Tag: air fryer

  • 6 Perbedaan Air Fryer dan Oven, Lebih Bagus yang Mana?


    Jakarta

    Dalam dunia kuliner, alat-alat masak yang canggih memudahkan penggunanya dalam menyiapkan hidangan. Dua perangkat yang sering digunakan untuk memasak yaitu air fryer dan oven.

    Meski begitu, masih banyak yang masih bingung memilih antara keduanya. Berikut perbedaan antara air fryer dan oven.

    Perbedaan Air Fryer dan Oven

    Air fryer dan oven memiliki perbedaan dalam cara menghasilkan panas, elemen panas yang dimiliki, ukuran, hingga durasi pemakaian. Mengutip laman My Borosil, Good Housekeeping, Etimes, dan All Recipes, berikut penjelasannya.


    1. Cara Menghasilkan Panas

    • Air fryer: Menggunakan teknologi udara yang cepat untuk menghasilkan panas. Udara yang bersirkulasi dalam air fryer akan lebih cepat dibandingkan udara yang bergerak di dalam oven.
    • Oven: Menghasilkan panas karena dibantu beberapa elemen. Dengan perlahan, panas menyebar ke seluruh bagian oven.

    2. Elemen Pemanas

    • Air fryer: Hanya memiliki satu elemen pemanas di bagian atas. Elemen ini membantu memusatkan pemanasan dan memasak makanan lebih cepat.

    Seringkali air fryer dilengkapi wadah untuk menampung minyak atau kelembaban berlebih. Sehingga mengurangi jumlah lemak dan kalori yang dikonsumsi. Makanan yang dihasilkan juga lebih renyah.

    • Oven: Memiliki beberapa elemen panas. Biasanya ada dua, yaitu terletak di bagian samping atau atas, serta di bagian bawah

    3. Ukuran

    • Air fryer: Bisa memasak satu hidangan dalam satu waktu. Dalam porsi besar, makanan dimasak secara bertahap.
    • Oven: Berukuran lebih besar dari air fryer, oven bisa menampung porsi makanan yang lebih besar.

    4. Kipas

    • Air fryer: Ukuran kipasnya besar dan kuat. Letaknya di bawah elemen pemanas untuk membantu sirkulasi udara panas lebih cepat dan lebih merata.
    • Oven: Ukuran kipasnya biasanya lebih kecil dan berada di bagian belakang. Kipas juga berfungsi sebagai sistem pembuangan udara.

    5. Durasi Pemakaian

    • Air fryer: Sebab ukurannya lebih kecil, waktu pemanasan membutuhkan waktu lebih sedikit dibandingkan dengan oven. Sehingga, proses memasak bisa dilakukan lebih cepat karena elemen pemanas lebih deka dengan makanan.
    • Oven: Ukurannya yang lebih besar membuat oven memerlukan waktu lama untuk dipanaskan. Hal tersebut membuat proses memasak membutuhkan waktu lebih lama dari air fryer.

    6. Pembersihan

    • Air fryer: Perlu dibersihkan setiap kali digunakan untuk menjaga kebersihan. Komponen air fryer perlu dibersihkan secara hati-hati.
    • Oven: Seluruh bagian oven tidak perlu dibersihkan setiap kali digunakan. Meski begitu, baiknya komponennya dibersihkan setelah beberapa kali digunakan.

    Lebih Bagus Air Fryer atau Oven?

    Air fryer dan oven memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan. Air fryer memasak makanan dalam jumlah lebih sedikit dari oven.

    Meski begitu proses memasak air fryer lebih cepat, sehat, dan cocok untuk hidangan renyah seperti keripik serta makanan beku. Di sisi lain, oven dapat menampung makanan dalam jumlah lebih banyak.

    Air fryer biasanya lebih cocok untuk keluarga kecil, dengan kapasitas terbatas dan daya listrik mencapai 1.500 watt. Sedangkan oven lebih cocok untuk masakan yang dikonsumsi banyak orang, dengan kapasitas lebih besar dan kebutuhan daya mencapai 2.200 watt.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Deretan Perangkat Elektronik Ini Harus Dicabut Setelah Digunakan



    Jakarta

    Perangkat elektronik di rumah membutuhkan listrik untuk dapat berfungsi. Setelah selesai digunakan, ada himbauan untuk langsung mencabut kabel listriknya, terutama untuk peralatan elektronik yang menghasilkan panas karena dapat menyebabkan korsleting listrik dan kebakaran.

    Selain untuk menghindari bencana, mencabut colokan pada stop kontak juga membantu menekan jumlah tagihan listrik bulanan.

    Dilansir Better Homes and Gardens, berikut beberapa perangkat elektronik di rumah yang harus segera di cabut setelah digunakan.


    1. Peralatan di Dapur

    Saat ini banyak perangkat di dapur yang sudah bisa digunakan dengan tenaga dari listrik, mulai dari pemanggang roti, air frayer, panci, penanak nasi, mesin pembuat kopi, hingga blender. Semua peralatan tersebut tidak boleh ditinggal begitu lama ketika sedang digunakan karena semua perangkat tersebut memiliki waktu penggunaannya.

    Sebagai contoh air fryer biasanya 5-30 menit, tergantung apa yang hendak dihangatkan. Lalu blender biasanya tidak sampai 5 menit. Penanak nasi pun, apabila nasi sudah matang, sebaiknya kabelnya dicabut agar tidak gosong.

    2. Pengering Rambut

    Pengering rambut adalah alat yang bisa menimbulkan panas yang kemudian dihembuskan dengan angin yang keluar mengarah ke rambut. Sama seperti perangkat elektronik lain yang dapat menghasilkan panas, pengering rambut seharusnya tidak dibiarkan menyala terutama setelah tidak digunakan. Apalagi jika letaknya di kamar mandi dikhawatirkan terjadi korsleting listrik.

    Selain pengering rambut, pencatok rambut dan alat untuk pengeriting rambut juga sebaiknya kabelnya dicabut setelah digunakan.

    3. Kabel Pengisian Daya

    Kabel pengisian daya atau charger merupakan benda yang pasti tersedia di tas untuk berjaga-jaga ponsel, laptop, tablet, atau alat elektronik lainnya butuh diisi dayanya.

    Setelah daya terisi penuh, kamu perlu melepas kabel pada perangkat dan stop kontak. Sebab, banyak kejadian lupa mencabut charger bisa menyebabkan korsleting listrik hingga kebakaran.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 4 Alat Elektronik Ini Bisa Bikin Tagihan Listrik Rumah Membengkak


    Jakarta

    Beberapa barang elektronik membutuhkan daya yang besar sehingga sering menyedot banyak listrik dalam sekali pemakaian. Beberapa barang elektronik terkadang tidak bisa dipakai bersamaan dengan barang elektronik lainnya karena sering kali menyebabkan Miniature Circuit Breaker (MCB) turun atau biasa kita sebut dengan jepret.

    Agar hal itu tidak terjadi, sebaiknya saat membeli alat elektronik, cek keterangan daya yang tertera pada produk. Kemudian, hitung dengan besar daya listrik yang terpasang di rumah. Selain itu pertimbangkan, apakah alat tersebut akan sering digunakan bersamaan dengan alat elektronik lain.

    Di samping itu, ketahui pula barang elektronik apa saja yang biasanya memiliki daya tinggi. Melansir dari express.co.uk, seorang Direktur Pelaksana di Utility Bidder James Longley, menyebut ada 4 barang elektronik yang bisa membuat tagihan listrik membengkak apabila terlalu sering digunakan, berikut daftarnya.


    1. Kulkas

    Kulkas atau lemari pendingin merupakan salah satu barang wajib yang ada di rumah. Bahkan untuk rumah ukuran kecil yang hanya diisi oleh satu orang atau seperti di kamar hotel, terdapat 1 kulkas mini untuk menyimpan makanan kecil.

    Di Indonesia rata-rata daya kulkas yang digunakan adalah 350-780 watt. Ini juga tergantung pada jumlah pintu yang dimiliki satu atau dua serta merek produk yang digunakan. Jumlah watt tersebut kemudian dikalikan 24 jam, misalnya 350 watt x 24 jam sekitar 8.400 watt. Jika dikonversikan menjadi 8,4 kWh.

    Cara pemakaian kulkas yang lebih hemat energi adalah dengan tidak terlalu sering membuka tutup pintunya. Sebab, setiap ada udara panas masuk ke dalam freezer saat membuka pintu, kulkas akan bekerja akan bagian dalam tetap dingin.

    2. Mesin Cuci

    Perangkat elektronik berikutnya yang bisa menyita banyak listrik dalam sekali pemakaian adalah mesin cuci. Besaran daya mesin cuci di Indonesia sekitar 400-500 watt untuk jenis front loading, sementara untuk top loading sekitar 350-550 watt. Besarannya ini tergantung pada merek dan fasilitas pendukung dari mesin cuci itu sendiri. Jika dikonversi untuk mesin cuci front loading sekitar 0,4-0,5 kWh dan mesin cuci top loading 0,35-0,55 kWh.

    Meskipun saat ini sudah tersedia laundry, tetapi jauh lebih aman untuk mencuci sendiri di rumah. Selain itu, tidak semua pakaian bisa diserahkan ke laundry. Tips agar pemakaian mesin cuci tetap hemat energi adalah cuci dalam jumlah penuh, gunakan pengaturan ramah lingkungan pada mesin cuci, dan hindari mencuci pakaian dengan 2 tahap.

    3. Mesin Pengering Pakaian

    Sebenarnya mesin cuci saat ini sudah dilengkapi dengan sistem pengering, setelah proses pencucian selesai, pakaian bisa langsung dijemur. Namun, ada juga yang memakai mesin pengering terpisah.

    Di Indonesia sendiri, daya mesin pengering yang digunakan rata-rata 1.000-3.000 watt, sementara untuk yang hemat energi 40-130 watt. Besaran daya ini tergantung pada merek dari mesin pengering.

    Apabila diubah ke daya per jam sekitar untuk daya 1.000-3.000 watt setara dengan 1-3 kWh karena 1.000 watt setara dengan 1 kWh. Untuk mesin pengering yang hemat energi hanya menggunakan 0,04-0,13 kWh.

    Cara agar pemakaiannya tidak terlalu sering dan hemat energi adalah dengan memeras pakaian secara manual lalu menjemurnya saat matahari terik. Cara ini tidak begitu sulit dan tidak melelahkan. Hasilnya pun sama, pakaian tetap bisa kering.

    4. Oven Listrik

    Banyak orang telah melengkapi dapur mereka dengan oven listrik untuk menghangatkan makanan atau memanggang kue dan roti. Oven listrik di Indonesia biasanya menggunakan rata-rata 1.400-2.200 watt atau 1,4-2,2 kWh. Selain itu, oven listrik tidak bisa langsung panas, melainkan harus ditunggu terlebih dahulu sekitar 1 jam. Untuk oven listrik hemat energi biasanya memiliki daya di bawah 1.000 watt. Namun, kapasitasnya tentu lebih kecil dari oven yang menggunakan daya besar.

    Cara untuk tetap bisa memakai oven listrik tanpa takut tagihan membengkak adalah dengan mengganti produk tersebut dengan oven gas atau air fryer. Dikutip dari situs The Eco Experts, sebagian besar air fryer dengan kapasitas satu hingga dua liter sangat hemat energi. Biasanya air fryer kecil dapat bekerja dengan daya 800-1.000 watt atau 0,8-1,0 kWh.

    Itulah beberapa alat elektronik yang bisa membuat tagihan listrik membengkak dan cara untuk menghematnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Segera Cabut 7 Benda Elektronik Ini Ketika Hujan Badai!


    Jakarta

    Belakangan ini cuaca di sejumlah daerah sedang diguyur hujan deras. Bahkan, hujan disertai petir dan angin kencang turut melanda beberapa wilayah di Indonesia.

    Saat terjadi hujan deras disertai petir, sebaiknya segera berlindung di dalam rumah. Lalu, disarankan untuk mencabut barang elektronik yang masih terhubung ke stopkontak agar tidak tersambar petir.

    Sebab, sambaran petir bisa memicu terjadinya lonjakan arus listrik, sehingga dapat merusak barang elektronik yang masih terhubung ke stopkontak.


    Penasaran, apa saja barang elektronik yang perlu dicabut ketika sedang hujan deras disertai petir? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Barang Elektronik yang Perlu Dicabut saat Hujan Badai

    Ketika hujan badai disertai petir melanda rumah kamu, dianjurkan untuk segera mencabut sejumlah barang elektronik dari stopkontak. Meski begitu, tidak semua barang elektronik perlu dicabut.

    Direktur Komunikasi Asosiasi Produsen Peralatan Rumah Tangga Chris Doscher mengatakan peralatan portabel perlu segera dicabut dari stopkontak saat hujan badai. Sebab, petir yang menyambar dapat menyebabkan lonjakan daya yang dapat merusak peralatan kecil.

    “Secara umum, peralatan portabel harus dicabut dari stokkontak saat tidak digunakan. Pastikan kabelnya berada di tempat yang aman agar tidak tertarik atau tersangkut sehingga tidak menyebabkan penghuni rumah tersandung,” kata Doscher mengutip Better Homes & Gardens.

    Beberapa peralatan portabel yang dimaksud oleh Doscher di antaranya:

    • Mesin pembuat kopi
    • Air fryer
    • Mixer
    • Pemanggang roti
    • Microwave
    • Vacuum cleaner
    • Blender.

    Menurut Doscher, barang-barang di atas perlu segera dicabut dari stopkontak saat terjadi hujan badai. Langkah ini untuk mengantisipasi sambaran petir yang bisa saja menimbulkan kerusakan pada barang elektronik tersebut.

    Tidak Semua Barang Elektronik Harus Dicabut saat Hujan Badai

    Akan tetapi, Doscher menyebut tidak semua barang elektronik di rumah harus dicabut dari stopkontak, terutama jika terjadi hujan badai. Ada beberapa barang yang telah dirancang dan diuji menahan lonjakan arus listrik.

    “Ada barang-barang elektronik yang telah dirancang dan diuji untuk menahan lonjakan arus listrik ketika sedang badai,” ujarnya.

    Beberapa barang elektronik yang tidak perlu dicabut antara lain kulkas, mesin pencuci piring (dishwasher), dan mesin cuci. Menurutnya, barang elektronik tersebut masih tetap aman walau tidak dicabut dari stopkontak saat terjadi hujan badai.

    Namun, jika kamu khawatir dengan barang elektronik lainnya seperti TV, radio, PC, atau konsol game, tidak masalah jika dicabut dari stop kontak. Pastikan kamu segera mencabutnya ketika sudah melihat tanda-tanda ada hujan badai, sebelum petir menyambar dan merusak barang elektronik.

    Itulah tujuh barang elektronik yang perlu dicabut dari stopkontak saat terjadi hujan badai. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com