Tag: air

  • Beda Air PDAM dan Air Sumur Bor, Wajib Paham!


    Jakarta

    Air merupakan kebutuhan esensial bagi setiap orang yang digunakan untuk berbagai keperluan, seperti minum, memasak, mencuci, dan mandi. Oleh karena itu, air yang digunakan di rumah harus berkualitas baik demi menjaga kesehatan dan kenyamanan hidup kita.

    Ada dua sumber air yang biasanya digunakan di rumah, yaitu air PDAM dan air sumur bor. Nah, perbedaan di antara keduanya perlu kamu pahami agar tidak bingung menentukan sumber air mana yang harus digunakan di rumahmu.

    Apa Itu Air PDAM?

    Air PDAM atau juga dikenal sebagai air leding merupakan air yang disediakan oleh pemerintah melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Sumber air berasal dari sungai, danau, atau waduk yang diolah dan disalurkan dari jaringan pipa air terpusat ke rumah-rumah melalui pipa-pipa distribusi.


    Air PDAM diproses di instalasi pengolahan air dengan berbagai fasilitas, meliputi filtrasi, koagulasi, sedimentasi, desinfeksi, dan penyesuaian pH. Proses tersebut dilakukan untuk menghilangkan kontaminan, patogen, dan bahan-bahan yang berpotensi berbahaya dalam air permukaan.

    Apa Itu Air Sumur Bor?

    Jika air PDAM berasal dari sumber air permukaan, air sumur bor berasal dari sumber air di dalam tanah di dalam lapisan akuifer. Lapisan tanah ini berupa bebatuan atau material pori yang mampu menyimpan dan mengalirkan air.

    Untuk mendapatkan air sumur bor, tanah digali hingga mencapai lapisan akuifer tersebut. Selanjutnya, sumur dipasang pipa dan pompa untuk memudahkan pengambilan air. Kualitas air sumur bor biasanya akan mengikuti komposisi kimia dan mineral yang terdapat di lapisan air tanah tempat sumur tersebut dibuat.

    Perbedaan Air PDAM dan Air Sumur Bor

    Melansir PDAM Pintar, Kamis (30/11/2023), ada enam perbedaan mendasar antara air PDAM dan air sumur bor. Berikut penjelasannya.

    Sumber, Kualitas, dan Pengolahan Air

    Seperti yang telah dijelaskan, air PDAM berasal dari sumber air permukaan, seperti sungai, danau, atau waduk. Sementara itu, air sumur bor berasal dari mata air di bawah lapisan akuifer tanah.

    Perbedaan sumber ini memengaruhi kualitas air. Kualitas air sumur bor dipengaruhi oleh komposisi tanah dan batuan di sekitarnya. Air sumur bisa mengandung mineral, logam berat, atau bahan-bahan organik yang larut dalam air tanah. Hal ini memerlukan pemantauan secara berkala untuk memastikan air tetap aman dan sehat dikonsumsi.

    Sementara itu, kualitas air PDAM dipengaruhi oleh proses pengolahan yang ketat sebelum disalurkan ke rumah-rumah. Proses pengolahan dilakukan secara intensif untuk menghilangkan kontaminan, patogen, dan bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam air permukaan.

    Ketersediaan Air

    Ketersediaan air sumur tergantung pada kondisi air tanah di daerah rumah. Beberapa wilayah mungkin memiliki pasokan air yang cukup melimpah, sedangkan wilayah lain bisa menghadapi masalah kekeringan atau penurunan tingkat air tanah. Penggunaan air sumur juga perlu memperhatikan pemantauan level air tanah agar tidak mengakibatkan penurunan yang signifikan.

    Di sisi lain, air PDAM dijamin ketersediaannya melalui sistem distribusi yang teratur. Pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan pasokan air PDAM cukup bagi penduduk di suatu daerah. Namun, terkadang bisa terjadi masalah, seperti kerusakan pipa atau pemadaman air yang perlu diatasi.

    Biaya

    Air sumur bor biasanya lebih ekonomis dalam jangka panjang dibandingkan air PDAM. Biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan sumur dan perawatannya relatif lebih rendah dibandingkan dengan biaya abonemen bulanan atau tahunan yang harus dibayarkan untuk menggunakan air PDAM. Namun, perlu diingat bahwa biaya pemeliharaan sumur dan pengujian berkala juga harus diperhitungkan dalam penggunaan air sumur.

    Keandalan

    Terakhir, pasokan air PDAM dan air sumur bor memiliki keandalan yang berbeda pula. Pemerintah memberikan kepastian pasokan air PDAM yang stabil karena melalui jaringan pipa terpusat. Pemerintah atau penyedia air bertanggung jawab untuk memelihara dan memperbaiki infrastruktur pipa agar pasokan air PDAM terjaga dengan baik.

    Sementara itu, air sumur rentan terhadap fluktuasi tingkat air tanah yang bisa mempengaruhi jumlah air yang bisa diambil. Pada musim kemarau, tingkat air tanah bisa menurun sehingga produksi air sumur menjadi terbatas. Selain itu, kerusakan pada peralatan sumur juga dapat menyebabkan gangguan pasokan air sumur.

    Demikianlah perbedaan air PDAM dan air sumur bor yang bisa dijadikan pertimbangan dalam menentukan sumber air mana yang harus digunakan di rumahmu. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jurus Jitu Cegah Tagihan PDAM Bengkak



    Jakarta – Selain menggunakan sumur, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menjadi salah satu solusi untuk mendapatkan air bersih. Seperti yang kita sudah ketahui, air bersih sangat penting untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari.

    Lewat PDAM kamu akan berlangganan untuk mendapatkan air bersih. Sehingga kamu akan dikenakan biaya tagihan setiap bulannya sesuai dengan jumlah air yang digunakan. Jadi semakin boros kamu menggunakan air, maka tagihan PDAM juga akan membengkak.

    Agar terhindari dari biaya tagihan PDAM yang mahal, maka kamu perlu menghemat penggunaan air PDAM. Untuk memudahkan kamu, berikut ada beberapa tips yang dikutip dari PDAM Pintar, Minggu (4/2/2024), untuk mencegah tagihan air PDAM bengkak.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Keran Berwarna Coklat, Bahaya Nggak Sih?


    Jakarta

    Ada kalanya saat kita mandi ataupun mencuci piring, air yang keluar dari keran adalah air berwarna coklat, kemerahan, atau kekuningan. Masalah ini adalah masalah yang cukup sering terjadi di rumah.

    Kebanyakan orang biasanya berpikir bahwa air yang berwarna coklat adalah air yang tercampur kotoran ataupun lumpur. Hal tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Lantas apa penyebab air berwarna coklat? Dan apakah air ini berbahaya? Melansir dari laman Order A Plumber, simak jawabannya di bawah ini.

    Apa Penyebab Air Berwarna Coklat?

    Air berwarna coklat yang keluar dari keran bukanlah kotoran ataupun lumpur. Air yang berwarna kemerahan, kekuningan, atau coklat sering kali disebabkan oleh endapan mineral, lumpur, atau pipa yang terkorosi. Besi dan mangan merupakan penyebab umum air keran berwarna coklat. Biasanya air berwarna coklat juga memiliki bau yang tidak sedap.


    Jika air berwarna coklat ini hanya keluar dari beberapa keran yang ada di rumah, berarti pipa yang terkorosi adalah pipa di sekitar keran tersebut. Namun, jika air di seluruh rumah ternyata berwarna coklat, tandanya pencemaran ini berasal dari sumber air utama. Kamu bisa melaporkan masalahnya ke perusahaan yang mengalirkan air ke rumah kamu atau PDAM.

    Pipa Air Baru atau Rusak

    Ini adalah penyebab paling umum dari perubahan warna air menjadi coklat di rumah. Gangguan dan perubahan tekanan yang disebabkan oleh sakelar mungkin menyebabkan karat lama masuk ke sistem pipa air rumah kamu dan membuat airnya menjadi berwarna coklat. Namun, Jika kamu belum memperbarui pipa baru-baru ini, bisa jadi pipa air tersebut saat ini rusak dan perlu diganti.

    Konstruksi

    Puing dan lumpur dari konstruksi di sekitar mungkin mencemari sumber air di rumah kamu. Biasanya, jika ini masalahnya, air akan berwarna normal kembali dalam beberapa jam.

    Pipa Terkorosi

    Pipa air yang berkarat atau terkorosi adalah penyebab umum lainnya dari perubahan warna air dari keran kamu. Karat dapat keluar dari pipa-pipa ini dan mencemari pasokan air. Hal ini akan lebih sering terjadi dan menjadi lebih jelas seiring dengan meningkatnya tekanan air dan laju aliran.

    Masalah Water Heater

    Masalah pada water heater juga bisa menjadi penyebab air berwarna coklat. Jika air yang berubah warna hanya berasal dari air panas, maka water heater kamu adalah penyebab masalahnya. Untuk masalah ini, solusinya adalah kamu harus memeriksa dan memperbaiki water heater kamu.

    Apakah Air Berwarna Coklat Berbahaya?

    Banyak pemilik rumah yang belum pernah menghadapi masalah ini khawatir bahwa air berwarna coklat, berubah warna, atau keruh dapat mengancam kesehatan mereka. Tapi, kamu tidak perlu khawatir karena biasanya air yang berubah warna tidak beracun atau berbahaya. Meskipun hal ini bergantung pada mineral dan sedimen yang menimbulkan masalah, zat besi dan mangan dalam air keran tidak berbahaya.

    Walaupun tidak berbahaya, zat besi dan mangan yang terkandung dalam air bisa mengubah warna, bau, menodai pakaian, dan menyebabkan gatal-gatal dalam jangka pendek. Kamu tidak perlu khawatir jika tidak sengaja memakai atau terkena air ini. Namun, jika masalah ini tidak segera ditangani, bisa berbahaya dan menjadi tempat berkembang biaknya kuman.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Hemat Air di Rumah Pas Lebaran


    Jakarta

    Penggunaan air di rumah memang sangat dibutuhkan. Biasanya, penggunaan air kala Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran meningkat.

    Hal itu karena biasanya menjelang Lebaran penghuni rumah kerap membersihkan rumah atau mencuci pakaian sebagai persiapan mudik. Belum lagi menyiram tanaman atau memasak makanan untuk Lebaran nanti.

    Nah, agar penggunaan air di rumah tidak boros perlu dilakukan penghematan. Bagaimana caranya?


    Dilansir dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, berikut ini tips menghemat penggunaan air di rumah saat Lebaran.

    Masak dengan Bijak

    Untuk menghemat penggunaan air, kamu bisa menggunakan ukuran panci yang tepat saat memasak. Hal ini agar tidak perlu menggunakan terlalu banyak air. Selain itu, kamu juga bisa mengurangi masak makanan yang menggunakan metode memasak yang membutuhkan banyak air, misalnya mengukus atau merebus.

    Mandi dan Wudu yang Efisien

    Saat mandi dan wudu sebaiknya menggunakan air secukupnya. Hindari membiarkan air mengalir terus saat tidak digunakan. Lalu, tutup keran saat menggosok gigi atau mencuci muka untuk menghindari pemborosan air.

    Pakai Toilet dengan Bijaksana

    Perbaiki keran atau toilet yang bocor untuk menghindari pemborosan air. Gunakan flush toilet secukupnya. Hindari menggunakan flush toilet untuk membuang sampah non-organik.

    Cuci Pakaian dengan Efisien

    Kumpulkan cucian sampai mencapai kapasitas penuh sebelum mencuci untuk mengoptimalkan penggunaan air.
    Saat mencuci, gunakan siklus pencucian yang sesuai dengan tingkat kotoran pakaian untuk mengurangi jumlah air yang digunakan.

    Siram Tanaman dengan Teknik yang Tepat

    Berikan air kepada tanaman hanya pada waktu yang optimal, seperti pagi atau sore hari. Hal ini untuk mengurangi penguapan air. Kamu juga perlu menggunakan teknik penyiraman tanaman yang tepat untuk menghemat air.

    Perbaiki Kebocoran Keran atau Pipa

    Periksa dan perbaiki kebocoran keran, pipa, atau tangki air secara berkala. Hal ini dilakukan untuk mencegah pemborosan air yang tidak terdeteksi.

    Gunakan Air Bekas

    Manfaatkan air bekas dari cucian atau mandi untuk menyiram tanaman atau membersihkan halaman.

    Itulah beberapa tips menghemat air di rumah. Semoga bermanfaat detikers!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Menyiram Tanaman dengan Air Hujan Ternyata Lebih Baik Ketimbang Air Keran


    Jakarta

    Menyiram tanaman dengan air sangat penting agar tanaman bisa tumbuh dengan baik. Selain jumlah dan intensitas yang tepat, ternyata jenis air yang digunakan juga berpengaruh pada pertumbuhan tanaman lho.

    Melansir dari Spectrum News 1, Selasa (30/4/2024) air hujan adalah opsi terbaik untuk menyiram tanaman. Sebab, hujan mempunyai manfaat yang tidak dapat diberikan oleh air keran yang biasa kita gunakan.

    Kalau pengin pekarangan tumbuh subur dan indah, maka air hujan sangat diperlukan! Biasanya pekarangan rumah yang baru disiram hujan yang lebat tampak lebih segar, bukan?


    Nah, berikut ini alasan menyiram tanaman lebih baik dengan air hujan daripada air keran.

    Kenapa Air Hujan Paling Bagus buat Menyiram Tanaman?

    Alasan utama air hujan bagus untuk tanaman antara lain senyawa kimia yang terkandung di dalamnya. Ada nitrogen yang terkandung dalam air hujan yang baik untuk tanaman.

    Air hujan juga mengandung lebih banyak oksigen daripada air keran, sehingga membantu tanaman tumbuh lebih subur. Lalu, karbon dioksida juga terbawa oleh air hujan. Karbon dioksida dapat membantu melepaskan nutrisi penting bagi tanaman.

    Sementara air keran biasanya mengandung natrium yang dalam jumlah banyak dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan sistem akar. Kamu bisa melihat endapan putih pada daun yang merupakan residu dari natrium. Tentunya hal ini bisa beracun dan merusak tanaman.

    Kemudian, hujan biasanya turun menyirami tanaman secara lebih merata, sehingga tidak ada bagian pekarangan yang tertinggal. Aliran dari air hujan pun akan membersihkan endapan mineral, debu, dan polutan yang menutupi daun tanaman. Oleh karena itu, air hujan sangat penting untuk kesuburan tanaman.

    Namun, bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan air keran. Kalau cuaca sedang kering dan jarang hujan, pastikan untuk tetap memberi pasokan air yang cukup pada tanaman meski dari keran.

    Selain itu, penting untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk menyiram tanaman. Salah satu indikasinya bisa dengan mengecek kelembapan tanah menggunakan jari.

    Demikian penjelasan tentang menyiram tanaman dengan air hujan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lakukan 4 Kesalahan Ini saat Menyiram Tanaman Kalau Nggak Mau Nyesal


    Jakarta

    Menyiram tanaman memang penting untuk pertumbuhan yang baik, tetapi sebaiknya tidak melakukan dengan asal-asalan. Tak jarang ada yang belum tahu kapan dan sebanyak apa harus memberi air pada tanaman.

    Padahal, hal ini sangat penting karena mempengaruhi tanaman untuk bertahan hidup. Jika tidak tepat, menyiram tanaman justru dapat menimbulkan penyakit hingga akhirnya mati.

    Melansir dari laman Marshal Grain, Selasa (30/4/2024) berikut ini beberapa kesalahan yang perlu dihindari saat menyiram tanaman.


    Kesalahan ketika Menyiram Tanaman

    1. Menyiram Terlalu Banyak Air

    Menyiram terlalu banyak air dapat merusak tanaman, bahkan lebih berisiko membunuh daripada kekurangan air. Tanaman akan lebih mudah sembuh dari masalah kekurangan air daripada kelebihan air.

    Terlalu banyak pasokan air di tanah akan menyebabkan pertumbuhan jamur yang berlebihan serta memicu penyakit. Selain itu, genangan air bisa membuat tanaman tenggelam dalam hitungan menit atau jam karena akarnya akan mati karena kekurangan oksigen.

    2. Terlalu Sering Menyiram Tanaman

    Tanah yang selalu basah mendorong pertumbuhan jamur dan penyakit. Bagian akar bisa membusuk, sehingga tanaman menjadi mati.

    Maka, penting mengetahui jenis tanaman dan kebutuhan airnya. Sementara intensitas menyiram tanaman bisa disesuaikan dengan kondisi tanah. Kamu bisa mengecek kelembapan tanah menggunakan jari buat mengetahui kebutuhan air.

    3. Menyiram Tanaman di Malam Hari

    Penyiraman di malam hari memungkinkan kelembapan bertahan lebih lama di dedaunan karena air lebih lama menguap tanpa sinar matahari. Hal ini justru memicu pertumbuhan jamur dan bakteri mempunyai tempat yang sempurna untuk berkembang dan menyerang permukaan tanaman. Maka, sebaiknya hindari menyiram tanaman di malam hari.

    4. Menyiram Tanaman di Siang dan Sore Hari

    Sementara menyirami tanaman di tengah atau sore hari bukan ide yang bagus karena tetesan air pada dedaunan dipantulkan dan diperbesar oleh sinar matahari. Hal ini dapat membakar dan merebus dedaunan. Selain itu, air paling cepat menguap pada sore hari, sehingga hanya menyisakan sedikit air untuk tanaman.

    Oleh karena itu, idealnya menyiram di pagi hari seperti antara jam 4 pagi dan 10 pagi. Dengan begitu, ada waktu yang cukup bagi air untuk meresap dan tetap memungkinkan tanah mengering dengan cukup cepat untuk meminimalkan masalah jamur.

    Itulah kesalahan saat menyiram tanaman yang perlu kamu perhatikan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Terlalu Sering Menyiram Tanaman Malah Bikin Layu, Ternyata Ini Alasannya


    Jakarta

    Tahukah kamu, menyiram tanaman menjadi salah satu penyebab masalah yang sering terjadi? Ternyata, terlalu banyak menyiramkan air dapat menimbulkan genangan air yang mengganggu pertumbuhan akar tanaman.

    Akibatnya, tanaman tidak bisa menyerap oksigen dan memenuhi kebutuhannya. Semakin lama tidak mendapat udara, maka akar akan semakin rusak bahkan mati. Nah, kalau akar sampai membusuk, tanaman menjadi rusak karena tidak bisa mendapatkan pasokan air dan nutrisi.

    Melansir dari laman Missouri Botanical Garden, Selasa (30/4/2024) sering kali kerusakan tanaman seperti ini disangka karena ulah hama. Padahal, hama jarang sekali menyerang bagian akar tanaman.


    Ciri-ciri Kerusakan Tanaman

    Tanaman yang tumbuh di tanah yang terlalu basah akan kekurangan oksigen, sehingga menjadi layu dan akarnya pun mati. Adapun ciri-ciri tanaman rusak antara lain pertumbuhan yang melambat. Daun juga berubah menjadi warna kekuning-kuningan dan bisa mengalami kekeringan seperti terbakar.

    Selain itu, bintik-bintik basah dan lepuh (Oedema) mungkin muncul pada batang dan daun. Lalu, mahkota tanaman mungkin akan membusuk.

    Cara Tepat Menyiram Tanaman

    1. Siram Lebih Lama

    Kurangi intensitas menyiram tanaman, tetapi sekalinya menyiram pastikan melakukannya lebih lama. Cara ini membuat air mengalir jauh lebih dalam, sehingga akar tanaman tumbuh lebih panjang dan sehat.

    2. Beri Kompos

    Tambahkan material organik seperti kompos atau kotoran hewan pada tanah. Bahan organik ini dapat meningkatkan drainase di tanah liat yang padat.

    3. Siram Bila Perlu

    Setiap tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda-beda, maka hal ini perlu menjadi perhatian. Pastikan tanah tidak terlalu basah ketika hendak menyiram. Permukaan tanah memang lebih cepat kering, jadi sebaiknya memeriksa kelembapan dengan memasukan jari ke dalam tanah.

    4. Perbanyak Menyiram Tanaman Baru

    Tanaman yang baru tumbuh belum memiliki sistem akar yang kuat, maka penting sekali menyiram banyak air untuk mendukung pertumbuhannya. Kalau tanaman sudah cukup dewasa, kamu bisa mengurangi jumlah dan intensitas penyiraman air.

    Demikian penjelasan soal menyiram tanaman yang perlu kamu perhatikan. Ingat untuk tidak menyiram secara berlebihan ya. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sumur Resapan Air, Strategi Antisipasi Kekeringan di Musim Kemarau



    Jakarta

    Musim kemarau ditandai dengan curah hujan yang menurun. Hal ini dapat menimbulkan kekeringan, bahkan krisis air bersih.

    Padahal, air merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia. Dari minum, membersihkan diri, hingga mengairi tanaman mengandalkan air.

    Nah, perlu sekali mengantisipasi kekeringan di musim kemarau. Ambil kesempatan untuk menampung air di kala hujan, salah satunya bisa dengan sumur resapan air.


    Koordinator Nasional Pengelolaan Sumber Daya Air Berketahanan Iklim dari USAID IUWASH Tangguh, Asep Mulyana menjelaskan sumur resapan air adalah media berupa lubang untuk menampung air hujan atau air larian. Air yang tertampung dalam sumur akan meresap ke dalam tanah.

    “Sumber air hujan atau mengalir tidak terkontrol itu bisa menjadi sebuah cadangan air tanah untuk dimanfaatkan dan tabungan di musim kemarau,” ujar Asep kepada detikcom, Kamis (30/5/2024).

    Ia menyebut sumur resapan sebagai model intervensi teknologi sederhana dalam rangka mengendalikan atau mengelola sumber daya air, khususnya air hujan dan air larian di permukaan tanah.

    Terlebih, saat ini kawasan dengan lahan hijau untuk meresap air hujan sudah minim. Maka, sumur resapan menjadi alternatif yang baik untuk menahan dan mengembalikan air ke dalam tanah.

    Sumur resapan ini menjadi sangat menguntungkan karena mencegah masalah serta bermanfaat sebagai tabungan air. Daripada membiarkan air hujan mengalir hingga menimbulkan masalah seperti banjir dan genangan yang merusak jalan.

    “Kalau punya sumur gali (atau) sumur pantek (bar), dan di rumah ada sumur resapan, dijamin tidak akan kering sumur (air) karena air masuk ke dalam sumur (dari sumur resapan). Dan itu manfaatnya di musim kemarau yang paling utama, karena kita pakai saat tidak ada hujan,” ucapnya.

    Lalu, Asep menerangkan cara memanfaatkan air hujan dengan sumur resapan. Pemilik rumah bisa menggunakan air toren selama musim hujan. Sementara kelebihan air hujan bisa masuk dan meresap ke tanah dengan sumur resapan, sehingga menjadi air tanah.

    “Pada saat tidak ada hujan, toren kosong, kita bisa pompa dari sumur resapan,” katanya.

    Dengan demikian, sumur resapan menjadi salah satu strategi untuk mengatasi kekeringan di musim hujan.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Ampuh buat Pastikan Air Keran di Rumah Bersih dan Jernih


    Jakarta

    Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia, sehingga harus tersedia di setiap rumah. Akan tetapi, terkadang air keran di rumah belum tentu aman dan jernih untuk digunakan, apalagi dikonsumsi.

    Penting sekali memastikan kualitas air di rumah, sebab air kotor bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Pastinya kamu nggak mau sampai sakit perut atau terkena penyakit kulit, kan?

    Nah, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk memastikan air keran di rumah tetap bersih dan jernih. Yuk, simak tips berikut ini yang dilansir dari Angi, Kamis (20/6/2024).


    Tips Bikin Air Keran Jernih

    1. Gunakan Pitcher Penyaring Air

    Tentunya cara termudah untuk meningkatkan kualitas air keran adalah dengan menggunakan pitcher penyaring air. Pitcher ini dilengkapi dengan filter yang bisa menghilangkan partikel-partikel kecil dan bahan kimia dari air. Cukup isi pitcher dengan air keran dan biarkan filternya bekerja. Hasilnya adalah air yang lebih jernih dan segar untuk diminum.

    2. Pasang Filter pada Keran

    Kalau kamu pengin solusi praktis, coba pertimbangkan untuk memasang filter langsung pada keran air di rumah. Filter keran ini bisa dengan mudah dipasang tanpa perlu alat khusus. Dengan filter tersebut, air akan disaring air saat kamu menggunakannya untuk minum atau memasak. Ini adalah cara yang efisien untuk mendapatkan air bersih kapan pun kamu membutuhkannya.

    3. Investasikan pada Sistem Filter Seluruh Rumah

    Selain itu, pertimbangkan untuk berinvestasi pada sistem filter seluruh rumah. Sistem ini akan membersihkan air pada titik masuk utama ke rumahmu, termasuk air yang digunakan untuk mandi, mencuci pakaian, dan alat-alat rumah tangga lainnya. Dengan berbagai pilihan sistem yang tersedia, kamu bisa bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

    4. Rutin Ganti Filter

    Jika sudah menggunakan pitcher penyaring air atau filter keran, pastikan untuk mengganti filternya secara teratur sesuai dengan panduan produsen. Filter yang sudah terlalu lama digunakan mungkin tidak lagi efektif dalam menyaring air dengan baik. Penggantian filter secara berkala akan memastikan air yang kamu gunakan selalu bersih.

    5. Tes Kualitas Air

    Selanjutnya, pastikan air di rumah jernih dan aman dengan melakukan tes kualitas air. Kamu bisa menggunakan tes kit air rumah tangga atau bahkan menghubungi laboratorium profesional. Hasil tes ini akan memberi kamu gambaran tentang kualitas air di rumah dan apakah ada masalah tertentu yang perlu diatasi.

    Dengan menerapkan tips di atas, kamu bisa memastikan air keran di rumah tetap jernih dan aman untuk digunakan. Kesadaran akan kualitas air adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan kamu di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Maksimalkan Sirkulasi Udara Supaya Rumah Terasa Sejuk


    Jakarta

    Rumah yang sehat harus mempunyai sirkulasi udara yang memadai. Dengan memiliki sirkulasi, udara di rumah akan penuh dengan oksigen agar terasa lebih segar dan sejuk.

    Sebaliknya, rumah dengan sirkulasi yang buruk akan terasa pengap, sehingga bisa mengganggu aktivitas di rumah. Mulai dari kualitas tidur yang menurun hingga munculnya gangguan kesehatan mungkin saja terjadi karena udara pengap.

    Lalu, bagaimana cara memaksimalkan sirkulasi udara di rumah? Simak caranya di sini, dikutip dari Real Simple, Selasa (9/7/2024).


    Tips Maksimalkan Sirkulasi Udara

    1. Buka Jendela Rumah

    Tentunya cara paling mudah meningkatkan sirkulasi udara adalah membuka jendela agar udara segar masuk ke dalam rumah. Namun, perlu diperhatikan bahwa udara luar mungkin mengandung polusi. Sebelum membuka jendela, cek kualitas udara di daerahmu masing-masing, ya!

    2. Manfaatkan AC

    Menyalakan AC adalah cara andal untuk meningkatkan aliran udara di seluruh rumah. Pastikan untuk rutin mengganti filter AC setiap bulan guna mencegah masuknya debu dan polutan ke dalam rumah.

    3. Nyalakan Kipas Angin

    Menurut Glory Dolphin, seorang ahli kualitas udara, menyalakan kipas langit-langit atau kipas kotak bisa membantu memperlancar sirkulasi udara di ruangan. Hal ini tidak hanya memberikan efek pendinginan, tetapi juga membantu mengatasi pengap pada ruangan.

    4. Gunakan Kipas Kamar Mandi dan Dapur

    Selain menghilangkan kelembapan, kipas penghisap udara di kamar mandi dan dapur bisa menciptakan tekanan negatif. Ini membantu udara segar masuk dari luar. Jangan lupa tetap menggunakan air purifier atau pemurni udara jika kamu khawatir akan polusi lingkungan.

    5. Teknik Tekanan Negatif dengan Pemanasan Ruangan

    Glory Dolphin merekomendasikan teknik tekanan negatif dengan memanaskan satu ruangan pada suatu hari dengan pintu tertutup, lalu membuka jendela di hari berikutnya. Ini membantu mengeluarkan udara yang sudah ‘basi’ dan membawa udara segar ke dalam rumah.

    6. Gunakan Air Purifier dengan Filter HEPA

    Penggunaan air purifier, terutama yang dilengkapi dengan filter high-efficiency particulate air (HEPA), bisa membantu menyaring polutan dan alergen dari udara. Pastikan untuk memilih pemurni udara yang sesuai dengan kebutuhan rumahmu.

    Itulah cara memaksimalkan sirkulasi udara supaya rumah terasa sejuk. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com