Tag: ac

  • 8 Tips Gunakan AC dengan Efektif Agar Tak Cepat Rusak


    Jakarta

    Banyak rumah memiliki air conditioner atau AC untuk mendinginkan ruangan. Namun, cara penggunaan yang kurang tepat bisa membuat AC tidak bekerja optimal, bahkan cepat rusak.

    Sebagian orang suka menyalakan AC untuk jangka waktu yang lama dengan suhu sangat rendah. Hal ini membuat AC bekerja terlalu keras, sehingga bisa cepat rusak.

    Lantas, bagaimana cara agar AC awet dan bekerja dengan efektif? Yuk, simak tipsnya berikut ini, dilansir dari Better Homes & Gardens.


    Tips Gunakan AC Agar Awet dan Efektif

    Inilah beberapa hal yang bisa kamu lakukan saat menggunakan AC agar tidak cepat rusak.

    1. Naikkan Suhu Ruangan

    Mengatur suhu ruangan beberapa derajat lebih tinggi dari suhu yang diinginkan berarti AC tidak perlu bekerja terlalu keras untuk menjaga suhu yang diinginkan. Misalnya, kamu ingin suhu ruangan 20 derajat Celcius, maka naikkan suhunya menjadi 23 derajat Celcius.

    “Sebagai aturan umum, perbedaan yang lebih kecil antara suhu di dalam dan di luar ruangan akan memberikan cara yang paling hemat biaya untuk mendinginkan rumah,” kata Manajer Umum Thermostat dan Sensor di Johnson Controls Rob Munin dikutip dari Better Homes & Gardens.

    2. Pasang Termostat Pintar

    Untuk memaksimalkan efisiensi AC, kamu bisa pertimbangkan memasang termostat pintar. Perangkat yang dapat diprogram ini terhubung ke jaringan Wi-Fi rumah dan kamu dapat mengontrolnya melalui aplikasi atau perangkat asisten suara, seperti Google Home dan Alexa.

    Sebagai informasi, menurut KBBI, termostat adalah alat untuk mengatur suhu secara otomatis yang bekerja karena perubahan suhu.

    Termostat pintar memungkinkan kamu menjadwalkan perubahan suhu berdasarkan waktu dan menyesuaikan termostat bahkan saat kamu jauh dari rumah. Beberapa perangkat juga menyertakan teknologi geofencing, yang dapat mendeteksi saat kamu tidak di rumah dan menyesuaikan termostat yang sesuai.

    3. Letakkan Termostat di Tempat yang Pas

    Penempatan termostat dapat berdampak signifikan pada fungsi AC sepanjang hari. Misalnya, termostat di dinding yang menerima banyak panas dari jendela akan terpicu untuk menyala lebih sering. Menempatkan termostat kamu di tempat yang lebih dingin, sebaliknya, akan memastikan AC tidak beroperasi lebih dari yang diperlukan.

    4. Batasi Penggunaan Alat yang Menghasilkan Panas

    Berbagai alat dapur dan cuci menghasilkan hawa panas saat digunakan. Hal ini bisa memicu AC untuk bekerja lebih keras. Rencanakan jadwal untuk menggunakan mesin pengering hingga oven pada pagi atau sore hari dibandingkan pada siang hari.

    5. Sesuaikan Suhu pada Malam Hari

    Mungkin kamu sulit tidur di malam hari karena udara panas, makanya suhu AC diturunkan. Untuk memastikan AC tidak menyala sepanjang malam, ada baiknya memprogram termostat untuk menyesuaikan kembali suhu setelah anggota keluarga tidur.

    “Untuk suhu malam hari, dinginkan dulu kamar tidur kamu sebelum tidur, lalu program termostat Anda pada 2-4 derajat lebih tinggi sementara kamu tidur,” saran Munin.

    6. Rapatkan Jendela

    Merapatkan jendela dapat mencegah hawa panas masuk ke dalam rumah. Selain itu juga mencegah udara sejuk yang keluar dari AC keluar dari ruangan atau rumah.

    7. Pasang Penghalang cahaya

    Memasang penghalang cahaya, seperti tirai, bisa meminimalisir panas yang masuk ke dalam rumah. Kamu juga bisa memasang kaca film untuk meminimalkan paparan sinar matahari dan melindungi dari sinar UV.

    Selain itu, menanam pohon di sekitar rumah juga bisa membuat hawa sejuk dan mengurangi beban AC di dalam rumah.

    8. Rutin Bersihkan AC

    AC memerlukan perawatan teratur agar bisa berfungsi dengan baik. Salah satu perawatan yang paling bagus adalah mengganti filter AC secara teratur. Selain itu, AC juga perlu dibersihkan bagian dalam dan luarnya secara rutin.

    “Secara umum, filter udara harus diganti setiap dua hingga tiga bulan, tetapi mungkin memerlukan perhatian lebih sering jika AC digunakan secara konsisten, di lingkungan berdebu, atau jika kamu memiliki hewan peliharaan di rumah,” kata Munin.

    Itulah beberapa tips menggunakan AC supaya bisa bekerja secara efisien. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Menghitung Kebutuhan AC Sesuai Besar Ruangannya


    Jakarta

    Memilih AC yang tepat untuk ruangan bukan sekadar soal merek atau fitur tambahan, tetapi juga tentang memastikan kapasitas pendinginannya sesuai dengan ukuran ruangan. Kesalahan dalam menghitung kebutuhan AC bisa menyebabkan ketidaknyamanan, baik karena ruangan tetap terasa panas atau justru terlalu dingin dan boros listrik.

    Salah satu faktor utama dalam menentukan kebutuhan AC adalah kapasitas pendinginan yang diukur dalam satuan BTU/h (British Thermal Unit per Hour). Semakin besar ruangan, semakin tinggi pula BTU yang diperlukan agar suhu tetap sejuk. Selain itu, daya listrik dan posisi ruangan juga berpengaruh dalam menentukan ukuran PK (Paard Kracht) yang tepat untuk AC.

    Pengertian PK AC dan BTU

    Sebagai perangkat elektronik, AC memerlukan daya listrik agar dapat berfungsi dengan optimal. Salah satu aspek penting dalam memilih AC adalah memahami satuan PK, yang digunakan untuk mengukur kapasitas pendinginan perangkat ini.


    Dalam laman Quality Technic dijelaskan bahwa PK merupakan kependekan dari Paard Kracht, yang dalam bahasa Belanda berarti tenaga kuda. Dalam konversi, 1 PK setara dengan 735,5 watt atau sekitar 0,986 HP (Horse Power), yang hampir sama dengan 1 HP dalam sistem Inggris.

    Selain PK, terdapat satuan lain yang sering digunakan dalam pengukuran kapasitas AC, yaitu BTU (British Thermal Unit). Dikutip dari laman berbagai perusahaan merek elektronik AC, BTU adalah ukuran energi yang digunakan AC untuk menurunkan atau menaikkan suhu ruangan dalam satu jam. Semakin tinggi nilai BTU, semakin kuat kapasitas pendinginan AC.

    Meskipun di Indonesia satuan PK lebih umum digunakan, BTU tetap menjadi acuan dalam menentukan daya AC. Berikut adalah perbandingan standar antara PK AC dan nilai BTU/h (British Thermal Unit per Hour), yang merupakan satuan untuk mengukur kapasitas pendinginan AC dalam satu jam:

    • AC ½ PK = ± 5.000 BTU/h
    • AC ¾ PK = ± 7.000 BTU/h
    • AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h
    • AC 1 ½ PK = ± 12.000 BTU/h
    • AC 2 PK = ± 18.000 BTU/h.

    Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa semakin besar ukuran PK, semakin dingin udara yang dapat dihasilkan oleh AC. Maka, perlu dipastikan bahwa daya listrik mencukupi agar tidak boros energi. Dengan memahami perhitungan BTU, pengguna dapat memilih AC dengan ukuran PK yang sesuai, sehingga mendapatkan pendinginan maksimal tanpa pemborosan daya.

    Menghitung Kebutuhan AC Sesuai Besar Ruangannya

    Mengetahui ukuran PK yang tepat sangat penting agar AC dapat berfungsi secara optimal dan menjaga suhu ruangan tetap nyaman. Selain memastikan pendinginan yang efektif, perhitungan PK AC juga membantu dalam menentukan daya listrik yang dibutuhkan, menghindari risiko kerusakan unit, serta memperpanjang masa pakai AC.

    Sebaliknya, jika ukuran PK tidak sesuai dengan luas ruangan, kinerja AC bisa terganggu, menyebabkan suhu tidak stabil dan konsumsi listrik menjadi tidak efisien. Agar pendinginan optimal, ukuran PK AC harus disesuaikan dengan luas ruangan. Banyak orang mengira bahwa semakin besar PK AC, maka semakin dingin ruangan. Padahal, pemilihan PK yang tidak sesuai bisa berdampak pada efisiensi energi dan daya tahan AC itu sendiri.

    Sebelum masuk ke perhitungannya, mari kita kenali lagi beberapa faktor utama dalam memilih AC:

    • BTU/h (British Thermal Unit per Hour): Satuan yang menunjukkan kapasitas pendinginan AC dalam satu jam untuk mengurangi panas dalam ruangan
    • Daya listrik (Watt): Besaran tenaga listrik yang dibutuhkan saat AC beroperasi
    • PK Kompresor: Singkatan dari “Paard Kracht” (Bahasa Belanda) atau Horse Power dalam Bahasa Inggris, yang menunjukkan daya kompresor AC.

    Berikut adalah panduan umumnya:

    • AC ½ PK → untuk ruangan 0-10 m²
    • AC ¾ PK → untuk ruangan 11-13 m²
    • AC 1 PK → untuk ruangan 14-17 m²
    • AC 1 ½ PK → untuk ruangan 18-23 m²
    • AC 2 PK → untuk ruangan 24-34 m²
    • AC 2 ½ PK → untuk ruangan 35-45 m².

    Selain itu, ada beberapa cara untuk menentukan ukuran PK AC yang sesuai, salah satunya dengan menghitung kebutuhan BTU berdasarkan luas ruangan. Berikut caranya:

    1. Menghitung Luas Ruangan

    Menentukan kebutuhan AC berdasarkan luas ruangan dapat membantu dalam menghitung besar BTU, daya listrik, serta kapasitas PK yang diperlukan. Untuk mengetahui kapasitas AC yang sesuai, dapat digunakan rumus berikut:

    Panjang (P) × Lebar (L) × 537 BTU/h

    Rumus ini mengacu pada standar tinggi ruangan di Indonesia, yaitu sekitar 2,5 – 3 meter. Namun, faktor eksternal seperti jumlah orang dalam ruangan, seberapa sering pintu dibuka, dan ventilasi udara juga dapat mempengaruhi efektivitas pendinginan. Setelah mendapatkan hasil perhitungan dalam satuan BTU/h, angka tersebut kemudian dicocokkan dengan kapasitas pendinginan AC dalam tabel berikut:

    PK AC = Daya Pendingin (BTU/h) = Ukuran Ruangan (m²)
    1/2 PK = ± 5.000 BTU/h = 10 m²
    3/4 PK = ± 7.000 BTU/h = 14 m²
    1 PK = ± 9.000 BTU/h = 18 m²
    1 1/2 PK = ± 12.000 BTU/h = 24 m²
    2 PK = ± 18.000 BTU/h = 36 m²

    2. Menghitung PK AC dengan Rumus

    Selain metode luas ruangan, perhitungan PK AC juga dapat dilakukan dengan rumus berikut:

    Kebutuhan PK AC = (P × T × I × L × E) ÷ 60

    Keterangan:
    P = Panjang ruangan (dalam kaki)
    T = Tinggi ruangan (dalam kaki)
    I = Faktor insulasi (10 untuk ruangan berinsulasi, 18 untuk ruangan tanpa insulasi)
    L = Lebar ruangan (dalam kaki)
    E = Nilai berdasarkan arah hadap dinding terpanjang:
    • 16 (hadap utara)
    • 17 (hadap timur)
    • 18 (hadap selatan)
    • 20 (hadap barat)

    Itulah tadi penjelasan tentang menghitung PK AC yang tepat. Perhitungan ini sangat penting untuk memastikan kenyamanan ruangan, efisiensi energi, serta memperpanjang usia pemakaian AC. Pastikan kamu menggunakan perhitungan BTU yang sesuai dengan luas ruangan agar mendapatkan pendinginan yang optimal tanpa pemborosan listrik.

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Mematikan dan Menghidupkan AC Bikin Boros Listrik, Benarkah?


    Jakarta

    Secara umum, daya listrik air conditioner (AC) cukup besar jika dibandingkan kipas angin. Kebanyakan orang akan menyalakan AC saat kepanasan atau menjelang tidur.

    Saat tidak diperlukan AC biasanya dimatikan. Ini kerap dilakukan karena menjadi cara yang efisien untuk menghemat listrik.

    Ada juga yang menganggap bahwa mematikan dan menyalakan AC bisa membuat penggunaan listrik lebih boros. Namun, benarkah demikian?


    Alasan agar Jangan Sering Mematikan dan Menghidupkan AC

    Dari catatan detikProperti yang mengutip laman The Washington Post, mematikan AC beberapa jam, kemudian menghidupkannya lagi hanya bisa menghemat sedikit listrik.

    Namun, sebaiknya AC jangan sering mati-hidup. Justru sering mematikan dan menghidupkan AC bisa bikin boros listrik. Karena proses menyalakan kembali AC membutuhkan energi yang cukup besar untuk mencapai suhu yang diinginkan.

    Pernyataan tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang mahasiswa pascasarjana di sistem pembangunan di Universitas Colorado di Boulder. Ia mencari tahu apakah mematikan AC benar bisa menghemat energi.

    Dalam penelitiannya, ia mencoba membandingkan mematikan 3 AC di gedung tersebut selama 8 jam dengan menyalakan AC selama 76 jam dengan suhu 31 °C.

    Hasilnya menunjukkan bahwa AC yang dimatikan bisa menghemat sedikit energi. Tapi saat setiap AC dinyalakan kembali, listrik dipakai akan banyak untuk menyesuaikan suhu ruangan dan mengubahnya menjadi dingin.

    Menyalakan dan mematikan AC juga membebani sistem motor karena mesin akan berulang kali menyesuaikan suhu. Sementara jika AC yang telah dinyalakan lama, AC tidak sulit menyesuaikan suhu.

    “Anda tidak serta merta menghemat biaya listrik dengan mematikannya selama sepertiga hari,” ujar mahasiswa pascasarjana tersebut.

    Dengan demikian, sering menyalakan dan mematikan AC justru bisa menaikkan tagihan listrik.

    Cara Menghemat Energi Listrik AC

    Dari penjelasan sebelumnya, mematikan dan menyalakan AC terlalu sering sejatinya hanya bisa menghemat sedikit listrik. Sebagai gantinya kamu bisa melakukan beberapa hal yang lebih berikut yang lebih efektif agar menghemat listrik saat AC dinyalakan.

    Berikut adalah mode yang bisa dipakai agar AC hemat listrik:

    1. Memastikan Sistem Pembuangan Udara AC dengan Benar

    Kerja AC di dalam ruangan bisa maksimal kalau AC di luar ruangan dan salurannya ditempatkan dengan benar. Maka pastikan:

    • AC luar diletakkan di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
    • AC luar punya penutup di depan rongga baling-balingnya, hingga terdapat saluran pembuangan udara panas.
    • Rajin mengganti dan membersihkan filter untuk bisa membantu menghemat energi sekitar 5-15%.

    2. Usahakan Tidak Menyalakan AC Bersamaan dengan Barang Elektronik Lain

    Hindari menyalakan AC bersamaan dengan peralatan elektronik lain agar listrik tetap hemat. Misal, ketika sedang memakai mesin cuci, oven, setrika, mesin air, maka AC lebih baik AC dimatikan dahulu.

    Jika tetap dipaksakan, MCB listrik di rumah bisa turun karena tidak kuat sekaligus bisa membuat tagihan listrik jadi lebih besar.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingat! Barang Ini Sebaiknya Tak Ada di Kamar, Bisa Ganggu Ketenangan


    Jakarta

    Kamar tidur adalah ruangan yang cukup private. Ruangan ini didesain sesuai kebutuhan dan keinginan penghuninya. Meskipun tidak ada aturan mengenai apa yang harus ada di kamar, tetapi ada beberapa barang yang sebaiknya tidak berada di dalam kamar.

    Dilansir The Spruce, beberapa barang dinilai tidak cocok berada di kamar karena dapat mempengaruhi suasana di dalamnya. Menurut Laura W Jenkins, sebaiknya menyimpan benda-benda yang bisa membuatmu rileks di kamar tidur, seperti buku dan foto keluarga.

    Lantas, barang apa saja yang sebaiknya dijauhkan dari kamar? Berikut daftarnya.


    1. Barang Elektronik

    Menurut desainer interior Laura W Jenkins di kamar tidur seharusnya tidak ada barang elektronik yang dapat mendistraksi seperti hal-hal yang berbau hiburan. Sebab, menurutnya kamar tidur adalah ruangan untuk penghuninya istirahat.

    Barang elektronik seperti kipas angin, AC, atau alat kebersihan adalah pengecualian karena barang-barang tersebut dapat membuat penghuninya lebih nyaman ketika tidur.

    Selain barang elektronik seperti TV, laptop, konsol game, atau speaker dikeluarkan, ia juga menyarankan untuk menggunakan warna cat yang menenangkan seperti warna bumi atau earth tone.

    2. Baju Tak Terpakai dan Peralatan Gym

    Mengurangi barang-barang tak terpakai adalah keharusan yang perlu diterapkan pada semua ruangan. Desainer Jean Parker mengatakan apabila di kamar banyak baju tidak terpakai atau sudah tidak muat, sebaiknya segera dikeluarkan untuk didaur ulang, dijual, atau diberikan kepada orang lain.

    Ruang yang sedikit barang tidak akan mengganggu pergerakan dan pandangan. Dengan begitu penghuninya bisa mendapatkan ruang lebih untuk mengisi kembali energi yang habis setelah seharian di luar rumah.

    Lalu, ia menyarankan agar di dalam kamar tidak ada barang besar dan berbahaya di dalam kamar, seperti peralatan gym. Sebab, peralatan tersebut berbahaya, ketika tersandung atau terjadi gempa bumi.

    “Kamar tidurmu bukanlah tempat gym, jadi saya akan menahan diri untuk menempatkan alat-alat olahraga di sana,” ujarnya dikutip dari The Spruce.

    3. Peralatan Kantor

    Setelah pandemi, banyak orang yang menggunakan kamar tidurnya sebagai ruang kerja. Alhasil kamu bisa seharian berada di ruangan tersebut. Apabila kamu tidak memiliki ruang lain untuk dijadikan ruang kantor, Desainer Amity Worrel meminta agar menggunakan meja yang kecil dan santai sebagai meja kerjamu di rumah. Dengan begitu itu tidak akan mengingatkanmu akan pekerjaan.

    “Saat membuat tempat yang seharusnya membuat rileks dan menjadi pelarian dari pekerjaan, sangat penting untuk mempertimbangkan apa yang harus ada di kamar atau tidak,” paparnya.

    4. Jangan Terlalu Banyak Rak Terbuka

    Memiliki banyak ruang penyimpanan sebenarnya memudahkan penghuni untuk menyimpan barang dan ruangan pun terlihat lebih rapi. Namun, sebenarnya yang lebih baik lagi adalah mengurangi barang di kamar sehingga rak juga bisa berkurang.

    Selain itu, jangan terlalu banyak memakai rak terbuka karena bisa menjadi tempat untuk menumpuk barang dan sarang debu. Menurut desainer Abbie Naber, apabila terdapat rak terbuka di dalam kamar sebaiknya diisi dengan benda-benda yang bisa membuat penghuninya tersenyum dan diisi seminimal mungkin.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Mengatasi Udara Pengap di dalam Kamar, Buka Pintu dan Jendela


    Jakarta

    Ruangan yang pengap tentu tidak akan nyaman, bahkan bisa menimbulkan masalah seperti jamur di dalam ruangan. Saat ruangan terasa pengap, artinya udara tidak bersirkulasi dengan baik.

    Menurut laman Real Simpel, saat udara terperangkap, dari waktu ke waktu, area di sekitarnya akan menjadi lembab. Kondisi ini membuat orang yang masuk ke ruangan terasa sesak, panas dan tidak nyaman. Lama kelamaan, kelembaban tersebut juga mengundang jamur dan terciumlah bau tidak sedap seperti apek. Untuk mengatasinya, lakukan langkah-langkah berikut:

    Cara Mengatasi Udara Pengap di Kamar

    Beberapa cara mengatasi udara pengap di kamar di antaranya dengan membuka jendela dan pintu, menggunakan dehumidifier, hingga membersihkan ruangan dengan penyedot debu. Mengutip laman Focus on Energy, Sealed, dan Real Simple, berikut penjelasannya.


    1. Buka Jendela dan Pintu

    Rasa pengap di dalam kamar biasanya disebabkan karena tidak adanya sirkulasi udara. Untuk itu, buka jendela dan pintu atau nyalakan exhaust jika ada.

    Meski demikian, hal ini juga tergantung pada cuaca atau kualitas udara di luar rumah. Jika tidak bisa membuka jendela sepenuhnya, usahakan buka sedikit saja.

    2. Gunakan Dehumidifier

    Dehumidifier dapat digunakan untuk membersihkan udara. Alat ini cocok untuk memperbaiki ruangan yang tidak sehat dan lembab, sera menyaring debu, alergen, dan partikel lainnya.

    3. Gunakan Kipas Angin

    Kipas angin bisa menjadi solusi untuk menghilangkan rasa pengap di ruangan tanpa jendela atau AC. Dengan kipas angin, udara akan tetap bergerak di dalam kamar.

    4. Cek Pendingin Ruangan

    Sistem yang berkinerja buruk bisa berdampak besar pada kualitas udara dalam ruangan. AC yang semakin melemah dari hari ke hari, dan semakin tidak mampu mendinginkan rumah biasanya merupakan tanda bahwa alat ini sudah usang dan perlu diganti.

    5. Nyalakan AC

    Menyalakan AC merupakan cara yang andal untuk meningkatkan aliran udara di rumah. Pastikan rutin mengganti filter AC untuk mencegah masuknya debu ke dalam ruangan.

    Jika filter kotor, udara tidak bisa melewatinya. Sehingga, AC tidak mendapat aliran udara yang dibutuhkan untuk mendinginkan ruangan secara efektif.

    6. Bersihkan dengan Penyedot Debu

    Bersihkan debu-debu di kamar dengan penyedot debu setiap minggu juga bisa membantu mengurangi bau dan pengap di kamar. Selain itu, ganti seprai dan bersihkan karpet di kamar jika ada.

    Perlu diketahui, udara yang pengap tak hanya sekedar tentang kenyamanan. Udara yang tidak bersirkulasi dengan baik, lembab, dan polutan yang menumpuk di udara bisa memperburuk masalah kesehatan. Bagi orang-orang yang memiliki masalah pernapasan atau alergi yang parah, tinggal di lingkungan dengan udara yang tidak sehat sangat berbahaya.

    Selain itu, menumpuk pakaian yang basah atau terkena keringat terlalu lama bisa menimbulkan bau apek dalam ruangan. Jadi, periksa kamar dan cek apakah ada barang yang menyebabkan bau apek. Jika menemukannya segera ambil dan bersihkan untuk menjaga kenyamanan kamar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Listrik di Rumah Boros? Setop 6 Kebiasaan Buruk Ini!



    Jakarta

    Perilaku menghemat energi di rumah tidak hanya dapat mengurangi tagihan listrik tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan. Oleh karena itu, perilaku menghemat energi harus dilatih setiap hari agar membentuk kebiasaan yang baik. Sebab, tanpa sadar ada kebiasaan yang justru membuat listrik boros.

    Mengutip dari situs 3BL CSRwire, ada 6 kebiasaan yang tanpa sadar dilakukan di rumah yang berpotensi membuat listrik boros.

    Membiarkan Kulkas Terbuka

    Seseorang bisa membuka lemari es rata-rata 33 kali sehari. Mengurangi membuka kulkas apalagi jika tidak ada yang diperlukan dapat membantu menghemat energi dan mencegah menghabiskan lebih banyak daya.


    Tidak Mencabut Perangkat Elektronik

    Membiarkan perangkat elektronik walau tidak digunakan sangat berpotensi membuat listrik boros. Seperti pengisi daya ponsel atau laptop yang tetap terpasang dapat membuang sejumlah energi. Oleh karena itu, biasakan mencabut perangkat yang tidak digunakan untuk menghindari pemborosan energi semu.

    Celah di Ruangan

    Celah dalam ruangan yang memakai AC harus diperhatikan. Pastikan menambal atau menyegel celah di sekitar jendela, pintu, dan ventilasi agar tidak ada udara yang bocor. Jika semua tertutup rapat dapat menghemat tagihan AC sebesar 10% hingga 20%.

    TV Menyala saat Tidur

    Membiarkan TV menyala saat tidur adalah kebiasaan yang cukup sering dilakukan. Sebaiknya kurangi kebiasaan ini untuk membantu mengurangi pemborosan energi.

    Mencuci Pakai Air Panas

    Mencuci pakaian di mesin cuci pakai air panas dapat menambah energi dan menyebabkan listrik menjadi boros. Sebaiknya, cuci pakaian pakai air dingin untuk menghemat energi sekaligus membuat pakaian lebih lembut dan tidak mudah menyusut.

    Membiarkan Lampu dan Kipas Angin Menyala

    Kebiasaan yang juga umum adalah membiarkan lampu dan kipas angin menyala di ruangan apalagi jika ruangan tersebut kosong. Jika sering lupa mematikan dua benda elektronik tersebut, maka coba gunakan pengatur waktu.

    Itu dia beberapa kebiasaan yang bisa membuat listrik di rumah jadi boros. Sebaiknya dihilangkan dan lebih hemat energi, yuk!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Ini 5 Posisi Pemasangan AC yang Harus Dihindari


    Jakarta

    AC saat ini menjadi salah satu perangkat modern yang banyak digunakan oleh masyarakat. Bukan hanya di rumah, AC juga banyak dipakai di gedung perkantoran, rumah sakit, restoran, hingga kamar mandi.

    Agar AC dapat berfungsi dengan baik, lokasi penempatannya harus tepat. Salah satunya adalah AC harus berada di ruangan yang tertutup sehingga proses pendinginannya cepat dan tidak banyak udara panas dari luar yang masuk.

    Terdapat beberapa lokasi menurut House Digest yang sebaiknya dihindari untuk meletakkan AC, berikut di antaranya.


    1. Dekat Tempat Sampah

    Pemasangan AC sebaiknya tidak dihadapkan langsung ke tempat sampah. Hal ini dikhawatirkan dapat menyebarkan bau tak sedap dari tempat sampah.

    Bau dari tempat sampah biasanya berasal dari proses pembusukan. Apabila bau tersebut menyebar ke seluruh rumah dan bertahan cukup lama di dalam, tanpa adanya ventilasi dapat berefek pada kesehatan penghuninya.

    Efek jangka pandeknya bisa menyebabkan masalah pernapasan, nyeri dada, hiperreaktivitas saluran napas. Sedangkan dalam jangka panjang seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

    2. Dekat Barang dan Area yang Mudah Terbakar

    Proses pendinginan ruangan akan lebih mudah jika di dalam ruangan tersebut tidak ada sumber panas. Selain itu, AC juga lebih mudah berfungsi apabila ruangan tersebut terisolasi atau tertutup. Ruangan yang di dalamnya terdapat cerobong asap, tungku api, kompor atau dekat oven yang terbuka sebaiknya memaksimalkan ventilasi daripada memasang AC. Ventilasi tersebut juga bisa berbentuk kipas angin atau exhaust fan.

    Dekat dengan sumber panas membuat sistem pendingin AC bekerja dua kali lebih keras karena harus membuat ruangan dingin, sementara sumber panas tetap menyala. Maka dari itu, memakai AC di dapur ada posisi khusus penempatannya yakni tidak boleh anginnya mengarah langsung ke kompor.

    3. Tempat Terpanas di Rumah

    Beberapa bangunan pasti memiliki ruangan yang sering terasa pengap atau panas saat masuk ke sana. Hal ini biasanya dikarenakan ruangan tersebut tidak memiliki luas yang cukup, tidak memiliki ventilasi, atau terlalu banyak barang sehingga sirkulasi di dalamnya minim.

    AC dapat membantu mendinginkan ruangan tersebut, tetapi cara kerjanya akan lebih keras karena perbedaan suhu yang jauh. Hal seperti ini jangan dianggap sebagai kinerja yang bagus dari AC karena jika dibiarkan, AC akan cepat rusak.

    4. Lokasi yang Tersembunyi

    AC sebaiknya tidak ditutupi dengan apa pun agar mesin tersebut bisa mengeluarkan angin dan panas dengan leluasa. Menutup fisik AC atau menempatkan barang lain di depan AC justru membuat AC cepat rusak karena sirkulasi untuk mengeluarkan angin dan panas terhalang.

    Solusinya, bisa dengan menutupinya tetapi jangan meletakkan barang apa pun di depan baling-balingnya sehingga udara panas dapat dibuang.

    5. Tempat yang Banyak Perangkat Elektronik Berdaya Besar

    Saat hendak membeli perangkat elektronik, pastikan pemiliknya sudah tahu kemampuan daya listrik. Misalnya AC, perangkat satu ini memiliki daya yang besar untuk dapat berfungsi.

    Apabila setiap menyalakan AC listrik di rumah sering mati, berarti daya di rumah tidak kuat untuk mengoperasikan banyak perangkat elektronik di waktu bersamaan. Sebaiknya pakai perangkat elektronik secara bergantian sehingga tidak memicu korsleting atau kebakaran ke depannya.

    Itulah beberapa area yang sebaiknya dihindari untuk pemasangan AC.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah AC Rumah Dicuci Secara Rutin? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) kini sudah banyak digunakan di rumah-rumah untuk mendinginkan ruangan. Seiring penggunaan, AC rumah harus dicuci secara rutin agar tetap berfungsi dengan baik.

    Sayangnya, beberapa orang kerap lupa atau justru enggan mencuci AC miliknya. Meskipun masih mengeluarkan udara sejuk, tetapi jika AC tidak dicuci maka bisa saja rusak di kemudian hari.

    Untuk mencuci AC pun juga tidak bisa sembarangan. Biasanya, terdapat jasa cuci AC rumah dengan tarif yang berbeda-beda, tergantung dari jenis AC yang digunakan.


    Lantas, perlukah AC rumah dicuci secara rutin? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Perlukah AC Rumah Dicuci Secara Rutin?

    Dilansir situs HydroKleen, para ahli dibidang AC menyarankan agar perlu mencuci AC setidaknya 2-3 bulan sekali. Meski dirasa tidak ada kerusakan pada AC yang kamu miliki, bukan berarti AC tidak dicuci hingga berbulan-bulan.

    Meski begitu, frekuensi mencuci AC bisa berbeda-beda tergantung dari pemakaian dan kondisi ruangan tempat AC dinyalakan. Jika udara di ruangan termasuk kotor dan banyak debu, maka detikers perlu mencuci AC lebih sering lagi.

    Hal ini juga berlaku jika kamu menempatkan AC di ruangan merokok. Agar AC tetap bekerja secara optimal, pastikan filter AC dibersihkan maksimal tiga bulan sekali.

    Perlu diingat, AC dapat menyimpan debu dan kotoran seiring penggunaan, terutama di beberapa komponen seperti koil dan filter udara. Jika jarang dibersihkan, tak hanya bikin AC terasa tidak sejuk tapi juga dapat mengeluarkan partikel debu yang membahayakan kesehatan.

    Pentingnya Mencuci AC Secara Rutin

    Sama halnya seperti barang elektronik lainnya, AC perlu dirawat agar bisa mendinginkan udara secara maksimal. Nah, salah satu cara merawat AC adalah dengan membersihkannya.

    Dilansir laman Aqua Elektronik, berikut mengapa pentingnya mencuci AC secara rutin:

    1. AC Lebih Awet

    Filter AC yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menyebabkan kotoran dan debu yang menumpuk. Jika dibiarkan, maka sering waktu dapat membebani kerja mesin AC.

    Selain itu, menumpuknya kotoran dan debu dapat berisiko terjadinya overheating pada evaporator hingga menyebabkan muncul bunga es pada AC. Maka dari itu, AC harus dicuci secara berkala.

    2. Mengurangi Biaya Listrik

    Karena AC kotor dapat membebani kinerja mesin, hal ini juga turut memengaruhi daya listrik yang digunakan untuk menghidupkan AC. Alhasil, biaya listrik bisa membengkak setiap bulannya hanya gara-gara AC jarang dibersihkan.

    3. AC jadi Lebih Sejuk

    Fungsi utama AC adalah untuk menyejukkan udara. Jika AC tidak dibersihkan secara rutin maka bisa memengaruhi kesejukan udaranya.

    Perlu diingat, salah satu tanda-tanda AC harus dicuci adalah ketika dalam kondisi menyala tapi udara yang terhembus tidak dingin atau justru terasa panas. Kalau sudah terjadi, maka sebaiknya AC segera dicuci.

    4. Mencegah AC Mudah Rusak

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, AC yang kotor dapat mengganggu kinerjanya. Jika AC terus menyala dalam keadaan kotor, hal ini membuat komponen AC jadi cepat rusak dan aus.

    Apabila AC sudah rusak, maka siap-siap saja harus merogoh kocek dalam-dalam. Soalnya, biaya perbaikan AC yang rusak juga tidak murah.

    Demikian penjelasan tentang pentingnya mencuci AC rumah secara rutin. Jadi, jangan lupa untuk mencuci AC agar udara tetap dingin.

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pasang, Ini Posisi yang Tepat Taruh Outdoor AC


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) merupakan salah satu perangkat elektronik yang dapat mendinginkan ruangan. Namun jika AC sudah mulai terasa tidak dingin, bisa jadi karena salah menempatkan outdoor AC di rumah.

    Sebagai informasi, AC terdiri dari dua komponen yakni AC dalam (indoor AC) dan AC luar (outdoor AC). AC dalam berfungsi untuk menghembuskan udara dingin agar ruangan terasa sejuk.

    Sementara itu, outdoor AC adalah bagian kipas yang berbentuk kotak dan dipasang di luar ruangan. Agar indoor AC bisa bekerja optimal, maka perlu disambungkan dengan outdoor AC.


    Beberapa pemilik rumah terkadang hanya memikirkan pemasangan AC dalam saja. Padahal, penempatan outdoor AC juga wajib diperhatikan karena dapat memengaruhi suhu dingin yang keluar dari AC dalam.

    Agar AC dapat bekerja secara maksimal, maka penting untuk mengetahui posisi yang tepat saat memasang outdoor AC. Untuk lebih jelasnya, simak dalam artikel ini.

    Posisi yang Tepat Taruh Outdoor AC

    Outdoor AC di rumah tak bisa dipasang secara sembarangan. Lantas, di mana posisi yang tepat untuk meletakkan AC luar? Dilansir situs All Purpose Air Conditioning, berikut jawabannya:

    1. Tempat yang Sejuk dan Terhindar Sinar Matahari Langsung

    Outdoor AC sebaiknya diletakkan di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung. Pastikan AC luar dipasang di tembok yang menghadap ke utara atau selatan karena arah ini cenderung tidak terkena cahaya langsung dari matahari.

    Hindari memasang AC luar yang menghadap ke arah timur atau barat. Soalnya, posisi tersebut langsung menghadap sinar matahari saat pagi dan sore yang dikhawatirkan membuat AC bekerja lebih ekstra dan boros energi.

    Jika baru saja pindah ke rumah baru, pastikan sudah menentukan tempat terbaik untuk memasang outdoor AC. Jika belum, luangkan waktu untuk mengamati area mana saja di luar rumah yang paling banyak terkena sinar matahari saat cuaca panas.

    2. Tempat yang Datar dan Terbuka

    Outdoor AC sebaiknya dipasang di tempat yang datar, kering, dan terbuka. Cara ini dilakukan agar mempermudah kinerja AC menurunkan suhu ruangan dengan baik.

    Pastikan outdoor AC dipasang di tempat yang berventilasi baik dan tidak terhalang oleh benda apapun, seperti tembok rumah atau bangunan besar lainnya. AC luar yang terhalang apapun dapat menghambat proses pendinginan sehingga AC tak mampu bekerja secara efisien.

    3. Tempat yang Jauh dari Pohon

    Meski disarankan dipasang di tempat yang sejuk, tapi bukan berarti outdoor AC diletakkan di bawah pohon rindang. Soalnya, outdoor AC dapat menyedot daun, debu, hingga kotoran ke dalam unit AC. Seiring waktu, AC jadi lebih cepat kotor dan jika tak segera dibersihkan maka bisa cepat rusak.

    Selain itu, hindari memasang outdoor AC di tempat rendah atau dekat dengan tanah. Sebab, jika terjadi hujan dan terdapat genangan air di sekitar AC luar maka bisa memicu kerusakan. Oleh sebab itu, outdoor AC selalu dipasang di tempat yang lebih tinggi agar aman.

    4. Tempat yang Mudah Dijangkau

    Outdoor AC juga harus dipasang di tempat yang mudah dijangkau. Hal ini agar AC lebih mudah diakses untuk dibersihkan dan dirawat secara rutin. Posisi AC yang terlalu tinggi atau sulit dijangkau membuat proses pembersihan AC jadi rumit.

    Sebagai catatan, sebaiknya cuci AC rumah setidaknya 2-3 bulan sekali. Meski tidak ada kerusakan pada AC, bukan berarti AC tidak dicuci hingga berbulan-bulan.

    Namun, frekuensi mencuci AC bisa berbeda-beda tergantung dari pemakaian dan kondisi ruangan tempat AC dinyalakan. Jika udara di ruangan termasuk kotor dan banyak debu, maka AC perlu dicuci lebih sering lagi.

    Itulah empat posisi yang tepat untuk pasang outdoor AC. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Tips Memilih AC yang Tepat, Awet, dan Canggih



    Jakarta

    Cuaca panas yang kerap melanda Indonesia membuat banyak orang memilih memasang AC (air conditioner) untuk kenyamanan di rumah atau kantor. Namun, agar tidak salah pilih, perlu diperhatikan beberapa hal sebelum membeli AC.

    Menurut pakar di bidang refrigerasi ramah lingkungan, Dr. Ardiyansyah, S.T., M.Eng., Ph.D., AC ideal sebaiknya menggunakan refrigeran ramah lingkungan seperti R32 yang lebih aman bagi bumi dibanding R22. Selain itu, pilih AC yang hemat energi dengan melihat label bintang efisiensi energi (1-5 bintang) dan nilai CSPF tinggi. Berikut tips penting saat memilih AC.

    1. Kapasitas Sesuai Ukuran Ruangan


    Pastikan kapasitas AC cocok dengan luas ruangan. Untuk ruangan sedang, gunakan AC berkapasitas ½ PK (minimal 5000 BTU/h).

    AC dengan kapasitas lebih tinggi akan lebih cepat mendinginkan ruangan dan bekerja lebih baik untuk ruangan besar atau yang terpapar sinar matahari langsung. Kebutuhan pendinginan juga dapat dihemat dengan mengurangi beban panas ruangan antara lain dengan menutup pintu dan menggunakan tirai pada jendela.

    2. Kualitas Material Tahan Lama

    Pilih AC dengan material anti karat dan korosi seperti blue fin atau gold fin di evaporator dan kondensor. Material berkualitas membuat AC lebih awet.

    Selain itu terdapat cover pelindung samping dan lapisan logam untuk menghindari kerusakan fisik unit outdoor akibat cuaca ekstrem.

    3. Fitur Keamanan

    Pilih AC bersertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia), memiliki proteksi arus lebih, box listrik tahan api, dan sistem drainase terpisah dari kabel listrik untuk mencegah korsleting.

    FLifeFoto: dok. FLife

    4. Garansi Kompresor dan Servis

    Sebagai jantung dari AC, kompresor merupakan unit penting dalam proses pendinginan. Jika rusak, perbaikannya bisa menghabiskan hingga 60-70% dari harga unit baru.

    Untuk itu, pastikan kompresor bergaransi minimal 10 tahun. Lebih baik lagi jika disertai garansi sparepart dan servis indoor minimal 3 tahun.

    5. Fitur Modern

    Beberapa AC sudah dilengkapi dengan fitur modern. Beberapa fitur teknologi canggih tersebut seperti Self-Diagnosis yang sangat membantu memudahkan deteksi kerusakan dini, mempercepat perbaikan, dan mengurangi downtime.

    Selain itu ada juga fitur Self-Cleaning yang berfungsi untuk mengurangi frekuensi pencucian AC yang pada umumnya 2 bulan cuci sekali, menjadi 3-4 bulan sekali.

    6. Nyaman Digunakan

    Untuk faktor kenyamanan, pilih AC yang minim suara. Suara yang dikeluarkan AC maksimal berada di rentang 27 dBA.

    Desain ‘easy removal’ dan ‘user friendly’ juga membantu dalam perawatan AC karena desainnya memungkinkan pengguna atau teknisi untuk melepas dan membersihkan filter serta bagian lainnya dengan mudah saat servis.

    FLifeFoto: dok. FLife

    7. Tampilan LED Informasi

    Panel LED pada unit indoor berguna menampilkan suhu dan kode error yang mempermudah perbaikan.

    Ini akan membantu teknisi untuk melakukan perbaikan dengan tepat dan efektif dalam sekali kunjungan. Selain fungsi, desain LED panel yang modern dapat mempercantik tampilan interior ruangan.

    8. Diproduksi oleh Pabrik Terpercaya

    Pastikan AC berasal dari pabrik yang khusus memproduksi AC. Cek informasi pabrikan lewat website resmi.

    Hal ini untuk menjamin Quality Control (QC), pengujian performa produk dan sistem Commissioning (COMM). Cek informasi di box kemasan atau name tag produk, lalu telusuri informasi pabriknya melalui situs resmi merek tersebut. Pabrikan yang fokus pada produk AC biasanya memiliki riset dan pengembangan (R&D) yang lebih kuat.

    9. Utamakan Merek Terpercaya

    Merek ternama umumnya memiliki sistem distribusi, purna jual, dan kualitas produk yang lebih konsisten. Hindari merek yang tidak jelas asal-usulnya meski harganya menggiurkan.

    Lihat juga apakah merek tersebut bagian dari grup perusahaan yang telah terpercaya. Anda juga bisa membaca ulasan pengguna di forum atau e-commerce.

    10. Layanan After Sales Andal

    Pertimbangkan lamanya garansi, cakupan perbaikan, dan kemudahan akses layanan pelanggan, terutama di akhir pekan dan hari libur.

    Semakin lama garansi yang diberikan semakin membawa keuntungan bagi konsumen pastinya. Selain itu beberapa brand hanya menyediakan suku cadang dan menanggung biaya jasa perbaikan secara gratis di tahun pertama.

    Selanjutnya, pilihlah merek yang memberikan layanan komprehensif dan mudah diakses, agar Anda tidak kesulitan jika AC mengalami masalah di kemudian hari.

    Memilih AC bukan sekadar mencari harga termurah, tetapi juga memastikan kenyamanan jangka panjang, efisiensi energi, dan perawatan. Bandingkan spesifikasi dan fitur dari beberapa merek sebelum membeli. Pastikan Anda memilih AC yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan penggunaan.

    Informasi selengkapnya silahkan cek di YouTube.

    (prf/ega)



    Sumber : www.detik.com