Tag: ac

  • 5 Tips Bikin Kamar Tidur Hangat saat Cuaca Dingin


    Jakarta

    Udara terasa dingin ketika cuaca hujan atau mendung. Cuaca seperti ini dapat membuat penghuni merasa kedinginan di rumah, termasuk kamar tidur.

    Meski sudah pakai selimut dan tidak menyalakan AC, udara dingin masih bisa menusuk badan. Kalau sudah seperti itu, penghuni rumah perlu usaha lebih buat bikin kamar terasa lebih hangat.

    Bagaimana cara membuat kamar tidur hangat saat cuaca dingin? Simak caranya berikut ini.


    Cara Bikin Kamar Tidur Hangat Saat Cuaca Dingin

    Inilah beberapa tips menghangatkan kamar tidur ketika udara terasa dingin, dikutip dari The Spruce.

    1. Tambahkan Selimut

    Solusi paling mudah untuk menghadapi cuaca dingin adalah menambah lapisan tempat tidur. Penghuni bisa mengganti seprai kasur dengan bahan yang lebih tebal atau hangat. Lalu, ganti atau tambah selimut buat menambah kehangatan di tempat tidur.

    2. Tutup Jendela

    Suhu luar ruangan dapat menembus rumah melalui kaca jendela. Penghuni bisa sedikit menghangatkan kamar tidur dengan menutup jendela.

    Kemudian, tutup jendela menggunakan tirai atau gorden yang berbahan tebal. Selain itu, pastikan celah atau retak pada pintu atau jendela tertutup agar tidak menjadi akses masuknya udara dingin.

    3. Jauhkan Tempat Tidur dari Jendela

    Jika posisi tempat tidur berada dekat jendela, sebaiknya geser ke sisi lain kamar. Kaca dapat mendingin secara signifikan sehingga mendinginkan udara di dalam ruangan. Hal ini juga berlaku untuk dinding eksterior dengan tidak dapat menahan suhu udara.

    4. Gelar Karpet

    Lantai kamar terkadang menjadi dingin ketika cuaca dingin. Penghuni dapat menggelar karpet atau alas pada lantai agar lebih nyaman buat dipijak penghuni kamar.

    5. Hangatkan Tempat Tidur

    Kalau selimut tidak cukup membuat penghuni hangat di tempat tidur, coba hangatkan tempat tidur. Caranya dengan menyelipkan botol air panas di bawah selimut saat waktunya tidur.

    Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan biar nggak kedinginan di kamar tidur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • AC Tidak Dingin? Bisa Jadi Salah Pasang Outdoor Unit!



    Jakarta

    Pernah merasa AC di rumah tidak dingin meski sudah disetel ke suhu rendah? Jangan buru-buru menyalahkan perawatan atau usia AC. Bisa jadi masalahnya ada pada posisi outdoor unit yang keliru.

    Seperti diketahui, AC terdiri dari dua bagian: unit dalam (indoor) yang menghembuskan udara sejuk ke ruangan, dan unit luar (outdoor) berupa kipas besar berbentuk kotak yang dipasang di luar rumah. Keduanya harus terhubung agar AC bisa bekerja optimal.

    Sayangnya, masih banyak pemilik rumah yang hanya fokus memasang unit dalam, tanpa memerhatikan posisi unit luar. Padahal, peletakan outdoor unit sangat berpengaruh terhadap kinerja pendinginan.


    Berikut panduan posisi yang tepat untuk memasang outdoor AC, dikutip dari All Purpose Air Conditioning:

    1. Pilih Lokasi Sejuk dan Terhindar Sinar Matahari

    Pasang outdoor AC di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Lokasi terbaik biasanya di tembok yang menghadap utara atau selatan. Hindari sisi timur atau barat karena rentan terkena panas matahari pagi dan sore, yang membuat AC harus bekerja lebih keras.

    2. Tempat Terbuka dan Datar

    Outdoor unit sebaiknya ditempatkan di area datar, kering, dan punya ventilasi udara yang baik. Hindari memasangnya di lokasi sempit atau tertutup tembok, karena bisa menghambat sirkulasi udara dan membuat AC boros listrik.

    3. Mudah Dijangkau untuk Perawatan

    Pastikan posisi outdoor AC mudah dijangkau agar proses pengecekan dan pembersihan lebih praktis. Unit yang terpasang terlalu tinggi atau sulit diakses justru menyulitkan saat perawatan rutin, yang idealnya dilakukan setiap 2-3 bulan sekali.

    4. Jauh dari Pohon Tinggi dan Genangan Air

    Meski butuh tempat sejuk, hindari memasang outdoor unit di bawah pohon. Daun, debu, dan kotoran bisa tersedot ke dalam mesin dan mempercepat kerusakan. Jangan juga menaruhnya di dekat tanah atau area rawan banjir. Lebih aman dipasang agak tinggi agar terhindar dari air hujan.

    Dengan memperhatikan posisi outdoor unit, AC di rumah bisa bekerja lebih efisien, awet, dan tentu saja lebih hemat listrik.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Don’t Try This At Home! Kebiasaan Pakai AC yang Bikin Tagihan Listrik Bengkak


    Jakarta

    Saat cuaca panas, paling enak menyalakan AC di rumah. Tak perlu tunggu gerah pun, banyak penghuni rumah menyalakan AC di kamar setiap malam.

    Embusan udara segar dari AC memang melegakan, tetapi pemilik rumah dapat terbayang-bayang tagihan listrik yang semakin mahal. Pasalnya, AC mengonsumsi listrik yang cukup signifikan.

    Meski demikian, bukan berarti penghuni tidak boleh pakai AC sama sekali kok. Namun, sebaiknya hindari beberapa kebiasaan yang bikin tagihan listrik membengkak.


    Apa saja yang membuat AC boros listrik? Simak penjelasannya berikut ini.

    Kebiasaan Pakai Listrik yang Boros

    Inilah beberapa kebiasaan yang perlu dihindari agar tagihan listrik tidak mahal, dikutip dari Times of India.

    1. Menyalakan AC Terlalu Lama

    Tagihan listrik tentu akan semakin mahal kalau sering menggunakan AC, apalagi dalam jangka durasi yang lama. Penghuni dapat menghemat biaya dengan mematikan AC ketika tidak digunakan.

    2. Pasang Suhu AC Terlalu Rendah

    Banyak yang mengira memasang AC dengan suhu yang rendah dapat mendinginkan ruangan dengan cepat. Padahal, cara itu justru bikin AC bekerja lebih keras serta mengonsumsi lebih banyak energi.

    Menurut Biro Efisiensi Energi India, suhu AC yang ideal dan efisien adalah 24 derajat celsius. Suhu tersebut membuat AC menggunakan usaha lebih sedikit untuk mendinginkan ruangan dibandingkan dengan pengaturan suhu terendah.

    3. Tidak Rutin Servis AC

    Penghuni perlu melakukan perawatan atau servis AC secara rutin. Sebab, AC dapat menimbun kotoran dan debu sehingga menghalangi aliran udara serta mengurangi efisiensi. Hal ini menyebabkan beban AC lebih tinggi dan meningkatkan konsumsi listrik.

    Salah satu aspek penting untuk mendinginkan ruangan secara efektif adalah memastikan udara dingin terperangkap di dalam ruangan. Dengan begitu, AC bisa mendinginkan ruangan dengan lebih cepat. Oleh karena itu, sebaiknya ruangan dalam keadaan tertutup selama menyalakan AC.

    Itulah beberapa hal yang membuat tagihan listrik mahal saat pakai AC. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Mudah Hemat Listrik biar Tagihan Nggak Bengkak


    Jakarta

    Setiap bulan ada tagihan listrik menunggu untuk dibayar oleh pemilik rumah. Besar tagihan itu tergantung pada pemakaian penghuni rumah.

    Pemakaian listrik yang berlebihan bisa membuat tagihan menjadi mahal. Untuk menyiasatinya, penghuni dapat membatasi penggunaan listrik. Namun, bukan berarti penghuni harus gelap-gelapan terus di rumah ya.

    Lantas, bagaimana cara mudah untuk menghemat penggunaan listrik? Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Hemat Listrik

    Inilah beberapa tips untuk menekan tagihan listrik, dikutip dari Times of India.

    1. Efisien Pakai Mesin Cuci

    Mesin cuci termasuk perangkat yang menyita banyak daya listrik. Pastikan untuk mengisi mesin cuci dengan cukup penuh setiap akan digunakan. Penggunaan tenaga dan air akan lebih optimal dalam sekali waktu sehingga tidak perlu sering menyalakan mesin cuci.

    2. Pilih Perangkat Hemat Energi

    Pilihlah perangkat elektronik yang hemat energi. Meski perangkat ini cukup mahal, penghuni dapat menghemat listrik ke depannya.

    3. Strategi Pakai AC

    AC juga tergolong sebagai perangkat yang menyedot banyak daya listrik di rumah. Semakin rendah pengaturan suhu AC, semakin banyak listrik yang terpakai.

    Penghuni dapat menyiasati penggunaan AC biar lebih hemat. Caranya dengan mengatur suhu 24 derajat Celsius sambil menyalakan kipas angin.

    4. Manfaatkan Pencahayaan Alami

    Salah satu cara mudah untuk menghemat listrik adalah meminimalisir penggunaan lampu. Manfaatkan cahaya alami yang masuk melalui ventilasi, jendela, dan skylight di siang hari. Lalu, matikan lampu jika tidak terlalu dibutuhkan.

    5. Pakai Bohlam LED

    Kemudian, gunakan bohlam LED karena dapat menghemat listrik. Bohlam LED bisa menghemat 80 persen energi dan tahan lama, lho.

    6. Cabut Aliran Listrik Tak Terpakai

    Terakhir, jangan lupa untuk mencabut aliran listrik perangkat dari stopkontak ketika tidak digunakan. Listrik tetap akan tersedot selama kabelnya masih tersambung ke stopkontak.

    Itulah cara mudah untuk menghemat listrik. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu AC, Ini 7 Cara Bikin Rumah Terasa Adem


    Jakarta

    Tinggal di negara tropis seperti Indonesia, nggak heran kalau rumah terkadang terasa panas. Penghuni rumah pun bisa kurang nyaman karena merasa kegerahan.

    Salah satu solusi andalan untuk menyejukkan rumah adalah memasang AC. Namun, memasang dan menyalakan AC cukup menguras biaya.

    Tak harus mengandalkan AC, penghuni bisa bikin rumah terasa adem kok! Ada beberapa cara untuk menghalau udara panas masuk rumah. Penghuni juga bisa mendinginkan ruangan tanpa AC.


    Bagaimana cara membuat rumah lebih adem tanpa AC ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Tips Bikin Rumah Adem Tanpa AC

    Inilah beberapa trik untuk menyejukkan ruangan, dikutip dari Real Simple, Selasa (9/9/2025).

    1. Buka Jendela Saat Suhu Turun

    Pastikan jendela tertutup ketika cuaca panas di luar agar hawa panas tidak masuk rumah. Sebaliknya, penghuni dapat membuka jendela untuk menyejukkan ruangan saat suhu udara di luar sudah turun.

    2. Keluarkan Udara Panas

    Keluarkan udara panas yang terperangkap di dalam rumah. Caranya dengan menyalakan kipas exhaust di kamar mandi dan dapur.

    Selain itu, buka jendela di lantai atas dengan kipas kotak yang bertiup keluar, lalu buka jendela di lantai bawah. Udara hangat di lantai atas akan keluar dan menarik udara dingin di bawah.

    3. Nyalakan Kipas Angin

    Nyalakan kipas angin untuk mendinginkan ruangan. Kipas angin menjadi alternatif andalan untuk menggantikan AC.

    4. Nyalakan AC Buatan

    Penghuni bisa membuat AC buatan kalau mau dapat embusan udara sejuk. Ada beberapa cara untuk melakukannya. Cara pertama adalah menggantungkan kain basah dingin di depan kipas angin. Lalu, letakkan mangkuk besar berisi es batu di depan kipas. Terakhir, menempelkan botol air beku di belakang kipas angin.

    5. Gunakan Dehumidifier

    Gunakan dehumidifier untuk mengendalikan tingkat kelembapan rumah. Sebab, kelembapan tinggi membuat rumah terasa panas dan pengap. Hal ini akan mencegah keringat menguap sehingga tubuh tidak bisa mengatur suhunya.

    6. Tutup Gorden

    Tutup gorden jendela untuk menghalau sinar matahari masuk rumah. Cara ini membantu mengurangi suhu panas di dalam rumah.

    7. Halangi Sinar Matahari

    Terakhir, pemilik rumah dapat menghalangi sinar matahari menyentuh rumah dengan memasang topi jendela atau menanam pohon. Dengan begitu, tidak banyak sinar matahari masuk dan menghangatkan ruangan.

    Itulah beberapa cara untuk membuat rumah lebih adem tanpa AC. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bahaya! Jangan Colokkan Benda Elektronik Ini ke Stopkontak Ekstensi


    Jakarta

    Stopkontak ekstensi punya kabel panjang untuk menambah jangkauan ke sumber listrik. Kabel ini memudahkan penghuni mengalirkan listrik ke benda elektronik yang berjarak jauh dari stopkontak pada dinding.

    Namun, stopkontak ekstensi tidak cocok digunakan untuk benda elektronik yang membutuhkan banyak listrik. Menyalakan benda berdaya tinggi dengan kabel ekstensi berisiko menyebabkan kabel kelebihan beban, terlalu panas, bahkan berpotensi menyebabkan kebakaran.

    Lalu, benda elektronik apa saja yang tidak cocok dicolokkan ke stopkontak ekstensi? Simak penjelasannya berikut ini dilansir dari Tom’s Guide, Selasa (9/9/2025).


    Benda yang Tak Boleh Dicolokkan ke Stopkontak Ekstensi

    Inilah benda-benda berdaya tinggi yang sebaiknya tidak dicolokkan ke stopkontak ekstensi.

    1. Kulkas

    Perangkat besar seperti kulkas dan freezer membutuhkan aliran listrik yang stabil langsung dari stopkontak pada tembok. Kalau dicolokkan ke stopkontak ekstensi, bakal terjadi fluktuasi voltase yang bikin kulkas rusak.

    Jika terpaksa harus pakai stopkontak ekstensi, disarankan untuk memilih yang kabelnya tebal dan besar. Pastikan daya listriknya berada di atas daya kulkas.

    2. Oven Microwave

    Oven microwave juga menyedot daya yang cukup besar. Mencolokkan microwave ke stopkontak ekstensi bisa menyebabkan panas berlebih. Pasokan daya pun tidak stabil sehingga memengaruhi kinerja microwave.

    3. AC

    AC atau pendingin ruangan tidak disarankan untuk dicolokkan ke stopkontak ekstensi. Hal ini dapat menimbulkan panas berlebih dan berisiko kebakaran. Belum lagi arus listrik yang rendah membuat motor unit AC bekerja berlebihan dan rusak.

    4. Mesin Cuci

    Mesin cuci dan mesin pengering pakaian harus disambungkan langsung ke stopkontak tembok. Barang elektronik ini membutuhkan daya listrik yang tinggi sehingga tidak cocok menggunakan stopkontak ekstensi. Penggunaan kabel ekstensi bisa bikin komponen mesin lebih cepat rusak.

    Itulah penjelasan soal benda elektronik yang tidak boleh dicolokkan ke stopkontak ekstensi. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Nyalakan AC Seharian Non Stop, Ini Akibatnya


    Jakarta

    Penghuni rumah di iklim tropis seperti Indonesia sering kali merasa panas dan gerah. Tak jarang menyalakan AC menjadi solusi andalan. Namun, jangan sampai kebablasan menyalakan AC seharian non stop ya.

    Dilansir dari SoCool, menyalakan AC dengan kekuatan penuh selama 24 jam tidak direkomendasikan. Hal ini justru menghabiskan banyak energy, mengurangi efisiensi, hingga merusak AC.

    Sebaiknya pasang suhu dengan temperatur yang masuk akal dan memberi jeda AC istirahat beberapa kali seharian. Cara pakai seperti ini akan mengurangi tagihan listrik dan memperpanjang masa pakai AC.


    Jika penghuni rumah membiarkan AC menyala seharian tanpa henti, ada berbagai risiko yang perlu diwaspadai. Berikut ini dampak buruk menyalakan AC seharian.

    Dampak Menyalakan AC Seharian

    Inilah dampak kalau menyalakan AC seharian non stop.

    1. Tagihan Listrik Membengkak

    Sebagian masyarakat percaya menyalakan AC seharian dapat menghemat energi karena mesin tidak perlu kerja keras untuk mendinginkan ruangan. Padahal, AC menguras banyak listrik semakin lama dipakai sehingga tagihan listrik menjadi membengkak.

    2. Masa Pakai Berkurang

    Masa pakai AC umumnya bertahan selama 10-12 tahun. Namun, masa pakai tersebut dapat berkurang kalau AC dinyalakan secara terus-menerus. Sistem AC mengalami tekanan berlebihan sehingga meningkatkan risiko kerusakan.

    3. Filter Udara Tersumbat

    AC mempunyai filter udara untuk menyaring kotoran. Kalau AC nyala seharian, semakin banyak kotoran yang menyumbat filter tersebut. Jika filter tidak rutin diganti, kualitas udara di dalam rumah akan menurun.

    4. Korsleting Listrik

    Selain itu, menyalakan AC seharian non stop bisa membuat kabel listrik terlalu panas. Kondisi seperti itu berpotensi menimbulkan korsleting listrik, bahkan kebakaran.

    5. Gangguan Kesehatan

    Berlama-lama di ruangan ber-AC pun tidak baik bagi kesehatan penghuni rumah. Mereka bisa mengalami gangguan kesehatan seperti sakit tenggorokan, kulit kering, dan alergi.

    AC yang terlalu sering dipakai biasa filter yang tersumbat. Debu dan polutan akan terhirup penghuni rumah sehingga dikhawatirkan menimbulkan penyakit yang berkaitan dengan pernapasan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Efek Sering Hidup-Matikan AC Bisa Lebih Hemat Listrik?



    Jakarta

    Pemakaian AC di rumah saat ini menjadi hal yang lumrah karena kipas angin tidak cukup untuk mendinginkan suhu ruangan. Sementara, suhu udara di Indonesia semakin lama, semakin panas, terutama di kota-kota besar seperti Jabodetabek.

    Sayangnya, pemakaian AC di rumah juga bisa menyedot daya cukup besar. Banyak orang menyiasati hal ini dengan menghidupkan AC saat ruangan sedang digunakan, selebihnya AC akan dimatikan. Di sisi lain, ada yang berpendapat jika mematikan dan menyalakan AC bisa membuat penggunaan listrik lebih boros. Lantas, bagaimana cara menggunakan AC yang benar agar tidak boros listrik?

    Dilansir dari laman The Washington Post, mematikan AC beberapa jam, kemudian menghidupkannya lagi hanya bisa menghemat sedikit listrik. Apabila melakukan hal seperti itu di bawah 1 jam atau bahkan hanya mematikan beberapa menit karena keluar kamar, itu bukan mengemat listrik. Sebab, AC harus menyedot banyak energi agar ruangan kembali dingin.


    Pernyataan tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang mahasiswa pascasarjana di sistem pembangunan di Universitas Colorado di Boulder. Ia mencari tahu apakah mematikan AC benar bisa menghemat energi.

    Dalam penelitiannya, ia mencoba membandingkan mematikan 3 AC di gedung tersebut selama 8 jam dengan menyalakan AC selama 76 jam dengan suhu 31 °C.

    Hasilnya menunjukkan bahwa AC yang dimatikan bisa menghemat sedikit energi. Tapi saat setiap AC dinyalakan kembali, listrik yang terpakai jauh lebih banyak untuk menyesuaikan suhu ruangan dan mengubahnya menjadi dingin.

    Menyalakan dan mematikan AC juga membebani sistem motor karena mesin akan berulang kali menyesuaikan suhu. Sementara jika AC yang telah dinyalakan lama, tidak membebani sistem motor untuk menyesuaikan suhu.

    “Anda tidak serta merta menghemat biaya listrik dengan mematikannya selama sepertiga hari,” ujar mahasiswa pascasarjana tersebut.

    Dengan demikian, sering menyalakan dan mematikan AC justru bisa menaikkan tagihan listrik.

    Cara Menghemat Energi Listrik AC

    Dari penjelasan sebelumnya, mematikan dan menyalakan AC terlalu sering hanya bisa menghemat sedikit listrik. Sebagai gantinya kamu bisa melakukan beberapa hal berikut yang dinilai lebih efektif untuk menghemat listrik.

    1. Memastikan Sistem Pembuangan Udara AC dengan Benar

    Kerja AC di dalam ruangan bisa maksimal kalau AC di luar ruangan dan salurannya ditempatkan dengan benar. Maka pastikan:

    • AC luar diletakkan di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
    • AC luar punya penutup di depan rongga baling-balingnya, hingga terdapat saluran pembuangan udara panas.
    • Rajin mengganti dan membersihkan filter untuk bisa membantu menghemat energi sekitar 5-15 persen.

    2. Tidak Menyalakan AC Bersamaan dengan Barang Elektronik Lain

    Menyalakan banyak perangkat elektronik bersamaan dapat menyedot daya listrik yang besar. Apabila besar daya di rumah tidak cukup untuk mengoperasikan semua perangkat yang digunakan, listrik di rumah akan tiba-tiba mati. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, pemilik rumah harus menyesuaikan pemakaian dengan jumlah daya di rumah. Salah satunya adalah menghindari menyalakan AC bersamaan dengan peralatan elektronik lain agar listrik tetap hemat.

    Itulah penjelasan mengenai apakah memakai AC dengan sering dihidupkan dan dimatikan akan lebih baik, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanda-tanda AC di Rumah Sudah Harus Diganti yang Baru


    Jakarta

    Agar terasa sejuk dan lebih nyaman, banyak pemilik rumah yang memasang AC di sejumlah ruangan, seperti ruang tamu, kamar tidur, atau ruang kerja. Meski AC hampir digunakan setiap hari, tapi jika dirawat secara tepat maka akan berumur panjang.

    Meski begitu, bisa saja AC yang dimiliki sudah tidak lagi mampu berfungsi maksimal. Meski sudah diperbaiki dan dibersihkan secara rutin, tapi ternyata AC sudah tidak sedingin seperti saat pertama kali dibeli.

    Hal yang wajar jika AC lama kamu di rumah mulai terasa tidak dingin. Pada dasarnya, barang elektronik yang diproduksi memiliki masa siklus yang terbatas karena telah digunakan selama ribuan kali atau hitungan tahun.


    Selain AC yang sudah tidak dingin, ada tanda-tanda lain yang mengharuskan kamu merogoh kocek untuk membeli AC baru. Apa saja? Simak dalam artikel ini.

    Tanda-tanda AC di Rumah Perlu Diganti yang Baru

    Dilansir situs Smarter Air & Electrical, berikut tanda-tanda AC di rumah sudah harus diganti dengan yang baru:

    1. Muncul Suara Berisik

    Ketika AC sedang menyala dan terdengar suara berisik maka bisa menjadi pertanda ada kerusakan pada unitnya. Suara tersebut bisa menandakan ada masalah kecil seperti filter udara yang kotor.

    Namun, jika filter udara sudah dibersihkan dan masih terdengar suara berisik maka ada kerusakan yang lebih serius pada unit internal. Segera panggil teknisi untuk mengecek penyebab suara berisik di AC.

    2. Ruangan Tidak Terasa Dingin

    Fungsi utama AC adalah untuk mendinginkan ruangan agar terasa sejuk. Namun, jika ruangan tidak terasa dingin dan cenderung hangat maka perlu dicurigai ada kerusakan pada unit AC.

    Ketika sudah mengatur suhu AC yang paling rendah dan ternyata ruangan tidak terasa dingin, sebaiknya segera hubungi teknisi untuk dilakukan perbaikan. Kalau ternyata kerusakannya cukup parah, sebaiknya beli AC yang baru.

    3. Tagihan Listrik Membengkak

    Terkadang AC yang bermasalah tidak terlihat secara fisik. Tak ada suara berisik dan masih bisa menyemburkan udara dingin ke seluruh ruangan. Hal itu membuat penghuni rumah menganggap AC masih berfungsi normal

    Namun jangan terkecoh, masalah pada AC baru terlihat ketika mengecek tagihan listrik setiap bulannya yang terus membengkak. Hal itu bisa disebabkan karena unit AC di rumah sudah tidak berfungsi secara efisien.

    4. Tercium Bau Tidak Sedap

    Tanda-tanda lain yang sering muncul adalah tercium aroma tidak sedap ketika AC menyala. Aroma tersebut seperti bau apak atau terbakar yang bikin tidak nyaman.

    Sebenarnya, ada banyak faktor yang menyebabkan AC mengeluarkan bau. Misalnya, ada banyak jamur atau lumut yang tumbuh di dalam unit atau penumpukan kotoran di bagian filter.

    Jika AC masih dipaksa untuk menyala maka dapat memengaruhi kualitas udara di dalam ruangan. Seiring waktu, udara kotor yang terhirup manusia dapat memicu masalah pernapasan.

    5. Usia AC Sudah Lebih dari 10 Tahun

    Pada umumnya, AC dirancang untuk digunakan selama 10-15 tahun dengan perawatan secara berkala. Seiring waktu, AC tidak akan berfungsi secara optimal untuk mendinginkan ruangan.

    Meskipun bisa menyala, AC tersebut dinilai kurang efisien dibandingkan model terbaru yang lebih hemat energi dan memiliki beragam fitur canggih.

    Kalau AC di rumah kamu sudah berusia lebih dari 10 tahun, disarankan untuk menggantinya dengan yang baru. Langkah ini dilakukan agar ruangan tetap terasa dingin. Selain itu, kamu tak perlu pusing memikirkan biaya perawatan yang mahal.

    Demikian lima tanda-tanda AC di rumah sudah harus diganti dengan yang baru. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Didiamkan, Ini 6 Tanda Filter AC Perlu Dibersihkan


    Jakarta

    Filter AC perlu dibersihkan secara berkala. Jika tidak, kotoran dan debu bakal menumpuk dan menimbulkan masalah ke depannya.

    Penumpukan kotoran dan debu dapat menyumbat komponen AC dan membuat fungsi kerjanya tidak optimal. Sebab, aliran udara tidak lancar sehingga AC harus bekerja lebih keras.

    Kalau dibiarkan, konsumsi energi menjadi besar dan tagihan listrik membengkak. Pemilik AC juga bisa boncos kalau harus memperbaiki komponen yang rusak gegara filter kotor.


    Sebelum rugi, kenali tanda-tanda harus bersihkan filter berikut ini.

    Ciri-ciri Filter AC Perlu Dibersihkan

    Inilah ciri-ciri filter kotor dan perlu dibersihkan, dikutip dari Melbourne Heating & Cooling.

    1. Debu dan Kotoran Terlihat

    Salah satu tanda paling jelas kalau AC harus dicuci adalah terlihat debu dan kotoran pada permukaan. Jika melihat lapisan debu pada eksterior unit, kemungkinan bagian dalamnya juga sudah berdebu.

    2. Aliran Udara Lemah

    Kalau aliran udara dari AC terasa lemah padahal setelannya sudah full, bisa jadi filternya tersumbat. Hal ini membuat unit bekerja lebih keras untuk mendorong udara.

    3. Tercium Bau Tak Sedap

    AC yang sudah lama tak dibersihkan bisa tumbuh jamur dan bakteri akibat kelembapan yang terperangkap. Nah, kondisi ini bisa ketahuan dari bau tak sedap yang muncul.

    4. Tagihan Listrik Bengkak

    Jika tagihan listrik tiba-tiba tinggi padahal enggak ada perubahan penggunaan, bisa jadi filter AC kotor jadi penyebabnya. AC yang kotor menghabiskan lebih banyak energi karena bekerja lebih keras mempertahankan suhu udara.

    5. Terdengar Bunyi

    Selain itu, bunyi-bunyi aneh ketika AC menyala juga menandakan filter kotor, lho. Kotoran dan debu mengganggu kipas atau komponen lain di dalam AC.

    6. Embusan Udara Hangat

    Alih-alih mendapat embusan udara dingin, AC yang kotor bisa mengeluarkan udara hangat. Hal ini dapat terjadi karena filter yang kotor atau kumparan kondensor tersumbat sehingga sistem pendingin tidak bekerja secara efektif.

    Itulah tanda sudah waktunya bersihkan AC. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com