Tag: adukan

  • 10 Penyebab Lantai Keramik Meledak dan Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Lantai keramik yang meledak bisa menjadi masalah yang meresahkan pemilik rumah. Biasanya lantai keramik pada awalnya akan menggelembung dan terangkat.

    Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti air yang merembes masuk hingga pemasangan yang kurang teliti. Ketahui berbagai penyebab lantai keramik meledak berikut ini.

    10 Penyebab Lantai Keramik Meledak

    Penyebab lantai keramik meledak penting untuk diketahui oleh pemilik rumah. Mengutip laman Medium, Ultrarechcement, serta situs jual bahan bangunan, berikut beberapa penyebabnya.


    1. Air Merembes Masuk

    Saat air merembes melalui retakan atau garis nat yang tidak tertutup dengan baik, air bisa mencapai perekat atau mortar di bawah ubin. Seiring waktu, air bisa melemahkan perekatan dan menyebabkan ubin terlepas atau meledak.

    2. Paparan Sinar Matahari

    Keramik atau ubin yang dipasang di luar ruangan, terutama di bawah sinar matahari langsung rentan terhadap perubahan suhu yang signifikan.

    Pemuaian dan penyusutan yang terus menerus akibat paparan sinar matahari bisa melemahkan struktur keramik.

    3. Bahan Perekat Berkualitas Buruk

    Salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan saat memilih bahan perekat untuk memasang keramik adalah kualitasnya.

    Apabila bahan perekatnya berkualitas buruk, maka keramik tidak bisa membentuk ikatan yang kuat dan rapat.

    Jadi, jika terjadi perubahan kondisi lingkungan, seperti perubahan suhu atau kelembaban, cengkeraman bahan pengikat ubin akan mengendur. Hal tersebut membuat ubin rusak atau melengkung.

    4. Keramik Sudah Tua

    Keramik atau ubin yang sudah lama cenderung menjadi getas, karena kehilangan fleksibilitas dan kemampuannya dalam menahan perubahan suhu. Sehingga, penggunaan keramik lama meningkatkan kemungkinan untuk meledak.

    5. Terdapat Rongga

    Rongga di bawah keramik yang terisi angin akan memuai ketika temperatur meningkat di musim panas.

    Pemuaian dalam rongga sebab angin yang terperangkap di bawah ubin akan mendorong keramik terlepas dari tanah.

    6. Cacat Produksi

    Penyebab keramik meledak selanjutnya adalah kecacatan pada keramik itu sendiri.

    Keramik dengan cacat bawaan seperti gelembung udara atau ketebalan yang tidak rata rentan terhadap kerusakan.

    7. Ada Beban Berlebih di Atas Keramik

    Adanya beban berlebih di atas permukaan keramik juga bisa membuatnya meledak. Mungkin, ada lemari yang berat atau benda lain diletakkan di atas keramik dalam waktu yang lama.

    8. Pemasangan yang Kurang Teliti

    Penyebab selanjutnya yaitu pemasangan keramik yang kurang teliti. Misalnya, kualitas semen yang digunakan buruk, komposisi adukan tidak tepat, hingga proses pengeringan yang terburu-buru.

    9. Pernah Terendam Air

    Lantai keramik yang pernah terendam air seperti kebanjiran ketika musim hujan.

    Saat merembes ke sela-sela keramik, air menyebabkan turunnya permukaan tanah di bawah keramik, sehingga semen perekatnya lepas.

    10. Permukaan Lantai yang Tidak Rata

    Faktor selanjutnya adalah permukaan lantai yang tidak rata. Kondisi ini akan menciptakan titik-titik tekanan yang tidak merata pada lapisan keramik. Hal tersebut membuat keramik tidak stabil dan rentan pecah.

    Cara Mencegah Lantai Keramik Meledak

    Saat lantai keramik menggelembung, kamu harus waspada. Sebab, bisa jadi hal ini menjadi pertanda lantai akan meledak. Untuk mencegahnya meledak, lakukan pencegahan ini.

    1. Periksa Nat Keramik

    Pertama, periksa kondisi nat keramik, khususnya jika area tersebut pernah terendam banjir atau pernah mengalami gempa. Jika sudah habis atau renggang, segera isi dengan semen yang baru.

    2. Periksa Kondisi Permukaan Lantai

    Perhatikan lantai keramik, apakah masih rata atau ada gejala menggelembung. Jika sudah menggelembung, segera bongkar dan ganti dengan yang baru

    3. Periksa Apakah Ada Rongga di Bawah Keramik

    Ketuk perlahan permukaan keramik, apakah ada rongga yang berisi udara di bawahnya. Jika iya, bongkar dan ganti dengan keramik baru.

    4. Pastikan Permukaan Lantai Rata

    Permukaan lantai yang rata bisa mengurangi risiko keramik meledak. Jika perlu, gunakan perataan atau perbaikan pada permukaan lantai demi memastikan kestabilan dan keamanan keramik.

    5. Pilih Keramik Berkualitas Baik

    Jika seluruh lantai keramik harus diganti, pilih keramik yang berkualitas baik, semen perekat yang tepat, serta tukang yang berpengalaman.

    Itulah 10 penyebab keramik meledak dan cara mencegahnya. Semoga artikel ini membantumu ya.

    (inf/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Bagusan Kanopi Spandek atau Alderon? Ini Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Ketika memilih kanopi, banyakan dihadapkan dengan pilihan antara kanopi spandek dan alderon.

    Keduanya menawarkan keunggulan tersendiri dalam hal estetika, ketahanan, dan fungsionalitas.

    Kanopi sendiri adalah struktur atap yang digunakan untuk memberikan perlindungan area outdoor. Selain fungsinya sebagai pelindung, kanopi juga jadi elemen estetika yang bisa mempercantik tampilan bangunan.


    Perbedaan karakteristik material, daya tahan terhadap cuaca, dan biaya pemasangan membuat pilihan ini semakin menarik untuk dianalisis.

    Mengenal Atap Spandek

    Spandek adalah jenis atap yang terbuat dari lembaran metal modern terdiri dari campuran zinc dan alumunium. Bentuknya lembaran bergelombang persegi.

    Atap spandek cenderung tipis, sehingga mudah penyok (apalagi ketika diinjak pada saat pemasangan)

    Biasanya, kanopi spandek digunakan untuk bangunan komersial, gudang, dan rumah hunian.

    Atap jenis ini memungkinkan variasi dalam penampilan dari yang minimalis hingga modern, karena desainnya sederhana. Terlebih, tampilan spandek kontemporer menarik secara estetika.

    Kelebihan Kanopi Spandek

    • Ketahanan terhadap benturan
    • Ekonomis
    • Banyak variasi tampilannya
    • Spandek ringan namun kuat dan kokoh
    • Tahan karat

    Kekurangan Kanopi Spandek

    • Punya daya serap panas yang tinggi
    • Tidak tahan korosi terhadap adukan semen atau mortar
    • Tidak tahan bahan kimia
    • Spandek cenderung tidak dilengkapi lapisan pelindung UV
    • Kurang bisa meredam suara, sehingga bisa bising saat hujan.

    Mengenal Atap Alderon

    Mengutip situs Alderon (PT Impack Pratama Industri Tbk), alderon adalah atap yang terbuat dari bahan Unplasticizide Polyvinyl Chloride (uPVC) yang diformulasikan dan direkayasa ulang.

    Umumnya, atap alderon punya ketebalan sekitar 10 mm. Struktur atap alderon berongga, rongga udara tersebut mampu meredam panas sangat baik. Tak heran jika jenis atap ini membuat ruangan di bawahnya menjadi lebih sejuk.

    Kelebihan Alderon

    • Sangat kuat dan kokoh
    • Mudah dibersihkan
    • Biaya perawatannya rendah
    • Ramah lingkungan
    • Mudah dipotong
    • Tidak merambatkan api dan tidak mudah terbakar
    • Mampu untuk meredam panas
    • Tidak mudah luntur dan tahan lama
    • Tidak berkarat
    • Tahan bahan kimia
    • Alderon kedap suara sehingga tidak berisik saat hujan.

    Kekurangan Alderon

    • Harga yang relatif mahal
    • Pilihan warnanya sedikit

    Dalam memilih antara kanopi spandek atau Alderon, penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor seperti kebutuhan fungsional, estetika, dan anggaran yang tersedia.

    Dengan memahami perbedaan dan kelebihan masing-masing, semoga detikers bisa membuat keputusan yang tepat.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Pasang Bata Merah Biar Nggak Gampang Ambruk


    Jakarta

    Pemasangan bata merah harus dilakukan secara teliti. Hal ini agar dinding bata merah tidak mudah ambruk.

    Nah, supaya dinding bata merah tidak mudah ambruk, kamu harus memasangnya dengan benar. Gimana caranya? Dilansir dari Instagram Kementerian Pekerjaan Umum @kementerianpu, berikut ini penjelasannya.

    1. Pilih Bata Merah yang Berkualitas

    Sebelum memasang bata merah untuk membuat dinding, hal pertama yang dilakukan adalah memilih bata merah yang berkualitas. Bata merah yang berkualitas biasanya ukurannya konsisten, tidak ada lubang, tidak mudah pecah atau retak, serta warnanya merata.


    2. Pastikan Tempat Pemasangan Bata Merah

    Setelah memilih bata merah, kamu harus harus memastikan tempat pemasangan bata merah bersih. Hal itu supaya daya rekatnya tinggi.

    3. Rendam Bata Merah

    Sebelum dipasang, kamu harus merendam bata merah di dalam air selama 10-15 menit. Itu dilakukan untuk mengurangi daya serap bata dan supaya adukan semen mudah menempel.

    4. Buat Perekat

    Selanjutnya yaitu buat perekat. Perekat bisa dibuat dengan perbandingan 1:4, yaitu 1 semen dan 4 pasir pasang lalu tambahkan air secukupnya, tidak terlalu kental maupun encer.

    5. Pasang Bata Merah

    Selanjutnya pasang bata merah. Pemasangan bata merah harus detail ketinggian dan kelurusannya. Caranya dengan memakai benang dan waterpass agar lapisan bata yang dipasang bisa lurus dan di ketinggian yang sama.

    Pola pemasangan bata merah juga harus zigzag. Hal itu untuk mencegah retak akibat tekanan dari atas.

    6. Cek Kembali Pemasangan Bata Merah

    Setelah bata merah selesai dipasang, cek kembali apakah ada bata yang longgar atau adukan yang kurang kuat.

    7. Siram Dinding Bata Merah Secara Teratur

    Tahap terakhir, siram dinding bata merah dengan air secara teratur setiap hari. Hal itu supaya bata merah tidak retak akibat proses pengeringan yang terlalu cepat.

    Itulah cara memasang bata merah agar tidak mudah ambruk. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Beda Batako dan Hebel, Mana yang Lebih Kuat?


    Jakarta

    Batako dan hebel adalah jenis material dinding yang populer. Meskipun digunakan sebagai bahan bangunan utama, tapi keduanya punya karakteristik, keunggulan, dan kelemahan tersendiri.

    Memilih material dinding perlu diperhatikan, karena hal ini bisa memengaruhi kualitas bangunan. Oleh sebab itu, simak perbedaan antara batako dan hebel di bawah ini.

    Batako

    Mengutip buku Panduan Lengkap Membangun Rumah oleh Gatut Susanta, batako adalah batu cetak yang di-press (tidak dibakar).


    Dilihat dari bahan bakunya, batako dibedakan menjadi dua, yakni batako tras atau batako putih dan batako semen.

    1. Batako Tras

    Batako tras terbuat dari campuran tras, batu kapur, dan air. Tras sendiri adalah jenis tanah yang terbentuk dari pelapukan batu-batuan dari gunung berapi. Batako ini juga sering disebut batu cetak kapur tras.

    Batako tras umumnya memiliki ukuran panjang 25-30 cm, tebal 8-10 cm, dengan tinggi 14-18 cm. Warnanya ada yang putih dan kecokelatan.

    Kelebihan Batako Tras

    • Pemasangan relatif cepat.
    • Harga relatif murah.

    Kelemahan Batako Tras

    • Cenderung rapuh sehingga mudah pecah.
    • Dinding mudah retak.
    • Mudah menyerap air, sehingga membuat tembok lembap.
    • Memerlukan penggunaan rangka beton pengaku yang relatif banyak.

    2. Batako Semen PC

    Batako semen terbuat dari campuran semen PC dan pasir atau abu batu yang kemudian di-press. Biasanya di batako ini ada 1-3 lubang di sisinya, yang digunakan sebagai tempat adukan pengikat.

    Umumnya, di pasaran batako semen ini dijumpai dengan dengan ukuran panjang 36-40 cm, tinggi 18-20 cm, serta tebal 8-10 cm.

    Kelebihan Batako Semen

    • Kemungkinan terjadi rembesan air sangat kecil, karena kedap air.
    • Pemasangannya yang relatif lebih cepat.
    • Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, yakni antara 9-12 m².

    Kekurangan Batako Semen

    • Harganya relatif lebih mahal jika dibanding dengan batako tras.
    • Rentan terjadi retak rambut pada dinding.
    • Karena ada lubang pada bagian sisi dalamnya, hal ini membuat dinding akan mudah dilubangi.

    Hebel

    Bata hebel atau celcon adalah bata ringan yang memiliki karakteristik ringan, halus, dan rata. Hebel disebut juga bata ringan. Bahan hebel terbuat dari pasir silika.

    Karena memiliki tingkat kerataan yang sangat baik, sehingga memungkinkan dinding bisa langsung diaci atau dicat tanpa perlu diplester. Seringnya, hebel digunakan di rumah-rumah mewah.

    Umumnya, hebel berukuran 60 cm x 20 cm dengan ketebalan 8-10 cm.

    Kelebihan Hebel

    • Kemungkinan terjadinya rembesan air sangat kecil, karena dinding kedap air.
    • Proses pemasangannya cepat.
    • Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas.
    • Bahan tahan api.
    • Punya kekedapan suara yang baik.

    Kekurangan Hebel

    • Harganya relatif lebih mahal dibanding jenis bata lain.
    • Tidak semua tukang. Bisa melakukan pemasangan hebel.
    • Biasanya hebel hanya ada di toko material besar, karena penjualannya perlu dalam jumlah per m³.

    Perbedaan Batako vs Hebel

    Beda batako dan hebel bisa dilihat dari segi harga, tampilan, hingga beratnya.

    1. Dari segi harga, harga hebel cenderung lebih mahal dari batako.
    2. Penggunaan batako rentan terjadi retak rambut pada dinding, sedangkan hebel cenderung tidak.
    3. Batako punya tampilan dan tekstur khas, sementara hebel tampilannya lebih halus dan seragam.
    4. Hebel cenderung lebih ringan daripada batako.
    5. Batako ada yang terbuat dari campuran tras, batu kapur, atau semen PC. Sedangkan, hebel terbuat dari pasir silika.

    Pemilihan antara batako dan hebel bisa tergantung pada kebutuhan, anggaran, serta prioritas proyek detiker. Umumnya, batako cocok untuk konstruksi dengan biaya lebih rendah sementara hebel menawarkan keunggulan berupa bobot ringan hingga kemudahan pemasangan.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Keramik di Rumah Bisa Meledak! Ini Penyebab dan Cara Cegahnya



    Jakarta

    Pemasangan lantai kemarmik tidak bisa dilakukan asal-asalan. Jika salah memasang keramik bukan hanya mengganggu estetika dan fungsi, tapi juga bisa meledak.

    Beberapa kasus ledakan keramik pernah terjadi dan sempat viral. Lalu apa penyebab lantai bisa terangkat bahkan meledak?

    Keramik yang terangkat bahkan meledak ini disebut popping. Ada beberapa penyebab hal tersebut bisa terjadi.


    Dilansir dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, berikut ini penyebab meledaknya keramik di lantai.

    1. Adanya Udara yang Masuk

    Salah satu penyebab lantai keramik terangkat atau meledak adalah adanya udara yang masuk ke bagian bawah keramik. Udara yang panas bisa membuat nat keramik memuai, sehingga nat keramik mengalami keretakan yang menimbulkan celah atau rongga yang menjadi jalur masuknya udara ke bawah keramik.

    2. Banjir

    Banjir bisa membuat nat keramik terkikis, sehingga menimbulkan celah untuk udara masuk.

    Cara Mencegah Lantai Keramik Terangkat hingga Meledak

    Lantas, bagaimana caranya untuk mencegah keramik lantai terangkat bahkan meledak? Berikut ini caranya.

    1. Pasang Keramik dengan Baik dan Benar

    Ya, memasang keramik dengan baik dan benar menggunakan adukan mortar yang tepat bisa meminimalisir lantai terangkat. Selain itu, gunakan perekat khusus keramik yang sifatnya lebih kuat dibandingkan semen biasa.

    2. Cek Nat Keramik Secara Berkala

    Mengecek nat keramik secara berkala perlu dilakukan. Lalu, jika ditemukan celah atau rongga segera tutup nat keramik dengan baik dan benar.

    3. Perkirakan Potensi Banjir

    Jangan lupa untuk memperkirakan potensi banjir pada hunian. Jika hunian rawan banjir, segera tinggikan lantai rumah.

    Lantai keramik memang bisa terangkat atau bahkan meledak. Jika sudah terangkat bahkan meledak, segera perbaiki lantai tersebut karena berbahaya.

    Itulah penyebab sekaligus tips untuk mencegah keramik lantai terangkat hingga meledak. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Cek Kualitas Pemasangan Keramik, Bisa Pakai Kelereng



    Jakarta

    Saat membangun rumah, pemilik tidak boleh lepas tangan dan menyerahkan semua pekerjaan kepada tukang. Sebab, tidak semua tukang mengerjakan dengan rapih dan sesuai. Pengawasan langsung dan pengecekan secara berkala perlu dilakukan langsung oleh pemilik rumah.

    Salah satunya adalah pengecekan keramik yang terpasang di rumah. Pemilik rumah harus memastikan tidak ada keramik yang terasa kopong atau kosong. Selain itu, pastikan permukaan lantai tidak ada yang miring atau tinggi sebelah, selain di kamar mandi.

    Apabila menemukan kesalahan sejak awal, proses perbaikan bisa dilakukan segera dan biaya yang dikeluarkan tidak sebesar apabila rumah sudah selesai dibangun. Lantas, bagaimana cara pemilik rumah mengecek kualitas keramik yang sudah terpasang?


    Pemilik tidak perlu membeli alat khusus yang mahal, dengan menggunakan kelereng kita bisa menemukan kejanggalan pada keramik.

    Profesional Kontraktor di PT. Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky mengatakan kelereng bisa digunakan sebagai alat bantu untuk mengetahui jika keramik sudah terisi dengan adukan atau masih kosong.

    “Untuk mengetahui apakah pasangan keramik sudah terisi full dengan adukan (semen) pasangan atau masih ada beberapa titik yang mengalami kekosongan atau kopong,” Kata Panggah saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Panggah menjelaskan apabila bagian bawah terasa kopong atau tidak terisi dengan adukan semen yang merata, dapat berisiko karena keramik jadi lebih mudah pecah atau meledak atau sering disebut sebagai popping.

    “Tidak meratanya isian adukan di bawah keramik, hal ini dapat menyebabkan terjebaknya udara yang menimbulkan efek kopong dan dapat menimbulkan kerusakan pada keramik seperti pecah atau meledak yang biasa disebut popping” Imbuhnya.

    Cara menggunakan kelereng untuk mengecek keramik kopong atau tidak adalah dengan menjatuhkan kelereng di atas keramik tersebut. Bunyi yang timbul pada keramik yang kopong biasanya lebih nyaring dan ringan. Sementara jika kelereng yang dijatuhkan ke keramik yang terisi semen penuh lebih berat seperti bertabrakan dengan benda yang keras dan penuh.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Hawa Dapur Lembap, Ini Biang Kerok dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu ruangan penting di rumah untuk memasak dan menyimpan makanan. Hal ini membuat kamu perlu menjaga kondisi dapur tetap bersih dan nyaman digunakan.

    Nah, terkadang udara atau hawa di dapur bisa terasa lembap. Hawa tersebut bisa bikin penghuni rumah kurang nyaman berlama-lama masak dapur. Belum lagi makanan bisa cepat basi dan perabotan rusak dengan hawa seperti itu.

    Lantas, kenapa dapur bisa lembap dan panas ya? Yuk, simak penjelasannya dan cara mengatasinya berikut ini.


    Penyebab Dapur Lembap

    Inilah beberapa alasan hawa dapur kamu lembap dan panas beserta cara mengatasinya, dikutip dari Europe Enchanting.

    1. Ventilasi Udara

    Dapur yang cepat lembap dan panas bisa disebabkan oleh ventilasi yang tidak cukup. Akibatnya, jamur akan tumbuh dengan subur karena udara yang terperangkap di dalam dapur. Belum lagi, kondisi ini bisa memicu alergi seperti reaksi gatal-gatal pada kulit, dan napas jadi sesak.

    Sebaiknya kamu memanfaatkan ventilasi udara yang alami di dapur. Misalnya jendela yang bisa dibuka tutup atau celah lubang. Selain itu, kamu dapat memasang kipas angin dan AC untuk memperlancar sirkulasi udara.

    2. Curah Hujan

    Curah hujan yang tinggi di daerah rumah kamu bisa membuat dapur menjadi lembap dan berjamur. Sebab, udara menjadi lebih dingin dan kandungan air di udara lebih tinggi.

    Kamu perlu menjaga dapur tetap kering, salah satu caranya adalah menggunakan cat tahan air pada dinding luar rumah. Lakukan juga waterproofing pada atap rumah. Cara ini akan mencegah air rembes masuk ke dalam rumah.

    3. Lantai

    Ternyata lantai rumah bisa jadi penyebab dapur lembap, lho. Lapisan adukan pada lantai yang tidak kedap air, memungkinkan air tanah naik dan merembes ke lantai

    Untuk mengatasinya, kamu dapat membongkar lantai sampai ke dasar fondasinya. Tuangkan pasir tebal ke dasar fondasi dan lapisi dengan plastik. Lakukan ini kalau kondisi lantai sudah sangat buruk.

    4. Kamar Mandi

    Kalau letak dapur berada dekat dengan kamar mandi, kemungkinan itu penyebab dapur menjadi lembap. Pasalnya, kamar mandi jarang kering dan minim ventilasi udara, sehingga memperburuk kelembapan di rumah.

    Cara praktis untuk mengatasinya adalah memasang exhaust fan. Exhaust fan adalah kipas angin untuk mengeluarkan udara dari dalam ruangan ke luar rumah. Lalu, kamu bisa menaruh kapur barus atau kamper buat mengurangi kelembapan di kamar mandi.

    Itulah beberapa alasan mengapa dapur terasa lembap. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rahasia Lantai Kamar Mandi Kuat dan Anti Licin, Begini Cara Bangunnya!



    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu ruangan di rumah yang sangat penting karena digunakan setiap hari untuk membersihkan diri. Kamar mandi termasuk ruangan yang paling sering digunakan untuk beraktivitas selama 24 jam. Maka dari itu, setiap interior atau elemen di dalam kamar mandi harus diperhatikan guna keselamatan dan keamanan penghuni rumah termasuk lantainya.

    Permukaan lantai kamar mandi perlu perhatian yang berbeda dari lantai di ruangan lain sebab tidak boleh licin dan tidak boleh ada air yang menyebabkan genangan. Hal ini menjadi penting selain karena keamanan juga menyangkut kekuatan lantai kamar mandi yang akan dibuat.

    Merujuk dari artikel berjudul “Pengaruh Material Bangunan Terhadap Kekuatan Lantai Kamar Mandi pada Rumah Tinggal” yang ditulis oleh Reny Kartika Sary dari Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Palembang, konstruksi lantai kamar mandi khususnya di rumah dibuat dengan lapisan berikut:


    • Tanah.
    • Pasir uruk dengan tinggi maksimal 10 cm.
    • Lantai kerja dengan tinggi maksimal 5 cm.
    • Spesi atau adukan dengan tinggi 2-3 cm.
    • Bahan penutup berupa kayu, ubin, dan semen.

    Ternyata, konstruksi lantai kamar mandi pada umumnya itu belum dapat memenuhi keselamatan, keamanan, serta kekuatan lantai. Sebab, konstruksi itu rentan akan kebocoran lantai yang membuat air merembes ke bawah sehingga tanah turun atau air merembes ke atas sehingga keramik akan pecah. Selain itu, bahaya lain bisa datang dari binatang-binatang tanah yang muncul dari rongga keramik yang patah.

    Oleh karena itu, pada artikel disebutkan bahan-bahan pada konstruksi lantai kamar mandi perlu ditambah menjadi:

    • Tanah yang sudah dipadatkan.
    • Pasir uruk dengan tinggi 10 cm untuk meratakan tanah yang bergelombang menjadi rata.
    • Lantai kerja dengan tinggi 5-8 cm berfungsi untuk menahan air yang berasal dari tanah dan sebagai leveling untuk lantai.
    • Waterproofing di atas lantai kerja.
    • Beton ringan dengan ketinggian 6-10 cm (sesuai dengan elevasi yang diperlukan).
    • Plastik cor.
    • Spesi atau adukan 2-3 cm.
    • Terakhir bahan finishing berupa ubin, kayu atau semen.

    Adapun, cara penerapannya adalah sebagai berikut.

    1. Pemadatan tanah, bisa dilakukan dengan menggunakan alat yang bernama stemper. Tanah ditumbuk dengan menggunakan stemper sampai dengan kepadatan yang maksimal, pemadatan tanah ini berguna agar lantai kamar mandi bisa stabil.
    2. Melakukan pengurugan pasir. Pasir urug ini berguna untuk perataan terhadap tanah yang masih miring sehingga permukaan lantai akan sama dan juga sebagai penghalang air untuk meresap ke atas permukaan lantai.
    3. Lantai kerja berguna untuk menahan air yang berasal dari tanah dan sebagai leveling untuk lantai.
    4. Waterproofing, berguna untuk anti bocor.
    5. Beton ringan, berguna sebagai pengeras konstruksi yang digunakan pada lantai kamar mandi agar tidak patah dan juga berfungsi untuk menahan air supaya tidak turun ke bawah sehingga mengakibatkan longsor atau turunnya lantai kamar mandi.
    6. Plastik cor, berguna untuk menahan air dari atas agar tidak mudah tembus ke bawah.
    7. Spesi (adukan) berfungsi untuk merekatkan keramik pada lantai kamar mandi.
    8. Pemasangan keramik lantai dengan baik dan rata, keramik harus direndam terlebih dahulu di air sebelum dilakukan pemasangan, sehingga antara keramik dan spesi benar-benar bisa merekat dengan sempurna serta hal ini berguna agar keramik tidak mudah meledak dan patah.
    9. Terakhir pemasangan nat, sebaiknya nat kamar mandi menggunakan mortar khusus untuk kamar mandi.

    Dengan langkah-langkah diatas, maka lantai kamar mandi semakin kuat. Standar kemiringan lantai pada kamar mandi juga harus diperhatikan yaitu minimal 1% dari panjang lantai untuk membantu mengarahkan air bekas ke floor drain yang akan diteruskan ke pipa pembuangan.

    Demikian cara membuat lantai kamar mandi rumahmu menjadi aman dan anti licin. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Teknik Mudah Cek Kualitas Lantai Keramik Cuma Pakai Kelereng



    Jakarta

    Pernah dengar anjuran untuk membawa kelereng saat survei rumah? Mainan satu ini ternyata bermanfaat buat menemukan masalah lantai di rumah, lho.

    Trik kelereng bisa dilakukan pada rumah sudah jadi maupun dalam masa pembangunan. Dengan menemukan masalah tersebut, pemilik bisa segera mengatasinya.

    Lalu, bagaimana cara mengecek lantai rumah pakai kelereng? Simak penjelasannya berikut ini.


    Periksa Saluran Pembuangan Air

    Saluran pembuangan air di kamar mandi berfungsi untuk membuang sisa air ketika mandi. Namun, pemasangan keramik yang kurang tepat justru menimbulkan genangan air.

    Menurut Kontraktor Panggah Nuzhulrizky kelereng bisa digunakan untuk memastikan keramik sudah terpasang dengan benar. Jika sejumlah kelereng yang sudah disebar menggelinding menuju satu arah, yaitu pada floor drain, bisa dikatakan pemasangan lantai kamar mandi sudah benar.

    “Sebar kelereng di lantai kamar mandi. Nantinya kelereng akan menuju arah floor drain. Jika semua kelereng menuju titik yang sama, dapat disimpulkan bahwa aliran air sudah sesuai menuju titik yang dituju dan pemasangan keramik bisa dikatakan sudah benar,” ujar Panggah saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Apabila kelereng yang disebar tidak menuju ke titik floor drain, dipastikan pemasangan keramik tidak sesuai dan perlu perbaikan. Pemilik dapat mulai perbaikan dengan memeriksa leveling keramik.

    “Pertama yang harus dilakukan adalah pengecekan leveling keramik menggunakan alat waterpass, leveling laser. Jika ada bagian yang tidak sesuai, area tersebut dapat dibongkar dan dipasang kembali dengan menyesuaikan kemiringan area yang sudah benar,” jelasnya.

    Periksa Keramik Kopong

    Selain itu, Panggah mengatakan kelereng berguna untuk mengetahui keramik sudah terisi dengan adukan semen atau masih kosong. Bagian bawah keramik yang kopong atau tidak terisi dengan merata berisiko untuk rusak.

    “Tidak meratanya isian adukan di bawah keramik, hal ini dapat menyebabkan terjebaknya udara yang menimbulkan efek kopong dan dapat menimbulkan kerusakan pada keramik seperti pecah atau meledak yang biasa disebut popping,” tuturnya.

    Cara mengecek kondisi lantai adalah dengan menjatuhkan kelereng di atas keramik tersebut. Bunyi yang timbul pada keramik yang kopong biasanya lebih nyaring dan ringan. Sebaliknya, suara kelereng yang dijatuhkan ke keramik yang terisi semen penuh lebih berat seperti bertabrakan dengan benda yang keras dan penuh.

    Itulah beberapa trik kelereng untuk mengidentifikasi masalah pada keramik lantai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Keramik Lantai Meledak Sampai Terangkat? Ini Penyebabnya Kata Kontraktor


    Jakarta

    Pernahkah melihat keramik lantai meledak alias terangkat sebagian? Kondisi lantai seperti itu memang menjengkelkan karena merusak estetika rumah serta berpotensi mencelakakan penghuninya.

    Kontraktor Wildan mengatakan ledakan pada keramik lantai biasa disebut cracking atau popping. Menurutnya, keramik lantai terangkat biasanya terjadi pada rumah-rumah tua yang berusia 20-30 tahun.

    Kalau sudah terangkat, pemilik perlu mengganti ubin itu dengan memasang yang baru. Bahkan, pemilik rumah yang perfectionist dapat memasang ulang keramik lantai untuk satu ruangan.


    Namun, apa yang menyebabkan keramik lantai meledak dan bagaimana cara cegahnya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Keramik Lantai Meledak

    Inilah beberapa faktor yang membuat lantai keramik meledak atau popping.

    1. Penurunan Lantai

    Wildan mengatakan salah satu penyebab popping lantai adalah penurunan atau pergeseran pada lantai atau tanah. Hal ini biasanya terjadi di lantai satu sebuah rumah.

    “Jadi posisi keramik awalnya itu kan datar, karena ada penurunan itu posisinya dia (ubin keramik) ketekan (saat diinjak). Jadi dia agak letup, keramiknya popping,” ujar Wildan kepada detikProperti, Senin (7/7/2025).

    2. Hawa Panas dari Tanah

    Selain itu, ia menyebut lantai dapat terangkat karena hawa panas dari bawah tanah. Akibat hawa panas itu, terdapat indikasi gas alam yang keluar dari bawah tanah. Wildan menjelaskan gas tersebut berusaha keluar, sehingga menekan lantai hingga terbuka.

    3. Panas Semen yang Terperangkap

    Sementara lantai dua, ia menjelaskan popping dapat disebabkan oleh panas semen yang terperangkap. Adonan semen bersifat panas, jadi perlu diredakan dengan bantuan air.

    Caranya, Wildan menyarankan agar ubin keramik direndam selama 15 menit hingga 1 jam sebelum dipasang. Kemudian, pastikan permukaan tanah datar dan disiram air sebelum membuat lantai rumah.

    4. Komposisi Adukan Mortar Tidak Tepat

    Selain itu, Wildan mengatakan adukan mortar atau campuran untuk memasang ubin lantai harus memiliki komposisi yang tepat. Terdapat rasio komposisi adukan mortar yang harus diikuti.

    “Pokoknya kalau kurang semen, dia gampang mencar (adukan mortar). Kalau kebanyakan semen, dia cepat setting. Jadi pasti pas satu banding,” katanya.

    5. Keramik Tidak Berkualitas

    Keramik juga bisa terangkat karena tidak kuat menahan tekanan, sehingga sebagian terangkat ketika diinjak. Wildan menyarankan untuk menggunakan keramik yang berkualitas agar memiliki daya tekan yang sesuai standar.

    “Pilih material yang bagus. Cuman kalau yang misalkan (keramik) KW-KW itu, kuat tekannya di bawah yang sesuai standar harusnya,” tuturnya.

    Itulah beberapa penyebab keramik lantai meledak sampai terangkat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com