Tag Archives: air

Ternyata Ini Alasan Air di Tanah Bekas Sawah Kualitasnya Jelek


Jakarta

Dalam membangun sebuah rumah penting untuk mengetahui kualitas air tanah, apakah kualitasnya baik atau tidak. Sebab, air merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan manusia, mulai dari mandi hingga mencuci.

Namun jika membangun hunian di tanah bekas sawah atau rawa, kualitas airnya disebut-sebut jelek. Soalnya, tanah sawah punya tekstur halus dan lengket, sedangkan rawa memiliki ciri khas lembek dan berlumpur.

Hal tersebut yang membuat sebagian orang ragu untuk mendirikan rumah di tanah bekas sawah atau rawa. Bukan hanya karena jenis tanahnya saja, tapi kualitas airnya juga jadi pertimbangan.


Meski begitu, masyarakat masih bisa mendapatkan air bersih walaupun lokasi rumahnya di tanah bekas rawa atau sawah. Menurut kontraktor Taufiq Hidayat, kualitas air dapat dipengaruhi oleh kekuatan daya dukung tanah. Sebab, sumber air bisa didapat dari lapisan tanah tersebut.

“Kalau kualitas air itu urusannya dengan kekuatan daya dukung tanah. Air itu hubungannya sama sumber air yang bisa kita dapatkan di lapisan tanah itu,” kata Taufiq saat dihubungi detikcom, Kamis (26/6/2025).

Namun, Taufiq mengatakan untuk tanah di bekas sawah atau rawa biasanya kualitas air tanahnya masih kurang baik karena terkontaminasi lumpur. Untuk mengatasi masalah itu, ia menyarankan agar melakukan pengecekan tanah hingga kedalaman tertentu.

“Misalnya di kedalaman tertentu lapisan airnya yang didapat itu masih bisa terkontaminasi bekas-bekas rawa atau sawah sekitar, biasanya itu masih jelek ya. Tapi kalau misalnya di dalamin lagi, itu akan lebih bagus,” ujarnya.

Lebih lanjut, Taufiq mengatakan jika kualitas air juga tergantung dari kondisi geologi tanahnya. Meskipun sudah dibor hingga dalam untuk mendapatkan sumber air bersih, tapi terkadang hasilnya bisa nihil.

“Meski begitu, bisa juga yang sudah dibor sampai dalam nggak ketemu air bersih. Jadi itu tergantung kondisi geologi tanahnya juga,” papar Taufiq.

Cara Mencari Sumber Air dengan Geolistrik

Di sisi lain, penting juga melakukan metode geolistrik. Metode ini dapat membantu mencari sumber air di dalam tanah, terutama untuk di daerah yang sulit sumber air.

Mengutip catatan detikProperti, metode geolistrik menawarkan analisis yang lengkap saat mencari sumber air tanah dengan cara sebagai berikut:

1. Mengukur Kedalaman Air

Dengan menggunakan metode geolistrik, informasi tentang kedalaman air di dalam tanah dapat diperoleh dengan menganalisis pola resistivitas dalam profil geolistrik.

2. Mengidentifikasi Akuifer

Akuifer adalah lapisan batuan yang mengandung air. Metode geolistrik bisa mencari lapisan ini dengan melihat perbedaan resistivitas antara lapisan batuan mengandung air dan tidak. Nantinya bisa dipetakan lokasi akuifer di bawah tanah.

3. Mengetahui Kualitas Air Tanah

Metode ini juga dapat mengetahui apakah air tanah mengandung garam, polutan, atau zat lainnya. Oleh karena itu, metode geolistrik membantu dalam pencarian sumber air untuk keperluan rumah tangga.

4. Penentuan Zona Produktif Air Tanah

Data yang telah diperoleh dari metode geolistrik, akan digunakan untuk mencari zona-zona yang produktif air tanah. Dengan demikian pasokan air dari sumur bor bisa mencukupi air yang dibutuhkan dan terus produktif.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Campuran 3 Bahan Ini Ampuh Bersihkan Jendela Sampai Kinclong


Jakarta

Pada umumnya, banyak pemilik rumah yang membersihkan jendela dengan cairan khusus pembersih kaca. Cairan ini punya zat yang dapat mengikis kotoran dan membuat jendela terlihat lebih bersih dan kinclong.

Meski begitu, harga cairan tersebut terkadang cukup mahal. Apabila membeli cairan yang harganya murah terkadang kurang efektif untuk membasmi kotoran membandel di jendela.

Namun jangan khawatir, kamu dapat menggunakan tiga bahan sederhana yang disebut ampuh membersihkan jendela. Penasaran apa saja bahan tersebut? Simak dalam artikel ini.


3 Bahan Sederhana yang Ampuh Bersihkan Jendela

Dikutip dari Good Housekeeping, Jumat (4/7/2025), tiga bahan sederhana yang ampuh membersihkan jendela adalah cuka, sabun cuci piring, dan air. Kombinasi ketiganya dinilai ampuh untuk mengatasi debu dan noda di jendela.

Sejumlah penelitian mengungkapkan kandungan asam pada cuka dapat mengangkat noda dan kotoran, sedangkan air dapat melarutkan kotoran serta zat asam agar tidak menempel di jendela. Untuk jenis cuka yang dipilih bisa menggunakan cuka putih atau cuka apel.

Jika jendela sudah sangat kotor dan ada noda yang sulit hilang, kamu bisa menambahkan cairan pembersih cuci piring. Bagi kamu yang tidak suka aroma cuka dapat menambahkan minyak esensial seperti jeruk, serai, lavender, atau papermin.

Ingin tahu cara menggunakan ketiga bahan tersebut untuk membersihkan jendela? Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

  • 2 gelas air
  • 1/2 cangkir cuka putih atau cuka apel
  • 2 tetes sabun cuci piring
  • 1-2 tetes minyak esensial sesuai keinginan (opsional)
  • Setelah itu, campurkan semua bahan ke dalam wadah dan tuang ke dalam botol semprot
  • Sebelum digunakan, kocok botol terlebih dahulu dan semprotkan ke seluruh permukaan jendela.

Apabila kamu tinggal di lingkungan yang airnya mengandung kadar mineral tinggi, disarankan memakai air suling untuk membersihkan jendela. Selain itu, air suling bisa digunakan dalam jangka waktu lama sehingga kamu tak perlu repot-repot membuatnya lagi.

Kamu juga bisa menambahkan alkohol dengan kandungan 70% ke dalam botol semprot. Kandungan alkohol yang tinggi dinilai efektif mengangkat kotoran dan debu yang menempel di jendela dengan cepat.

Demikian tiga bahan sederhana yang bisa digunakan untuk membersihkan jendela secara ampuh. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/dhw)



Sumber : www.detik.com

TV hingga Kulkas Terendam Banjir? Ini 5 Hal yang Perlu Dilakukan


Jakarta

Saat banjir datang sebaiknya segera memindahkan seluruh barang elektronik seperti TV dan lemari es. Meski begitu, terkadang kamu tak sempat menyelamatkan seluruh barang elektronik dan akhirnya terendam banjir.

Mungkin kamu pasrah ketika ada benda elektronik yang terendam banjir karena sudah dipastikan rusak. Meski begitu, barang tersebut sebenarnya masih bisa diselamatkan tergantung pada tingkat kerusakan akibat air.

Jika barang elektronik di rumah terendam banjir, ada beberapa hal yang wajib dilakukan untuk menyelamatkan barang tersebut. Apa saja? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Hal yang Perlu Dilakukan saat Barang Elektronik Terendam Banjir

Jika ada barang elektronik yang terendam banjir, tetap tenang dan jangan panik. Ada sejumlah tindakan yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan barang tersebut.

Dilansir situs Sears Home Services, Rabu (9/7/2025), berikut hal-hal yang wajib dilakukan:

1. Matikan Listrik Rumah

Langkah yang pertama adalah matikan listrik seluruh rumah. Kamu dapat mematikannya lewat Mini Circuit Breaker (MCB) guna memutus pasokan listrik ke rumah. Cara ini dapat mencegah risiko sengatan listrik dan meminimalisir kerusakan pada stopkontak dan barang elektronik.

2. Pindahkan Barang ke Tempat Aman

Setelah banjir surut, kamu bisa memindahkan barang elektronik ke tempat yang aman. Jika hunian kamu terdiri dari dua lantai atau lebih, silahkan pindahkan barang elektronik ke atas atau tempat yang kering.

3. Bersihkan dari Sisa Air

Keringkan barang elektronik yang basah menggunakan handuk atau kain kering. Lap bagian dalam dan luar secara perlahan untuk menyeka sisa-sisa air. Cara ini dilakukan untuk mencegah barang elektronik semakin rusak terkena air serta meminimalisir adanya kelembapan.

4. Singkirkan Aksesoris pada Barang Elektronik

Apabila ada bagian atau aksesoris yang dapat dilepas, seperti baki, rak, atau laci, maka lepas terlebih dahulu dan keringkan secara terpisah. Cara ini dilakukan untuk mencegah air menggenang yang memicu pertumbuhan jamur serta menyebabkan kerusakan lebih lanjut.

5. Keringkan Barang Elektronik

Langkah yang terakhir adalah mengeringkan barang elektronik di tempat yang punya ventilasi baik selama kurang lebih dua hari. Kamu juga bisa mengeringkan pakai kipas angin agar lebih maksimal. Cara ini guna memastikan semua komponen internal benar-benar kering sekaligus mengurangi risiko korsleting listrik.

Setelah mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa menyalakan kembali barang elektronik. Pastikan kamu mencoloknya di stopkontak yang kering demi mencegah kerusakan hingga terjadi arus pendek listrik.

Namun dalam beberapa kasus, kerusakan akibat air dapat menyebabkan kerusakan parah dan tak bisa ditangani dengan langkah-langkah di atas. Solusinya adalah membawa barang tersebut ke pusat layanan terdekat guna dicek dan diperbaiki oleh teknisi.

Demikian lima hal yang perlu dilakukan jika barang elektronik di rumah terendam banjir. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Keran Air Menetes Terus? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya



Jakarta

Pernahkah menemui keran air yang terus menetes meski sudah ditutup rapat? Kondisi seperti itu bisa membuat risih para penghuni rumah.

Keran air menetes membuat air terbuang percuma. Lalu, suara tetesan air yang berjatuhan tanpa henti mengganggu ketenangan.

Lantas, kenapa keran air menetes terus ya? Simak penjelasannya berikut ini.


Penyebab Keran Air Menetes

Inilah sederet biang kerok keran air menetes, dikutip dari Swan’s Plumbing.

1. Komponen Longgar atau Rusak

Keran terdiri dari berbagai komponen, seperti ring-o, seal, washer, dan katup. Komponen tersebut sewaktu-waktu bisa longgar atau rusak. Kalau komponen longgar atau tidak dipasang dengan benar, keran air akan bocor.

2. Washer Aus atau Rusak

Kemudian, penyebab kebocoran keran yang paling umum adalah washer yang aus atau rusak. Washer merupakan plastik kecil atau segel karet di dalam gagang keran. Fungsinya untuk mencegah air mengalir saat keran ditutup.

3. Korosi dan Penumpukan Mineral

Keran air bocor dapat disebabkan oleh mineral dan endapan dari air. Hal itu menimbulkan korosi atau penyumbatan, sehingga mengganggu fungsi komponen keran.

4. Tekanan Air Terlalu Besar

Selain itu, tekanan air yang terlalu besar juga mengakibatkan keran bocor. Pasalnya, tekanan air dapat menekan komponen di dalam keran dan mengakibatkan kebocoran. Penghuni bisa memasang pengatur tekanan saluran air untuk mencegah kerusakan.

5. Faktor Usia

Faktor usia juga bisa jadi penyebab keran air menetes. Komponen keran lama-lama akan aus hingga menyebabkan kebocoran.

6. Pipa Retak atau Rusak

Air yang menetes tidak selalu berasal dari keran, tetapi bisa dari titik sambungannya. Hal ini disebabkan oleh pipa yang retak atau rusak.

Itulah beberapa penyebab keran air menetes. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Ini Kelebihan dan Kekurangan Bikin Sumur Bor di Rumah



Jakarta

Rumah yang sehat harus memiliki sumber air bersih. Salah satu caranya dengan membuat sumur bor.

Sumur ini dibuat dengan cara menggali lubang menggunakan mesin bor. Lubang tersebut memungkinkan pengambilan air hingga ke akuifer atau lapisan bawah tanah.

Namun, sebelum membuat sumur bor, pemilik rumah perlu tahu dulu kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini pertimbangan untuk membuat sumur bor dari berbagai aspek, dikutip dari A&H Drilling.


1. Biaya

Kelebihan

Pemilik rumah bisa hemat tagihan air dengan menggunakan sumur bor karena tidak bergantung pada perusahaan air. Selain itu, pemilik juga mempunyai akses air sendiri di rumah.

Kekurangan

Di sisi lain, biaya pembuatan sumur bor cukup mahal. Tentunya besaran biaya ini tergantung pada sistem sumur, kualitas peralatan, dan biaya pemasangan. Belum lagi pembuatan sumur memakan waktu dan tenaga.

2. Kualitas Air

Kelebihan

Kualitas air sumur bisa berbeda-beda tergantung pada lokasinya. Umumnya air sumur lebih sehat dan enak daripada air dari perusahaan. Sebab, air ini tidak ada kandungan seperti timbal dan merkuri.

Kekurangan

Air sumur bisa mengandung bahan kimia lain seperti flourida dan zat besi. Meski begitu, bahan kimia bisa dihilangkan dengan pemurni air atau sistem penyaring.

3. Penggunaan Energi

Kelebihan

Sumur bor bisa menghemat penggunaan energi. Sebab, pemilik mendapatkan dan memproses air di sendiri di rumah.

Kekurangan

Namun, sumur bor membutuhkan listrik untuk memompa air. Tanpa listrik, air tidak akan bisa dipompa keluar. Oleh karena itu, pemilik perlu menyiapkan cadangan air dan generator buat keadaan darurat.

Itulah kelebihan dan kekurangan menggunakan sumur bor. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Penyebab Keramik Kamar Mandi Menguning dan Cara Membersihkannya


Jakarta

Salah satu tanda kamar mandi perlu segera dibersihkan adalah muncul noda kuning pada lantai. Noda ini bukan berasal dari pemudaran warna pada keramik, melainkan adanya penumpukan kotoran.

Secara kasat mata memang noda kuning tersebut tidak bertekstur, terkadang tidak berbau, dan tidak menyebabkan hal yang mengganggu. Padahal noda kuning tersebut adalah sumber bakteri bersarang dan bisa menjadi sumber penyakit pula.

Lantas, apa penyebab muncul noda kuning pada lantai kamar mandi?


Penyebab Noda Kuning Muncul di Kamar Mandi

Dilansir dari Certified Stone Professionals, lantai atau keramik di kamar mandi bisa menguning karena efek aktivitas pemakainya, berikut di antaranya:

1. Sisa-sisa Pemakaian Produk

Pemakaian minyak atau produk perawatan tubuh di kamar mandi menjadi salah satu penyebab keramik menguning. Kok bisa? Biasanya ini terjadi untuk produk yang harus dibilas atau terjatuh ke lantai, tidak segera dibersihkan dan akhirnya menumpuk.

2. Pembersih Lantai yang Keras

Meskipun keramik adalah material yang kuat dan tahan lama, ada beberapa bahan pembersih yang sebaiknya tidak dipakai. Pembersih yang mengandung bahan kimia keras bisa menyebabkan noda kuning hingga kikisan pada permukaan keramik.

3. Semprotan Aerosol

Aerosol merupakan zat atau partikel kecil yang biasa terdapat di dalam produk yang cara pemakaiannya disemprot. Contohnya terdapat dalam semprotan serangga, hair spray, hingga obat-obatan.

4. Air Sadah

Noda kuning juga bisa muncul karena air yang digunakan kualitasnya kurang bagus, contohnya air sadah yang mengandung mineral seperti magnesium tinggi. Biasanya air ini juga terdapat kapur di dalamnya yang mengendap di permukaan bak. Air ini dapat menimbulkan efek kekuningan pada barang-barang di kamar mandi.

5. Penggunaan Sealer dan Polimer

Menggunakan sealer dan berbagai jenis lilin yang mungkin mengandung polimer juga dapat memicu lantai menguning.

6. Kualitas Keramik yang Kurang Bagus

Faktor terakhir adalah memang berasal dari keramik tersebut. Kualitasnya yang kurang bagus membuat warnanya mudah memudar dan muncul noda kuning dari pinggirannya.

Cara Membersihkan Keramik Kamar Mandi yang Kuning

Apabila menemukan noda kuning pada keramik di kamar mandi, jangan khawatir, dilansir laman Nobroker dan Cleanipedia, ada cara untuk membersihkannya. Berikut bahan-bahan yang bisa digunakan.

1. Cairan Pembersih Kamar Mandi

Untuk sehari-hari, noda kuning membandel masih bisa dibersihkan dengan cairan pembersih lantai biasa. Caranya tuang cairan pembersih ke dalam wadah berisi air. Ambil pel dan rendam di dalam air tersebut. Kemudian gosok lantai yang menguning menggunakan pel tersebut. Bisa juga memakai sikat yang ujungnya tajam.

2. Sikat dengan Perasaan Air Lemon

Lemon memiliki kandungan asam sitrat yang ampuh bersihkan noda membandel. Selain itu, lemon memiliki aroma yang khas sehingga bisa membuat kamar mandi jadi lebih wangi. Jenis noda yang bisa dibersihkan adalah limescale (kerak kapur/kerak air/noda semen).

3. Bersihkan dengan Cuka

Jika membutuhkan bahan pembersih yang lebih ampuh lagi, bisa menggunakan cuka. Cuka mengandung asam yang bisa membantu menghilangkan jamur dan lumut tanpa merusak ubin.

4. Pakai Baking Soda (Soda Kue)

Bahan lainnya yang ampuh bersihkan noda kuning pada keramik adalah baking soda. Di dalam baking soda terdapat Sodium Bicarbonate yang bermanfaat untuk melawan noda.

Kamu bisa langsung pakai baking soda atau kombinasikan dengan bahan lain seperti cuka. Jika sudah dibuat jadi pasta, tinggal oleskan pada lantai kamar mandi lalu biarkan semalaman. Pastikan untuk menyebarkan baking soda pada lantai yang kering ya.

5. Garam

Jika tidak memiliki barang-barang di atas, bisa juga memakai garam. Bahan ini bisa menjadi desinfektan yang sangat baik dalam membunuh kuman dan efektif dalam membersihkan noda air.

Caranya hanya perlu membasahi lantai kamar mandi lalu taburkan garam ke seluruh bagian. Tunggu selama satu atau dua jam, kemudian gosok dengan sikat atau spons.

Itulah penyebab dan cara membersihkan keramik kamar mandi yang menguning.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Mirip tapi Tak Sama, Ini 3 Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali



Jakarta

Sumber air bersih bisa didapatkan dari dalam tanah. Untuk memperoleh air tersebut, pemilik rumah bisa membuat sumur bor atau sumur gali.

Kedua sumur itu dibuat dengan menggali lubang yang dalam. Nah, perbedaan utamanya ada pada cara menggali lubang. Sumur bor dibuat dengan mesin bor dan sumur gali dengan penggalian manual.

Meski sama-sama mengeluarkan air dari dalam tanah, kedua jenis sumur itu memiliki keunggulan masing-masing.


Seorang tukang sumur bor di kawasan Bogor, Hasan, mengatakan sumur bor lebih banyak keunggulan dibanding sumur gali. Apalagi ketika musim kemarau, sumur bor menjadi sumber air andalan.

“Lebih baik bikin sumur bor apalagi kalau musim kemarau karena debit lebih kencang dan air lebih bersih,” kata Hasan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Namun, apa perbedaan sumur bor dan sumur gali? Simak penjelasannya berikut ini

Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

Inilah beberapa perbedaan dari sumur bor dan sumur gali.

1. Debit Air

Sumur gali memiliki diameter lubang yang besar, sehingga debit air semakin besar buat memenuhi kebutuhan. Berbeda dari sumur bor yang mengandalkan pompa untuk menyalurkan air, sehingga debit air bisa lebih kencang.

“Kalau sumur bor itu debit airnya lebih kencang dan kualitas airnya lebih bersih karena itu tergantung kedalaman tanahnya,” ucapnya.

2. Dimensi Lubang

Kemudian, proses pembuatan sumur bor lebih mudah untuk menentukan kedalaman tanah hingga mencapai sumber air karena menggunakan mesin. Sementara itu, sumur gali mengandalkan tenaga manual, sehingga ada keterbatasan yang membuat sumur tidak bisa terlalu dalam.

“Kita kalau bikin sumur bor itu punya diameter sekitar 2 inci sampai 6 inci terus kedalaman bisa sampai 60 meter nggak masalah,” katanya.

“Kalau sumur gali kita butuh buat diameter 50 cm sampai 1 meter dan buat kedalaman juga terbatas kalau di daerah Bogor atau Jakarta paling kuat maksimal gali sampai kedalaman 20 meter,” sambung Hasan.

3. Waktu Pengerjaan

Pembuatan sumur gali dengan kedalaman dua puluh meter bisa menghabiskan waktu berhari-hari. Proses itu memakan waktu lama karena penggalian dilakukan secara manual.

Sementara itu, pembuatan sumur bor relatif lebih cepat karena memakai mesin bor. Kedalaman lubang tidak menjadi masalah selagi bisa menemukan sumber air.

Itulah perbedaan antara sumur bor dan sumur gali. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Saluran Air Sering Mampet? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


Jakarta

Salah satu masalah yang kerap dialami banyak pemilik rumah adalah saluran air tersumbat. Kondisi ini membuat air tidak bisa mengalir keluar dengan lancar sehingga dapat meluap dan menggenangi lantai.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan saluran air mampet karena ada benda yang menghalangi, misalnya rambut. Selain itu, ada sejumlah penyebab lainnya yang membuat saluran air tersumbat.

Penyebab Saluran Air Mampet

Dilansir situs Dengarden dan Zeek Plumbing, berikut sejumlah penyebab saluran air di rumah jadi mampet:


1. Rambut

Penyebab utama saluran air kerap mampet karena sisa rambut yang rontok saat mandi. Mungkin penghuni rumah tidak sadar jika rambut yang rontok jumlahnya cukup banyak sehingga dapat menghambat aliran air di saluran kamar mandi.

Solusinya adalah dengan rajin mengambil gumpalan rambut yang menumpuk di kamar mandi, lalu membuangnya ke tempat sampah. Selain itu, pastikan untuk menutup saluran air dengan penutup yang hanya dapat dilalui air. Jika sudah tersumbat, gunakan baking soda dan cuka agar kembali lancar.

2. Sisa Makanan

Kebiasaan membuang sisa makanan di kitchen sink dapat berdampak buruk bagi saluran air. Tentu saja hal tersebut dapat menyumbat saluran air dan akhirnya jadi meluap.

Sisa makanan seperti nasi, tulang ayam, tulang ikan, dan ampas teh sulit terurai. Jika sudah menumpuk dalam jumlah banyak maka tak heran saluran air tersumbat.

Cara mengatasinya adalah dengan mengangkat kotoran tersebut dari kitchen sink. Gunakan juga cairan pembersih untuk membersihkan sisa noda dan minyak yang terdapat di kitchen sink.

3. Sabun

Sabun berguna untuk membersihkan kotoran di tubuh tetapi sisa-sisa sabun yang berbentuk buih ternyata bisa menyumbat saluran air lho. Sebab, sisa sabun berbentuk buih yang tertinggal di lantai atau terbuang ke saluran air dapat mengurangi diameter pipa seiring waktu.

Salah satu cara mencegahnya adalah dengan membersihkan sabun setiap selesai mandi. Pastikan tidak ada bekas sabun yang menempel di lantai atau dinding.

4. Endapan Pasir

Kebiasaan membuang sisa pasir atau tanah di kamar mandi ternyata dapat berdampak buruk bagi saluran air. Hal tersebut menciptakan endapan di sekitar tutup saluran sehingga air tidak bisa mengalir keluar dengan lancar.

Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memanggil tenaga profesional untuk membersihkan saluran air dari sisa pasir atau tanah.

5. Minyak dan Lemak

Minyak dan lemak juga menjadi penyebab saluran air jadi tersumbat. Pada dasarnya, minyak dan lemak tidak dianjurkan dibuang melalui saluran air karena tidak akan larut di dalam air, sehingga dapat menumpuk dan menyebabkan mampet.

Jika ingin membuang minyak dan lemak sisa makanan, sebaiknya dibuang ke dalam plastik lalu dimasukkan ke tempat sampah. Namun jika terlanjur membuangnya ke saluran air, gunakan tips di bawah ini untuk mencegah mampet:

  • Campurkan sedikit detergen dengan air panas.
  • Lalu tuangkan cairan tersebut ke dalam saluran air.
  • Biarkan sekitar 10 menit agar larutan tersebut dapat memecah minyak yang tersumbat.

6. Endapan Mineral

Air sadah kerap ditemui di rumah yang tidak mendapatkan air bersih. Air sadah mengandung konsentrasi pH mineral tinggi yang dapat merusak saluran air jika terjadi penumpukan. Apabila sudah tersumbat, maka perlu memanggil tenaga ahli untuk mengatasi endapan mineral tersebut.

7. Pipa Air Rusak

Penyebab yang terakhir karena ada kerusakan atau retakan pada bagian pipa air sehingga menghalangi aliran air. Kondisi ini dapat terjadi karena umur pipa sudah tua atau korosi. Dalam beberapa kasus, pipa air bisa rusak karena akar pohon yang dapat menembus dan menghambat aliran air.

Itulah tujuh penyebab saluran air sering mampet. Semoga membantu detikers!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

8 Tanaman Hias yang Tak Perlu Disiram Rutin, Cocok Buat yang Sibuk


Jakarta

Air memiliki sejumlah manfaat untuk tanaman, seperti membantu proses fotosintesis, mengangkut nutrisi dari tanah ke tanaman, hingga menjaga tanaman tetap segar. Maka dari itu, tanaman perlu disiram secara rutin.

Namun, tidak semua jenis tanaman harus disiram setiap hari, lho. Ada beberapa tanaman yang justru sebaiknya jangan sering disiram karena bisa cepat layu dan membusuk.

Jika kamu tipe orang yang super sibuk hingga lupa merawat tanaman, tak ada salahnya membeli tanaman yang ‘irit’ air. Sebab, tumbuhan ini masih bisa tumbuh walau hanya disiram sesekali saja.


Ingin tahu apa saja tanaman hias yang dapat tumbuh walau jarang disiram? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Tanaman Hias Ini Bisa Tumbuh Walau Jarang Disiram

Ada sejumlah tanaman hias yang punya mekanisme penyimpanan air dalam waktu lama karena minim penguapan. Tanaman itu biasanya dapat tumbuh di kawasan tropis atau iklim ekstrem, sehingga tak perlu disiram secara berkala.

Dilansir situs Better Homes and Gardens, berikut tanaman hias yang dapat tumbuh subur meski jarang disiram:

1. Lidah Buaya

Tanaman aloe vera atau lidah buayaFoto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

Lidah buaya termasuk tanaman hias yang dapat tumbuh meski tidak disiram air selama berminggu-minggu. Kamu hanya perlu menyiram lidah buaya jika tanah di sekitarnya sudah terlihat kering.

Kamu dapat meletakkan lidah buaya di lokasi yang sejuk dan tidak terpapar langsung sinar matahari. Tanaman ini sangat cocok untuk dipajang di halaman depan atau dalam ruangan.

2. Lidah Mertua

Snake plant, Dracaena trifasciata, Devil Tongue (Sansevieria trifasciata) in clay pot on white pattern wall background, wooden table. Small evergreen houseplant for modern home decor interior designFoto: Getty Images/M.photostock

Tanaman yang satu ini sudah banyak dikoleksi oleh pemilik rumah karena warnanya yang hijau dan terlihat cantik. Selain menambah estetika, lidah mertua juga bisa ditanam di dalam ruangan karena tidak perlu disiram secara berkala.

Sama halnya dengan lidah buaya, tanaman hias ini juga tidak membutuhkan banyak sinar matahari sehingga bisa diletakkan di ruangan yang sejuk. Hadirnya lidah mertua juga dapat membersihkan udara secara alami.

3. Sirih Gading

Propagating a Golden Pothos Plant in a mason jar in Palm Beach, Florida.Also known as the Epipremnum aureum. The Pothos Plant is a trailing, leafy vine that can reach lengths of up to 40 feet in tropical jungles. Its genus name is derived from the Greek words epi (meaning upon) and premnon (meaning a trunk) in reference to its growing on tree trunks.Indoors, the pothos plant usually confines itself to about six to 10 feet. Its leaves are bright and waxy with a noteworthy pointed heart shape, and are often green or variegated in white, yellow, or pale green. It is rare for them to flower or produce berries, especially indoors, but certain varietals can have tiny, petal-less white flowers that feature small berries.Also called devil's ivy, pothos can be grown in hanging baskets or as a potted plant on a desk. They are excellent at helping to purify the air and tolerant of fluorescent light, making them a popular choice for office environments. These plants can also help cleanse the air when grown in your home or office, as well.Foto: Getty Images/Crystal Bolin Photography

Banyak orang yang memilih sirih gading atau pothos sebagai tanaman hias di rumah karena terlihat cantik dan menyegarkan. Selain itu, tanaman ini juga mudah dirawat karena tidak perlu disiram setiap hari.

Pothos termasuk tanaman yang dapat tumbuh di tempat yang minim cahaya dan tingkat kelembapan tinggi. Maka dari itu, sirih gading bisa diletakkan di kamar mandi.

4. Haworthia

Dikenal juga sebagai tanaman zebra karena daunnya yang bergaris hitam dan putih, haworthia sangat cocok sebagai tanaman hias di rumah. Selain dapat mempercantik ruangan, tanaman ini bisa tumbuh tanpa perlu banyak air.

Haworthia sebaiknya diletakkan di bawah sinar matahari agar bisa tumbuh subur. Tanaman ini cukup disiram jika kondisi tanah sudah terlihat kering.

5. Kaktus

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kaktus merupakan tanaman hias yang dapat tumbuh tanpa perlu sering disiram. Tanaman ini bahkan dapat bertahan hidup di iklim kering tanpa perlu disiram air hingga empat bulan.

Cara merawat kaktus juga mudah, cukup siram dari bawah dan pastikan pot memiliki drainase yang baik. Simpan kaktus di area yang banyak cahaya matahari agar dapat tumbuh subur.

6. Spider Plant

Spider plant atau disebut juga lili paris merupakan tanaman hias yang populer. Selain bentuknya yang cantik, tanaman ini juga dapat tumbuh subur meski jarang disiram.

Saat musim kemarau, cukup siram lili paris setiap seminggu sekali agar tanahnya tidak terlalu kering. Letakkan tanaman spider plant di tempat yang terpapar cahaya terang.

7. Ivy

Tanaman yang satu ini bisa jadi pilihan menarik untuk ditanam di halaman atau dalam rumah. Sama seperti spider plant, tanaman ivy hanya perlu disiram seminggu sekali agar tidak terlalu kering.

Pastikan kamu menanam tanaman ivy di tempat yang tidak terpapar sinar matahari langsung, tapi tidak terlalu teduh. Maka dari itu, tanaman ini sangat cocok ditanam di dalam ruangan.

8. Kaktus Anggur

Satu lagi tanaman hias yang tidak perlu banyak air untuk tumbuh subur, yaitu kaktus anggur. Tanaman dari Meksiko ini dapat mempercantik hunian karena memberikan kesan tropis.

Merawat kaktus anggur juga sangat mudah karena tidak perlu disiram secara rutin. Sebaiknya siram tanaman ini ketika kondisi tanah sudah kering, lalu letakkan di tempat yang terpapar cahaya matahari agar bisa tumbuh subur.

Itulah delapan tanaman hias yang tidak perlu disiram secara rutin. Tertarik untuk membeli tanaman yang mana, detikers?

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Tanaman Hias Bisa Layu gegara Sering Disiram Air, Ini 4 Cirinya


Jakarta

Tanaman hias perlu disiram air agar bisa tumbuh subur. Air juga dapat membantu tanaman agar bisa fotosintesis, menjaga struktur sel tanaman, dan menjaga kelembapan tanah.

Namun, tidak semua tanaman hias perlu disiram air secara rutin. Ada sejumlah tanaman yang justru bisa cepat layu dan membusuk akibat terlalu sering disiram.

Kalau tanaman hias milikmu sudah layu tentu tidak akan terlihat cantik lagi untuk dipajang di rumah sehingga perlu diganti dengan tanaman yang baru dan segar.


Ingin tahu ciri-ciri tanaman layu akibat terlalu sering disiram air? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Tanda-tanda Tanaman Hias Layu karena Sering Disiram

Ada sejumlah tanda-tanda pada tanaman ketika sudah mulai layu dan membusuk akibat terlalu sering disiram air. Dilansir dari situs Southern Living, berikut ciri-cirinya:

1. Tumbuh Jamur

Ciri-ciri yang pertama adalah tumbuh jamur di tanaman dan permukaan tanah. Selain jamur, biasanya muncul juga lumut pada tanaman yang terlalu sering disiram air.

2. Daun Berguguran

Tanaman yang terlalu sering disiram air bisa menyebabkan daun cepat gugur sebelum waktunya. Jika pemilik tanaman menemukan banyak daun berguguran di halaman rumah, maka bisa menandakan kalau tanaman terlalu sering disiram.

3. Daun Berwarna Kuning

Selain gugur, ciri-ciri lainnya adalah daun tanaman mulai menguning, terutama pada daun yang terletak di bagian bawah tanaman. Kondisi ini disebabkan karena tanaman terlalu banyak menyerap air.

“Hal ini terjadi karena akar tidak dapat menyerap cukup oksigen akibat kelebihan air, sehingga menimbulkan kekurangan nutrisi,” kata ahli hortikultura di Jackson & Perkins, Laura Root.

4. Batang Membusuk

Tanda-tanda lain yang bisa dilihat yakni pada batang tanaman. Jika batang terasa lunak, lembek, dan berwarna lebih gelap dari biasanya, maka bisa jadi terserang infeksi jamur atau mengalami pembusukan akar. Batang tanaman yang membusuk juga dapat mengeluarkan bau tidak sedap.

Dampak Menyiram Tanaman Secara Berlebihan

Terlalu sering menyiram tanaman tak hanya bikin cepat layu dan membusuk. Laura mengatakan ada beberapa dampak lain yang ditimbulkan jika terlalu sering menyiram tanaman, salah satunya memengaruhi nutrisi tanah.

“Menyiram tanaman secara berlebihan dapat menghilangkan nutrisi penting dari tanah, sehingga tanaman kekurangan mineral yang dibutuhkan untuk tumbuh subur,” ujarnya.

Selain itu, kondisi tanah yang selalu basah dapat menjadi padat sehingga mengurangi kemampuannya untuk mengalirkan air dengan baik. Kondisi ini bisa membuat akar tanaman jadi terhambat untuk tumbuh subur.

Laura menyebut tanaman yang terlalu sering disiram juga dapat diserang oleh jamur, lumut, dan hama. Alhasil, tanaman jadi cepat layu dan tidak terlihat indah lagi.

“Kondisi tanaman yang basah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan hama seperti jamur dan agas, mereka dapat tumbuh subur dalam kondisi lembap dan basah,” pungkas Laura.

Itulah ciri-ciri tanaman hias layu akibat terlalu sering disiram air. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com