Tag Archives: action

OJK Sebut Masih Ada 10 Perusahaan Pinjol Kurang Modal


Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut terdapat 10 pinjaman daring (pindar) alias fintech peer to peer (P2P) lending dari 97 pindar yang belum memenuhi ekuitas minimal Rp 7,5 miliar. Padahal ketentuan peningkatan ekuitas minimum ini telah berlaku sejak 4 Juli 2024 lalu.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan dari total 97 pindar yang mengantongi izin OJK, baru 87 pindar yang memenuhi ketentuan minimum ekuitas. Ini berarti, masih ada 10 pindar yang masih kekurangan modal.

“Dapat kami informasikan di Desember 2024 kita memiliki 97 penyelenggara peer-to-peer lending atau penyelenggara pindar, pinjaman daring ini 87 sudah memenuhi ketentuan ekuitas minimum. Jadi, ada 10 yang belum memenuhi. Dan dari 10 itu, 4 diantaranya sedang dalam proses analisis permohonan peningkatan modal disetor. Jadi kalau 4 ini misalnya berhasil berarti hanya tinggal 6 yang perlu tindak lanjut pengawasannya,” kata Agusman dalam acara Konferensi Pers Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2025, di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (11/2/2025).


Agusman menerangkan 10 pindar tersebut tetap masih dalam pengawasan ketat oleh OJK. Pihaknya pun telah meminta action plan kepada 10 perusahaan tersebut agar segera memenuhi ketentuan modal minimum.

“Dapat kami sampaikan tentu saja, 10 penyelenggara pindar yang tadi belum memenuhi ketentuan ekuitas minimum itu kita melakukan pengawasan secara ketat dan kita sudah mintakan action plan pada mereka untuk segera memenuhi ketentuan modal minimum dimaksud,” jelas dia.

Pada kesempatan yang sama, Agusman juga layanan buy now pay later (BNPL) semakin diminati masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan BNPL di perusahaan pembiayaan atau multifinance sekitar 37,6% secara tahunan menjadi Rp 6,82 triliun.

Agusman menyebut sebagian besar pertumbuhan pay later didominasi di sektor perdagangan, terutama e-commerce. Kendati demikian, non-performing financing atau kredit bermasalah tetap terjaga di angka 2,99%.

“Kemudian dapat kami sampaikan meskipun di perbankan kegiatan BNPL ini juga sangat menarik dan banyak perbankan yang ikut menyalurkan, ternyata untuk perusahaan pembiayaan hal ini bukan menjadi halangan, bukan hambatan karena kita tahu dalam sektor keuangan ini ada segmennya masing-masing. Ini kita melihat perkembangan ekonomi digital terutama yang terkait dengan BNPL ini sangat diminati oleh masyarakat luas. Tentu saja kita mengimbau supaya tetap berhati-hati dan memenuhi adjust prudential yang kita standarkan bersama,” terang Agusman.

(rrd/rrd)



Sumber : finance.detik.com

Aplikasi Ajaib Kini Ada Mode Lite dan Pro, Ini Bedanya


Jakarta

Ajaib meluncurkan dua mode dalam satu aplikasi, yakni Ajaib Lite untuk pemula dan Ajaib Pro untuk trader berpengalaman. Fitur baru ini dikatakan untuk menjangkau 20 juta pengguna yang setara dengan 10% populasi Indonesia.

CEO dan Co-Founder Ajaib, Anderson Sumarli menyampaikan bahwa misi utama Ajaib sejak 2019 adalah membuat investasi bisa diakses siapa saja.

“Sejak Ajaib lahir di 2019, misi kami sederhana: membuat investasi bisa diakses oleh semua orang. Lima tahun kemudian, jutaan pemula telah memulai perjalanan finansial mereka bersama Ajaib dan banyak di antaranya kini menjadi investor dan trader berpengalaman,” ujar Anderson dalam keterangan tertulis, Kamis (22/5/2025).


“Namun, kami ingin menyambut 20 juta pengguna berikutnya, dari yang baru mulai hingga yang ingin melangkah lebih jauh. Dengan dua pengalaman dalam satu aplikasi, Lite untuk pemula dan Pro untuk trader berpengalaman, Ajaib siap membuka pintu investasi untuk semua kalangan, di semua kelas aset,” imbuhnya.

Dalam satu akun di satu aplikasi, pengguna bebas memilih mode sesuai kebutuhan. Ajaib Lite menawarkan pendekatan yang lebih sederhana dan terarah untuk investor pemula, sementara Ajaib Pro menyuguhkan fitur lengkap seperti grafik lanjutan dan eksekusi transaksi cepat yang dibutuhkan oleh trader aktif. Keduanya bisa diakses tanpa kehilangan data atau histori portofolio.

Anderson mengatakan langkah ini mendukung visi Ajaib untuk membangun ekosistem investasi terpadu yang mencakup berbagai aset seperti saham Indonesia dan AS, reksa dana, obligasi, dan aset kripto dalam satu platform.

Data terkini menunjukkan mayoritas investor Indonesia berusia di bawah 40 tahun dan memiliki lebih dari satu jenis aset. Pertumbuhan pesat investor ritel dalam lima tahun terakhir juga menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap pasar modal. Sebanyak 99,68% investor adalah individu ritel dan mayoritasnya (54,7%) berusia di bawah 40 tahun.

Anderson menjelaskan pertumbuhan jumlah investor ritel di Indonesia tak lepas dari akses yang tepat dan pengalaman yang ramah pengguna. Ajaib dikatakan telah menjadi tempat pertama banyak orang mencoba berinvestasi karena aman, mudah digunakan, dan selalu berinovasi.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi terbaik dari keamanan, edukasi, hingga pengalaman berinvestasi agar semakin banyak masyarakat Indonesia bisa mewujudkan mimpi finansial mereka,” ujarnya.

Financial Storyteller, Felicia P. Tjiasaka menilai fitur dua mode di aplikasi Ajaib ini tepat karena investasi seharusnya disesuaikan dengan tujuan, bukan sekadar mengejar keuntungan cepat.

“Aset investasi adalah kendaraan yang membawa kita ke tujuan finansial. Oleh karena itu, penting memilih kendaraan yang sesuai tujuan, bukan sekadar mengejar return. Semua bisa jadi investor, tapi tidak semua harus jadi full-time trader. Yang dibutuhkan adalah rencana investasi berbasis tujuan, bukan sekadar spekulasi. Harapannya, semua ini bisa dieksekusi lebih mudah melalui aplikasi investasi all-in-one seperti Ajaib,” tutur Felicia.

Sementara itu, full time trader, Andy Senjaya menekankan pentingnya analisis pasar dan kemudahan dalam memindahkan dana antar aset. Menurutnya, ekosistem seperti Ajaib memungkinkan trader mengelola portofolio lebih efisien.

“Modal utama untuk menjadi trader di berbagai aset adalah kemampuan analisis yang kuat. Mulai dari memahami market behavior hingga membaca price action dan volume. Diversifikasi aset penting untuk memaksimalkan peluang, tapi seringkali terkendala saat harus memindahkan dana dari satu wallet ke wallet lain,” ujar Andy.

“Dengan satu ekosistem yang terpadu seperti Ajaib, trader bisa lebih mudah memutar modal antara aset tanpa kehilangan momentum. Selain itu, fitur seperti advanced charting dan fast trade execution sangat penting untuk mendukung keputusan trading secara real-time,” lanjut Andy.

Simak juga Video ‘Membangun Kepercayaan, Aplikasi Ajaib Memiliki User terbanyak’:

(prf/ega)



Sumber : finance.detik.com