Blog

  • Cara Mengirim Doa Yasin untuk Orang yang Sudah Meninggal


    Jakarta

    Surah Yasin adalah salah satu surah istimewa dalam Al-Qur’an yang memiliki banyak keutamaan, termasuk sebagai bacaan yang sering dipanjatkan untuk orang yang telah meninggal dunia.

    Mengirimkan Yasin untuk orang meninggal bersandar pada riwayat dari Mu’aqqal bin Yasar Ash-Shahabiy RA, Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Bacalah surah Yasin untuk orang-orang yang meninggal dunia!” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)


    Selain itu, mengutip dari kitab Ar-Ruh karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam terjemahan Kathur Suhardi, surah Yasin juga dianjurkan untuk dibaca saat seseorang berada di penghujung hidupnya.

    Perintah membaca surah Yasin ini sejalan dengan anjuran untuk membacakan kalimat la ilaha illallah bagi orang yang sedang menghadapi sakaratul maut.

    Surah Yasin mengandung kabar gembira bagi orang-orang yang telah meninggal, sebagaimana firman Allah dalam ayat 27-28,

    بِمَا غَفَرَ لِيْ رَبِّيْ وَجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُكْرَمِيْنَ ٢٧ ۞ وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى قَوْمِهٖ مِنْۢ بَعْدِهٖ مِنْ جُنْدٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِيْنَ ٢٨

    Artinya: “(bagaimana) Tuhanku mengampuniku dan menjadikanku termasuk orang-orang yang dimuliakan. Setelah dia (dibunuh), Kami tidak menurunkan satu pasukan pun dari langit kepada kaumnya dan Kami tidak perlu menurunkannya.”

    Arwah merasakan kebahagiaan saat surah Yasin dibacakan untuk mereka. Berdasarkan hadits, surah Yasin merupakan jantung Al-Qur’an yang memiliki keutamaan khusus, terutama ketika dibacakan di samping seseorang yang sedang dalam sakaratul maut.

    Cara Mengirim Yasin untuk Orang yang Sudah Meninggal

    Mengutip buku Tuntunan Tanya Jawab Aqidah, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji karya Syaikh Muhammad bin Shalih At-Utsaimin, disebutkan bahwa sebelum mengirimkan Yasin untuk orang yang telah meninggal, dianjurkan untuk membaca hadroh terlebih dahulu. Bacaan hadroh ini mencakup istighfar, tawassul, dan surah Al-Fatihah sebagai bagian dari rangkaian doa.

    Tawasul sendiri merupakan bentuk permohonan dengan mencari perantara melalui Nabi Muhammad SAW. Praktik ini dilakukan sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon kebaikan bagi arwah yang telah berpulang.

    Berikut panduan lengkap cara membacakan surah Yasin bagi orang yang sudah meninggal:

    • 1. Membaca istighfar tiga kali
    • 2. Lanjutkan dengan membaca tawasul kepada Rasulullah SAW,

    اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاٰلِهِ وإِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَالأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ، ثُمَّ اِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ القُبُوْرِ مِنَ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنْ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ شَيْءٌ لِلَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

    Arab latin: Ilaa hadhratin nabiyyi shalallahu ‘alaihi wasallama wa aalihi wa ikhwanihi wa minal anbiya-i wal mursalin wal auliyaa-i wasy syuhada-i wash shalihin wash shabati wat tabi’in wal ‘ulamaa-il-‘aamiliin wal mushonnifinal mukhlashiin wa jami’il malaa-ikatil muqarrabin. Tsumma ilaa jamii’il ahlil kubur minal muslimiina wal muslimati wal mu’minina wal mu’minati min masyariqil ardhi ilaa magharibiha barrihaa wa bahriha khushuushon ila aaabaa-inaa wa ummahaatinaa wa ajdaadinaa wa jaddaatina wa masyaayikhana wa masyaayikhi masyaayikhinaa wa asatidzatina wa asatidzati asatidzatina wa liman ahsana ilaina wa limanij tama’naa hahunaa bisababihi, syaiul lillahi lahum Al-Fatihah.

    Artinya: “Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan saudaranya dari kalangan pada nabi dan rasul, para wali, para syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi’in, ulama al-amilin, ulama penulis yang ikhlas, semua malaikat Muqarrabin, kemudian semua ahli kubur muslimin, muslimat, mukminin, mukminat dari timur ke barat, baik di laut dan di darat, khususnya bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, ustaz kami, pengajar ustaz kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur atau arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua, Al-Fatihah.”

    Keutamaan Surah Yasin

    Selain memiliki keutamaan bagi orang yang sudah meninggal, surah Yasin juga mengandung berbagai manfaat lainnya. Dalam buku 5 Amalan Penyuci Hati karya Ali Akbar bin Aqil dan Abdullah Cris, dijelaskan bahwa surah Yasin memiliki beberapa keutamaan sebagai berikut.

    1. Sebagai Jantung Al-Quran

    Surah Yasin disebut sebagai jantung Al-Qur’an, sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadits berikut.

    “Setiap sesuatu ada jantungnya. Jantungnya Al-Qur’an adalah surah Yasin. Siapa yang membaca surah Yasin, Allah menulis baginya pahala seolah-olah ia telah mengkhatamkan sepuluh kali Al-Qur’an.” (HR Darimi dan Turmudzi)

    2. Diampuni Dosanya

    Salah satu keutamaan membaca surah Yasin adalah mendapatkan ampunan dari Allah SWT, sebagaimana disampaikan dalam sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Sunni dan Ibnu Hibban.

    “Siapa yang membaca surah Yasin pada suatu malam, karena Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR Ibnu Sunni dan Ibnu Hibban)

    3. Diberi Kemudahan

    Keutamaan lain dari membaca surah Yasin adalah mendapatkan kemudahan. Atha’ bin Abi Rabbah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Siapa yang membaca surah Yasin pada awal pagi, seluruh hajatnya akan dikabulkan oleh Allah.” (HR Darimi)

    4. Meninggal dalam Keadaan Syahid

    Dijelaskan dalam Al-Itqan fi Ulumil Qur’an karya Imam Jalaluddin al-Suyuthi, salah satu keutamaan membaca surah Yasin adalah wafat dalam keadaan syahid. Ath-Thabrani meriwayatkan hadits dari Anas yang menjelaskan hal tersebut.

    “Barang siapa membiasakan diri membaca surah Yasin setiap malam sampai meninggal, maka dia meninggal dalam keadaan syahid.”

    Wallahu a’lam.

    detikers bisa baca surah Yasin Arab, latin dan artinya ayat 1-83 lengkap di sini.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Penutup Acara, Bisa Dibaca Selesai Perayaan Maulid Nabi SAW


    Jakarta

    Doa penutup acara bisa diamalkan muslim selesai kegiatan maulid Nabi Muhammad SAW. Seperti diketahui, maulid Nabi SAW identik dengan berbagai perayaan untuk meramaikan hari kelahiran sang rasul.

    Muslim yang mengamalkan doa penutup acara niscaya akan diberi kebaikan, kesehatan juga keselamatan saat perjalanan pulang. Biasanya, selesai acara maulid Nabi SAW muslim akan memanjatkan doa penutup acara.

    Perintah berdoa termaktub dalam surat Gafir ayat 60,


    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠

    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Bacaan Doa Penutup Acara

    Berikut doa penutup acara yang bisa diamalkan muslim seperti dinukil dari buku Kumpulan Doa Sehari-Hari oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI.

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبِّي وَبِحَمْدِكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

    Arab Latin: Subḥānakallahumma rabbī wa biḥamdika lā ilaha illa anta astagfiruka wa atūbu ilaik.

    Artinya: “Maha Suci Engkau, Ya Allah wahai Rabbku, dan dengan memuji-Mu, tiada Ilah selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

    Ada juga doa penutup acara versi lebih pendek yang dinukil dari Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin Wahf Al-Qahthani terjemahan Qosdi Ridlwanullah.

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُوْرُ.

    Arab latin: Rabbigfirlī wa tub ‘alayya innaka antat-tawwābul-gafūr

    Artinya: “Wahai Tuhanku! Ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Pengampun.” (HR Tirmidzi no 3/153 dan Ibnu Majah no 2/321)

    Dikatkan, Rasulullah SAW membaca doa di atas sebanyak 100 kali sebelum berdiri meninggalkan suatu majelis.

    Adab Membaca Doa Penutup Acara

    Menukil dari Doa Para Nabi dan Rosul oleh Nurul Huda, berikut beberapa adab yang perlu diperhatikan muslim ketika membaca doa penutup acara.

    1. Muslim dalam keadaan suci dan menghadap kiblat
    2. Dibaca dengan khusyuk
    3. Memuji kepada Allah SWT pada permulaan doa dan bersholawat kepada Rasulullah SAW
    4. Mengulang doa dua sampai tiga kali
    5. Mengangkat kedua tangan ketika berdoa
    6. Awali dengan basmalah dan tutup dengan hamdalah

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa sebelum Ujian agar Diberi Kemudahan dan Nilai Bagus


    Jakarta

    Berdoa saat ujian menunjukkan keyakinan bahwa pertolongan Allah dapat membantu mencapai hasil yang baik. Berikut detikHikmah sajikan bacaan doa sebelum ujian agar diberi kemudahan bagi muslim yang mengamalkannya.

    Dikutip dari buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor, doa didefinisikan sebagai permintaan atau permohonan dari pihak yang lebih rendah kepada pihak yang lebih tinggi. Dalam konteks ini, manusia adalah pihak yang berkedudukan rendah, sementara Allah SWT adalah pihak yang lebih tinggi.

    Anjuran berdoa dijelaskan dalam firman Allah SWT surah Al Ghafir ayat 60:


    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يستكبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

    Artinya: “Dan Tuhanmu telah berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina’.”

    Allah SWT juga berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 186:

    وَاِذَا سَاَلَـكَ عِبَادِىۡ عَنِّىۡ فَاِنِّىۡ قَرِيۡبٌؕ اُجِيۡبُ دَعۡوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ فَلۡيَسۡتَجِيۡبُوۡا لِىۡ وَلۡيُؤۡمِنُوۡا بِىۡ لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُوۡنَ‏

    Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.”

    Dalil di atas juga dikuatkan dalam riwayat hadits yang menyebutkan sabda Rasulullah SAW. Dikutip dari Riyadush Shalihin 2 karya Imam Nawawi Edisi Indonesia terbitan Solo Cordova Mediatama, beliau menganjurkan muslim untuk memperbanyak doa terutama dalam salat.

    وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ : أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

    Artinya: Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Keadaan seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa (saat sujud).” (HR Muslim)

    4 Doa agar Dimudahkan dalam Ujian

    Berikut beberapa doa yang dapat dibaca agar dimudahkan dalam menghadapi ujian yang dikutip dari buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap karya Ustaz H Amrin Ali Al-Kasyaf.

    1. Doa untuk Menghadapi Ujian

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَوْدِعُكَ مَا عَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ إِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِي إِلَيْهِ وَلَا تُنْسِنَاهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

    Arab latin: Allahumma inni astawdi’uka maa ‘allamtanihi fardudhu ilayya ‘inda haajatii ilayhi wa laa tunsinahu yaa Rabbal ‘aalamiin.

    Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku titipkan kepada-Mu apa yang Engkau telah mengajarkannya kepadaku. Maka kembalikanlah ia kepadaku sewaktu aku menghendakinya. Dan, janganlah Engkau melupakannya dariku, wahai Dzat Yang Menguasai seluruh alam.

    2. Doa Agar Lulus Ujian

    اللَّهُمَّ. صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ نِ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِ إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيمِ

    Arab latin: Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammad inil faatihi limaa ughliqa wal khaatimi limaa sabaqa naashiril haqqi bil haqqi wal haadi ilaa shiraathikal mustaqiimi wa ‘alaa aalihee wa shahbihi haqqaqadrihi wamiiqdaarihi al-azhiimi.

    Artinya: Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keagungan atas tuan kami, Nabi Muhammad SAW, yang menjadi pembuka bagi segala yang terkunci yang menjadi penutup bagi segala yang dahulu, yang memperjuangkan kebenaran dengan kebenaran dan yang menunjukkan kepada-Mu yang lurus, dan juga atas keluarga dan para sahabatnya dengan hak kapasitas dan derajat yang agung.

    3. Doa Mohon Terhindar dari Hasil Ujian yang Tidak Baik

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلاءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ

    Arab latin: Allahumma inni a’udzu bika min jaahil balaai wa darakis syiqaa’i wa su’il qadaa’i wa shamataatil adaa’i.

    Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari musibah yang sangat buruk, kebinasaan, qadha yang jelek, dan kehinaan dari musuh-musuh.

    4. Doa Dilancarkan Ujian Lisan

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِيوَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَا نِييَفْقَهُوا قَوْلِي

    Arab latin: Rabbisyah li sadri wa yassir li amri wahlul ‘uqdatam mil lisani yafqahu qauli

    Artinya: Ya Rabb-ku, lapangkanlah dadaku dan ringankanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku.

    Doa ini tercantum dalam Al-Qur’an surah Taha ayat 25-28.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa sebelum Berhubungan Intim agar Cepat Hamil


    Jakarta

    Doa sebelum berhubungan intim dapat dibaca oleh pasangan suami istri sebelum melakukan hubungan. Doa tersebut dipanjatkan untuk mohon keberkahan, cepat diberi keturunan, dan melindungi keturunan dari gangguan setan.

    Dalam bahasa Arab berhubungan intim adalah jimak. Menukil buku Istri Bukan Pembantu oleh Ahmad Sarwat, Lc., secara istilah jimak adalah melakukan hubungan kelamin, masuknya kemaluan suami ke dalam kemaluan istri, baik seluruhnya atau sebagian, baik keluar atau tidaknya air mani.

    Dalam Islam, hubungan suami istri tidak hanya halal, tetapi juga memiliki nilai ibadah. Namun, sebelum berhubungan intim, Islam menganjurkan umatnya untuk membaca doa sebelum berhubungan intim, sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Dzar,


    “Dan hubungan intim di antara kalian adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa mendatangi istri dengan syahwat (disetubuhi) bisa bernilai pahala?” Ia berkata, “Bagaimana pendapatmu jika ada yang meletakkan syahwat tersebut pada yang haram (berzina) bukankah bernilai dosa? Maka sudah sepantasnya meletakkan syahwat tersebut pada yang halal mendatangkan pahala.” (HR Muslim)

    Doa sebelum Berhubungan Intim

    Adapun doa yang dapat diamalkan dan dianjurkan dalam Islam sebelum melakukan hubungan intim. Menukil buku Doa Dzikir Muslimah oleh Abu Ayyub El-Faruqi, berikut ini doanya:

    بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

    Arab latin: Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wajannibi syaithoona maarazaqtanaa

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.

    Doa ketika Mengeluarkan Air Mani

    Dianjurkan pula membaca doa ketika mengeluarkan air mani. Tujuan dari membaca doa itu adalah air mani yang keluar dapat memberi keturunan yang baik. Berikut bacaannya:

    اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً

    Arab latin: Allahummaj’alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah

    Artinya: “Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh).”

    Doa setelah Berhubungan Intim

    Usai melakukan hubungan intim dapat ditutup dengan membaca hamdalah. Berikut ini lafaznya:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا

    Arab latin: Alhamdulillaahilladzii khalaqa minal maa i basyaraa

    Artinya : “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).”

    Doa agar Cepat Punya Keturunan

    رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

    Arab latin: Rabbi hab lī mil ladunka żurriyyatan ṭayyibah, innaka samī’ud-du’ā`

    Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisiMu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

    Doa agar cepat punya keturunan tersebut adalah doa yang dipanjatkan Nabi Zakaria AS sebagaimana termaktub dalam surah Ali ‘Imran ayat 38.

    Adab-adab saat Berhubungan Intim

    Dijelaskan dalam buku Islam dan Kebidanan karya Mokhamad Rohma Rozikin, berhubungan suami istri termasuk amal saleh jika dikerjakan sesuai syariat. Untuk itu, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan. Berikut ini adab-adab yang perlu diterapkan saat berhubungan suami istri:

    1. Disunnahkan Membaca Basmalah dan Doa

    Setiap amal saleh hendaknya diawali dengan mengucap basmalah agar mendatangkan keberkahan. Setelah itu, dapat dilanjutkan membaca doa sebelum berhubungan intim seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

    2. Melakukan Mukadimah/Pemanasan sebelum Melakukan Penetrasi

    Termasuk adab dan akhlak baik sebelum berhubungan istri adalah melakukan mukadimah/pemanasan. Hal ini akan lebih dekat merealisasikan kepuasan bersama dan lebih dekat untuk tidak menyakiti salah satu pasangan.

    3. Mengkreasikan Teknik Berhubungan untuk Mencapai Kebahagian Maksimal

    Pada saat melakukan hubungan intim, syariat tidak memberikan batasan tentang cara tertentu. Semua orang bebas berkreasi terkait posisi, intensitas, durasi, kecepatan, frekuensi dan lainnya.

    4. Berwudhu sebelum Berhubungan Intim

    Di antara adab berhubungan suami istri adalah berwudhu ketika hendak mengulang jimak. Seorang suami yang ingin melakukan ronde kedua disunnahkan baginya berwudhu terlebih dahulu.

    5. Memilih Waktu yang Tepat

    Suami istri yang ingin melakukan jimak sebaiknya memperhatikan waktu agar dapat mencapai ketenangan dan kepuasan dalam berhubungan. Waktu yang ideal untuk melakukan persetubuhan adalah setelah sholat Isya dan sholat Subuh atau di waktu senggang lainnya.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Larangan Mencela Makanan, Jika Tak Suka Tinggalkan


    Jakarta

    Ada sejumlah adab berkaitan dengan makanan yang perlu menjadi perhatian umat Islam. Salah satunya saat menjumpai makanan yang tidak disukai, Islam melarang mencelanya.

    Mencela makanan termasuk perkara yang dilarang berdasarkan hadits Nabi SAW. Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan dan jika tidak menyukainya, beliau meninggalkan tanpa mencela.

    Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi tertulis hadits tersebut derajatnya Muttafaq ‘alaih. Hadits dikeluarkan Imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Ibnu Majah. Berikut bunyinya,


    وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ: مَا عَابَ رَسُوْلُ اللَّهِ ﷺ طَعَامَاً قَطُّ ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ ، وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ . متفقٌ عَلَيْهِ .

    Artinya: “Dari Abu Hurairah dia berkata, ‘Rasulullah tidak pernah mencela makanan sama sekali, jika beliau menyukainya maka beliau memakannya, dan jika beliau tidak suka terhadapnya, maka beliau meninggalkannya’.” (HR Muttafaq ‘alaih)

    Dalam riwayat lain dikatakan,

    وَعَنْ جَابِرٍ : أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ سَأَلَ أَهْلَهُ الْأُدَمَ ، فَقَالُوا: مَا عِنْدَنَا إِلَّا خَلْ ، فَدَعَا بِهِ ، فَجَعَلَ يَأْكُلُ ، ويقول: (( نِعْمَ الْأُدْمُ الخَلُّ ، نِعْمَ الأُدْمُ الخَلُّ )) رواه مسلم .

    Artinya: “Dari Jabir bahwasanya Nabi pernah menanyakan lauk kepada keluarganya, maka mereka menjawab, ‘Kami tidak mempunyai lauk kecuali cuka.’ Beliau lalu memintanya dan makan berkuahkan cuka, kemudian beliau bersabda, ‘Sebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka’.” (HR Muslim)

    Adab Makan yang Dicontohkan Rasulullah

    Masih mengacu kitab Riyadhus Shalihin Imam an-Nawawi Edisi Indonesia, berikut sejumlah adab makan yang dicontohkan Rasulullah SAW.

    Rasulullah SAW memerintahkan membaca basmalah sebelum makan. Diriwayatkan Aisyah RA, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah dia membaca basmalah! Jika di awal dia lupa membaca basmalah, maka hendaklah dia mengucapkan Bismillahi awwalahu wa akhirahu (Dengan menyebut nama Allah pada awalnya dan pada akhirnya).” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi. At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shahih)

    Adapun, anjuran membaca hamdalah setelah makan bersandar pada hadits dari Mu’adz bin Anas RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang makan suatu makanan kemudian berdoa, ‘Segala puji bagi Allah yang telah memberikanku makanan ini dan telah menganugerahkannya kepadaku dengan tiada daya dan kekuatan dariku’ maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi. At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan)

    2. Makan dari yang Terdekat

    Anjuran makan dari yang terdekat bersandar pada riwayat Umar bin Abi Salamah RA. Ia berkata, “Saya adalah seorang anak kecil yang berada di bawah asuhan Rasulullah SAW, tangan saya (ketika makan) menjelajah semua bagian nampan panjang, lalu Rasulullah SAW bersabda kepadaku, ‘Wahai anak kecil, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang terdekat denganmu’!” (HR Muttafaq ‘alaih)

    3. Ambil Makanan dari Pinggir Piring, Dilarang Makan dari Tengah

    Rasulullah SAW menganjurkan makan mulai dari bagian pinggir piring baru ke tengah. Anjuran ini berkaitan dengan keberkahan makanan. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA dari Nabi SAW, beliau bersabda,

    “Keberkahan itu turun di tengah-tengah makanan, maka makanlah dari pinggirnya, dan jangan makan dari tengahnya.” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi. At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shahih)

    4. Makruh Makan sambil Bersandar

    Makan sambil bersandar termasuk perkara yang dilarang dalam Islam. Kemakruhan ini bersandar pada hadits dari Abu Juhaifah Wahb bin Abdillah RA, dia berkata Rasulullah SAW bersabda, “Saya tidak makan sambil bersandar.” (HR Bukhari)

    5. Makruh Meniup dalam Minuman

    Perkara makruh lainnya berkaitan dengan makan dan minum adalah meniupnya. Menurut hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Nabi SAW melarang bernapas dalam bejana atau meniupnya. Hadits tersebut dikeluarkan At-Tirmidzi dan ia menyatakan hasan shahih.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Disukai Banyak Orang: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Doa agar disukai banyak orang sering kali menjadi permohonan bagi mereka yang ingin memperbaiki hubungan sosialnya. Bagaimana bacaannya?

    Seorang hamba dapat memohon kepada Allah SWT melalui doa agar disukai oleh banyak orang, dengan harapan hati dibersihkan dari sifat buruk dan dilimpahi kebaikan.

    Selain berdoa, muslim juga harus berusaha memperbaiki adab dan akhlak dalam berhubungan dengan orang lain. Doa tanpa disertai dengan usaha tidak akan maksimal, karena akhlak yang baik adalah cerminan dari iman dan niat kita untuk terus memperbaiki diri.


    Doa agar Disukai Banyak Orang

    Dirangkum dari buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap: Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya oleh Ustaz H. Amrin Ali Al-Kasyaf, berikut ini adalah beberapa doa agar kita disukai oleh banyak orang.

    1. Doa Disukai Orang

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَبِيْبِ الْمَحْبُوبِ شَافِي الْعِلَلِ وَمُفَرِّجِ الْكُرَبِ

    Latin: Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammad. habibil mahjuubil syaafil ‘ilali wamufarrijil kurab.

    Artinya: “Ya Allah limpahkanlah rahmat atas baginda kami Nabi Muhammad yang mencintai dan dicintai Allah, yang menghilangkan segala penyakit dan menghilangkan segala kesempitan (kesusahan).”

    2. Doa agar Terpancarnya Kecantikan dari Dalam

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اَللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ

    Latin: Allaahumma baa’id baini wabaina khathaayaaya, kamaa baa’adta bainal masyriqi walmaghrib. allaahumma naqqinii minkhathaayaaya, kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi allahummaghsilnii min khathaayaaya bits-tsalji, walmaai walbaradi

    Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah antara diriku dan kesalahanku-kesalahanku, sebagaimana telah Engkau jauhkan antara arah timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah diriku dari dosa-dosa, sebagaimana pakaian putih yang terbebas dari kotoran. Ya Allah, cucilah diriku dari dosa- dosa dengan es, air, dan embun pagi.”

    3. Doa agar Memiliki Kepribadian Baik

    اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النُّورِ الذَّاتِي وَسِرِّ السَّارِى فِي سَائِرِ الأَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

    Latin: Allaahumma sholliwasallim wabaarik ‘alaa sayyidinaa muhammad nuuridz-dzaatii wasirris saarii fii saa-iril asmmaai washshifati wa ‘alaa aalihi washahbihi ajma’iin.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, keselamatan dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, yakni semua cahaya zat dan rahasia yang mengalir dalam semua nama dan sifat serta kepada keluarga dan sahabatnya semua.”

    Cara agar Disukai Banyak Orang

    Untuk disukai oleh banyak orang, menjaga adab, sikap, dan akhlak adalah hal yang sangat penting. Perilaku yang baik dapat membangun hubungan yang harmonis dan diterima dengan baik oleh lingkungan sekitar.

    Memperhatikan adab dalam berteman dan berinteraksi dengan orang lain juga penting untuk kita perhatikan. Dirangkum dari buku Pelajaran Adab Islam tulisan Suhendri dan Ahmad Syukri, berikut ini adalah akhlak dan adab berteman agar disukai oleh banyak orang.

    1. Memilih Teman yang Baik

    Penting untuk memilih teman yang baik, karena teman yang baik akan membawa pengaruh positif. Sebaliknya, berteman dengan orang yang buruk akan memberi dampak negatif.

    Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seseorang ada di atas agama temannya, maka hendaknya salah seorang kalian meneliti siapa yang dijadikan sebagai temannya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

    2. Menjaga Kerukunan

    Dalam pertemanan, menjaga kerukunan adalah hal yang wajib dilakukan. Ini merupakan salah satu adab penting yang harus selalu dijaga oleh setiap muslim terhadap temannya.

    3. Mendahului Mengucapkan Salam

    Teman yang baik tidak ragu untuk mendahului salam ketika bertemu. Salam ini bisa menumbuhkan kasih sayang di antara sesama teman, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

    “Maukan kalian aku tunjukkan suatu amalan yang bisa membuat kalian saling menyayangi? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR Muslim)

    4. Berteman karena Allah

    Menurut Buku Pintar 50 Adab Islam yang ditulis oleh Arfiani, dasar pertemanan seharusnya adalah karena Allah SWT. Nabi Muhammad SAW juga menekankan pentingnya menjalin hubungan atas dasar iman.

    Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa yang ingin merasakan lezatnya iman hendaknya dia tidak mencintai seseorang karena Allah.” (HR Ahmad)

    5. Bersikap Lemah Lembut

    Rasulullah SAW dan para sahabat mencontohkan sikap lemah lembut dalam pertemanan. Allah SWT bahkan menggambarkan sifat ini dalam Al-Qur’an, surat Al Fath ayat 29.

    مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ ٱللَّهِ ۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَىٰهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنًا ۖ سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ ٱلسُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِى ٱلْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْـَٔهُۥ فَـَٔازَرَهُۥ فَٱسْتَغْلَظَ فَٱسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعْجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ ٱلْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًۢا

    Artinya: “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar,”

    Adab lain yang perlu diperhatikan dalam persahabatan adalah menerima kekurangan dan menjaga aib teman. Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk teman kita.

    Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah seorang mukmin membenci mukminah. Jika dia tidak senang satu akhlaknya, niscaya dia akan senang dengan akhlaknya yang lain.”

    7. Tidak Berlebihan dalam Mencintai Teman

    Meskipun Nabi Muhammad SAW memiliki sahabat yang sangat dekat, beliau mengingatkan agar tidak mencintai teman secara berlebihan. Jika terlalu mencintai, itu bisa menjadi subjektif dan cenderung takut kehilangan.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Golongan Orang yang Doanya Mustajab Tanpa Halangan


    Jakarta

    Beberapa golongan orang disebut memiliki keistimewaan dalam berdoa. Dikatakan dalam sebuah hadits, ada golongan yang doanya mustajab tanpa diragukan lagi bakal terkabul.

    Hadits tersebut terdapat dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi. Kitab tersebut berisi kumpulan hadits shahih seputar akhlak dan akidah. Disebutkan, ada tiga golongan yang doanya mustajab yaitu doa orang yang teraniaya, doa musafir, dan doa orang tua kepada anaknya. Berikut bunyi haditsnya,

    عن أبي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قال : قال : رسول الله صلى الله عليه وسلم : ثَلاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لا شَكٍّ فِيهِنَّ : دَعْوَةُ المظلوم ، وَدَعْوَةُ المُسَافِرِ ، وَدَعْوَةُ المُسَافِرِ ، وَدَعْوَةُ الوَالِدِ عَلَى وَلدِهِ


    Artinya: Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga macam doa yang mustajab–yakni akan dikabulkan oleh Allah Ta’ala–yang tiada disangsikan lagi akan terkabulnya, yaitu: doanya orang yang teraniaya, doanya orang yang dalam bepergian dan doanya orang tua terhadap anaknya.”

    Menurut keterangan dalam kitab Riyadhus Shalihin, hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan. Tetapi dalam riwayat Imam Abu Dawud tidak terdapat kata-kata: ‘ala waladihi yakni atas anaknya.

    Adapun menurut riwayat lain, tiga golongan yang doanya mustajab adalah orang yang berpuasa, orang yang terzalimi, dan doa seorang musafir. Berikut bunyi haditsnya,

    ثَلاثُ دَعَوَاتِ مُسْتَجَابَات دَعْوَةُ الصَّائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

    Artinya: “Tiga doa mustajab: Doa orang yang berpuasa, doa orang yang terzalimi, dan doa seorang musafir.”

    Hadits tersebut dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash Shaghir.

    Syarat Doa Dikabulkan Allah

    Dalam kitab Syarah Riyadhus Shalihin yang diterjemahkan oleh Misbah, terdapat hadits yang menyebut Allah SWT akan mengabulkan doa hamba-Nya selama tidak berdoa untuk perbuatan dosa dan memutus silaturahmi.

    Diriwayatkan dari Ubadah ibnu Shamit RA, ia mengatakan Rasulullah SAW bersabda,

    مَا عَلَى الْأَرْضِ مُسْلِمٌ يَدْعُو اللَّهُ تَعَالَى بِدَعْوَةٍ إِلَّا آتَاهُ اللَّهُ إِيَّاهَا، أَوْ صَرَفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا. مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ، أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ» فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ: إِذَا نُكْثِرُ. قَالَ: «اللَّهُ أَكْثَرُ. رَوَاهُ التَّرْمِذِيُّ وَقَالَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. وَرَوَاهُ الْحَاكِمُ مِنْ رِوَايَةِ أَبِي سَعِيدٍ وَزَادَ فِيهِ: «أَوْ يَدْخِرُ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلِهَا»

    Artinya: “Tiada seorang muslim pun di permukaan bumi yang berdoa kepada Allah Ta’ala dengan sesuatu doa, melainkan Allah akan mengabulkannya atau Allah akan menghindarkan bahaya darinya, selama ia tidak berdoa untuk suatu perbuatan dosa atau memutuskan silaturahmi.” Kemudian seorang di antara kaum itu berkata, “Kalau begitu, kami akan banyak berdoa.” Beliau bersabda, “Allah lebih banyak anugerah-Nya.” (HR At-Tirmidzi dan ia mengatakan hadits ini hasan shahih)

    Selain berdoa untuk kemaksiatan dan memutus silaturahmi, doa tidak akan dikabulkan jika seseorang tergesa-gesa. Hal ini dijelaskan dalam kitab Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitab Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa’ edisi Indonesia terbitan Pustaka Imam asy-Syafi’i dengan bersandar pada sabda Rasulullah SAW berikut,

    لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ، مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمِ أَوْ قَطِيْعَةِ رَحِمٍ، مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ .)) قِيْلَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ! وَمَا الْإِسْتِعْجَالُ؟ قَالَ: (( يَقُوْلُ: قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ، فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيْبُ لِي، فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

    Artinya: “Doa seorang hamba akan senantiasa terkabul selama ia tidak berdoa untuk kemaksiatan, atau untuk memutuskan silaturrahim, dan tidak tergesa-gesa.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah bentuk ketergesa-gesaan yang dimaksud?” Nabi SAW menjawab, “Hamba tadi berkata, ‘Aku telah berdoa, sungguh aku telah berdoa, namun Allah belum juga mengabulkan doaku. Ia merasa jenuh dan letih, lalu akhirnya meninggalkan doa’.”

    Kondisi Terdekat Seorang Hamba dengan Allah

    Untuk memperbesar kemungkinan terkabulnya doa, seorang hamba bisa berdoa pada waktu-waktu mustajab atau kondisi terdekat Allah SWT dan hamba-Nya. Dikatakan dalam sebuah hadits, kondisi tersebut adalah ketika sujud.

    Keterangan ini bersandar pada hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA. Berikut bunyinya,

    وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ : (( أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاء )) رواه مسلم .

    Artinya: Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Keadaan seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa (saat sujud).” (HR Muslim dan an-Nasa’i)

    Wallahu a’lam.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Masuk WC Lengkap dengan Cara Membaca dan Adabnya


    Jakarta

    Doa masuk WC atau kamar mandi bisa diamalkan muslim agar terhindar dari godaan setan. Sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya kita selalu berdoa kepada Allah SWT.

    Allah SWT berfirman dalam surah Gafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Kamar mandi tergolong sebagai tempat kotor. Bahkan, WC digunakan sebagai tempat tinggal jin dan setan sebagaimana disebutkan dalam hadits. Untuk itu, umat Islam dianjurkan membaca doa ketika masuk WC.

    Anjuran membaca doa masuk WC termaktub dalam sebuah hadits Nabi SAW, beliau bersabda,

    “Pembatas antara jin dengan aurat bani Adam (manusia) manakala seorang di antara mereka masuk ke kamar mandi, adalah agar ia mengucapkan ‘Bismillah’,” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    Berikut doa masuk WC yang bisa dibaca muslim seperti dikutip dari buku Kumpulan Doa Sehari-Hari oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI.

    Doa Masuk WC: Arab, Latin dan Bacaannya

    اَللّٰهُمَّ اِنّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَآئِثِ

    Arab latin: Allahumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal khabaaitsi.

    Artinya: “Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan para setan.”

    Cara Membaca Doa Masuk WC

    Mengutip dari Yaum fi Hayaati Muslim karya Muhammad Hasan Yusuf terjemahan Abu Najib Abdillah, doa masuk WC dibaca dengan keras. Maksud keras di sini sampai suaranya terdengar oleh orang lain.

    Anjuran membaca doa masuk WC secara keras merujuk pada hadits dari Imam As-Shan’ani yang berkata:

    “Lahiriah hadits Anas bahwa nabi mengeraskan zikir ini, maka bagusnya membacanya dengan keras.” (Sulubus Salam, 1/174)

    Adab Masuk WC bagi Muslim

    Mengutip Buku Pintar 50 Adab Islam susunan Arfiani, berikut sejumlah adab masuk WC yang perlu diperhatikan muslim.

    • Membaca doa masuk WC
    • Masuk kamar mandi didahului kaki kiri
    • Tidak berlama-lama di dalam WC
    • Tidak boros air
    • Tidak bersiul di dalam WC

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Wudhu Dapat Menggugurkan Dosa-dosa, Ini Haditsnya


    Jakarta

    Wudhu adalah salah satu cara bersuci dalam Islam untuk menghilangkan hadats kecil. Selain itu, wudhu juga termasuk syarat sah salat.

    Mengutip dari buku Panduan Shalat Rasulullah Bagian 1 susunan Imam Abu Wafa, wudhu berasal dari kata bahasa Arab yaitu wudhu’ah. Arti dari kata tersebut adalah bagus atau bersih.

    Secara istilah, wudhu artinya menggunakan air suci ke atas anggota tubuh tertentu seperti yang telah disyariatkan oleh Allah SWT. Singkatnya, wudhu adalah bersuci sebelum salat.


    Selain untuk bersuci, ada banyak keutamaan yang terkandung dalam wudhu salah satunya menggugurkan dosa-dosa muslim. Hal ini disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW.

    Hadits Wudhu Jadi Penggugur Dosa Muslim

    Menukil dari Syarah Riyadhus Shalihin susunan Syaikh Muhammad Al-Utsaimin terjemahan Munirul Abidin, berikut bunyi hadits wudhu menjadi penggugur dosa muslim.

    Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Jika orang muslim atau mukmin itu berwudhu, maka ketika ia membasuh mukanya keluarlah setiap dosa yang dilakukan oleh kedua matanya karena melihat sesuatu yang diharamkan, hilangnya bersama-sama dengan air itu atau bersama-sama dengan tetesan air terakhir.

    Jika ia membasuh kedua tangannya keluarlah setiap dosa yang dilakukan oleh kedua tangannya yang tidak benar, hilangnya bersama-sama dengan air itu atau bersama-sama dengan tetesan air terakhir.

    Jika ia membasuh kakinya, karena digunakan berjalan pada jalan yang tidak benar, maka keluarlah setiap dosa yang dilakukan oleh kedua kakinya, hilangnya bersama-sama dengan air atau bersama-sama dengan tetesan air terakhir sehingga ia bersih dari dosa.” (HR Muslim)

    Imam An-Nawawi meriwayatkan hadits di atas dari Abu Hurairah RA tentang keutamaan wudhu. Dalam wudhu, Allah SWT memerintahkan untuk membersihkan wajah, badan, kepala, dan dua kaki sebagaimana firman-Nya dalam surat Al Maidah ayat 6,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”

    Meski pembersihan tersebut bersifat fisik, ada juga makna nonfisik atau maknawi dalam basuhan yang dianjurkan ketika wudhu. Ketika membasuh wajah, maka dosa-dosa yang dilakukan oleh mata akan berguguran. Penyebutan mata di sini hanya pemisalan.

    “Jika tidak diartikan demikian, kadang-kadang hidung dan mulut juga bersalah karena kadang manusia berbicara dengan pembicaraan yang haram dan hidung kadang mencium sesuatu yang tidak sepantasnya untuk dicium. Tetapi disebutkan mata sebagai pemisalan karena sebagian besar dosa manusia disebabkan oleh penglihatan,” bunyi syarah dari hadits tersebut.

    Wallahu a’lam.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Mimpi Buruk Lengkap dengan Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Doa ketika mimpi buruk dapat dibaca oleh umat Islam saat mengalami mimpi buruk. Doa ketika mimpi buruk bertujuan untuk memohon pertolongan dari Allah SWT.

    Mimpi dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia karangan Abdul Muis artinya angan-angan yang terjadi saat tidur. Sedangkan kata mimpi secara istilah dapat diartikan sebagai ungkapan tentang sesuatu yang dilihat oleh seseorang yang tidur di dalam tidurnya.

    Menurut sejarah yang tercatat dalam Al-Qur’an, para nabi juga mengalami mimpi. Salah satu mimpi yang diabadikan dalam Al-Qur’an adalah mimpi Nabi Yusuf AS. Allah SWT berfirman dalam surat Yusuf ayat 4:


    اِذْ قَالَ يُوْسُفُ لِاَبِيْهِ يٰٓاَبَتِ اِنِّيْ رَاَيْتُ اَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَاَيْتُهُمْ لِيْ سٰجِدِيْنَ

    Artinya: (Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya (Ya’qub), “Wahai ayahku, sesungguhnya aku telah (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan. Aku melihat semuanya sujud kepadaku.”

    Jenis-jenis Mimpi

    Dalam buku Tafsir Mimpi Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah oleh Muhammad Ibnu Sirin, ada dua macam mimpi yakni mimpi baik dan mimpi buruk. Kadang, mimpi buruk yang datang mengakibatkan seseorang merasa cemas yang tidak diinginkan.

    Hal senada juga dijelaskan oleh Imam An-Nawawi dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim yang terjemahkan Muhammad Fuad Abdul Baqi, mimpi terbagi menjadi dua jenis yaitu mimpi buruk dan mimpi baik. Dikatakan bahwa mimpi baik berasal dari Allah SWT, sedangkan mimpi buruk datang dari setan.

    Dari Qatadah RA, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Mimpi yang baik, datangnya dari Allah SWT, sedangkan mimpi yang buruk datangnya dari setan. Siapa saja yang bermimpi perkara yang tidak disukainya maka meludah kecil ke arah kirinya sebanyak tiga kali dan memohon perlindungan dari setan, maka mereka tidak bisa memberikan mudarat.”

    Dalam Shahih Muslim juga terdapat riwayat dari Jabir bin Abdullah RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda,

    إِذَا رَأَى أَحَدُكُمُ الرُّؤْيَا يَكْرَهُهَا فَلْيَنصُقُ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَسْتَعِذْ باللهِ مِنْ الشَّيْطَان ثَلَاثًا وَلْيَتَحَوَّلْ عَنْ جَنْبِهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ.

    Artinya: “Apabila salah seorang di antara kalian bermimpi yang tidak disukai, maka hendaklah dia meludah ke sebelah kiri sebanyak tiga kali dan memohon perlindungan kepada Allah dari setan sebanyak tiga kali. Dan hendaklah dia merubah posisi lambungnya sebelumnya.”

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mimpi terbagi menjadi dua: mimpi baik yang berasal dari Allah dan mimpi buruk yang datang dari setan. Saat seseorang mengalami mimpi buruk dapat meludah ke kiri sebanyak tiga kali lalu berdoa.

    Doa ketika Mimpi Buruk

    Menukil buku Keutamaan Doa dan Dzikir untuk Hidup Bahagia dan Sejahtera oleh M. Khalilurrahman Al Mahfani, berikut ini doa mimpi buruk:

    اللَّهمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَمَل الشَّيْطَانِ وَسَيِّئَاتِ الْأَحْلَامِ

    Arab latin: Allaahumma innii a’uudzubika min ‘amalisy syaithaani wasayyi-aatil ahlaami.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syaitan dan keburukan mimpi.”

    Adapun doa ketika memperoleh mimpi buruk versi lain mengutip buku Doa-Doa Mustajab karya Abu Qalbani,

    Arab latin: Allaahumma innii a’uudzubika min ‘amalisy-syaithaani wasayyi-aatil ahlaam fa inna la takunu syay’an.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan dan mimpi buruk. Sesungguhnya hal tersebut tidak akan menjadi kenyataan.”

    Doa agar Memperoleh Mimpi Baik

    Ada doa yang dapat dipanjatkan seorang muslim sebelum tidur agar memperoleh mimpi baik. Berikut adalah doanya, dikutip dari buku Keutamaan Doa dan Dzikir untuk Hidup Bahagia dan Sejahtera:

    اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّـبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

    Arab-latin: Allahumma arinal haqqa haqqan warzuqnat tibaa’ahu. Wa arinal baathila baathilan warzuqnajtinabah.

    Artinya: “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sehingga kami bisa mengikutinya, dan tunjukkanlah kepada kami kejelekan sehingga kami dapat menjauhinya.”

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com