Tag: ac

  • Bolehkah Menyalakan AC Seharian Selama 24 Jam Nonstop? Ini Penjelasannya



    Jakarta

    Penyejuk udara yang juga disebut AC (air conditioner) memang banyak dipakai oleh masyarakat, terutama ketika cuaca sedang panas. Udara akan terasa sejuk bila AC menyala dengan sempurna. Akan tetapi, apa boleh menyalakan AC seharian selama 24 jam secara nonstop?

    Meski menyejukkan, ternyata penggunaan AC tidak boleh sembarangan, apalagi bila digunakan secara berlebihan. Perlu ada keseimbangan antara kenyamanan menggunakan AC dengan berbagai dampak yang timbul setelahnya.

    Lantas apa sama dampak dari menyalakan AC seharian selama 24 jam tanpa henti? Berikut sederet resiko yang dapat muncul dari penggunaan AC yang terlalu lama, dilansir dari laman SoCool.


    Filter Udara Tersumbat

    AC berfungsi dengan mengambil udara dari luar rumah untuk kemudian difilter menjadi udara dingin, lalu dilepaskan di dalam rumah. Udara secara terus menerus melalui filter selama menyala, sehingga akan ada lebih banyak sumbatan kotoran seiring digunakan.

    Jika filter tidak rutin diganti, maka kualitas udara yang masuk ke dalam rumah pun akan menurun yang nantinya bisa menimbulkan masalah-masalah lainnya.

    Pemborosan Energi

    Ada sebagian dari masyarakat yang percaya menyalakan AC seharian akan menghemat energi karena tidak perlu bekerja keras mendinginkan ruangan. Padahal, AC akan memakan lebih banyak tenaga untuk semakin mendinginkan ruangan melebihi suhu udara paling dingin pada settingannya.

    Tagihan Listrik Membengkak

    Semakin lama AC digunakan, maka semakin banyak juga listrik yang terpakai. Oleh karena itu, tentunya tagihan listrik akan semakin membengkak, terlebih jika menyalakan AC seharian selama 24 jam nonstop.

    Pencemaran Lingkungan

    Terlalu lama menyalakan AC juga akan berdampak buruk bagi lingkungan. Sebab, penggunaan AC sebenarnya menyumbang hampir 35% emisi gas rumah kaca tahunan di sebuah rumah.

    Meskipun AC diklaim ramah lingkungan, bukan berarti tidak menghasilkan emisi sama sekali. Apalagi jika menyalakannya seharian penuh, maka semakin banyak emisi yang dihasilkan.

    Korsleting Listrik

    Penggunaan AC secara terus-menerus dapat menyebabkan kabel listrik rumah menjadi terlalu panas dan berpotensi menjadi sumber kebakaran, salah satu kekhawatiran utama adalah kemungkinan kebakaran akibat listrik.

    Gangguan Kesehatan

    Dengan menyalakan AC seharian berarti tubuh akan terus berada dalam ruangan yang dingin. Hal ini bisa menimbulkan gangguan kesehatan di antaranya sakit tenggorokan, kulit kering, dan alergi.

    Selain itu, AC yang dipakai terlalu sering rawan memiliki filter yang tersumbat, sehingga debu dan polutan akan terhirup. Jika berkepanjangan, dikhawatirkan akan menimbulkan penyakit yang berkaitan dengan pernapasan.

    Masa Pakai Berkurang

    Umumnya, masa pakai AC cukup lama di kisaran 10-12 tahun. Akan tetapi, beberapa faktor bisa membuat masa pakai berkurang. AC yang menyala terus-menerus memberikan tekanan yang berlebihan pada sistem, sehingga membuat AC lebih cepat aus dan meningkatkan risiko kerusakan lebih cepat.

    Membiarkan AC menyala seharian selama 24 jam nonstop juga bisa membuat kumparan evaporator membeku. Hal tersebut akan menyebabkan aliran udara tidak memadai atau tidak ada sama sekali, yang pada dasarnya mengakibatkan kegagalan seluruh sistem AC.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Umur Berapa Kamu Baru Tahu Kalau Ini Tempat Taruh Outdoor AC yang Benar?


    Jakarta

    AC adalah alat yang banyak digunakan untuk mendinginkan atau menuruhkan suhu ruang saat cuaca sedang panas. Namun, jika AC di rumah kamu tidak bisa mendinginkan dengan maksimal atau bahkan membuat ruangan menjadi panas, bisa saja kamu salah menempatkan outdoor AC kamu.

    AC yang biasa kita pasang di rumah adalah jenis split AC yang terdiri dari outdoor dan indoor AC. Outdoor AC adalah bagian kipas yang berbentuk kotak dan terpasang di luar rumah. Untuk menjalankan indoor AC, kita harus menyambungkan antara indoor dan outdoor AC ini.

    Penempatan outdoor AC sangat penting untuk diperhatikan karena penempatan yang salah bisa mempengaruhi kinerja AC dalam mendinginkan ruangan. Akan tetapi, masih banyak orang yang salah atau tidak mengetahui penempatan outdoor AC yang benar sehingga membuat AC sering bermasalah.


    Dalam catatan yang dikutip dari All Purpose Air Conditioning, Berikut adalah tempat yang benar untuk taruh outdoor AC kamu.

    Taruh outdoor AC di tempat yang tidak terkena matahari langsung

    Tempat yang paling baik untuk menaruh AC outdoor kamu adalah tempat yang jauh dari cahaya matahari langsung. Kamu bisa menempatkannya di tembok yang menghadap ke utara atau selatan karena arah ini cenderung tidak terkana cahaya langsung dari matahari. Usahakan untuk menghindari arah timur atau barat karena akan membuat AC bekerja lebih dan mengakibatkan pemborosan energi.

    Taruh Outdoor AC di Tempat yang Terbuka dan Datar

    Pasang unit di tempat yang kering, stabil, dan berventilasi baik untuk mempermudah AC menurunkan suhu ruangan dengan baik. Penting untuk memastikan bahwa outdoor AC kamu tidak terhalang apapun karena akan menghambat proses pendinginan dan membuat AC bekerja kurang efisien.

    Taruh Outdoor AC di Tempat yang Jauh dari Pohon dan Tempat Kotor

    Walaupun tempat yang teduh paling optimal untuk menaruh Outdoor AC, tapi menaruhnya di tempat yang dekat dengan pohon juga sangat tidak dianjurkan. Menaruh outdoor AC di dekat pohon bisa menarik dedaunan dan kotoran ke dalam unit. Selain itu, menaruh outdoor AC di tempat yang dekat dengan air juga sangat dilarang, jadi jika ada area di mana hujan cenderung menggenang, pasang outdoor AC di posisi yang lebih tinggi.

    Itulah beberapa tempat yang baik untuk menaruh outdoor AC kamu, jangan sampai salah lagi ya!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengin Kamar Dingin tapi Hemat? Ini Cara Hitung PK AC Sesuai Luas Ruangan


    Jakarta

    Penyejuk udara atau biasa disebut AC (Air Conditioner) merupakan barang elektronik yang berfungsi untuk menjaga kestabilan suhu udara dan kelembaban ruangan. AC mampu mendinginkan sebuah kamar, apalagi kalau memiliki spesifikasi yang sesuai dengan kondisi ruangan.

    Melansir dari laman selka.id pada Selasa (26/3/2024), miskonsepsi terkait AC umumnya adalah semakin besar ukuran PK AC maka ruangan akan lebih dingin. Padahal, salah memilih PK AC bisa merugikan dari sisi fungsi maupun biaya.

    Oleh karena itu, memilih AC tidak boleh sembarangan, salah satunya bisa dengan mempertimbangkan PK AC sesuai dengan luas ruangan. AC yang tepat akan bekerja lebih efektif dan efisien, sehingga bisa mendinginkan ruangan tanpa membuat tagihan listrik melambung.


    Adapun PK sebenarnya singkatan dari bahasa Belanda ‘Paarkdekracht’ yang berarti tenaga kuda atau dalam Bahasa Inggris HP (Horse Power). Selain itu, PK bukanlah daya pendingin AC, melainkan satuan daya pada kompresor AC.

    Untuk menentukan PK AC yang sesuai dengan luas ruangan, bisa melakukan perhitungan menggunakan rumus tertentu. Namun, sebelum itu perlu dipahami salah satu faktor penting pada sebuah AC, yakni BTU/h (British Thermal Unit per hour).

    BTU bisa dikatakan sebagai daya pendingin ac karena menyatakan kemampuan mengurangi panas atau mendinginkan ruangan berdasarkan luas dan kondisi ruangan selama satu jam.

    Rumus untuk Menghitung PK AC

    Panjang (P) x Lebar (L) x 537 BTU/h

    Kalkulasi ini berdasarkan asumsi tinggi ruangan disesuaikan dengan standar tinggi yang umumnya ada di Indonesia, yakni 2,5-3 meter. Namun, perhitungan tersebut tidak memperhitungkan faktor eksternal seperti, jumlah orang dalam ruangan dan seberapa sering pintu ruangan terbuka.

    Selanjutnya, angka dari hasil perhitungan dapat dicocokkan dengan kemampuan AC untuk mendinginkan ruangan dalam satuan BTU/h.

    Daya Pendingin AC Berdasarkan PK

    AC ½ PK = ± 5.000 BTU/h → ukuran ruangan 10 m²

    AC ¾ PK = ± 7.000 BTU/h → ukuran ruangan 14 m²

    AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h → ukuran ruangan 18 m²

    AC 1½ PK = ± 12.000 BTU/h → ukuran ruangan 24 m²

    AC 2 PK = ± 18.000 BTU/h → ukuran ruangan 36m²

    Sebagai contoh, apabila ruangan memiliki panjang 3 meter dan lebar 3 meter, maka hasil perhitungan sebagai berikut.

    3 m x 3 m x 537 BTU/h = 4.833 BTU/h.

    Dengan begitu, ruangan sebesar 9 m² setidaknya memerlukan AC 1/2 PK karena mempunyai BTU/h sebesar 5000.

    Pada kasus lain, apabila ruangan dengan panjang 3 meter dan lebar 4 meter, maka hasil perhitungan sebagai berikut.

    3 m x 4 m x 537 BTU/h = 6.444 BTU/h

    Berdasarkan hasil itu, mungkin akan bingung untuk memilih antara AC 1/2 PK dengan 5.000 BTU/h atau AC 3/4 PK dengan 7.000 BTU/h. Sebab, angka yang didapat berada di antara keduanya. Sebagai saran, kamu bisa memilih AC 3/4 PK karena kompresor tidak perlu bekerja terlalu keras serta penggunaan listrik pun lebih hemat.

    Demikian cara menghitung PK AC sesuai luas ruangan agar bisa memilih penyejuk ruangan yang tepat. Semoga membantu!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Sering Mati-Hidupkan AC Malah Bikin Boros Listrik?


    Jakarta

    AC atau air conditioner adalah pendingin ruangan yang instan. Alat ini dapat menyejukkan ruangan dengan cepat dan pemakaiannya cukup mudah. Keberadaan AC terutama di negara beriklim tropis tentu membantu pemakainya untuk beraktivitas dengan nyaman di dalam rumah.

    Namun, dibandingkan dengan kipas angin, daya listrik yang dibutuhkan untuk menyalakan AC cukup besar. Maka dari itu, banyak orang yang memutuskan menyalakan AC saat kepanasan, menjelang tidur, saat sampai di rumah, atau keperluan lainnya. Saat tidak diperlukan AC biasanya dimatikan.

    Mengutip dari The Washington Post, Selasa (26/3/2024), ternyata mematikan AC beberapa jam lalu menghidupkannya lagi hanya mampu menghemat sedikit listrik. Sebagai gantinya kamu bisa melakukan beberapa hal yang lebih berikut yang lebih efektif untuk menghemat listrik saat AC dinyalakan.


    1. Jangan Menyalakan dan Mematikan AC Terlalu Sering

    Dalam penelitian yang dilakukan oleh seorang mahasiswa pascasarjana di sistem pembangunan di Universitas Colorado di Boulder, dia mencari tau apakah mematikan AC benar dapat menghemat energi.

    Dia mencoba membandingkan mematikan 3 AC di gedung tersebut selama 8 jam dengan menyalakan AC selama 76 jam dengan suhu 31 derajat celcius.

    Hasil penelitian menunjukkan AC yang dimatikan dapat menghemat sedikit energi. Namun, setiap AC dinyalakan kembali, listrik yang terpakai lumayan banyak untuk menyesuaikan suhu ruangan dan mengubahnya menjadi dingin.

    Jadi menyalakan AC setelah dimatikan beberapa jam tetap dapat menyedot banyak listrik karena AC perlu menyesuaikan suhu. Menyalakan dan mematikan AC juga membebani sistem motor karena berulang kali menyesuaikan suhu. Sementara itu, jika AC yang telah dinyalakan lama, AC tidak sulit menyesuaikan suhu.

    “Anda tidak serta merta menghemat biaya listrik dengan mematikannya selama sepertiga hari,” katanya.

    2. Pasang Sistem Pembuangan Udara AC dengan Benar

    Kerja AC di dalam ruangan dapat maksimal jika AC di luar ruangan beserta salurannya ditempatkan dengan benar. Mulai dari AC luar diletakkan di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung, tidak ada penutup di depan rongga baling-balingnya, hingga terdapat saluran pembuangan udara panas.

    Selain itu, rajin mengganti dan membersihkan filter dikatakan dapat menghemat energi sekitar 5-15% menurut Departemen Energi.

    3. Hindari Memakai AC Bersamaan dengan Barang Elektronik Lain

    Hindari menggunakan peralatan elektronik bersamaan agar listrik tetap hemat. Saat sedang memakai mesin cuci, oven, setrika, mesin air, maka AC sebaiknya dimatikan dahulu. Jika tetap dipaksakan, selain tagihan listrik jadi membengkak, MCB listrik di rumah bisa turun karena tidak kuat.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanda Filter AC di Rumah Sudah Perlu Diganti


    Jakarta

    Membersihkan filter AC tidak hanya mengurangi jumlah debu di rumah tapi juga bisa meningkatkan kesegaran saat bernapas. Filter udara yang kotor tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik, hal ini bisa menyebabkan debu, bulu hewan peliharaan, dan kotoran lainnya masuk ke rumah.

    Dilansir dari HomeServe, sebelum mempelajari cara membersihkan filter AC, mari bahas beberapa tanda bahwa filter AC perlu diganti.

    Tanda-tanda Perlu Ganti Filter AC

    1. Suhu di Ruangan Tidak Dingin

    Jika kamu sadar kalau unit AC-mu tidak dingin seperti biasanya, atau udara yang keluar terasa hangat, berarti kamu perlu mengganti filternya.


    2. Unit HVAC Menjadi Panas

    Jika unit HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) terasa panas saat disentuh, atau kalau kamu bisa merasakan udara hangat keluar dari bagian belakang, maka bisa jadi filter udara tersumbat.

    3. Tagihan Listrik Lebih Tinggi

    Kalau tagihanmu jauh lebih tinggi daripada sebelumnya, itu berarti unit HVAC-mu bekerja lebih keras karena filter kotor dan tidak efisien.

    4. Alergi Memburuk

    Walaupun di rumah memiliki filter HEPA atau filter hipoalergenik, seiring waktu filter tersebut juga akan penuh. Kalau alergi semakin parah, sudah waktunya untuk mengganti atau membersihkan filter.

    5. Debu di Sekitar Ventilasi Udara

    Filter dibuat untuk menghilangkan debu di udara, kalau kamu melihat debu di sekitar ventilasi, itu berarti bukannya terperangkap dalam serat filter – debu tersebut menyebar melewati ventilasi.

    Kalau kamu sudah ganti filter dan masih melihat satu atau beberapa, masalah ini terjadi di unit HVAC, kemungkinan ada sesuatu yang salah. Perawatan rutin bisa mengurangi kemungkinan kerusakan yang lebih besar, karena perawatan bisa mengatasi masalah sebelum kerusakan terjadi. Memanggil tukang servis saat kamu pertama kali lihat tanda awal masalah AC, bisa menghemat uang jangka panjang dan mengurangi kemungkinan adanya perbaikan darurat di masa mendatang.

    Langkah-langkah Membersihkan Filter AC

    Peralatan yang diperlukan:

    1. Obeng untuk melepas penutup ventilasi
    2. Penyedot debu genggam atau penyedot debu dengan sambungan selang
    3. Pengering rambut dengan pengaturan dingin
    4. Filter udara pengganti (jika kamu memakai filter sekali pakai)

    Tahap Memberishkan

    Diperkirakan seluruh proses memakan waktu kurang dari 2 jam. Berikut langkah-langkahnya:
    1. Matikan Daya
    Mulailah dengan mematikan AC

    2. Lepaskan Penutup Ventilasi
    Buka penutup ventilasi atau gunakan tuas pembuka tutup untuk melepas penutup

    3. Bersihkan Penutup
    Bersihkan bagian penutup dengan larutan air hangat dan sabun (kamu tidak perlu larutan pembersih khusus) untuk menghilangkan kotoran dan debu.

    4. Sedot Debu di Filter
    Dengan memakai penyedot debu, bersihkan kotoran dan debu dari filter dan pastikan untuk membersihkan kedua sisi filter.

    5. Cuci Filter
    Setelah kotoran yang besar dan kasar dibersihkan, cuci filter dengan air hangat di dalam bak mandi. Pastikan untuk tidak merendam filter, tapi gunakan air mengalir untuk membersihkan kotoran kecil atau kamu bisa membersihkan filter di luar ruangan dengan selang taman.

    6. Keringkan Secara Menyeluruh
    Keringkan filter dengan hati-hati dengan pengering rambut pada suhu dingin bukan hangat, hal ini untuk menghilangkan semua kelembapan sepenuhnya. Filter yang lembab bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur.

    7. Ganti Filter
    Setelah filter benar-benar kering, gantilah. (Kalau kamu pakai filter sekali pakai, ganti filter dengan yang baru, kamu bisa lewati langkah 3-6)

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • RI Masuk Musim Kemarau, Simak Cara Biar AC Nggak Boros Listrik di Siang Hari


    Jakarta

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja merilis prakiraan cuaca di Indonesia. BMKG memperkirakan sebanyak 63,66% Zona Musim di Indonesia, akan memasuki periode musim kemarau pada bulan Mei hingga Agustus 2024.

    Berdasarkan data BMKG, suhu di beberapa wilayah Indonesia akan berada di atas 36°C. Dengan kondisi seperti ini, kinerja AC pada ruangan rumah dan gedung akan semakin berat, sehingga penggunaan listrik akan menjadi semakin boros.

    Tapi kali ini kamu tidak perlu khawatir, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan supaya kinerja AC kamu menjadi tetap efisien di cuaca yang panas ini. Berikut caranya.


    Cara Meningkatkan Efisiensi AC Supaya Tidak Boros Listrik

    Dikutip dari homeserve.com, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan supaya efisiensi AC di rumah kamu tetap terjaga.

    1. Pilih Ukuran Yang Tepat

    Cara yang pertama tentunya dengan memastikan ukuran daya dingin AC sesuai dengan ukuran ruangan yang ingin kamu pasangi AC.

    Bila daya dingin AC terlalu kecil untuk ruangan, AC akan kesulitan untuk mendinginkan ruangan sehingga akan aktif terus-menerus. Sehingga penggunaan listrik akan menjadi semakin boros.

    2. Bersihkan AC

    Unit AC dilengkapi filter perlu diganti secara berkala. Bila tidak dibersihkan, filter udara ini akan tersumbat. Hal ini akan membuat AC bekerja lebih keras dan boros listrik.

    Jangan lupa juga untuk membersihkan AC Luar, bisa jadi AC bagian luar tersumbat oleh dedaunan dan debu. Pastikan juga saluran pembuangan air bersih dan bebas dari penghalang agar air embun dapat mengalir dengan bebas.

    3. Batasi Sumber Panas Dalam Ruangan

    Peralatan yang menghasilkan panas seperti kompor, pengering pakaian, dan pengering rambut bisa mempengaruhi suhu di dalam ruangan. Hal ini akan memaksa AC untuk bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan.

    Oleh karena itu, sebaiknya kamu batasi penggunaan peralatan semacam ini. Selain itu, kamu juga harus menjauhkan termostat AC dari peralatan yang menghasilkan panas, karena dapat mempengaruhi pembacaan termostat yang akan menyebabkan AC bekerja lebih sering.

    4. Tutup Rapat Ruangan

    Lubang, retakan, dan celah di dalam ruangan akan membuat AC jadi kurang efisien, karena udara dingin yang dihasilkan AC dapat keluar sehingga menyebabkan AC bekerja lebih keras dan bekerja lebih lama untuk menjaga suhu di dalam ruangan.

    Maka dari itu, kamu harus pastikan untuk menutup celah dan retakan yang biasanya ada di sekitar jendela, pintu, dinding, atau jalur pipa dan kabel yang masuk ke dalam ruangan.

    5. Pilih Suhu yang Tepat

    Semua orang pasti selalu ingin suhu AC agar disetel sedingin mungkin. Tetapi, dalam cuaca yang terlalu panas, sebaiknya kamu meningkatkan suhu AC kamu secukupnya. Menaikkan suhu termostat beberapa derajat dapat menghemat energi, karena AC jadi tidak bekerja terlalu keras.

    6. Jaga Aliran Udara AC Luar

    Sirkulasi udara di sekitar unit AC luar membantunya bekerja lebih efisien. Selain dengan membuat atap pada AC luar, kamu juga harus memastikan agar aliran udara pada AC luar tidak tertutup. Jika perlu, kamu bisa kurangi tumbuh-tumbuhan di sekitar AC luar dan berikan jarak minimal 2 kaki (60 sentimeter) di sekitar AC.

    7. Perawatan Rutin

    Selalu jadwalkan perawatan rutin oleh tenaga ahli untuk mengeceknya setidaknya setahun sekali. Teknisi ahli bisa membersihkan unit secara mendalam dan mencari potensi masalah yang dapat mereka perbaiki sebelum menjadi masalah besar.

    8. Kurangi Sinar Matahari

    Sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan akan membawa energi panas. Maka dari itu, kamu harus pastikan untuk meminimalisir masuknya cahaya matahari pada ruangan yang kamu pasangi AC.

    Tutup gorden jendela ketika sinar matahari menyinari tepat ke arah jendela. Hal ini dilakukan untuk mencegah energi panas masuk ke dalam ruangan, yang akan membuat AC menjadi boros listrik.

    Itu dia beberapa cara agar AC kamu tidak boros listrik pada musim kemarau ini. semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Biang Kerok AC Kurang Dingin


    Jakarta

    Dengan cuaca yang cenderung panas seperti saat ini, AC atau Air Conditioner sering jadi ‘andalan’ pemilik rumah untuk mendinginkan ruangan.

    Tapi terkadang kamu mendapati AC jadi terasa kurang dingin. Bisa jadi AC kamu lagi bermasalah. Hal itu akan terasa sangat menjengkelkan karena ruangan akan terasa panas dan gerah.

    Nah, sebelum kamu memanggil tukang servis AC, ada baiknya kamu mengenai apa saja penyebab AC tidak dingin. Berikut daftanya


    Penyebab AC tidak dingin

    1. Sumbatan pada filter udara

    Jika AC kamu mulai terasa kurang dingin maka bisa jadi filter udaranya tersumbat. Pada kasus ini, Aliran udara nggak bisa mengalir dengan benar kemudian mengurangi kapasitas pendinginan AC. Untuk mengatasinya, segera bersihkan filter udara atau ganti dengan yang baru.

    2. Kumparan yang kotor

    Jika AC tidak dingin, kumparan kondensor mungkin penuh dengan kotoran. Pada AC, kondensor ibarat radiator yang membuang panas (yang dikeluarkan dari udara). kumparan kondensor harus bersih untuk menghilangkan panas di luar. Ketika kumparan semakin kotor, AC menjadi kurang efisien sehingga harus bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan.

    3. Cairan Pendingin kurang (freon)

    Cairan pendingin bersirkulasi melalui kumparan evaporator kemudian mendinginkan udara yang mengalir di atasnya yang akhirnya mengeluarkan udara sejuk ke dalam ruangan. Jadi ketika level cairan pendingin ini tak mencukupi, AC pun jadi nggak mampu mendinginkan ruangan. Untuk mengatasinya, kamu bisa gunakan jasa tukang AC untuk mengisi ulang cairan pendingin.

    4. Kompresor rusak

    Kompresor adalah jantung dari AC, mereka yang bertanggung jawab untuk mendinginkan udara di ruangan. Kompresor adalah motor yang memampatkan cairan pendingin kemudian diedarkan melalui kumparan evaporator dan kondensor. Jika AC tidak dingin, kemungkinan kompresornya rusak.

    5.Termostat rusak

    Termostat adalah sensor yang mendeteksi suhu ruangan lalu memberi petunjuk kepada kompresor untuk memulai atau menghentikan siklus pendinginan. Jika termostat rusak, AC tidak bisa dingin atau mungkin dingin terus tanpa henti.

    6. Remote AC Rusak

    Ada juga kalanya remote AC yang rusak, remote gagal mengirimkan sinyal perubahan suhu ke unit AC. Kamu hanya perlu beli remote baru.

    7. Banyak bagian yang lain rusak

    Kemungkinan alasan teknis lainnya di balik AC nggak dingin adalah kapasitor kompresor yang rusak, papan kontrol yang rusak, termostat rusak, kapiler yang tersumbat, motor yang rusak dan bagian lainnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuaca Jakarta Lagi Panas-panasnya, Begini Cara Desain Rumah Adem Tanpa AC


    Jakarta

    Jakarta dan wilayah sekitarnya tengah sedan diterpa cuaca panas beberapa hari belakangan ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan alasan beberapa pemicu cuaca panas ini.

    “Berdasarkan data hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum terukur selama periode tanggal 10 – 15 Mei 2024 di wilayah Jakarta berkisar antara 34,5 – 36,6 °C pada siang hari, dimana suhu maksimum tertinggi selama periode tersebut mencapai hingga 36,6 °C,” kata Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani dikutip dari detikNews, Kamis (16/5/2024).

    Salah satu pemicu fenomena suhu panas terik di Jakarta adalah minimnya pertumbuhan awan. Hal ini membuat penyinaran matahari pada siang hari ke permukaan bumi tidak mengalami hambatan oleh awan.


    Lalu, faktor lain yang menyebabkan cuaca panas di wilayah Jakarta dan sekitarnya karena musim kemarau. BMKG memonitor bahwa wilayah Jabodetabek telah masuk musim kemarau.

    Nah, kalau pengin rumah terasa adem tanpa AC bisa disiasati dari desain rumah. Desain rumah yang tepat bisa mengurangi terpaan hawa dari cuaca panas. Berikut ini caranya dilansir dari Harmony.

    Cara Desain Rumah Adem Tanpa AC

    1. Warna Rumah

    Warna cat yang gelap pada atap maupun tembok akan meningkatan serapan panas di rumah. Semakin reflektif warna cat, maka rumah akan semakin sejuk. Kamu bisa coba menggunakan warna terang seperti biru dan putih untuk suasana adem di rumah.

    2. Kipas Angin Plafon

    Biar ruangan terasa sejuk, kamu bisa memasang kipas angin plafon. Menggunakan AC di rumah bisa cukup menguras biaya, maka kipas angin bisa menjadi alternatif terjangkau. Apalagi buat di ruang keluarga atau ruang makan yang luas.

    3. Jendela

    Jendela menjadi aspek penting yang memengaruhi kondisi udara di rumah. Jendela memungkinkan cahaya dan udara segar masuk, tetapi juga bisa menjadi alasan utama peningkatan panas di dalam rumah.

    Saat membangun rumah, perhatikan penempatan jendela supaya tidak terpapar sinar matahari langsung berlebihan tanpa penghalang. Lalu, desain jendela yang memudahkan membuka sehingga udara mudah masuk.

    4. Sirkulasi Udara

    Pastinya sirkulasi udara tak boleh ketinggalan buat diperhatikan saat pembangunan rumah. Ingatkan arsitek agar membuat desain yang mendukung sirkulasi yang baik.

    Layout rumah bisa mempengaruhi aliran udara di dalam rumah. Kemudian, peletakan berbagai ventilasi rumah termasuk pintu dan jendela perlu direncanakan dengan strategis supaya ada ventilasi silang yang bikin rumah adem.

    5. Material Lantai

    Beberapa jenis lantai bisa lebih menahan panas, sehingga suasana rumah terasa lebih sejuk. Pilihlah bahan lantai yang bagus untuk iklim panas seperti keramik dan porselen yang cukup terjangkau.

    Itulah beberapa cara desain rumah yang adem tanpa AC. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Bikin Kamar Lebih Sejuk dan Nyaman buat Tidur Tanpa AC


    Jakarta

    Cuaca panas bisa mengganggu aktivitas tidur di malam hari. Mungkin kamu merasa tidak nyaman karena kamar tidur terlalu hangat.

    AC tentu bisa menjadi penyelamat di kondisi seperti ini. Namun, tanpa menggunakan AC pun kamu masih bisa mengakali kamar tidur supaya mendapat kesejukan di tengah panasnya udara di malam hari.

    Melansir dari HealthPartners, Jumat (17/5/2024) berikut ini cara membuat kamar tidur lebih sejuk tanpa AC.


    Tips Bikin Kamar Tidur Sejuk

    1. Ganti Selimut dan Seprai

    Kalau tidur tanpa selimut terasa kurang lengkap, maka saat cuaca panas gunakan kain tipis saja. Lalu, kamu bisa mengganti seprai bantal dan kasur dengan bahan yang lebih adem seperti katun dan linen.

    Bahkan, kamu bisa menyimpan kain itu di kulkas beberapa saat sebelum dipasang. Cara ini menjadi alternatif buat mendapatkan sensasi lebih dingin di tempat tidur.

    2. Gel Pendingin

    Kamu bisa membeli bantalan berisi gel pendingin, lalu menyimpannya di kulkas sebelum tidur. Taruh gel pendingin ini di tempat tidur agar kasur terasa dingin atau tempelkan pada tubuh sembari tidur.

    3. Tidur di Bawah

    Apabila memiliki rumah bertingkat, kamu bisa sementara waktu tidur di kamar lantai bawah karena hawa panas cenderung menguap ke atas. Kamu juga bisa coba tidur di lantai kamar menggunakan matras.

    4. Kipas Angin

    Kipas angin bisa jadi alternatif bagus kalau nggak ada AC. Selain mendapat hembusan angin yang adem, kipas angin memicu sirkulasi udara dan suara yang bikin tidur lebih nyenyak.

    Namun, pastikan arah angin tidak langsung mengenai badan, melainkan dipantulkan ke tembok.

    5. Tutup Jendela dan Gorden di Siang Hari

    Kalau tidak ada angin segar yang masuk melalui jendela di siang hari, lebih baik tutup jendela dan gorden. Cara ini mencegah masuknya hawa panas dari luar rumah. Lalu, buka lagi jendela di malam hari ketika suhu sudah dingin.

    Begitulah cara bikin kamar tidur lebih sejuk supaya bisa tidur nyenyak di malam hari tanpa AC. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa AC Tidak Mau Menyala Setelah Mati Lampu? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Pendingin ruangan atau AC adalah salah satu alat elektronik yang berfungsi apabila terhubung listrik. Namun, ada kejadian AC tidak mau menyala setelah mati lampu, padahal listrik sudah kembali berfungsi, kira-kira kenapa ya?

    Seperti yang kamu tahu, pemadaman listrik di rumah bisa berlangsung sebentar atau bahkan berhari-hari tergantung seberapa cepat pihak PLN memperbaiki kerusakan yang terjadi. Di satu sisi, saat listrik mati, kondisi AC ada yang sedang dinyalakan dan ada pula yang dimatikan.

    Arus listrik di rumah yang tiba-tiba mati bisa mengakibatkan kerusakan pada AC. Maka dari itu, saat arus listrik kembali terhubung dengan alat elektronik di rumah, AC tidak bisa merespon karena ada kerusakan yang terjadi.


    Menurut Pemilik Multi Jaya Service AC, Aditya Hilmawan AC tidak mau menyala setelah mati lampu mungkin saja terjadi. Dia mengungkapkan penyebabnya karena arus listrik yang belum stabil atau bagian colokan listrik AC terputus.

    “Itu bisa alirannya belum stabil atau sekring colokannya putus, pas di dalam colokan yang kaki tiga atau di dalam modul PCB AC putus,” kata Aditya kepada detikProperti pada Rabu (5/6/2024).

    PCB AC berfungsi sebagai tempat masuknya arus listrik dari strum kemudian ke fan dan kompresor. Menurut Aditya PCB AC diibaratkan sebagai jantung AC tersebut.
    Untuk mengetahui arus listrik di rumah sudah kembali normal, kamu bisa menunggu selama 5 menit. Baru setelah itu, mencoba menyalakan kembali. Sementara itu, jika terjadi kerusakan pada colokan AC, maka remot AC tidak akan bisa membuat AC merespon perintah dari tombol yang ditekan pengguna.

    “Biasanya di tespen di aliran listriknya kelihatan. Biasanya di remot nggak nyala,” sebutnya.

    Namun, penyebab remot AC tidak bisa tersambung dengan AC bisa dikarenakan sensor AC yang rusak. Aditya mengatakan untuk kasus sensor AC rusak jarang terjadi karena mati listrik.

    “Paling sering kabel sensornya di makan tikus, kalau nggak di bagian sensornya kotor,” ungkapnya.

    Aditya menyarankan saat terjadi mati listrik, sebaiknya AC dalam keadaan mati dengan mencabut colokannya untuk menghindari arus listrik merusak perangkat di dalamnya.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com