Tag Archives: 3

Puasa 87 Hari Lagi, Baca Doa Ini agar Dipanjangkan Umur sampai Bulan Ramadan


Jakarta

Puasa Ramadan 1446 H/2025 M akan tiba sekitar tiga bulan lagi. Menyambut datangnya waktu istimewa tersebut, umat Islam bisa memanjatkan doa agar dipanjangkan umur sampai bulan Ramadan.

Ramadan adalah bulan ke-9 dalam kalender Hijriah. Bulan ini memiliki banyak keistimewaan di atas bulan-bulan lainnya.

Keistimewaan bulan Ramadan dijelaskan dalam sejumlah ayat Al-Qur’an dan hadits. Dalam surah Al Baqarah ayat 185 dikatakan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an dan bulan wajib berpuasa. Allah SWT berfirman,


شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ١٨٥

Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”

Ramadan juga menjadi bulan yang di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang penuh kemuliaan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Qadr ayat 1-3,

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan.”

Kemudian dalam hadits dikatakan, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup pada Ramadan. Rasulullah SAW bersabda,

إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ وَ أُغْلِقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَ سُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ

Artinya: “Apabila Ramadan telah masuk, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu jahannam ditutup serta setan-setan dibelenggu.” (Muttafaq ‘Alaih)

Menurut kalender Hijriah Indonesia 2025 terbitan Kementerian Agama RI, 1 Ramadan 1446 H jatuh pada 1 Maret 2025. Jika dihitung mundur, Ramadan 2025 tinggal 87 hari lagi. Meski demikian, penetapan awal Ramadan masih menunggu hasil sidang isbat yang digelar pada 29 Sya’ban.

Umat Islam bisa memanjatkan doa agar dipertemukan bulan Ramadan. Mengingat bertemu bulan Ramadan adalah suatu nikmat. Imam an-Nawawi dalam kitab Al Adzkar mengatakan, siapa pun yang mendapatkan nikmat atau dihindarkan dari kemurkaan Allah SWT dianjurkan bersujud syukur kepada Allah SWT atau memuji Allah SWT atas pemberian-Nya.

Doa agar Dipanjangkan Umur sampai Bulan Ramadan

Ada sebuah hadits yang menyebut Rasulullah SAW memanjatkan doa agar dipertemukan dengan bulan Ramadan. Doa ini beliau baca saat memasuki bulan Rajab. Berikut bacaannya:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allahumma barik lanaa fi rojab wa sya’baan wa ballighnaa ramadhaan

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami dengan hadirnya bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan sampaikanlah kami dengan bulan Ramadan.”

Doa tersebut terdapat dalam hadits yang dikeluarkan Imam Ahmad dalam Musnad, Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dan Imam an-Nawawi dalam Al Adzkar.

Dalam hadits yang dikeluarkan Imam Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad dari jalur Anas RA dan lainnya, Rasulullah SAW juga pernah memanjatkan doa untuk pelayannya, Anas, agar panjang umur dan banyak harta. Berikut bacaan doanya:

اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَأَطِلْ حَيَاتَهُ وَاغْفِرْ لَهُ

Allahumma aktsir malahu wa waladahu wa athil hayaatahu waghfirlahu

Artinya: “Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, panjangkanlah umurnya dan ampunilah dia.”

Silaturahmi Memperpanjang Umur

Selain berdoa, ada amalan lain yang bisa memperpanjang umur. Masih dalam Al Adab Al Mufrad, Imam Bukhari mengeluarkan hadits bahwa silaturahmi memperpanjang umur. Diriwayatkan dari Anas ibnu Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: “Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan ditambah umurnya, maka hendaklah menjalin silaturahmi.” (Shahih dalam kitab Shahih Abu Daud)

(kri/lus)



Sumber : www.detik.com

3 Kisah Nabi Muhammad di Bulan Ramadan



Jakarta

Bulan Ramadan merupakan bulan yang paling mulia bagi umat Islam, karena pada bulan ini berbagai berkah dan rahmat diberikan oleh Allah SWT. Bulan Ramadan juga sebagai saksi dari peristiwa besar dan penting yang dialami Nabi Muhammad SAW.

Salah satu kisah Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadan adalah kala beliau menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril. Pendapat terkuat menyebut, peristiwa itu terjadi pada 17 Ramadan. Berikut selengkapnya.

Kisah Nabi Muhammad di Bulan Ramadan

1. Nabi Muhammad Menerima Wahyu Pertama

Deni Darmawan dalam buku Keajaiban Ramadan mengatakan bahwa Allah SWT menambahkan kemuliaan bulan Ramadan dengan menurunkan Al-Qur’an. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah ad-Dukhan ayat 3,


اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ

Artinya: “Sesungguhnya Kami (mulai) menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatulqadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan.”

Menurut hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menerima wahyu dalam dua keadaan. Pertama, terdengar seperti suara lonceng yang berbunyi keras dan dikatakan bahwa ini cara paling berat bagi Rasulullah.

Allah SWT berfirman dalam surah Al Muzammil ayat 5:

إِنَّا سَنُلْقِى عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا

Artinya:” Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.”

Kedua, dikatakan bahwa Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW dalam keadaan seperti manusia biasa, menyerupai seorang laki-laki. Jibril mendatangi dengan berkata iqra` bismi rabbikallażī khalaq khalaqal-insāna min ‘alaq iqra` wa rabbukal-akram allażī ‘allama bil-qalam ‘allamal-insāna mā lam ya’lam (QS Al ‘Alaq: 1-5)

Al-Qur’an diturunkan secara bertahap, berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya yang diturunkan secara sekaligus. Al-Qur’an itu dua kali diturunkan. Pertama, diturunkan secara sekaligus pada malam Lailatulqadar ke Baitul Izzah di langit dunia.

Kedua, diturunkan dari langit dunia ke bumi secara berangsur-angsur selama 23 tahun. Al-Qurtubi menukil riwayat dari Muqatil bin Hayyan bahwa menurut kesepakatan, Al-Qur’an turun langsung sekaligus dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah di langit dunia dan secara berangsur-angsur diturunkan ke bumi.

Dikatakan, Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur untuk meneguhkan hati Nabi Muhammad SAW dan orang-orang yang beriman dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri kepada Allah SWT.

2. Nabi Muhammad Memenangkan Perang Badar

Mustafa Murrad dalam buku ‘Umar ibn al-Khaththab sebagaimana diterjemahkan Ahmad Ginanjar Sya’ban dan Lulu M. Sunman mengisahkan bahwa Perang Badar terjadi pada suatu senja di hari ke-8 bulan Ramadan tahun ke-2 Hijriah. Umat Islam meninggalkan rumah mereka dan menyatakan ikut membela Rasulullah SAW melawan kaum Quraisy.

Suara gemuruh dan ringkik kuda bercampur aduk dengan suara pedang, tombak, perisai yang silih beradu. Debu lembah berpasir Badar membumbung meliut-liut bersamaan dengan muncratan darah.

Perang dahsyat itu akhirnya dimenangkan oleh pasukan Muhammad SAW. Mereka berhasil memukul mundur dan menjadikan pasukan Makkah terpecah dan lari kocar-kacir. Dari Perang Badar inilah, umat Islam memperoleh kemenangan pertamanya sekaligus menjadi tonggak eksistensi dakwah Islam.

Hal itu dapat dibuktikan dengan kekuatan umat Islam yang setelah lebih dari tiga belas tahun ditindas oleh kaum Quraisy akhirnya menang. Tentu saja kemenangan ini mendorong umat Islam untuk semakin mengukuhkan dakwah dan meraih kemenangan-kemenangan berikutnya.

3. Nabi Muhammad Melakukan Pembebasan Kota Makkah

Masih dalam buku yang sama diceritakan, hingga tahun ke-8 Hijriah, pasukan muslim telah beberapa kali memenangkan pertempuran hingga membuat pengaruh agama Islam kian meluas. Sementara, kaum Quraisy kian melemah, bahkan beberapa klan Arab banyak yang bergabung dengan pasukan Nabi Muhammad SAW dan memeluk agama Islam.

Traktat perdamaian dan gencatan senjata Hudaibiyah, yang semula ditandatangani pihak umat Islam dan Quraisy, pada akhirnya dilanggar oleh pihak Quraisy ketika mereka mempersenjatai klan Bakr untuk menyerang Khuza’ah yang memilih bergabung dengan pasukan muslim.

Pada hari kesembilan bulan Ramadan, matahari yang mulai merangkak menuju titik kulminasi Kota Madinah tampak bersiap. Sepuluh ribu orang tampak berbaris dan panas yang memanggang dan perut perih karena puasa tidak menyurutkan semangat mereka.

Setelah memanjatkan doa dan berkhotbah sebentar, Rasulullah SAW kemudian memimpin pasukan itu bergerak menuju Makkah. Ketika sampai di perbatasan Rasulullah SAW meminta untuk menyalakan api di atas bukit-bukit yang mengelilingi Makkah.

Penduduk Makkah ketakutan melihat besarnya pasukan Nabi Muhammad SAW dan menganggap bahwa ribuan obor itu akan membakar kota mereka. Kalangan Quraisy pun tak mampu menghadapi pasukan tersebut dan mereka hanya bisa pasrah.

Hingga tiba memasuki kota Makkah dengan penuh wibawa dan tanpa adanya perlawanan serta pertumpahan darah. Mula-mula, Beliau memasuki pelataran Ka’bah, bertawaf, mencium hajar aswad, bersembahyang di Ka’bah, dan menghancurkan ratusan patung dewa-dewa Arab di sekitar rumah ibadah itu.

Setelah itu Rasulullah SAW pun menerima baiat sumpah setia dari penduduk Makkah. Tak lebih dari dua tahun kemudian, sejumlah utusan klan tiba dari seluruh penjuru semenanjung Arab untuk menyatakan bergabung dengan Nabi Muhammad SAW. Pada tahun ini pula (10H/632M), Rasulullah SAW melaksanakan ibadah haji yang terakhir.

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com