Tag: air hangat

  • Anti Ribet! Cara Bersihkan Noda Minyak di Lemari Dapur Pakai 3 Bahan Ini


    Jakarta

    Noda minyak kerap ditemukan di area dapur, salah satunya pada lemari dapur. Hal ini bisa terjadi karena saat memasak minyak yang digunakan terciprat ke mana-mana.

    Noda minyak yang tidak langsung dibersihkan tak hanya membuat rumah tampak kotor tetapi juga bisa menumpuk debu sehingga tidak nyaman digunakan. Namun jangan khawatir karena noda tersebut bisa dibersihkan dengan mudah.

    Penghuni bisa membersihkan noda minyak dengan bahan-bahan yang ada di rumah. Apa saja itu? Dilansir dari Real Simple berikut ini informasinya.


    Pakai Air Hangat

    Salah satu cara yang mudah untuk menghilangkan noda minyak adalah dengan air hangat. Basahkan kain mikrofiber dengan air hangat dan segera bersihkan noda.

    Cuka Putih

    Membersihkan noda minyak bisa menggunakan cuka putih. Caranya, campurkan cuka dan air dengan komposisi yang sama lalu lap bagian lemari dapur yang kotor dengan cairan tersebut.

    Baking Soda

    Jika membersihkan pakai cuka putih masih belum bisa, penghuni bisa menggunakan baking soda. Membersihkan dengan baking soda tak hanya menghilangkan noda minyak tetapi juga noda saus tomat.

    “Campurkan soda kue dengan sedikit air untuk membuat pasta. Oleskan pada noda berminyak, diamkan selama beberapa menit, lalu gosok perlahan dan bersihkan dengan air hangat,” kata CEO AspenClean Alicia Sokolowski.

    Sebagai catatan, sebaiknya saat membersihkan lemari dapur tidak menggunakan bahan kimia keras, seperti pemutih. Hal itu karena bisa menimbulkan garis pada lemari dapur.

    Selain itu, jangan menggunakan alat pembersih yang kasar karena bisa menimbulkan goresan pada lemari dapur.

    Itulah cara membersihkan noda minyak pada lemari dapur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbedaan Water Heater Listrik dan Gas Beserta Plus Minusnya


    Jakarta

    Mandi menggunakan air hangat memberikan kenyamanan bagi penghuni rumah, terutama saat cuaca dingin. Penghuni yang ingin pasang pemanas air bisa mempertimbangkan berdasarkan sumber energi, misalnya water heater listrik atau water heater gas.

    Kedua jenis pemanas air itu punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Penghuni dapat memilih berdasarkan preferensi atau kebutuhan.

    Apa saja perbedaan water heater listrik dan water heater gas? Simak penjelasannya berikut ini.


    Perbedaan Water Heater Listrik dan Water Heater Gas

    Inilah perbedaan utama antara water heater listrik dan water heater gas.

    1. Cara Kerja

    Dilansir dari Forbes, water heater listrik mengalirkan arus listrik bertegangan tinggi ke sebuah batang di tengah tangki air. Listrik tersebut memanaskan air dari bagian tengah tangki ke arah luar.

    Sementara itu, water heater gas memanaskan tangki air dengan api. Api itu berasal dari bahan bakar gas di bagian bawah water heater.

    2. Kepraktisan

    Water heater listrik cenderung lebih mudah dipasang dan digunakan. Hal itu karena biasanya semua rumah sudah ada layanan listrik.

    Berbeda halnya dengan water heater gas, alat ini memerlukan bahan bakar gas. Penghuni perlu rutin mengganti tabung gas agar bisa menggunakan water heater.

    Water Heater Listrik

    Jika penghuni ingin memakai water heater listrik, berikut ini kelebihan dan kekurangannya.

    Kelebihan

    • Aman
    • Cara kerja sistem pemanas bersih (tidak meninggalkan residu)
    • Memiliki daya pemanas air yang efisien
    • Pilihan ukuran banyak
    • Bisa berjalan secara otomatis
    • Mudah untuk dipasang, karena setiap rumah pastinya memiliki sumber listrik

    Kekurangan

    • Biaya operasional lebih tinggi
    • Cenderung lebih lama untuk memanaskan air dibandingkan dengan jenis gas
    • Waktu pemulihan lebih lama
    • Tidak bisa beroperasi jika listrik padam

    Water Heater Gas

    Namun kalau penghuni mau pakai water heater gas, kenali kelebihan dan kekurangannya berikut ini dulu.

    Kelebihan

    • Memanaskan air dengan cepat
    • Biaya pengoperasian lebih rendah dibandingkan dengan jenis listrik
    • Hemat energi
    • Masih bisa beroperasi saat listrik padam

    Kekurangan

    • Memerlukan tambahan tabung gas
    • Kurang aman dibandingkan jenis listrik
    • Cara kerja sistem pemanas lebih kotor (meninggalkan residu)
    • Pilihan ukuran lebih sedikit
    • Umur lebih pendek dibandingkan jenis listrik
    • Daya panas air kurang efisien dibandingkan jenis listrik
    • Perlu dinyalakan secara manual

    Itulah perbedaan beserta plus minus menggunakan water heater listrik dan water heater gas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Apakah Boleh Mandi Wajib Menggunakan Air Hangat?


    Jakarta

    Mandi wajib umumnya dilakukan dengan air biasa yang suci dan menyucikan (mutlak). Jika dalam kondisi sangat dingin, bolehkah mandi wajib menggunakan air hangat?

    Ada beberapa hal yang mengharuskan seorang muslim mandi wajib. Para ulama empat mazhab, seperti dikatakan Muhammad Jawad Mughniyah dalam Al-Fiqh ‘ala al-madzahib al-khamsah terjemahan Masykur AB dkk, sepakat mandi wajib dilakukan karena junub, haid, nifas, dan meninggal dunia.

    Adapun mazhab Hambali menambahkan satu hal lagi yakni ketika orang kafir masuk Islam maka wajib mandi.


    Dalil mandi wajib ditetapkan langsung dalam Al-Qur’an surah Al-Ma’idah ayat 6. Allah SWT berfirman,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ٦

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.”

    Menurut terjemahan Tafsir Ibnu Katsir, ayat tersebut berisi perintah bersuci ketika dalam kondisi berhadas. Yakni dengan cara wudhu, mandi, atau tayamum jika tidak menemukan air. Mandi dalam ayat tersebut adalah mandi wajib karena junub.

    Apakah Boleh Mandi Wajib Menggunakan Air Hangat?

    Ya, mandi wajib boleh menggunakan air hangat. Pendapat ini dikatakan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari dan dijelaskan dalam buku Fiqh Bersuci dan Sholat Sesuai Tuntunan Nabi oleh Abu Utsman Kharisman.

    Salah satu dalil yang digunakan sandaran kebolehan mandi wajib dengan air hangat adalah riwayat berikut ini:

    رَأَيْتُ الْمَاءَ يُسَخَّنُ لِأَنَسِ بْنِ مَالِكَ فِي الشَّتَاءِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ بِهِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ

    Artinya: “Aku melihat air dihangatkan untuk Anas bin Malik di musim dingin, kemudian beliau mandi menggunakan air itu pada hari Jumat.” (HR Ibnul Mundzir dalam al-Awsath)

    Dijelaskan, seseorang boleh wudhu atau mandi wajib menggunakan air hangat asalkan air tersebut suci dan bisa dialirkan pada seluruh anggota tubuh.

    Tata Cara Mandi Wajib

    Tata cara mandi wajib secara umum dilakukan dengan mengguyur air ke seluruh tubuh. Imam al-Ghazali dalam Mukhtashar Ihya ‘Ulumuddin terjemahan ‘Abdul Rosyad Siddiq, menjelaskan tata cara mandi wajib sebagai berikut:

    1. Meletakkan wadah air di sebelah kanan lalu baca Bismillahirrahmanirrahim dan basuh tangan kanan tiga kali
    2. Setelah buang air kecil, lanjutkan dengan wudhu
    3. Guyur air ke bagian tubuh (pundak) kanan diikuti kiri masing-masing tiga kali
    4. Guyur air ke seluruh tubuh dimulai dari kepala sambil menggosok bagian depan sampai belakang
    5. Pastikan kulit kepala terbasahi air, terutama di pangkal rambut baik yang tipis maupun lebat
    6. Bagi perempuan yang berambut panjang dan diikat, tak harus melepas ikatannya kecuali tak yakin air bisa menembus sela rambutnya
    7. Siram seluruh lekukan tubuh

    Terkait tata cara tersebut, Imam al-Ghazali menyebut menyiram air secara berurutan bukan aturan yang diwajibkan dalam mandi wajib.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com