Tag: air bersih

  • Hati-hati Air Sumur Tercemar Tinja, Ini Ciri-ciri yang Aman Dikonsumsi



    Jakarta

    Air bersih tentunya dibutuhkan di rumah. Air bersih bisa digunakan untuk berbagai hal, misalnya masak, cuci pakaian, atau dimasak untuk diminum.

    Salah satu hal yang bisa membuat air tercemar adalah jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air. Hal ini memungkinkan air bersih tercemar dengan tinja.

    Nah, untuk memastikan air tidak tercemar, ada ciri-ciri yang bisa diamati. Misalnya, untuk air minum itu tidak berasa, tidak berwarna, hingga tidak berbau.


    Sebagai informasi, apabila air sudah memenuhi syarat air minum, tentunya sudah dipastikan aman untuk digunakan, baik langsung diminum atau digunakan untuk kegiatan lain, misalnya memasak, mencuci, mandi, atau lainnya.

    Untuk air minum, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Dikutip dari website Kementerian Kesehatan, Rabu (20/12/2023), berikut ini adalah syarat-syarat air minum.

    – Tidak berasa

    – Tidak berbau

    – Tidak berwarna

    – Tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya

    – Tidak mengandung logam berat

    Tips Jaga Kualitas Air Bersih

    Untuk menjaga kualitas air bersih, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Dilansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan, berikut ini caranya.

    – Jarak antara sumber air dengan jamban dan tempat pembuangan sampah minimal 10 meter

    – Sumber mata air harus dilindungi dari bahan pencemar

    – Sumur gali, sumur pompa, kran umum dan mata air harus dijaga bangunannya agar tidak rusak

    – Lantai sumur sebaiknya kedap air (diplester) dan tidak retak, bibir sumur dan dinding sumur harus diplester dan sumur ditutup

    – Ember penampung air dilengkapi dengan penutup dan gayung bertangkai, dijaga kebersihannya

    – Air harus dijaga kebersihannya dengan tidak ada genangan air di sekitar sumber air, dan dilengkapi dengan saluran pembuangan air, tidak ada kotoran, tidak ada lumut, pada lantai/dinding sumur.

    Sementara itu, untuk menjaga agar air tidak tercemar tinja, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Jarak resapan septic tank dengan bangunan atau rumah jaraknya minimal 1,5 meter, dan jarak dengan sumur resapan air hujan minimal 5 meter. Hal ini sesuai dengan SNI 2398:2017.

    Itulah beberapa syarat air minum dan cara menjaga kualitas air di lingkungan. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Ampuh buat Pastikan Air Keran di Rumah Bersih dan Jernih


    Jakarta

    Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia, sehingga harus tersedia di setiap rumah. Akan tetapi, terkadang air keran di rumah belum tentu aman dan jernih untuk digunakan, apalagi dikonsumsi.

    Penting sekali memastikan kualitas air di rumah, sebab air kotor bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Pastinya kamu nggak mau sampai sakit perut atau terkena penyakit kulit, kan?

    Nah, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk memastikan air keran di rumah tetap bersih dan jernih. Yuk, simak tips berikut ini yang dilansir dari Angi, Kamis (20/6/2024).


    Tips Bikin Air Keran Jernih

    1. Gunakan Pitcher Penyaring Air

    Tentunya cara termudah untuk meningkatkan kualitas air keran adalah dengan menggunakan pitcher penyaring air. Pitcher ini dilengkapi dengan filter yang bisa menghilangkan partikel-partikel kecil dan bahan kimia dari air. Cukup isi pitcher dengan air keran dan biarkan filternya bekerja. Hasilnya adalah air yang lebih jernih dan segar untuk diminum.

    2. Pasang Filter pada Keran

    Kalau kamu pengin solusi praktis, coba pertimbangkan untuk memasang filter langsung pada keran air di rumah. Filter keran ini bisa dengan mudah dipasang tanpa perlu alat khusus. Dengan filter tersebut, air akan disaring air saat kamu menggunakannya untuk minum atau memasak. Ini adalah cara yang efisien untuk mendapatkan air bersih kapan pun kamu membutuhkannya.

    3. Investasikan pada Sistem Filter Seluruh Rumah

    Selain itu, pertimbangkan untuk berinvestasi pada sistem filter seluruh rumah. Sistem ini akan membersihkan air pada titik masuk utama ke rumahmu, termasuk air yang digunakan untuk mandi, mencuci pakaian, dan alat-alat rumah tangga lainnya. Dengan berbagai pilihan sistem yang tersedia, kamu bisa bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

    4. Rutin Ganti Filter

    Jika sudah menggunakan pitcher penyaring air atau filter keran, pastikan untuk mengganti filternya secara teratur sesuai dengan panduan produsen. Filter yang sudah terlalu lama digunakan mungkin tidak lagi efektif dalam menyaring air dengan baik. Penggantian filter secara berkala akan memastikan air yang kamu gunakan selalu bersih.

    5. Tes Kualitas Air

    Selanjutnya, pastikan air di rumah jernih dan aman dengan melakukan tes kualitas air. Kamu bisa menggunakan tes kit air rumah tangga atau bahkan menghubungi laboratorium profesional. Hasil tes ini akan memberi kamu gambaran tentang kualitas air di rumah dan apakah ada masalah tertentu yang perlu diatasi.

    Dengan menerapkan tips di atas, kamu bisa memastikan air keran di rumah tetap jernih dan aman untuk digunakan. Kesadaran akan kualitas air adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan kamu di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bikin Sumur Bor Sesuai Dataran Rumah, Ini Kedalaman Idealnya


    Jakarta

    Sumur bor dapat mengeluarkan air dengan kualitas yang lebih baik dari sumber air lainnya. Namun, untuk mendapatkan air yang bersih dan jernih, kamu perlu menentukan kedalaman sumur yang tepat.

    Kedalaman sumur tergantung pada kondisi geografis tempat rumah kamu berada. Rumah di dataran tinggi dan dataran rendam memiliki kedalaman ideal yang berbeda.

    Nah, daripada bingung menentukan kedalaman sumur bor, simak penjelasan berikut ini yang dilansir dari mallardsroups.com, Jumat (28/6/2024).


    Sebenarnya nggak ada masalah membuat sumur bor di daerah dataran rendah atau tinggi asalkan cara pembuatannya yang benar. Perlu dicatat, kamu disarankan untuk tidak membuat sumur bor di daerah rawan banjir.

    Meskipun daerah tersebut punya air yang melimpah namun untuk kualitas air pasti buruk, bahkan jika kamu telah melakukan pengeboran dengan kedalaman yang ideal.

    Cara Bikin Sumur Bor Berdasarkan Dataran

    1. Dataran Rendah

    Sebenarnya pengeboran tanah dengan kedalaman 4 sampai 10 meter untuk sumur bor pada dataran rendah sudah cukup untuk mendapatkan air bersih yang berlimpah.

    Namun, jika pengeboran dengan kedalaman 4-10 meter struktur lapisan tanah masih berlumpur maka lanjutkan sampai berpasir, berbatu, dan tanah yang keras. Jika masih berlumpur kamu bisa menggunakan pipa casing pada lubang sumur bor agar nanti air akan lewat pipa tersebut sehingga air akan jadi layak konsumsi.

    2. Dataran Tinggi

    Air yang didapat dari dataran tinggi memang akan memiliki kualitas air yang lebih bersih dan jernih sebab air pada dataran tinggi punya kualitas yang baik, terutama daerah dekat pegunungan.

    Pada tingkat kedalaman 20 meter sudah bisa mendapatkan air bersih meskipun kurang maksimal jadi kamu bisa mengebor lebih dalam lagi untuk kualitas air yang lebih bersih dan jernih. Pipa casing bisa dipasangkan pada lubang sumur bor bukan untuk melindungi air dari kotor melainkan melindungi sumur agar terhindar dari longsoran tanah.

    Patokan untuk mendapatkan air bersih bukanlah kapasitas air yang melimpah dan kedalaman tanah. Namun, dengan cara mengidentifikasi struktur tanah sekitar pengeboran sumur bisa mendapatkan sumber air bersih dan jernih.

    Itulah cara membuat sumur bor berdasarkan dataran rumah beserta kedalaman idealnya. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Nemu Gas Saat Gali Sumur Bor? Jangan Panik, Lakukan Hal Ini



    Jakarta

    Sumber air bersih bisa didapat dengan membuat menggali sumur bor menggunakan mesin. Bukan cuma air, terkadang gas alam bisa keluar dari lubang sumur bor, lho

    Bahkan, gas ini bisa berubah menjadi api kalau sampai tersulut. Namun, jangan terlalu khawatir kalau menemukan gas dari sumur bor ya.

    Menurut Ahli Geologi dan Pemerhati Lingkungan Asep Mulyana, ada gas keluar ketika mengebor sumur sebenarnya fenomena yang wajar. Ia mengungkapkan gas yang muncul adalah metana atau gas rawa yang bermigrasi ke dekat permukaan.


    “Bagi kami orang geologi ya (kedalaman) 30-50 (meter). Pada saat masyarakat itu mengebor air terus pada saat mereka ketemu di zona yang ada gas alam ‘liar’ terus dibor keluarlah (gas) dengan air,” ujar Asep kepada detikProperti, Minggu (24/11/2024).

    Kalau kamu merasa ada gas keluar, tak perlu sampai panik. Cukup biarkan gasnya habis dengan sendirinya selama sekitar 1-2 minggu. Salah satu tandanya adalah air berhenti keluar karena tidak ada tekanan dari gas. Selain itu, pastikan pekerja dan warga tidak menyalakan api, bahkan merokok di sekitar sumur selama masa pengeboran maupun masa tunggu.

    “Itu salah satu standar operasional prosedur baik ngebor air atau minyak, nggak boleh ada yang ngerokok atau sundutan api,” katanya.

    Meskipun sumur mengeluarkan gas, biarkan sampai gasnya habis. Kandungan airnya pun masih bisa dipakai asalkan tidak asin. Kamu bisa mengeluarkan air menggunakan pompa.

    Adapun tanda ada gas keluar bisa dari bunyi berdesis dan bau tidak sedap akibat campuran gas sulfida. Kemudian, ada pancaran air dari lubang karena terdorong gas.

    “Kalau orang awam ngebor yang penting bolongi berapa meter dapat air artesis nggak perlu dipompa, (padahal air) terbawa (gas yang) ingin keluar. (Air yang keluar) Seakan artesis mancar. Biasanya artesis keluar seneng (orang senang) sambil ngerokok, (malah) tersambar (api),” jelasnya.

    Nah, kalau sampai gas tersebut tersulut api, kamu bisa saja membiarkannya sampai padam. Namun, api yang terus menyala tidak ramah lingkungan dan dapat membahayakan warga sekitar. Oleh karena itu, kamu bisa menutup sumur bor tersebut dengan cara grouting, yaitu menumpahkan campuran pasir dan semen ke dalam sumur. Lalu, sebaiknya mencari titik sumur bor lain.

    Sebelumnya, pengeboran sumur bor di Sumenep mengagetkan warga karena mengeluarkan api. Sumur bor dengan kedalaman sekitar 53 meter itu diduga mengeluarkan gas.

    Fenomena ini terjadi di tanah tegal milik Maulidi (50) di Desa Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih. Kejadian itu berawal saat pemilik alat bor gantung, Astoni hendak membuka besi bor untuk pelebaran casing pada Rabu (20/11).

    Ia mendengar suara seperti angin dari dalam sumur yang telah digali selama sekitar lima hari. Lalu, ia juga mencium aroma gas, sehingga memilih untuk tidak melanjutkan pekerjaannya.

    Sumur bor tersebut kemudian diberi paralon sepanjang 120 cm untuk mencegah air hujan masuk ke dalamnya pada Kamis (21/11). Kemudian, Maulidi berniat membuka paralon yang dipasang sebelumnya sambil merokok sekitar pukul 17.00 WIB

    “Tiba-tiba gas yang keluar dari lubang paralon menyambar rokok Maulidi, sehingga mengeluarkan api dengan ketinggian sekitar 1 meter,” kata Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti dikutip dari detikJatim.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sama-sama Sumber Air, Ini Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali


    Jakarta

    Setiap rumah wajib memiliki sumber air bersih untuk menunjang kebersihan penghuni dan seisi rumah. Sumber air bersih bisa didapat dari sumur yang terbagi menjadi dua jenis, yakni sumur bor dan sumur gali.

    Seperti namanya, sumur bor dibuat dengan cara dibor menggunakan mesin. Sedangkan sumur gali dibuat dengan teknik menggali secara manual.

    Sumur bor pun menjadi sumber air andalan, terutama ketika musim kemarau tiba. Menurut Hasan seorang tukang sumur bor di kawasan Bogor, sumur bor lebih banyak keuntungannya dibanding sumur gali.


    “Lebih baik bikin sumur bor apalagi kalau musim kemarau karena debit lebih kencang dan air lebih bersih,” kata Hasan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Lalu, apa saja perbedaan antara sumur bor dan sumur gali? Simak penjelasan berikut ini ya.

    Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

    1. Dimensi Lubang

    Sumur bor dibuat menggunakan mesin bor membuat proses pembuatan lebih mudah menentukan kedalaman tanah yang sampai menemukan sumber air. Sementara sumur gali yang mengandalkan tenaga manual memiliki keterbatasan, sehingga sumur tidak bisa terlalu dalam.

    “Kita kalau bikin sumur bor itu punya diameter sekitar 2 inci sampai 6 inci terus kedalaman bisa sampai 60 meter nggak masalah,” ujar Hasan.

    “Kalau sumur gali kita butuh buat diameter 50 cm sampai 1 meter dan buat kedalaman juga terbatas kalau di daerah Bogor atau Jakarta paling kuat maksimal gali sampai kedalaman 20 meter,” tambahnya.

    2. Debit Air

    Sumur gali dibuat membentuk diameter sumur yang besar, sehingga membuat debit air semakin besar agar bisa memenuhi kebutuhan. Sedangkan debit air dari sumur bor mengandalkan pompa untuk menyalurkan air.

    “Kalau sumur bor itu debit airnya lebih kencang dan kualitas airnya lebih bersih karena itu tergantung kedalaman tanahnya,” jelasnya.

    3. Waktu Pengerjaan

    Memang biaya pembuatan sumur gali terhitung lebih murah karena dapat dilakukan secara manual dengan menggali sendiri. Akan tetapi, pengerjaan dengan kedalaman dua puluh meter dapat membutuhkan berhari-hari untuk menyelesaikannya.

    Di sisi lain, penggalian sumur bor relatif lebih cepat karena menggunakan mesin bor. Kedalamannya pun tidak masalah selama menemukan sumber air bersih yang dibutuhkan.

    Itulah perbedaan sumur bor dan sumur gali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Sulap Bukan Sihir, Begini Cara Tukang Cari Titik Sumur Bor



    Jakarta

    Sumur bor adalah sumber air bersih dari dalam tanah. Sumur ini dibuat dengan cara mengebor tanah sampai kedalaman tertentu menggunakan mesin bor.

    Jenis sumur air ini sangat diandalkan, terutama ketika musim kemarau tiba. Sebab, debit air biasanya menurun.

    Tak heran, jasa pembuatan sumur bor banyak dicari saat musim kemarau tiba. Namun, pernahkah kamu terpikirkan bagaimana tukang sumur bor menemukan titik sumber air yang tepat?

    Ternyata, mereka punya cara yang canggih untuk mencari sumber air, lho. Mereka menggunakan metode saintifik bernama geolistrik. Yuk, simak ulasannya berikut ini.


    Metode Geolistrik untuk Mencari Sumber Air

    Seorang tukang sumur bor di kawasan Bogor bernama Hasan mengungkapkan bahwa mereka menggunakan metode geolistrik untuk mencari sumber air di dalam tanah, terutama untuk di daerah yang sulit air.

    “Kita juga ada geolistrik karena saya ada kenalan S1 geologi. Jadi, untuk daerah yang harus di geolistrik bakal kita lakukan biar kita tahu sumber airnya di mana. Kami juga sarankan untuk daerah yang sulit menemukan sumber airnya,” kata Hasan kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Menurut Hasan, walaupun relatif mahal metode ini sangat akurat dan efektif untuk mencari sumber air dalam tanah. Survei geolistrik dapat dilakukan dalam waktu sehari saja. Hasil survei nantinya berupa PDF berisi laporan detail yang bisa dianalisis.

    Fungsi Metode Geolistrik

    Metode geolistrik juga menawarkan analisis yang lengkap saat mencari sumber air tanah sebagai berikut.

    1. Mengukur Kedalaman Air

    Dengan menggunakan metode geolistrik, informasi tentang kedalaman air di dalam tanah dapat diperoleh dengan menganalisis pola resistivitas dalam profil geolistrik. Ini memungkinkan tukang sumur bor untuk mengetahui kedalaman air hingga batas air tanah yang ada.

    2. Mengidentifikasi Akuifer

    Akuifer adalah lapisan batuan yang mengandung air. Metode geolistrik bisa mencari lapisan ini dengan melihat perbedaan resistivitas antara lapisan batuan mengandung air dan tidak. Nantinya bisa dipetakan lokasi akuifer di bawah tanah.

    3. Mengetahui Kualitas Air Tanah

    Geolistrik tidak hanya berguna untuk memetakan akuifer, tetapi juga untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi kualitas air tanah. Informasi ini dapat diperoleh melalui nilai resistivitas yang terdeteksi.

    Melalui geolistrik kita dapat mengetahui apakah air tersebut mengandung garam, polutan, atau zat lainnya. Oleh karena itu, metode geolistrik membantu dalam pencarian sumber air untuk keperluan rumah tangga.

    4. Penentuan Zona Produktif Air Tanah

    Ini yang paling penting bagi seorang tukang sumur bor. Data yang telah diperoleh dari metode geolistrik, akan digunakan untuk mencari zona-zona yang produktif air tanah. Dengan demikian pasokan air dari sumur bor bisa mencukupi air yang dibutuhkan dan terus produktif.

    Itulah cara mencari titik sumur bor yang tepat menggunakan metode geolistrik. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bisa Tembus Ratusan Meter, Ini Penjelasan Lengkap Sumur Bor



    Jakarta

    Pasti kamu pernah bertanya-tanya bagaimana proses yang dilakukan untuk mendapatkan air bersih dan segar. Sebagian dari kita mungkin sering menganggap sepele hal ini, padahal di balik semua keran, terdapat mekanisme menarik yang bekerja.

    Penggalian sumur bor yang berhasil membutuhkan pengalaman, pelatihan, peralatan, dan perkakas khusus untuk hasil yang terbaik. Simak pembahasan berikut mengenai sumur bor, yang memainkan peran penting dalam penyediaan air bagi seluruh umat manusia di dunia.

    Apa Itu Sumur Bor?

    Melansir Water Well Owners, sumur merupakan jenis sumur air yang dibangun dengan cara pengeboran ke dalam tanah guna mengakses akuifer atau lapisan bawah tanah dari batuan yang mengandung air.


    Berbeda dengan sumur tradisional yang seringkali digali hanya dengan tangan dan dangkal, sumur bor dapat menembus kedalaman beberapa meter.

    Dengan memanfaatkan sumber air yang lebih dalam, pastinya akan lebih bersih dari sumur tradisional. Namun, terdapat hal lain yang lebih penting dibanding sekadar kedalaman, melainkan bahan, teknik, dan teknologi juga terkandung dalam proyek yang digunakan untuk membuat sumur bor menjadi sumber air yang efisien.

    Dasar-dasar Sumur Bor

    Pada dasarnya, sumur bor pada dasarnya merupakan lubang yang dibor ke dalam tanah dengan peralatan khusus. Setelah kedalaman yang diinginkan tercapai, bahan selubung, biasanya pipa baja atau plastik, dimasukkan guna mencegah lubang runtuh dan mencegah masuknya kontaminasi.

    Saringan sumur juga diletakkan pada bagian bawah untuk menyaring lumpur dan endapan sedimen, guna memastikan air yang mengalir ke keran kamu adalah air yang sangat bersih.

    Pentingnya Sumur Bor

    Sumur bor sangat penting karena berbagai macam alasan, sumur bor menyediakan sumber air minum yang andal, terutama pada daerah yang airnya terkontaminasi. Sumur bor juga tidak mudah terkena kekeringan, karena dapat mengakses air tanah yang jauh lebih Dalam.

    Jenis Sumur Bor

    Terdapat beberapa jenis sumur bor, masing-masing dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan kondisi geologis yang berbeda.

    Sumur Dangkal

    Sumur ini umumnya memiliki kedalaman kurang dari 15 meter, biasanya sumur ini dibor pada area yang airnya mudah diakses dan di dekat permukaan. Meskipun pemasangannya lebih murah, tetapi sumur dangkal lebih rentan terhadap kontaminan dari polutan permukaan.

    Sumur Menengah

    Sumur menengah mempunyai kedalaman antara 15 sampai 30 meter, sumur ini mampu menyeimbangkan antara aksesibilitas dan keamanan. Sumur ini sering dijumpai di daerah dengan air tanah yang dalam.

    Sumur Dalam

    Sumur dalam bisa mencapai kedalaman puluhan hingga ratusan meter ke dalam tanah, air yang didapatkan dari kedalaman ini biasanya memiliki kualitas air yang lebih tinggi. Meski biaya dan kompleksitas pengeboran sumur tersebut jauh lebih tinggi.

    Sumur ini sering digunakan pada lingkungan industri atau kota, sumur dalam menawarkan ketahanan terhadap kontaminan permukaan dan kekeringan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Biaya Pembuatan Sumur Bor buat Air Bersih



    Jakarta

    Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang setiap rumah harus miliki. Untuk mendapatkan air bersih ada berbagai metode, salah satunya yang umum digunakan masyarakat adalah sumur bor.

    Mengutip dari Brighton, metode pembuatan sumur bor biasanya ditemukan di perkotaan baik untuk kebutuhan industri hingga rumah tangga. Sumur bor sering digunakan karena dianggap lebih efektif dan efisien untuk mendapatkan air.

    Harga pembuatan sumur bor sendiri pun sangat beragam. Hal ini tergantung beberapa faktor seperti kedalaman dan diameter sumur.


    Lantas, berapa harga membuat sumur bor? Simak ulasannya berikut ini.

    Daftar Harga Sumur Bor

    Inilah beberapa harga sumur bor berdasarkan diameter dan jenis bor. Namun, harga berikut ini belum termasuk biaya material tambahan.

    • Diameter pipa uk. 3 inch + bor jet pump: Rp 100.000 per meter
    • Diameter pipa uk. 4 inch + bor jet pump: Rp 150.000 per meter
    • Diameter pipa uk. 5 inch + bor sumur dalam: Rp 300.000 per meter
    • Diameter pipa uk. 6 inch + bor sumur dalam: Rp 500.000 per meter
    • Diameter pipa uk. 8 inch + bor sumur dalam: Rp 600.000 per meter
    • Diameter pipa uk. 10 inch + bor sumur dalam: Rp 700.000 per meter

    Harga Sumur Bor Paketan

    Kamu bisa menggunakan jasa paketan sumur bor. Harga sumur bor paketan sudah termasuk biaya tenaga dan material. Berikut ini kisaran harga membuat sumur bor.

    Tipe Standar

    • Paket sumur bor kedalaman 20 meter: Rp 5.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 30 meter: Rp 6.500.000
    • Paket sumur bor kedalaman 40 meter: Rp 8.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 50 meter: Rp 14.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 60 meter: Rp 18.000.000

    Tipe Menengah

    • Paket sumur bor kedalaman 20 meter: Rp 6.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 30 meter: Rp 7.500.000
    • Paket sumur bor kedalaman 40 meter: Rp 10.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 50 meter: Rp 15.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 60 meter: Rp 20.000.000

    Tipe Tinggi

    • Paket sumur bor kedalaman 20 meter: Rp 7.500.000
    • Paket sumur bor kedalaman 30 meter: Rp 9.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 40 meter: Rp 10.500.000
    • Paket sumur bor kedalaman 50 meter: Rp 16.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 60 meter: Rp 22.000.000

    Harga Sumur Bor Berdasarkan Wilayahnya

    Wilayah Jakarta & Depok

    Berikut kisaran harga pembuatan sumur bor untuk wilayah Jakarta dan Depok.

    • Sumur bor biasa dengan kedalaman maksimal 30 meter: Rp 3.000.000 – Rp 4.000.000
    • Sumur bor dan alat seperti pompa dengan kedalaman maksimal 30 meter: Rp 8.500.000
    • Sumur bor submersible dengan kedalaman maksimal 60 meter (sumur saja): Rp 9.000.000
    • Sumur bor submersible dengan kedalaman maksimal 60 meter jasa paketan termasuk jasa pekerja, material penunjang, dan pipa sumur: Rp 18.000.000

    Wilayah Bekasi & Tangerang

    Sementara untuk wilayah Bekasi dan Tangerang, berikut kisaran harganya.

    • Jasa pengeboran sumur maksimal kedalaman 30 meter: Rp 2.500.000
    • Pembuatan sumur bor tipe submersible dengan kedalaman maksimal 60 meter: Rp 9.000.000
    • Sumur bor submersible dengan kedalaman maksimal 60 meter jasa paketan termasuk jasa pekerja, material penunjang, dan pipa sumur: Rp 18.000.000

    Itulah daftar kisaran harga pembuatan sumur bor. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Untung Rugi Pakai Sumur Bor di Rumah



    Jakarta

    Semua rumah harus punya sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuninya. Salah satu opsi sumber air yang banyak digunakan masyarakat adalah sumur bor.

    Sumur bor adalah lubang buatan untuk mengambil air dari dalam tanah. Sumur air ini biasanya dibuat menggunakan mesin bor dalam tanah untuk menjangkau air di akuifer atau lapisan bawah tanah.

    Namun, membuat sumur bor di rumah bukan perkara mudah. Bagi kamu yang ada niatan membuat sumur bor sebaiknya pertimbangkan dulu untung ruginya. Yuk, simak ulasannya berikut ini.


    Pertimbangan Membuat Sumur Bor

    Inilah pertimbangan untung rugi membuat sumur bor di rumah seperti yang dikutip dari A&H Drilling.

    1. Biaya

    Kelebihan

    Mempunyai sumur bor berarti kamu tidak perlu membayar tagihan air bulanan. Bukan cuma menghemat pengeluaran, kamu juga mempunyai akses air sendiri di rumah.

    Kekurangan

    Meskipun memiliki sumur air sendiri bisa akan menghemat tagihan air. Biaya pembuatan awalnya cukup mahal. Tentunya biaya ini sangat bergantung pada jenis sistem sumur, kualitas peralatan, dan biaya pemasangan.

    Selain itu, kamu juga perlu mempertimbangkan waktu dan tenaga untuk membuat sumur. Ada proses untuk memetakan air tanah sebelum membuat sumur. Kemudian, membangun dan memelihara sumur juga cukup memakan waktu dan tenaga.

    2. Kualitas Air

    Kelebihan

    Soal kualitas air, tentu bervariasi tergantung pada lokasi sumur. Namun, biasanya air sumur lebih sehat dan enak dibandingkan air dari hasil industri. Hal ini dikarenakan tidak adanya bakteri umum yang ditemukan dalam air industri seperti timbal dan merkuri.

    Kekurangan

    Akan tetapi, air sumur dapat mengandung lebih banyak bahan kimia lain seperti zat besi dan fluorida. Hal ini dapat dengan diatasi dengan memasang alat pemurni air atau sistem penyaringan di sumur.

    3. Penggunaan Energi

    Kelebihan

    Sumur bor dapat menghemat energi secara keseluruhan. Berbeda halnya kalau menyaring air untuk seluruh kota memerlukan mesin yang besar, sehingga menghabiskan banyak energi. Dengan memilih untuk memperoleh air dari sumur air sendiri, kamu dapat menghemat penggunaan energi.

    Kekurangan

    Meskipun kamu bisa mandiri mempunyai sumber air sendiri, sumur bor mengandalkan listrik untuk memompa air. Kalau suatu ketika tidak ada listrik, maka air tidak bisa dipompa keluar.

    Oleh karena itu, kamu perlu memastikan ada cadangan air di kala darurat. Sebaiknya, siapkan generator cadangan dan penyimpanan air darurat kalau ingin menggunakan sumur bor.

    Itulah beberapa pertimbangan membuat sumur bor di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Sumur Bor Vs PDAM, Mending Mana? Ini Perbandingannya


    Jakarta

    Ada berbagai cara mendapat sumber air bersih di rumah. Kebanyakan masyarakat menggunakan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan sumur bor.

    Meski sama-sama menyediakan air bersih, tentu kedua sumber tersebut memiliki perbedaan. Nah, bagi kamu yang sedang mempertimbangkan antara air PDAM atau sumur bor, sebaiknya kenali dulu perbedaannya.

    Mengutip dari laman PDAM Pintar, air PDAM yang juga disebut air ledeng adalah disediakan oleh pemerintah daerah melalui jaringan pipa air terpusat. Air tersebut disalurkan ke rumah-rumah lewat pipa-pipa distribusi.

    Sedangkan air sumur merupakan air hasil pengeboran sumur ke dalam tanah. Secara umum, air ini diambil dengan menggunakan pompa air yang akan mengangkat air dari dalam sumur menuju ke permukaan.

    Perbedaan Air PDAM dan Air Sumur Bor

    Inilah beberapa perbedaan antara air PDAM dan air sumur bor.

    1. Sumber

    Air PDAM: Bersumber dari sungai, danau atau waduk.

    Air sumur bor: Berasal dari mata air yang ada di bawah tanah, yakni lapisan akuifer tanah.

    2. Kualitas Air

    Air PDAM: Standar air PDAM telah ditetapkan oleh badan pengatur, sehingga lebih terjamin kebersihannya.

    Air sumur bor: Kualitasnya sangat bergantung pada kedalaman sumur serta kondisi tanah di sekitarnya.

    3. Kandungan

    Air PDAM: Sudah melalui proses pengolahan intensif yang bertujuan untuk menghilangkan bahan kimia berbahaya, kontaminan, dan patogen.

    Air sumur bor: Bisa mengandung mineral, logam berat, dan bahan-bahan organik yang larut dalam air tanah.

    4. Ketersediaan Air

    Air PDAM: Ketersediaan air lebih terjamin karena melalui sistem distribusi yang teratur.

    Air sumur bor: Dipengaruhi kondisi air tanah di lingkungan.

    5. Biaya

    Air PDAM: Dalam jangka panjang, biaya air PDAM cenderung lebih mahal karena memerlukan biaya abonemen bulanan atau tahunan yang harus dibayar.

    Air sumur bor: Biaya air sumur bor lebih ekonomis dengan ongkos pembuatan dan perawatan relatif lebih rendah.

    6. Keandalan

    Air PDAM: Punya kepastian pasokan air yang stabil karena melalui jaringan pipa terpusat. Pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan pasokan air terjaga.

    Air sumur: Rentan terhadap fluktuasi tingkat air tanah. Hal ini mempengaruhi jumlah air yang bisa diambil, terutama pada musim kemarau.

    7. Pengelolaan Air

    Air PDAM: Pengelolaan lebih kompleks meliputi filtrasi, koagulasi, sedimentasi, desinfeksi, hingga penyesuaian pH. Penggunaan teknologi dan bahan kimia tertentu juga dipakai, untuk memastikan air aman diminum dan digunakan untuk kegiatan sehari-hari.

    Air sumur bor: Pemantauan dilakukan secara berkala.

    Itulah perbandingan antara air sumur bor dan PDAM. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com