Tag: ac

  • 5 Tips Hemat Listrik Saat Pakai AC Agar Tagihan Nggak Bengkak


    Jakarta

    Ada berbagai cara menghemat tagihan listrik. Salah satunya dengan menggunakan AC dengan efisien.

    AC memang alat andalan di negara tropis seperti Indonesia. Namun, menggunakan AC terkadang bisa memakan banyak listrik.

    Tapi tenang aja, penghuni rumah tetap bisa menikmati udara dingin dari AC kok. Simak cara hemat listrik saat pakai AC agar tagihan nggak membengkak berikut ini.


    Tips Hemat Listrik Pakai AC

    Inilah beberapa cara menghemat listrik saat menggunakan AC, dikutip dari Apartment Therapy.

    1. Pastikan Unit Outdoor AC di Area Teduh

    Jika unit outdoor AC terkena terik matahari, AC tidak akan bekerja sebaik jika berada di area yang teduh. Pemilik rumah bisa memasang semacam penutup untuk mencegah unit AC terkena panas berlebih.

    2. Rutin Bersihkan Filter AC

    Filter AC yang kotor bisa mengganggu sistem kerja AC. Rawatlah sistem AC secara berkala dengan rutin membersihkan filter. Hal ini bisa membantu menghemat uang dalam jangka panjang.

    3. Jangan Otak-atik Suhu AC

    Penghuni bisa lebih hemat listrik kalau tidak mengubah-ubah suhu AC. Tetapkan satu suhu saja dan biarkan AC mendinginkan ruangan.

    Lama-lama ruangan akan dingin dengan sendirinya. Sambil menunggu ruangan dingin, penghuni bisa menyalakan kipas angin.

    4. Matikan AC Jika Akan Ditinggal Lama

    Menyalakan AC terlalu lama tentu memakan banyak listrik. Jika penghuni rumah akan lama meninggalkan ruangan, matikan saja AC-nya.

    Namun, kalau hanya meninggalkan ruangan beberapa jam, cukup naikkan suhu AC. Cara ini lebih hemat karena AC tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mendinginkan kembali ruangan.

    5. Pakai Kipas Angin

    Memasang kipas angin sangat berguna untuk memaksimalkan jangkauan udara dingin dari AC. Taruh kipas angin secara strategis agar udara dingin mengalir ke seluruh ruangan. Cara ini bisa lebih murah daripada menyalakan AC sepanjang hari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Setel AC 18 Derajat Tak Bikin Ruangan Cepat Dingin, Tagihan Listrik Malah Bengkak



    Jakarta

    Memasang AC di rumah adalah solusi andalan agar tidak kepanasan di negara beriklim tropis. Namun, menyalakan AC bisa memakan banyak listrik, sehingga tagihannya pun menjadi mahal.

    Untuk itu, pengguna AC perlu mencari jalan tengah antara mendinginkan ruangan dan menjaga efisiensi energi ketika cuaca panas. Nah, caranya bisa dengan mengatur suhu AC.

    Lantas, berapa suhu AC yang ideal agar tagihan listrik tidak mahal? Simak penjelasannya berikut ini.


    Dilansir dari Times of India, Biro Efisiensi Energi (BEE) dari India merekomendasikan suhu AC 24 derajat celcius sesuai standar kinerja energi baru untuk AC ruangan. Menyetel suhu ruangan yang tepat ketika tidur bisa membantu menghemat tagihan listrik.

    AC menggunakan banyak energi untuk mempertahankan suhu dingin pada ruangan. Semakin dekat suhu di dalam ruangan dengan di luar, maka AC tidak harus bekerja terlalu keras. Alhasil, energi yang digunakan juga berkurang.

    Menurut sumber yang sama, memasang suhu 18 derajat celcius tidak akan membuat ruangan dingin lebih cepat, tetapi justru memakan lebih banyak listrik. Oleh karena itu, sebaiknya tetap menggunakan suhu AC standar bawaan, yakni 24 derajat celcius.

    Selain itu, tingkat kelembapan yang tinggi bisa membuat ruangan terasa lebih panas dari seharusnya. Penghuni rumah bisa menggunakan dehumidifier bersamaan dengan AC untuk menciptakan lingkungan ruangan yang nyaman.

    Kemudian, sirkulasi udara yang baik juga meningkatkan efek dingin dari AC. Pertimbangkan untuk menggunakan kipas angin portable atau gantung untuk menyebarkan udara dingin AC dengan merata.

    Di sisi lain, penggunaan AC pintar yang bisa membantu penghuni mengatur suhu secara otomatis sepanjang hari. Penghuni dapat menyetel program agar suhu ruangan lebih dingin mendekati waktu tidur. Lalu, suhu AC bisa dinaikkan sedikit secara otomatis ketika penghuni bangun di pagi hari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Bikin Kamar Adem Tanpa AC, Tidur Auto Pules


    Jakarta

    Pernah susah tidur karena kegerahan? Kamar tidur yang panas bisa bikin penghuni rumah merasa nggak nyaman, sehingga sulit untuk tertidur lelap.

    Dilansir dari REFINERY29, Asisten Profesor di Departemen Neurologi dan Ilmu Saraf Mattheyw Ebben mengatakan suhu cukup penting bagi kemampuan untuk bisa tidur. Namun, faktor ini sering kali disepelekan.

    “Bagian dari ritme biologis Anda termasuk pendinginan tubuh saat Anda tidur di malam hari,” kata Ebben dikutip dari REFINERY 29, Minggu (25/5/2025).


    Kamar yang dingin bisa membantu menurunkan suhu tubuh dengan baik. Adapun suhu ideal kamar tidur 60-67 derajat fahrenheit atau sekitar 15,5-19,4 derajat celcius menurut National Sleep Foundation.

    Tentunya AC menjadi alat elektronik andalan untuk mendinginkan ruangan. Namun, nggak semua rumah ada AC.

    Lantas, bagaimana cara bikin kamar adem tanpa AC? Simak tipsnya berikut ini.

    Tips Bikin Kamar Adem Tanpa AC

    Inilah beberapa cara membuat suasana tidur lebih adem meski tidak ada AC.

    1. Pasang Kipas Angin

    Jika tidak punya AC, kipas angin jadi alat alternatif buat mendinginkan ruangan. Suara kipas angin juga bisa menjadi white noise yang menghalau suara mengganggu ketika tidur.

    Instruktur Klinis Kedokteran Tidur Scott Hollingshaus menyarankan bagi yang menggunakan kipas gantung untuk memutar kipas menjadi arah jarum jam untuk mendorong udara panas keluar.

    2. Pakai Bungkusan Es

    Letakkan kompres dingin atau es dibungkus handuk di titik nadi, seperti pergelangan tangan, pergelangan kaki, belakang lutut, dan leher. Cara ini akan mendinginkan seluruh tubuh, kata Hollingshaus.

    Bungkusan es juga bisa diselipkan ke dalam bantal. Namun, pastikan bungkusan es tidak bocor ya.

    3. Ganti Seprai Tempat Tidur

    Lebih sedikit perlengkapan tidur akan lebih baik buat bikin pengalaman tidur lebih adem. Jadi kurangi perlengkapan tidur seperti selimut.

    Lalu, sebaiknya memilih seprai berbahan katun saat cuaca panas. Bahan katun lebih mudah menyerap keringat daripada kain lain.

    4. Gelapkan Kamar

    Tutuplah tirai kamar pada siang hari untuk mengurangi panas masuk ruangan. Lalu, Asisten Profesor Neurologi Daniel Barone menyarankan untuk menjaga kamar tetap gelap, sebab cahaya yang masuk melalui jendela dapat mengganggu tidur.

    Itulah beberapa cara membuat kamar adem tanpa AC agar bisa tidur nyenyak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Kedinginan saat Tidur? Segini Suhu AC yang Ideal


    Jakarta

    Saat tidur di malam hari, banyak orang yang mengatur suhu Air Conditioner (AC) di suhu rendah. Namun, hal ini bikin tubuh jadi kedinginan dan menggigil. Namun jika suhu yang diatur terlalu tinggi, alhasil tidak bisa merasakan sensasi suhu dinginnya.

    Sebagai pemilik AC, detikers perlu tahu cara mengatur suhu AC yang ideal untuk kamar tidur. Sebab, suhu yang pas dapat memengaruhi kualitas tidur seseorang di malam hari.

    Lantas, berapa suhu AC yang ideal di kamar tidur? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Suhu AC yang Ideal di Kamar Tidur

    Dilansir situs Medical News Today, Minggu (25/5/2025), suhu AC yang ideal untuk kamar tidur bisa diatur sekitar 16-19,5 derajat Celcius.
    Sementara itu, pakar tidur dari Universitas Kansai menganjurkan suhu AC diatur antara 25-28 derajat Celcius agar tidur lebih berkualitas di malam hari.

    Mengatur suhu AC pada tingkat yang ideal bisa memberikan berbagai manfaat. Selain meningkatkan kualitas tidur, hal ini turut berdampak positif mulai dari:

    • Menjaga suhu tubuh tetap normal
    • Mencegah dehidrasi
    • Udara di kamar jadi lebih bersih
    • Mencegah kulit kering.

    Tips Mengatur Suhu AC saat Tidur

    Sebelum menyalakan AC di kamar tidur, pastikan kamu melakukan beberapa tips di bawah ini agar ruangan cepat dingin. Dikutip dari Mitsubishi Electronic, berikut sejumlah tipsnya:

    1. Tutup Rapat Pintu dan Jendela Kamar

    Pastikan kamu telah menutup pintu dan jendela kamar secara rapat. Jika tidak, maka udara dingin yang berhembus dari AC bisa keluar kamar tidur. Selain bikin kamar jadi kurang dingin, hal ini bisa jadi pemicu listrik cepat boros.

    2. Gunakan Mode Sleep pada AC

    Saat tidur di malam hari, kamu bisa mengaktifkan mode sleep pada AC. Mode ini berfungsi untuk menyesuaikan suhu ruangan secara otomatis agar lebih nyaman dan tidak kedinginan saat tidur. Selain itu, mode sleep pada AC juga lebih hemat listrik karena mengurangi kinerja kompresor AC.

    Demikian penjelasan mengenai cara atur suhu AC yang ideal untuk kamar tidur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Benar Nggak Atap Hitam Bikin Rumah Panas? Begini Faktanya



    Jakarta

    Konon atap warna hitam bisa menyebabkan rumah panas terutama pada saat terik. Hal ini dikarenakan warna hitam dipercaya bisa menyerap panas. Banyak orang akhirnya menghindari atap hitam karena hal tersebut dan memilih alternatif lain.

    Apakah benar warna hitam bisa mempengaruhi suhu di dalam rumah?

    Menurut laman Nombarch, warna bukan satu-satunya faktor naiknya suhu di rumah. Faktor lainnya juga bisa disebabkan pada material atap yang digunakan. Ada material yang bisa menangkis panas meski warnanya hitam sehingga rumah tidak panas. Ada pula material atap yang tidak berwarna hitam, tetapi bisa membuat rumah lebih panas, yakni asbes.


    Atap warna hitam disebut dapat menyerap panas karena panas dari matahari terperangkap di lapisan bawah. Kemudian, panas tersebut akan terasa hingga ke dalam, terutama yang rumahnya tidak memiliki plafon dan ventilasi yang memadai. Panas akan terus terperangkap di bagian atas rumah tersebut. Rumah akan terasa pengap dan udara yang berputar di dalamnya terasa hangat.

    Arsitek Denny Setiawan menjelaskan, udara panas letaknya akan selalu berada di atas. Ia menyarankan setiap rumah seharusnya memiliki sistem ventilasi silang. Fungsinya untuk menarik udara segar dan mendorong udara panas keluar. Sirkulasi udara yang buruk dapat menyebabkan rumah jauh lebih lembap karena tidak ada perputaran udara di dalam.

    Apabila tidak ada ventilasi silang, bisa disiasati dengan penggunaan kipas angin agar udara di dalam rumah bergerak. Namun, kipas angin tidak dapat menurunkan suhu di rumah tersebut.

    Solusinya adalah menghidupkan air conditioner (AC) agar suhu di rumah turun dan lebih segar. Namun, ada efek samping apabila terlalu sering menyalakan AC adalah dapat merusak ozon serta membuat tagihan listrik bulanan membengkak.

    Ia juga menyarankan untuk mengatasi rumah yang panas dengan membuat plafon atau langit-langit rumah yang tinggi. Idealnya memiliki tinggi 2,4 meter dari lantai. Plafon tersebut juga perlu ditambahkan kipas angin dengan baling-baling menghadap ke bawah untuk membantu pergerakan udara panas. Cara ini bisa menjadi solusi untuk rumah yang sudah terlanjur memakai atap berwarna hitam.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Ngadem Pakai AC tapi Takut Boncos? Begini Tipsnya


    Jakarta

    AC menjadi alat andalan untuk menyejukkan ruangan di kala cuaca panas. Namun, penggunaan AC dapat memakan banyak pemakaian listrik bulanan.

    Hal tersebut membuat konsumen khawatir penggunaan listrik yang besar akan membuat tagihan membengkak. Meski demikian, bukan berarti penghuni rumah tak boleh menikmati udara dingin dari AC.

    Ada beberapa cara untuk menghemat listrik ketika menggunakan AC. Simak tipsnya berikut ini.


    Tips Hemat Listrik Pakai AC

    Inilah cara menghemat listrik saat menggunakan AC, dikutip dari Apartment Therapy.

    1. Rutin Bersihkan Filter AC

    Tips pertama untuk hemat listrik adalah merawat sistem AC secara rutin dengan membersihkan filter. Filter AC yang kotor bisa mengganggu sistem kerja AC, sehingga membutuhkan energi yang besar buat bekerja. Hal ini bisa membantu menghemat uang dalam jangka panjang.

    2. Pastikan Unit Outdoor AC di Area Teduh

    AC bisa bekerja lebih baik kalau unit outdoor AC berada di tempat yang teduh. Pastikan unit outdoor AC tidak terkena terik matahari. Pemilik rumah bisa memasang penutup untuk mencegah unit AC terkena panas berlebih.

    3. Pakai Kipas Angin

    Penghuni rumah bisa memanfaatkan kipas angin untuk membantu mengalirkan udara dingin. Cara ini bisa lebih murah daripada menyalakan AC sepanjang hari.

    Taruh kipas angin di lokasi yang dekat dengan tempat kegiatan agar udara dingin mengalir ke seluruh ruangan. Jangkauan udara dingin itu akan lebih maksimal dengan cara ini.

    4. Jangan Otak-atik Suhu AC

    Penghuni sebaiknya tidak mengubah-ubah suhu AC. Tetapkan satu suhu saja dan biarkan AC mendinginkan ruangan secara perlahan. Penghuni bisa menyalakan kipas angin sambil menunggu ruangan dingin.

    5. Matikan AC Jika Akan Ditinggal Lama

    Jika penghuni rumah akan lama meninggalkan ruangan, sebaiknya matikan saja AC-nya. Sebab, menyalakan AC terlalu lama akan memakan banyak listrik.

    Berbeda halnya kalau hanya meninggalkan ruangan beberapa jam, penghuni cukup naikkan suhu AC. Cara ini lebih hemat karena AC tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mendinginkan kembali ruangan ketika dinyalakan lagi.

    Itulah beberapa tips seputar cara hemat listrik saat memakai AC. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Benda Ini Jangan Ditaruh di Bawah AC Kalau Nggak Mau Rusak


    Jakarta

    Meletakkan benda di bawah AC sebenarnya sah-sah saja. Meski begitu, tidak semua benda terbilang aman jika diletakkan di bawah AC langsung.

    AC memang mengeluarkan udara yang dingin sehingga dapat menyejukkan ruangan. Namun, udara dingin itu justru dapat merusak beberapa benda penting. Kalau dibiarkan terus-menerus bisa jadi benda kesayanganmu malah rusak.

    Ingin tahu apa saja benda yang tidak boleh ditaruh di bawah AC? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Benda Ini Jangan Ditaruh di Bawah AC Kalau Nggak Mau Rusak

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, Minggu (6/7/2025), berikut sejumlah benda yang tidak aman jika ditaruh tepat di bawah AC:

    1. Furnitur Besar

    Meletakkan furnitur berukuran besar di bawah AC sangat tidak disarankan. Furnitur seperti lemari atau rak buku diyakini dapat menghalangi udara sejuk untuk mengalir ke seluruh ruangan.

    Alhasil, ruangan tidak akan terasa dingin meski AC sudah diatur ke suhu paling rendah. Jadi, sebelum memasang AC pastikan letaknya tidak di bawah furnitur besar.

    2. Kompor dan Oven

    Peralatan seperti kompor dan oven dapat mengeluarkan suhu panas ketika digunakan. Jika kamu memasang AC di dekat kedua barang tersebut maka harus bekerja lebih ekstra untuk mendinginkan ruangan. Di sisi lain, tagihan listrik bisa membengkak gara-gara harus mengatur suhu AC paling rendah.

    3. Barang Elektronik

    Beberapa orang sering meletakkan barang elektronik seperti TV, komputer, atau konsol game di bawah AC. Alasannya karena udara dingin dari AC dapat mendinginkan benda elektronik tersebut yang terus digunakan hampir setiap hari.

    Padahal, meletakkan barang elektronik di bawah AC justru dapat memengaruhi suhu ruangan. Apalagi jika barang elektronik tersebut terus digunakan selama berjam-jam, selain membuat ruangan terasa hangat sekaligus berisiko merusak barang itu sendiri karena dipakai non-stop.

    4. Tanaman Hidup

    Meletakkan tanaman hidup di bawah AC juga tidak disarankan. Aliran udara dingin dari AC secara langsung bisa berdampak langsung pada kesehatan, pertumbuhan, dan penampilan tanaman hias.

    Padahal tanaman hias dapat hidup di lingkungan yang hangat dan lembap. Udara yang terlalu dingin justru membuat tanaman dehidrasi serta membuat daunnya mengerut, layu, kering, atau berubah warna.

    Itulah empat benda yang jangan ditaruh di bawah AC karena dapat merusaknya. Semoga menambah pengetahuan detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pasang Outdoor AC Nggak Bisa Asal, Ini Posisi yang Tepat!


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) di rumah sering kali tidak dingin meski sudah diatur ke suhu rendah? Bisa jadi permasalahannya bukan karena jarang dirawat tapi akibat posisi outdoor AC yang salah.

    Perlu diketahui, AC terdiri dari dua komponen yaitu AC dalam (indoor) dan AC luar (outdoor). AC dalam berfungsi untuk menghembuskan udara dingin ke seluruh ruangan agar terasa sejuk.

    Sementara outdoor AC adalah bagian kipas yang berbentuk kotak dan dipasang di luar ruangan. Supaya indoor AC dapat berfungsi optimal maka perlu disambungkan dengan outdoor AC.


    Sayangnya, masih ada pemilik rumah yang tidak memerhatikan posisi outdoor AC karena hanya fokus memasang AC dalam. Padahal, posisi outdoor AC juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi udara dingin yang keluar dari AC dalam.

    Agar tidak salah dalam memasang outdoor AC di rumah, simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Posisi yang Tepat untuk Menaruh Outdoor AC

    Outdoor AC memang dipasang di luar, tapi bukan berarti diletakkan secara asal. Dikutip dari All Purpose Air Conditioning, Jumat (11/7/2025), berikut posisi yang tepat:

    1. Tempat yang Sejuk dan Terhindar Sinar Matahari

    AC luar sebaiknya dipasang di tempat sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Pastikan outdoor AC dipasang di tembok yang menghadap ke utara atau selatan karena arah ini cenderung tidak terpapar cahaya matahari.

    Hindari memasang AC luar yang menghadap ke arah timur atau barat. Sebab, posisi ini langsung menghadap sinar matahari ketika pagi dan sore yang berisiko membuat AC bekerja lebih ekstra untuk mendinginkan ruangan.

    Kalau kamu baru pindah ke rumah baru, pastikan sudah menentukan tempat yang pas untuk memasang outdoor AC. Jika belum, cobalah amati sekitar rumah untuk mencari tempat yang paling minim terkena sinar matahari.

    2. Tempat Terbuka dan Datar

    Agar dapat mendinginkan udara secara maksimal, outdoor AC sebaiknya dipasang di tempat yang datar, kering, dan terbuka. Pastikan juga AC luar dipasang di tempat yang punya ventilasi udara baik dan tidak terhalang benda apapun, seperti tembok rumah atau bangunan besar lainnya.

    Perlu diketahui, AC luar yang terhalang apapun dapat menghambat proses pendinginan AC. Alhasil, AC tidak mampu bekerja secara efisien dan bisa mengakibatkan boros listrik.

    3. Tempat yang Mudah Dijangkau

    Tips berikutnya adalah memasang outdoor AC di tempat yang mudah dijangkau. Cara ini dilakukan agar AC dapat diakses dengan mudah ketika ingin dibersihkan atau dicek secara berkala. Posisi AC luar yang terlalu tinggi atau sulit dijangkau membuat proses perawatannya jadi sulit.

    Sebagai catatan, sebaiknya cuci AC rumah setidaknya 2-3 bulan sekali. Meski tidak ada kerusakan pada AC, bukan berarti AC tidak dicuci hingga berbulan-bulan.

    Meski begitu, frekuensi mencuci AC bisa berbeda-beda tergantung dari pemakaian dan kondisi ruangan tempat AC dinyalakan. Kalau kondisi udara di ruangan termasuk kotor dan banyak debu, maka AC perlu dicuci lebih sering lagi.

    4. Jauh dari Pohon Tinggi

    Meski disarankan dipasang di tempat yang sejuk, tapi hindari memasang outdoor AC di bawah pohon tinggi dan rindang. Sebab, AC luar dapat menyedot daun, debu, hingga kotoran ke dalam unit AC. Hal itu membuat AC jadi cepat kotor dan jika tidak segera dibersihkan maka berisiko cepat rusak.

    Selain itu, jangan memasang outdoor AC di tempat rendah atau dekat dengan tanah. Soalnya, saat terjadi hujan dan terdapat genangan di sekitar AC luar maka dapat memicu kerusakan. Sebaiknya pasang AC di tempat yang agak tinggi supaya lebih aman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kasur Kendor Nggak Usah Beli yang Baru, Pakai 4 Cara Ini Biar Kenceng Lagi


    Jakarta

    Kasur dibuat lembut dan empuk agar nyaman digunakan meskipun mendapat beban seberat apa pun. Untuk memberikan rasa nyaman tersebut, kasur zaman sekarang kebanyakan bervolume, tidak lagi setipis karpet.

    Di dalamnya ada per yang bisa menyusut dan kembali, busa, hingga rangka kasur. Bagian dalam ini dibuat kokoh dan fleksibel agar bisa digunakan dalam jangka waktu lama. Namun, bagian dalam kasur ini tetap berpotensi rusak apabila cara menggunakannya salah atau sudah terlalu lama dipakai.

    Tanda-tanda kasur yang sudah tidak nyaman dipakai adalah permukaannya kendur atau turun. Hal ini membuat beberapa bagian tubuh terasa lebih rendah daripada bagian lain. Meskipun kesannya sepele, tetapi lama kelamaan hal tersebut dapat berpengaruh pada kesehatan terutama bagian tulang.


    Apabila terjadi seperti ini, apakah kasur harus segera diganti? Iya, sebaiknya segera membeli kasur baru dengan permukaan yang lebih nyaman. Namun, apabila tidak mampu membeli baru, ada kok solusi yang bisa dilakukan.

    Dilansir Homes & Gardens, berikut beberapa tips dan trik yang dapat membantu mengembalikan bentuk permukaan kasur.

    1. Membalik Kasur

    Menurut ahli urusan masalah tidur Hafiz Shariff mengatakan bahan kasur bisa memadat dan rusak seiring waktu. Hal ini yang membuat permukaannya terasa kendur. Cara mengatasinya dengan cara membalik permukaan atau memutar kasur tersebut. Dengan begitu terjadi pergerakan di dalam kasur dan mengembalikan kekencangannya.

    Apabila sulit untuk membalik permukaan kasur, coba dengan mengganti posisi tidur. Beban badan yang selalu berada di tempat yang sama bisa menyebabkan area tersebut kendur.

    2. Pakai Pelapis Kasur yang Kuat

    Pelapis kasur berbeda dengan seprai. Pelapis kasur terbuat dari lateks alami atau busa memori dengan kepadatan tinggi. Pelapis kasur dibedakan dari kepadatan busa di dalamnya. Semakin padat busa di dalamnya, tentu terasa lebih padat dan tidak begitu lentur. Namun, bisa menyebabkan kasur terasa lebih hangat. Jadi untuk pengguna yang tidak memakai kipas angin atau AC sebaiknya jangan memakai busa yang terlalu padat.

    Jika kamu sering berkeringat di malam hari atau merasa gerah, sebaiknya fokus pada pelapis kasur pendingin terbaik. Kamu dapat menemukan pelapis kasur busa memori yang dilengkapi dengan gel pendingin untuk mengurangi panas dan menyerap kelembapan.

    Untuk jenis pelapis kasur yang terasa lebih dingin adalah berbahan dasar lateks, menurut pendiri Coop merek tempat tidur mewah, Jin Chon. Namun, lateks membuat badan terasa seperti tenggelam karena busa memorinya tidak sebanyak jenis busa biasa.

    “Lateks adalah bahan pelapis kasur yang bagus karena memiliki dukungan yang responsif,” ujar Jin Chon, dalam kutipannya di Homes & Gardens, Kamis (17/7/2025).

    Untuk lebih amannya pilih pelapis kasur yang lebih tebal. Idealnya, kamu sebaiknya memilih pelapis kasur dengan ketebalan 3 inci atau lebih.

    3. Cek Fondasinya

    Faktor yang membuat kasur terasa kendur bisa juga disebabkan karena fondasi yang tidak rata. Sebelum tidur bisa cek struktur dipan apakah ada bagian yang kendur atau miring. Dipan yang tidak rata juga bisa bahaya ketika menerima beban secara tiba-tiba.

    4. Letakkan Papan Kayu Lapis

    Trik lain yang bisa digunakan adalah memasang kayu tipis seperti tripleks di atas kasur. Kemudian, kayu tersebut ditutup lagi dengan pelapis kasur dan seprai. Dengan begitu ada satu lapisan tambahan yang dapat menopang beban di atas dan tidak terasa seperti tenggelam ketika tidur di kasur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Boncos, Begini Cara Pakai AC yang Hemat Listrik


    Jakarta

    Air conditioner (AC) merupakan salah satu alat elektronik yang sering digunakan kala cuaca panas. Namun, penggunaannya kadang bisa makan banyak listrik yang bikin kantong boncos.

    Walau demikian, masih ada lho cara untuk menggunakan AC tapi tetap hemat listrik. Dilansir dari Apartment Therapy, berikut ini informasinya.

    Tips Pakai AC Hemat Listrik

    1. Jangan Otak-atik Suhu AC

    Penghuni rumah disarankan untuk tidak mengubah-ubah suhu AC. Menurut pemilik dan CEO di National Air Warehouse, Brandi Andrews, menggunakan suhu AC yang tetap merupakan cara yang cermat untuk mendinginkan ruangan secara ekonomis.


    “Mungkin butuh waktu, tapi pada akhirnya akan mendingin, dan Anda akan terhanyut dalam suhu yang sempurna. Sementara itu, nyalakan kipas angin dan duduklah di depannya. Kipas angin sebenarnya bisa membantu AC Anda mendinginkan ruangan!” katanya.

    2. Rutin Bersihkan Filter AC

    Cara selanjutnya untuk menghemat penggunaan listrik pada AC adalah membersihkan filternya. Filter yang kotor bisa mengganggu sistem sistem kerja AC sehingga membutuhkan energi lebih untuk bekerja. Filter yang bersih bisa meringankan beban kerja AC sehingga bisa menghemat pembayaran listrik.

    3. Pastikan Outdoor AC di Area Teduh

    AC dapat bekerja lebih baik kalau unit outdoor AC berada di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung. Pemilik rumah bisa memasang penutup untuk mencegah unit AC terkena panas berlebih.

    4. Matikan AC Jika Akan Ditinggal Lama

    Apabila penghuni akan meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang lama sebaiknya AC dimatikan. Kalau AC dinyalakan terlalu lama bisa-bisa tagihan listrik membengkak.

    Beda lagi kalau penghuni rumah hanya berpindah ruangan. Penghuni bisa menaikkan suhu AC saja. Cara ini dinilai lebih hemat karena AC tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mendinginkan ruangan.

    5. Jangan Tutup Semua Ventilasi

    Menutup semua ventilasi tidak serta merta bisa membuat ruangan dingin ketika menyalakan AC. Menutup terlalu banyak ventilasi bisa berdampak ke sistem.

    “Namun, sistem (AC) Anda didesain untuk memenuhi kebutuhan seluruh rumah. meskipun menutup satu atau dua ventilasi mungkin tidak masalah, jika terlalu banyak, sistem Anda akan menjadi kurang efektif dan efisien secara keseluruhan,” kata spesialis sales kategori dari Ferguson HVAC Jeff Spencer.

    Sebagai gantinya, ia menyarankan untuk menutup tirai di ruangan tidak terpakai, pastikan tidak ada furniture di atas ventilasi, dan tutup pintu ruangan.

    Itulah beberapa cara penggunaan AC agar tetap hemat listrik. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com