Tag: air hujan

  • 4 Alasan Laron Serbu Rumah Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, kamu akan lebih sering menemukan laron terutama pada saat malam hari. Hewan yang termasuk koloni rayap ini banyak muncul di musim hujan karena mencari kehangatan. Maka dari itu, banyak dari mereka yang terbang ke arah lampu jalan atau lampu rumah.

    Dilansir detikFood, laron ketika masih menjadi rayap, rumah mereka biasanya berada di tempat kering, seperti kayu atau di bawah tanah. Saat hujan tiba, sarang atau rumah mereka basah karena terkena air hujan.

    Ternyata selain mencari kehangatan, hewan kecil ini juga mencari pasangan lho. Apabila mereka gagal menemukan pasangan, laron akan mati. Saat sudah menemukan pasangan, mereka akan menanggalkan sayap mereka. Setelah itu, mereka akan membuat koloni baru dengan berkembang biak.


    Selain karena mencari kehangatan, dilansir detikJateng, berikut beberapa alasan laron datang ke rumah.

    1. Sumber Makanan

    Sebagai salah satu koloni rayap, laron tertarik pada kayu sebagai sumber makanan utama. Sumber makanan lainnya adalah tanaman-tanaman di halaman rumah seperti pohon mati, kayu bakar, dan jenis tanaman yang tertentu.

    2. Sumber Air

    Meskipun nyaman tinggal di tempat kering, tetapi laron tetap membutuhkan air. Mereka mencari rumah yang memberikan akses mudah ke air. Maka dari itu, saat ada ember berisi air penuh, mereka mendekat.

    3. Jalan Masuk ke Rumah

    Saat sudah melihat koloni laron, kamu harus memastikan pintu dan celah lainnya di depan rumah tertutup. Kamu juga bisa menggunakan jaring-jaring. Mereka tertarik pada celah-celah di rumah untuk mencari sumber kehangatan dan makanan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kaktus di Rumah Tergenang Air Hujan? Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Kaktus merupakan salah satu tanaman favorit bagi pemula. Perawatannya yang mudah menjadi daya tariknya.

    Tanaman ini bisa diletakkan di dalam ruangan maupun di luar ruangan, yang penting bisa terkena sinar matahari. Sebab, kaktus merupakan tanaman asli gurun yang habitatnya beriklim kering.

    Saat kaktus ditaruh di luar ruangan bisa menjadi masalah ketika musim hujan. Sebab, jika tidak segera ditaruh ke dalam rumah justru bisa membuatnya tergenang air, apalagi jika hujan lebat.


    Apabila tidak segera diambil tindakan, kaktus tersebut bisa mati. Lalu, bagaimana cara mengatasi kaktus yang tergenang air hujan?

    1. Ganti Pot

    JIka kaktus terendam air hujan sebaiknya segera diganti potnya. Pastikan kamu menggunakan tanah yang sudah diformulasi khusus untuk kaktus dan pot yang digunakan memiliki lubang drainase. Dengan begitu bisa mencegah kaktus terendam air lagi nantinya.

    2. Buang Bagian yang Busuk

    Jika terendam air terlalu lama bisa menyebabkan akar kaktus membusuk. Maka dari itu, saat memindahkan kaktus ke pot baru, kamu juga perlu memperhatikan akarnya.

    Dilansir dari The Spruce, akar kaktus yang sehat warnanya cerah, seperti nadi, dan tidak mudah hancur saat dipindahkan dari pot. Potong bagian akar yang lembek dan kehitaman karena mengindikasikan bagian tersebut sudah busuk.

    Jangan pindahkan kaktus jika masih ada bagian busuk yang menempel. Sebab, bagian yang busuk bisa menyebar dan bisa membahayakan kaktus.

    Pastikan area yang baru dipotong sudah mengering sebelum dipindahkan ke pot baru dan jangan diberi air selama seminggu setelah diganti potnya.

    3. Pasang Atap untuk Lindungi Kaktus dari Hujan

    Dilansir dari Gardening Know How, jika kamu tetap ingin menaruh kaktus di luar rumah, pastikan ada atap peneduh agar kaktus tidak terguyur hujan terus menerus, apalagi belakangan ini sudah masuk musim hujan. Apabila tidak bisa membuat atap peneduh, kamu bisa memasukkan kaktus ke dalam rumah untuk sementara waktu.

    Itulah beberapa cara mengatasi kaktus yang tergenang air hujan. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Material Talang Air Awet Tahan Lama, Kokoh hingga Puluhan Tahun


    Jakarta

    Talang air termasuk bagian vital pada sebuah hunian. Fungsinya untuk mengalirkan air hujan dari atap ke tanah melalui pipa pembuangan. Dengan begitu, air tidak akan menggenang maupun membuat atap rusak.

    Saat akan memasang talang air, penting untuk mempertimbangkan material yang digunakan. Tujuannya agar talang tidak mudah jebol dan tahan lama. Lantas, seperti apa material yang awet untuk talang air?

    Material Talang Air yang Tahan Lama

    Dilansir This Old House, berikut deretan bahan talang air yang masa pakainya awet bertahun-tahun:


    1. Aluminium

    Aluminum roof gutterTalang air aluminium Foto: Getty Images/Luis Diaz Devesa

    Aluminium jadi material yang banyak digunakan untuk talang air. Bahannya ringan, harganya terjangkau, dan cenderung mudah dipasang. Materialnya juga tahan terhadap berbagai cuaca dan iklim.

    Aluminium tahan korosi dan dapat bertahan hingga 20 tahun. Material satu ini kuat menahan benturan cukup keras tanpa menimbulkan pecah atau retak. Namun, aluminium rentan penyok dan bengkok terutama jika terkena benda atau peralatan berat.

    2. Baja

    Talang air baja galvanisTalang air baja galvanis Foto: Getty Images/michael1959

    Baja termasuk material talang air yang paling kokoh. Terdapat dua bahan baja yang kerap dipakai: galvanis dan tahan karat (stainless).

    Baja galvanis berlapis seng di permukaannya sehingga meningkatkan daya tahannya terhadap cuaca dan mencegah karat. Masa pakainya hingga 20 tahun, pemasangannya lebih mudah, dan harganya tidak terlalu mahal.

    Namun jika lapisan sengnya terkikis, baja akan mulai berkarat. Apalagi jika rumah di wilayah dekat laut, air asin yang menguap di udara mampu merusak lapisan baja lebih cepat.

    Sementara baja stainless mengandung paduan 10-30% kromium, sehingga lebih tahan karat. Jenis baja ini dapat bertahan hingga 25 tahun. Ketahanannya akan cuaca lebih baik, tetapi biayanya cenderung mahal dan lebih sulit dipasang.

    3. Tembaga

    Tembaga juga banyak dipilih untuk talang air dan atap. Materialnya tahan cuaca dan korosi serta bisa awet sampai 50 tahun jika dirawat dengan baik. Tembaga memiliki sifat algisida dan fungisida alami sehingga mencegah pertumbuhan jamur dan lumut pada talang.

    Talang dari tembaga memiliki nilai estetika tinggi. Saat pemasangan biasanya akan dipoles dengan pelapis untuk mempertahankan kilau metaliknya. Dengan begitu mampu menambah kesan megah pada rumah.

    Sayangnya, tembaga termasuk material talang paling mahal. Bahannya tidak sekuat baja dan memerlukan pemeliharaan rutin khusus.

    4. Seng

    Talang Air SengTalang air seng Foto: Getty Images/OceanProd

    Talang air dapat dibuat dari seng. Bahannya tahan korosi dan dapat bertahan lama. Patina seng membuat permukaan luarnya terlindungi dari pelapukan.

    Namun lapisan seng rentan rusak akibat udara pantai. Pemasangan seng juga tidak boleh dibarengi dengan atap kayu karena limpasan asamnya bisa merusak atap.

    5. Kayu

    Mengutip Leafguard Gutters, kayu juga bisa dipakai untuk material talang air tapi penggunaannya cukup jarang. Materialnya cukup awet namun harganya mahal karena umumnya terbuat dari kayu cedar tua.

    Nah, itu tadi sederet material talang air yang tahan lama. Talang air logam cenderung lebih awet dibanding terbuat dari plastik yang biasanya rentan rusak.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Musim Hujan Bisa Bikin Dinding Lembap, Hati-hati Struktur Rumah Bisa Rusak!



    Jakarta

    Saat musim hujan seperti saat ini, salah satu masalah yang muncul di rumah adalah dinding lembap. Kondisi ini tak bisa diremehkan, sebab dinding lembap dapat menimbulkan kerusakan seperti cat terkelupas, rembesan, kerusakan struktur rumah serta suasana rumah jadi dingin.

    Artikel ini membahas mengenai cara mengatasi dinding lembap. Sebelum bahas itu ada baiknya kamu tahu penyebab dinding rumah bisa lembap. Mengutip dari Livspace, berikut pembahasannya.

    Penyebab Dinding Bisa Lembap

    Ada beberapa hal yang menyebabkan dinding menjadi lembap. Berikut penyebab umumnya.


    • Kelembapan dari tanah dapat naik ke atas permukaan tanah dan merusak dinding
    • Percikan air hujan dapat mengakibatkan bocor dari dinding sehingga menimbulkan rembesan atap yang miring dapat menampung air yang dapat meresap ke dalam rumah dan menyebabkan retakan
    • Pipa drainase yang tersumbat dapat menampung air dan menyebabkan dinding menjadi lembap
    • Bahan Dinding berkualitas rendah yang digunakan dalam konstruksi
    • Pipa talang air yang bocor
    • Terdapat kebocoran atap

    Cara Mencegah Dinding Lembap

    Ada beberapa cara mencegah dinding lembap yang dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, berikut di antaranya.

    1. Periksa Retakan pada Dinding

    Tanpa kamu sadari, dinding rumah bisa saja terdapat retakan. Retakan ini biasanya mulai muncul di dekat kusen pintu dan jendela. Retakan memungkinkan kelembapan masuk ke dalam struktur bangunan rumah dan menyebabkan bercak lembap dan rembesan di dinding.

    Oleh karena itu, salah satu solusi terbaik adalah dengan mengisinya dengan dempul. Setelah celah dan retakan terisi, semua plester yang lepas harus dihilangkan lalu dinding perlu dicat ulang dengan cat tahan air. Pastikan kamu melakukan ini sebelum musim hujan dimulai.

    2. Buat Dinding dan Atap rumah jadi Tahan Air

    Terdapat banyak cat eksterior di pasaran yang digunakan pada bangunan bersifat permeabel dan memungkinkan air meresap ke dalam dinding bagian dalam.

    Untuk mencegah rembesan air pada dinding, lapisan kedap air eksterior dapat diaplikasikan pada dinding luar. Lapisan kedap air akan menjadi lapisan pelindung, mencegah hujan dan kelembapan, sehingga mencegah dinding menjadi lembap.

    Membuat atap tahan air juga dapat membantu kamu mengatasi kelembapan pada dinding bagian dalam. Atap rumah terkena kondisi cuaca buruk dan air dapat dengan mudah menumpuk di permukaan, mengakibatkan kebocoran dan tambalan lembap. Atap idealnya memiliki lapisan kedap air yang berfungsi sebagai penutup dan mencegah rembesan air.

    Dampak Kelembapan pada Dinding Rumah

    Kelembapan pada dinding dapat mempengaruhi kondisi bagian dalam rumah sebagai berikut.

    1. Rusaknya Struktur Rumah

    Kelembapan pada dinding yang tidak ditangani dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan hancurnya struktur rumah. Hal ini dapat menyebabkan pembusukan bahan bangunan seperti kayu, batu bata, dan semen. Kehadiran air yang konstan dapat menyebabkan tumbuhnya jamur di dinding dan selanjutnya menimbulkan korosi.

    2. Kayu Membusuk

    Kelembapan pada dinding juga dapat menyebabkan pembusukan pada kayu. Jamur mulai tumbuh pada kayu, merusaknya dari dalam, sehingga mengakibatkan kayu retak dan menjadi bubuk. Hal ini mungkin terjadi pada rumah yang berventilasi buruk.

    3. Cat Dinding Terkelupas

    Saat bagian dalam dinding sudah lembap, kamu akan melihat bercak muncul di sana. Pada tahap selanjutnya, kamu mungkin juga melihat cat akan mulai terkelupas. Selain mempengaruhi hasil akhir cat, kelembapan juga dapat menyebabkan bau tidak sedap yang dapat menimbulkan masalah kesehatan.

    Demikian penyebab dinding lembap dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada Musim Hujan, Ini 4 Tanda Dinding Rembes dan Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, sering ditemukan masalah pada bangunan, salah satunya adalah dinding rembes. Kebocoran pada bagian rumah seperti dinding rembes ini dapat merusak rumah.

    Penyebab dari dinding yang rembes bukan hanya air hujan yang masuk ke dalam retakan dinding, melainkan bisa dipicu adanya pipa air yang bocor, talang air yang rusak, water heater yang rusak, dan kebocoran pada bagian atap.

    Air hujan yang masuk ke dinding membuat tingkat kelembapannya meningkat dan memicu jamur tumbuh di permukaan dinding. Kamu bisa langsung mengetahui dinding rumah rembes atau tidak dengan melihat kondisi dinding di rumah. Dilansir Forbes Home, berikut beberapa tanda dinding di rumah mengalami rembes.


    Tanda-tanda Dinding Rembes

    1. Bau Apak

    Tanda pertama dinding rembes adalah tercium bau lembap atau apak. Bau seperti ini biasa kamu cium saat hujan turun. Jika kamu mencium bau seperti ini bisa segera cek area dinding yang bersinggungan langsung dengan area luar. Bagian dinding atas dekat atap juga perlu dicek.

    2. Jamur

    Area yang lembap adalah tempat yang tepat untuk berkembangnya jamur. Keberadaan jamur merupakan bukti nyata jika area dinding tersebut terjadi rembesan. Warna jamur yang muncul ini beragam, bisa berwarna hitam, hijau, oranye, atau coklat.

    3. Gelembung pada Dinding

    Tanda kedua dinding mengalami rembes adalah munculnya gelembung. Penyebabnya adalah air masuk ke balik cat dinding sehingga membentuk gelembung pada permukaan dinding. Jika kamu memakai cat lateks, air yang tertampung di dalam cat tersebut tidak mudah pecah karena cat ini memiliki sifat fleksibel.

    4. Cat Dinding Mengelupas

    Air yang masuk ke dinding dapat merusak perekat pada cat atau wallpaper. Akibatnya cat dinding jadi mudah terkelupas dan mengotori lantai. Dinding yang tidak dilapisi cat akan lebih mudah kotor dan menyisakan noda putih yang bertekstur.

    Cara Mencegah Dinding Rembes

    Dinding yang rembes harus segera ditangani agar tidak menimbulkan kerusakan lebih parah. Tumbuhnya jamur di dinding juga dapat mengakibatkan masalah kesehatan. Dalam catatan detikcom, berikut beberapa cara mencegah dinding rembes.

    1. Waspadai Retak Rambut di Dinding

    Dinding yang retak bisa menjadi akses masuk air ke dalam dinding. Cara untuk mengatasi retak rambut adalah membersihkan sisa cat yang menempel dari permukaan dinding. Lapisan cat dasar menggunakan lapisan semen super dan semen perbandingan 1 : 1,25. Semen super dan semen berfungsi menutup retak rambut pada dinding, mengikat sisa debu dan kotoran. Selain itu, juga meningkatkan daya lekat waterproofing. Setelah kering dapat dilanjutkan dengan proses pelapisan waterproofing pada dinding. Lakukan 2 kali secara bertahap.

    2. Lapisi dengan Cat Waterproofing

    Cat dinding yang bagus dan anti rembes perlu dilapisi dengan cat waterproofing yang memang berguna untuk mencegah air masuk ke dinding. Khusus untuk bagian dinding kamar mandi, kamu harus memilihnya dengan tepat karena rentan lembap.

    3. Pastikan Acian Dinding Kering

    Masalah tidak akan bisa diatasi apabila ternyata sumber kerusakan ada pada acian yang tidak sempurna. Meskipun dilapisi cat waterproofing sekalipun tidak akan menjamin air tidak akan tembus.

    Maka dari itu, perlu dilakukan plester dan pengacian ulang pada dinding bagian luar. Proses acian berguna menutupi semua pori-pori menggunakan bahan campuran seperti batu bata dan lainnya (plester). Pastikan acian dinding kering lalu beri waterproofing setelahnya. Kemudian, periksa dinding bagian dalam rumah setelah bagian luarnya selesai diperbaiki.

    4. Perbaiki Sumber Kerusakan

    Sebenarnya jika ketiga cara di atas sudah dilakukan, rembesan pada dinding kemungkinan besar tidak mudah terjadi. Namun, apabila ternyata muncul tanda-tanda rembesan, kamu perlu memeriksa talang air, pipa air, dan sumber-sumber air di rumah. Apabila ditemukan kerusakan harus langsung diperbaiki.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Jurus Jitu Atasi Dinding Rembes Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Masalah kerap muncul di rumah ketika musim hujan tiba. Air hujan bisa saja menembus rumah sampai mengakibatkan dinding rembes.

    Dinding rembes saat hujan bisa terjadi karena bata yang digunakan memiliki pori yang dapat menyerap air. Jika tidak segera diatasi, rumah kamu bisa tergenang air, bangunan menjadi rusak, dan masalah lainnya bakal bermunculan.

    Nah kalau mengalami dinding rembes, kamu harus mencari tahu akar penyebabnya. Kamu bisa meminta bantuan ahli bangunan untuk memeriksa rumah dan mencarikan solusi yang tepat.


    Selain itu, kamu bisa mencoba jurus jitu berikut ini buat mengatasi dinding rembes seperti yang dilansir dari All Weather Coating dan waterproofing.com.

    Tips Mengatasi Dinding Rembes

    Inilah cara mengatasi dinding rembes saat musim hujan.

    1. Memperbaiki Sambungan Bangunan yang Rusak

    Saat melakukan renovasi rumah, misalnya menambah bangunan, biasanya akan ada bagian rumah yang disambung dengan bangunan baru.

    Kemungkinan terdapat celah pada sambungan bangunan tersebut yang dapat dilalui air. Celah ini dapat melebar atau rusak seiring waktu.

    Dengan memperbaiki sambungan tersebut, air hujan yang merembes ke dinding dapat teratasi.

    2. Melapisi Retak Rambut

    Retak rambut di dinding dapat terjadi karena perubahan suhu dan kelembaban udara. Kondisi ini dapat membuat air hujan merembes ke dinding.

    Untuk mengatasinya, cobalah melapisi retak rambut dengan menggunakan semen putih dan cat anti air. Tujuannya agar pori-pori di dinding tertutupi sehingga air tidak merembes.

    3. Mengecat Eksterior Rumah

    Bukan hanya untuk keperluan estetika, mengecat bagian eksterior rumah juga dibutuhkan untuk menjaga bangunan dari perubahan cuaca.

    Gunakan cat eksterior berkualitas tinggi yang diformulasikan khusus agar tahan cuaca (weatherproof). Cat weatherproof dapat menjaga tembok rumah dari air hujan dan kelembaban. Dengan begitu, masalah air rembes di dinding saat musim hujan dapat teratasi.

    4. Membersihkan Saluran Pembuangan Air

    Sistem drainase atau pembuangan air merupakan bagian penting dari sebuah rumah. Masalah yang terjadi pada drainase dapat menyebabkan kebocoran.

    Bila dinding rumah kamu terkena rembesan air hujan, cobalah periksa talang air hujan di rumah. Bisa jadi ada kotoran yang menghambat aliran pembuangan air.

    5. Memperbaiki Pipa yang Rusak

    Selain karena penyumbatan, pipa pembuangan air hujan yang rusak juga dapat menyebabkan kebocoran. Misalnya pipa retak, bocor, atau sambungan antarpipa longgar.

    Memperbaiki pipa yang rusak cenderung rumit, apalagi bila ditanam di dalam tembok rumah. Oleh karena itu, kamu mungkin memerlukan jasa ahli bangunan untuk memperbaikinya.

    6. Mengaplikasikan Sealant pada Dinding

    Cara mengatasi dinding rumah yang rembes saat musim hujan juga bisa dengan cara melapisi dinding dengan sealant.

    Sealant dapat diaplikasikan pada mortar (semen sambungan antarbata). Tujuannya untuk menyerap air ke dalam bata sehingga membantu menahan air agar tidak merembes keluar.

    Namun sebagai catatan, solusi ini hanya dapat mengatasi rembesan air yang muncul sesekali, bukan terus menerus.

    7. Melapisi Dinding dengan Cat waterproof

    Cara lainnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi rembesan air hujan pada dinding yaitu melapisi permukaan dinding dengan cat anti air (cat waterproof).

    Cara ini bisa menjadi solusi praktis yang dapat mengatasi rembesan air dengan cepat. Namun, bila air masih saja merembes, cobalah mencari tahu penyebab utamanya.

    Mungkin saja ada masalah lain, seperti kebocoran pipa, talang air yang tersumbat, dan sebagainya.

    Itulah beberapa cara mengatasi dinding rembes saat musim hujan yang bisa kamu coba di rumah. Pastikan kamu mencari tahu dulu penyebab munculnya rembesan air, agar perbaikan lebih efektif.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Air Keran, Ini Air yang Paling Baik buat Siram Tanaman



    Jakarta

    Tanaman sebaiknya disiram dengan jumlah dan intensitas yang tepat agar tumbuh optimal. Tak hanya itu, ternyata jenis air yang dipakai buat siram tanaman juga bisa mempengaruhi pertumbuhannya, lho.

    Dilansir dari Spectrum News 1, ternyata air hujan merupakan opsi terbaik untuk menyiram tanaman. Soalnya, hujan memiliki kandungan bermanfaat yang tidak dapat oleh air keran yang biasa kita gunakan.

    Nggak heran, pekarangan rumah yang baru disiram air hujan yang lebat tampak lebih segar. Namun, apa yang membuat air hujan lebih unggul daripada air keran ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Kenapa Air Hujan Paling Bagus buat Siram Tanaman?

    Air hujan baik untuk pertumbuhan tanaman karena mengandung nitrogen. Lalu, air hujan juga mengandung lebih banyak oksigen daripada air keran, sehingga membantu tanaman tumbuh lebih subur.

    Belum lagi ada senyawa karbon dioksida yang terbawa oleh air hujan. Karbon dioksida dapat membantu melepaskan nutrisi penting bagi tanaman.

    Di sisi lain, air keran biasanya mengandung natrium yang dalam jumlah banyak dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan sistem akar. Kamu bisa melihat endapan putih pada daun yang merupakan residu dari natrium. Tentunya hal ini bisa beracun dan merusak tanaman.

    Hujan biasanya turun menyirami tanaman secara lebih merata tanpa meninggalkan celah. Aliran dari air hujan pun akan membersihkan endapan mineral, debu, dan polutan yang menutupi daun tanaman. Oleh karena itu, air hujan sangat penting untuk kesuburan tanaman.

    Namun, bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan air keran. Jika cuaca sedang kering dan jarang hujan, pastikan untuk tetap memberi pasokan air yang cukup pada tanaman meski dari keran.

    Di samping itu, penting untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk menyiram tanaman. Kamu bisa mengecek sendiri kelembapan tanah menggunakan jari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bisakah Gugat Pengembang Jika Komplek Perumahan Banjir hingga Bikin Rugi?



    Jakarta

    Tentu tidak ada yang mau membeli rumah di kawasan yang rawan banjir. Oleh karena itu penting untuk memastikan rumah yang kamu hendak apakah berada di wilayah rawan banjir atau tidak.

    Namun, jika kamu sudah terlanjur beli rumah di komplek perumahan yang sering banjir, apakah bisa menggugat pengembang? Ini penjelasannya.

    Banjir tentu sangat merugikan pemilik rumah karena dampaknya akan langsung terasa. Aktivitas pemilik terhambat, kerugian harta benda, hingga masalah kesehatan.


    Dalam ulasan yang dikutip dari Hukum Online, sebenarnya sudah ada aturan hukum yang mengatur soal tanggung jawab pengembang perumahan.

    Agar tidak terjadi banjir di komplek perumahan, pihak pengembang wajib menyediakan drainase/saluran pembuangan air hujan. Ada pula beberapa standar yang perlu dipenuhi oleh pengembang sebelum membangun perumahan, berikut diuraikan standar prasarananya.

    Standar prasarana yang perlu dipenuhi oleh pengembang, minimal meliputi:

    1. Jaringan jalan
    2. Saluran pembuangan air hujan atau drainase
    3. Penyediaan air minum
    4. Saluran pembuangan air limbah atau sanitasi
    5. Tempat pembuangan sampah

    Berdasarkan ketentuan tersebut, disimpulkan bahwa drainase atau saluran pembuangan air hujan adalah salah satu prasarana yang perlu disiapkan dan dipastikan oleh pengembang sebelum membangun suatu perumahan.

    Adapun pemasaran lewat sistem Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) cuma bisa dilaksanakan setelah persyaratan terpenuhi. Misal terbangunnya prasarana, sarana, dan utilitas umum seperti drainase/saluran pembuangan air hujan.

    Wajib hukumnya pelaku pemasaran memberi informasi yang jelas, sebenar-benarnya, dan menjamin kepastian tentang kondisi fisik dan perencanaan yang ada terhadap masyarakat saat melaksanakan pemasaran. Dikarenakan informasi ini adalah hal yang diperjanjikan di PPJB.

    Jika ternyata didapati tidak adanya drainase/saluran pembuangan air hujan yang disediakan oleh pengembang, dan menyebabkan kebanjiran di perumahan tersebut. Maka sebagai pembeli, kamu bisa menggugat pengembang atas perbuatan melawan hukum.

    Sebagai konsumen, kamu bisa menggugat pengembang lewat pengadilan atau Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Jangan lupa untuk terlebih dahulu mempelajari dan mengumpulkan bukti kesalahan pengembang.

    Perlu dicatat, sebelum melakukan penggugatan kamu harus memastikan kalau banjir tersebut adalah murni kesalahan pengembang. Mengingat bahwa banjir juga termasuk peristiwa alam.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Bikin Halaman yang Bisa Cegah Banjir Masuk Rumah


    Jakarta

    Rumah dengan dataran rendah rawan mengalami banjir ketika hujan deras. Air hujan bisa menggenang dan masuk rumah, sehingga membanjiri seisi ruangan.

    Jika rumah kamu rawan banjir, sebaiknya lakukan pencegahan untuk mengurangi dampaknya. Kamu bisa membuat penghalang di halaman rumah agar air tidak masuk.

    Lantas, apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah banjir masuk rumah? Simak cara memperbaiki halaman agar air tidak masuk rumah saat hujan deras.


    Tips Cegah Banjir Masuk Rumah

    Inilah cara menangkal banjir masuk rumah seperti yang dikutip dari Home Hard Ware.

    1. Bangun Tembok Penahan

    Kamu bisa menghalau air masuk ke rumah dengan membangun dinding penahan di halaman rumah yang memiliki lanskap tanah rendah dan datar. Dinding penahan ini bisa dibuat dari pasir atau kerikil yang cepat kering. Penggunaan kedua jauh lebih baik dibandingkan tanah liat.

    Lalu, tambahkan juga aliran air yang mengarah ke selokan. Dengan begitu, kamu dapat menghindari genangan air di depan tembok tersebut.

    2. Gunakan Paving Block di Halaman

    Kemudian, gunakan paving block di halaman rumah supaya air bisa meresap atau mengalir di sela-selanya. Ada beberapa macam paving block yang bisa kamu pilih sesuai preferensi. Berikut ini jenis-jenis paving blocknya.

    • Pavers beton: Pemasangan beton bercelah yang bisa dimasukkan kerikil atau pasir yang memungkinkan drainase yang cepat.
    • Beton & aspal berpori: Jenis jalan yang memiliki kisi-kisi udara yang memungkinkan penyerapan air.
    • Plastic Grid: Sebuah plastik yang memiliki bolongan di setiap kotaknya. Plastic Grid kerap digunakan untuk media penanaman rumput di halaman, bisa pula dimasukkan batu kerikil hingga pasir. Garis kotak dari plastic grid itu cukup kuat untuk diinjak sehingga cocok digunakan di taman.

    3. Tambahkan Tanaman

    Selain memperbaiki bagian depan halaman, perlu ada tanaman atau pohon untuk menyerap air dan mencegah struktur tanah semakin turun.

    Namun, pastikan memilih tempat yang aman untuk menanam pohon. Jangan sampai pohon tumbang dan membahayakan rumah saat terjadi angin puting beliung.

    Jarak minimal penanaman pohon besar yang tingginya di bawah 8 meter harus berjarak minimal 3 meter dari bangunan. Untuk pohon 8-15 meter minimal penanaman 4-6 meter. Sementara untuk pohon lebih dari 15 meter jarak minimalnya 10-15 meter.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Buruan Cek! 4 Titik Ini Rawan Alami Kebocoran di Rumah


    Jakarta

    Rumah bocor adalah salah satu masalah yang kerap terjadi, terutama saat musim hujan tiba. Pemilik rumah harus lebih memperhatikan dan merawat rumah untuk mencegah kebocoran.

    Sebab, rumah yang mengalami kebocoran berisiko menimbulkan kerusakan yang berkelanjutan pada bangunan rumah. Air yang menerobos ke dalam rumah membuat bangunan rumah menjadi lembap.

    Oleh karena itu, kamu perlu tahu titik-titik rawan bocor di rumah. Berikut ini tempat berpotensi mengalami kebocoran saat hujan, dikutip dari Homes & Gardens.


    Titik Rawan Bocor di Rumah

    Inilah beberapa lokasi di rumah yang kerap kali terjadi bocor ketika hujan.

    1. Talang Air

    Talang air yang tersumbat bisa menyebabkan luapan air dan kebocoran. Jika dibiarkan, luapan air bisa menimbulkan kerusakan pada rumah.

    Oleh karena itu, kamu perlu melakukan pemeriksaan rutin pada atap dan talang air untuk mencegah kebocoran ketika turun hujan.

    2. Jendela Atap atau Skylight

    Mempunyai skylight atau jendela pada atap adalah cara yang bagus untuk menambah pencahayaan alami rumah. Namun, Skylight juga merupakan salah satu area yang rawan bocor.

    Biasanya kebocoran terjadi karena ada kerusakan segel yang sudah aus seiring waktu. Untuk memperbaikinya, kamu cukup memasang segel baru atau pendempulan.

    Selain itu, retakan pada kaca juga bisa jadi penyebab kebocoran. Sebaiknya kamu segera mengganti seluruh kaca kalau menemukan retakan.

    3. Jendela dan Pintu

    Kebocoran juga bisa terjadi pada area jendela dan pintu rumah. Air hujan masuk melalui retakan dan celah pada dua tempat itu.

    Pastikan jendela dan pintu tertutup rapat selama hujan dan perbaiki retakan dan celah pada jendela dan pintu.

    4. Lembah Atap

    Lembah atap adalah titik pertemuan dua bagian atap yang membentuk palung. Tempat ini mengarahkan limpasan air, tetapi juga merupakan titik rawan kebocoran.

    Air yang terperangkap bisa menyebar dan mengganggu flashing atap, sehingga menimbulkan peluang kebocoran.

    Itulah beberapa titik yang rawan bocor di rumah saat terjadi hujan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com