Tag: air purifier

  • Udara Jakarta Terburuk ke-2 Dunia, Ini Cara Jaga Rumah Tetap Bersih dari Polusi


    Jakarta

    Dalam beberapa hari terakhir, kualitas udara di Jakarta masuk dalam kategori buruk sehingga tidak baik untuk kesehatan. Dalam pantauan detikcom di situs IQ Air, Rabu (16/7/2025), kualitas udara di Jakarta masuk peringkat kedua terburuk di dunia.

    Hal ini tentu membuat banyak masyarakat khawatir karena harus menghirup udara tidak sehat sehari-hari. Belum lagi udara kotor tersebut masuk ke dalam rumah sehingga dapat mengganggu kesehatan penghuninya.

    Meski begitu, ada beberapa tips agar udara di dalam rumah tetap bersih dan bebas dari polusi. Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Agar Udara di Dalam Rumah Tetap Bersih

    Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar udara di dalam rumah tetap bersih. Dengan begitu, kamu bisa menghirup udara segar tanpa khawatir terpapar polusi. Dikutip dari Healthline, berikut sejumlah tipsnya:

    1. Mencegah Udara Kotor

    Tips yang pertama adalah mencegah udara kotor dan polusi masuk ke dalam rumah. Udara kotor ini meliputi asap rokok dan asap pembakaran sampah.

    Perlu diketahui, asap rokok mengandung ribuan bahan kimia berbahaya, mulai dari nikotin, tar, karbon monoksida, dan benzena. Sedangkan asap pembakaran sampah juga mengandung zat beracun, seperti karbon monoksida, karbon dioksida, nitrogen oksida, dan hidrokarbon.

    Selain mengganggu udara bersih di dalam rumah, menghirup kedua asap tersebut bisa membahayakan kesehatan. Beberapa risiko penyakit yang ditimbulkan seperti jantung, kanker, gangguan pernapasan, dan stroke.

    2. Singkirkan Debu

    Debu dan kotoran yang menempel di furnitur, dinding, ataupun lantai bisa menyebabkan kualitas udara di dalam rumah memburuk. Hal ini bisa menyebabkan kamu jadi mudah bersin, pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan kulit gatal.

    Jika ada banyak debu di dalam rumah, cobalah untuk dibersihkan secara rutin menggunakan sapu atau vacuum cleaner. Bersihkan juga karpet dan furnitur di rumah agar tidak ada lagi sisa debu yang menempel.

    3. Pakai Air Purifier

    Agar udara di dalam rumah tetap bersih disarankan memakai air purifier. Alat ini dirancang untuk membersihkan udara kotor dengan menyaring partikel kecil seperti debu dan asap yang ada di ruangan.

    Air purifier bekerja dengan cara menyedot udara kotor, lalu melewati serangkaian filter seperti High-Efficiency Particulate Air (HEPA). Setelah udara kotor disaring, air purifier akan menyemburkan udara bersih ke dalam ruangan.

    Sejumlah air purifier telah mengusung teknologi canggih dan filter udara terbaik. Hal ini dapat menyaring patogen di udara seperti bakteri, virus, dan spora jamur.

    4. Membersihkan Ventilasi Udara

    Ventilasi udara sangat penting agar mengalirkan udara kotor di dalam rumah dan menggantinya dengan udara bersih dari luar sekaligus mencegah kelembapan. Meski begitu, pertimbangkan lagi untuk membuka ventilasi jika udara di luar sedang tidak sehat.

    Selain itu, dianjurkan juga untuk membersihkan ventilasi udara di dalam rumah dari debu dan kotoran. Langkah ini penting agar udara yang masuk ke dalam rumah tidak terkontaminasi partikel debu yang justru membahayakan kesehatan.

    5. Menanam Tanaman Hijau

    Ada banyak tanaman hijau yang cocok ditanam di dalam rumah. Bahkan, beberapa di antaranya disebut efektif menjaga udara tetap bersih di dalam ruangan, seperti tanaman dracaena, peace lily, dan ivy.

    Meski begitu, jangan hanya mengandalkan tanaman hijau untuk membasmi udara kotor di dalam ruangan. Sebab, tanaman ini hanya mampu mengurangi polusi sampai batas tertentu saja. Lalu, dibutuhkan juga perawatan rutin agar tanaman bisa menjaga udara bersih secara optimal.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Lagi Musim Sakit, Begini Cara Bersihkan Udara di Rumah


    Jakarta

    Menjaga kebersihan rumah sudah biasa dilakukan dengan membersihkan lantai, mengganti sprei kasur, hingga menggosok kamar mandi. Akan tetapi, pemilik rumah terkadang lupa untuk membersihkan udara di dalam rumah.

    Meski tak kasat mata, udara dapat mengandung banyak kotoran seperti partikel debu dan bulu hewan yang bisa menyebabkan iritasi, bersin, gangguan pernapasan, bahkan sakit kepala. Sebaliknya, menghirup udara segar membantu kamu tidur lebih nyenyak dan mencegah gejala alergi.

    Maka dari itu, penting untuk menjaga kebersihan udara agar hidup lebih nyaman dan sehat di rumah. Berikut ini cara membersihkan udara di dalam rumah, dilansir dari laman Live Science, Selasa (16/4/2024).


    1. Menyimpan Tanaman Hias

    Tanaman hias ternyata tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi ruangan lho, tetapi juga pembersih udara alami di dalam rumah. Sebuah penelitian dari jurnal Water, Soil and Air Pollution menunjukkan tanah pada tanaman pot dapat membantu menyaring udara di rumah.

    Beberapa tanaman hias yang cocok untuk membersihkan udara antara lain lidah mertua, English ivy, dan lili paris.

    2. Ganti Cairan Pembersih

    Kemudian, cairan pembersih yang mengandung bahan kimia berbahaya sebenarnya berdampak buruk untuk lingkungan dan kesehatan manusia. Kandungan berbahaya itu nanti dapat menjadi polusi di udara, sehingga dapat menimbulkan sakit kepala, kelelahan, atau iritasi mata dan hidung.

    Nah, daripada menggunakan cairan pembersih itu, kamu bisa beralih menggunakan alternatif yang ramah lingkungan. Cairan pembersih ramah lingkungan dapat kamu beli di toko-toko online ataupun buat sendiri.

    3. Gunakan Air Purifier

    Kamu dapat membersihkan udara menggunakan air purifier yang sudah banyak tersedia di pasaran. Sebaiknya kamu pilih air purifier yang menggunakan filter High Efficiency Particulate Absorbing (HEPA) yang membantu membersihkan 99.97% alergen berukuran mikro.

    4. Membuka Jendela

    Pastikan ada sirkulasi udara yang baik di dalam rumah dengan membuka jendela setiap hari. Hal ini memungkinkan udara segar bisa masuk, sementara akumulasi polutan keluar dari rumah. Selain itu, rumah tidak akan lembap dan menjadi tempat bertumbuh jamur.

    5. Gunakan Penyedot Debu

    Kotoran seperti bulu hewan peliharaan sering kali bertebaran di sekitar rumah. Bulu ini bisa menjadi alergen bagi sebagian orang. Maka, sebaiknya lakukan pencegahan dengan rajin membersihkan lantai, sofa, bahkan tempat tidur hewan menggunakan penyedot debu.

    Demikian cara membersihkan udara untuk menjaga kesehatan penghuni rumah. Semoga membantu!

    Buat kamu pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jakarta Polusi, Ini 3 Tips Jaga Kualitas Udara di Rumah Tanpa Air Purifier


    Jakarta

    Polusi udara di tengah kota memang semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, udara yang terkontaminasi unsur dan benda tak kasat mata yang beracun bisa mengganggu pernapasan kita.

    Air purifier tentu menjadi andalan untuk membersihkan udara di rumah. Namun, bagaimana kalau nggak punya air purifier?

    Tenang saja, ada beberapa langkah alternatif yang bisa kamu lakukan untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah dari polusi perkotaan. Yuk, simak penjelasan menurut ahli HVAC (heating, ventilation, and air conditioning) berikut ini, dikutip dari Homes & Gardens, Senin (24/6/2024).


    Cara Cegah Kontaminasi Polusi Udara di Rumah

    1. Tutup Semua Pintu dan Jendela

    Baik menggunakan air purifier atau tidak, sebaiknya membiasakan agar pintu dan jendela selalu tertutup untuk mencegah kontaminasi udara luar. Apalagi dalam kasus polusi udara luar ruangan yang ekstrim, sebaiknya tutup juga pintu dan jendela menggunakan strip penyegel, supaya udara di dalam rumah semurni mungkin.

    2. Daur Ulang Udara Pakai AC

    Kamu bisa menyalakan AC dan mengaturnya agar mendaur ulang udara di dalam ruangan. Cara ini bagus untuk sedikit meningkatkan kualitas udara di rumah kalau tidak punya air purifier.

    Namun, kamu perlu memastikan filter AC benar-benar bersih dan diganti secara berkala. Langkah tersebut membantu mencegah alergen, debu, dan partikel lainnya tidak bertebaran di sekitar rumah Anda

    3. Gunakan Tanaman Pembersih Udara

    Jika kualitas udara tempat kamu tinggal tidak terlalu buruk, kamu bisa mengandalkan tanaman indoor yang bisa membersihkan udara. Beberapa tanaman hias mampu mengatasi polusi minor.

    Adapun beberapa tanaman yang bisa membersihkan membersihkan udara dan menyerap racun, di antaranya tanaman laba-laba, English Ivy, lidah mertua, dan lili perdamaian.

    Itulah beberapa cara alternatif untuk mencegah kontaminasi udara dari polusi kota. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Alami untuk Bersihkan Polusi di Rumah


    Jakarta

    Meski tak kasat mata, kualitas udara di dalam rumah perlu menjadi perhatian penghuni rumah. Apalagi dengan polusi udara yang semakin buruk memasuki rumah.

    Jika dibiarkan, udara kotor yang kita hirup setiap hari bisa menimbulkan penyakit, alergi, asthma, dan gangguan kesehatan lainnya. Air purifier menjadi solusi andalan untuk membersihkan udara di rumah.

    Namun, kalau kamu yang nggak punya air purifier, masih ada benda-benda terjangkau lainnya yang bisa membantu membersihkan udara di rumah. Yuk, cek benda apa saja yang bisa membersihkan polusi udara, dilansir dari Apartment Therapy, Senin (24/6/2024).


    4 Benda yang Bisa Bersihkan Polusi Udara di Rumah

    1. Lampu Garam Himalaya

    Siapa sangka, sebuah lampu berupa batu bisa membersihkan udara? Ya, lampu garam Himalaya dapat kamu gunakan sebagai alternatif air purifier.

    Saat garam kristal ini dipanaskan dengan bohlam kecil di dalamnya, maka akan melepaskan ion negatif yang diketahui dapat menetralkan polutan udara.

    Lampu ini dijual dalam berbagai ukuran dan bentuk, sehingga kamu bisa memilih berat dan ukuran yang sesuai dengan ukuran ruangan.

    2. Arang Bambu

    Arang sudah lama digunakan sebagai filter untuk memurnikan air serta menjadi bahan produk kecantikan. Ternyata, bahan ini juga bisa menghilangkan racun di udara.

    Struktur arang yang berpori membantu menghilangkan bakteri, polutan berbahaya, dan alergen dari udara. Selain itu, arang dapat menyerap kelembapan, mencegah jamur dan lumut dengan menjebak kotoran di dalam setiap pori-pori.

    Kamu bisa menyimpan arang bambu dalam sebuah kantong atau wadah, lalu memajangnya di suatu ruangan.

    3. Lilin Beeswax

    Berbeda dengan lilin parafin biasa, menyalakan lilin beeswax murni hampir tidak menghasilkan asap atau aroma. Lilin ini mampu melepaskan ion negatif ke udara dan menghilangkan alergen seperti debu dan bulu.

    Meskipun harganya lebih mahal dibandingkan lilin tradisional, lilin beeswax terbakar jauh lebih lambat, sehingga tahan lebih lama.

    4. Tanaman Hias

    Seperti yang sudah kita ketahui, tanaman menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Tak hanya itu, beberapa tanaman bisa jadi alternatif air purifier yang membantu membersihkan udara, seperti lili perdamaian, English ivy, tanaman laba-laba, atau lidah mertua.

    Menurut penelitian NASA, tanaman tertentu lebih baik dalam menghilangkan sejumlah besar benzena, formaldehida, dan trikloroetilen dibandingkan tanaman lainnya. Penelitian itu juga menyarankan mempunyai satu tanaman di setiap 100 kaki persegi atau 9 meter persegi di dalam rumah untuk pembersihan udara yang efisien.

    Itulah beberapa benda yang bisa membantu membersihkan udara dari polusi di dalam rumah tanpa air purifier. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zul)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Maksimalkan Sirkulasi Udara Supaya Rumah Terasa Sejuk


    Jakarta

    Rumah yang sehat harus mempunyai sirkulasi udara yang memadai. Dengan memiliki sirkulasi, udara di rumah akan penuh dengan oksigen agar terasa lebih segar dan sejuk.

    Sebaliknya, rumah dengan sirkulasi yang buruk akan terasa pengap, sehingga bisa mengganggu aktivitas di rumah. Mulai dari kualitas tidur yang menurun hingga munculnya gangguan kesehatan mungkin saja terjadi karena udara pengap.

    Lalu, bagaimana cara memaksimalkan sirkulasi udara di rumah? Simak caranya di sini, dikutip dari Real Simple, Selasa (9/7/2024).


    Tips Maksimalkan Sirkulasi Udara

    1. Buka Jendela Rumah

    Tentunya cara paling mudah meningkatkan sirkulasi udara adalah membuka jendela agar udara segar masuk ke dalam rumah. Namun, perlu diperhatikan bahwa udara luar mungkin mengandung polusi. Sebelum membuka jendela, cek kualitas udara di daerahmu masing-masing, ya!

    2. Manfaatkan AC

    Menyalakan AC adalah cara andal untuk meningkatkan aliran udara di seluruh rumah. Pastikan untuk rutin mengganti filter AC setiap bulan guna mencegah masuknya debu dan polutan ke dalam rumah.

    3. Nyalakan Kipas Angin

    Menurut Glory Dolphin, seorang ahli kualitas udara, menyalakan kipas langit-langit atau kipas kotak bisa membantu memperlancar sirkulasi udara di ruangan. Hal ini tidak hanya memberikan efek pendinginan, tetapi juga membantu mengatasi pengap pada ruangan.

    4. Gunakan Kipas Kamar Mandi dan Dapur

    Selain menghilangkan kelembapan, kipas penghisap udara di kamar mandi dan dapur bisa menciptakan tekanan negatif. Ini membantu udara segar masuk dari luar. Jangan lupa tetap menggunakan air purifier atau pemurni udara jika kamu khawatir akan polusi lingkungan.

    5. Teknik Tekanan Negatif dengan Pemanasan Ruangan

    Glory Dolphin merekomendasikan teknik tekanan negatif dengan memanaskan satu ruangan pada suatu hari dengan pintu tertutup, lalu membuka jendela di hari berikutnya. Ini membantu mengeluarkan udara yang sudah ‘basi’ dan membawa udara segar ke dalam rumah.

    6. Gunakan Air Purifier dengan Filter HEPA

    Penggunaan air purifier, terutama yang dilengkapi dengan filter high-efficiency particulate air (HEPA), bisa membantu menyaring polutan dan alergen dari udara. Pastikan untuk memilih pemurni udara yang sesuai dengan kebutuhan rumahmu.

    Itulah cara memaksimalkan sirkulasi udara supaya rumah terasa sejuk. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Terasa Pengap dan Bau? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Pernahkah kamu merasa udara di rumah terasa pengap dan berbau tidak enak? Biasanya fenomena seperti ini karena sirkulasi udara di rumah yang tidak begitu bagus. Maka saat kamu berada di dalam rumah justru terasa panas dan tidak nyaman. Rumah terasa pengap dan berbau itu tidak hanya terjadi saat panas saja, melainkan pada saat hujan turun juga bisa terjadi. Lantas, apa penyebabnya?

    Penyebab Rumah Terasa Pengap dan Berbau

    Melansir dari Real Simple, Jumat (26/7/2024), udara pengap terjadinya karena sirkulasi udara tidak berjalan dengan baik. Udara panas terperangkap, lalu dari waktu ke waktu udara di sekitarnya menjadi lembap. Kondisi ini membuat siapa pun yang masuk ke ruangan terasa sesak, panas, dan tidak nyaman. Lama-lama udara lembab tersebut mengundang jamur tumbuh di berbagai sudut rumah sehingga tercium bau tidak sedap seperti apek atau ada juga yang bilang seperti bau kaki.

    Dampak dari sirkulasi udara di rumah yang tidak baik alat-alat elektronik bisa cepat panas jika saat digunakan. Mau tidak mau kamu pasti membutuhkan kipas angin atau AC agar suhu udara di rumah turun.


    Cara Mengatasi Rumah yang Terasa Pengap dan Bau

    1. Nyalakan Kipas Angin

    Menurut seorang ahli kualitas udara, Glory Dolphin mengatakan kipas langit-langit atau kipas kotak bisa membantu mendorong udara panas keluar dan memperlancar sirkulasi udara di ruangan.

    2. Manfaatkan AC

    Cara instan lainnya adalah menyalakan AC. Rumah modern masa kini, kebanyakan sudah dilengkapi dengan AC minimal 1 ruangan. Namun, memang cara ini bukan solusi akhir mengatasi pengap di rumah.

    3. Buka Jendela Rumah

    Agar sirkulasi di rumah lancar, kamu harus sering membuka jendela. Selain itu, jika kamu memiliki sisi belakang rumah, kamu bisa membuat satu ventilasi lainnya di sana. Dengan begitu tercipta sirkulasi silang yang terbukti ampuh membuat udara panas dari dalam rumah.

    4. Gunakan Air Purifier

    Bagi kamu yang memiliki alat air purifier, bisa memanfaatkan alat ini untuk memfilter udara di dalam rumah. Namun, kamu tetap harus membuka jendela dan memiliki ventilasi yang cukup untuk mendorong udara panas keluar rumah.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pentingnya Udara Segar di Rumah, Alat yang Tepat Jadi Kuncinya



    Jakarta

    Polusi udara bukan hanya terjadi di luar ruang (outdoor) tapi juga di dalam ruang (indoor). Bahkan, polusi yang terjadi di luar ruang memiliki penangkal ataupun filter alami berupa angin, hujan, vegetasi, dan lainnya sementara di dalam ruangan kerap dianggap selalu bersih padahal tidak memiliki filter.

    Polusi udara khususnya di dalam ruangan bisa mengancam kesehatan secara serius. Data United States Environmental Protection Agency (EPA), jika kadar polutan di dalam ruangan memiliki tingkat 2-5 bahkan 100 kali lebih tinggi dibandingkan kadar polutan di luar ruangan.

    Ada banyak penyebab yang menjadikan sebuah ruangan tinggi polutan, salah satunya ventilasi udara buruk yang menyebabkan debu, proses pembakaran dalam rumah seperti rokok, memasak, bahan kimia pembersih, bulu Binatang, tungau, jamur, hingga serbuk terjebak dalam ruangan.


    Berbagai polutan ini bisa menjadi pemicu hingga menyebabkan gangguan kesehatan serius pneumonia, sakit kepala, sakit tenggorikan, sesak napas, bersin, iritasi pada mata, jantung, hingga stroke. Pneumonia misalnya, merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang menyerang organ paru-paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur yang ada di udara dan selama beberapa dekade telah menjadi penyebab utama kematian pada bayi dan balita.

    Karena itu produsen perangkat elektronik rumah tangga (home appliances) Sharp bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mensosialisasikan pentingnya menciptakan udara sehat di dalam ruangan.

    “Sudah lebih dari 20 tahun Sharp mengembangkan teknologi Plasmacluster dan terus melakukan penelitian untuk meningkatkan fungsi dari produk penjernih udara (air purifier) yang dapat memberikan perlindungan ekstra di dalam ruangan. Kerja sama dengan IDI merupakan kontribusi lebih kami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menciptakan udara yang sehat di rumah,” ujar Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia.

    Kampanye “Ciptakan Udara Sehat Untuk Indonesia” terus didorong akan pentingnya kualitas udara yang bersih, sehat, dan segar di dalam rumah. Dengan produk air purifier berteknologi Plasmacluster, dibenamkan ion generator untuk menghasilkan Ion Plasmacluster bermuatan positif (H+(H2O)m) dan ion bermuatan negatif (O2-(H2O)n) yang dilepaskan ke udara secara bersamaan.

    Ion positif dan negatif ini secara instan mengikat pada permukaan bakteri di udara, jamur, virus, alergen, dan sejenisnya kemudian mengubahnya menjadi radikal OH (hidroksil) yang memiliki daya oksidasi sangat tinggi. TeknoIogi Plasmacluster menjadi teknologi pemurnian udara unik yang bekerja untuk menekan aktivitas bakteri dan lainnya dengan memecah protein di permukaan tubuh mereka melalui reaksi kimia. Teknologi Plasmacluster juga mampu menghilangkan bau, melumpuhkan virus, bakteri dan kuman serta mengurangi pertumbuhan jamur dan listrik statis.

    Menurut dr. Ulul Albab, Sp. OG, Sekretaris Jenderal IDI, pihaknya mengapresiasi komitmen Sharp untuk meningkatkan kesadara masyarakat akan pentingnya menjaga kualitas udara di dalam ruangan karena dampak polusi di ruangan telah menjadi salah satu penyebab masalah kesehatan utama di Indonesiia.

    “Kami berharap melalui kampanye ini bisa terus meningkatkan kesadara masyarakat hingga menyukseskan program pemerintah dalam mengurangi kasus angka kematian akibat pneumonia yang terjadi di Indonesia. Bersama Sharp, kami juga telah melakukan penelitian dengan lembaga survei medis, farmasi, dan Monthly Index of Medical Specialities (MIMS) dan produk air purifier bisa meningkatkan kualitas udara dalam ruangan,” jelasnya.

    Sharp juga merilis produk air purifier terbaru yaitu Sharp Purefit mini-series untuk melengkapi line-up sebelumnya, lebih lengkapnya bisa dilihat di id.sharp. PSG Manager for AC dan Air Purifier Sharp Indonesia Yudha Eka Putra mengatakan, produk ini didesain untuk coverage area mencapai 84 m2 yang cocok digunakan untuk kamar anak maupun ruangan yang kecil.

    “Produk ini hadir dalam tiga tipe untuk menyesuaikan kebutuhan ruang-ruang kompak di rumah. Dibenamkan beragam fitur yang canggih untuk meningkatkan kualitas udara lebih sehat dan segar di ruangan dengan harga mulai Rp2 jutaan. Kami juga memberikan kemudahan dengan cashback sebesar Rp200 ribu bahkan untuk anggota IDI dan keluarganya ada cashback mencapai Rp900 ribu,” pungkasnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Cepat Mengeringkan Pakaian saat Musim Hujan


    Jakarta

    Mengeringkan pakaian saat musim hujan bisa menjadi tantangan tersendiri. Sebab, tidak adanya sinar matahari bisa membuat udara lembap ditambah lagi cipratan air hujan membuat cucian semakin lama keringnya.

    Pakaian yang lembap bisa memicu tumbuhnya jamur yang tidak baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengeringkan pakaian.

    Namun jangan khawatir! Kamu juga bisa tetap mengeringkan pakaian dengan cepat lho walaupun lagi musim hujan. Begini caranya.


    1. Maksimalkan Putaran Mesin Pengering

    Dilansir dari Lifestyle Clotheslines, langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk memastikan pakaian kering lebih cepat adalah dengan memaksimalkan putaran mesin pengering pakaian. Proses ini akan membantu menghilangkan sebanyak mungkin air dari pakaian sebelum kamu menjemurnya.

    Dikutip dari Homes & Gardens, untuk memaksimalkan putaran mesin pengering, pastikan beberapa hal berikut ini.

    – Jangan menambahkan pakaian basah ketika mesin pengering sedang bekerja

    – Jangan masukkan pakaian basah ke dalam mesin pengering hingga overload

    – Bersihkan ventilasi mesin pengering

    – Jangan mengeringkan pakaian dengan benda lain atau dengan bahan berbeda

    – Segera keluarkan pakaian yang sudah dikeringkan, jika tidak maka pakaian akan lembab dan bergumal

    2. Jemur Pakaian di Dalam Ruangan

    Selama musim hujan, menjemur pakaian di dalam ruangan menjadi pilihan yang lebih praktis. Beberapa teknik efisien yang bisa kamu terapkan adalah sebagai berikut.

    – Gunakan Jemuran Portabel

    Jemuran portabel adalah investasi yang tepat karena membantu mencegah bau apek pada pakaian dan meningkatkan sirkulasi udara. Jemuran portabel mudah dipindah-pindah, serta bisa dilipat sehingga bisa menghemat tempat saat tidak digunakan.

    Pastikan untuk meletakkan pakaian secara rapi di atas jemuran ini untuk memastikan udara bisa memiliki sirkulasi yang baik sehingga bisa mempercepat proses pengeringan.

    – Gunakan Hanger atau Gantungan Baju

    Menggunakan hanger atau gantungan baju juga bisa membantumu mempercepat proses pengeringan pakaian. Pastikan pakaian tersusun rapi di atas gantungan untuk hasil yang lebih baik.

    “Hindari meninggalkan pakaian di mesin cuci terlalu lama saat masih bahas. Hal ini bisa menyebabkan pakaian menjadi bau dan berkembangnya jamur,” kata Joyce French dari Home How, dikutip dari Homes & Gardens, Kamis (4/1/2024).

    Ia menyarankan untuk segera menggantung pakaian setelah dicuci agar bisa cepat kering.

    3. Gunakan Kipas dan Sirkulasi Udara

    Dalam cuaca yang lembap, penggunaan kipas, air purifier, atau jendela terbuka bisa membantu menghilangkan kelembaban dan mempercepat proses pengeringan. Jika memungkinkan, gunakan perabot-perabot tersebut yang hemat energi agar tidak boros listrik.

    “Pastikan setel kipas dengan kekuatan rendah agar pakaian tidak ‘beterbangan’,” kata professional cleaning expert di Letti & Co, Bret Jackson, dikutip dari Homes & Gardens.

    4. Kelompokkan Pakaian

    Penting untuk mengelompokkan pakaian berdasarkan berat dan ketebalan. Prioritaskan pengeringan pakaian yang lebih ringan dan tipis terlebih dahulu untuk memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik.

    5. Gunakan Metode Pengeringan Alternatif

    Kamu juga bisa mencoba metode pengeringan alternatif, yaitu menggunakan alat-alat elektronik, seperti pengering rambut atau setrika. Pastikan untuk memperhatikan jenis kain dan pengaturan suhu agar pakaian tetap aman dari kerusakan.

    6. Jangan Sampai Pakaian Menyentuh Lantai

    Menurut professional cleaning expert di Letti & Co, Bret Jackson, ketika menjemur pakaian basah jangan sampai menyentuh lantai karena akan menciptakan kelembaban dan membuat pakaian lebih lama keringnya. Ia menyarankan untuk menjemur pakaian di dekat jendela atau pintu agar terkena sirkulasi udara.

    “Jika kamu tidak memiliki tali untuk menjemur pakaian, kamu bisa menggantung pakaian di kursi atau di rak pengering,” tuturnya.

    Itulah beberapa tips ampuh mengeringkan pakaian dengan cepat dan efisien di musim hujan. Mengeringkan pakaian di musim hujan memang bisa menjadi tantangan, tetapi dengan tips-tips di atas, kamu bisa mengatasi masalah ini dengan lebih mudah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Rumah Bebas Debu Selama Ditinggal Liburan


    Jakarta

    Saat pergi liburan, rumah akan ditinggal selama beberapa hari. Umumnya, masalah yang sering muncul yaitu banyak debu yang menumpuk di rumah.

    Banyaknya debu di rumah bisa mengganggu kenyamanan penghuni ketika kembali dari liburan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga rumah supaya bebas agar kita bisa menikmati liburan tanpa khawatir kembali ke rumah yang berdebu.

    Bagaimana caranya? Ada beberapa tips sederhana yang bisa membantu menjaga rumah tetap bebas debu selama kita pergi mudik. Melansir dari laman Apartment Therapy, simak tipsnya di bawah ini.


    Kemasi Kertas dan Kain

    Bereskan pakaian kotor dan pakaian yang berserakan karena kain adalah salah satu tempat menumpuknya debu. Lebih baik untuk menyimpan pakaian yang tidak terpakai di dalam kotak penyimpanan.

    Selain itu, pastikan untuk merapikan kertas sebelum berangkat. Majalah, koran, dan kotak kardus sering menjadi sumber debu, jadi lebih baik untuk menyimpannya di luar ruangan jika memungkinkan.

    Bersihkan Rumah Pakai Vacuum Cleaner

    Membersihkan rumah dengan vacuum cleaner adalah hal yang wajib dilakukan sebelum pergi mudik. Vacuum cleaner memiliki kemampuan untuk membersihkan debu dengan lebih efektif dibandingkan dengan sapu.

    Jadi, agar rumah tidak terlalu berdebu saat ditinggal, pastikan untuk membersihkan setiap sudutnya menggunakan vacuum cleaner.

    Gunakan Alat Pembersih Udara (Air Purifier)

    Menggunakan air purifier akan sangat membantu kamu untuk mendapatkan rumah yang bebas debu saat ditinggal mudik. Mesin berguna untuk mengumpulkan dan memerangkap debu yang ada di udara. Pastikan untuk menggunakan air purifier yang sudah menggunakan filter HEPA dan letakkan di dekat pintu atau jendela untuk hasil yang maksimal.

    Lapisi Perabotan di Rumah dengan Koran atau Plastik

    Melapisi barang-barang di rumah dengan koran atau plastik adalah cara sederhana namun efektif untuk melindungi mereka dari debu dan kotoran. Koran atau plastik bertindak sebagai penghalang yang mencegah debu menempel langsung pada permukaan barang sehingga memudahkan dalam membersihkannya nanti.

    Barang-barang yang penting untuk ditutupi adalah kasur, sofa, dan bagian atas lemari atau meja. Setelah kembali ke rumah, kamu hanya cukup membuang atau membereskan koran dan plastik tersebut tanpa harus membersihkan perabotan rumah satu-persatu.

    Itulah beberapa cara untuk menjaga rumah tetap bersih dari debu saat ditinggal liburan. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Bau Apek Setelah Ditinggal Mudik? Ini Solusinya!



    Jakarta

    Setelah pulang dari mudik Lebaran, jangan kaget ketika masuk rumah tercium bau apek. Rumah yang terlalu lama ditutup bisa menimbulkan bau apek karena sirkulasi udara yang tidak lancar membuat debu terperangkap. Ditambah lagi udara yang lembap.

    Sisa debu di rumah juga menandakan bahwa rumah tersebut tidak dibersihkan sebelum pergi mudik atau libur Lebaran. Namun tidak usah khawatir, berikut cara menghilangkan bau apek di rumah setelah mudik Lebaran dilansir dari The Spruce.

    1. Buka Jendela dan Pintu di Rumah

    happy young boy, kid opening the sliding door on rooftop patio area at homePintu rumah dibuka agar sirkulasi udara di dalam rumah baik. Foto: Getty Images/iStockphoto/olesiabilkei

    Cara mengurangi debu dan bau apak di rumah adalah dengan membuka sumber sirkulasi udara yakni jendela dan pintu di rumah. Biarkan selama satu jam atau selama kamu membersihkan rumah misalnya mengelap perabotan, menyapu, dan mengepel.


    2. Hidupkan Dehumidifier

    DehumidifierDehumidifier Foto: Ace Hardware

    Saat ini ada alat elektronik yang bisa menyerap kelembapan di dalam rumah dengan menyemprotkan uap yakni dehumidifier. Alat ini dapat mencegah jamur tumbuh di dalam rumah dan menjaga kualitas udara tetap sehat. Bisa pula menggunakan air purifier, alat satu ini berguna untuk membasmi bakteri di udara dan mencegah penghuninya terkena alergi.

    3. Letakkan Baking Soda

    Eco-friendly natural cleaners Vinegar, baking soda, salt, lemon and cloth on wooden table Homemade green cleaningBaking soda yang ampuh hilangkan noda dan bau apek di rumah. Foto: iStock

    Bakin Soda memang ampuh untuk membersihkan noda, tetapi bahan ini juga ampuh untuk menyerap bau apak di rumah.

    Caranya dengan menyiapkan baking soda yang dicampur dengan minyak esensial yang diletakkan ke dalam wadah. Tutup wadah tersebut menggunakan plastik atau kertas yang direkatkan dengan tali atau karet. Bolongi permukaan atasnya agar bau apek dapat tersedot.

    4. Pakai Kopi

    lebih baik biji kopi atau kopi bubukBiji kopi dan kopi bubuk Foto: iStock

    Penyuka kopi bubuk bisa menggunakannya untuk mengurangi bau apek di rumah. Bau kopi tentu disukai oleh penghuni rumah sehingga tidak akan begitu mengganggu.

    Kamu bisa menggunakan bubuk kopi baru atau ampas kopi. Bubuk tersebut perlu dipanggang atau disangrai lalu di letakkan di ruang terbuka di rumah. Jika kamu ada biji kopi di rumah, rebus terlebih dahulu lalu masukkan ke alat dehumidifier.

    5. Taruh Lavender

    Yang unik dari tempat ini adalah bunga lavendernya tumbuh secara liarBunga lavendernya yang memiliki bau yang menenangkan. Foto: detik

    Bunga Lavender memang sudah sering digunakan sebagai bahan pengharum dalam beberapa produk karena baunya yang menenangkan. Bunga lavender juga bisa mengurangi bau apak di rumah. Namun, jika sulit menemukan bunga lavender, kamu bisa menggunakan pengharum ruangan instan yang memakai ekstrak bunga lavender.

    6. Kayu Manis

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu manis bisa mengharumkan ruangan. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Rempah satu ini terbukti bisa digunakan sebagai pengharum ruangan alami. Jika tidak memiliki bunga lavender atau baking soda, kamu bisa menggunakan kayu manis. Caranya dengan merebus kayu manis lalu airnya dimasukkan ke alat dehumidifier. Agar wanginya semakin menenangkan kamu bisa menambahkan minyak esensial.

    Demikian 6 cara menghilangkan bau apak di rumah setelah ditinggal mudik Lebaran. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com