Blog

  • 3 Tips Sederhana Agar Rumah Bebas Debu, Lebih Bersih dan Sehat!


    Jakarta

    Membersihkan rumah merupakan kegiatan yang wajib dilakukan secara berkala agar rumah jadi lebih bersih, sehingga bebas dari debu dan kotoran yang dapat memengaruhi kesehatan.

    Namun, debu dan kotoran terkadang bisa muncul dengan cepat sehingga mengotori rumah lagi. Padahal, kamu baru saja membersihkan rumah beberapa jam sebelumnya.

    Meski debu dapat dibersihkan, tapi proses pembersihannya dapat memakan waktu dan menghabiskan tenaga. Hati juga menjadi jengkel karena debu yang kembali muncul terus-menerus.


    Sebenarnya, ada sejumlah tips agar rumah bebas debu meski sudah dibersihkan. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Tips Sederhana Agar Rumah Bebas Debu

    Sejumlah pakar kebersihan membeberkan beberapa tips sederhana agar rumah bebas dari debu, bahkan hingga berminggu-minggu. Dilansir situs The Spruce, Kamis (13/11/2025), berikut tipsnya:

    1. Bersihkan Debu Pakai Kain Lembap

    Debu yang menempel di permukaan meja, lemari, karpet, atau perabotan rumah bisa dibersihkan pakai vacuum cleaner atau kemoceng. Namun, cara ini belum efektif mengangkat partikel debu secara menyeluruh.

    Pakar kebersihan dari Filthy Clean Bree Uebergang menyarankan penggunaan kain lembap untuk mengatasi debu. Jika material rentan tergores maka disarankan pakai kain microfiber yang halus.

    “Menyedot debu hanya akan mengangkat sebagian partikel-partikel debu. Pakai kain lap lembap dengan cara melipatnya menjadi empat bagian, lalu balikkan ke sisi yang bersih saat Anda mengelapnya,” ujarnya.

    2. Bersihkan Perabotan dari Sisi Atas ke Bawah

    Banyak pemilik rumah yang mengeluh karena masih ditemukan banyak debu meski sudah dibersihkan. Masalah ini bisa terjadi karena teknik membersihkan yang kurang tepat.

    Pakar kebersihan Marla Mock mengatakan cara yang tepat membersihkan debu di rumah yakni dari atas ke bawah. Sebagai contoh, bersihkan dulu bagian atas lemari, baru setelah itu mengelap debu di bagian dalam dan bawah lemari.

    Teknik bersih-bersih ini juga bisa dilakukan dengan membersihkan bagian langit-langit dan kipas angin gantung terlebih dulu, lalu perlahan turun ke jendela, dan terakhir ke area lantai.

    “Ingat, gravitasi sangat memengaruhi proses bersih-bersih di rumah,” ungkap Mock.

    3. Cuci Kain Secara Berkala

    Mock mengatakan debu dapat terus muncul karena kain yang ada di rumah jarang dibersihkan, seperti kain seprai, kain selimut, hingga gorden. Semakin kotor kain tersebut maka bisa muncul tungau debu yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan.

    “Debu dan tungau dapat terperangkap di seprai, gorden, dan kain lainnya di rumah,” ungkapnya.

    Mock menganjurkan untuk rutin mencuci kain setiap seminggu sekali dengan menggunakan air panas. Khusus gorden dapat dicuci setiap sebulan sekali.

    “Cuci kain seprai dengan air panas dengan suhu minimal 54 derajat Celcius untuk membunuh tungau debu,” pungkas Mock.

    Demikian tiga tips sederhana agar rumah bebas debu menurut sejumlah pakar kebersihan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Hilangkan Noda Cat di Karpet Bisa Pakai Sabun Cuci Piring, Begini Caranya


    Jakarta

    Kegiatan mengecat ruangan harus dilakukan secara hati-hati. Kalau tidak, cat bisa saja menempel ke sejumlah perabotan di rumah, salah satunya karpet.

    Cat yang menempel di permukaan karpet tentu bikin kesal. Apalagi jika karpet yang dimiliki ternyata punya harga mahal, tentu rasanya tak rela kalau ada noda cat meski cuma setitik.

    Namun jangan khawatir, bercak noda cat yang muncul di karpet masih dapat diatasi dengan mudah. Bagaimana caranya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Mudah Hilangkan Noda Cat di Karpet

    Shari Cedar selaku CEO AK Building Services mengatakan noda cat yang menempel di karpet masih bisa dibersihkan. Hanya saja, metode pembersihannya bisa berbeda-beda tergantung dari jenis cat dan bahan karpet.

    “Metode pembersihan karpet akan bergantung pada jenis cat dan bahan karpet,” kata Shari dikutip dari The Spruce, Senin (10/10/2025).

    Menurut Shari, cara paling umum untuk membersihkan noda cat di karpet adalah dengan menggunakan kain lembap. Oleskan kain secara perlahan untuk mengangkat noda cat tanpa merusak bahan karpet.

    Selain itu, ketahui juga apakah noda cat masih basah atau sudah kering. Kalau masih basah dapat dibersihkan langsung dengan cara dilap pakai kain. Namun kalau sudah terlanjur kering maka agak sulit dihilangkan.

    “Cat berbahan dasar air lateks biasanya dapat dihilangkan dengan air dan sabun cuci piring,” ujarnya.

    Agar tidak salah, simak langkah-langkah membersihkan noda cat basah dan kering yang menempel di karpet:

    Cara Membersihkan Cat Lateks Basah

    1. Keringkan karpet dengan kain bersih atau tisu dapur. Jangan menggosok noda cat karena bisa menyebar ke permukaan karpet
    2. Lap karpet secara perlahan sampai tidak menyisakan noda. Jika kain sudah penuh cat bisa diganti dengan yang baru
    3. Siapkan wadah berisi air hangat dan tuang 1-2 tetes sabun cuci piring
    4. Rendam kain bersih ke dalam wadah tersebut, lalu peras hingga kain lembap
    5. Bersihkan noda dengan kain lembap hingga hilang.

    Cara Membersihkan Cat Lateks Kering

    1. Kikis perlahan noda cat yang sudah mengering di karpet. Bisa menggunakan pisau tumpul atau pengikis plastik
    2. Isi wadah berisi air hangat dan tuang 1-2 tetes sabun cuci piring
    3. Rendam kain bersih ke dalam wadah tersebut, lalu peras hingga kain lembap
    4. Bersihkan noda dengan kain lembap hingga hilang.

    Khusus karpet berbahan wol bisa menuangkan air dan sabun cuci piring terlebih dahulu di atas noda cat, lalu dilap dengan kain kering. Sementara karpet berbahan sintetis bisa dikeringkan dahulu dengan kain kering, baru dibasahi menggunakan air hangat dan sabun cuci piring.

    Itulah cara mudah membersihkan noda cat yang menempel di karpet. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Hindari 6 Hal Ini Kalau Mau Renovasi Rumah Lancar Tanpa Drama


    Jakarta

    Renovasi rumah memang menjanjikan perubahan yang menyenangkan. Banyak orang membayangkan prosesnya akan berjalan lancar selama ada tukang, waktu, dan anggaran yang disiapkan.

    Tapi di balik prosesnya sering muncul drama yang bisa memicu perdebatan dengan tukang yang mengerjakannya. Mulai dari biaya yang tiba-tiba berubah, hasil pekerjaan yang kurang sesuai harapan, hingga jadwal yang terus mundur. Semua ini biasanya berawal dari titik konflik yang kurang diperhatikan.

    Sebagian besar persoalan muncul bukan karena kesalahan satu pihak tetapi karena komunikasi yang kurang jelas, detail pekerjaan yang tidak dirinci sejak awal, dan keputusan yang terlambat diberikan. Jika tidak diatur sejak awal, proyek renovasi bisa mudah bergeser dari rencana ideal menjadi kendala yang sebenarnya bisa saja dicegah.


    Dilansir dari situs Today’s Homeowner, Sabtu (15/11/2025), berikut beberapa konflik yang membuat proyek berantakan, namun sebenarnya bisa dicegah sejak awal.

    1. Komunikasi yang Buruk

    Penyebab terbesar proyek renovasi melebihi anggaran adalah komunikasi yang buruk antara pemilik rumah dan kontraktor. Jika apa yang dibicarakan berbeda dari apa yang dipahami, proyek bisa langsung kacau.

    Di lapangan, situasi seperti ini sering memicu konflik antara pemilik rumah dan tukang. Daftar pekerjaan tidak pernah benar-benar jelas. Pemilik rumah membayangkan hasil (A) sementara tukang mengerjakan (B), lalu harga tiba-tiba berubah karena item pekerjaan ternyata lebih banyak dari perkiraan awal.

    Untuk mencegah kekacauan seperti itu, solusi paling efektif adalah membuat daftar pekerjaan secara rinci, mulai dari volume, bahan, hingga spesifikasi teknis. Serta, pemilik rumah juga harus memastikan pihak kontraktor memahami dan menyetujui.

    2. Tidak Ada Perhitungan yang Detail

    Banyak pemilik rumah menetapkan anggaran hanya berdasarkan perkiraan kasar tanpa menghitung volume pekerjaan, harga material, atau risiko munculnya pekerjaan tambahan. Maka dari itu, membuat daftar yang juga menyertakan anggaran realistis itu penting.

    Dengan begitu, estimasi biaya tidak diserahkan kepada tukang yang terkadang berbeda pemahaman dengan pemilik rumah. Pemilik rumah perlu menghitung volume pekerjaan secara detail melalui rancangan anggaran biaya (RAB), meneliti harga material dan biaya tenaga kerja, serta menyiapkan anggaran sekitar 10-20 persen untuk mengantisipasi biaya tak terduga.

    3. Perubahan Mendadak

    Perubahan yang terjadi di tengah proyek adalah penyebab utama biaya membengkak. Setiap perubahan, sekecil apapun, bisa mempengaruhi jumlah material, tenaga kerja, dan waktu penyelesaian.

    Masalah ini sering muncul dari konflik hasil awal yang kurang sesuai ekspektasi. Banyak pemilik rumah memulai renovasi hanya dengan mengandalkan foto inspirasi, lalu merasa hasil awal tidak sesuai ekspektasi dan meminta perubahan. Solusinya adalah membuat gambar kerja lengkap, menentukan material sejak awal, dan sebisa mungkin menghindari perubahan yang tidak mendesak.

    4. Detail Teknis yang Terlewat

    Saat proyek berlangsung, sering muncul temuan tak terduga seperti pipa bocor, rangka dinding keropos, instalasi listrik usang, atau jamur yang tersembunyi. Masalah-masalah ini baru terlihat ketika pekerjaan sudah berjalan, sehingga bisa mengganggu jadwal dan menambah biaya.

    Hal ini berkaitan juga dengan masalah detail teknis yang terlewat. Stop kontak meleset, titik lampu salah, atau drainase miring kerap baru terlihat ketika proyek sudah setengah jalan. Solusinya adalah melakukan inspeksi awal pada plumbing, kelistrikan, dan struktur, dan membuat denah mekanikal elektrikal yang lengkap, serta menyiapkan anggaran biaya untuk keadaan tak terduga.

    5. Adanya Keterlambatan Stok Material

    Keterlambatan pengiriman barang, stok habis, atau perubahan harga material kerap membuat jadwal proyek bergeser. Masalah ini bisa menunda pekerjaan dan mempengaruhi keseluruhan timeline proyek.

    Namun, masalah timeline bukan hanya soal material. Persetujuan pemilik rumah yang molor, revisi terlambat, atau keputusan mendadak juga bisa menghentikan pekerjaan sementara. Solusinya adalah memesan material lebih awal, menetapkan batas waktu persetujuan misalkan 1×24 jam, dan membuat jadwal kerja mingguan sambil memantau progres secara rutin.

    6. Inflasi dan Kenaikan Harga

    Kenaikan harga material dan biaya tenaga kerja bisa membuat anggaran awal cepat habis. Jika proyek berjalan lama karena perubahan atau keterlambatan, biaya akan terus naik dan anggaran semakin membengkak.

    Masalah ini juga terhubung dengan permasalahan lain, seperti timeline molor membuat harga material naik, komunikasi memburuk, dan proyek pun semakin kacau. Solusinya adalah memesan material lebih awal untuk stok, tidak menunda keputusan penting, dan memastikan timeline tetap berjalan tanpa terkendala persetujuan yang lambat.

    Itulah beberapa permasalahan yang kerap memicu perdebatan dengan tukang. Cegah dan atasi sekarang agar proyek renovasi berjalan dengan lancar. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Kapan Saatnya Lantai Dipel? Ini Ciri-cirinya


    Jakarta

    Biasanya saat membersihkan rumah, penghuni akan mengepel lantai. Mengepel lantai perlu dilakukan agar rumah tetap bersih dan bebas kuman.

    Saat ingin mengepel lantai, bisa saja dilakukan seminggu sekali karena lantai masih terlihat bersih. Hal itu sebenarnya tidak masalah untuk dilakukan.

    Tapi, sebenarnya mengepel lantai itu minimal harus berapa kali sih?


    Menurut pemilik Bee Maids House Cleaning Services, Jorge Leiva, sebenarnya tidak ada jawaban pasti untuk hal tersebut. Tapi, sebaiknya mengepel lantai dilakukan minimal seminggu sekali, terlebih di area yang sering kotor seperti dapur.

    “Dan tergantung seberapa bersih rumah yang Anda inginkan, bisa saja dilakukan lebih dari sekali dalam seminggu,” katanya, dikutip dari Southern Living, Minggu (16/11/2025).

    Hal lain yang harus diperhatikan saat ingin mengepel lantai adalah berapa orang yang tinggal di rumah. Hal itu karena berpengaruh pada kotornya lantai karena sering diinjak-injak.

    Namun, Leiva menyarankan untuk mengepel berdasarkan kotornya lantai, bukan seberapa sering harus dilakukan.

    Tanda-tanda Lantai Harus Dipel

    Berikut ini beberapa tanda lantai harus dipel.

    1. Lantai Kusam atau Pudar

    Seiring berjalannya waktu, lalu lintas kaki yang terus-menerus akan menyebabkan lantai memudar dan kusam. Itu menjadi salah satu tanda lantai harus segera dipel.

    Rambut, debu, dan serat kain sering tersapu ke sudut-sudut, tempat mereka mulai menumpuk dengan sendirinya.

    3. Titik-titik Lengket

    Jika penghuni rumah menyadari kakinya terasa lengket saat berjalan di lantai, sudah saatnya lantai dipel.

    4. Nat yang Tampak Kotor

    Meskipun sering disapu, remah-remah dan kotoran dapat mengendap di antara ubin. Tumpahan sering meresap ke dalam nat dan membuatnya tampak kotor.

    5. Alergi Kambuh

    Pemilik rumah yang sensitif terhadap debu, serbuk sari, atau bulu hewan mungkin menyadari alergi mereka kambuh sebelum hal lainnya. Saat alergi kambuh, itu pertanda lantai harus dipel.

    Itulah informasi terkait waktu yang tepat untuk mengepel lantai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Kenapa Lantai Malah Lengket Habis Dipel? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Pernahkah ngepel lantai tapi setelahnya malah terasa lengket? Kejadian seperti itu pastinya bikin sebal, sebab penghuni sudah capek-capek mengepel tapi hasilnya mengecewakan.

    Padahal, penghuni bakal nyaman sekali kalau bisa berjalan di lantai yang bersih, kinclong, dan keset. Tapi tenang aja, ada kok cara memastikan lantai enggak lengket setelah dipel.

    Sebelum itu, penghuni rumah harus tau kenapa lantai bisa lengket usai dipel. Berikut ini penjelasannya.


    Penyebab Lantai Lengket Habis Dipel

    Inilah beberapa alasan lantai malah lengket setelah dipel, dikutip dari Maid2Match, Selasa (18/11/2025)

    1. Terlalu Banyak Cairan Pembersih

    Biasanya penghuni rumah suka mencampurkan cairan pembersih ke air pel. Terlalu banyak menuangkan cairan pembersih bisa meninggalkan residu di lantai. Residu itu yang bikin lantai lengket.

    Pastikan takaran cairan pembersih atau rasio produk dengan airnya sesuai. Ikuti petunjuk produk agar tidak berlebihan. Penghuni juga boleh pel lantai lagi setelahnya pakai air hangat buat menghilangkan sisa produk pembersih.

    2. Air Pel Kotor

    Lantai lengket habis pel dapat disebabkan oleh penggunaan air pel yang sudah kotor. Air pel kotor perlu diganti dengan yang baru ya. Jika tidak, sama saja menyebarkan kotoran di lantai.

    3. Lantai Kurang Kering

    Kebiasaan menginjak lantai saat lantai baru dipel bisa bikin lantai licin dan meninggalkan bercak lengket. Setelah dipel, lantai perlu dibiarkan dulu sampai kering.

    Buka jendela atau nyalakan kipas angin agar lantai cepat kering. Selain itu, penghuni dapat mengeringkan lantai pakai kain pel kering.

    4. Sisa Tumpahan

    Lantai dapur yang lengket bisa disebabkan oleh sisa kotoran yang tidak dibersihkan dengan benar. Misalnya ada sisa tumpahan jus atau saus yang belum tuntas dibersihkan. Oleh karena itu, penghuni perlu bersihkan tumpahan dulu sebelum mengepel seluruh lantai.

    5. Kain Pel Kotor

    Kain pel yang kotor justru menyebarkan kotoran pada lantai. Kain ini juga lembap sehingga meninggalkan residu lengket pada lantai.

    Nah, penghuni seharusnya mencuci kain pel setelah selesai mengepel lantai. Cuci kain pel pakai air panas dan detergen lembut, lalu biarkan mengering.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lantai lengket setelah dipel. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 6 Barang Ini Jangan Dicuci Pakai Mesin Cuci, Bisa Cepat Rusak!


    Jakarta

    Mesin cuci berfungsi untuk mencuci pakaian agar lebih bersih dan wangi. Namun, beberapa orang mengandalkan mesin cuci untuk membersihkan segala barang yang ada di rumah.

    Padahal, tidak semua barang dapat dicuci dengan mesin cuci. Alih-alih jadi bersih dan wangi, barang tersebut malah cepat rusak dan akhirnya tidak bisa digunakan lagi.

    Ingin tahu apa saja barang-barang yang jangan dicuci menggunakan mesin cuci? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Barang-barang Ini Jangan Dicuci Pakai Mesin Cuci

    Walau berfungsi untuk mencuci pakaian, tetapi tidak semua pakaian ataupun barang di rumah dapat dicuci di mesin cuci. Dilansir situs Better Homes & Gardens, Senin (17/11/2025), berikut sejumlah barang yang jangan dicuci menggunakan mesin cuci.

    1. Sepatu Kulit dan Suede

    Tidak masalah jika mencuci sepatu di mesin cuci, tetapi ada beberapa jenis bahan sepatu yang dilarang, seperti sepatu kulit dan suede. Sebab, sepatu jenis ini bisa rusak jika direndam dalam air sehingga perlu metode yang tepat untuk mencucinya.

    Sedangkan jenis sepatu yang terbuat dari kanvas, katun, nilon, atau poliester masih aman dicuci pakai mesin cuci. Namun, tetap disarankan mencucinya secara manual menggunakan tangan.

    2. Sweater Kasmir

    Secara umum, banyak sweater yang aman dicuci dengan mesin cuci. Namun, sweater berbahan kasmir (bulu halus kambing) sebaiknya dicuci menggunakan tangan. Jika mencucinya pakai mesin cuci maka bisa merusak bahan sweater.

    3. Pakaian yang Hanya Bisa Dicuci Tangan

    Setiap pakaian memiliki care label atau label perawatan pakaian untuk mengetahui cara merawat baju dengan tepat. Nah, ada beberapa jenis pakaian yang tidak bisa dicuci menggunakan mesin cuci karena pakaian tersebut bisa mudah rusak.

    Agar pakaian lebih awet dan bisa digunakan dalam waktu lama, disarankan untuk mencucinya secara manual menggunakan tangan. Beberapa jenis pakaian juga disarankan untuk dicuci tanpa air atau dry cleaning.

    4. Pakaian Berbahan Sutra dan Satin

    Pakaian yang menggunakan bahan sutra, satin, renda, atau sifon akan cepat rusak jika dicuci menggunakan mesin cuci. Sebab, bahan pakaian ini rentan tersangkut di mesin cuci atau menyusut.

    Pertimbangkan untuk mencuci pakaian secara manual daripada berisiko merusak baju. Kalau ragu, pakaian bisa dibawa ke penatu (laundry).

    5. Pakaian Berukuran Sangat Kecil

    Beberapa pakaian berukuran sangat kecil seperti kaus kaki bayi tidak disarankan dicuci menggunakan mesin cuci. Sebab, pakaian yang terlalu kecil berisiko dapat menyumbat saluran pembuangan air.

    Solusinya, masukkan pakaian berukuran kecil ke dalam kantong jaring agar bisa dicuci di mesin cuci. Selain lebih aman, cara ini juga dapat mencegah pakaian mudah rusak.

    6. Selimut Tebal dan Besar

    Mencuci selimut yang tebal dan besar sebaiknya jangan menggunakan mesin cuci di rumah. Sebab, beban yang berat dapat menghambat motor mesin cuci untuk bekerja secara optimal sehingga lebih cepat panas dan berpotensi rusak.

    Selain itu, beban yang berat membuat mesin cuci tidak mampu berputar secara maksimal sehingga selimut akan tetap kotor. Disarankan membawa selimut tebal ke laundry agar bisa dicuci secara bersih.

    Demikian enam barang yang sebaiknya jangan dicuci di mesin cuci. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Jangan Coba-coba Jual Rumah Kalau Ada 5 Kondisi Ini, Pokoknya Jangan!


    Jakarta

    Menjual rumah bekas atau second kebanyakan pasti harganya jauh lebih rendah daripada harga belinya. Hal ini dikarenakan pasar melihat properti tersebut pasti sudah mengalami banyak penurunan kualitas sehingga tidak bisa dihargai mahal.

    Harga rumah bekas juga bisa ditawar sadis oleh calon pembeli jika mereka menemukan banyak kerusakan dan kondisi rumah yang ternyata tidak terurus. Ada taktik yang bisa dilakukan pemilik rumah untuk menjaga nilai propertinya, yakni pastikan kondisi rumah dalam keadaan baik sebelum menjualnya.

    Dilansir dari Better Homes & Gardens, berikut beberapa hal yang harus segera dicek dan diperbaiki sebelum memutuskan untuk menjual rumah.


    1. Kerusakan Atap

    Kerusakan pada atap merupakan masalah serius karena dapat mengganggu kenyamanan dan berbahaya bagi penghuni rumah. Apalagi Indonesia hanya memiliki dua musim, sudah pasti saat musim hujan pasti kejadian atap bocor. Kebocoran juga kerusakan yang paling terlihat, bahkan tanpa perlu naik ke atap karena bisa dilihat dari plafon.

    Oleh karena itu, apabila calon pembeli menemukan kerusakan tersebut mereka memiliki celah dan alasan yang masuk akal untuk minta pengurangan harga.

    2. Kerusakan Akibat Air dan Jamur

    Imbas dari kebocoran, area sekitarnya pasti akan lembap dan jamur mudah tumbuh di sana. Tanda pertumbuhan jamur adalah noda warna atau biasanya berwarna gelap pada beberapa permukaan. Noda tersebut tidak mudah dibersihkan dan sebelumnya tidak ada di sana. Apabila menemukan penampakan seperti itu berarti bagian rumah tersebut berjamur.

    “Pemilik rumah harus segera memperbaiki sisa kerusakan akibat air di rumah mereka, bahkan jika itu hanya noda pada cat dari kebocoran sebelumnya yang telah diperbaiki,” kata Kate Wollman-Mahan, dari Coldwell Banker Warburg, seperti yang dikutip pada Rabu (19/11/2025).

    3. Perpipaan yang Rusak

    Perpipaan di rumah ada banyak fungsinya, bisa sebagai jalur masuknya air, pembuangan air, hingga jalur keluar masuknya udara. Sistem perpipaan di rumah harus dalam kondisi baik karena apabila ada kerusakan, dapat menurunkan nilai rumah karena penghuni berikutnya akan rugi untuk mengganti pipa dan air yang terbuang sia-sia

    Adanya kerusakan pada perpipaan juga bisa diketahui dengan mudah. Salah satunya dengan mengecek ketika pengisian air, mengecek tanda-tanda jamur pada bagian rumah, hingga perangkat sanitasi kamar mandi.

    “Kebocoran harus segera diperbaiki. Jika tidak segera diatasi, kebocoran biasanya akan menyebabkan kerusakan lebih parah atau membuat tagihan air kamu membengkak,” ujar George Rosko, seorang agen real estat.

    4. Masalah Struktural dan Fondasi

    Kerusakan di rumah yang benar-benar fatal dan dapat menurunkan nilai rumah adalah jika ada masalah struktural, seperti retak dinding yang besar, bangunan miring, lantai retak, keramik terangkat, hingga terdengar suara seperti rumah mengalami pergerakan.

    Apabila nekat menjual rumah yang mengalami kerusakan struktural, risikonya sangat besar karena rumah tersebut bisa saja tidak layak lagi dipakai. Pemilik rumah pasti tidak mau dipidana oleh keluarga pembeli karena rumah yang ambruk beberapa haru seteleh ditempati oleh penghuni baru, bukan?

    “Masalah struktural dan mendasar sulit dijelaskan karena hal itu menyiratkan adanya masalah lain di balik tembok tersebut,” kata Ivan Chorney, penasihat real estat di Compass.

    5. Perlengkapan Lampu Rusak

    Perlengkapan lampu merupakan perbaikan mudah yang sangat berguna saat menata rumah. Pastikan semua bohlam berfungsi, hal ini menghilangkan kekhawatiran pembeli akan kemungkinan adanya masalah pada kelistrikan.

    Kamu juga harus mengatasi masalah pencahayaan lain yang lebih serius yang memiliki implikasi besar terhadap keselamatan.

    Itulah beberapa masalah pada rumah yang harus segera diperbaiki agar tidak menurunkan nilai rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 6 Salah Kaprah yang Bikin Vacuum Cleaner Cepat Rusak


    Jakarta

    Saat ini sudah banyak peralatan canggih untuk membersihkan rumah. Salah satunya vacuum cleaner yang dapat menyedot segala jenis debu dan kotoran halus. Bahkan saat ini sudah muncul vacuum yang dapat menyedot cairan tanpa menyisakan warna pada permukaan yang basah.

    Meskipun peralatan sudah canggih, masih ditemukan beberapa vacuum cleaner tidak memahami cara memakai peralatan tersebut. Alhasil bukannya rumah jadi bersih, justru lebih kotor.

    Dilansir dari Homes & Gardens, berikut beberapa kesalahan saat menggunakan vacuum cleaner yang bikin alatnya cepet rusak.


    1. Memakai Jenis Vacuum Cleaner yang Tidak Sesuai

    Vacuum cleaner memiliki beberapa jenis yang dibedakan oleh fungsinya. Sebagai contoh ada yang bisa menyedot kotoran kering dan basah. Sebelum membeli dan memakainya, pengguna harus mengecek mana alat yang sesuai dengan kebutuhan.

    “Misalnya, penyedot debu tegak paling baik untuk karpet, karena biasanya lebih kuat daripada penyedot debu tanpa kabel. Jika Anda memiliki karpet atau permadani yang lebih tebal, penting untuk menggunakan penyedot debu yang paling cocok untuk jenis permukaan ini, dan memungkinkan Anda mengumpulkan semua kotoran dan kotoran di dalam serat tebal tersebut,” tutur Manager di Online Carpets, James Higgins, seperti yang dikutip pada Kamis (20/1/2025).

    2. Tidak Memasang Alat-alat dengan Benar Sesuai Fungsinya

    Kesalahan lainnya disebabkan salah memasang alat tambahan pada vacuum cleaner. Alat tambahan ini bentuknya seperti bentuk moncong dari vacuum cleaner. Umumnya semakin rapat penghalangnya berarti semakin halus kotoran yang tersedot. Memakai alat tambahan yang sesuai juga mencegah perabotan di rumah rusak.

    3. Memakai Vacuum Cleaner Terburu-buru

    Prinsip memakai vacuum cleaner sama dengan sapu biasanya, yakni jangan dipakai terburu-buru agar semua kotoran dapat terangkat. Namun, banyak orang mengira ketika memakai vacuum cleaner justru harus cepat-cepat karena kotoran halus mudah terhisap. Padahal dengan menggerakkan vacuum cleaner secara lambat dan stabil lebih cepat membersihkan kotoran.

    “Pertahankan kecepatan yang lambat namun stabil agar peralatan Anda memiliki peluang terbaik untuk mengangkat semua kotoran, terutama saat menyedot debu dan membersihkan karpet,” kata CEO dan Founder Sparking Clean Pro, Vanessa Bossart.

    4. Menyedot Kotoran yang Besar

    Sebelum memakai vacuum cleaner, penting untuk diketahui bahwa peralatan ini didesain untuk menyedot kotoran kecil, bukan yang besar hingga tidak muat masuk ke dalam vacuum. vacuum cleaner tanpa mengangkat kotoran yang besar.

    “Menyedot debu pada benda keras seperti batu mungkin tampak tidak berbahaya, namun dapat merusak penyedot debu Anda. Hindari hal ini dengan mengambil benda keras yang terlihat sebelum menyedot debu. Jika Anda memiliki lantai kayu keras, pertimbangkan untuk menyapu sebelum menyedot debu untuk mencegah potensi kerusakan pada penyedot debu Anda,” ujar CEO Bringer Appliance Repair David Bringer.

    5. Tidak Membuang Kotoran pada Vacuum Cleaner

    Semua penyedot debu atau vacuum cleaner memiliki batas maksimal keterisian dan banyak orang mengabaikannya. Hal ini bisa berdampak buruk pada vacuum cleaner.

    “Jika kantong terlalu penuh, daya hisapnya berkurang karena semakin sedikit ruang untuk mengalirkan udara. Penyedot debu juga tidak mengangkat kotoran, dan bahkan bisa menjadi terlalu panas, sehingga membahayakan daya tahan dan memperpendek masa pakainya,” jelas Cleaning Expert dan Operations Manager di Deluxe Maid, James King.

    Maka dari itu, penting untuk mengosongkan kantong sampah pada vacuum cleaner ketika sudah setengah penuh.

    6. Tidak Membersihkan Vacuum Cleaner

    Membersihkan vacuum cleaner perlu dilakukan agar alat tersebut tetap awet. Namun, masih saja ada yang jarang membersihkannya.

    “Jadikan rutinitas untuk membersihkan vacuum cleaner. Saat kantung debunya penuh, bersihkan. Filternya? Bersihkan atau ganti seperti yang ada di manual. Dan jangan lupa untuk memeriksa apakah ada yang menghambat pada selang atau bagian sikat. Rutin membersihkan vacuum cleaner berarti alat tersebut bisa tetap bekerja dengan baik,” kata Profesional Cleaner dan General Manager di Park Slope Cleaning, Diana Ciechorska.

    Itulah beberapa kesalahan dalam penggunaan vacuum cleaner. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Panduan Pasang Sakelar dan Stop Kontak, Salah Posisi Bisa Berabe


    Jakarta

    Sakelar dan stop kontak adalah salah satu material penting yang tidak boleh dilewatkan pada suatu bangunan untuk instalasi listrik rumah.

    Sakelar berfungsi menjadi sumber tegangan baik untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik yang mengarah ke lampu. Sementara, stop kontak memiliki fungsi sebagai terminal penghubung antara arus listrik dengan beban, antara lain televisi, kulkas, dan perangkat lainnya.

    Dikutip dari Wilson Cables, Jumat (24/11/2023), pemasangan sakelar dan stop kontak sangat penting terutama pada pemasangan yang letaknya di dalam dinding. Oleh karena itu, berikut ini adalah tips posisi sakelar yang harus kamu perhatikan agar sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan standar pemasangan.


    Panduan Memasang Sakelar dan Stop Kontak

    Ada beberapa hal yang perlu kamu perlu perhatikan dalam pemasangan sakelar dan stop kontak, diantaranya penentuan titik pemasangan, baik secara tata letak maupun ketinggian yang sesuai dengan standar PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik).

    Penentuan titik pemasangan sakelar dan stop kontak selain untuk menjaga keamanan, hal ini juga mempengaruhi estetika ruangan. Pemasangan ini juga perlu mempertimbangkan kebutuhan dan fungsi perangkat elektronik yang kamu gunakan di rumah, sehingga kamu tidak memposisikan stop kontak terlalu tinggi maupun terlalu rendah.

    Selain itu, sakelar dan stop kontak juga perlu material listrik tambahan, selain pipa conduit untuk jalur kabel ada material tambahan yang disebut dengan inbow dus. Inbow dus memiliki fungsi sebagai tempat penyambungan kabel dengan menanam stop kontak dan sakelar di dalam dinding.

    Cara Menentukan Posisi sakelar dan Stop Kontak

    Untuk menentukan posisi sakelar dan stop kontak, penempatan tinggi rendahnya harus dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini adalah posisi sesuai dengan standar PUIL 2011

    Posisi Bawah

    Pemasangan sakelar dan stop kontak dibawah setidaknya harus memiliki ketinggian 40 cm dari permukaan lantai dan biasanya ini untuk kepentingan perangkat elektronik yang memerlukan pemasangan kabel power seperti kulkas, televisi, perangkat audio, dan mesin cuci. Posisi ini harus dalam pengawasan dan tetap aman dari jangkauan anak-anak, sehingga pilihlah stop kontak yang memiliki penutup untuk menghindari bahaya.

    Posisi atau Letak Stop KontakPosisi atau Letak Stop Kontak Foto: Wilson Cables

    Posisi Tengah

    Posisi tengah pemasangan disarankan memiliki ketinggian 105 cm dari permukaan lantai. Biasanya posisi tengah diperlukan untuk penempatan sakelar yang berada dekat dengan tempat tidur dan ketinggian ini biasanya dipakai pada kamar tidur hotel, sehingga tamu dengan mudah menggapai sakelar dan stop kontak.

    Posisi atau Letak Stop KontakPosisi atau Letak Stop Kontak Foto: Wilson Cables

    Posisi Sejajar dengan Badan

    Umumnya dalam instalasi rumah dan bangunan lainnya, posisi ini paling sering dipakai dan memiliki ketinggian sekitar 145-150 cm dari permukaan lantai. Jika rumah kamu memiliki posisi sakelar yang sejajar dengan badan, disarankan untuk menempatkan perabotan meja atau lemari yang berdekatan dengan arus listrik tersebut agar mudah untuk mempermudah kebutuhan perangkat elektronik kamu. Misalnya, jika kamu ingin mengecas HP, pastikan kabel tidak menggantung dengan menempatkan di meja atau perabotan sekitar.

    Posisi atau Letak Stop KontakPosisi atau Letak Stop Kontak Foto: Wilson Cables

    Posisi Atas

    Posisi atas ini lebih sering dipakai untuk instalasi stop kontak pada alat yang membutuhkan aliran listrik seperti kipas kamar mandi, AC (Air Conditioner), atau pemanas air seperti water heater yang posisinya dekat dengan plafon dibanding permukaan lantai. Jarak untuk pemasangan stop kontak ini disarankan ketinggian 20 cm dari plafon atau 280 cm dari permukaan lantai.

    Posisi atau Letak Stop KontakPosisi atau Letak Stop Kontak Foto: Wilson Cables

    Posisi di Permukaan Lantai

    Ini adalah posisi pemasangan lantai yang berguna sebagai penghubung kebutuhan arus listrik elektronik yang berada di luar atau dalam ruangan jauh dari stop kontak dinding. Jenis stop kontak ini pun khusus yang memiliki pengaman tambahan agar tidak mudah pecah atau korsleting listrik.

    Posisi atau Letak Stop KontakPosisi atau Letak Stop Kontak Foto: Wilson Cables

    Itu tadi penjelasan mengenai posisi ketinggian sakelar dan stop kontak yang perlu kamu perhatikan. Jarak ketinggian dalam penempatan arus listrik ini akan berbeda karakteristik dan jenis yang digunakan sehingga sesuaikan standar yang direkomendasikan oleh PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik)

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mudah Mengatasi Engsel Pintu yang Macet



    Jakarta

    Pernahkah kamu kesulitan membuka dan menutup pintu? Bisa jadi hal itu terjadi karena engsel pintu yang macet. Tentu, masalah ini bisa sangat menjengkelkan, terutama jika terjadi pada pintu utama rumah.

    Nah, lalu bagaimana cara untuk membuka engsel pintu yang macet. Simak pembahasan berikut.

    Tips Membuka Engsel Pintu yang Macet

    Melansir dari Kanovi, Sabtu (25/11/2023), berikut beberapa tips yang bisa kamu coba untuk mengatasi engsel pintu yang macet.


    1. Periksa Engsel Pintu

    Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah memeriksa kondisi engsel pintu. Coba periksa apakah engsel tersebut dalam kondisi yang baik. Jika engselnya macet bisa jadi karena sudah aus atau rusak, maka kamu perlu menggantinya dengan yang baru. Namun, jika engselnya masih dalam kondisi baik, maka kamu bisa mencoba langkah selanjutnya.

    2. Bersihkan Engsel Pintu

    Selanjutnya, coba bersihkan engsel pintu dari kotoran atau debu yang menempel. Kotoran atau debu bisa membuat engsel pintu menjadi macet. Gunakan kuas atau sikat kecil untuk membersihkan engsel pintu. Setelah bersih, cobalah membuka dan menutup pintu untuk melihat apakah engselnya sudah mulai berfungsi dengan baik.

    3. Oleskan Pelumas pada Engsel Pintu

    Jika engsel pintu masih terasa macet setelah dibersihkan, maka cobalah mengoleskan pelumas pada engsel tersebut. Pelumas bisa membantu mengurangi gesekan pada engsel pintu dan membuatnya lebih mudah untuk dibuka atau ditutup. Pastikan kamu menggunakan pelumas yang tepat untuk engsel pintu agar tidak merusaknya.

    4. Periksa Bagian Lain dari Pintu

    Jika engsel pintu masih terasa macet setelah langkah-langkah di atas, maka coba periksa bagian lain dari pintu. Ada kemungkinan bahwa masalahnya bukan pada engsel pintu, melainkan pada bagian lain seperti gagang pintu atau kunci pintu. Periksa juga apakah ada benda atau hambatan lain yang menghalangi pintu untuk dibuka atau ditutup dengan lancar.

    5. Panggil Ahli

    Jika semua langkah di atas tidak berhasil, maka kamu mungkin perlu memanggil ahli untuk memperbaiki pintu kamu. Jangan mencoba memperbaiki sendiri jika kamu tidak memiliki pengetahuan atau pengalaman yang cukup, karena hal tersebut bisa membuat masalah engsel macet jadi lebih buruk.

    Cara Mencegah Engsel Pintu Macet Kembali

    Setelah kamu berhasil membuka engsel pintu yang macet, pastikan kamu juga melakukan tindakan pencegahan agar masalah serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari. Beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah engsel pintu dari masalah yang sama antara lain:

    Bersihkan Engsel Pintu Secara Teratur

    Membersihkan engsel pintu secara teratur bisa membantu mencegah masalah pada engsel tersebut. Coba untuk membersihkan engsel pintu setidaknya sekali dalam beberapa bulan.

    Oleskan Pelumas pada Engsel Pintu Secara Teratur

    Setelah membersihkan engsel pintu, jangan lupa untuk mengoleskan pelumas pada engsel tersebut. Lakukan hal ini secara teratur agar engsel pintu tetap lancar dan tidak macet.

    Demikian tips mudah mengatasi engsel pintu yang macet. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com