Tag: ac

  • 2 Alasan Rumah Harus Pasang Aliran Listrik Terpisah Tiap Lantai



    Jakarta

    Rumah harus memiliki kapasitas listrik yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, apa pun perangkat elektronik yang akan digunakan dapat berfungsi. Salah satu yang bisa dilakukan agar aliran listrik sesuai dengan kebutuhan adalah dengan memasang MCB atau Miniature Circuit Breaker di beberapa tempat.

    Sebagai informasi, MCB merupakan komponen listrik yang dapat memutuskan aliran listrik di rumah. Biasanya aliran listrik yang mati disebabkan penggunaan yang berlebihan. Dengan satu tombol di MCB ini, kamu bisa mematikan dan menghidupkan lagi listrik di rumah. MCB ini letaknya di luar rumah.

    Menurut Produk Manager Produk Manager Schneider Electric Ivan Desian Kaulika, sebuah rumah yang memakai banyak perangkat elektronik, sebaiknya MCB-nya ditopang oleh beberapa MCB yang bekerja terpisah.


    Hal ini dikarenakan, rumah yang memiliki beberapa MCB dapat mencegah listrik di rumah mati seluruhnya apabila ada kerusakan. Jika masalah berada di lantai pertama, misalnya karena kebocoran listrik, maka yang perlu diperbaiki hanya lantai 1 saja. Listrik di lantai atas dapat beroperasi secara normal karena tidak terpengaruh.

    Cara ini juga dinilai cukup efektif karena biasanya perbaikan listrik memerlukan beberapa hari untuk datang ke rumah. Dengan hanya sebagian yang rusak, penghuni rumah tetap bisa beraktivitas seperti biasa, meskipun terbatas.

    “Jadi nggak satu rumahnya mati listriknya. Jadi kalau misalnya kita tahu matinya di situ, jadi tunggal listrik perbaikinya hanya di bagian itu saja. Jadi nggak perlu bongkar listrik satu rumah,” kata Ifan kepada detikProperti usai acara Innovation Talk: Rumah Nyaman Listrik Aman di Jakarta pada Rabu (2/10/2024).

    Lalu, alasan kedua adalah mencegah terjadinya korsleting listrik dan kebakaran di rumah.

    “Dengan makin banyak MCB, artinya dia kondisi korsletingnya lebih kecil kemungkinan terjadinya,” ujarnya.

    Cara menentukan jumlah MCB di rumah ditentukan dari jumlah kapasitas listrik yang dipakai di rumah. Semakin banyak perangkat listrik yang dipakai sebaiknya dipisah.

    Apabila rumah terdiri dari 2 lantai dan pemakaian listrik cukup besar dayanya, maka MCB sebaiknya dipisahkan. Dia menegaskan penentuan jumlah MCB per zona ini tidak ditentukan dari luas rumah.

    Lebih lanjut, dia menuturkan perangkat elektronik yang membutuhkan daya listrik yang besar adalah yang harus menghasilkan panas. Sebagai contoh water heater elektrik dan microwave. Selain itu, AC juga bisa menguras banyak daya listrik di rumah.

    “Elektronik yang paling banyak sebenarnya yang berhubungan dengan apa yang membuat panas. Water heater atau microwave, itu pasti pakai listrik aja. Atau yang membutuhkan gerak yang besar seperti AC,” pungkasnya.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Barang yang Tidak Boleh Diletakkan di Dekat AC



    Jakarta

    Saat musim kemarau, banyak orang mengoperasikan AC mereka sepanjang hari tanpa henti. Udara yang sejuk tentunya memberikan kenyamanan saat cuaca panas.

    Untuk memastikan efisiensi yang optimal, penting untuk tidak menghalangi unit pendingin udara, baik itu model jendela maupun ventilasi di dinding atau lantai.

    Peralatan Besar

    Melansir Better Homes & Gardens, pada (21/10/2024), jika kamu menggunakan unit jendela atau ventilasi lantai atau dinding, pastikan aliran udara tidak terhalang agar udara dingin dapat tersebar ke seluruh ruangan.


    Hindari menempatkan furnitur besar seperti kursi berlengan di depan atau di atas ventilasi, dan pastikan area di depan unit jendela tetap bersih. Furnitur besar lain yang sebaiknya tidak diletakkan dekat atau tepat di depan AC meliputi sofa, rak buku, lemari, dan kepala tempat tidur.

    Tanaman Rumah

    Jauhkan tanaman hias setidaknya tiga kaki dari ventilasi udara, karena aliran udara dingin yang langsung dapat mempengaruhi kesehatan, pertumbuhan, dan tampilan tanaman. Sebagian besar tanaman pot tumbuh optimal dalam lingkungan yang hangat dan lembap.

    Sehingga paparan udara dingin, terutama jika langsung diarahkan ke tanaman, dapat menyebabkan dehidrasi yang membuat daun tanaman mengkerut, layu, kering, atau berubah warna.

    Barang Elektronik

    Memang tidak terlihat seperti itu, tapi perangkat elektronik layaknya TV atau konsol game mengeluarkan suhu panas yang bisa mempengaruhi suhu ruangan di rumah kamu. Jauhi perangkat elektronik ini dari sekitar unit pendingin udara, guna memastikan pendingin udara kamu tidak bekerja secara berlebih untuk menahan panas yang dihasilkan dari perangkat ini.

    Selain itu, hindari meletakkan pengering pakaian pada sekitar pendingin udara. Mesin cuci bisa mengeluarkan panas yang dapat membuat suhu ruangan menjadi lebih panas dan menyebabkan unit HVAC kamu bekerja lebih keras guna menjaga suhu ruangan agar tetap rendah.

    Tak hanya itu, perlengkapan memasak seperti kompor atau oven yang mengeluarkan banyak suhu panas harus dijauhkan dari pendingin udara. Hal ini bertujuan agar pendingin udara kamu tidak bekerja lebih keras, dan mencegah pembengkakan pada tagihan listrik rumah kamu.

    Karpet

    Ketika AC kamu bekerja melalui ventilasi lantai, maka pastikan kamu tidak menutupnya dengan karpet maupun penutup lantai. Hal ini bukan hanya bisa merusak struktur pada karpet, tetapi juga menghalau udara dingin yang masuk ke ruangan.

    Dengan kekuatan serta kecepatan penuh, yang dapat menyebabkan unit bekerja lebih keras lagi, dan akan menghabiskan lebih banyak energi.

    Tirai

    Ventilasi dinding dan lantai sering diposisikan di dekat atau di bawah jendela untuk memudahkan penataan furnitur yang efisien di dalam ruangan. Meskipun hal ini menguntungkan karena ventilasi tidak akan terhalang oleh furnitur atau karpet, kamu tetap perlu memperhatikan perawatan jendela.

    Jika kamu berencana menggantung gorden panjang hingga menyentuh lantai, terutama dengan gaya genangan air di mana gorden mengumpul di lantai, pastikan gorden tersebut tidak menghalangi ventilasi AC agar aliran udara tetap optimal.

    Pohon dan Semak

    Jika berbicara mengenai unit AC outdoor atau kompresor AC sebaiknya sisakan jarak yang aman di sekitarnya agar dapat berfungsi dengan baik. Biarpun kamu mungkin ingin menyembunyikan utilitas luar ruangan ini yang bertujuan untuk estetika, pastikan kamu menyisakan ruang di sekitarnya guna mencegah masalah apa pun.

    Hindarkan menanam pohon dan semak-semak tepat di sebelah kompresor AC agar akar tidak menjalar dan tumbuh di area dan di bawahnya serta mengganggu efisiensinya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Agar Ruangan di Dalam Rumah Tidak Lembap


    Jakarta

    Beberapa ruangan di dalam rumah rentan mengalami lembap. Perlu diketahui, kelembapan udara yang tinggi pada ruangan bisa berdampak buruk terhadap kesehatan, seperti alergi hingga kesulitan bernapas.

    Selain itu, ruangan yang terlalu lembap juga bisa menyebabkan kerusakan pada tembok, mulai dari cat yang terkelupas hingga muncul jamur. Terkadang, jamur yang tumbuh di tembok juga beracun, lho.

    Oleh sebab itu, jika terdapat ruangan di dalam rumah yang kelembapannya tinggi maka perlu diatasi secepatnya. Lantas, bagaimana cara agar ruangan tidak lembap? Simak tipsnya dalam artikel ini.


    Cara Agar Ruangan Tidak Lembap

    Ruangan di dalam rumah yang terlalu lembap bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penghuninya. Namun jangan khawatir, ada sejumlah cara agar ruangan tidak lembap.

    Mengutip laman Courtina, berikut beberapa cara agar ruangan di dalam rumah tidak terlalu lembap:

    1. Menambah Ventilasi

    Cara yang pertama adalah dengan menambah ventilasi. Hal ini menyebabkan udara dapat bersirkulasi dengan baik, sehingga mencegah ruangan terlalu lembap.

    Kamu bisa menghitung jumlah ventilasi yang sesuai dengan mempertimbangkan luas ruangan. Namun, sebaiknya jangan terlalu banyak memasang ventilasi karena juga tidak baik untuk kondisi ruangan.

    2. Membuka Jendela dan Pintu Rumah

    Agar ruangan tidak terlalu lembap, detikers juga perlu membuka jendela atau pintu rumah secara rutin di pagi hari. Langkah ini dilakukan agar matahari dapat masuk ke dalam rumah, sehingga udara yang masuk akan bergantian.

    Perlu diketahui, udara yang tidak mengalir bisa menyebabkan kondensasi, sehingga memicu kelembapan tinggi di dalam ruangan. Hal tersebut juga bisa menimbulkan jamur dan lumut di tembok.

    3. Meletakkan Silica Gel

    Silica gel merupakan alat penyerap lembap berbentuk butiran-butiran kecil. Agar ruangan di dalam rumah tidak lembap, kamu bisa meletakkan beberapa silica gel di tiap sudut-sudut ruangan yang dirasa paling lembap.

    Harga silica gel yang relatif murah bisa menjadi solusi alternatif bagi detikers yang ingin menghilangkan kelembapan.

    4. Pakai Cat Dinding Anti Lembap

    Langkah berikutnya adalah dengan menggunakan cat dinding anti lembap. Cat ini banyak dijual di toko-toko bangunan maupun toko online.

    Selain mempercantik rumah dengan warna cat yang bagus, penggunaan cat dinding anti lembap juga membantu menjaga tingkat kelembapan, terutama pada bagian dinding.

    5. Meletakkan Tanaman yang Menyerap Lembap

    Untuk menghilangkan kelembapan tinggi di dalam ruangan, kamu bisa meletakkan tanaman yang berfungsi menyerap lembap. Beberapa tanaman yang ampuh untuk mengurangi kelembapan di antaranya tanaman ivy, chamomile, dan sepatu filum.

    Akar, daun, hingga pori-pori dari ketiga tanaman tersebut dapat menyerap polutan serta mengendalikan tingkat kelembapan di dalam ruangan.

    6. Menggunakan Dehumidifier

    Ada sebuah alat yang bisa mengurangi kelembapan pada ruangan, yaitu dehumidifier. Alat elektronik ini bisa menghilangkan kelembapan dengan cara menyerap kandungan air di udara, sehingga menjadikan ruangan lebih sehat dan terhindar dari gangguan kesehatan.

    7. Memasang Hygrometer

    Cara selanjutnya adalah dengan memasang hygrometer di ruangan yang lembap. Alat ini dapat mengetahui tingkat kelembapan pada suatu ruangan, sehingga lebih mudah untuk mengontrol dan menjaga agar tingkat kelembapan berada di batas normal, yakni sekitar 40-60%.

    Dengan memasang hygrometer, detikers juga lebih hemat biaya karena bisa mengontrol penggunaan dehumidifier, AC, atau alat pemanas sesuai kebutuhan.

    8. Menyalakan Kipas Angin di Area Lembap

    Jika kamu tidak memiliki dehumidifier di rumah, solusi alternatifnya adalah dengan memanfaatkan kipas angin. Alat ini bisa digunakan untuk mempercepat proses pembuangan udara, terutama di ruangan lembap seperti kamar mandi atau dapur.

    Caranya cukup mudah, yakni dengan mengarahkan kipas angin ke arah luar rumah untuk membuang udara lembap yang terperangkap di dalam ruangan.

    Itu tadi delapan cara agar ruangan tidak lembap. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Pasang AC di Rumah Dekat Pantai? Perhatikan Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Bagi kamu yang tinggal di daerah pesisir memang memiliki keuntungan tersendiri, seperti adanya angin pantai dan bisa keliling-keliling sepanjang garis pantai. Namun, area di pesisir sering kali panas dan membuat rumah maupun bangunan di sekitarnya memasang AC atau pendingin ruangan.

    Nah, kalau ingin memasang AC di bangunan yang dekat pantai, perhatikan informasi berikut ini dulu ya.

    Kelembapan dan Pertumbuhan Jamur

    Melansir Express Air Now, pada Rabu (30/10/2024), masalah yang paling umum pada daerah pesisir adalah tingkat kelembapan yang tinggi karena letaknya yang berdekatan dengan laut. Walaupun angin laut membuat segar udara sekitar, angin laut bisa menjadi tempat berkembang biak jamur, lumut, dan bakteri serta mikroorganisme berbahaya lainnya yang dapat memasuki sistem pada AC.


    Sistem yang sudah terkontaminasi ini dapat menyebabkan masalah pada kesehatan serta membuat udara di dalam ruangan menjadi kotor.

    Korosi Air Asin

    Masalah yang paling sering bagi pemilik rumah di pesisir pantai adalah korosi air laut. Udara di sekitar laut yang asin, bisa mempercepat kerusakan pada setiap komponen unit AC. Proses ini bisa membuat penurunan efisiensi dan perbaikan yang mahal jika tidak secepatnya diatasi.

    Air asin bisa menyebabkan kerusakan kumparan pada kondensor, pipa tembaga, dan sambungan listrik AC kamu. Seiring berjalannya waktu, kerusakan itu dapat menyebabkan kebocoran pada pendingin.

    Hal ini juga dapat mengurangi kapasitas pendingin, dan menyebabkan pendingin mengalami kegagalan sistem secara keseluruhan. Untuk mengatasi korosi akibat hembusan garam, kamu harus mempertimbangkan untuk pengaplikasian lapisan pelindung pada komponen AC.

    Lapisan ini berguna sebagai penghalang dan mencegah kerusakan akibat air garam, serta memperpanjang usia sistem pada pendingin kamu. Perawatan serta pemeliharaan secara berkala juga penting untuk membasmi penumpukan garam pada unit pendingin kamu.

    Tips Perawatan AC di Rumah Dekat Pantai

    Inspeksi Reguler

    Pengecekan secara berkala yang dilakukan oleh para ahli HVAC adalah langkah yang sangat penting guna mendeteksi serta memperbaiki masalah sebelum semakin parah.

    Penjadwalan janji perawatan setahun sekali merupakan salah satu kunci untuk menjaga sistem pendingin kamu selalu dalam kondisi maksimal. Selama dalam pemeriksaan, teknisi dapat memeriksa seluruh komponen AC kamu dari korosi dan memberikan solusi.

    Pergantian Filter

    Ganti dan bersihkan filter udara AC secara rutin, terutama kamu yang tinggal di daerah pesisir pantai yang memiliki tingkat serbuk sari dan debu sangat tinggi. Filter yang bersih dapat menyalurkan udara yang lebih baik dan mencegah tekanan pada sistem pendingin.

    Jika filter mampet karena garam dan udara dari sekitar laut, filter akan mengalami penurunan efektivitas dalam kinerjanya dan harus menggunakan energi yang lebih banyak lagi.

    Pembersihan dan Pelapisan

    Membersihkan serta menaruh lapisan pada komponen pendingin bisa membantu melindunginya dari kerusakan karena air garam. Membersihkan kumparan, sirip, dan komponen lainnya secara teratur dapat membantu membasmi penumpukan garam.

    Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan saat memasang AC di rumah yang dekat pantai. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih AC yang Tepat untuk Rumah di Dekat Pantai


    Jakarta

    Memiliki tempat tinggal di tepi pantai memiliki beberapa keuntungan, seperti pemandangan yang menakjubkan, hembusan angin, dan deruan ombak yang menenangkan jiwa. Namun, tinggal di pesisir pantai juga bisa menimbulkan tantangan tersendiri, contohnya seperti hawa panas sehingga membutuhkan pendinginan udara atau AC dalam sebuah bangunan atau rumah.

    Kelembapan yang tinggi, udara yang mengandung garam, dan suhu yang tidak menentu adalah suatu hal yang umum terjadi di daerah pesisir yang dapat merusak peralatan, terutama AC. Hal pertama yang harus kamu pertimbangkan adalah ketahanan terhadap korosi.

    Lalu bagaimana cara memilih AC yang tepat untuk rumah di dekat pantai? Dilansir dari INSC Digital Magazine, berikut ini informasinya.


    Pilih yang Memiliki Lapisan Anti Korosi

    Udara yang mengandung garam sangat korosif dan bisa merusak komponen logam yang terdapat pada AC dengan cepat. Maka dari itu, AC yang memakai lapisan anti-korosi atau yang terbuat dari bahan-bahan yang tahan karat lebih banyak disukai.

    Penjual selalu menawarkan model dengan lapisan pelindung khusus pada kondensor dan komponen vital lainnya untuk memperpanjang usia pendingin di pesisir pantai. Cari AC yang dirancang khusus untuk penggunaan di laut maupun pesisir, karena AC tersebut dibuat tahan kondisi yang keras.

    Ketahanan adalah faktor kunci lainnya, AC pada pesisir tidak cukup kuat untuk menahan korosi dan angin kencang, serta pasir, dan radiasi UV yang kuat. Unit dengan konstruksi kuat, termasuk rangka kokoh dan komponen yang tertutup rapat, sangat penting.

    Disarankan memilih AC yang telah melalui pengujian ketahanan lingkungan secara menyeluruh. Unit ini biasanya memiliki struktur diperkuat dan teknologi penyegelan canggih untuk mencegah masuknya pasir dan kelembapan.

    Hemat Energi

    Efisiensi energi juga merupakan faktor utama. Daerah pantai sering menghadapi suhu ekstrem, yang memerlukan penggunaan AC secara terus-menerus dan dalam jangka waktu panjang.

    Model hemat energi tidak hanya membantu menurunkan tagihan listrik, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan. Pilih unit dengan peringkat SEER atau Seasonal Energy Efficiency Ratio tinggi.

    Teknologi inverter modern yang menyesuaikan kecepatan kompresor berdasarkan kebutuhan pendinginan menawarkan efisiensi energi lebih baik dan kontrol suhu yang stabil.

    Cari yang Mudah Dibersihkan dan Dirawat

    AC untuk bangunan di daerah pantai memerlukan perawatan lebih sering karena kondisi lingkungan yang keras. Pilih model yang mudah dibersihkan dan dirawat. Beberapa unit dirancang dengan komponen dan filter yang mudah diakses untuk dibersihkan atau diganti tanpa bantuan profesional. Selain itu, AC dengan fitur pembersihan otomatis membantu mencegah penumpukan jamur dan garam, yang mendukung kinerja serta kualitas udara yang lebih baik.

    Pilih Kapasitas AC Sesuai Kebutuhan

    Ukuran dan kapasitas pendinginan harus disesuaikan dengan kebutuhan rumah tepi pantai kamu. Ukuran AC yang tepat sesuai dengan luas area yang perlu didinginkan. Unit yang terlalu kecil akan sulit mempertahankan suhu nyaman, sedangkan unit yang terlalu besar bisa mendingin terlalu cepat tanpa menghilangkan kelembapan udara sehingga menciptakan suasana lembap.

    Tingkat kebisingan juga penting, terutama di lingkungan pantai yang tenang. Unit AC modern umumnya dilengkapi teknologi peredam kebisingan seperti kompresor berinsulasi dan bahan peredam suara. Memeriksa peringkat desibel AC dapat membantu memilih model yang menjaga keheningan dalam ruangan.

    AC Split Bisa Jadi Pilihan

    Sistem split sering direkomendasikan untuk rumah pantai karena fleksibilitas dan efisiensinya. Sistem ini terdiri dari unit luar ruangan yang menampung kompresor dan kondensor serta satu atau beberapa unit dalam ruangan yang menyalurkan udara dingin.

    Unit luar ruangan dapat ditempatkan jauh dari lingkungan korosif, dan unit dalam ruangan ditempatkan strategis untuk distribusi pendinginan yang merata di seluruh rumah.

    Alternatif lain yang layak adalah sistem mini-split tanpa saluran. Sistem ini seperti sistem split tetapi tanpa saluran, memudahkan pemasangan, terutama di rumah lama atau tanpa saluran. Mini-split tanpa saluran memungkinkan pendinginan zona yang efisien dan hemat biaya.

    Untuk rumah besar atau yang memiliki banyak ruangan, AC sentral mungkin menjadi pilihan terbaik. Sistem ini menggunakan jaringan saluran untuk mendistribusikan udara dingin dari unit pusat.

    Meski instalasinya lebih kompleks dan mahal, sistem AC sentral menawarkan kontrol iklim menyeluruh dan dilengkapi dengan sistem penyaringan yang meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Perawatan rutin sangat penting untuk menjaga efisiensi sistem ini di lingkungan pantai.

    Pendingin udara portabel menjadi solusi praktis, terutama bagi penyewa atau untuk penggunaan sementara. Unit ini mudah dipindahkan tanpa instalasi permanen, tetapi mungkin tidak sehemat energi atau sekuat sistem split atau sentral.

    Pilih yang Memiliki Kemampuan Sebagai Dehumidifier

    Tingkat kelembapan tinggi dapat membuat udara terasa lebih panas dan menyebabkan masalah seperti jamur. AC dengan kemampuan dehumidifikasi kuat dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas udara.

    Pemurnian udara adalah fitur lain yang perlu dipertimbangkan. Udara pesisir membawa polutan seperti serbuk sari, debu, dan semprotan air laut. AC dengan sistem penyaringan canggih dapat menghilangkan partikel-partikel ini, sehingga menghasilkan udara lebih bersih.

    Filter HEPA, karbon aktif, dan pembersih sinar UV adalah beberapa opsi yang bisa ditambahkan. Berinvestasi dalam termostat berkualitas tinggi juga dapat meningkatkan efisiensi dan kinerja AC di rumah pantai. Termostat yang dapat diprogram memungkinkan pengguna mengatur jadwal suhu untuk mengurangi konsumsi energi saat rumah kosong. Termostat pintar bahkan mampu menyesuaikan suhu berdasarkan pola penggunaan.

    Pemasangan yang tepat sangat penting untuk sistem AC di lingkungan pantai. Pemasangan profesional memastikan unit diposisikan dengan benar dan semua komponen terlindungi dari unsur alam. Perawatan rutin oleh teknisi juga membantu mencegah masalah korosi dan kebocoran refrigeran.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelebihan dan Kekurangan Pakai AC Cassette di Rumah


    Jakarta

    Ketika cuaca panas menyengat, kenyamanan di rumah menjadi prioritas utama. Salah satu solusi yang efektif untuk menjaga suhu tetap sejuk adalah dengan menggunakan AC cassette.

    AC cassette merupakan jenis AC yang dipasang di plafon rumah. Hal itu terkadang dipilih karena hampir tidak terlihat.

    Namun, sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan AC jenis ini, perhatikan dulu kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini informasinya.


    Kelebihan Memakai AC Cassette

    Menjaga Tampilan Dinding

    Melansir Metropolitan Air Conditioning, pada Sabtu (2/11/2024), memasang AC cassette langit-langit dapat memberikan berbagai keuntungan, salah satunya adalah membebaskan ruang dinding kamu yang berharga.

    Berbeda dengan AC cassette, AC dengan model split atau AC yang ditempel di dinding biasanya, pemasangan komponen unit internal memerlukan ruang di dinding.

    Namun, AC cassette memungkinkan kamu untuk menggunakan kembali ruang dinding tersebut untuk hal lain, seperti menggantung karya seni atau foto keluarga, karena unit dalam ruangan dipasang di langit-langit.

    Efisiensi Energi

    Sistem AC cassette dapat dengan cepat dan efisien mencapai suhu ruangan yang kamu inginkan, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan energi untuk memanaskan atau mendinginkan ruangan lebih lama dari yang diperlukan.

    Hal ini akan menurunkan konsumsi energi kamu. Setelah suhu yang diinginkan tercapai, AC akan mengurangi penggunaan energinya, menjadikannya pilihan yang lebih hemat energi.

    Biaya Perawatan Murah

    Sistem AC cassette sangat mudah dalam hal perawatan, biasanya hanya memerlukan pembersihan ventilasi setiap dua minggu dan penggantian filter secara rutin. AC cassette cocok untuk berbagai ukuran ruangan, baik kamu tinggal di apartemen kecil atau rumah yang luas. Semua tergantung pada ukuran kipas dan daya keluaran yang paling sesuai dengan ukuran ruangan, yang bisa ditentukan oleh teknisi AC berlisensi.

    Penyaluran Udara yang Baik

    Banyak orang menganggap ini sebagai salah satu keunggulan utama. Kita semua memahami prinsip dasar ilmu pengetahuan bahwa udara panas cenderung naik dan udara dingin turun.

    Prinsip ini, ditambah dengan kipas internal yang sangat efisien, memungkinkan distribusi udara dengan suhu yang merata di seluruh sudut ruangan.

    AC cassette memiliki desain yang estetis, mudah dalam perawatannya, memproduksi sedikit suara di dalam ruangan, serta memberikan kenyamanan dan efisiensi energi yang luar biasa.

    Dengan semakin banyak produsen yang menghadirkan sistem cassette hemat energi untuk penggunaan rumah, jelas ada alasan kuat untuk menganggapnya sebagai salah satu solusi terbaik untuk pemanasan dan pendinginan di rumah.

    Kekurangan Memakai AC Kaset

    Ketidaksesuaian Ruang

    AC cassette dilengkapi dengan berbagai fitur dan manfaat yang menjadikannya pilihan yang tepat untuk banyak rumah. Namun, ada juga fitur tertentu yang mungkin membuatnya kurang cocok untuk properti kamu.

    Keterbatasan ruang di atap untuk pemasangan unit dalam ruangan AC bisa berarti bahwa unit tersebut tidak cocok untuk rumah kamu. Ini bisa disebabkan oleh desain atap kamu, atau oleh keberadaan sistem pencahayaan atau kipas langit-langit yang menghalangi.

    Kebisingan Komponen Eksternal

    Meskipun unit internal AC kamu mungkin beroperasi dengan tenang, unit eksternalnya bisa menghasilkan suara yang cukup bising. Jika rumah kamu dekat dengan tetangga, kamu mungkin perlu mempertimbangkan lokasi pemasangan unit luar ruangan.

    Harga Pembelian Mahal

    Berbeda dengan AC sistem split biasa, kamu mungkin akan menemukan bahwa unit cassette memiliki harga yang lebih tinggi, baik saat pembelian maupun saat pemasangan.

    Kebutuhan Lebih dari Satu Unit

    Seperti sistem yang dipasang di dinding, kamu akan perlu memasang beberapa unit. Meskipun unit-unit tersebut dapat memanaskan dan mendinginkan ruangan terbuka yang luas, kamu memerlukan lebih dari satu unit untuk menciptakan aliran udara dan memengaruhi suhu di seluruh rumah.

    Jika kamu tinggal di rumah bertingkat, unit AC cassette langit-langit mungkin tidak cocok untuk memanaskan atau mendinginkan seluruh rumah. Ini sering kali disebabkan oleh keterbatasan ruang di langit-langit untuk mendukung pemasangan yang memadai.

    AC Keset Lebih Baik Dibanding yang Lain?

    Ada berbagai pilihan untuk pemanas dan pendingin ruangan di rumah, salah satunya adalah AC cassette. Unit AC cassette dipasang di langit-langit, membuatnya ideal untuk menghemat ruang. Unit ini mendistribusikan udara dingin secara merata, sehingga mengurangi titik panas.

    AC cassette memerlukan langit-langit palsu, yang berarti akan ada pekerjaan struktural tambahan di rumah kamu. Perawatannya juga bisa lebih rumit karena posisinya, sehingga perawatan rutin menjadi sangat penting.

    Apakah AC cassette lebih baik daripada opsi lain tergantung pada kebutuhan dan anggaran kamu. Jika kamu mencari solusi yang ramping dan tidak mencolok dengan pendinginan yang merata, serta tidak keberatan dengan biaya awal yang lebih tinggi, ini bisa menjadi pilihan yang ideal.

    Namun, jika anggaran kamu terbatas atau lebih memilih instalasi yang lebih sederhana, kamu mungkin ingin mempertimbangkan sistem hemat energi lainnya seperti unit sistem split atau AC siklus terbalik.

    Pada akhirnya, pilihan terbaik untuk rumah kamu akan bergantung pada kondisi unik kamu, jadi penting untuk mempertimbangkan dengan cermat kelebihan dan kekurangan sebelum membuat keputusan.

    Apakah AC Kaset Langit-langit Pilihan Terbaik untuk Rumah?

    Jadi, kita sampai pada pertanyaan penting mengenai bagaimana unit AC cassette dibandingkan dengan solusi pemanasan dan pendinginan lainnya, dan apakah ini pilihan terbaik untuk rumah kamu.

    Jika kamu membandingkan sistem AC cassette dengan sistem split yang terpasang di dinding, unit cassette biasanya lebih mahal untuk dibeli dan dipasang.

    Namun, unit ini dapat dipasang di rongga langit-langit, bukan di dinding. Hal ini memungkinkan aliran udara multiarah, yang memberikan cakupan pemanasan dan pendinginan yang lebih luas di ruang yang lebih besar, sering kali dengan efisiensi energi yang lebih baik.

    Ketika membandingkan AC cassette dengan sistem saluran penuh, yang juga memiliki biaya tinggi untuk pembelian dan pemasangan, keunggulan utama sistem saluran adalah kemampuannya untuk memanaskan atau mendinginkan seluruh rumah hanya dengan satu sistem.

    Di sisi lain, kamu perlu memasang beberapa unit AC cassette di seluruh rumah. Kamu mungkin menemukan bahwa perawatannya sedikit lebih mudah dengan sistem cassette, karena kamu tidak perlu khawatir tentang pembersihan saluran.

    Secara keseluruhan, AC cassette langit-langit merupakan pilihan yang baik untuk rumah kamu, sebanding dengan sistem saluran atau model sistem split yang lebih tradisional. Semuanya tergantung pada kebutuhan dan desain rumah kamu.

    Kamu akan memerlukan cukup ruang di langit-langit untuk pemasangan, dan biaya untuk pembelian serta pemasangannya mungkin lebih tinggi dibandingkan dengan opsi lain. Namun, dengan kemampuan pemanasan dan pendinginan yang luar biasa, efisiensi energi, dan operasi yang sangat senyap, ada manfaat yang dapat kamu nikmati sepanjang tahun.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Semua Tempat Cocok, Hindari Pasang AC di 5 Tempat Ini!


    Jakarta

    AC (Air Conditioner) atau pendingin ruangan merupakan salah satu perangkat elektronik yang saat ini banyak digunakan di rumah. Perangkat ini dapat mendinginkan suhu ruangan dengan instan dan bisa diatur sesuai dengan kebutuhan pemakainya.

    Perangkat ini biasanya dipakai di dalam kamar, ruang tamu, ruang keluarga, bahkan ada pula yang di dapur. Namun, kamu harus tahu jika tidak setiap area di dalam rumah cocok dipasang AC lho. Ada beberapa lokasi yang dapat mempengaruhi kinerja AC.

    Lantas, area mana saja yang harus dihindari? Melansir dari House Digest, berikut beberapa tempat yang sebaiknya tidak dipasang AC.


    1. Dekat Barang dan Area yang Mudah Terbakar

    AC lebih baik dipasang di tempat yang terisolasi atau tertutup. Udara panas di luar akan sulit masuk sehingga AC bisa bekerja maksimal mendinginkan udara. Maka dari itu, AC tidak cocok berada di ruangan yang mudah terbakar seperti cerobong asap, tungku api, kompor atau dekat oven yang terbuka.

    Dekat dengan sumber panas membuat sistem pendingin AC bekerja 2x lebih keras karena harus membuat ruangan dingin, sementara sumber panas tetap menyala. Maka dari itu, memakai AC di dapur ada posisi khusus penempatannya yakni tidak boleh anginnya mengarah langsung ke kompor.

    2. Tempat Terpanas di Rumah

    Fungsi AC memang untuk mendinginkan ruangan, tetapi ketika ruangan tersebut lebih banyak terkena sinar matahari, lebih sulit untuk didinginkan. AC akan bekerja 2x lebih keras agar ruangan tersebut dingin seperti yang diinginkan penghuninya. Jika AC dibiarkan seperti ini, lama-lama akan timbul masalah pada mesin.

    Sebagai solusi, kamu bisa menghalau sinar matahari masuk ke dalam ruangan dengan memasang tirai. Apabila kamu sedang tahap pembangunan, bisa mengukur arah matahari akan mengarah ke mana.

    Selain sinar matahari, uang dari dapur atau asap panas yang dihasilkan di dalam rumah juga harus jauh dari lokasi AC dipasang.

    3. Lokasi yang Tersembunyi

    Beberapa orang ada yang memasang AC di tempat tersembunyi terutama untuk AC outdoor. Alasannya agar tampilan rumah enak dilihat. Menurut mereka, menampakkan AC outdoor dapat merusak dekorasi rumah.

    Mereka menutupi keberadaan AC outdoor dengan memasang penutup atau memasang penghalang seperti tanaman atau lemari. Cara ini justru membuat AC jadi cepat rusak karena udara panas dari unit tidak dapat terbuang dan justru kembali ke dalam sirkulasi AC.

    Solusinya, kamu boleh menutupinya tetapi jangan meletakkan barang apa pun di depan baling-balingnya sehingga udara panas dapat dibuang.

    4. Tempat yang Banyak Perangkat Elektronik Berdaya Besar

    AC adalah salah satu perangkat elektronik yang membutuhkan daya yang besar. Saat perangkat ini dihidupkan dari aliran listrik yang juga digunakan untuk perangkat berdaya besar lainnya, listrik di rumah kamu bisa tiba-tiba mati.

    Kondisi ini dapat memicu kerusakan pada mesin AC. Selain itu, bisa juga memicu korsleting listrik dan kebakaran.

    5. Dekat Tempat Sampah

    Tempat sampah bisa menjadi sumber bau di rumah. Terutama untuk tempat pembuangan sampah bekas makanan. Memasang AC di ruangan yang di dalamnya terdapat tempat sampah justru dapat membawa masalah kesehatan.

    Seperti yang diketahui pemasangan AC lebih baik di dalam ruangan yang tertutup, apabila ada bau menguar dari tempat sampah, seluruh penghuninya bisa mencium bau tersebut. Efek jangka pandeknya bisa menyebabkan masalah pernapasan, nyeri dada, hiperreaktivitas saluran napas. Sedangkan dalam jangka panjang seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • AC di Rumah Tiba-tiba Mati Sendiri? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya



    Jakarta

    Kamu pasti pernah mengalami saat ingin mendinginkan ruangan di rumah, AC tiba-tiba mati sendiri. Hal ini pastinya cukup menyebalkan dan ada kemungkinan AC rusak. AC harus menarik aliran udara hangat untuk mendinginkannya secara efisien.

    Jika AC tidak mendapatkan cukup udara, komponen seperti blower harus bekerja lebih keras untuk menjaga rumah tetap sejuk. Sehingga komponen-komponen ini dapat menjadi terlalu panas dan menyebabkan AC sering mati sendiri.

    Dilansir beberapa sumber, berikut penyebab kenapa AC tiba-tiba mati sendiri.


    Termostat AC yang Rusak

    Melansir Aircon Mag, Kamis (14/11/2024), termostat dianggap sebagai “otak” di dalam AC. AC akan menerima sinyal dari termostat yang memberi tahu kapan harus menyala dan mati.Hal ini bisa menjadi penyebab mengapa AC mati setelah 30 detik.

    Termostat dapat rusak, atau mungkin tidak berfungsi dengan baik karena kabel yang menghubungkan termostat ke AC mengalami korsleting. Sehingga dapat menyebabkan AC tiba-tiba mati sendiri.

    Filter Udara Kotor

    Filter udara yang tersumbat merupakan salah satu faktor yang paling umum yang mempengaruhi efisiensi AC. Filter seringkali menjadi komponen sistem yang sering diabaikan dan padahal memerlukan perhatian paling besar.

    Pendingin udara akan bekerja dengan efisiensi yang menurun jika filter udara tersumbat, sehingga AC tidak dapat mendinginkan dengan baik.

    Refrigeran di AC Rendah

    Untuk mendinginkan udara di rumah membutuhkan bahan yang dinamakan refrigeran atau yang disebut juga freon. Jika AC kekurangan refrigeran, perubahan tekanan yang menyertainya dapat menyebabkan saklar pengaman aktif, yang mematikan kompresor.

    Jika menemukan indikator seperti tagihan listrik naik, AC mengeluarkan suara mendesis, unit dalam ruangan dikelilingi air, atau kehilangan daya pendinginan, kemungkinan mengalami kebocoran refrigeran.

    Masalah Kumparan

    Dilansir dari Angi, kumparan kondensor terletak di luar ruangan, saat AC menyala kumparan terasa sangat panas karena melepaskan panas dari dalam rumah.

    Jika AC terus menerus mati sendiri, kemungkinan kumparan kondensor terlalu panas. Kumparan tersebut terpapar unsur alam sepanjang tahun, sehingga lapisan kotoran menumpuk. Kumparan kondensor perlu dibersihkan secara menyeluruh.

    Kompresor Rusak

    Kompresor AC merupakan elemen mekanis dari AC. Kompresor menghasilkan tekanan yang dibutuhkan refrigeran untuk mengeluarkan udara dingin setelah menyerap panas dari rumah.

    Kompresor dapat menjadi terlalu panas karena komponen HVAC yang kotor dan refeigeran yang rendah. Kompresor juga akan aus seiring waktu, hal ini bisa menjadi penyebab AC tiba-tiba mati sendiri.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Terungkap! Ini Tempat Persembunyian Nyamuk di Rumah



    Jakarta

    Nyamuk merupakan salah satu serangga yang meresahkan penghuni rumah. Tak heran berbagai cara dilakukan untuk mengusir makhluk penghisap darah itu dari rumah.

    Nyamuk biasanya tidak terbang terlalu lama. Ada waktu-waktu khusus saat ia terbang yaitu setelah subuh hingga pagi lalu beberapa saat sebelum senja dan terbang keliling-keliling selama 2 jam.

    Pada waktu jeda antara pagi ke senja, ada di mana nyamuk itu?


    Dilansir Varsity Termite and Pest Control, nyamuk tidak menyukai angin dan sinar matahari yang terang dan panas. Hewan tersebut justru menyukai suasana yang lembap dan gelap. Tak heran mereka menyukai tempat yang ada penghalang, contohnya seperti semak-semak atau rumput yang tinggi.

    Oleh karena itu, taman maupun kebun di rumah harus dirawat dan pangkas jika sudah terlalu rimbun atau rumputnya sudah panjang agar tidak menjadi tempat persembunyian nyamuk.

    Selain di luar rumah, nyamuk juga memiliki tempat persembunyiannya di dalam rumah. Mereka suka bersembunyi di bak mandi, wastafel, dan keran. Kamu juga bisa menemukan nyamuk di sistem perpipaan di rumah maupun di bagian atap.

    Diingat saja, nyamuk menyukai tempat-tempat uang gelap dan lembap. Ia akan bersembunyi di tempat serupa di mana pun mereka berada.

    Cara Mencegah Nyamuk Bersarang di Rumah

    Dilansir CDC, ada beberapa cara untuk mencegah nyamuk berkembang biak dan bersarang di rumah. Berikut ini caranya.

    Agar Nyamuk Tidak Masuk Rumah

    – Pasang jendela dan pintu dengan jaring-jaring (door screen) agar nyamuk tidak bisa masuk ke dalam rumah
    – Tutup pintu, jangan biarkan pintu terbuka
    – Gunakan AC jika memungkinkan

    Agar Nyamuk Tidak Bertelur di Rumah

    – Seminggu sekali, kosongkan dan gosok, balikkan tutupi, atau buang semua barang yang menampung air, seperti vas atau tatakan pot bunga untuk membuang telur dan larva nyamuk
    – Gunakan insektisida dalam ruangan jika masih ada nyamuk di rumah kamu setelah memasang dan memperbaiki door screen serta mengosongkan dan menggosok wadah
    – Sewa jasa profesional pengendalian hama untuk menangani area di dalam rumah

    Itulah informasi tempat persembunyian dan cara mencegah nyamuk berkembang biak di rumah.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Atasi Rumah Lembap Biar Nggak Tumbuh Jamur dan Lumut


    Jakarta

    Rumah yang lembap bisa menimbulkan banyak masalah, seperti munculnya jamur, lumut, bahkan rayap. Hal ini bisa merusak estetika dan merusak bangunan serta interior rumah.

    Ternyata kelembapan bisa terjadi karena rumah kekurangan sirkulasi udara, lho. Kalau rumah kamu lembap, ada beberapa cara efektif untuk menghilangkan kelembapan.

    Melansir Tom’s Guide, berikut ini cara mengurangi kelembapan di dalam rumah.


    Cara Mengatasi Kelembapan di Rumah

    1. Buka Jendela atau Pintu Secara Teratur

    Penting untuk rutin membuka jendela atau pintu saat siang, hal ini agar matahari masuk, terutama di pagi hari. Udara yang masuk akan bergantian, sehingga rumah menjadi tidak sesak.

    Udara yang tidak mengalir dapat menyebabkan kondensasi, sehingga menyebabkan pertumbuhan jamur dan lumut. Dengan rutin membuka jendela dan pintu akan mencegah penumpukan kelembapan.

    2. Nyalakan AC

    Mendinginkan udara akan menghilangkan kelembapan di udara, juga membantu sirkulasi di sekitar rumah. Hal itu membantu mengurangi kelembapan, kondensasi, dan pertumbuhan jamur.

    AC memiliki mekanisme yang mirip dengan dehumidifier kompresor. Begitu udara panas dan lembab bersentuhan dengan kumparan dingin di dalam AC, tingkat kelembapan akan menurun dan menjaga suhu ruangan tetap sejuk.

    3. Nyalakan Kipas Angin di Area Lembap

    Untuk mengurangi kelembapan tanpa dehumidifier adalah dengan memanfaatkan kipas angin di sekitar rumah. Kipas angin efektif dalam mempercepat proses pembuangan udara, terutama di ruangan lembap seperti kamar mandi atau dapur.

    4. Menanam Tanaman

    Tanaman juga merupakan cara alami untuk menghilangkan kelembapan di rumah. Ada tanaman tertentu yang secara aktif mengurangi tingkat kelembapan di rumah dan mencegah terbentuknya jamur dan kondensasi.

    Salah satunya tanaman anggrek. Bunga-bunga yang berwarna-warni sangat bagus untuk menyerap kelembapan dari udara dan menyerap melalui daun serta akarnya.

    5. Jaga Agar Semua Permukaan Tetap Kering

    Mencegah adalah kunci dari permasalahan yang ada, dengan menjaga permukaan tetap kering setiap saat dan dengan mengelap permukaan dapur dan kamar mandi setelah digunakan. Hal ini akan mencegah air panas yang menguap terkumpul di udara.

    Pastikan ruangan dengan tingkat kelembapan tinggi, seperti dapur dan kamar mandi. Segera lap cipratan atau genangan air, sehingga permukaan tetap kering dan tidak menimbulkan kelembapan.

    Itulah beberapa cara untuk mengatasi rumah yang terasa lembap. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com