (arc fault circuit interrupter) dilengkapi dengan fitur keselamatan untuk mengidentifikasi bahaya listrik dan mematikan aliran listrik saat terdeteksi masalah, seperti overheating.

    4. Stop Kontak GFCI

    Stop kontak GFCI (ground fault circuit interrupter) menawarkan perlindungan terhadap bahaya air dengan memutus aliran listrik saat mendeteksi lonjakan arus sehingga sangat cocok digunakan untuk ruangan yang rentan terhadap kelembaban.

    Cara Memilih Stop Kontak yang Tepat

    Saat memilih stop kontak untuk rumah, pertimbangkan kebutuhan daya perangkat dan sesuaikan dengan jenis sirkuit yang ada. Jangan lupakan faktor-faktor lain, seperti keamanan anak-anak, ketahanan cuaca untuk area luar, atau kemungkinan penggunaan USB untuk perangkat elektronik.

    Panduan Keamanan Menggunakan Stop Kontak

    Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan keamanan dalam menggunakan stop kontak.

    1. Hindari Overloading

    Jangan melebihi kapasitas daya yang ditetapkan untuk stop kontak. Ini dapat menyebabkan overheating dan risiko kebakaran.

    2. Pilih Stop Kontak Sesuai Keperluan

    Gunakan jenis stop kontak yang sesuai dengan kebutuhan setiap ruangan, seperti GFCI di area yang bersentuhan dengan air.

    3. Perhatikan Kondisi Stop Kontak

    Jika stop kontak terasa panas atau mengeluarkan suara aneh, segera hubungi ahli listrik untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    4. Gunakan Alat Pengukur Tegangan

    Memastikan stop kontak memberikan tegangan yang sesuai dapat mencegah risiko overvoltage dan melindungi perangkat Anda.

    Demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis stop kontak, cara memilih, dan langkah untuk meningkatkan keamanan dalam menggunakannya. Mengetahui lebih banyak tentang jenis-jenis, cara memilih, dan panduan keamanan stop kontak di rumah adalah langkah penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan hidup. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Sederhana buat Tangkal Banjir Masuk Rumah



    Jakarta

    Miliki rumah dengan lanskap halaman depan yang rendah, rawan mengalami banjir saat hujan turun. Mau tidak mau bagian depan perlu dibuat sebuah penghalang agar air tidak masuk ke dalam rumah.

    Maka dari itu penting memiliki jalur pembuangan yang baik agar air tidak menggenang di depan rumah. Selain jalur pembuangan, perlu juga dibuatkan penahan di depan halaman sehingga apabila terjadi luapan air dari selokan tidak akan masuk ke dalam rumah.

    Berikut beberapa cara memperbaiki halaman agar air tidak masuk ke dalam rumah saat hujan mengutip dari Home Hard Ware, pada Selasa (30/1/2024).


    1. Tambahkan Tembok Penahan

    Dinding penahan baik dibuat di halaman yang memiliki lanskap tanah rendah dan datar. Tambahkan pula aliran air yang mengarah ke selokan. Ini untuk menghindari genangan air di depan tembok tersebut.

    Dinding penahan ini bisa dibuat dari pasir atau kerikil yang cepat kering. Penggunaan kedua jauh lebih baik dibandingkan tanah liat.

    2. Gunakan Paving Block di Halaman

    Bagian halaman rumah bisa dipasang paving block agar air meresap atau mengalir melalui sela-selanya. Paving block ini memiliki beberapa macam, diantaranya sebagai berikut.

    – Pavers beton: Pemasangan beton bercelah yang bisa dimasukkan kerikil atau pasir yang memungkinkan drainase yang cepat.

    – Beton & aspal berpori: Jenis jalan yang memiliki kisi-kisi udara yang memungkinkan penyerapan air.

    – Plastic Grid: Sebuah plastik yang memiliki bolongan di setiap kotaknya. Plastic Grid kerap digunakan untuk media penanaman rumput di halaman, bisa pula dimasukkan batu kerikil hingga pasir. Garis kotak dari plastic grid itu cukup kuat untuk diinjak sehingga cocok digunakan di taman.

    3. Tambahkan tanaman

    Selain memperbaiki bagian depan halaman, perlu ada tanaman atau pohon untuk penyerapan air dan mencegah struktur tanah semakin turun.

    Tetapi sebelum itu ketahui tempat yang tepat untuk menanam pohon agar tidak membahayakan rumah saat terjadi angin puting beliung.

    Jarak minimal penanaman pohon besar yang tingginya di bawah 8 meter harus berjarak minimal 3 meter dari bangunan. Untuk pohon 8-15 meter minimal penanaman 4-6 meter. Sementara untuk pohon lebih dari 15 meter jarak minimalnya 10-15 meter.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Praktis Jaga Stop Kontak Listrik Tetap Aman


    Jakarta

    Stop kontak listrik adalah bagian vital dari instalasi listrik di rumah. Untuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan kinerja yang optimal, perawatan yang tepat sangatlah diperlukan.

    Selain menghindari gangguan dan biaya yang mungkin timbul, pemeliharaan yang benar juga bisa memperpanjang umur pakai instalasi listrik di rumah. Terlebih lagi, yang paling penting adalah meningkatkan keamanan rumah dengan menghindari terjadinya kecelakaan.

    Melansir situs Endesa, Selasa (30/1/2024), berikut serangkaian tips praktis untuk menjaga kondisi stop kontak listrik tetap baik, menghindari gangguan, dan meningkatkan keselamatan di rumah.


    1. Lakukan Pemeriksaan Instalasi yang Teliti

    Sebelum menyentuh stop kontak, pastikan instalasi listrik di rumahmu berada dalam kondisi yang aman. Matikan sakelar diferensial sebelum melakukan pemeriksaan atau pemeliharaan. Jika ada tanda-tanda kejutan listrik atau percikan, segera nonaktifkan dan hubungi teknisi terlatih untuk pemeriksaan lebih lanjut, terutama di area rawan, seperti dapur dan kamar mandi.

    2. Bersihkan Stop Kontak Secara Rutin

    Debu dan kotoran bisa mengganggu kinerja stop kontak. Bersihkan stop kontak secara berkala dengan hati-hati. Pastikan untuk mematikan sakelar diferensial terlebih dahulu, lalu gunakan kapas dan cairan pembersih yang tepat untuk membersihkan permukaan stop kontak. Hindari cairan masuk ke dalam lubang stop kontak, dan pastikan semuanya kering sebelum menyalakan listrik kembali.

    3. Ganti Kabel yang Rusak atau Aus

    Hindari menggunakan kabel yang rusak, terbuka, atau sangat tua. Pergantian dengan kabel baru adalah solusi terbaik dan teraman. Jangan mencoba memperbaiki kabel sendiri karena hal ini bisa menimbulkan risiko keamanan.

    4. Hindari Overloading dengan Bijak

    Overloading bisa merusak stop kontak dan saklar. Gunakan adaptor multi-stop kontak dengan tombol on/off untuk menghindari overloading. Cabut perangkat yang tidak digunakan secara langsung untuk mengurangi beban listrik. Pastikan untuk tidak menempatkan adaptor dekat dengan tekstil atau di area yang lembab.

    5. Sebarkan Penggunaan Sirkuit

    Distribusikan penggunaan titik listrik di rumah secara merata. Hindari mengkonsentrasikan aktivitas di satu titik. Ini membantu mencegah beban berlebih pada satu sirkuit, meminimalkan risiko gangguan, dan melindungi peralatan listrik di rumahmu.

    6. Baca Label dan Sertifikat dengan Teliti

    Terakhir, pastikan kamu selalu memeriksa label dan sertifikat pada perangkat listrik, kabel, stop kontak, dan adaptor multi-stop kontak. Pastikan semuanya sesuai dengan standar instalasi di rumahmu. Membaca petunjuk dengan teliti bisa membantu kita dalam menghindari penggunaan yang tidak tepat dan potensi risiko listrik.

    Demikianlah tips praktis untuk menjaga kondisi stop kontak listrik tetap baik, menghindari gangguan, dan meningkatkan keselamatan di rumah. Dengan mengikuti tips sederhana ini, kamu bisa menjaga stop kontak listrik di rumah tetap optimal, aman, dan efisien. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Alasan Kenapa Kasur Perlu Rutin Dibalik dan Diputar



    Jakarta

    Kasur yang nyaman dapat mempengaruhi kualitas tidur kita. Kualitas tidur yang baik tak cuma mempengaruhi kepada kesehatan fisik juga kesehatan mental.

    Maka dari itu, perawatan terhadap kasur itu sangat penting untuk menjaga kondisi kasur. Salah satu perawatan kasur yang paling mudah adalah dengan cara membalik atau memutarnya.

    Namun, apa alasan kasur perlu rutin dibalik dan diputar, serta apakah ini berlaku untuk semua jenis kasur? Mengutip dari Family Handyman, Selasa (30/1/2024), berikut penjelasannya.


    Perawatan Kasur berdasarkan Ukuran dan Bahannya

    Setiap kasur memiliki ukuran yang berbeda sehingga perawatannya pun juga berbeda. Mulai kasur busa yang tebal, kasur memiliki bagian atas yang halus, bahkan springbed.

    Victoria Wildhorn, seorang spesialis konten kesehatan tidur di Mattress Clarity, mengidentifikasi enam jenis kasur, yakni keras, lembut, springbed, busa, dan hybrid. Setiap kasur perlu ditangani secara berbeda, oleh karena itu penting untuk mengikuti rekomendasi pabrik untuk perawatan kasur.

    Kasur kecil dan empuk bisa cepat terasa kempes, kata Wildhorn, sementara kasur besar dan kokoh menahan bentuknya lebih lama. “Seperti halnya lantai dan meja yang berbeda di rumah kamu, kamu harus menggunakan produk pembersih yang tepat untuk bahan busa versus bahan mewah,” kata Wildhorn. Tentu kamu tidak ingin membuat kondisi kasur menjadi lebih buruk karena kesalahan.

    Mengapa Kasur Perlu Dibalik dan Diputar?

    Sebagian orang memiliki sisi tempat tidur favorit pada area kasur. Kamu mungkin tidur pada permukaan yang sama pada jangka waktu yang lama, hal ini menyebabkan, area kasur terasa sudah kempes lebih cepat.

    Untuk mengatasinya, memutar dan membalik kasur dapat membantu meratakan masalah kempes pada kasur. Wildhorn mengatakan, hal ini bisa memperpanjang usia kasur. Menurut dia, ketika kasur diputar 180 derajat, maka akan membantu kamu membantu mempertahankan kenyamanan pada area punggung yang sangat penting untuk mendapatkan istirahat malam yang baik.

    Kasur dengan cekungan di tengah tidak senyaman kasur yang dirawat dengan baik. kamu akan tidur lebih nyenyak dan kasur akan bertahan lebih lama dengan perawatan rutin.

    Seberapa Sering harus Memutar atau Membalik Kasur?

    Layaknya membersihkan kasur, kamu dapat melakukannya secara rutin. Punggung kamu mungkin juga memberi tahu kapan waktunya. “kamu akan bangun dengan tidak nyaman atau lebih sering kesakitan, mungkin ada jejak dari tubuh di mana kamu tidur, dan mungkin tidak ‘bangkit kembali’ seperti dulu,” ujar Wildhorn.

    Drew Miller, direktur pemasaran, konsultan tidur, dan salah satu pemilik Sit ‘n Sleep, memberikan beberapa panduan tentang kapan harus membalik dan memutar kasur. “(Kasur) busa, kasur lateks, dan springbed dalam yang lebih baru harus diputar satu hingga dua kali per tahun. Beberapa produsen kasur busa dan kasur hybrid menyarankan setiap tiga hingga enam bulan,” saran Miller.

    Demikian alasan mengapa kasur perlu diputar dan dibalik. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Cuma buat Bungkus Makanan, Ini 10 Kegunaan Aluminium Foil


    Jakarta

    Aluminium foil umumnya hanya dijadikan pembungkus makanan. Namun, tahukah , aluminium foil juga memiliki banyak manfaat lainnya yang mungkin kamu jarang tahu.

    Kamu dapat menggunakan aluminium foil untuk membersihkan berbagai benda di rumah atau mempermudah pekerjaan rumah dengan sedikit trik. Mengutip dari Reader’s Digest Canada, Selasa (30/1/2024), berikut beberapa manfaat aluminium foil selain untuk membungkus makanan.

    1. Menajamkan Gunting Tumpul

    Seiring pemakaian, gunting bisa tumpul sehingga tidak dapat memotong kertas atau kain dengan baik. Kamu bisa menggunakan aluminium foil untuk mengasah gunting tumpul. Caranya, cukup siapkan lembaran aluminium foil, kemudian lipat menjadi beberapa lapisan dan mulailah memotong dengan gunting. Ulangi sampai berkali-kali, gunting akan tajam kembali.


    2. Memudahkan saat Menyeterika Pakaian

    Saat kamu hendak menyeterika pakaian, kamu perlu menggosok setrika berkali-kali untuk menghilangkan kerutan pada pakaian. Untuk mempercepat, letakkan selembar aluminium foil di bawah penutup papan setrika. Aluminium foil ini akan memantulkan panas kembali melalui pakaian, menghilangkan bekas kerutan lebih cepat.

    3. Melindungi Tanaman dari Hama

    Aluminium foil juga dapat digunakan untuk melindungi tanaman dari hama. Untuk menjauhkan hama serangga dari tanaman. Caranya, cukup campurkan potongan alumunium foil dengan bahan penyubur tanah. Sebagai manfaat tambahan, aluminium foil akan memantulkan cahaya matahari kembali ke tanaman.

    4. Membersihkan Noda Cat pada Gagang Pintu

    Saat mengecat pintu, alumunium foil dapat digunakan untuk membungkus gagang pintu agar cat tidak menetes. Lapisi gagang pintu secara merata Dengan aluminium foil. Dengan begitu kamu bisa mengecat sampai ke tepi gagang pintu.

    5. Melapisi sabut baja

    Sabut baja merupakan alat yang biasa digunakan untuk menggosok bagian bawah panci berkerak. Untuk mencegah karat, bungkus sabut dengan aluminium foil dan masukkan ke dalam freezer. Kamu juga dapat memperpanjang umur sabut baja dengan meremas selembar aluminium foil dan meletakkannya di bawah sabut di piring atau wadahnya.

    6. Memindahkan Furnitur Besar dengan Mudah

    Untuk menggeser furnitur besar di atas lantai yang halus, letakkan potongan kecil aluminium foil di bawah kaki furnitur. Letakkan sisi foil yang kusam ke bawah, sebab sisi yang kusam sebenarnya lebih licin daripada sisi yang mengkilat. Dengan cara ini kamu tidak perlu khawatir akan merusak permukaan lantai.

    7. Menjaga Kebersihan Oven

    Untuk mencegah tetesan makanan jatuh ke bagian bawah oven, kamu dapat meletakkan satu atau dua lembar aluminium foil di atas rak di bawah. Jangan melapisi bagian bawah oven, karena bisa menyebabkan kebakaran.

    8. Menyamarkan Noda pada Cermin

    Kamu dapat dengan mudah menyamarkan noda kecil pada permukaan cermin dengan meletakkan selembar aluminium foil, sisi mengkilap menghadap ke luar, di bagian belakang kaca. Untuk menahan aluminium foil di tempatnya, tempelkan ke bagian belakang cermin atau ke bingkai dengan selotip.

    9. Membersihkan Perhiasan

    Untuk membersihkan perhiasan, cukup lapisi mangkuk kecil dengan aluminium foil. Isi mangkuk dengan air panas dan campur dalam satu sendok makan deterjen bubuk bebas pemutih.

    Masukkan perhiasan ke dalam larutan dan biarkan meresap selama satu menit. Bilas dengan baik dan keringkan dengan udara. Prosedur ini menggunakan proses kimia yang dikenal sebagai pertukaran ion, yang juga dapat digunakan untuk membersihkan peralatan perak.

    10. Membersihkan Permukaan Setrika

    Kerak yang menumpuk pada permukaan setrika terkadang membuatnya jadi lengket, menyebabkan setrika jadi menempel pada pakaian. Untuk menghilangkannya, gosok pakaian di atas selembar aluminium foil.

    Demikian 10 manfaat aluminium foil selain untuk membungkus makanan. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Membuat Garasi Mobil Listrik


    Jakarta

    Penggunaan mobil listrik semakin meningkat seiring ketersediaannya yang diperbanyak dan dorongan dari pemerintah yang meminta masyarakat beralih ke mobil ramah lingkungan ini.

    Tetapi pengadaannya memang belum diiringi dengan ketersediaannya tempat pengisian daya di berbagai tempat.

    Sementara tanpa pengisian daya listrik yang cukup, mobil listrik hanya bisa beroperasi beberapa kilometer. Mau tidak mau pemilik mobil listrik perlu memiliki tempat pengisian daya sendiri di rumahnya.


    Letak pengisian daya untuk mobil listrik ini biasanya berasa di garasi mobil. Lalu apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengubah garasi rumah yang cocok untuk penempatan mobil listrik? Melansir dari Garageliving.com, pada Selasa (30/1) berikut beberapa hal yang bisa dipersiapkan.

    1. Ketahui Level Daya Listrik yang Ingin Dipasang

    Hal terpenting di dalam garasi mobil listrik adalah alat pengisian dayanya. Ternyata sistem pengisian daya ini memiliki beberapa level. Semakin besar angkanya maka kecepatannya semakin tinggi.

    Misalnya pemasangan pengisian daya mobil listrik level 2. Maka perlu memiliki sirkuit 240v khusus dan stopkontak NEMA 6-50 di garasi.

    Sebagai catatan pemakaian sirkuit ini hanya digunakan untuk mengaliri listrik di garasi tersebut. Pengaliran listrik ke berbagai alat elektronik di rumah membuat pengisian daya mobil listrik lambat.

    2. Serahkan Teknisi Listrik

    Setelah menentukan daya listrik yang perlu dipasang. Saatnya meminta bantuan dari tenaga ahli.

    Teknisi ini nantinya akan menentukan beberapa hal terkait pengisian daya mobil listrik di garasi.

    – Menentukan penempatan alat pengisian daya dan cara parkir mobil listrik di garasi.

    – Memperhitungkan daya semua rangkaian yang sesuai dengan besar daya listrik rumah dan yang dibutuhkan oleh mobil listrik.

    Pemilik rumah perlu juga menanyakan apakah ada perizinan terkait pemasangan pengisian daya di garasi rumah. Tanyakan lebih detail terkait pengajian perizinan, biaya, dan lama waktu mendapatkan izin tersebut.

    3. Desain Garasi

    Luas garasi ideal untuk mobil listrik adalah 5 meter untuk panjang, 4 meter untuk lebar (dilebihkan 1 meter untuk penempatan alat), dan 3 meter untuk tinggi.

    Bahan alas garasi juga perlu dipertimbangkan. Beberapa bahan yang cocok untuk digunakan di garasi mobil listrik diantaranya paving block, plester semen, atau batu alam.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Kebiasaan yang Tanpa Kamu Sadari Bikin Rumah Banyak Debu



    Jakarta

    Debu pada rumah tak hanya membuat ruangan jadi kotor, ternyata juga berbahaya bagi kesehatan. Terutama, bagi kamu yang punya alergi debu dan asma.

    Mungkin kamu mulai bertanya? Dari mana debu yang bertebaran di rumah itu muncul? Tanpa kamu sadari, terdapat kebiasaan yang turut menghasilkan banyak debu di rumah.

    Lalu, kira-kira apa saja kebiasaan tersebut? Dikutip dari Bob Vila, Selasa (30/1/2024), berikut beberapa kebiasaan yang bikin rumah banyak debu dan cara mengatasinya.


    1. Menggunakan Karpet

    Tanpa kamu sadari, penggunaan karpet dapat mengumpulkan banyak debu. Terlebih lagi jika jarang dibersihkan, banyak debu yang akan menumpuk di karpet.

    Sebagai gantinya, cobalah menggunakan karpet shaggy dengan anyaman datar dan untuk mencegah penumpukan debu, lakukan pembersihan secara rutin. Namun perlu diingat bahwa menyedot debu tidak selalu cukup. Untuk memastikan lantai benar-benar bebas debu, bawa karpet secara teratur ke luar rumah dan kibaskan karpet untuk membersihkannya dari debu.

    2. Membersihkan Debu Pakai Kain kotor atau Bekas

    Masih menggunakan kaos bekas yang tak terpakai untuk membersihkan debu? Kamu perlu menghentikan kebiasaan ini. Untuk membersihkan debu, sebaiknya gunakan kain mikrofiber dengan serat sintetisnya yang halus.

    Kain mikrofiber mampu menarik lebih banyak debu daripada kain katun biasa. Untuk melakukan pembersihan dengan cepat, pilihlah kain lap mikrofiber untuk sudut dan rak yang rapat serta kain biasa untuk membersihkan permukaan meja.

    3. Tidak Meletakkan Keset di Depan Pintu

    Partikel kotoran kecil dapat muncul dari setiap kali seseorang atau hewan peliharaan datang atau pergi. Sepatu yang lebih bersih berarti lebih sedikit debu, jadi penting untuk meletakkan keset di setiap pintu masuk dan mencuci setiap sepatu secara teratur. Lebih baik lagi, simpan keranjang atau rak di dekat pintu dan minta keluarga dan teman untuk melepas sepatu sebelum masuk.

    4. Menggunakan Vacuum Cleaner dengan Model Lama

    Penyedot debu yang berkualitas dapat membuat perbedaan besar dalam hal debu. Jika menggunakan model usang dengan filter lama, kemungkinan besar kamu tidak akan menyedot kotoran sebanyak yang seharusnya, yang berarti lebih banyak usaha dan hasil yang lebih buruk. Cobalah ganti model vacuum cleaner dengan teknologi filter HEPA, yang bisa menangkap partikel terkecil dari debu dan serbuk sari serta membuat udara lebih segar.

    5. Membiarkan Udara di dalam Ruangan Terlalu Kering

    Untuk mencegah debu menjadi menumpuk, usahakan untuk menjaga kelembapan di rumah sekitar 40-50 persen. Gunakan humidifier pada musim dingin atau simpan baki air di atas radiator kamu untuk menambahkan H2O atau air ke udara.

    6. Jarang Membersihkan Tirai atau Gorden

    Kapan terakhir kali membersihkan tirai atau gorden? Menggantung tepat di dekat jendela yang terbuka, tirai menjadi magnet untuk debu yang masuk atau keluar. Untuk menyegarkannya, buka penutup jendela kemudian bersihkan dengan penyedot debu. Gunakan vakum genggam kecil untuk menghilangkan kotoran dan turunkan gorden, lalu cuci minimal sekali atau dua kali setahun.

    Demikian 6 kebiasaan yang bikin rumah banyak debu. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Dinding Lembap Bikin Struktur Rumah Rusak, Ini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Ketika musim hujan, masalah umum yang sering terjadi adalah dinding lembap. Dinding lembap dapat mengakibatkan kerusakan seperti cat terkelupas, rembesan, kerusakan struktur rumah serta suasana rumah jadi dingin.

    Nah, sebelum mengatasi dinding lembap, ada baiknya kamu tahu penyebab dinding rumah bisa lembap. Mengutip dari Livspace, Rabu (31/1/2024), berikut pembahasannya.

    Penyebab Dinding Bisa Lembap

    Ada beberapa hal yang menyebabkan dinding menjadi lembap. Berikut penyebab umumnya.


    Kelembapan dari tanah dapat naik ke atas permukaan tanah dan merusak dinding

    Percikan air hujan dapat mengakibatkan bocor dari dinding sehingga menimbulkan rembesan Atap yang miring dapat menampung air yang dapat meresap ke dalam rumah dan menyebabkan retakan

    Pipa drainase yang tersumbat dapat menampung air dan menyebabkan dinding menjadi lembap

    Bahan Dinding berkualitas rendah yang digunakan dalam konstruksi

    Pipa talang air yang bocor

    Terdapat kebocoran atap

    Cara Mencegah Dinding Lembap

    Ada beberapa cara mencegah dinding lembap yang dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, berikut di antaranya.

    1. Periksa Retakan pada Dinding

    Tanpa kamu sadari, dinding rumah bisa saja terdapat retakan. Retakan ini biasanya mulai muncul di dekat kusen pintu dan jendela. Retakan memungkinkan kelembapan masuk ke dalam struktur bangunan rumah dan menyebabkan bercak lembap dan rembesan di dinding.

    Oleh karena itu, salah satu solusi terbaik adalah dengan mengisinya dengan dempul. Setelah celah dan retakan terisi, semua plester yang lepas harus dihilangkan lalu dinding perlu dicat ulang dengan cat tahan air. Pastikan kamu melakukan ini sebelum musim hujan dimulai.

    2. Buat Dinding dan Atap rumah jadi Tahan Air

    Terdapat banyak cat eksterior di pasaran yang digunakan pada bangunan bersifat permeabel dan memungkinkan air meresap ke dalam dinding bagian dalam.

    Untuk mencegah rembesan air pada dinding, lapisan kedap air eksterior dapat diaplikasikan pada dinding luar. Lapisan kedap air akan menjadi lapisan pelindung, mencegah hujan dan kelembapan, sehingga mencegah dinding menjadi lembap.

    Membuat atap tahan air juga dapat membantu kamu mengatasi kelembapan pada dinding bagian dalam. Atap rumah terkena kondisi cuaca buruk dan air dapat dengan mudah menumpuk di permukaan, mengakibatkan kebocoran dan tambalan lembap. Atap idealnya memiliki lapisan kedap air yang berfungsi sebagai penutup dan mencegah rembesan air.

    Dampak Kelembapan pada Dinding Rumah

    Kelembapan pada dinding dapat mempengaruhi kondisi bagian dalam rumah sebagai berikut.

    1. Rusaknya Struktur Rumah

    Kelembapan pada dinding yang tidak ditangani dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan hancurnya struktur rumah. Hal ini dapat menyebabkan pembusukan bahan bangunan seperti kayu, batu bata, dan semen. Kehadiran air yang konstan dapat menyebabkan tumbuhnya jamur di dinding dan selanjutnya menimbulkan korosi.

    2. Kayu Membusuk

    Kelembapan pada dinding juga dapat menyebabkan pembusukan pada kayu. Jamur mulai tumbuh pada kayu, merusaknya dari dalam, sehingga mengakibatkan kayu retak dan menjadi bubuk. Hal ini mungkin terjadi pada rumah yang berventilasi buruk.

    3. Cat Dinding Terkelupas

    Saat bagian dalam dinding sudah lembap, kamu akan melihat bercak muncul di sana. Pada tahap selanjutnya, kamu mungkin juga melihat cat akan mulai terkelupas. Selain mempengaruhi hasil akhir cat, kelembapan juga dapat menyebabkan bau tidak sedap yang dapat menimbulkan masalah kesehatan.

    Demikian penyebab dinding lembap dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com