Tag: air

  • Nemu Gas Saat Gali Sumur Bor? Jangan Panik, Lakukan Hal Ini



    Jakarta

    Sumber air bersih bisa didapat dengan membuat menggali sumur bor menggunakan mesin. Bukan cuma air, terkadang gas alam bisa keluar dari lubang sumur bor, lho

    Bahkan, gas ini bisa berubah menjadi api kalau sampai tersulut. Namun, jangan terlalu khawatir kalau menemukan gas dari sumur bor ya.

    Menurut Ahli Geologi dan Pemerhati Lingkungan Asep Mulyana, ada gas keluar ketika mengebor sumur sebenarnya fenomena yang wajar. Ia mengungkapkan gas yang muncul adalah metana atau gas rawa yang bermigrasi ke dekat permukaan.


    “Bagi kami orang geologi ya (kedalaman) 30-50 (meter). Pada saat masyarakat itu mengebor air terus pada saat mereka ketemu di zona yang ada gas alam ‘liar’ terus dibor keluarlah (gas) dengan air,” ujar Asep kepada detikProperti, Minggu (24/11/2024).

    Kalau kamu merasa ada gas keluar, tak perlu sampai panik. Cukup biarkan gasnya habis dengan sendirinya selama sekitar 1-2 minggu. Salah satu tandanya adalah air berhenti keluar karena tidak ada tekanan dari gas. Selain itu, pastikan pekerja dan warga tidak menyalakan api, bahkan merokok di sekitar sumur selama masa pengeboran maupun masa tunggu.

    “Itu salah satu standar operasional prosedur baik ngebor air atau minyak, nggak boleh ada yang ngerokok atau sundutan api,” katanya.

    Meskipun sumur mengeluarkan gas, biarkan sampai gasnya habis. Kandungan airnya pun masih bisa dipakai asalkan tidak asin. Kamu bisa mengeluarkan air menggunakan pompa.

    Adapun tanda ada gas keluar bisa dari bunyi berdesis dan bau tidak sedap akibat campuran gas sulfida. Kemudian, ada pancaran air dari lubang karena terdorong gas.

    “Kalau orang awam ngebor yang penting bolongi berapa meter dapat air artesis nggak perlu dipompa, (padahal air) terbawa (gas yang) ingin keluar. (Air yang keluar) Seakan artesis mancar. Biasanya artesis keluar seneng (orang senang) sambil ngerokok, (malah) tersambar (api),” jelasnya.

    Nah, kalau sampai gas tersebut tersulut api, kamu bisa saja membiarkannya sampai padam. Namun, api yang terus menyala tidak ramah lingkungan dan dapat membahayakan warga sekitar. Oleh karena itu, kamu bisa menutup sumur bor tersebut dengan cara grouting, yaitu menumpahkan campuran pasir dan semen ke dalam sumur. Lalu, sebaiknya mencari titik sumur bor lain.

    Sebelumnya, pengeboran sumur bor di Sumenep mengagetkan warga karena mengeluarkan api. Sumur bor dengan kedalaman sekitar 53 meter itu diduga mengeluarkan gas.

    Fenomena ini terjadi di tanah tegal milik Maulidi (50) di Desa Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih. Kejadian itu berawal saat pemilik alat bor gantung, Astoni hendak membuka besi bor untuk pelebaran casing pada Rabu (20/11).

    Ia mendengar suara seperti angin dari dalam sumur yang telah digali selama sekitar lima hari. Lalu, ia juga mencium aroma gas, sehingga memilih untuk tidak melanjutkan pekerjaannya.

    Sumur bor tersebut kemudian diberi paralon sepanjang 120 cm untuk mencegah air hujan masuk ke dalamnya pada Kamis (21/11). Kemudian, Maulidi berniat membuka paralon yang dipasang sebelumnya sambil merokok sekitar pukul 17.00 WIB

    “Tiba-tiba gas yang keluar dari lubang paralon menyambar rokok Maulidi, sehingga mengeluarkan api dengan ketinggian sekitar 1 meter,” kata Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti dikutip dari detikJatim.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sama-sama Sumber Air, Ini Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali


    Jakarta

    Setiap rumah wajib memiliki sumber air bersih untuk menunjang kebersihan penghuni dan seisi rumah. Sumber air bersih bisa didapat dari sumur yang terbagi menjadi dua jenis, yakni sumur bor dan sumur gali.

    Seperti namanya, sumur bor dibuat dengan cara dibor menggunakan mesin. Sedangkan sumur gali dibuat dengan teknik menggali secara manual.

    Sumur bor pun menjadi sumber air andalan, terutama ketika musim kemarau tiba. Menurut Hasan seorang tukang sumur bor di kawasan Bogor, sumur bor lebih banyak keuntungannya dibanding sumur gali.


    “Lebih baik bikin sumur bor apalagi kalau musim kemarau karena debit lebih kencang dan air lebih bersih,” kata Hasan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Lalu, apa saja perbedaan antara sumur bor dan sumur gali? Simak penjelasan berikut ini ya.

    Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

    1. Dimensi Lubang

    Sumur bor dibuat menggunakan mesin bor membuat proses pembuatan lebih mudah menentukan kedalaman tanah yang sampai menemukan sumber air. Sementara sumur gali yang mengandalkan tenaga manual memiliki keterbatasan, sehingga sumur tidak bisa terlalu dalam.

    “Kita kalau bikin sumur bor itu punya diameter sekitar 2 inci sampai 6 inci terus kedalaman bisa sampai 60 meter nggak masalah,” ujar Hasan.

    “Kalau sumur gali kita butuh buat diameter 50 cm sampai 1 meter dan buat kedalaman juga terbatas kalau di daerah Bogor atau Jakarta paling kuat maksimal gali sampai kedalaman 20 meter,” tambahnya.

    2. Debit Air

    Sumur gali dibuat membentuk diameter sumur yang besar, sehingga membuat debit air semakin besar agar bisa memenuhi kebutuhan. Sedangkan debit air dari sumur bor mengandalkan pompa untuk menyalurkan air.

    “Kalau sumur bor itu debit airnya lebih kencang dan kualitas airnya lebih bersih karena itu tergantung kedalaman tanahnya,” jelasnya.

    3. Waktu Pengerjaan

    Memang biaya pembuatan sumur gali terhitung lebih murah karena dapat dilakukan secara manual dengan menggali sendiri. Akan tetapi, pengerjaan dengan kedalaman dua puluh meter dapat membutuhkan berhari-hari untuk menyelesaikannya.

    Di sisi lain, penggalian sumur bor relatif lebih cepat karena menggunakan mesin bor. Kedalamannya pun tidak masalah selama menemukan sumber air bersih yang dibutuhkan.

    Itulah perbedaan sumur bor dan sumur gali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Sulap Bukan Sihir, Begini Cara Tukang Cari Titik Sumur Bor



    Jakarta

    Sumur bor adalah sumber air bersih dari dalam tanah. Sumur ini dibuat dengan cara mengebor tanah sampai kedalaman tertentu menggunakan mesin bor.

    Jenis sumur air ini sangat diandalkan, terutama ketika musim kemarau tiba. Sebab, debit air biasanya menurun.

    Tak heran, jasa pembuatan sumur bor banyak dicari saat musim kemarau tiba. Namun, pernahkah kamu terpikirkan bagaimana tukang sumur bor menemukan titik sumber air yang tepat?

    Ternyata, mereka punya cara yang canggih untuk mencari sumber air, lho. Mereka menggunakan metode saintifik bernama geolistrik. Yuk, simak ulasannya berikut ini.


    Metode Geolistrik untuk Mencari Sumber Air

    Seorang tukang sumur bor di kawasan Bogor bernama Hasan mengungkapkan bahwa mereka menggunakan metode geolistrik untuk mencari sumber air di dalam tanah, terutama untuk di daerah yang sulit air.

    “Kita juga ada geolistrik karena saya ada kenalan S1 geologi. Jadi, untuk daerah yang harus di geolistrik bakal kita lakukan biar kita tahu sumber airnya di mana. Kami juga sarankan untuk daerah yang sulit menemukan sumber airnya,” kata Hasan kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Menurut Hasan, walaupun relatif mahal metode ini sangat akurat dan efektif untuk mencari sumber air dalam tanah. Survei geolistrik dapat dilakukan dalam waktu sehari saja. Hasil survei nantinya berupa PDF berisi laporan detail yang bisa dianalisis.

    Fungsi Metode Geolistrik

    Metode geolistrik juga menawarkan analisis yang lengkap saat mencari sumber air tanah sebagai berikut.

    1. Mengukur Kedalaman Air

    Dengan menggunakan metode geolistrik, informasi tentang kedalaman air di dalam tanah dapat diperoleh dengan menganalisis pola resistivitas dalam profil geolistrik. Ini memungkinkan tukang sumur bor untuk mengetahui kedalaman air hingga batas air tanah yang ada.

    2. Mengidentifikasi Akuifer

    Akuifer adalah lapisan batuan yang mengandung air. Metode geolistrik bisa mencari lapisan ini dengan melihat perbedaan resistivitas antara lapisan batuan mengandung air dan tidak. Nantinya bisa dipetakan lokasi akuifer di bawah tanah.

    3. Mengetahui Kualitas Air Tanah

    Geolistrik tidak hanya berguna untuk memetakan akuifer, tetapi juga untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi kualitas air tanah. Informasi ini dapat diperoleh melalui nilai resistivitas yang terdeteksi.

    Melalui geolistrik kita dapat mengetahui apakah air tersebut mengandung garam, polutan, atau zat lainnya. Oleh karena itu, metode geolistrik membantu dalam pencarian sumber air untuk keperluan rumah tangga.

    4. Penentuan Zona Produktif Air Tanah

    Ini yang paling penting bagi seorang tukang sumur bor. Data yang telah diperoleh dari metode geolistrik, akan digunakan untuk mencari zona-zona yang produktif air tanah. Dengan demikian pasokan air dari sumur bor bisa mencukupi air yang dibutuhkan dan terus produktif.

    Itulah cara mencari titik sumur bor yang tepat menggunakan metode geolistrik. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Biaya Pembuatan Sumur Bor buat Air Bersih



    Jakarta

    Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang setiap rumah harus miliki. Untuk mendapatkan air bersih ada berbagai metode, salah satunya yang umum digunakan masyarakat adalah sumur bor.

    Mengutip dari Brighton, metode pembuatan sumur bor biasanya ditemukan di perkotaan baik untuk kebutuhan industri hingga rumah tangga. Sumur bor sering digunakan karena dianggap lebih efektif dan efisien untuk mendapatkan air.

    Harga pembuatan sumur bor sendiri pun sangat beragam. Hal ini tergantung beberapa faktor seperti kedalaman dan diameter sumur.


    Lantas, berapa harga membuat sumur bor? Simak ulasannya berikut ini.

    Daftar Harga Sumur Bor

    Inilah beberapa harga sumur bor berdasarkan diameter dan jenis bor. Namun, harga berikut ini belum termasuk biaya material tambahan.

    • Diameter pipa uk. 3 inch + bor jet pump: Rp 100.000 per meter
    • Diameter pipa uk. 4 inch + bor jet pump: Rp 150.000 per meter
    • Diameter pipa uk. 5 inch + bor sumur dalam: Rp 300.000 per meter
    • Diameter pipa uk. 6 inch + bor sumur dalam: Rp 500.000 per meter
    • Diameter pipa uk. 8 inch + bor sumur dalam: Rp 600.000 per meter
    • Diameter pipa uk. 10 inch + bor sumur dalam: Rp 700.000 per meter

    Harga Sumur Bor Paketan

    Kamu bisa menggunakan jasa paketan sumur bor. Harga sumur bor paketan sudah termasuk biaya tenaga dan material. Berikut ini kisaran harga membuat sumur bor.

    Tipe Standar

    • Paket sumur bor kedalaman 20 meter: Rp 5.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 30 meter: Rp 6.500.000
    • Paket sumur bor kedalaman 40 meter: Rp 8.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 50 meter: Rp 14.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 60 meter: Rp 18.000.000

    Tipe Menengah

    • Paket sumur bor kedalaman 20 meter: Rp 6.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 30 meter: Rp 7.500.000
    • Paket sumur bor kedalaman 40 meter: Rp 10.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 50 meter: Rp 15.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 60 meter: Rp 20.000.000

    Tipe Tinggi

    • Paket sumur bor kedalaman 20 meter: Rp 7.500.000
    • Paket sumur bor kedalaman 30 meter: Rp 9.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 40 meter: Rp 10.500.000
    • Paket sumur bor kedalaman 50 meter: Rp 16.000.000
    • Paket sumur bor kedalaman 60 meter: Rp 22.000.000

    Harga Sumur Bor Berdasarkan Wilayahnya

    Wilayah Jakarta & Depok

    Berikut kisaran harga pembuatan sumur bor untuk wilayah Jakarta dan Depok.

    • Sumur bor biasa dengan kedalaman maksimal 30 meter: Rp 3.000.000 – Rp 4.000.000
    • Sumur bor dan alat seperti pompa dengan kedalaman maksimal 30 meter: Rp 8.500.000
    • Sumur bor submersible dengan kedalaman maksimal 60 meter (sumur saja): Rp 9.000.000
    • Sumur bor submersible dengan kedalaman maksimal 60 meter jasa paketan termasuk jasa pekerja, material penunjang, dan pipa sumur: Rp 18.000.000

    Wilayah Bekasi & Tangerang

    Sementara untuk wilayah Bekasi dan Tangerang, berikut kisaran harganya.

    • Jasa pengeboran sumur maksimal kedalaman 30 meter: Rp 2.500.000
    • Pembuatan sumur bor tipe submersible dengan kedalaman maksimal 60 meter: Rp 9.000.000
    • Sumur bor submersible dengan kedalaman maksimal 60 meter jasa paketan termasuk jasa pekerja, material penunjang, dan pipa sumur: Rp 18.000.000

    Itulah daftar kisaran harga pembuatan sumur bor. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Untung Rugi Pakai Sumur Bor di Rumah



    Jakarta

    Semua rumah harus punya sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuninya. Salah satu opsi sumber air yang banyak digunakan masyarakat adalah sumur bor.

    Sumur bor adalah lubang buatan untuk mengambil air dari dalam tanah. Sumur air ini biasanya dibuat menggunakan mesin bor dalam tanah untuk menjangkau air di akuifer atau lapisan bawah tanah.

    Namun, membuat sumur bor di rumah bukan perkara mudah. Bagi kamu yang ada niatan membuat sumur bor sebaiknya pertimbangkan dulu untung ruginya. Yuk, simak ulasannya berikut ini.


    Pertimbangan Membuat Sumur Bor

    Inilah pertimbangan untung rugi membuat sumur bor di rumah seperti yang dikutip dari A&H Drilling.

    1. Biaya

    Kelebihan

    Mempunyai sumur bor berarti kamu tidak perlu membayar tagihan air bulanan. Bukan cuma menghemat pengeluaran, kamu juga mempunyai akses air sendiri di rumah.

    Kekurangan

    Meskipun memiliki sumur air sendiri bisa akan menghemat tagihan air. Biaya pembuatan awalnya cukup mahal. Tentunya biaya ini sangat bergantung pada jenis sistem sumur, kualitas peralatan, dan biaya pemasangan.

    Selain itu, kamu juga perlu mempertimbangkan waktu dan tenaga untuk membuat sumur. Ada proses untuk memetakan air tanah sebelum membuat sumur. Kemudian, membangun dan memelihara sumur juga cukup memakan waktu dan tenaga.

    2. Kualitas Air

    Kelebihan

    Soal kualitas air, tentu bervariasi tergantung pada lokasi sumur. Namun, biasanya air sumur lebih sehat dan enak dibandingkan air dari hasil industri. Hal ini dikarenakan tidak adanya bakteri umum yang ditemukan dalam air industri seperti timbal dan merkuri.

    Kekurangan

    Akan tetapi, air sumur dapat mengandung lebih banyak bahan kimia lain seperti zat besi dan fluorida. Hal ini dapat dengan diatasi dengan memasang alat pemurni air atau sistem penyaringan di sumur.

    3. Penggunaan Energi

    Kelebihan

    Sumur bor dapat menghemat energi secara keseluruhan. Berbeda halnya kalau menyaring air untuk seluruh kota memerlukan mesin yang besar, sehingga menghabiskan banyak energi. Dengan memilih untuk memperoleh air dari sumur air sendiri, kamu dapat menghemat penggunaan energi.

    Kekurangan

    Meskipun kamu bisa mandiri mempunyai sumber air sendiri, sumur bor mengandalkan listrik untuk memompa air. Kalau suatu ketika tidak ada listrik, maka air tidak bisa dipompa keluar.

    Oleh karena itu, kamu perlu memastikan ada cadangan air di kala darurat. Sebaiknya, siapkan generator cadangan dan penyimpanan air darurat kalau ingin menggunakan sumur bor.

    Itulah beberapa pertimbangan membuat sumur bor di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mudah Cegah Lumut di Toren Air, No Ribet!


    Jakarta

    Toren air atau tangki air adalah penampungan cadangan air di atap rumah. Karena selalu diisi air, kondisi toren tentu menjadi lembap, sehingga cocok buat lumut bertumbuh.

    Selain kondisi lembap, lumut bisa tumbuh di dalam toren air karena paparan sinar matahari langsung ataupun air baku yang kotor. Nah, sebaiknya mencegah pertumbuhan lumut di toren air supaya tidak mengganggu kebersihan air di rumah.

    Lalu, bagaimana cara mencegah lumut tumbuh di toren air? Yuk, simak tipsnya berikut ini, dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, Senin (6/7/2025).


    Cara Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

    Inilah cara mencegah pertumbuhan lumut di dalam toren.

    1. Tutup Tangki dengan Rapat

    Lumut akan tumbuh ketika air terkena sinar matahari. Maka dari itu, kalian perlu pastikan bahwa tangki air tertutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang masuk.

    2. Buat Pelindung di Atas Toren Air

    Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam. Untuk menghindarinya, kalian bisa memasang pelindung di bagian atas tangki, misalnya seperti memasang atap.

    3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

    Selain memasang atap, kalian juga bisa mengecat tangki air berbahan plastik dengan warna gelap. Lakukan pengecatan secara tebal dan merata supaya tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

    4. Rutin Kuras Toren Air

    Pengurasan tangki air secara rutin dapat menghambat pertumbuhan lumbut. Kuras tangki air setidaknya 6 bulan sekali. Apabila lumut tumbuh dengan cepat, tingkatkan frekuensi pengurasan, misalnya jadi 3-4 bulan sekali.

    Demikian beberapa cara untuk mencegah pertumbuhan lumut pada toren air di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Air Tiba-tiba Muncul dari Lantai? Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Munculnya air dari bawah lantai bisa terjadi karena beberapa hal. Salah satunya saat musim hujan.

    Umumnya, air muncul dari retakan sela keramik atau pecahan keramik. Retakan ini bisa terjadi karena rusak tertimpa beban yang berat, kesalahan saat pembangunan, atau ulah hewan.

    Selain itu, posisi rumah juga bisa menjadi salah satu penyebab. Apakah di dataran yang terjal atau datar. Saat hujan deras, tanah dengan mudah tergeser karena gerusan air. Gerusan ini dapat membuat tanah menjadi lebih turun. Ditambah tidak adanya area resapan air.


    Ada juga beberapa penyebab lainnya yang menyebabkan munculnya air dari lantai. Berikut ini informasinya dilansir dari Angi.

    1. Adanya Kebocoran Pipa

    Kemungkinan besar air yang muncul dari bawah keramik berada di dekat area yang dilalui oleh pipa air seperti kamar mandi, westafel, atau dapur.

    Setelah mengetahui lokasinya, cek meteran air di rumah. Apabila tidak bergerak, berarti kebocoran air bukan berasal dari pipa air. Melainkan sumber lain seperti air tanah yang meluap.

    Menurut Forbes, tanda-tanda pipa bocor utama sebagai berikut.

    – Suara mendesis dan gemericik

    – Tekanan air rendah

    – Sebelumnya terjadi penyumbatan saluran air yang terus-menerus

    – Air juga menggenang di sekitar halaman

    2. Kelebihan Air Tanah atau Naiknya Permukaan Air

    Saat hujan, air dapat menyebabkan kenaikan permukaan air tanah hingga meluap ke bagian atas. Air dapat dengan mudah muncul di dalam rumah apabila banyak celah pecahan keramik.

    Pemilik rumah bisa memasang sistem drainase interior di pertemuan dinding dan lantai. Sistem drainase ini semacam parit atau tanah menurun yang bisa mengalirkan air ke dalam pipa dan keluar dari rumah.

    Itulah beberapa penyebab timbulnya air dari bawah lantai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Air Keran, Ini Air yang Paling Baik buat Siram Tanaman



    Jakarta

    Tanaman sebaiknya disiram dengan jumlah dan intensitas yang tepat agar tumbuh optimal. Tak hanya itu, ternyata jenis air yang dipakai buat siram tanaman juga bisa mempengaruhi pertumbuhannya, lho.

    Dilansir dari Spectrum News 1, ternyata air hujan merupakan opsi terbaik untuk menyiram tanaman. Soalnya, hujan memiliki kandungan bermanfaat yang tidak dapat oleh air keran yang biasa kita gunakan.

    Nggak heran, pekarangan rumah yang baru disiram air hujan yang lebat tampak lebih segar. Namun, apa yang membuat air hujan lebih unggul daripada air keran ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Kenapa Air Hujan Paling Bagus buat Siram Tanaman?

    Air hujan baik untuk pertumbuhan tanaman karena mengandung nitrogen. Lalu, air hujan juga mengandung lebih banyak oksigen daripada air keran, sehingga membantu tanaman tumbuh lebih subur.

    Belum lagi ada senyawa karbon dioksida yang terbawa oleh air hujan. Karbon dioksida dapat membantu melepaskan nutrisi penting bagi tanaman.

    Di sisi lain, air keran biasanya mengandung natrium yang dalam jumlah banyak dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan sistem akar. Kamu bisa melihat endapan putih pada daun yang merupakan residu dari natrium. Tentunya hal ini bisa beracun dan merusak tanaman.

    Hujan biasanya turun menyirami tanaman secara lebih merata tanpa meninggalkan celah. Aliran dari air hujan pun akan membersihkan endapan mineral, debu, dan polutan yang menutupi daun tanaman. Oleh karena itu, air hujan sangat penting untuk kesuburan tanaman.

    Namun, bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan air keran. Jika cuaca sedang kering dan jarang hujan, pastikan untuk tetap memberi pasokan air yang cukup pada tanaman meski dari keran.

    Di samping itu, penting untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk menyiram tanaman. Kamu bisa mengecek sendiri kelembapan tanah menggunakan jari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mending Pasang Water Heater Gas atau Listrik? Ini Pertimbangannya



    Jakarta

    Water heater bisa menambah kenyamanan penghuni rumah untuk menghasilkan air hangat. Water heater adalah sebuah alat pemanas air yang biasa digunakan untuk kebutuhan mandi.

    Umumnya ada dua jenis water heater, yakni water heater gas dan water heater listrik. Kedua jenis water heater ini tentu memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

    Nah, bagi kamu yang berencana untuk memasang water heater tapi bingung pilih yang mana, bisa mempertimbangkan preferensi dan kecocokan dulu. Jangan sampai salah pilih dan menyesal di kemudian hari. Berikut di bawah ini perbandingan antara water heater gas dan water heater listrik yang perlu kamu ketahui.


    Perbedaan Water Heater Gas dan Water Heater Listrik

    Inilah perbedaan utama antara water heater gas dan water heater listrik.

    1. Cara Kerja

    Dikutip dari Forbes water heater listrik bekerja dengan mengalirkan arus listrik bertegangan tinggi kepada sebuah batang di tengah tangki air. Listrik ini nantinya akan memanaskan air dari bagian tengah tangki ke arah luar.

    Di sisi lain, water heater gas bekerja dengan memanaskan tangki air dengan api berbahan bakar gas dari bagian bawahnya.

    2. Kenyamanan Penggunaan

    Semua rumah memiliki layanan listrik. Oleh karena itu, water heater listrik cenderung lebih mudah untuk dipasang dan digunakan.

    Sebaliknya, water heater gas memerlukan tabung gas yang harus rutin untuk diganti agar tidak kehabisan bahan bakar saat digunakan.

    Water Heater Listrik

    Jika kamu mempertimbangkan memakai water heater listrik, berikut ini kelebihan dan kelemahannya.

    Kelebihan

    • Aman
    • Cara kerja sistem pemanas bersih (tidak meninggalkan residu)
    • Memiliki daya pemanas air yang efisien
    • Pilihan ukuran banyak
    • Bisa berjalan secara otomatis
    • Mudah untuk dipasang, karena setiap rumah pastinya memiliki sumber listrik

    Kekurangan

    • Biaya operasional lebih tinggi
    • Cenderung lebih lama untuk memanaskan air dibandingkan dengan jenis gas
    • Waktu pemulihan lebih lama
    • Tidak bisa beroperasi jika listrik padam

    Water Heater Gas

    Kemudian, berikut ini plus minus memasang water heater gas di kamar mandi.

    Kelebihan

    • Memanaskan air dengan cepat
    • Biaya pengoperasian lebih rendah dibandingkan dengan jenis listrik
    • Hemat energi
    • Masih bisa beroperasi saat listrik padam

    Kekurangan

    • Memerlukan tambahan tabung gas
    • Kurang aman dibandingkan jenis listrik
    • Cara kerja sistem pemanas lebih kotor (meninggalkan residu)
    • Pilihan ukuran lebih sedikit
    • Umur lebih pendek dibandingkan jenis listrik
    • Daya panas air kurang efisien dibandingkan jenis listrik
    • Perlu dinyalakan secara manual

    Itulah pertimbangan untuk menentukan antara water heater listrik dan water heater gas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bahaya Air Sumur Berbau! Ini Penyebab dan Solusinya



    Jakarta

    Sebagian masyarakat Indonesia masih menggunakan air sumur untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, terkadang muncul bau tak sedap dari air sumur di rumah.

    Sementara air yang layak dikonsumsi salah satu kriterianya adalah tidak berbau. Jika berbau, kemungkinan air sumur itu sudah tercemar dan tidak patut dikonsumsi karena dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah kesehatan.

    Lantas, bagaimana cara mengatasi air sumur bau? Simak ulasannya berikut ini.


    Penyebab Air Sumur Bau

    Sebelum mengatasi masalah, kamu perlu mengetahui penyebab air muncul bau. Inilah alasan air sumur bau, dilansir dari MN Department of Health.

    1. Gas Hidrogen Sulfida

    Gas hidrogen sulfida (H2S) mampu membuat air berbau seperti telur busuk. Gas ini dapat muncul di sumur mana saja karena terjadi secara alamiah dari hasil pembusukan dan reaksi kimia dengan tanah dan bebatuan.

    Polusi yang terjadi juga bisa membuat air sumur tercemar dan mengeluarkan bau. Gas H2S dapat berbahaya jika kadarnya tinggi. Sehingga penting untuk mensterilkan air dari gas.

    2. Bakteri Sulfur

    Bakteri sulfur juga bisa memproduksi gas H2S. Meski tergolong tak berbahaya, bakteri sulfur bantu merangsang pertumbuhan bakteri lain seperti bakteri besi. Lendir yang dihasilkan bakteri mampu menyumbat sistem perpipaan sumur.

    Cara Mengatasi Air Sumur yang Bau

    Apabila air sumur berbau tak sedap juga ditemukan lendir berwarna putih, abu-abu, atau kehitaman serta noda hitam dan korosi pada sistem perpipaan dan komponen logam mesin air, bisa jadi air sumur telah terkontaminasi gas hidrogen sulfida dan bakteri sulfur.

    Jika demikian, sejumlah cara berikut dapat dilakukan untuk mengatasi air sumur yang bau.

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit biasa digunakan sebagai zat disinfektan air. Senyawa kimia ini ampuh untuk menjernihkan juga menghilangkan bau pada air.

    Namun air yang diberi kaporit tidak dapat langsung dikonsumsi. Mesti tunggu beberapa hari sampai baunya menghilang dan barulah air bisa digunakan kembali.

    2. Bersihkan Dinding Sumur

    Bau yang muncul mungkin diakibatkan oleh bakteri yang menempel di dinding sumur. Untuk menghilangkannya, cairan klorin yang dapat dipakai.

    3. Gali Sumur Lebih Dalam

    Air sumur yang bau dan keruh bisa disebabkan oleh sumur yang kurang dalam. Karena ini, sumur dapat digali lebih dalam lagi supaya air kotor tidak masuk ke dalamnya. Dinding sumur juga bisa dilapisi dengan tembok beton agar lebih tinggi dan tak mudah bocor sehingga air kotor tak mengkontaminasi air di dalamnya.

    4. Disinfeksi Sumur

    Jika air sumur masih bau, larutan klorin tingkat kuat bisa digunakan untuk disinfeksi sumur lebih lanjut. Disarankan memanggil jasa profesional apabila tidak mampu melakukan disinfeksi sumur mandiri untuk pengerjaan yang lebih efisien.

    5. Bor Sumur Baru

    Apabila sumber bau berasal dari air tanahnya, mengebor sumur baru di lokasi berbeda menjadi cara terakhir yang dapat dilakukan. Bisa juga pertimbangkan untuk berlangganan air ke perusahaan pengolahan dan penyediaan air bersih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com