Blog

  • Tips Bikin Bioskop Mini di Rumah buat Sambut Momen Hari Kasih Sayang


    Jakarta

    Mungkin kamu pernah terpikir untuk punya bioskop mini di rumah? Ternyata kamu bisa bikin sendiri lho di rumah! Dengan adanya bioskop mini, kamu dapat menonton film bersama keluarga atau orang tersayang di rumah.

    Nah, buat kamu pasangan yang mau nanti merayakan Hari Kasih Sayang atau Valentine dengan menonton film tapi nggak mau repot ke bioskop, kamu bisa buat bioskop sendiri di rumah lho! Mengutip dari The Spruce, Rabu (31/1/2024), berikut tips bikin bioskop mini di rumah yang bisa kamu coba.

    1. Menentukan Ruangan

    Langkah pertama yang perlu kamu lakukan tentunya menentukan ruangan. Pilihlah ruangan khusus yang berada terpisah dengan ruangan lainnya. Agar gangguan dari luar ruangan tidak mudah masuk. Kamu bisa menggunakan kamar kosong tak terpakai. Akan tetapi, jika kamu memiliki basemen bisa menjadi tempat terbaik.


    2. Merancang Tata Ruang

    Setelah menentukan ruangan yang akan dijadikan bioskop mini, kamu perlu menata barang di ruangan. Kamu harus pikirkan secara matang. Contohnya seperti ukuran layar beserta lokasinya, penempatan perangkat audio, hingga meja dan kursi duduk. Pertimbangan utamanya tentu jarak pandang dari tempat duduk ke layar.

    Buatlah simulasi untuk menemukan posisi paling nyaman bagi kamu agar kamu dan pasangan dapat merasakan kehangatan saat menonton. Namun, ukuran dan bentuk ruangan akan sangat menentukan dalam membuat bioskop mini. Ruangan persegi panjang akan lebih baik daripada berbentuk persegi, karena memungkinkan kamu lebih fleksibel dengan posisi tempat duduk.

    3. Atur Pencahayaan

    Agar mendapatkan pengalaman layaknya di bioskop, kamu dapat mengatur pencahayaan agar lebih gelap. Pencahayaan dalam hal ini maksudnya yang bersumber dari luar ruangan atau jendela.

    Kamu harus memastikan ruangan bioskop hanya menerima sedikit cahaya dari luar. Setiap celah ruangan yang berpotensi memancarkan cahaya dari luar bisa kamu tutupi menggunakan tirai tebal. Intinya, semakin minim cahaya yang masuk, semakin berkualitas dan hangat pula suasana menonton kamu bersama pasangan saat momen hari kasih sayang.

    4. Persiapkan Peralatan dan Perangkat Elektronik yang Memadai

    Hal yang tak kalah penting dalam membuat bioskop mini di rumah adalah perangkat elektronik, Mulai dari televisi, layar proyektor, hingga perangkat audio.

    Perangkat elektronik tersebut cukup sesuaikan dengan keinginan dan dana kamu punya. Tak perlu membeli barang yang mahal sehingga menguras kantong, cukup beli alat yang memadai. Contohnya, daripada membeli TV LED berukuran besar dan mahal, sebaiknya kamu membeli proyektor HD atau kelas menengah.

    Selain itu, sediakan juga kursi yang nyaman atau kamu bisa menggunakan sofa panjang. Idealnya yang memiliki lengan dan bertekstur empuk dan tidak keras. Intinya gunakan furnitur yang memungkinkan kamu tetap nyaman dalam durasi panjang. Agar kamu dan pasangan makin mesra dan menonton, kamu bisa tambahkan bantal kecil.

    5. Mengatur Sound System

    Pengaturan suara menjadi faktor penting agar punya pengalaman menonton film layaknya di bioskop. Suara dari luar ruangan pastinya akan sangat mengganggu. Untuk mengatasi suara bocor dari luar, kamu bisa pasang peredam suara pada dinding ruangan.

    Untuk suara yang lebih menggelegar dan berputar, kamu bisa menggunakan speaker terpisah. Selain itu, pastikan ruangan bioskop mini memiliki pintu solid dan tirai tebal yang bisa menghalangi suara.

    Melapisi lantai menggunakan karpet juga akan membantu ruangan semakin kedap suara.

    Demikian tips bikin bioskop mini di rumah buat sambut momen hari kasih sayang. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Menyimpan Lilin Biar Nggak Kebakaran



    Jakarta

    Lilin masih digunakan sebagai pengganti penerangan saat mati lampu. Selain karena harganya yang murah, jangkauan pencahayaannya pun cukup untuk menerangi satu ruangan.

    Namun, perlu diingat lilin merupakan benda yang mudah terbakar. Sumbu yang sudah dibakar saja masih bisa menghidupkan api. Sehingga lilin perlu diletakkan dalam kondisi tidak lagi panas dan berada tempat yang aman.

    Mengutip dari jenkinsrestorations.com, berikut tips untuk menyimpan lilin agar tidak menyebabkan kebakaran.


    1. Pastikan Sumbu Lilin Sudah Padam

    Sebelum disimpan, pastikan sumbu lilin sudah tidak ada nyala api, tidak ada sisa lilin yang meleleh, dan tidak berasap. Jika memakai lilin batang, rasakan apakah lilin masih panas atau tidak. Apabila menggunakan lilin jar, pegang sisi samping kaca. Simpan saat sudah tidak panas.

    2. Simpan Lilin di Tempat yang Tahan Panas

    Lilin aman jika diletakkan di tempat yang kering, tahan panas, dan kedap udara seperti wadah kaca. Penggunaan wadah kaca membuat nyala api tidak menjalar ke benda lain.

    3. Beri Jarak pada Tutup Lilin 10 cm

    Apabila menggunakan lilin berbentuk jar kaca, atur jarak antara sumbu dan penutupnya 10 cm untuk menghindari tersulut api.

    4. Jauhkan dari Jangkauan Anak-Anak

    Selain diletakkan di tempat yang aman, wadah lilin harus jauh dari jangkauan anak-anak. Ditakutkan mereka tidak mengerti fungsi benda tersebut dan tidak sengaja menggunakannya saat bermain.

    5. Rutin Lakukan Sortir

    Jika rumah jarang mengalami pemadaman lampu, lilin tetap harus diperiksa kondisinya. Apabila sudah tidak layak digunakan sebaiknya disingkirkan.

    Cara membuang lilin yaitu memasukkan ke tabung logam yang tertutup rapat, bukan dibuang begitu saja ke tempat sampah.

    Untuk lilin baru, sebelum digunakan sebaiknya sumbunya dipotong dan sisakan 1/4 inci. Hal ini memastikan nyala api tidak membakar banyak sumbu di dalamnya sehingga lilin dapat digunakan lebih lama. Sumbu yang terlalu panjang juga berpotensi mudah tersulut api.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Manfaat Kulit Jeruk untuk Membersihkan Rumah


    Jakarta

    Jika kamu suka mengonsumsi buah jeruk, sebaiknya kulitnya jangan langsung dibuang. Meski terlihat tidak berguna, ternyata kulit jeruk bisa dimanfaatkan untuk membersihkan rumah lho!

    Lalu, kira-kira apa saja manfaat dari kulit jeruk untuk membersihkan rumah? Dikutip dari Reader’s Digest, Jumat (2/2/2024), berikut beberapa manfaat kulit jeruk untuk membersihkan rumah.

    1. Membersihkan dan Menyegarkan Kulkas

    Bau tak sedap muncul dari kulkas milikmu? Kamu bisa mengatasinya dengan memasukkan kulit jeruk ke dalam kulkas. Hal ini terbukti dapat menciptakan wangi aroma jeruk dalam waktu singkat.


    Meg Roberts, ketua layanan kebersihan Molly Maid, menyarankan untuk mengisi kulit jeruk dengan garam dan meletakkannya di dalam kulkas. “Garam akan menyerap bau dan kelembapan udara di dalam kulkas, sedangkan kulit jeruk akan meninggalkan aroma jeruknya,” kata Roberts.

    Setelah garam menjadi lembap, keluarkan kulit jeruk dan ganti dengan yang baru sesuai kebutuhan.

    2. Membersihkan Furnitur kayu

    Kulit jeruk juga bisa dijadikan bahan pembersih berbagai permukaan furnitur kayu. Tak hanya membuat permukaan furnitur jadi bersih dan kinclong, kulit jeruk bisa membuatnya jadi harum.

    Caranya, kamu cukup campurkan sisa kulit jeruk dengan cuka. Lalu, isi setengah bagian toples dengan kulit jeruk, lalu tuangkan cuka di atasnya sampai toples terisi. Kemudian diamkan campuran tersebut setidaknya selama dua minggu.

    Setelah meresap, saring larutan cuka yang direndam dengan kulit jeruk dan tuangkan ke dalam botol semprot. Gunakan larutan tersebut untuk membersihkan permukaan kayu.

    3. Membersihkan Peralatan Stainless Steel

    Larutan pembersih dari kulit jeruk dan cuka juga dapat menghilangkan noda air sadah di permukaan benda baja tahan karat atau stainless steel. Agar permukaan stainless steel terlihat seperti baru, semprotkan dengan larutan cuka dan kulit jeruk, lalu gosok-gosok menggunakan kain bersih secara perlahan.

    4. Menjaga Lemari Tetap bersih dan Tidak Bau Apak

    Jika lemari pakaian kamu mulai mengeluarkan bau apek, Roberts menyarankan untuk memasukkan kulit jeruk ke dalam stoking bekas dan menempelkannya dengan pakaianmu. “Seperti bunga rampai, kulit jeruk dapat ditempatkan di mana saja di dalam lemari, baik di rak maupun di laci,” kata Roberts.

    Agar lemarimu tetap harum, ganti kulit jeruk apabila kondisinya sudah mengering.

    5. Membersihkan dan Menghilangkan Bau di Wastafel Dapur

    Jika kamu memiliki wastafel dapur yang bau, kamu bisa atasi dengan menggunakan kulit jeruk. Cukup buang beberapa kulit jeruk ke tempat pembuangan pada wastafel untuk menghilangkan bau tak sedap. Menurut Roberts, kulit jeruk secara alami mengandung minyak yang dapat menyingkirkan minyak dan kotoran yang dapat menumpuk di pembuangan sampah, membuat saluran pembuangan wastafel bersih dan harum.

    Demikian 5 manfaat kulit jeruk untuk membersihkan rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Gorden Vs Roller Blinds, Mana yang Lebih Baik?


    Jakarta

    Penggunaan gorden atau tirai bisa menjadi elemen penting dalam dekorasi interior. Gorden juga dapat digunakan untuk menjaga privasi penghuni rumah dari dunia luar.

    Tak hanya gorden. penggunaan roller blinds kini sering diterapkan di rumah. Roller blinds biasanya digunakan pada ruangan dengan luas terbatas atau minimalis.

    Tentunya penggunaan gorden dan roller blinds disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Nah, berikut ini merupakan beberapa hal yang bisa dipertimbangkan untuk penggunaan gorden maupun roller blinds.


    Apa Itu Gorden dan Roller blinds?

    Sebelum membahas lebih lanjut terkait gorden dan roller blinds, sebaiknya ketahui dulu pengertiannya.

    Gorden

    Gorden merupakan penutup ruangan yang terbuat dari berbagai bahan. Gorden juga memiliki panjang dan desain yang sangat bervariasi. Penggunaan gorden bisa menambah estetika rumah sekaligus menghadang cahaya apabila digunakan di kamar tidur.

    gorden anti tembus pandang.gorden. Foto: Getty Images/ Edwin Tan

    Dalam catatan detikcom, mengutip dari eJournal Unesa, awalnya fungsi gorden adalah untuk melindungi ruangan dari sinar matahari. Namun, kemudian fungsi gorden semakin berkembang, contohnya untuk memperindah tampilan pintu atau jendela pada suatu ruangan (elemen dekoratif interior).

    Gorden memiliki berbagai model dan jenis. Salah satu model gorden yang populer adalah model curtain. Bahan yang digunakan untuk membuat gorden pun bermacam-macam mulai dari bahan jadi hingga bahan yang sudah tidak terpakai atau perca.

    Roller Blinds

    Jenis-jenis GordenIlustrasi roller blinds. Foto: (Istimewa/IKEA)

    Roller blinds merupakan penutup ruangan yang kerapatannya bisa diatur karena memiliki bilah atau kisi. Dengan adanya bilah, roller blinds dapat memberikan fleksibilitas tambahan karena bilah dapat dibuka rata atau miring saat tirai diturunkan.

    Perbandingan Gorden dengan Roller Blinds

    Ukuran Ruangan

    Dikutip dari Architectural Digest India, gorden panjang cocok untuk digunakan pada ruangan yang luas, sedangkan roller blinds lebih cocok untuk ruang terbatas atau pada kamar mandi maupun dapur.

    Desain

    Gorden memiliki berbagai desain dan warna yang menarik. Maka dari itu, gorden bisa cocok di berbagai ruangan.

    Sementara itu, roller blinds memiliki desain yang terbatas dan cocok untuk dekorasi modern dan minimalis. Kelebihan utama roller blinds yaitu membuat ruangan tampak rapi. Roller blinds bisa terbuat dar bahan besi, kayu, kain, bahkan karung goni.

    Untuk diketahui, Senior Director of Design & Innovation di Budget blindss, Kelly Simpson mengatakan, roller blinds tidak mampu menahan ‘panas’. Maka dari itu, bagi kamu yang tinggal di tempat yang dingin juga bisa memperhatikan ha ini.

    “Jadi, jika kamu tinggal di area yang iklimnya lebih dingin, kamu bisa mempertimbangkan solusi penutup jendela yang berbeda, seperti gorden berlayer, maupun gorden panjang untuk membantu insulasi,” tuturnya, dikutip dari Homes & Gardens.

    Kontrol Cahaya dan Suara

    Untuk kontrol cahaya yang optimum, gunakan gorden dengan bahan yang cukup tebal agar cahaya tidak tembus ke dalam ruangan. Hal ini tentu bisa membuat tidur lebih nyenyak di malam hari.

    Sementara itu, roller blinds juga bisa menghalau cahaya yang masuk, namun tidak bisa maksimal karena bentuknya yang memiliki kisi atau bilah.

    Untuk meredam suara, gorden yang tebal dapat meredam suara lebih baik dibandingkan roller blinds. Hal ini cocok bagi kamu yang tinggal dekat dengan pinggir jalan.

    Perawatan

    Perawatan gorden dinilai lebih mudah karena hanya perlu dibersihkan di mesin cuci atau bisa juga di dry clean. Sementara roller blinds, perlu dibongkar agar dapat dicuci terpisah lalu dipasang kembali. Selain itu, perlu diperhatikan juga karena pada bagian bilah kerap berdebu, maka dari itu perlu dibersihkan secara rutin.

    Jadi lebih baik mana, gorden atau roller blinds? Tentunya hal tersebut kembali ke kebutuhan masing-masing, mulai dari cahaya yang masuk, tingkat privasi, hingga budget yang tersedia.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Mengeringkan Karpet Basah dan Lembap, Bisa Pakai Baking Soda


    Jakarta

    Mengeringkan karpet yang basah setelah dicuci memang sedikit repot. Apalagi jika saat musim hujan, kurangnya sinar matahari membuat karpet lama kering.

    Apabila tidak kering sempurna, karpet akan lembap dan mengeluarkan bau yang kurang sedap. Nah, untuk mengatasinya kamu dapat menggunakan baking soda.

    Jika kamu penasaran bagaimana cara menggunakannya, simak trik berikut seperti yang dikutip dari Hunker, Jumat (2/2/2024).


    Jalankan Alat Penyedot Debu

    Langkah pertama, kamu dapat menyalakan penyedot debu atau vacuum cleaner. Lalu, jalankan di atas area karpet yang basah atau lembap. Hal ini dilakukan untuk mengeluarkan air sebanyak mungkin. Lakukan sampai air terbuang sebanyak mungkin hingga kelebihan air tidak muncul saat kamu menekan karpet.

    Taburkan Baking Soda

    Ini kuncinya, kamu perlu menaburkan baking soda pada permukaan karpet yang basah dan lembap sebanyak mungkin. Jumlah baking soda tergantung pada ukuran karpet, kamu bisa memerlukan lebih dari satu kaleng baking soda.

    Setelah itu, diamkan baking soda selama beberapa jam hingga 24 jam agar cukup waktu untuk menyerap sisa kelembapan serta bau dari karpet. Jika dirasa sudah kering dan baunya berkurang, langkah selanjutnya adalah menyedot baking soda yang tersisa dari karpet menggunakan penyedot debu.

    Pakai Kipas Angin

    Terakhir, gunakan kipas angin besar atau pemanas ruangan untuk membantu mengeringkan karpet lebih cepat. Pastikan karpet mengering dengan sempurna agar tidak meninggalkan bau yang tak sedap setelah kering.

    Demikian 3 tips mengeringkan karpet basah dan lembap pakai baking soda. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kompor Meleduk! Campuran Baking Soda dan Cuka Bisa Bantu Padamkan Api, Ampuh



    Jakarta

    Alat pemadam api umumnya dirancang untuk menghambat bahan yang dibutuhkan agar api bisa menyala. Contohnya, air agar suhu turun dan api bisa padam bertahap. Atau ada penggunaan bahan kimia tertentu yang menghambat oksigen di sekitar titik api sehingga api bisa berhenti berkobar.

    Bagaimana kalau kamu nggak punya peralatan pemadam api yang memadai?

    Nyatanya, kamu bisa ‘meracik’ sendiri bahan-bahan yang tersedia di rumah untuk digunakan sebagai bahan pemadam api. Bahan ini bisa kamu gunakan saat kondisi darurat dengan intensitas api kecil hingga sedang seperti ketika api dari kompor berkobar terlalu besar atau kebakaran kecil di rumah yang dipicu korsleting listrik.


    Dalam artikel ini, akan diulas bagaimana membuat bahan pemadam api yang dibuat dari paduan baking soda dan cuka. Bagaimana cara kerjanya?

    Dikutip dari scientificamerican, Jumat (2/2/2024), dejelaskan mengapa baking soda dan cuka bisa memadamkan api.

    Kandungan Bahan Kimia

    Baking soda atau soda kue adalah nama lain dari senyawa kimia natrium bikarbonat. Senyawa kimia ini bereaksi dengan menghasilkan karbon dioksida (CO2) ketika dicampur dengan semua jenis asam seperti cuka.

    Gas CO2 yang dihasilkan dari campuran soda kue dan cuka tadi perlahan akan menggantikan oksigen di sekitar titik api. Perlu diketahui, api membutuhkan oksigen untuk tetap bisa berkobar. Karena oksigen di sekitar titik api tadi perlahan digantikan oleh CO2, api perlahan akan padam karena kehabisan oksigen.

    Air Kurang Efektif

    Meski dikenal sebagai bahan yang punya sifat bertentangan dengan api, rupanya air jadi bahan yang kurang efektif untuk memadamkan api ketimbang CO2 yang dihasilkan dari campuran baking soda dan cuka tadi.

    Membuat campuran baking soda dengan air juga tidak akan berguna untuk memadamkan api. Karena air tidak memiliki sifat asam sehingga tidak akan berekasi menghasilkan CO2 ketika dicampurkan dengan baking soda.

    Sampai di sini, sudah paham mengapa campuran baking soda dan cuka bisa membantu kamu memadamkan api?

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Tahu Perbedaan dan Fungsi Kenop dan Handle Pintu? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Gagang pintu memiliki banyak jenisnya. Di Indonesia sendiri gagang pintu yang paling banyak ditemui adalah berbentuk kenop dan handle.

    Kenop biasa digunakan di pintu kamar mandi dan interior. Sedangkan handle digunakan pada pintu utama. Kenapa demikian?

    Sebelum membahas perbedaannya, ketahui lebih dulu perbedaan bentuk dari kenop dan handel. Melansir dari fastercapital.com, pada Jumat (2/2/2024) ini perbedannya.


    Kenop Pintu

    Gagang PintuKenop Pintu Foto: Istimewa/Kenaridjaja

    Kenop adalah benda kecil berbentuk bulat yang biasanya digunakan di dalam ruangan seperti pada lemari, laci, dan pintu. Cara pemakaiannya ada yang bisa diputar permukaannya, ada pula yang hanya sekadar gagang pendorong pintu.

    Handle pintu

    Gagang PintuHandle Pintu Foto: Istimewa/Kenaridjaja

    Sementara handle adalah gagang pintu panjang yang horizontal. Apabila diberi tekanan, handle bergerak ke bawah dan ketika dilepas akan kembali ke tempat semula.

    Selain dari bentuk dan cara memberikan tekanan agar pintu terbuka, fastercapital.com menyebutkan beberapa perbedaan lain yang akan jadi alasan kuat kenapa pintu utama rumah saat ini lebih banyak menggunakan handle daripada kenop.

    Perbedaan Kenop dan Handle Pintu

    1. Fungsi

    Kenop dan handle memiliki fungsi yang berbeda, meski sama-sama sebagai pegangan pintu. Kenop umumnya lebih mudah digenggam dan diputar. Sehingga cocok digunakan di lemari dan laci.

    Sebaliknya, handle menawarkan area permukaan genggaman yang lebih panjang. Hal ini menjadikannya ideal untuk pintu yang lebih besar dan berat yang memerlukan usaha untuk membuka atau menutup.

    2. Desain

    Kenop yang berdesain bulat ada yang bisa diputar permukaannya dan ada pula yang hanya sebagai tumpuan. Layaknya sebuah kancing di baju, desain kenop ini terlihat lebih elegan saat dipasang di interior kayu.

    Berbeda dengan handle yang memiliki tampilan yang lebih ramping dan memanjang. Handle juga membutuhkan ruang yang luas apabila ada penutup di depannya.

    3. Estetika

    Keduanya memiliki estetika jika digunakan pada konsep rumah yang cocok. Kenop cenderung memberikan tampilan yang lebih tradisional atau klasik, sedangkan handle dapat memberikan kesan lebih modern atau kontemporer.

    Sebelum memilih menggunakan kenop atau handle, lebih baik cari banyak referensi pemasangannya di internet agar tidak bingung saat menyesuaikan dengan konsep rumah sendiri.

    4. Cara Pemasangan

    Jika berbicara tentang cara pemasangannya, kenop jauh lebih mudah dipasang karena hanya memerlukan satu sekrup untuk dipasang di kabinet atau laci. Apabila dipasang di pintu, kenop putar akan dipasang juga di balik pintu dan keduanya akan berputar ke arah yang sama.

    Sementara handle memiliki 2 bagian yakni tempat masuknya kunci dan gagangnya. Maka saat dipasang perlu dibor untuk memastikan pemasangannya aman. Apalagi untuk handle elektronik atau handle dengan kunci sensor (smart door handle).

    5. Biaya

    Dari segi biaya, kenop umumnya lebih murah dibandingkan handle. Maka dari itu, kenop lebih banyak dipakai untuk gagang di interior rumah dan kamar mandi daripada handle. Namun biaya ini menyesuaikan dengan jenis bahan, desain, dan kegunaannya.

    Bentuk kenop terdiri dari kenop dua sisi pintu, satu sisi pintu, dengan sistem pengunciannya memiliki lubang dan tombol di tengah, ada yang bisa diputar permukaan gagangnya dan ada yang hanya untuk peganganan saat mendorong pintu.

    Handle pun demikian, ada yang berbentuk pegangan tarik, pegangan tuas, pegangan pintu, hingga pegangan jendela.

    Demikian perbedaan dan kesamaan kenop dan handle pintu

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Bahan Gagang Pintu dan Keunggulannya, Pilih yang Paling Bagus


    Jakarta

    Gagang pintu adalah pegangan yang mempermudah akses membuka dan menutup pintu. Kualitas gagang pintu perlu diperhatikan agar dapat digunakan dalam waktu yang lama dan tidak mudah berkarat meski ada perubahan suhu.

    Setiap bentuk gagang pintu juga muncul dengan jenis bahan yang beragam. Dengan begitu konsumen dapat menyesuaikan biaya, keinginan, dengan jenis gagang pintu yang tersedia di pasaran.

    Pemilihan bahan gagang pintu sebaiknya disesuaikan dengan lokasi penempatannya di interior atau eksterior (bagian luar rumah).


    Mengutip dari thelockshop.com, pada Jumat (2/2/2024), berikut beberapa bahan gagang pintu beserta kelebihan dan kekurangannya yang bisa dijadikan bahan pertimbangan sebelum menggunakannya.

    1. Kuningan

    Penggunaan kuningan pada gagang pintu ternyata cocok untuk pintu di bagian dalam rumah. Selain kuat, kuningan juga dipercaya bisa membunuh kuman.

    Sebab logam seperti kuningan, seng, tembaga, dan perak bersifat oligodinamik yakni kemampuan untuk menghambat atau mematikan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan virus.

    Kelebihan lainnya dari kuningan adalah tidak mudah berkarat dan warna kuningnya tidak mudah memudar.

    Namun, gagang pintu dari kuningan memang sebaiknya digunakan di dalam ruangan karena perubahan suhu berpotensi meningkatkan korosi.

    2. Stainless Steel

    Bahan stainless steel cocok untuk digunakan di luar rumah. Sifat stainless steel tahan terhadap perubahan suhu, harga yang terjangkau, dan tahan karat. Hanya saja, kekurangan stainless steel hanya tersedia warna yang mengkilap karena bahan ini diletakkan sebagai lapisan terluar pegangan pintu.

    3. Aluminium

    Gagang pintu mengkilat bukan hanya berasal dari stainless steel, melainkan ada pula yang terbuat dari aluminium.

    Sayangnya bahan aluminium ini lebih mahal karena ketahanannya dari korosi lebih baik dari stainless steel. Aluminium juga mudah dibersihkan dan cocok digunakan pada pintu luar ruangan atau tempat publik.

    4. Kaca

    Jarang ditemukan bukan berarti tidak pernah digunakan. Kaca juga bisa digunakan sebagai pegangan pintu. Namun memang, alasan kaca jarang digunakan adalah mudah dibobol.

    Seperti sifat dasar kaca, bahan ini mudah pecah dan berbahaya karena memiliki serpihan yang tajam. Bahan ini tetap digunakan sebagai gagang pintu karena mengedepankan estetikanya. Selain itu, gagang pintu berbahan kaca juga mahal harganya karena dibuat dengan tangan satu per satu.

    5. Kayu

    Kayu adalah salah satu bahan gagang pintu yang lumayan banyak digunakan. Namun, lebih baik bahan jenis ini untuk bagian di dalam rumah.

    Sebab kayu cepat lapuk apabila dihadapkan dengan perubahan suhu yang ekstrem, rawan dirusak rayap, dan mudah terbakar.

    6. Plastik

    Meski ringan, gagang pintu ada yang terbuat dari plastik. Lokasi yang tepat untuk memasang gagang pintu berbahan plastik bagian dalam rumah.

    Bahan plastik berpotensi rusak apabila terkena api dan panas, selain itu saat terkena hantaman benda keras dan tajam, permukaannya pun dapat rusak.

    7. MDF

    MDF (Medium Density Fibreboard) adalah kumpulan serpihan kayu yang dipadatkan. Bahan jenis ini cukup ringan dan bisa menjadi alternatif pengganti kayu.

    Namun, sama seperti kayu bahan ini lebih baik digunakan di dalam rumah sebab berpotensi rusak saat lembab.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Lokasi Terbaik Letakkan Kotak Pasir Biar Anabul Nggak BAB Sembarangan



    Jakarta

    Jika kamu memelihara kucing, kotak pasir wajib ada di dalam rumah. Dengan adanya kotak pasir, anabul kamu jadi tak buang kotoran sembarangan di rumah. Namun, kamu tidak boleh meletakkan kotak pasir kucing sembarangan.

    Pemilihan lokasinya perlu diperhatikan agar kucing peliharaan merasa nyaman saat membuang kotoran dan mencegah bau tidak sedap di ruangan lainnya. Mengutip dari Pet Safe, Jumat (2/2/2024), berikut tujuh lokasi terbaik untuk meletakkan kotak pasir kucing.

    1. Letakkan pada Lokasi Tertutup

    Kucing menyukai tempat tertutup saat buang kotoran. Jadi, cari lokasi yang memungkinkan kucing memiliki waktu menyendiri. Pastikan lokasi yang dipilih tidak akan diganggu manusia atau hewan peliharaan lainnya masuk secara tidak sengaja ketika kucing sedang buang air. Jika tidak punya ruangan ekstra, kamu dapat menggunakan litter box atau kotak pasir yang punya penutup.


    2. Pilih Tempat yang Tenang

    Kucing takut dan waspada terhadap suara bising. Saat menaruh kotak pasir kucing, pastikan meletakkannya di tempat yang tenang dan jauh dari sumber suara seperti televisi, pengeras suara, atau mesin cuci. Mengagetkan kucing yang sedang buang kotoran dapat membuatnya menghindari kotak pasir sehingga membuang kotoran sembarangan di sejumlah area di rumah.

    3. Pastikan Kotak Pasir Kucing Mudah Diakses

    Kucing akan mencari tempat yang mudah dijangkau untuk membuang kotoran. Jadi, hindari meletakkan kotak pasir kucing di tempat yang sulit dijangkau seperti tumpukan pakaian atau pintu yang akan sering dibuka atau ditutup.

    4. Jauhkan dari Makanan Kucing

    Hindari menaruh kotak pasir kucing berdekatan dengan tempat makan dan minum kucing. Pasalnya, kucing lebih memilih untuk tidak membuang kotoran dekat makanannya. Sebaiknya, kotak pasir tersebut diletakkan di area yang berbeda dari area makan dan minum.

    5. Letakkan Kotak Pasir di Setiap Lantai

    Jika rumah kamu bertingkat, pastikan masing-masing lantai memiliki litter box yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan di atas. Hal ini juga berlaku jika kamu memiliki lebih dari satu kucing. Berikan masing-masing kucing litter box berbeda.

    6. Jangan Kunci atau Tutup Pintu Ruangan

    Selanjutnya hindari ruangan yang dapat dengan mudah ditutup pintu. Alternatifnya, pasang pintu khusus kucing pada pintu ruangan dimana kotak pasir berada. Dengan begitu, kamu tetap bisa menutup pintu dan kucing tetap bisa membuang air sesuka hati pada kotak pasirnya.

    7. Hindari di Lokasi yang Lembap

    Cara kerja kotak pasir kucing adalah menyerap cairan dari kotoran kucing. Alhasil, menaruh kotak pasir di kamar mandi, ruang bawah tanah, atau ruang mencuci adalah tempat yang kurang tepat.

    Sebab, ini adalah area dengan kelembapan berlebih sehingga bisa memunculkan cairan ekstra di udara. Kotak pasir kucing akan menyerap cairan ini dan menjadi tercemar atau jenuh lebih cepat. Baunya akan lebih buruk sehingga kotak pasir harus lebih sering diganti. Kotak pasir kucing perlu ditaruh di area dengan ventilasi baik seperti ruang tamu untuk membantu mengurangi bau.

    Demikian 7 lokasi terbaik untuk meletakkan kotak pasir untuk kucing di rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Gas di Rumahmu Berbau dan Berbunyi Setelah Dipasang? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Gas kompor baru saja diganti tetapi tercium bau tidak sedap dan terdengar suara mendesis? Pasti kepikiran ada kebocoran gas atau masalah pada penutup selangnya.

    Anggapan penutupnya tidak rapat kemungkinan benar. Gas di dalamnya bisa lolos jika selang yang dipasang tidak terkunci dengan rapat sehingga terdengar suara seperti mendesis.

    Namun, apakah bau gas berhubungan dengan kebocoran gas? Melansir dari angi.com pada Sabtu (3/2/2024), berikut beberapa penyebab gas kompor mengeluarkan bau dan suara setelah diganti.


    1. Penghubung dan Regulatornya Longgar

    Penyebab utama tercium bau gas setelah mengganti dengan gas baru adalah adanya kelonggaran antara penghubung dan regulator gas. Maka dari itu, saat mencoba menyalakan api di kompor, api tidak langsung menyala dan tercium bau gas menyengat.

    Maka, setiap mengganti gas sendiri tanpa bantuan petugas, pastikan penghubung dan regulatornya telah terpasang di tempat yang tepat dan tidak longgar. Selain itu, cek apakah kondisi karet seal tambahan bagus. Apabila sudah rusak langsung ganti dengan karet seal tambahan yang baru.

    2. Kompor Kotor

    Kata siapa bau gas hanya berasal dari kesalahan teknis pemasangan? Kondisi dapur yang tidak bersih juga memicu bau gas karena kotoran yang menempel pada kompor bisa menghalangi aliran gas tersebut.

    Penting setiap selesai memasak membersihkan noda dan potongan kecil makanan yang tertinggal atau terjatuh saat mengaduk makanan.

    3. Gas Diletakkan di Tempat Minim Ventilasi

    Semua benda yang berpotensi terbakar, sebaiknya jangan diletakkan di ruang kedap udara. Bau dari gas tersebut dapat hilang apabila ada udara di sekelilingnya.

    Udara akan membawa bau itu keluar dan mengganti sirkulasi udara di sekitar dapur. Sehingga apabila tercium bau gas jangan menutup gas dengan apa pun.

    4. Kebocoran Gas

    Tanda gas mengalami kebocoran adalah baunya yang kuat dan lama kelamaan semakin tidak sedap. Selain itu suara mendesis juga terdengar agak keras daripada ketika selang tidak rapat.

    Cara menanganinya adalah lepas selang dari regulator. Bawa gas ke ruang terbuka agar gas tersebut keluar sendirinya. Lalu siapkan handuk basah apabila sudah terlihat api dari gas tersebut. Penanganan gas bocor yang lebih aman bisa menelpon pemadam kebakaran di nomor 113.

    Itulah beberapa penyebab gas yang dipasang berbau dan mengeluarkan suara. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com