Blog

  • Rumah Dijadikan Tempat Usaha Perlu Izin Tetangga? Begini Hukumnya



    Jakarta

    Pertanyaan

    Bagaimana dasar hukum Peraturan Bangunan Gedung rumah tinggal untuk dijadikan tempat usaha, dan apakah harus mendapatkan izin dari warga setempat?

    Demikian yang dapat kami tanyakan.

    Pembaca detikProperti


    Jawaban

    Menjawab pertanyaan diatas dengan ini kami sampaikan terkait bangunan gedung merupakan salah satu wujud fisik pemanfaatan ruang. Dalam pengaturan bangunan gedung mengacu pada pengaturan penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk menjamin kepastian dan ketertiban hukum dalam penyelenggaraan bangunan gedung, setiap bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administratif dan teknis bangunan gedung, serta harus diselenggarakan secara tertib.

    Sehubungan dengan pertanyaan apakah rumah dapat dijadikan tempat usaha, hal ini telah diatur sebagaimana Pasal 49 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan Dan Kawasan Permukiman (UU 1/2011), menyatakan bahwa pemanfaatan rumah dapat digunakan sebagai kegiatan usaha secara terbatas tanpa membahayakan dan tidak mengganggu fungsi hunian.

    Adapun persyaratan dan kesesuaiannya terhadap peraturan perundang-undangan terkait sebagaimana ketentuan Pasal 7 dan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung dan ketentuan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang, sehubungan dengan Izin Mendirikan Bangunan, guna memastikan bahwa pemanfaatan bangunan tersebut telah sesuai dengan fungsi peruntukannya sebagaimana ketentuan Pasal 49 Ayat (1) UU 1/2011 di mana rumah yang dijadikan tempat usaha tidak membahayakan dan tidak mengganggu fungsi hunian, terutama bagi warga di sekitarnya.

    Apabila pemilik rumah melanggar ketentuan Pasal 49 Ayat (2) UU 1/2011 yakni apabila tempat usaha di dalam permukiman tersebut diduga telah melanggar aturan tersebut, yang mengakibatkan tidak terpeliharanya perumahan dan lingkungan hunian, maka masyarakat dapat membuat aduan kepada instansi sehingga pemilik rumah dapat dikenakan sanksi administratif sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 150 Ayat (2) UU 1/2011, mulai dari peringatan tertulis hingga pencabutan izin usaha dan penutupan lokasi.

    Pengacara dan Pengamat Hukum Properti

    Muhammad Rizal Siregar, S.H,. M.H

    SIREGAR & CO

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bahan Karpet yang Cocok Untuk Jadi Matras Bermain Anak di Rumah


    Jakarta

    Bagi kamu yang memiliki anak, ruang keluarga bisa jadi selalu berantakan karena mainan anak yang berserakan di lantai. Membiarkan anak main di lantai bisa membuat dia merasa bebas dan nyaman, apalagi areanya luas.

    Tapi, ada yang perlu diperhatikan saat membiarkan anak bermain di lantai. Risiko masuk angin, terpeleset, atau jatuh hingga kepala mengenai lantai juga bisa terjadi bila kita tak hati-hati.

    Nah, agar tempat bermain anak semakin nyaman dan aman, penambahan karpet sebagai alas bermain bisa membuat area tersebut jauh lebih hangat dan juga menghindari risiko anak terluka bila terjatuh atau terpeleset.


    Selain itu, lantai tidak akan mudah rusak karena goresan karena tertutupi dengan karpet. Apabila ada cairan yang tumpah tidak akan membahayakan karena bahan karpet bisa menyerap cairan tersebut.

    Lokasi yang tepat untuk memasang karpet adalah di ruangan yang tidak basah seperti kamar tidur, ruang keluarga, dan tempat anak bermain.

    Pemasangan karpet di rumah bisa menutupi seluruh lantai (wall to wall carpet) atau karpet standar yang bisa digulung. Wall to wall carpet biasanya ukuran dan bentuknya akan meyesuaikan dengan bentuk lantai, tetapi untuk karpet gulung biasanya berntuk persegi, persegi panjang, bulat, dan lainnya dengan luas dan diameter beragam.

    Mengutip dari The Spruce, Senin (5/2/2024) ternyata terdapat 3 jenis bahan karpet yang aman digunakan sebagai alas main anak. Mengutip dari The Spurce, Senin (5/2/2024) berikut diantaranya.

    1. Karpet Bahan Nilon

    KarpetKarpet Foto: Avalon Flooring

    Bahan nilon terbuat dari olahan polimer plastik yakni poliamida linier. Meski terbuat dari olahan plastik, karpet nilon memiliki serat yang lembut seperti bulu boneka.

    Biasanya karpet nilon akan dipotong pendek bulu-bulunya. Sehingga dari jauh permukaannya terlihat solid, namun ketika dipegang terasa empuk dan lembut.

    Namun perlu diketahui karpet berbahan nilon bisa menghantarkan listrik statis seperti balon yang digosokkan ke rambut, maka akan ada yang tertarik. Meski tidak berbahaya, fenomena ini akan mengejutkan bagi anak-anak bila melakukan banyak gesekan ke karpet saat bermain.

    Karpet yang menggunakan bahan Nilon bisa bertahan lama. Bahan ini mudah untuk dibersihkan dengan alat pembesih vakum atau dengan sapu lidi. Apabila ingin dibersihkan dengan uap bisa setiap 12-18 bulan sekali.

    2. Karpet Bahan PET

    KarpetKarpet Foto: Carpetguys

    Polyethyline terafthatlate (PET) adalah bahan yang paling umum digunakan pada karpet. Karpet PET ada yang berasal dari serpihan asli PET atau daur ulangnya sehingga bahan ini disebut ramah lingkungan.

    Selain itu, karpet PET juga aman untuk pemilik rumah yang memiliki alergi. Ketika diinjak, permukaannya tidak tercetak jejak kaki. Karpet ini pun mudah dibersihkan, sayangnya ketahanan karpet nilon jauh lebih bagus daripada jenis ini.

    3. Karpet Bahan Triexta

    KarpetKarpet Foto: Godfreyhirst

    Triexta adalah bahan berjenis poliester yang di dalamnya terdapat serat jagung. Diantara ketiganya, bahan triexta disebut paling ramah lingkungan. Karpet jenis ini memiliki desain terbatas tetapi paling elegan dari pada bahan nilon dan PET.

    Sama seperti bahan nilon dan PET, karpet berbahan Triexta tahan terhadap noda dan tekanan. Sementara untuk harga triexta tidak jauh berbeda dengan nilon.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Sederhana Bersihkan Toren Sendiri di Rumah dalam 7 Langkah



    Jakarta – Toren air adalah hal paling penting untuk persediaan air bersih dan sebagai cadangan mendapatkan air dan aksesibilitas air bersih. Namun, seiring waktu pemakaian air yang bersumber dari toren bisa menjadi kotor dan menodai bagian luar hingga isinya.

    Dikutip dari Flip, Rabu (17/1/2024), kontaminasi yang terjadi pada toren bisa berupa debu, serangga kotoran hingga bagian dalam akan penuh dengan lumut. Oleh karena kebersihan toren juga diperlukan dan perlu perawatan secara berkala, sehingga air akan tetap tersimpan bersih dan higienis.

    Untuk mengetahui cara mencuci toren air, detikProperti telah merangkum langkah yang harus dilakukan. Simak infografis berikut ini!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan yang Bikin Rumah Sulit Kejual


    Jakarta

    Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat mempermudah banyak kegiatan manusia, termasuk dalam proses jual-beli rumah. Menjual rumah kini bisa dilakukan melalui internet dengan memanfaatkan berbagai situs jual-beli properti.

    Dengan adanya situs jual-beli properti, kamu cukup mengiklankan rumah yang ingin dijual untuk mendapatkan calon pembeli. Situs jual-beli properti juga memudahkan kita saat ingin membeli rumah.

    Meski tampak sederhana, rumah yang dijual, khususnya melalui internet, tak serta merta mudah terjual. Ada beberapa kesalahan umum yang kerap dilakukan penjual rumah sehingga membuat calon pembeli ragu untuk membeli rumah yang ditawarkan.


    Dalam catatan detikFinance, Senin (5/2/2024), ada sejumlah kesalahan umum yang kerap membuat rumah sulit terjual.

    Minimnya Foto

    Foto sangatlah penting saat ingin menjual rumah melalui internet. Hal tersebut agar calon pembeli bisa melihat gambaran bentuk dan kondisi rumah yang kita tawarkan. Nah, karena itu, unggahlah foto rumah sebanyak-banyaknya. Tampilkan foto dari setiap ruangan yang ada di dalam rumah. Buatlah foto yang menarik dengan kualitas yang baik.

    Tata Bahasa Buruk

    Rumah kerap sulit terjual karena tata bahasa iklan yang buruk sehingga menyebabkan calon pembeli kebingungan saat membacanya. Agar bisa dipahami sepenuhnya, buatlah ikla dengan ejaan yang baik dan benar dan tidak bertele-tele. Penting juga untuk membuat judul iklan semenarik mungkin agar diklik oleh banyak orang.

    Harga Terlalu Mahal

    Harga rumah yang dipatok terlalu mahal juga bisa membuatnya sulit terjual. Pastikan kamu mengecek harga jual pasaran untuk tipe rumah yang ingin kamu jual di lokasi yang sama. Patoklah harga sesuai dengan harga jual pasaran tersebut. Selain itu, kamu juga bisa mencantumkan keterangan bahwa harga jual rumah bisa dinegosiasi untuk menambah daya tarik iklan rumahmu.

    Kondisi Lingkungan di Sekitar Rumah

    Calon pembeli juga kerap memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar rumahmu. Kondisi lingkungan tersebut, seperti fasilitas umum apa saja yang terdapat di sekitar rumah, serta seberapa aman dan bersahabat kondisi rumah tersebut untuk ditinggali/

    Tidak Ada Kelebihan

    Rumah yang tidak memiliki kelebihan dibandingkan rumah-rumah lainnya tentu akan membuatnya sulit terjual. Calon pembeli tentu akan melihat banyak iklan rumah untuk kemudian mempertimbangkan rumah yang mana yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Nah, karena itu, pastikan kamu juga menjelaskan apa saja kelebihan dan keuntungan rumah yang kamu jual, seperti bebas banjir, hemat energi, atau aman dari maling.

    Demikianlah 5 kesalahan umum yang membuat rumah sulit terjual. Dengan mengetahui kesalahan tersebut, kamu bisa mengevaluasi kembali iklan rumah yang kamu buat dan memperbaikinya agar segera laku terjual. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menyimpan Produk Pembersih di Rumah yang Benar dan Aman, Biar Gampang Dicari



    Jakarta

    Untuk menjaga kebersihan rumah, selain mempunyai alat pembersih juga harus menyiapkan produk pembersih.

    Produk seperti cairan pembersih lantai, furnitur, hingga bahan kimia lainnya terkadang memakan tempat. Hal ini membuat kamu terkadang bingung, sebenarnya dimana produk pembersih seharusnya diletakkan.

    Hal ini juga penting jika kamu memiliki anak kecil yang suka memasukkan apapun ke dalam mulut. Nah, biar aman kamu harus tahu cara menyimpan produk pembersih dengan benar.


    Mengutip dari Martha Stewart, Selasa (6/2/2024), berikut pembahasannya.

    1. Jauhkan Produk Pembersih dari Lantai

    Menurut Malaika Lubega, seorang pengelola profesional, dekorator interior, dan pemilik Huza Home Concept, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menyimpan produk pembersih berbahan kimia. Salah satunya menjauhkan produk pembersih dari lantai.

    “Sebagai seorang ibu dan penyelenggara profesional, saya menyarankan klien saya yang memiliki anak kecil yang penasaran di rumah untuk menyimpan perlengkapan pembersih (seperti produk pembersih cair atau deterjen) di tempat yang sejuk dan kering, dan jauh dari jangkauan anak-anak,” terang Lubega.

    Menurut dia, semua perlengkapan pembersih harus dijauhkan dari lantai. Simpan barang-barang di rak yang dipasang di dinding. Jika kamu tidak memiliki ruang untuk penyimpanan di luar pintu, Lubega mengatakan kamu dapat meletakkan produk pembersih dalam wadah berlabel anti bocor di lemari yang aman. Peralatan pembersih, seperti penyedot debu, sapu, atau kain pel, harus disimpan di area yang sama agar mudah digunakan.

    2. Simpan Produk Pembersih di Garasi atau Ruang Penyimpanan Khusus

    Marilee Nelson, ahli biologi bangunan bersertifikat, konsultan lingkungan, dan salah satu pendiri Branch Basics, menjelaskan bahwa ruang penyimpanan di luar, seperti garasi, bisa dibilang tempat teraman untuk menyimpan produk pembersih.

    “Orang-orang tidak menyadari bahwa memiliki pembersih beracun yang tersebar di seluruh rumah mereka menciptakan senyawa kimia tingkat rendah yang dihirup dan diserap oleh setiap orang dalam keluarga melalui kulit setiap harinya,” papar Nelson.

    “Produk melepaskan bahan-bahannya ke udara, banyak di antaranya adalah senyawa organik volatil yang berbahaya,” imbuhnya. Dia menambahkan, mengeluarkan produk ini dari salah satu area tempat tinggal akan meningkatkan kualitas udara di rumah, dan pada gilirannya kesehatan kamu.

    3. Simpan di tempat yang Kering dan Aman

    Simpan seluruh perlengkapan dan produk pembersih pada tempat yang sejuk dan kering. Nelson berujar, kamu harus menghindari ruangan dengan kelembaban tinggi, jika tidak, reaksi berbahaya dapat terjadi. Oleh karena itu, jauhkan produk dari sumber panas, dan biarkan dalam kemasan aslinya.

    “Saat kamu membersihkan, bawa hanya apa yang kamu perlukan untuk digunakan di rumah. Saat menggunakan produk, pastikan area tersebut memiliki ventilasi yang baik dengan membuka jendela atau menggunakan kipas,” ucap Nelson. Kemudian, kembalikan pembersih ke penyimpanan dalam wadah kedap udara agar tidak terus mencemari udara yang dihirup oleh keluarga.

    4. Mengelompokkan Jenis Produk Pembersih Sesuai Fungsi

    Untuk kemudahan akses kamu dapat menyimpan produk yang kamu gunakan setiap hari di bawah wastafel atau di tempat lain yang mudah diakses. Pastikan produk-produk itu disimpan bersama.

    “Cara terbaik untuk menyimpan perlengkapan pembersih harian, seperti pembersih serbaguna, deterjen piring, spons, pembersih stainless steel, dan sabun cuci piring, adalah dengan menyimpan barang-barang ini bersama-sama untuk memudahkan akses,” jelas Lubega

    5. Ciptakan Ruang Penyimpanan Produk Pembersih

    Kamu bisa menempatkan produk pembersih ke dalam wadah kedap udara. Memisahkan produk-produk berbahan kimiawi akan membantu kamu menghindari kontaminasi silang antara produk pembersih lainnya. “Simpan barang serupa bersama-sama di wadah yang mudah dijangkau, sehingga kamu dapat melihat dengan jelas apa yang kamu miliki. Pisahkan dan beri label pembersih lantai, pembersih kamar mandi, dan pembersih dapur. Keluarkan wadah ini dari lantai, ke rak atau di lemari,” saran Lubega.

    Demikian 5 cara meletakkan produk pembersih di rumah dengan benar dan aman.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Ngebor Dinding, Perhatikan 6 Hal Ini


    Jakarta

    Memasang dekorasi dapat membuat rumah tampak lebih estetik. Kamu dapat memanfaatkan dinding sebagai ruang untuk dekorasi.

    Hiasan dekorasi yang umum dipasang di dinding adalah lukisan, jam dinding hingga pigura foto. Tak jarang untuk memasang dekorasi kita perlu memasang paku atau baut, sehingga kita harus mengebor dinding.

    Namun, sebelum kamu memulai mengebor dinding sendiri, ada baiknya kamu perhatikan 6 hal berikut seperti yang dikutip dari Point2homes, Selasa (6/2/2024). Berikut pemaparanya.


    1. Waspada dengan Kabel Listrik

    Salah satu bahaya terbesar mengebor dinding rumah adalah risiko merusak atau menabrak saluran kabel rumah. Jika hunian kamu seperti apartemen atau rumah dengan kabel yang tersembunyi di dinding tentu ini berbahaya. Sederhananya dapat memutus jaringan listrik di rumah kamu.

    Masalahnya, memperbaiki kabel putus yang tertanam di dinding juga bukan tugas kecil, dan kamu akan membutuhkan tenaga profesional untuk menanganinya. Terlebih untuk memperbaikinya perlu mendapatkan akses ke kabel yang rusak dengan membuka dinding terlebih dahulu, kemudian prosesnya yang akan memakan biaya mahal, dan memakan waktu.

    Sebelum memulai pengeboran, kamu harus mengetahui terlebih dahulu lokasi kabel bersembunyi dengan melihat outlet listrik dan sakelar lampu ditempatkan. Kabel biasanya dipasang secara vertikal atau horizontal dari outlet dan saklar listrik. Jadi berhati-hatilah saat mengebor di dekatnya.

    2. Hati-hati dengan Pipa

    Selain memperhatikan kabel listrik kamu juga perlu hati-hati terhadap pipa yang tersembunyi dibalik dinding. Bergantung pada jenis pipa, kamu mungkin akan terkena semburan air bertekanan tinggi tanpa henti, yang akan menyebabkan kerusakan air yang luar biasa pada saat kamu mematikan listrik. kamu juga bisa menabrak pipa gas, yang bisa sangat berbahaya jika terjadi percikan api.

    Pipa lebih sulit dilacak daripada kabel karena penempatannya seringkali kurang dapat diprediksi. Setiap rumah berbeda dan, tergantung pada usia rumah, pipa bisa dari logam atau plastik, terbuka atau tersembunyi. Waspadalah terhadap pipa yang mungkin juga mengalir melalui lantai dan dinding luar.

    3. Ketahui Lokasi yang Berbahaya

    Area rumah yang paling mungkin menampung banyak kabel dan pipa adalah dapur dan dinding serta lantai kamar mandi. Dinding kamar mandi dapat menampung berbagai macam pipa. Jadi jika kamar tidur berada di sisi lain dan kamu perlu hati-hati ketika ingin menggantung lukisan.

    Dapur biasanya lebih kompleks, dan dapat menampung pipa gas, pipa air, pipa pemanas, dan kabel. Di bagian lain rumah, pipa dan kabel mungkin berfungsi dengan rapi.

    4. Cek Logam di Balik Dinding

    Pasalnya kabel listrik dan pipa merupakan barang-barang yang terbuat dari material berbahan logam dan besi. Alat pendeteksi logam akan sangat berguna untuk mengecek keberadaan kabel dan pipa yang tertanam di balik dinding.

    Caranya, cukup jalankan perangkat di sepanjang permukaan; akan berbunyi bip jika ada sesuatu di balik dinding. Pastikan mengujinya terlebih dahulu pada semua jenis material, dan periksa kedalaman di mana ia akan terus dideteksi.

    5. Ketahui dan Pahami Dahulu Material Dinding

    Setelah area tersebut aman untuk dikerjakan, perhatikan proses pengerjaannya. Penting untuk mengetahui dari bahan apa dinding, dan apakah kamu dapat melakukan apa yang telah direncanakan dengan aman.

    Misalnya, jika baru saja membeli cermin antik menakjubkan dengan ukuran yang cukup berat, kamu perlu tahu bahwa dinding tempat menggantungnya itu sesuai dan mampu menampung sebagai ruang untuk meletakkan barang tersebut. Selanjutnya, jika material dinding terbuat dari kayu, maka hati-hatilah dalam proses pengeboran. Dinding kayu juga rentan ketika dibor, resikonya kayu dinding di rumah kamu akan terbelah dan rusak.

    6. Gunakan Alat Bor yang tepat

    Bahan yang berbeda membutuhkan alat yang berbeda pula. Misalnya, jika dinding, lantai, atau langit-langit kamu terbuat dari batu/beton, kamu akan mendapatkan pemasangan yang bagus, tetapi membutuhkan bor yang lebih kuat dan mata bor yang benar.

    Kamu bisa mendapatkan mata bor yang berbeda untuk pasangan bata, kayu dan logam, dan penting untuk mengetahui perbedaannya. Jika perlu mengebor ubin, kamu memerlukan mata bor ubin khusus (biasanya memiliki ujung seperti berlian) untuk mencegah retak atau pecah.

    Demikian 6 Hal yang perlu diperhatikan sebelum mengebor dinding untuk pasang dekorasi. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Jitu Pilih Kosan yang Nyaman



    Jakarta – Kosan merupakan salah satu opsi tempat tinggal dengan harga terjangkau. Maka tak heran banyak mahasiswa rantau atau orang yang masih tinggal sendiri memilih kosan.

    Meskipun demikian, memilih kosan tidak boleh sembarangan dan terburu-buru.

    Pertimbangkan tips dalam infografis ini ya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Menghilangkan Noda Air pada Furniture Kayu


    Jakarta

    Furniture dengan material kayu banyak dimiliki orang. Sebab, Furniture kayu dinilai membawa kehangatan dan cocok untuk di segala desain.

    Kayu merupakan material yang tahan lama dan cukup mudah perawatannya. Namun, harus sering dibersihkan agar tidak berdebu. Terlebih lagi apabila ada tumpahan air, maka harus segera dibersihkan agar tidak berbekas.

    Biasanya, noda bekas air di Furniture kayu terjadi karena gelas yang basah. Jika memungkinkan, harus segera ditangani. Dilansir dari The Spruce, Selasa (6/2/2024), ada dua cara untuk mengatasi hal tersebut, yaitu:


    1. Bersihkan dengan Minyak Zaitun atau Mayonnaise

    Cara pertama adalah membersihkan noda air dengan mengoleskan minyak zaitun ataupun mayonnaise ke area berwarna putih karena bekas air. Diamkan hingga satu jam, lalu bersihkan.

    2. Gunakan Pasta Gigi Non-gel

    Cara kedua yaitu dengan menggunakan pasta gigi non-gel. Taruh pasta gigi tersebut pada kain lembut dan gosokkan pada noda air hingga hilang. Setelah itu, lap sisa pasta gigi pada Furniture kayu dengan lap basah dan lap kembali Furniture itu dengan kain lembut dan kering.

    Sebagai tambahan, dilansir dari Real Simple, membersihkan noda bekas air pada Furniture kayu juga bisa dilakukan dengan campuran pasta gigi non-gel dan baking soda. Gosokkan campuran tersebut pada noda air. Setelah itu bersihkan sisa campuran dengan kain lap bersih lalu keringkan Furniture.

    3. Pakai Setrika

    Untuk membersihkan noda air dengan setrika harus dilakukan secara hati-hati. Dilansir dari Architectural Digest, astikan Furniture kayu sudah dibersihkan dengan Furnituree polis atau pembersih Furniture kayu yang lembut sebelum memberikan panas pada Furniture.

    Langkah awalnya, letakkan lap basah di atas noda air. Lalu, nyalakan setrika dengan panas rendah dengan uap. Selanjutnya, gosok ke depan dan belakang di atas lap basah untuk menghilangkan noda. Lakukan proses tersebut hingga noda hilang.

    Tips Agar Furniture Kayu Bersih Lebih Lama

    Membersihkan Furniture kayu tentu diperlukan. Nah, berikut ini beberapa cara agar Furniture kayu bersih lebih lama yang dilansir dari Real Simple.

    1. Bersihkan Debu

    Sering membersihkan debu bisa mencegah menumpuknya debu, goresan, dan kerusakan lainnya. Kamu bisa membersihkan debu-debu dengan menggunakan kemoceng agar lebih mudah. Membersihkan debu dan mengelap Furniture kayu bisa membuat Furniture lebih tahan lama.

    2. Hindari Terkena Sinar Matahari Langsung

    Tempatkan Furniture kayu jauh dari sinar matahari langsung, sumber panas, dan area yang lembap kecuali Furniture itu memang sengaja dibuat untuk diletakkan di bagian luar rumah atau outdoor. Cahaya matahari bisa membuat warna memudar, panas dan lembap bisa merusak kayu. Untuk meminimalisir paparan sinar matahari, kamu bisa menggunakan tirai.

    3. Tutupi Furniture

    Dengan menutupi bagian permukaan Furniture kayu bisa mencegah adanya noda, paparan panas, dan lembap. Kamu bisa menggunakan taplak meja, coaster, atau yang lainnya. Hindari penggunaan plastik karena bisa menggores permukaan Furniture.

    Itulah cara membersihkan noda air pada Furniture kayu dan menjaganya agar bersih lebih lama. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lakukan 7 Hal Ini saat Menggunakan Stop Kontak Sambungan



    Jakarta

    Stop kontak ekstensi atau stop kontak sambungan saat berguna ketika kamu memiliki banyak perangkat elektronik. Dengan stopkontak ekstensi kamu dapat membuat satu colokan listrik menjadi lebih banyak.

    Namun, ada beberapa aturan saat menggunakan stop kontak ekstensi. Jika diabaikan, maka akan berpotensi terjadi korsleting listrik, kesetrum, hingga risiko kebakaran.

    Mengutip dari Family Handyman, Selasa (6/2/2024), berikut sejumlah hal yang tidak boleh kamu lakukan pada stopkontak ekstensi.


    1. Jangan Pernah Mencolokkan Stopkontak Ekstensi ke Stopkontak Sejenis

    Jika stopkontak ekstensi tidak menjangkau cukup jauh atau membutuhkan colokan tambahan, kamu mungkin akan menambahkan stopkontak ekstensi lainnya. Merangkainya stopkontak ekstensi ke stopkontak lainnya dapat berbahaya. Hal ini dapat menyebabkan satu atau lebih stopkontak korsleting bahkan terbakar.

    2. Jangan Menggunakan Stopkontak Ekstensi dalam Ruangan Untuk Luar Ruangan

    Selanjutnya, hal yang tidak boleh dilakukan pada stopkontak ekstensi adalah menggunakan stopkontak dalam ruangan di luar ruangan. Meski ada soket ekstensi yang dirancang untuk penggunaan luar ruangan, stopkontak ekstensi di dalam ruangan tidak dirancang untuk tahan terhadap cuaca dan air. Jadi, pastikan stopkontak ekstensi memang secara khusus menyatakan cocok untuk penggunaan di luar ruangan.

    3. Jangan Membebani Stopkontak Ekstensi dengan Penggunaan yang Berlebihan

    Penggunaan stopkontak berlebihan dengan mencolokkan banyak peralatan juga menjadi hal dihindari saat menggunakan stopkontak ekstensi. Setiap stopkontak ekstensi memiliki kapasitas beban, yang berarti hanya dapat mengalirkan daya sebanyak itu melalui sirkuitnya pada waktu tertentu.

    Membebani stopkontak secara berlebihan dapat menimbulkan bahaya kebakaran, melelehkan plastik, dan merusak rumah atau bisnis kamu serta peralatan di sekitarnya. Jika khawatir akan kelebihan beban pada stopkontak ekstensi, luangkan waktu menentukan kebutuhan arus listrik dari semua yang akan kamu sambungkan ke stopkontak tersebut.

    4. Jangan Meletakkan Stopkontak Ekstensi di Bawah Karpet

    Hal yang tidak boleh dilakukan pada stopkontak ekstensi berikutnya adalah meletakkannya di bawah karpet. Listrik bisa menghasilkan panas. Biasanya, hal ini tidak menjadi masalah, tetapi jika kamu meletakkan stopkontak ekstensi di bawah karpet atau di tempat tertutup rapat, hal ini dapat menimbulkan bahaya kebakaran.

    Selain itu, apabila kamu menginjaknya atau kabel listrik yang terpasang, kamu dapat merusaknya, yang dapat menyebabkan sengatan listrik dan bahaya kebakaran. Jaga keamanan keluarga dan properti kamu dengan memperhatikan bahaya kebakaran tersembunyi lainnya di rumah kamu.

    5. Hindari Mencolokkan Alat Kecantikan ke Stopkontak Ekstensi

    Pengering rambut, alat pengeriting rambut, pelurus rambut, dan alat kecantikan lainnya menghasilkan panas serta menarik cukup banyak arus listrik untuk menghasilkan panas tersebut. Stopkontak ekstensi tidak dirancang untuk menghasilkan arus listrik tinggi yang konsisten seperti itu.

    6. Jangan Memakai Stopkontak yang Sudah Rusak

    Stopkontak yang rusak juga menjadi hal yang tidak boleh dilakukan pada stopkontak ekstensi. Hindari stopkontak ekstensi yang mengeluarkan percikan api saat mencolok. Perhatikan juga pada kabel, jika sudah terkelupas lebih baik jangan digunakan. Jika salah satu soket terbakar, kemungkinan besar ada kerusakan internal di dalam stopkontak ekstensi. Hal tersebut merupakan bahaya kebakaran.

    7. Jangan Membasahi Stopkontak Ekstensi

    Hindari menyentuh stopkontak dalam keadaan tangan basah. Jauhkan juga stopkontak ekstensi dari jangkauan air seperti air minum. Listrik dan air tidak dapat bercampur. Jangan sampai stopkontak ekstensi basah karena hal ini berisiko membuat kamu kesetrum dan semua peralatan yang dicolokkan terbakar.

    Demikian 7 hal ini yang tidak boleh dilakukan saat menggunakan stopkontak ekstensi. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Memilih Pipa Conduit Alias Pipa Kabel yang Aman untuk Instalasi Listrik


    Jakarta

    Saat memasang instalasi listrik di rumah pasti kamu melihat di dekat saklar lampu atau stop kontak terdapat pipa putih panjang dipasang. Pipa tersebut bernama pipa conduit.

    Menurut eepower.com, pipa conduit adalah pipa plastik atau logam yang mengalirkan kabel listrik dalam suatu instalasi, sekaligus melindungi kabel listrik dari kerusakan dari luar.

    Pipa ini memiliki permukaan yang keras dan tahan tekanan. Meski begitu, pipa conduit mudah untuk dipotong, fleksibel, dan cukup elastis apabila lubangnya perlu diperbesar.


    Cara pemasangan pipa conduit biasanya cukup ditempelkan ke dinding menggunakan klem pipa. Ada pula yang memasang pipa conduit di dalam dinding dengan membuat lubang selebar dan sepanjang pipa conduit yang akan dipasang. Biasanya metode penanaman kabel ini untuk memasang saklar lampu dan stop kontak.

    Pipa conduit memiliki beragam jenis berdasarkan bahannya seperti nilon, baja lapis, aluminium, baja tahan karat, PVC, hingga PVC transparan.

    Lalu bagaimana cara mengetahui pipa conduit yang aman untuk instalasi listrik di rumah? Melansir dari lesso.com, Selasa (6/2/2024) berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih pipa conduit yang tepat.

    1. Daya Tahan

    Instalasi listrik perlu dilindungi dengan maksimal dalam jangka waktu yang lama. Pipa conduit yang berfungsi mencegah gangguan dari luar pasti diharapkan tahan pada perubahan suhu, kedap air, tahan terhadap panas atau paparan sinar matahari.

    Maka lihat dari bahan pipa conduit yakni logam dan tidak logam. Pipa berbahan logam dikatakan tahan terhadap karat, pipa conduit berbahan PVC tidak mudah lembab dan tahan panas, dan pipa berbahan nilon tahan terhadap sinar UV dan fleksibel.

    2. Cara Pemasangan

    Semua pipa conduit mudah untuk dipasang terutama yang berbahan nilon dan PVC karena lebih fleksibel. Maka sebelum membeli, tentukan cara pemasangan pipa condiut, ingin ditempel tanpa membolongi dinding atau di permukaan dinding.

    Apabila ingin dibolongi agar tampilannya lebih rapih, maka pipa conduitt tersebut perlu ditanam di dalam dinding. Risikonya saat ada perbaikan pada listrik maka dinding perlu dibongkar untuk mengeluarkan pipa tersebut.

    Sedangkan untuk pipa conduit yang hanya ditempel di dinding jauh lebih mudah untuk dipasang dan dilepas. Agar pipa tidak menganggu estetika bisa diberi warna yang sama dengan cat dinding.

    3. Kebutuhan Kawat

    Pertimbangkan ukuran kawat, lebar penampang kabel, dan jumlah tikungan dalam satu rangkaian dalam instalasi listrik.

    – Kabel yang digunakan di area yang memiliki instalasi yang rumit seperti di pabrik dan koneksi antar mesin bisa memakai bahan PVC.

    – Untuk melindungi kabel listrik dan telekomunikasi, rangkaian luar ruangan bisa menggunakan bahan nilon.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com