Blog

  • Doa dan Dzikir Pagi untuk Pembuka Pintu Rezeki



    Jakarta

    Doa dan dzikir menjadi amalan yang dapat dikerjakan pagi hari. Ini termasuk ibadah yang mengundang datangnya rezeki.

    Rezeki bisa datang dari pintu mana saja yang dikehendaki Allah SWT. Namun, manusia tetap harus melakukan usaha dan upaya untuk menjemputnya. Usaha ini meliputi bekerja, berdoa dan tawakal.

    Allah SWT memerintahkan manusia untuk berusaha mencari rezeki dengan cara-cara yang diridhai-Nya. Kemudian berdoa memohon hasil yang terbaik dan selanjutnya bertawakal yaitu menyerahkan semua hadil usaha tersebut hanya kepada Allah SWT.


    Mengutip buku Amalan-amalan Pembuka Pintu Rezeki oleh Nasrudin dan Husnul Akib, dijelaskan bahwa rezeki yang banyak atau sedikit tetaplah merupakan karunia dari Allah SWT yang wajib disyukuri.

    Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 7,

    وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

    Artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

    Dalam hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Kekayaan bukanlah banyaknya harta benda, akan tetapi kekayaan adalah kekayaan hati.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Doa dan Dzikir Pembuka Pintu Rezeki

    Sebagai salah satu usaha untuk menjemput rezeki adalah dengan berdoa dan memohon kepada Allah SWT.

    Rasulullah SAW mengajarkan doa pembuka rezeki, berikut bacaannya,

    بِسْمِ اللهِ عَلَى نَفْسِي وَمَالِي وَدِيْنِيْ. اَللَّهُمَّ رَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا قُدِّرَ لِيْ حَتَّى لَا أُحِبَّ تَعْجِيْلَ مَا أَخَّرْتَ وَلَا تَأْخِيْرَ مَا عَجَّلْتَ

    Arab latin: Bismillâhi ‘ala nafsî wa mâlî wa dînî. Allâhumma radhdhinî bi qadhâ’ika, wa bârik lî fîmâ quddira lî hattâ lâ uhibba ta’jîla mâ akhkharta, wa lâ ta’khîra mâ ‘ajjalta.

    Artinya: Dengan nama Allah yang menguasai diri, harta, dan agamaku. Tuhanku, kondisikan batinku agar rela menerima ketentuan-Mu. Berkatilah aku pada semua yang ditakdirkan untukku sehingga aku enggan menyegerakan apa yang Kautunda dan enggan menunda apa yang Kausegerakan.

    Kemudian bisa juga dilanjutkan dengan membaca doa berikut yang termaktub dalam Al-Qur’an surat At Talaq ayat 3,

    وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

    Artinya: Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

    Dzikir Pagi Pembuka Pintu Rezeki

    Selain memanjatkan doa, umat Islam juga bisa mengamalkan dzikir pagi untuk membuka pintu rezeki. Merangkum buku Koleksi Lengkap Dzikir Pagi Petang karya Ustaz Abdul Wahhab, berikut susunan dzikir pagi.

    1. Ayat Kursi

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

    Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm

    Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.”

    2. Surat Al Ikhlas, Surat Al Falaq, dan Surat An Nas Masing-Masing 3 Kali

    قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤

    qul huwallāhu aḥad allāhuṣ-ṣamad lam yalid wa lam yụlad wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.” (QS Al Ikhlas: 1-4)

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥

    qul a’ụżu birabbil-falaq min syarri mā khalaq wa min syarri gāsiqin iżā waqab wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya),dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” (QS Al Falaq: 1-5)

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦

    qul a’ụżu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min syarril-waswāsil-khannās allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās minal-jinnati wan-nās

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS An Nas: 1-6)

    3. Zikir

    أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

    Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

    Artinya: “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.”

    Lanjutkan dengan bacaan dzikir berikut,

    اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

    Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.

    Artinya: “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).”

    4. Sayyidul Istighfar

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

    Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”

    Lanjutkan dengan membaca dzikir berikut,

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

    Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah, Shahih Ibnu Majah)

    5. Membaca Subhaanaallaahi wabihamdih 100 kali
    سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

    Subhaanaallaahi wabihamdih

    Artinya:”Maha Suci Allah sambil memuji-Nya”

    6. Membaca Zikir

    لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُi

    Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir

    Artinya:”Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.”

    7. Membaca Zikir Berikut 3 Kali

    .سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

    Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.

    Artinya: “Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.”

    8. Membaca Zikir Berikut
    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).”

    9. Membaca Istighfar 100 Kali

    أَسْتَغْفِرُ الله وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    Astaghfirullaaha waatuubu ilaiih

    Artinya:”Aku meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”

    Dzikir ini bisa diamalkan setiap hari setelah salat subuh atau diamalkan pagi hari sebelum berangkat menjemput rezeki.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Doa Rabu Wekasan dan Artinya yang Bisa Diamalkan Muslim


    Jakarta

    Doa Rabu Wekasan dan artinya dapat dibaca muslim pada Rabu terakhir bulan Safar. Rabu wekasan adalah tradisi masyarakat Jawa, Sunda dan Madura yang masih berlangsung hingga kini.

    Menurut buku Kitab Doa-doa Tolak Bala karya Siti Nur Aidah, bulan Safar diidentikan dengan musim atau cuaca pancaroba yang kurang baik. Oleh karenanya, diadakan tradisi Rabu Wekasan yang dipercaya dapat menolak bala atau bencana di daerahnya.

    Diterangkan dalam buku Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut untuk Mahasiswa tulisan Hamidulloh Ibda, Rabu Wekasan termasuk ikhtiar dari muslim untuk menjaga keseimbangan alam. Sebab, ketika tradisi tersebut berlangsung maka masyarakat mendekatkan diri pada Allah SWT agar dijauhkan dari segala musibah.


    Sementara itu, mengenai doa Rabu Wekasan tidak ada bacaan khusus. Jadi, penyebutan doa Rabu Wekasan mengacu pada doa tolak bala yang tercantum dalam sejumlah hadits Rasulullah SAW.

    7 Doa Rabu Wekasan dan Artinya

    Berikut bacaan doa Rabu Wekasan yang dinukil dari buku Doa-doa Pilihan karya KH Ahmadi Isa dan Doa Penangkal Kejahatan tulisan M Syukron Maksum dkk.

    1. Doa Rabu Wekasan Versi Pertama

    اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Arab latin: Allaahummadfa’ ‘annal ghalaa-a wal balaa-a wal wabaa-a wal fahsyaa-a wal munkara was suyuufal mukhtalifah wasy syadaa-ida wal mihana maa zhahara minhaa wa maa bathana min baladinaa haadzaa khaassatan, wa min buldaanil muslimiina ‘aammatan innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.

    Artinya: “Ya Allah, hindarkanlah kami dari malapetaka, bala dan bencana, kekejian dan kemungkaran, sengketa yang beraneka, kekejaman dan peperangan yang tampak dan tersembunyi dalam negara kami khususnya, dan dalam negara kaum muslimin umumnya. Sesungguhnya Engkau, Ya Allah, Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

    2. Doa Rabu Wekasan Versi Kedua

    اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الْخَيْرِ وَأَبْوَابَ الْبَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ الْقُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ الْعَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الْجَنَّةِ . اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الْكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الْآخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ

    Arab latin: Allaahummaftah lanaa abwaabal khair, wa abwaabal barakah, wa abwaaban ni’mah, wa abwaabar rizqi, wa abwaabal quwwah, wa abwaabash shihhah, wa abwaabas salaamah, wa abwaabal ‘aafiyah, wa abwaabal jannah. Allaahumma ‘aafinaa min kulli balaa-id dunyaa wa ‘adzaabil aakhirah, washrif ‘annaa bi haqqil Qur-aanil ‘azhiim wa nabiyyikal kariim syarrad dunyaa wa ‘adzaabal aakhirah. Ghafarallaahu lanaa wa lahum bi rahmatika yaa arhamar raahimiin. Subhaana rabbika rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun, wa salaamun ‘alal mursaliina walhamdulillaahi rabbil ‘aalamȋn.

    Artinya: “Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah, dan pintu surga. Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hak Al-Qur’an yang agung dan derajat nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Dzat yang maha pengasih. Maha suci Tuhanmu, Tuhan keagungan, dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”

    3. Doa Rabu Wekasan Versi Ketiga

    اللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلاَءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

    Arab latin: Allahumma innii a-uudzubika min jahdil balaa-i wa darkisy syaqaa-i wa suu-il qadhaa-i wa syamaatatil a’daa-i.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bala yang berat, kecelakaan yang menimpa, ketentuan yang buruk, serta kejahatan musuh yang zalim.” (HR Bukhari, Muslim, dan Nasa’i)

    4. Doa Rabu Wekasan Versi Keempat

    مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

    Arab latin: Maa syaa-allaahu laa quwwata illa billaahi.

    Artinya: “Segalanya atas kehendak Allah, tiada kekuatan selain milik Allah.” (HR Ibnu Sunni dari Anas RA)

    5. Doa Rabu Wekasan Versi Kelima

    اللّٰهُمَّ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ وَسِرِّ الْفَاتِحَةِ يَا فَارِجَ الْهَمِّ وَيَاكَاشِفَ الْغَمِّ، يَامَنْ لِعِبَادِهِ يَغْفِرُوَيَرْحَمُ، يَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَا اَللّٰهُ وَيَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَارَحْمٰنُ وَيَادَافِعَ الْبَلَاءِ يَارَحِيْمُ

    Arab latin: Allahumma bihaqqil faatihah wasirril faatihah yaa faarijal hammi wa yaa kaasyifal ghammi, yaa man li ‘ibaadihi yaghfiru wa yarham, yaa daafi’al bala-i yaa Allah, wa yaa daafi’al bala-i ya rahmaan, wa yaa daafi’al bala-i yaa rahiim.

    Artinya: “Ya Allah, dengan kebenaran Al-Fatihah, dan rahasia Al-Fatihah, lepaskan kami dari pekerjaan yang menyusahkan, hindarkan dari duka cita. Wahai Yang Maha Pengampun dan Pengasih terhadap hamba-Mu. Wahai yang menolak bala, ya Allah. Wahai yang menolak bala, Wahai Yang Pengasih. Wahai yang menolak bala, Wahai Yang Penyayang.”

    6. Doa Rabu Wekasan Versi Keenam

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab latin: Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fissamaa-i, wa huwas samii’ul ‘aliim.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

    7. Doa Rabu Wekasan Versi Ketujuh

    Berikut doa Rabu Wekasan versi lain yang bisa diamalkan seperti dikutip dari buku Kumpulan Doa, Dzikir dan Sholawat Al Khoirot tulisan A Fatih Syuhud.

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اللهم بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ وَأُمِّهِ وَبَنِيْهِ اِكْفِنِيْ شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ تَعَالىَ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

    Arab latin: Alhamdulillahi rabbil’aalamina washollallaahu ta’aalaa ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi washohbihi wasallama. Allahumma yaa syadiidal quraa wayaa syadidal mihali yaa ‘adzidzu yaa man dzallat. Li’izzatika jamii’u khalqika ikfinii min jamii’I khalqika yaa muhsinu yaa mujammilu yaa mutafadh-dhilu yaa mun’imu yaa mukrimu yaa man laa ilaaha illa anta bi rahmatika yaa arhamar raahimiin. Allaahumma bisirril hasani wa akhiihi wa jaddihi wa abiihi ikfinii syarra haadzal yawma wa maa yanzilu fiihi yaa kaafii fasayakfiyukahumul-laahu wa huwas-samii’ul ‘aliim. Wa hasbunallaahu wa ni’mal wakiilu wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. Wa shallallaahu ta’aalaa ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wasallam.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah memberikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya. Ya Allah, yang Maha Perkasa, segala makhluk tunduk kepada kemuliaan-Mu. Lindungilah aku dari segala makhluk-Mu. Wahai dzat yang Maha Baik, yang Maha Indah, yang Maha Pemurah, yang Maha Pemberi, dan yang Maha Mulia, sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Engkau. Berikanlah aku rahmat-Mu wahai dzat yang Maha Pemurah di antara yang pemurah. Ya Allah, dengan rahasia Hasan, saudara kandungnya, kakeknya, ayahnya, ibunya, dan anak-anaknya, lindungilah aku dari segala kejahatan hari ini dan apa yang turun pada hari ini. Wahai yang Maha Cukup untuk mengatasi semua urusan, wahai yang Maha Menjauhkan bencana. Cukuplah Allah sebagai pelindung kami dan Dia-lah sebaik-baiknya pelindung. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas izin Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad dan keluarganya serta sahabatnya.”

    Itulah kumpulan doa Rabu Wekasan yang bisa dibaca oleh muslim. Semoga bermanfaat.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Tolak Bala, Bisa Diamalkan saat Rebo Wekasan


    Jakarta

    Doa tolak bala bisa menjadi amalan rutin yang dikerjakan setiap hari. Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT melindungi dari berbagai bahaya dan musibah.

    Rebo Wekasan adalah tradisi yang dilakukan masyarakat Indonesia setiap hari Rabu di akhir bulan Safar dalam kalender Hijriah. Rebo Wekasan menjadi salah satu momen untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Termasuk memohon perlindungan dari musibah.

    Salah satu amalan yang dikerjakan pada Rebo Wekasan adalah berdoa. Allah SWT berfirman sebagaimana termaktub dalam surat Ghafir ayat 60 tentang perintah berdoa,


    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ ۝٦٠

    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Mengutip buku Doa, ‘Senjata’ yang Terabaikan karya Afrinaldi Yunas, doa merupakan permintaan untuk melakukan atau melarang berbuat sesuatu dari yang status, derajat atau levelnya lebih rendah kepada yang lebih tinggi. Doa adalah cara bagi seorang hamba untuk meminta dan memohon sesuatu kepada Tuhannya.

    Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Doa itu adalah ibadah.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

    Kemudian dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang tidak meminta kepada Allah SWTmaka akan memperoleh murka-Nya.” (HR Tirmidzi)

    Doa Tolak Bala

    Berikut beberapa doa selamat dan doa agar dilindungi dari musibah. Doa ini kerap disebut sebagai doa tolak bala, sebagaimana dikutip dari buku Doa-Doa Pilihan yang disusun oleh KH Ahmadi Isa:

    1. Doa Memohon Selamat Dunia Akhirat

    اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Alloohumma aatinaa fid dun-yaa hasanatan wa fil aakhiroti hasanatan wa qinaa adzaaban naari

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (HR An-Nasai)

    2. Doa Meminta Perlindungan Allah SWT

    اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

    Allaahumma laa sahla illaa maa ja-‘altahu sahlaa, wa anta taj-‘alul hazna idza syi-ta sahlaa.

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan). Jika Engkau kehendaki, pasti akan menjadi mudah.”

    3. Doa Tolak Bala

    اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةٌ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

    Allaahummadfa’ ‘annal ghalaa-a, wal balaa-a, wal wabaa-a, wal fahsyaa-a, wal munkara, was-suyuufal mukhtalifata, wasy-syadaa-ida, wal mihana maa zhahara minhaa, wa maa baathana min baladinaa haadzaaa khaassatan, wa min buldaanil muslimiina ‘aammatan. Innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.

    Artinya: “Ya Allah, hindarkanlah kami dari malapetaka, bala dan bencana, kekejian dan kemungkaran, sengketa yang beraneka, kekejaman dan peperangan, yang tampak dan tersembunyi dalam negara kami khususnya, dan dalam negara kaum muslimin umumnya. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

    4. Doa agar Dijauhkan dari Keburukan

    اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الْخَيْرِ وَأَبْوَابَ الْبَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ الْقُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ الْعَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الْجَنَّةِ . اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الْكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الْآخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ

    Allaahummaftah lanaa abwaabal khair, wa abwaabal barakah, wa abwaaban ni’mah, wa abwaabar rizqi, wa abwaabal quwwah, wa abwaabash shihhah, wa abwaabas salaamah, wa abwaabal ‘aafiyah, wa abwaabal jannah. Allaahumma ‘aafinaa min kulli balaa-id dunyaa wa ‘adzaabil aakhirah, washrif ‘annaa bi haqqil Qur-aanil ‘azhiim wa nabiyyikal kariim syarrad dunyaa wa ‘adzaabal aakhirah. Ghafarallaahu lanaa wa lahum bi rahmatika yaa arhamar raahimiin. Subhaana rabbika rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun, wa salaamun ‘alal mursaliina walhamdulillaahi rabbil ‘aalamȋn.

    Artinya: “Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah, dan pintu surga. Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hak Al-Qur’an yang agung dan derajat nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Dzat yang maha pengasih. Maha suci Tuhanmu, Tuhan keagungan, dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”

    5. Doa Dijauhkan dari Bencana

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).”

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pernah Meminta Kematian, Ini Penjelasan Haditsnya


    Jakarta

    Allah SWT sudah memberikan takdir masing-masing untuk setiap makhluk hidup di dunia ini. Hidup dan mati makhluk juga sudah ditentukan oleh Allah SWT.

    M Quraish Shihab mengatakan dalam bukunya Kematian Adalah Nikmat, “Orang banyak yang tidak mengetahui bahwa dalam satu butir tumbuhan terdapat kehidupan dan dia berpotensi untuk berkembang. Orang seringkali tidak menyadari perbedaan antara hidup dan potensi hidup,” tulisnya.

    Untuk itu manusia yang masih hidup pasti akan berguna untuk manusia yang lain. Meskipun dalam hidup penuh dengan cobaan dan tantangan, kita sebagai muslim harus tetap menjalani kehidupan dengan beribadah dan berusaha.


    Dijelaskan dalam kitab An Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim yang ditulis Ibnu Katsir dan diterjemahkan Ali Nurdin, kita tidak boleh meminta kematian kepada Allah SWT. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits menurut riwayat Ahmad dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,

    لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا.

    Artinya: “Janganlah sekali-kali seorang dari kamu sekalian menginginkan mati. Dijelaskan hendaknya manusia jangan berdoa meminta mati sebelum datang waktunya. Dan sesungguhnya apabila orang itu telah mati, maka terputus amalnya. Padahal umur seorang mukmin itu sesungguhnya justru akan menambah kebaikan kepadanya.”

    Larangan Mengharap Kematian

    Ahmad berkata, “Hasan menuturkan kepada kami, Ibnu Lahi’ah bercerita kepada kami, Ibnu Yunus mengisahkan kepada kami dari Abu Hurairah dari Rasulullah bahwasanya beliau bersabda:

    “Janganlah sekali-kali di antara kalian mengharap kematian dan tidak boleh memohon kematian sebelum menimpanya, kecuali jika sudah percaya dengan amalnya. Pasalnya, jika seseorang meninggal dunia, terputuslah amalnya. Sesungguhnya, bertambahnya umur seorang mukmin itu membawa kebaikan’.” (HR. Ahmad)

    Dalil mengenai dibolehkannya meminta kematian saat timbul fitnah adalah hadis yang diriwayatkan Ahmad dalam Musnad-nya dari Mu’adz bin Jabal dalam hadis tentang mimpi yang panjang.

    Dalam hadist tersebut dituturkan: “Ya Allah, aku memohon kepadamu perbuatan baik, meninggalkan kemungkaran, mencintai orang miskin, Engkau memberikan ampunan untukku dan merahmatiku, dan jika Engkau hendak menimpakan fitnah kepada satu kaum, matikanlah aku tanpa ada fitnah. Ya Allah, aku memohon berikan cinta-Mu, cinta orang yang mencintai-Mu, dan cinta pada semua amal yang mendekatkanku pada cinta-Mu.” (HR. Ahmad)

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Manfaat Berdoa bagi Muslim, Jadi Cara Komunikasi dengan Allah SWT



    Jakarta

    Doa merupakan bentuk ibadah seorang muslim kepada Allah SWT. Berdoa memberikan manfaat bagi kehidupan seorang muslim.

    Termaktub dalam Surat Ghafir ayat 60, Allah SWT berfirman tentang perintah untuk berdoa kepada-Nya,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ


    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Mengutip buku Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera oleh M. Khalilurrahman Al Mahfani dijelaskan doa dan dzikir memiliki posisi yang sangat penting dalam proses penghambaan diri kepada Sang Khalik. Berdoa menjadi salah satu cara beribadah kepada Allah SWT.

    Imam Nawawi dalam al Adzkar mengatakan bahwa yang paling utama dari aktivitas seorang hamba adalah menyibukkan diri dengan berdzikir kepada Allah SWT. Doa merupakan washilah yang dapat digunakan oleh seorang hamba untuk menyampaikan permohonan, keinginan dan harapannya kepada Allah SWT.

    Manfaat Berdoa

    Mengutip buku Doa dan Zikir Harian Nabi oleh Imam Abu Wafa berdoa memiliki manfaat utama bagi keberlangsungan hidup manusia. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya barang siapa yang tidak memohon sesuatu kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi)

    Hadits ini menegaskan bahwa berdoa kepada Allah SWT menjadi amalan yang wajib.

    Manfaat berdoa akan kembali kepada sang hamba yang menyampaikannya. Berikut beberapa manfaat berdoa:

    1. Sebagai sandaran dan tempat mengadu

    Ketika manusia merasa dirinya putus asa, merasa tidak ada lagi yang sanggup menolongnya, maka ia akan mencari tempat mengadu dan tempat sandaran. Manusia membutuhkan tempat yang mampu memberikan kekuatan untuk bangkit dari keputusasaan.

    Doa berfungsi untuk menguatkan kembali jiwa yang hancur dengan mencari tempat mengadu yang hakiki yakni kepada Allah SWT. Dalam kata lain, doa menjadi cara berkomunikasi antara seorang hamba dengan Allah SWT.

    2. Memohon rahmat dan karunia

    Doa juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas diri. Doa juga sebagai tempat memohon rahmat dan karunia kepada Allah SWT agar perjalanan hidup selalu lancar dalam naungan Allah SWT.

    3. Memohon perlindungan

    Doa memiliki peran besar sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Sang Maha Melindungi dan Maha Mengetahui. Melalui doa, Allah SWT akan memberikan petunjuk dan jalan keluar serta pertolongan kepadanya.

    4. Melepaskan kesulitan

    Imam Al Ghazali menjelaskan doa tidak dapat menolak qada'(ketetapan) Allah SWT, namun doa dapat melahirkan khulu’ (lepasnya kesulitan) atau terpenuhinya hajat. Perkara tertolaknya bala karena doa juga termasuk dalam qada Allah SWT.

    Sebagaimana hadits, “Tidak ada yang menolak takdir kecuali doa.” (HR Ahmad & Ibnu Majah, dari Tsauban)

    5. Senjata bagi orang beriman

    Bagi orang beriman, doa merupakan senjata. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits, “Doa adalah senjata orang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit-langit serta bumi.” (HR Abu Ya’la, dari Ali bin Abu Thalib)

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa agar Terhindar dari Godaan Setan, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Doa pengusir setan dan jin diamalkan agar muslim terhindar dari maksiat. Sebagaimana diketahui, setan ditugaskan untuk menyesatkan dan menggoda manusia.

    Allah SWT berfirman dalam surah An Nas ayat 1-6,

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6)


    Artinya: (1) Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, (2) raja manusia, (3) sembahan manusia (4) dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi (5) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, (6) dari (golongan) jin dan manusia.”

    Berikut sejumlah doa yang bisa diamalkan untuk mengusir jin dan setan seperti dikutip dari berbagai sumber.

    5 Doa agar Terhindar dari Godaan Setan

    1. Doa agar Terhindar dari Godaan Setan Versi Pertama

    Doa untuk mengusir setan dan jin yang pertama ini dapat diamalkan ketika muslim hendak masuk ke kamar mandi. Menurut buku Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-doa Harian yang ditulis Mahmud Asy-Syafrowi, setan gemar bersemayam di kamar mandi. Sebab, tempat tersebut kotor, serta sepi dari dzikrullah.

    Doa pengusir setan dan jin ini bersumber dari hadits. Dari Zaid bin Arqam RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Sesungguhnya, tempat buang kotoran ini dihadiri (ditempati oleh setan). Maka, jika salah seorang dari kalian mendatanginya, maka hendaklah ia mengucapkan:

    أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.

    Arab latin: A’udzubillahi minal khubutsi wal khobaits

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari (gangguan/kejahatan) setan-setan laki-laki dan setan-setan perempuan.” (HR Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan lainnya)

    Selain itu disebutkan pula dalam riwayat Anas RA doa di atas yang diawali dengan basmalah, berikut bunyinya:

    بِسْمِ اللّٰهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.

    Arab latin: Bismillahi allahumma inni a’udzubika minal khubutsi wal khobaits

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah. Aku berlindung kepada Allah dari (gangguan/kejahatan) setan-setan laki-laki dan setan-setan perempuan.” (HR Ma’mari dengan sanad yang shahih atas syarat Muslim)

    2. Doa agar Terhindar dari Godaan Setan Versi Kedua

    Disebutkan pula dalam buku berjudul Panduan Lengkap Doa untuk Muslimah karya Fathuri Ahza Mumtaza, ada doa mengusir setan beserta sekutunya. Berikut bunyinya,

    اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِالشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ.

    Arab latin: Allaahumma faathiras samawaati wal ardhi, ‘aalimal ghaibi was syahaadah, rabba kulli syai’in wa maliikah, asyhadu an laa ilaaha illaa anta. A’uudzu bika min syarri nafsii wa syarris syathaani wa syirkih.

    Artinya: “Tuhanku, pencipta langit dan bumi, yang mengetahui hal yang gaib dan nyata, Tuhan dan penguasa segala sesuatu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan nafsuku, kejahatan setan, dan sekutunya.” (HR Abu Dawud dan At-Timidzi)

    3. Doa agar Terhindar dari Godaan Setan Versi Ketiga

    Menukil dari buku Keutamaan Doa & Dzikir untuk Hidup Bahagia Sejahtera yang ditulis M. Khalilurrahman Al Mahfani terdapat doa mengusir setan versi lainnya yang digunakan untuk mengusir setan.

    أعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ الثَّامَاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ، وَذَرَا وَبَرَا وَمِن شَرِّ مَا يَنزِلُ مِنَ السَّمَآءِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا، وَمِن شَرِّ مَا ذَرَأَ فِى الْأَرْضِ ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ أِلَّا طَارِ قًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَارَ حْمٰنُ . رواه أحمد عن عبد الرحمن بن عنبى

    Arab latin: A’uudzu bi kalimaatil laahit taammaatillatii laa yujaawizuhunna barruw wa laa faajirum min syarri maa khalaq, wa dzara-a wa bara-a wa min syarri maa yunazzilu minas samaa-i wa min syarri maa ya’ruju fiihaa, wa min syarri maa dzara-a fil ardh, wa min syarri ma yakhruju minhaa, wa min syarri fitanil laili wan nahaar, wa min syarri fattanilaili wannahaar wa min syarri kulli thaariqin illaa thaariqan yathruqu bi khairin yaa rahmaan.

    Atinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna, yang tidak ada kebajikan dan kejahatan yang dapat melampauinya dari kejahatan mahluk-Nya, dari kejahatan yang turun dari langit, dari kejahatan sesuatu yang naik di dalamnya, dari kejahatan sesuatu yang diciptakan di muka bumi, dari kejahatan yang keluar dari padanya, dari kejahatan fitnah pada waktu malam dan pada waktu siang, dan dari kejahatan setiap jalan, kecuali jalan menuju kepada kebaikan, ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih.” (HR Ahmad dari Abdurrahman)

    4. Doa agar Terhindar dari Godaan Setan Versi Keempat

    Selain doa-doa di atas, terdapat doa mengusir setan lain yang dikutip dari buku Doa Ajaran Ilahi susunan Anis Masykhur dan Jejen Musfah. Doa ini termaktub dalam surah Al-Mu’minun ayat 97-98,

    رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزٰتِ الشَّيْطِيْنِ ، وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونَ

    Arab latin: Wa qur rabbi a’ụżu bika min hamazātisy-syayāṭīn. Wa a’ụżu bika rabbi ay yaḥḍurụn

    Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”

    5. Doa agar Terhindar dari Godaan Setan Versi Kelima

    Gus Arifin dalam bukunya yang berjudul Ketika Lautan Menjadi Tinta menuliskan doa mengusir setan yang bisa diambil dari surah Al Baqarah ayat 285-286. Ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:

    “Siapa saja membaca dua ayat terakhir dari surah Al-Baqarah niscaya Allah melindunginya dari segala gangguan.” (HR Bukhari)

    Berikut bacaan surah Al Baqarah ayat 285-286 yang bisa diamalkan muslim,

    اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

    Arab latin: Āmanar-rasūlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu’minūn(a), kullun āmana billāhi wa malā’ikatihī wa kutubihī wa rusulih(ī), lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih(ī), wa qālū sami’nā wa aṭa’nā, gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr(u).

    Artinya: “Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Mereka juga berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.”

    لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

    Arab latin: Lā yukallifullāhu nafsan illā wus’ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu’ākhiżnā in nasīnā au akhṭa’nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣran kamā ḥamaltahū ‘alal-lażīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih(ī), wa’fu ‘annā, wagfir lanā, warḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal qaumil-kāfirīn(a).

    Artinya: “Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.”

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Ciri Fisik Penghuni Surga Menurut Hadits Nabi SAW


    Jakarta

    Surga menjadi impian yang didambakan setiap muslim. Banyak kenikmatan yang dijanjikan dalam surga oleh Allah SWT.

    Sebagaimana firman-Nya dalam surah Muhammad ayat 15,

    مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۖ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى ۖ وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ ۖ


    Artinya: “Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka….”

    Lalu, seperti apa ciri fisik penduduk surga? Akankah kondisi tubuh mereka sama seperti saat hidup di dunia?

    Ciri Fisik Penduduk Surga Berdasarkan Hadits

    1. Tingginya Setara Nabi Adam AS

    Menurut An Na’im Al-Jinsi Li Ahli Al-Jannah susunan Syaikh Abdullah bin Qasim Al-Qasimi terjemahan H Masturi Irham Munawar dan H Malik Supar, ukuran tinggi Nabi Adam AS adalah 60 hasta. Jika dikonversi, berarti setara dengan 27,4-30 meter.

    Ini sesuai dengan hadits dari Anas bin Malik RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Para penduduk surga ketika masuk surga, tingginya seperti Adam, 60 dzira, tampan seperti Yusuf, di usia seperti Isa sekitar 33 tahun, memiliki lisan seperti Nabi Muhammad SAW, badan tidak berbulu, berpenampilan muda, dan bercelak.” (HR Ibnu Abid Dunya)

    2. Tidak Memiliki Jenggot

    Penghuni surga juga tidak memiliki jenggot dan bulu lainnya. Dari Muadz bin Jabal RA.

    عن معاذ بن جبل رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِينَ، بني ثَلاَثٍ وَثَلاَثِينَ رواه الترمذي

    Artinya: Dari Muadz bin Jabal, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Penghuni surga kelak masuk ke dalamnya dalam keadaan tak berbulu, muda, dan bercelak mata, sekira usia 33 tahun.” (HR At-Tirmidzi).

    Kata “jurdan” dalam hadits di atas adalah bentuk jamak dari “ajrad” yang artinya orang dengan fisik tidak berbulu. Sementara itu, “murdan” adalah bentuk jamak dari “amrod” yang artinya pemuda yang baru tumbuh kumisnya dan belum tumbuh jenggotnya.

    3. Kembali Muda

    Meskipun seorang penghuni surga meninggal dalam keadaan tua, di sana ia akan kembali menjadi muda. Ini turut diterangkan dalam hadits sebagai berikut,

    Dari Al Hasan, ada seorang sepuh datang menghadap Nabi SAW lantas berkata, “Seorang nenek tua pernah mendatangi Nabi SAW. Nenek itu pun berkata, “Wahai Rasulullah, berdoalah pada Allah agar Dia memasukkanku dalam surga.”

    Nabi SAW menjawab, “Wahai Ummu Fulan, Surga tak mungkin dimasuki oleh nenek tua.” Nenek tua itu pun pergi sambil menangis.

    Nabi SAW pun bersabda, “Kabarilah dia bahwa surga tidaklah mungkin dimasuki dia sedangkan ia dalam keadaan tua.” Karena Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya (QS. Al-Waqi’ah: 35-37).” (HR Tirmidzi)

    Selain itu, pada hadits lainnya Nabi Muhammad SAW menyebut bahwa penghuni surga digambarkan berusia 33 tahun. Dari Al-Miqdam RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Tidak ada satu pun orang nanti, baik yang mati keguguran atau mati ketuaan, hanya sanya di antara itu melainkan akan dibangkitkan sekira berusia 33 tahun. Jika ia penghuni surga, maka ia akan seperti perawakan Nabi Adam AS, rupa Nabi Yusuf AS, dan hati Nabi Ayub AS. Tetapi jika ia penghuni neraka, maka ia akan membesar dan membengkak seperti bukit.” (HR Al-Baihaqi)

    Wallahu a’lam.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa untuk Perempuan yang Sakit Lengkap dan Keutamaannya


    Jakarta

    Mengunjungi dan mendoakan orang yang sakit merupakan salah satu anjuran penting dari Rasulullah SAW sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang. Memberikan doa kepada orang yang sedang sakit dapat memberikan dukungan agar dia termotivasi untuk cepat sembuh.

    Sakit merupakan salah satu ujian yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya. Menurut buku Fiqih Ibadah bagi Orang Sakit dan Bepergian yang ditulis oleh Enang Hidayat, menjenguk dan mendoakan orang yang sakit adalah hak yang dimiliki oleh sesama Muslim.

    Rasulullah SAW bersabda,


    “Hak muslim atas muslim lainnya terdapat lima, yaitu; menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” (HR Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

    Dalam hal mendoakan orang yang sedang sakit, terdapat sedikit perbedaan bacaan untuk orang sakit perempuan dan laki-laki. Lantas, bagaimana bacaan doa untuk orang sakit perempuan?

    Doa untuk Orang Sakit Perempuan

    Dalam mendoakan orang yang sedang sakit, terdapat perbedaan bacaan doa yang disesuaikan dengan jenis kelamin, di mana doa untuk perempuan berbeda sedikit dari doa untuk laki-laki.

    Menurut buku Menulis Buku, Alternatif bagi Guru oleh Ardhi Aditya, doa untuk orang sakit perempuan adalah “Syafakillah.” Jika diucapkan untuk laki-laki, maka berubah menjadi “Syafakallah.”

    Makna dari doa tersebut adalah “Semoga Allah menyembuhkanmu.” Selain menggunakan Syafakillah, ada juga Syafahallah dan Syafahannallah yang dipakai untuk mendoakan perempuan yang sedang sakit. Perbedaannya terletak pada cara penggunaannya serta orang yang menjadi sasaran doa.

    Dalam struktur bahasa Arab, “Syafakillah” digunakan saat berbicara langsung kepada perempuan yang sedang sakit. Sebaliknya, Syafahallah dipakai ketika mengacu pada perempuan lain yang sakit (orang ketiga), dan Syafahannallah digunakan untuk mendoakan lebih dari satu perempuan yang sakit.

    Selain itu, akan menjadi lebih baik jika ucapan doa untuk perempuan yang sedang sakit ditambahkan menjadi lebih lengkap seperti ini.

    شَفَاكِ اللَّهُ، لَا بَأْسَ، طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

    Arab latin: Syafakillah laa basa thohurun insyaAllah

    Artinya: “Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (perempuan). Tidak mengapa, Insya Allah sakitmu ini membuat dosamu bersih.”

    Selain doa tersebut, ada juga doa yang lain yang bisa kita bacakan ketika menjenguk seseorang yang sedang sakit. Menurut buku Al-Adzkar”atau Kitab Induk Doa dan Dzikir karya Imam Nawawi, terdapat beberapa doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika menjenguk orang sakit. Salah satu doa yang dibaca adalah sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ رَبِّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ ، أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاء لَا يُغَادِرُ سَقَماً

    Arab latin: “Allaahuma rabbinnaas, adzhibil ba’sasyfii, antasy syaafi laa syifaa-a illaa syifaa-uka syifaa-an laa yughaadiru saqamaa,”

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”

    Keutamaan Menjenguk dan Mendoakan Orang Sakit

    Menjaga hubungan baik dapat dilakukan melalui silaturahmi, termasuk menunjukkan perhatian ketika ada kerabat atau saudara yang sedang sakit. Saling mendoakan dan menjenguk kerabat yang sakit merupakan perbuatan yang sangat mulia.

    Dirangkum dari buku Didoakan oleh 70 Ribu Malaikat oleh A. Noer Che, dijelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan 70 ribu malaikat untuk mendoakan seseorang yang dengan tulus hati menjenguk saudaranya yang sedang sakit. Hal ini disampaikan dalam sebuah hadits, di mana Rasulullah SAW bersabda:

    “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah SWT akan mengutus 70 ribu malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya pada waktu siang kapan saja hingga sore dan pada waktu malam kapan saja hingga subuh.” (HR Ahmad)

    Dalam sebuah riwayat lain, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidaklah seorang muslim menjenguk saudaranya sesama muslim yang sakit pada waktu pagi, melainkan 70 ribu malaikat akan mendoakannya hingga waktu sore. Apabila ia menjenguknya pada waktu sore maka 70 ribu malaikat akan mendoakannya hingga waktu pagi. Ia pun akan mendapat taman di surga.” (HR Abu Dawud)

    Dari Tsuban, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mengunjungi orang sakit, maka ia tetap berada di khirfah surga sampai kembali.” Seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa khirfah surga itu?” Beliau menjawab, “Buah-buahan yang dipetik di surga.” (HR Muslim).

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Menyembelih Ayam Sesuai Syariat Islam


    Jakarta

    Allah SWT telah memberikan kenikmatan kepada kita untuk bisa menjadikan berbagai macam hewan sebagai bahan pangan. Dalam hal ini, daging ayam merupakan salah satu jenis daging yang banyak dikonsumsi.

    Untuk dapat dikonsumsi, seekor ayam harus melalui proses penyembelihan. Menyembelih ayam adalah salah satu hal penting dalam Islam yang harus dilakukan dengan mengucapkan nama Allah SWT.

    Doa saat menyembelih ayam menjadi bagian tak terpisahkan untuk memastikan bahwa proses tersebut sesuai dengan syariat Islam dan menjaga kehalalan daging yang dikonsumsi.


    Dalil tentang syariat penyembelihan hewan terdapat dalam surah Al-An’am ayat 118,

    فَكُلُوا۟ مِمَّا ذُكِرَ ٱسْمُ ٱللَّهِ عَلَيْهِ إِن كُنتُم بِـَٔايَٰتِهِۦ مُؤْمِنِينَ

    Artinya: “Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.”

    Doa Menyembelih Ayam

    Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam proses penyembelihan hewan. Salah satu syarat tersebut adalah penyembelih harus berakal sehat.

    Selain itu, alat yang digunakan untuk menyembelih, seperti pisau, harus tajam agar proses penyembelihan berlangsung cepat dan tidak menyiksa hewan.

    Sebelum memulai proses penyembelihan, penting untuk membaca basmalah terlebih dahulu. Setelah itu, barulah mengucapkan doa menyembelih ayam. Berikut ini adalah doa yang bisa dibaca, seperti yang dikutip dari buku Doa Andalan Para Nabi yang disusun oleh Dr. Mustafa Murad.

    اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

    Arab latin: Allahumma hadzihi minka wailaika fataqabbal minnii yaa kariim

    Artinya: “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Mu. Karenanya Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku,”

    Etika Penyembelihan Hewan

    Dalam menyembelih hewan, penting untuk memperhatikan berbagai etika agar prosesnya dilakukan dengan cara yang penuh kasih sayang dan tidak menyebabkan rasa sakit yang berlebihan pada hewan dan membuatnya tidak merasa tersiksa.

    Mengutip dari kitab Nazam Takziyah karya K.H. Ahmad Rifa’i, terdapat beberapa etika yang harus diperhatikan saat menyembelih hewan, termasuk ayam, antara lain:

    • Tidak boleh menyembelih hewan sebelum memahami ilmu syariat dan tata cara penyembelihan yang benar.
    • Sebelum menyembelih, harus mempelajari ilmu syariat dan memahami prosedur penyembelihan yang sesuai dengan aturan agama.
    • Menyembelih hewan harus dilihat sebagai bentuk ibadah.
    • Selalu berusaha memastikan kehalalan proses penyembelihan dan menghindari hal-hal yang diharamkan.

    Tata Cara Menyembelih Ayam

    Proses penyembelihan ayam harus dilakukan sesuai dengan syariat Islam, yang mengatur tata cara dan doa yang harus diucapkan untuk menjaga kehalalan daging tersebut.

    Berdasarkan buku Fikih yang disusun oleh H. Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah, berikut adalah tata cara menyembelih ayam sesuai dengan syariat Islam:

    1. Siapkan alat penyembelihan yang tajam dan bersih.
    2. Ikat kaki ayam yang akan disembelih, kemudian baringkan menghadap kiblat dengan posisi lambung kiri berada di bawah.
    3. Sebutkan nama Allah SWT atau bacalah basmalah, kemudian lanjutkan dengan doa penyembelihan.
    4. Potong tenggorokan dan dua urat leher ayam dalam satu gerakan, sehingga memutus saluran makan, minum, pernapasan, serta urat nadi di sisi kanan dan kiri leher ayam.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Peristiwa Besar yang Patut Diwaspadai Jelang Kiamat


    Jakarta

    Rasulullah SAW dalam sejumlah hadits telah menyebutkan banyak tanda-tanda kiamat. Beliau pernah minta agar umat Islam mewaspadai enam perkara menjelang datangnya kiamat.

    Menurut hadits yang dipaparkan Imam Ibnu Katsir dalam kitab An Nihayah yang diterjemahkan Anshori Umar Sitanggal dan Imron Hasan, enam perkara yang pertama sempat membuat Ibnu Umar, salah seorang sahabat nabi, kaget tiada terkira. Perkara itu adalah wafatnya Rasulullah SAW.

    Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, dikatakan ada lima perkara besar lain yang bakal menimpa umat Islam. Keterangan tersebut bersandar pada hadits yang dikeluarkan Imam Ahmad dalam Musnad-nya dari riwayat Abdullah bin ‘Amr.


    Kala itu, Abdullah bin ‘Amr menemui Rasulullah SAW ketika beliau sedang berwudhu sambil menunduk. Kemudian, Rasulullah SAW mengangkat kepalanya dan membandang Abdullah bin ‘Amr lalu bersabda, “Ada enam perkara yang akan menimpa kamu sekalian, wahai umat: Kematian Nabimu SAW.”

    Ibnu Umar berkata, “Mendengar itu) seakan-akan jantungku copot dari tempatnya. Lalu Rasulullah SAW melanjutkan sabdanya, ‘(Itu) yang pertama, lalu harta melimpah ruah di tengah kamu sekalian, sampai-sampai ada seorang lelaki diberi upah sepuluh ribu, namun dia belum juga rela menerimanya. (Itu) yang kedua.”

    Lalu terjadilah huru-hara yang memasuki setiap rumahmu. (Itu) yang ketiga. Lalu, kematian bagaikan buduk kambing. (Itu) yang keempat. Lalu gencatan senjata antara kamu dan bani Ashfar. Lalu mereka menghimpun kekuatan untuk menyerang kamu selama sembilan bulan, seperti masa kehamilan wanita, kemudian mereka merasa lebih baik berkhianat terhadap kamu sekalian. (Itu) yang kelima. Lalu ditaklukkannya suatu kota. (Itu) yang keenam.”

    Ibnu Umar bertanya, “Ya Rasulullah, kota manakah yang akan ditaklukkan, Konstantinopel atau Roma?”

    Beliau menjawab, “Konstantinopel.”

    Menurut catatan penerjemah, maksud buduk kambing dalam hadits tersebut adalah terjemahan dari Qushash atau Qu’ash Al-Ghanam yang keduanya memiliki arti penyakit kambing yang dapat membunuhnya dengan cepat.

    Keenam peristiwa menjelang terjadinya kiamat tersebut turut dijelaskan dalam riwayat lain yang berasal dari ‘Auf bin Malik RA. Dia mengatakan menghadap Rasulullah SAW ketika Perang Tabuk. Kala itu beliau SAW berada di kemah berwarna sawo matang lalu bersabda,

    اعْدُدْ سِرًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ مَوْتِي ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ثُمَّ مُوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيكُمْ كَقْعَاصِ الْغَنَمِ ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِينَارِ فَيَظَلُّ سَاخِطًا ثُمَّ فِتْنَةٌ لَا يَبْقَى بَيْتٌ مِنَ الْعَرَبِ إِلَّا دَخَلَتْهُ ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُونُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي الأَصْفَرِ فَيَغْدِرُونَ فَيَأْتُونَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِينَ غَايَةٌ تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا.

    Artinya: “Hitunglah enam peristiwa menjelang terjadinya kiamat: kematianku, kemudian ditaklukkannya Baitul Maqdis, kemudian yang menyergap kamu sekalian bagaikan buduk kambing, kemudian harta melimpah ruah sehingga seorang lelaki diberi upah seratus dinar namun masih tetap juga tidak rela menerimanya, kemudian terjadi huru-hara yang tidak membiarkan satu rumah pun dari bangsa Arab kecuali dimasukinya, kemudian gencatan senjata antara kamu sekalian dengan bani Ashfar (bangsa Eropa). Lalu mereka berkhianat. Mereka datang kepadamu dengan membawa delapan puluh bendera, di bawah tiap-tiap bendera ada dua belas ribu (tentara).”

    Siapa Bani Ashfar yang Berkhianat pada Umat Islam?

    Para penerjemah kitab-kitab kiamat menuliskan bani Ashfar adalah bangsa Eropa atau bangsa Romawi. Dalam buku Fitnah dan Petaka AKhir Zaman: Detik-detik Menuju Hari Kehancuran Alam Semesta karya Abu Fatiah Al-Adnani, Rasulullah SAW menyebut bangsa Rum sebagai bani Ashfar.

    Dikatakan, sebagian dari mereka ada yang masuk Islam di zaman Al Mahdi sehingga membuat teman-temannya yang setanah air marah dan menginginkan kaum muslimin menyerahkan mereka kembali. Namun, kaum muslimin enggan menyerahkan sebagian bani Ashfar yang masuk Islam itu pada bangsa Rum.

    Wallahu a’lam.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com