Tag: air keran

  • Jangan Langsung Pakai Air Keran untuk Akuarium Ikan di Rumah, Berisiko!


    Jakarta

    Bagi pemilik ikan hias, menggunakan air keran untuk mengisi akuarium kerap jadi pilihan paling mudah. Tinggal buka keran, isi wadah, dan akuarium pun penuh.

    Namun, langkah cepat ini justru bisa membawa masalah besar untuk ikan. Air keran yang terlihat bersih belum tentu aman bagi makhluk air, terutama jika tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

    Dilansir dari situs resmi Florida Department of Agriculture & Consumer Services (FDACS), Minggu (2/11/2025), air keran tidak boleh langsung digunakan untuk akuarium karena bisa saja mengandung disinfektan seperti klorin dan kloramin. Bahan kimia ini memang berguna untuk membunuh bakteri berbahaya pada air konsumsi manusia, tetapi bersifat toksik bagi ikan dan dapat merusak sistem pernapasan mereka.


    Bahaya Pakai Air Keran Langsung untuk Ikan

    Klorin dan kloramin bersifat toksik bagi organisme air. Kontak langsung bisa mengiritasi insang, mengganggu kemampuan ikan bernapas, dan menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Selain itu, air keran juga kerap memiliki pH dan tingkat kesadahan yang bervariasi di tiap daerah. Ketidaksesuaian kondisi air membuat ikan lebih mudah stres dan rentan terserang penyakit.

    Dikutip dari laman Petco, kualitas air adalah faktor utama dalam menjaga kesehatan ikan, dan air yang tidak diproses dengan benar bisa menimbulkan masalah besar bagi akuarium rumahan.

    Cara Mengolah Air Keran agar Aman untuk Aquarium

    Ada beberapa teknik sederhana untuk membuat air keran aman bagi ikan. Masih dilansir dari Petco, cara paling efektif adalah menggunakan water conditioner atau dechlorinator khusus akuarium. Produk ini dapat dibeli pada toko ikan dan dirancang untuk menetralkan klorin dan kloramin secara cepat sehingga air siap digunakan dalam hitungan menit.

    Dilansir dari FDACS, air keran juga bisa didiamkan selama 24-48 jam di wadah terbuka agar klorin menguap secara alami, meskipun metode ini kurang efektif untuk kloramin. Penggunaan karbon aktif sebagai media filtrasi juga direkomendasikan untuk membantu menyerap bahan kimia yang tersisa dalam air.

    Sebagai langkah tambahan, mengecek parameter air seperti pH dan kesadahan sebelum memasukkan air ke akuarium bisa membantu menjaga stabilitas ekosistem akuatik.

    Tips Saat Mengganti Air Aquarium

    Walau air sudah diproses, penggantian tetap perlu dilakukan bertahap. Penggantian sekitar seperlima hingga sepertiga volume air membantu mencegah stres pada ikan dan menjaga keseimbangan bakteri baik. Penting pula memastikan suhu air pengganti serupa dengan suhu air akuarium agar ikan tidak mengalami temperature shock.

    Air keran tetap bisa digunakan untuk akuarium, asalkan melalui proses penetralan terlebih dahulu. Dengan langkah sederhana seperti penggunaan dechlorinator, pengendapan air, atau filtrasi karbon aktif, ikan dapat hidup lebih sehat dan terhindar dari bahaya zat kimia beracun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 4 Penyebab Air Keran Muncrat Ketika Dibuka dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Ketika kenop keran air diputar atau ditarik, biasanya air keluar secara perlahan. Tetapi pernahkah kamu mengalami air keran muncrat tepat saat kamu membuka keran tersebut?

    Air keran yang muncrat ini bisa membuat pakaian dan benda di depannya basah karena tekanan air yang keluar terlalu besar dan menyebar.

    Kondisi aliran air ini ada yang sementara dan ada pula yang terjadi terus menerus. Biasanya yang sementara itu aliran airnya akan kembali normal setelah pembukaan keran kedua. Namun ada pula air keran yang muncrat yang memang alirannya melebar sehingga kamu perlu mengecilkan jumlah air yang keluar agar pakaian tidak basah.


    Sebenarnya apa yang menyebabkan air keran muncrat saat baru akan digunakan. Melansir dari Angi pada Kamis (14/3/2024), berikut beberapa penyebabnya.

    1. Pipa Saluran Air Dimatikan

    Saluran air yang sudah lama tidak digunakan karena pemilik rumah pergi berlibur atau jarang berada di rumah membuat air jarang digunakan.

    Otomatis tidak ada yang memberikan tekanan untuk air mengalir ke atas dalam jangka waktu yang cukup lama. Maka, pada saat kembali digunakan, akan terdengar suara pipa kosong, baru setelah itu air keluar dengan memuncrat.

    Jika kamu mengalami hal serupa, kamu tidak perlu melakukan perbaikan pada saluran air. Cukup gunakan keran air seperti biasa setiap harinya, air bisa kembali mengalir dengan lancar seperti semula.

    2. Lubang Penyaring Keran Tersumbat

    Pada lubang keran air, kerap dipasang penutup berupa luban-lubang kecil untuk menghasilkan aliran air yang lebih konsisten dan bebas percikan. Lubang ini merupakan mencampurkan air dan udara untuk membuat aliran air lebih lancar.

    Apabila aliran keran air muncrat, bisa jadi dikarenakan penyaring keran ini tersumbat. Sehingga air keluar deras dan keras. Jika memang tersumbat, kamu bisa membuka lubang penyaring keran tersebut dengan diputar. Setelah itu sikat bagian lubang dan dalamnya. Biasanya penyebab tersumbatnya karena lumut yang menumpuk

    3. Kerusakan pada Keran Cartridge

    Jika kamu memiliki keran yang cara membuka alirannya dengan diangkat dan ditutup, keran tersebut bernama cartridge. Katup keran cartridge yag rusak atau kotor bisa menghambat aliran air yang keluar dan menyebabkan keran air muncrat.

    Solusinya jika katup keran cartridge rusak, kamu perlu menggantinya dengan yang baru. Apabila kotor kamu bisa membukanya dan membersihkan pada bagian tutup dan tubuh dalamnya.

    4. Pipa Air Retak

    Pipa air yang retak memberikan akses udara masuk ke dalam aliran air. Cara mengetahui tanda-tanda kebocoran air pada pipa rusak diantaranya terdapat noda air di dinding seperti rembesan, tercium bau lapuk, keran air terasa longgar, keran air muncrat setiap dibuka.

    Cara memperbaiki pipa air yang retak tergantung pada tingkat kerusakannya. Jika retaknya parah maka kamu perlu menggantinya dengan yang baru, namun apabila masih bisa ditambal gunakan dengan lem fiber, dempul epoksi, serta selongsong karet dan jepitan. Minta bantuan ahli agar perbaikan pipa yang retak cepat.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Keran Berwarna Coklat, Bahaya Nggak Sih?


    Jakarta

    Ada kalanya saat kita mandi ataupun mencuci piring, air yang keluar dari keran adalah air berwarna coklat, kemerahan, atau kekuningan. Masalah ini adalah masalah yang cukup sering terjadi di rumah.

    Kebanyakan orang biasanya berpikir bahwa air yang berwarna coklat adalah air yang tercampur kotoran ataupun lumpur. Hal tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Lantas apa penyebab air berwarna coklat? Dan apakah air ini berbahaya? Melansir dari laman Order A Plumber, simak jawabannya di bawah ini.

    Apa Penyebab Air Berwarna Coklat?

    Air berwarna coklat yang keluar dari keran bukanlah kotoran ataupun lumpur. Air yang berwarna kemerahan, kekuningan, atau coklat sering kali disebabkan oleh endapan mineral, lumpur, atau pipa yang terkorosi. Besi dan mangan merupakan penyebab umum air keran berwarna coklat. Biasanya air berwarna coklat juga memiliki bau yang tidak sedap.


    Jika air berwarna coklat ini hanya keluar dari beberapa keran yang ada di rumah, berarti pipa yang terkorosi adalah pipa di sekitar keran tersebut. Namun, jika air di seluruh rumah ternyata berwarna coklat, tandanya pencemaran ini berasal dari sumber air utama. Kamu bisa melaporkan masalahnya ke perusahaan yang mengalirkan air ke rumah kamu atau PDAM.

    Pipa Air Baru atau Rusak

    Ini adalah penyebab paling umum dari perubahan warna air menjadi coklat di rumah. Gangguan dan perubahan tekanan yang disebabkan oleh sakelar mungkin menyebabkan karat lama masuk ke sistem pipa air rumah kamu dan membuat airnya menjadi berwarna coklat. Namun, Jika kamu belum memperbarui pipa baru-baru ini, bisa jadi pipa air tersebut saat ini rusak dan perlu diganti.

    Konstruksi

    Puing dan lumpur dari konstruksi di sekitar mungkin mencemari sumber air di rumah kamu. Biasanya, jika ini masalahnya, air akan berwarna normal kembali dalam beberapa jam.

    Pipa Terkorosi

    Pipa air yang berkarat atau terkorosi adalah penyebab umum lainnya dari perubahan warna air dari keran kamu. Karat dapat keluar dari pipa-pipa ini dan mencemari pasokan air. Hal ini akan lebih sering terjadi dan menjadi lebih jelas seiring dengan meningkatnya tekanan air dan laju aliran.

    Masalah Water Heater

    Masalah pada water heater juga bisa menjadi penyebab air berwarna coklat. Jika air yang berubah warna hanya berasal dari air panas, maka water heater kamu adalah penyebab masalahnya. Untuk masalah ini, solusinya adalah kamu harus memeriksa dan memperbaiki water heater kamu.

    Apakah Air Berwarna Coklat Berbahaya?

    Banyak pemilik rumah yang belum pernah menghadapi masalah ini khawatir bahwa air berwarna coklat, berubah warna, atau keruh dapat mengancam kesehatan mereka. Tapi, kamu tidak perlu khawatir karena biasanya air yang berubah warna tidak beracun atau berbahaya. Meskipun hal ini bergantung pada mineral dan sedimen yang menimbulkan masalah, zat besi dan mangan dalam air keran tidak berbahaya.

    Walaupun tidak berbahaya, zat besi dan mangan yang terkandung dalam air bisa mengubah warna, bau, menodai pakaian, dan menyebabkan gatal-gatal dalam jangka pendek. Kamu tidak perlu khawatir jika tidak sengaja memakai atau terkena air ini. Namun, jika masalah ini tidak segera ditangani, bisa berbahaya dan menjadi tempat berkembang biaknya kuman.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Ampuh buat Pastikan Air Keran di Rumah Bersih dan Jernih


    Jakarta

    Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia, sehingga harus tersedia di setiap rumah. Akan tetapi, terkadang air keran di rumah belum tentu aman dan jernih untuk digunakan, apalagi dikonsumsi.

    Penting sekali memastikan kualitas air di rumah, sebab air kotor bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Pastinya kamu nggak mau sampai sakit perut atau terkena penyakit kulit, kan?

    Nah, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk memastikan air keran di rumah tetap bersih dan jernih. Yuk, simak tips berikut ini yang dilansir dari Angi, Kamis (20/6/2024).


    Tips Bikin Air Keran Jernih

    1. Gunakan Pitcher Penyaring Air

    Tentunya cara termudah untuk meningkatkan kualitas air keran adalah dengan menggunakan pitcher penyaring air. Pitcher ini dilengkapi dengan filter yang bisa menghilangkan partikel-partikel kecil dan bahan kimia dari air. Cukup isi pitcher dengan air keran dan biarkan filternya bekerja. Hasilnya adalah air yang lebih jernih dan segar untuk diminum.

    2. Pasang Filter pada Keran

    Kalau kamu pengin solusi praktis, coba pertimbangkan untuk memasang filter langsung pada keran air di rumah. Filter keran ini bisa dengan mudah dipasang tanpa perlu alat khusus. Dengan filter tersebut, air akan disaring air saat kamu menggunakannya untuk minum atau memasak. Ini adalah cara yang efisien untuk mendapatkan air bersih kapan pun kamu membutuhkannya.

    3. Investasikan pada Sistem Filter Seluruh Rumah

    Selain itu, pertimbangkan untuk berinvestasi pada sistem filter seluruh rumah. Sistem ini akan membersihkan air pada titik masuk utama ke rumahmu, termasuk air yang digunakan untuk mandi, mencuci pakaian, dan alat-alat rumah tangga lainnya. Dengan berbagai pilihan sistem yang tersedia, kamu bisa bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

    4. Rutin Ganti Filter

    Jika sudah menggunakan pitcher penyaring air atau filter keran, pastikan untuk mengganti filternya secara teratur sesuai dengan panduan produsen. Filter yang sudah terlalu lama digunakan mungkin tidak lagi efektif dalam menyaring air dengan baik. Penggantian filter secara berkala akan memastikan air yang kamu gunakan selalu bersih.

    5. Tes Kualitas Air

    Selanjutnya, pastikan air di rumah jernih dan aman dengan melakukan tes kualitas air. Kamu bisa menggunakan tes kit air rumah tangga atau bahkan menghubungi laboratorium profesional. Hasil tes ini akan memberi kamu gambaran tentang kualitas air di rumah dan apakah ada masalah tertentu yang perlu diatasi.

    Dengan menerapkan tips di atas, kamu bisa memastikan air keran di rumah tetap jernih dan aman untuk digunakan. Kesadaran akan kualitas air adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan kamu di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Dia 5 Penyebab Mesin Pompa Air Mati dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Setiap rumah harus mempunyai aliran air bersih untuk menunjang kehidupan penghuninya. Namun, terkadang ada saja masalah seperti mesin pompa air mati, sehingga kamu tidak bisa mendapatkan aliran air.

    Tentu seisi rumah bisa kerepotan kalau sampai kesulitan air. Nah, kalau mesin pompa air mati, segera cari tahu penyebabnya agar tahu cara mengatasinya.

    Lantas, apa yang bisa menyebabkan pompa air mati? Simak penjelasannya berikut ini yang dikutip dari Rekomend, Selasa (25/6/2024).


    Penyebab Pompa Air Mati Hidup

    1. Kabel Pengontrol Rusak

    Kemungkinan mesin pompa air kamu mati karena kabel pengontrolnya rusak. Pompa air modern biasanya dilengkapi dengan kabel pengontrol atau sensor otomatis. Jika kabel pengontrol tersebut rusak atau tidak berfungsi dengan baik, maka pompa air bisa mati total.

    Kabel pengontrol atau sensor otomatis dapat mematikan pompa air ketika air telah mencapai level yang diinginkan atau pompa air tidak memompa air. Pastikan kabel pengontrol dalam kondisi baik dan bersih.

    2. Masalah Pada Kelistrikan

    Lalu, penyebab utama pompa air mati lainnya adalah masalah pada kelistrikan. Hal ini dapat terjadi jika kabel atau soket tidak terhubung dengan baik atau rusak. Selain itu, tegangan listrik yang tidak stabil juga dapat mempengaruhi kinerja pompa air.

    Kalau ada masalah kelistrikan, pastikan sumber listrik yang digunakan telah cukup kuat dan stabil. Periksa juga kabel dan soket untuk memastikan tidak ada yang kendor atau rusak.

    3. Sumber Air yang Tidak Mencukupi

    Tekanan air yang tidak mencukupi dapat membuat pompa air mati atau tidak berfungsi dengan baik. Hal ini bisa terjadi jika pipa air yang digunakan terlalu kecil atau jika sumber air tidak mencukupi.

    Jika pompa air mati tiba-tiba, cek tekanan air pada sistem instalasi. Pastikan tekanan air mencukupi agar pompa air dapat bekerja dengan baik. Jika tekanan air terlalu rendah, pompa air mungkin tidak akan berfungsi dengan baik atau mati total.

    4. Impeller Rusak

    Selain itu, bisa saja impeller rusak, sehingga mesin tidak dapat memompa air. Impeller adalah bagian pompa air yang berfungsi untuk menghisap dan mendorong air. Jika impeller rusak atau kotor, maka pompa air tidak akan berfungsi dengan baik atau bahkan mati total. Bersihkan impeller secara teratur dan periksa apakah ada kerusakan pada bagian tersebut.

    5. Filter yang Kotor

    Filter pada pompa air berfungsi untuk menjaga kualitas air dan melindungi pompa dari kotoran. Filter yang terlalu kotor, maka pompa air bisa mati atau tidak berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, sebaiknya periksa dan bersihkan filter secara teratur untuk memastikan pompa air dapat berfungsi dengan baik.

    Demikian penyebab dan cara mengatasi pompa air mati. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bikin Sumur Bor Sesuai Dataran Rumah, Ini Kedalaman Idealnya


    Jakarta

    Sumur bor dapat mengeluarkan air dengan kualitas yang lebih baik dari sumber air lainnya. Namun, untuk mendapatkan air yang bersih dan jernih, kamu perlu menentukan kedalaman sumur yang tepat.

    Kedalaman sumur tergantung pada kondisi geografis tempat rumah kamu berada. Rumah di dataran tinggi dan dataran rendam memiliki kedalaman ideal yang berbeda.

    Nah, daripada bingung menentukan kedalaman sumur bor, simak penjelasan berikut ini yang dilansir dari mallardsroups.com, Jumat (28/6/2024).


    Sebenarnya nggak ada masalah membuat sumur bor di daerah dataran rendah atau tinggi asalkan cara pembuatannya yang benar. Perlu dicatat, kamu disarankan untuk tidak membuat sumur bor di daerah rawan banjir.

    Meskipun daerah tersebut punya air yang melimpah namun untuk kualitas air pasti buruk, bahkan jika kamu telah melakukan pengeboran dengan kedalaman yang ideal.

    Cara Bikin Sumur Bor Berdasarkan Dataran

    1. Dataran Rendah

    Sebenarnya pengeboran tanah dengan kedalaman 4 sampai 10 meter untuk sumur bor pada dataran rendah sudah cukup untuk mendapatkan air bersih yang berlimpah.

    Namun, jika pengeboran dengan kedalaman 4-10 meter struktur lapisan tanah masih berlumpur maka lanjutkan sampai berpasir, berbatu, dan tanah yang keras. Jika masih berlumpur kamu bisa menggunakan pipa casing pada lubang sumur bor agar nanti air akan lewat pipa tersebut sehingga air akan jadi layak konsumsi.

    2. Dataran Tinggi

    Air yang didapat dari dataran tinggi memang akan memiliki kualitas air yang lebih bersih dan jernih sebab air pada dataran tinggi punya kualitas yang baik, terutama daerah dekat pegunungan.

    Pada tingkat kedalaman 20 meter sudah bisa mendapatkan air bersih meskipun kurang maksimal jadi kamu bisa mengebor lebih dalam lagi untuk kualitas air yang lebih bersih dan jernih. Pipa casing bisa dipasangkan pada lubang sumur bor bukan untuk melindungi air dari kotor melainkan melindungi sumur agar terhindar dari longsoran tanah.

    Patokan untuk mendapatkan air bersih bukanlah kapasitas air yang melimpah dan kedalaman tanah. Namun, dengan cara mengidentifikasi struktur tanah sekitar pengeboran sumur bisa mendapatkan sumber air bersih dan jernih.

    Itulah cara membuat sumur bor berdasarkan dataran rumah beserta kedalaman idealnya. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan Air Keran Terus Menetes dan Cara Memperbaikinya


    Jakarta

    Jika kamu mengalami masalah dengan air keran yang terus menetes, bahkan setelah menutupnya, tentu akan sangat mengganggu. Tidak hanya itu, masalah ini juga bisa bikin tagihan air membengkak.

    Untungnya, memperbaiki keran yang bocor atau mengalir terus tidak selalu sulit dan dapat dilakukan sendiri dengan beberapa alat sederhana. Simak panduan ini yang akan membahas langkah-langkah praktis untuk mengatasi masalah ini dan mengembalikan keran kamu ke kondisi normal.

    Penyebab Air Keran Mengalir Terus

    Melansir Mc Roberts Heating, terdapat beberapa kemungkinan penyebab keran bocor, dan mengidentifikasi penyebabnya dapat membantu kamu merencanakan apa yang harus dilakukan selanjutnya.


    Kamu mungkin dapat memperbaiki sendiri beberapa masalah, tetapi yang lain memerlukan layanan profesional. Tukang ledeng bisa menemukan cara baru untuk mengetahui keran bocor dan cara memperbaikinya.

    Kartrid Keran Rusak

    replacing defective ceramic disc cartridge covered with limescale in shower mixer using wrenchkartrid keran/tap cartridge Foto: Getty Images/iStockphoto/asadykov

    Kartrid keran berfungsi untuk mengatur aliran dan suhu air yang keluar, menjadikannya salah satu komponen terpenting. Meskipun kartrid sangat tahan lama, benda itu bisa aus seiring waktu atau kerusakan akibat penumpukan sedimen.

    Sedimen adalah material padat yang mengendap di dasar cairan, biasanya terdiri dari pasir, lanau, dan tanah liat. Sedimen ini dapat menyebabkan erosi, pelapukan, dan pengendapan partikel yang dibawa oleh air, angin, atau es seiring berjalannya waktu.

    Jika kamu mengetahui ukuran kartrid yang diperlukan, kamu mungkin bisa menggantinya sendiri, tetapi kamu akan memerlukan beberapa alat khusus dan pemahaman tentang cara kerja keran. Jika kamu ragu, disarankan untuk menghubungi profesional.

    Masalah Pipa

    Bocornya keran dapat dipicu oleh gangguan pada pipa, seperti retakan, korosi, atau kerusakan akibat akar pohon. Pipa yang rusak dapat menyebabkan fluktuasi tekanan air, yang pada gilirannya menyebabkan keran menetes.

    Namun, kerusakan pipa merupakan masalah serius, dan kurang kemungkinan bahwa itu sendiri akan menyebabkan keran menetes. Jika pipa kamu rusak, kamu mungkin akan mengalami masalah lain, seperti bau tak sedap, perubahan warna air, dan kebocoran yang lebih luas.

    Tekanan Air Tinggi

    Tekanan air yang terlalu tinggi dapat memengaruhi aliran air di pipa kamu. Jika tekanannya berlebihan, air tidak dapat mengalir dengan efektif.

    Kondisi ini dapat menyebabkan penyumbatan, dan jika air tidak menemukan jalan keluar, ia akan mulai menetes dari keran kamu. Seorang tukang ledeng dapat menguji tekanan air kamu dan memberikan solusi untuk menurunkannya jika diperlukan.

    Cara Memperbaiki Keran yang Bocor

    Mengutip dari Selleys, jika kamu mempertimbangkan untuk memperbaiki keran bocor sendiri, berikut adalah beberapa langkah sederhana dan alat yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

    Peralatan yang Diperlukan

    Kamu akan memerlukan kunci pas yang dapat disesuaikan, obeng kepala datar dan kepala silang, kunci L, dan komponen baru seperti kartrid keran atau cincin O, serta kain (opsional).

    Matikan Pasokan Air Utama

    Langkah pertama yang paling penting dalam proses ini adalah mematikan pasokan air ke rumah kamu, untuk mencegah terjadinya banjir di dapur atau kamar mandi secara tidak sengaja.

    Setelah air dimatikan, lakukan pemeriksaan dengan menyalakan keran. Jika tidak ada air yang mengalir, berarti kamu sudah siap untuk memulai.

    Lepas Pegangannya

    Setelah mematikan pasokan air, langkah selanjutnya adalah melepas gagang. Cara melepasnya akan tergantung pada jenis perlengkapan yang kamu miliki.

    Beberapa gagang keran memiliki tutup yang menyembunyikan sekrup di bawahnya dan dapat dibuka dengan obeng pipih.

    Sementara gagang yang menggunakan sekrup grub memerlukan kunci L untuk melonggarkan sekrup sebelum bisa ditarik, dan ada juga gagang dengan tuas yang dapat dibuka untuk mengakses sekrup lainnya.

    Serta gagang yang dapat dilepas tanpa sekrup yang mungkin memerlukan obeng pipih untuk mencungkilnya jika kamu mengalami kesulitan.

    Lepas Kartrid Keran

    Setelah pegangan dilepaskan, kamu akan menemukan kartrid atau batang keran. Sementara beberapa kartrid dapat dilepas dengan tangan, yang lainnya mungkin memerlukan kunci pas untuk membukanya.

    Sebelum mengeluarkan kartrid, disarankan untuk meletakkan kain di bawahnya karena kemungkinan akan ada sedikit air yang bocor.

    Periksa Bagian Penyebab Kebocoran

    Setelah semua komponen dilepas, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi penyebab kebocoran. Periksa setiap bagian dengan teliti untuk mencari tanda-tanda kerusakan atau korosi, serta perhatikan apakah ada komponen yang rusak. Jika semua dalam kondisi baik, kemungkinan penyebab kebocoran adalah tekanan air yang terlalu tinggi.

    Perbaiki Masalahnya

    Jika kamu menemukan komponen yang rusak, berkarat, atau pecah, sebaiknya ganti dengan yang baru. Untuk ring atau o-ring, penting untuk memastikan bahwa keduanya memiliki ukuran yang tepat untuk mencegah kebocoran.

    Jika kebocoran disebabkan oleh tekanan air yang tinggi, cari regulator tekanan air dan lakukan penyesuaian secara perlahan.

    Pasang Kembali Keran

    Setelah kamu mengganti komponen yang diperlukan, pasang kembali keran dengan cara memasukkan kartrid dan kemudian mengaitkan pegangannya.

    Hidupkan Pasokan Air Utama dan Periksa Adanya Kebocoran

    Setelah keran terpasang dengan sempurna, langkah terakhir adalah menyalakan kembali pasokan air dan memeriksa apakah ada kebocoran. Jika diperlukan, sesuaikan kembali pengatur tekanan air hingga mencapai tingkat yang optimal.

    Itulah penyebab air keran terus menetes dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Air Keran, Ini Air yang Paling Baik buat Siram Tanaman



    Jakarta

    Tanaman sebaiknya disiram dengan jumlah dan intensitas yang tepat agar tumbuh optimal. Tak hanya itu, ternyata jenis air yang dipakai buat siram tanaman juga bisa mempengaruhi pertumbuhannya, lho.

    Dilansir dari Spectrum News 1, ternyata air hujan merupakan opsi terbaik untuk menyiram tanaman. Soalnya, hujan memiliki kandungan bermanfaat yang tidak dapat oleh air keran yang biasa kita gunakan.

    Nggak heran, pekarangan rumah yang baru disiram air hujan yang lebat tampak lebih segar. Namun, apa yang membuat air hujan lebih unggul daripada air keran ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Kenapa Air Hujan Paling Bagus buat Siram Tanaman?

    Air hujan baik untuk pertumbuhan tanaman karena mengandung nitrogen. Lalu, air hujan juga mengandung lebih banyak oksigen daripada air keran, sehingga membantu tanaman tumbuh lebih subur.

    Belum lagi ada senyawa karbon dioksida yang terbawa oleh air hujan. Karbon dioksida dapat membantu melepaskan nutrisi penting bagi tanaman.

    Di sisi lain, air keran biasanya mengandung natrium yang dalam jumlah banyak dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan sistem akar. Kamu bisa melihat endapan putih pada daun yang merupakan residu dari natrium. Tentunya hal ini bisa beracun dan merusak tanaman.

    Hujan biasanya turun menyirami tanaman secara lebih merata tanpa meninggalkan celah. Aliran dari air hujan pun akan membersihkan endapan mineral, debu, dan polutan yang menutupi daun tanaman. Oleh karena itu, air hujan sangat penting untuk kesuburan tanaman.

    Namun, bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan air keran. Jika cuaca sedang kering dan jarang hujan, pastikan untuk tetap memberi pasokan air yang cukup pada tanaman meski dari keran.

    Di samping itu, penting untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk menyiram tanaman. Kamu bisa mengecek sendiri kelembapan tanah menggunakan jari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu PAM, 5 Solusi Bikin Air Keran yang Keruh Jadi Jernih



    Jakarta

    Persoalan air keran di rumah kotor dan keruh menjadi masalah yang kerap terjadi di rumah terutama untuk rumah yang baru dihuni. Air keran yang bersumber dari sumur bor atau pompa biasanya tidak sebersih air yang dipasok dari perusahaan air minum (PAM).

    Air keran yang keruh dan kotor yang dipakai untuk mandi dan mencuci tak hanya bisa menyebabkan gangguan pada kulit, bila air itu juga dipakai untuk memasak dan minum, penyakit lain pun akan mengintai.

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi air keran kotor dan keruh tanpa harus berlanggapan PAM.


    Berikut tips membuat air keran jernih dilansir dari Angi:

    Tips Bikin Air Keran Jernih

    1. Gunakan Pitcher Penyaring Air

    Tentunya cara termudah untuk meningkatkan kualitas air keran adalah dengan menggunakan pitcher penyaring air. Pitcher ini dilengkapi dengan filter yang bisa menghilangkan partikel-partikel kecil dan bahan kimia dari air. Cukup isi pitcher dengan air keran dan biarkan filternya bekerja. Hasilnya adalah air yang lebih jernih dan segar untuk diminum.

    2. Pasang Filter pada Keran

    Kalau kamu pengin solusi praktis, coba pertimbangkan untuk memasang filter langsung pada keran air di rumah. Filter keran ini bisa dengan mudah dipasang tanpa perlu alat khusus. Dengan filter tersebut, air akan disaring air saat kamu menggunakannya untuk minum atau memasak. Ini adalah cara yang efisien untuk mendapatkan air bersih kapan pun kamu membutuhkannya.

    3. Investasikan pada Sistem Filter Seluruh Rumah

    Selain itu, pertimbangkan untuk berinvestasi pada sistem filter seluruh rumah. Sistem ini akan membersihkan air pada titik masuk utama ke rumahmu, termasuk air yang digunakan untuk mandi, mencuci pakaian, dan alat-alat rumah tangga lainnya. Dengan berbagai pilihan sistem yang tersedia, kamu bisa bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

    4. Rutin Ganti Filter

    Jika sudah menggunakan pitcher penyaring air atau filter keran, pastikan untuk mengganti filternya secara teratur sesuai dengan panduan produsen. Filter yang sudah terlalu lama digunakan mungkin tidak lagi efektif dalam menyaring air dengan baik. Penggantian filter secara berkala akan memastikan air yang kamu gunakan selalu bersih.

    5. Tes Kualitas Air

    Selanjutnya, pastikan air di rumah jernih dan aman dengan melakukan tes kualitas air. Kamu bisa menggunakan tes kit air rumah tangga atau bahkan menghubungi laboratorium profesional. Hasil tes ini akan memberi kamu gambaran tentang kualitas air di rumah dan apakah ada masalah tertentu yang perlu diatasi.

    Dengan menerapkan tips di atas, kamu bisa memastikan air keran di rumah tetap jernih dan aman untuk digunakan. Kesadaran akan kualitas air adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan kamu di rumah. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Keran Sering Menetes? Ini Penyebab dan Cara Memperbaikinya!


    Jakarta

    Kamu pernah menemukan keran air terus menetes padahal sudah tertutup rapat? Masalah ini jangan dianggap sepele dan harus segera diatasi.

    Penyebab air di keran selalu menetes ada bisa karena beberapa hal. Dilansir Swan’s Plumbing, bisa karena keran yang sudah aus sehingga tidak lagi rapat saat ditutup. Bagian keran yang biasanya mudah aus adalah washer yakni segel karet atau plastik kecil yang terletak di dalam gagang keran.

    Penyebab kedua bisa karena bagian ring-o, seal, washer, dan katup yang longgar atau rusak sehingga ketika ditutup atau dibuka ada saja air yang keluar. Kelonggaran ini bisa dikarenakan ada karat di dalam keran, retakan, penumpukan mineral, hingga usia pemakaian. Penyebab selanjutnya adalah karena sering memakai air dengan debit yang besar. Saat tekanan terlalu tinggi, maka akan menekan komponen di dalam keran dan menyebabkan kebocoran.


    Memperbaiki keran bocor seperti ini bisa dilakukan sendiri, tanpa bantuan profesional. Dilansir My Plumber London dan Your Repair, berikut ini cara memperbaiki kran air yang menetes terus.

    Cara Memperbaiki Kran Air

    1. Siapkan Peralatan

    Beberapa peralatan yang diperlukan di antaranya kunci pas, obeng berkepala silang, Cartridge pengganti atau ring-O, dan selotip khusus pipa.

    2. Matikan Saluran Air

    Saat kamu ingin membongkar keran air, pastikan air di rumah dalam keadaan kosong atau mati. Dengan begitu, kamu tidak akan tersembur nantinya dan tidak ada air yang terbuang.

    3. Pastikan Air Tidak Mengalir ke Saluran Pembuangan

    Jika tangki air masih berisi air, kamu perlu memastikan air yang tidak mengalir ke keran yang sedang diperbaiki, tidak terbuang ke tempat lain.

    4. Lepaskan Gagang Kran

    Setelah masalah air selesai, sekarang buka gagang keran terlebih dahulu. Cari sekrupnya, buka satu-satu hingga terlepas. Simpan sekrup di tempat yang aman dan kalau bisa tidak tercampur agar saat hendak dipasang lagi, mudah untuk dicari.

    5. Buka Cartridge atau Katup

    Keran biasanya memiliki cartridge atau katup untuk mengatur aliran air. Buka bagian cartridge dengan kunci pas yang ukurannya sesuai. Putar berlawanan arah jarum jam. Setelah terbuka, ambil bagian tersebut.

    6. Periksa dan Ganti Washer atau Ring-O

    Periksa kondisi washer dan ring-O di dalam cartridge. Apabila bentuknya berubah dari bentuk awal atau adanya kerusakan, bagian tersebut harus segera diganti.

    7. Pasang Selotip Ledeng

    Jika kran didesain dengan sambungan berulir yakni kenop buka tutupnya diputar di bagian atas, cara menghentikan air bisa dengan memasang selotip pipa secara melingkar.

    8. Susun Kembali Komponen Pipa

    Setelah menemukan letak kerusakan dan kamu sudah memasang dengan yang baru, pasang lagi seluruh komponen. Pastikan pemasangannya kencang, tetapi tidak terlalu kencang. Kamu bisa menggunakan kunci pas yang diputar searah jarum jam.

    9. Nyalakan Saluran Air

    Langkah terakhir adalah melakukan tes dengan dialiri air. Apabila setelah ditutup tidak ada yang menetes lagi, maka perbaikan tadi berhasil.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com