Tag: akar tanaman

  • Tips Mencegah Rumput Liar Tumbuh di Bawah Tanaman


    Jakarta

    Rumput liar selalu menjadi musuh abadi bagi orang yang hobi berkebun. Pasalnya, rumput liar ini selalu saja datang dengan sendirinya, dan akan mencuri banyak nutrisi bagi tanaman yang kita rawat.

    Jaraknya yang sangat berdekatan dengan tanaman kita ini seringkali membuat kita kesulitan untuk membersihkannya, karena kita tidak bisa menggunakan bahan kimia untuk membunuh rumput tersebut.

    Nah, bagi kamu yang punya kebun atau taman bunga, kali ini kamu tidak perlu pusing mengurusi rumput liar ini lagi. Di bawah ini ada beberapa cara untuk mencegah rumput liar tumbuh di area bawah tanaman kamu.


    Cara Mencegah Rumput Liar Tumbuh di Bawah Tanaman

    Dikutip dari rd.com, Minggu (7/7/2024), rumput liar sering kali tumbuh di bawah dan pohon. Mereka bisa tumbuh dan akan menempel dengan sistem akar tanaman dan mencuri nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk segera membasmi rumput liar di sekitar tanaman yang kamu rawat.

    Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mencegah pertumbuhan rumput liar di area bawah tanaman.

    1. Mulsa Organik

    Salah satu cara terbaik untuk mengatasi rumput liar adalah dengan menggunakan mulsa organik seperti serpihan kayu atau kayu cincang yang terurai secara perlahan.

    Caranya adalah dengan menyebarkan mulsa tersebut dengan ketebalan beberapa inci di sekitar tanaman yang kamu rawat, pastikan mulsa tidak menyentuh batang atau akar tanaman.

    2. Bahan Lain

    Cara lain untuk menekan pertumbuhan rumput liar adalah dengan menggunakan lapisan koran yang ditumpuk dengan tanah, atau menggunakan lembaran plastik hitam yang ditumpuk dengan batu. Selain tanah dan batu, kamu juga bisa menyembunyikan lapisan ini di bawah serpihan kayu.

    Di samping koran dan plastik hitam, kamu juga bisa membeli matras mulsa khusus yang terbuat dari rami atau flax, atau menggunakan lapisan kerikil.

    3. Tanaman Penutup Tanah

    Alternatif lain adalah menanam tanaman penutup tanah. Beberapa pilihan yang baik adalah Ajuga reptans, dan Jelatang Putih.

    Rumput liar tidak akan tumbuh bila tanaman ini menutupi tanah di bawah semak dan pohon. Namun perlu diperhatikan bahwa kamu hanya bisa melakukan ini di sekitar tanaman yang sudah berusia beberapa tahun.

    Itu dia beberapa cara untuk mencegah rumput liar tumbuh di bawah tanaman yang kamu rawat. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mencegah Rumput Liar Tumbuh di Kebun


    Jakarta

    Rumput liar selalu menjadi musuh abadi bagi orang yang hobi berkebun. Pasalnya, rumput liar ini selalu saja datang dengan sendirinya, dan akan mencuri banyak nutrisi bagi tanaman yang kita rawat.

    Jaraknya yang sangat berdekatan dengan tanaman kita ini seringkali membuat kita kesulitan untuk membersihkannya, karena kita tidak bisa menggunakan bahan kimia untuk membunuh rumput tersebut.

    Nah, bagi kamu yang punya kebun atau taman bunga, kali ini kamu tidak perlu pusing mengurusi rumput liar ini lagi. Di bawah ini ada beberapa cara untuk mencegah rumput liar tumbuh di area bawah tanaman kamu.


    Cara Mencegah Rumput Liar Tumbuh di Bawah Tanaman

    Dikutip dari rd.com, Selasa (16/7/2024), rumput liar sering kali tumbuh di bawah dan pohon. Mereka bisa tumbuh dan akan menempel dengan sistem akar tanaman dan mencuri nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk segera membasmi rumput liar di sekitar tanaman yang kamu rawat.

    Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mencegah pertumbuhan rumput liar di area bawah tanaman.

    1. Mulsa Organik

    Salah satu cara terbaik untuk mengatasi rumput liar adalah dengan menggunakan mulsa organik seperti serpihan kayu atau kayu cincang yang terurai secara perlahan.

    Caranya adalah dengan menyebarkan mulsa tersebut dengan ketebalan beberapa inci di sekitar tanaman yang kamu rawat, pastikan mulsa tidak menyentuh batang atau akar tanaman.

    2. Bahan Lain

    Cara lain untuk menekan pertumbuhan rumput liar adalah dengan menggunakan lapisan koran yang ditumpuk dengan tanah, atau menggunakan lembaran plastik hitam yang ditumpuk dengan batu. Selain tanah dan batu, kamu juga bisa menyembunyikan lapisan ini di bawah serpihan kayu.

    Di samping koran dan plastik hitam, kamu juga bisa membeli matras mulsa khusus yang terbuat dari rami atau flax, atau menggunakan lapisan kerikil.

    3. Tanaman Penutup Tanah

    Alternatif lain adalah menanam tanaman penutup tanah. Beberapa pilihan yang baik adalah Ajuga reptans, dan Jelatang Putih.

    Rumput liar tidak akan tumbuh bila tanaman ini menutupi tanah di bawah semak dan pohon. Namun perlu diperhatikan bahwa kamu hanya bisa melakukan ini di sekitar tanaman yang sudah berusia beberapa tahun.

    Itu dia beberapa cara untuk mencegah rumput liar tumbuh di area bawah tanaman yang kamu rawat. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Taruh 5 Tanaman Ini di Rumah, Lalat Auto Kabur!


    Jakarta

    Tidak hanya tempat sampah, lalat juga bisa datang ke tempat yang bersih seperti rumah, kamar, atau bangunan lainnya. Biasanya kedatangan mereka karena mencium bau-bau dari makanan di rumah.

    Kehadiran lalat bisa sangat mengganggu karena apabila mereka hinggap di makanan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti diare, keracunan, hingga alergi. Hal ini disebabkan lalat dapat membawa bakteri dan bisa menempel di makanan.

    Cara mengusir lalat tidak semudah kelihatannya. Meskipun tubuhnya kecil, tetapi gerakan lalat cukup gesit. Daripada memasang perangkap berbahan kimia, ada cara yang lebih aman untuk mengusir lalat.


    Dilansir Homes & Gardens, berikut beberapa tanaman hias yang tidak disukai oleh lalat sehingga dapat membantu kamu mengusir lalat dari rumah.

    1. Daun Mint

    A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter.A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter. Foto: iStock

    Mint memiliki rasa dan aroma yang kuat. Ternyata aroma inilah yang tidak disukai oleh lalat. Peppermint dan spearmint merupakan dua jenis mint yang beraroma paling kuat sehingga sangat cocok untuk ditanam untuk mengusir lalat.

    Menanam daun mint tidak sulit. Tanaman ini dapat tumbuh hingga sekitar 1 meter. Apabila sudah berbunga, kamu bisa memotong hingga 5 cm. Setiap hari harus disiram, jangan sampai tanahnya kering. Letakkan di tempat yang lalat sering datangi seperti dekat meja makan atau dapur.

    2. Bunga Nasturtium atau Borage

    Nasturtium - South American trailing plant with round leaves and bright orange, yellow, or red ornamental edible flowersBunga Nasturtium. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nadya So

    Pernah dengar bunga nasturtium? Tanaman satu ini bisa dimakan lho. Selain bentuknya yang cantik dengan warna yang cerah, bunga ini juga sering dipakai untuk hiasan pada makanan dan kue.

    Manfaat dari bunga ini yang jarang orang tahu adalah nasturtium dapat mencegah lalat datang ke rumah. Hal ini dikarenakan konsentrasi miristisin dan limonene yang terdapat secara alami di daun serta bunganya.

    Nasturtium merupakan tanaman rambat yang dapat tumbuh hingga 2,5 meter sehingga cocok untuk ditanam di rumah dan tidak memakan tempat.

    3. Bunga Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukIlustrasi tanaman lavender Foto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Siapa yang tidak tahu bunga lavender? Tanaman satu ini sudah dipakai di berbagai produk instan karena aromanya yang menyenangkan dan banyak manfaatnya.

    Aroma lavender ini tidak hanya ampuh mengusir nyamuk, melainkan lalat juga. Bunga ini memiliki minyak alami yang mengandung konsentrasi tinggi linalool. Zat ini sangat kuat untuk dilawan lalat, kutu, dan nyamuk sehingga mengganggu organ penciuman mereka yang sensitif.

    Sama seperti bunga lainnya, lavender tidak selalu berbunya, ada waktu-waktu tertentu. Apabila sudah berbunga, kamu harus memangkas agar dapat mencium baru yang segar.

    4. Rosemary

    Tanaman herbal rosemaryTanaman rosemary Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Rosemary adalah tanaman yang kerap menjadi pemanis pada sebuah makanan. Tanaman ini memiliki aroma yang khas seperti kayu yang segar. Ternyata aroma ini juga ampuh untuk mengusir lalat dari rumah.

    Tanaman rosemary cukup ditempatkan di bawah sinar matahari langsung. Rajin-rajin untuk menyiramnya, jangan sampai tanahnya kering. Pangkas saat sudah terlalu tinggi agar kamu tetap bisa mencium baunya. Pada bagian inilah tunas mengandung konsentrasi minyak paling kuat sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang paling kuat.

    5. Bunga Marigold

    Vibrant Orange and Yellow Blooming Marigold Flowers FieldMarigold Foto: Getty Images/iStockphoto/lovelypeace

    Tanaman lainnya yang menghasilkan aroma yang tak disukai lalat adalah bunga marigold. Baunya ternyata berasal dari akar tanaman ini. Selain bermanfaat untuk mengusir lalat, tanaman ini juga memiliki tampilan yang menarik yakni muncul dengan beragam warna seperti merah, kuning, dan orange.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman yang Bisa Hidup di Air dan Cara Merawatnya


    Jakarta

    Biasanya, menanam tanaman di rumah memerlukan media tanam seperti tanah. Tapi, kamu bisa lho menanam tanaman di air, tanpa tanah dan pupuk.

    Menanam tanaman di air juga bisa dibilang lebih simple karena bisa menggunakan stoples atau vas. Kamu bisa meletakkannya di berbagai ruangan yang ada, misalnya dapur, ruang keluarga, maupun kamar.

    Tanaman apa saja yang bisa hidup dan tumbuh subur di dalam air? Dilansir dari The Spruce, berikut ini daftarnya.


    Tanaman yang Bisa Hidup di Air

    1. Bambu Keberuntungan

    Green Lucky bamboo plant for decoration aka Dracaena Sanderiana  in Glass vase placed in front of mirror Selective focus.Bambu keberuntungan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashish Kumar

    Tanaman ini bisa tumbuh tanpa tanah lho detikers. Karena tanaman ini bisa menjadi sangat berat di bagian atas, sebaiknya tambahkan batu kerikil di sekitarnya agar tetap berada di tempatnya dan menambah nilai ornamen.

    2. Philodendron

    house plant heart leaf Philodendron vine in white potPhilodendron Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

    Banyak orang yang menyukai philodendron karena mudah dirawat. Selain bisa tumbuh dengan media tanah, tanaman yang satu ini juga bisa hidup di air.

    Tanaman Philodendron tumbuh subur dalam semua jenis kondisi sinar matahari, tetapi jika tampaknya batang tanaman lebih banyak daripada daunnya, pencahayaan langsung yang lebih terang akan menghasilkan lebih banyak daun.

    3. Sirih Gading

    Propagating a Golden Pothos Plant in a mason jar in Palm Beach, Florida.Also known as the Epipremnum aureum. The Pothos Plant is a trailing, leafy vine that can reach lengths of up to 40 feet in tropical jungles. Its genus name is derived from the Greek words epi (meaning upon) and premnon (meaning a trunk) in reference to its growing on tree trunks.Indoors, the pothos plant usually confines itself to about six to 10 feet. Its leaves are bright and waxy with a noteworthy pointed heart shape, and are often green or variegated in white, yellow, or pale green. It is rare for them to flower or produce berries, especially indoors, but certain varietals can have tiny, petal-less white flowers that feature small berries.Also called devil's ivy, pothos can be grown in hanging baskets or as a potted plant on a desk. They are excellent at helping to purify the air and tolerant of fluorescent light, making them a popular choice for office environments. These plants can also help cleanse the air when grown in your home or office, as well.Sirih gading Foto: Getty Images/Crystal Bolin Photography

    Tanaman dengan daun berbentuk hati ini bisa tumbuh dengan cepat. Jika ingin menaruhnya dalam air sebaiknya buang daun-daun di bagian bawah sirih gading karena yang terendam di dalam air akan membusuk.

    4. Spider Plant

    cat playing in spider plantspider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Tanaman yang satu ini bisa hidup subur di dalam air. Agar bisa hidup lama, kamu harus memotong akarnya dengan cepat dan mengganti air setiap 3-5 hari sekali. Taruh tanaman di tempat yang terang dengan sinar matahari tak langsung.

    Ingat, hanya bagian akarnya saja yang terendam di dalam air. Kamu juga bisa menambahkan batu agar tanaman tetap berada di tempatnya.

    5. Chinese Evergreen

    Aglaonema Maria houseplant cuttings in a red glass vase in front of a white wall, Chinese EvergreenChinese Evergreen Foto: Dok. Istock

    Untuk menanam Chinese evergreen di dalam air, kamu bisa memotong batang yang sehat sepanjang 6 inci dan masukkan ujungnya yang sudah dipotong ke dalam air. Jangan lupa singkirkan daun bagian bawah yang terendam di air. Nantinya akan ada akar yang muncul dalam 3-4 minggu.

    Letakkan tanaman tersebut di bawah sinar matahari tidak langsung dan ganti air minimal 3 hari sekali atau saat air kotor maupun keruh. Berikan tanaman beberapa tetes pupuk cair setiap bulan untuk mendorong pertumbuhan.

    Pilih Tempatnya

    Wadah apapun sebenarnya bisa digunakan sebagai tempat tumbuh tanaman. Stoples dan vas kaca bisa menjadi pilihan karena bisa melihat akar tanaman. Namun, kaca rentan terhadap pertumbuhan alga, jadi pilihlah vas yang tidak tembus cahaya sebagai pilihan yang lebih mudah dirawat.

    Kebutuhan Cahaya

    Pastikan kamu memeriksa kebutuhan tanaman akan cahaya. Beberapa jenis tanaman membutuhkan sinar matahari langsung dan ada yang membutuhkan sinar matahari tidak langsung.

    Ganti Air

    Kamu perlu mengganti air tanaman, apalagi kalau air sudah keruh dan kotor. Tak lupa berikan pupuk cair pada tanaman agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa hidup di dalam air dan cara merawatnya.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Ini Tips Menanam dan Merawat Tanaman Rambat agar Terlihat Lebat


    Jakarta

    Tanaman rambat merupakan pilihan yang tepat untuk membuat rumah terlihat hijau, sejuk, dan rimbun, tanpa perlu memiliki banyak tanaman. Sulur yang dapat memanjang dan ditumbuhi daun-daun hijau atau bunga membuat tampilannya menarik.

    Cara menanam dan merawat tanaman rambat cukup mudah, tetapi mungkin beberapa dari kalian ada yang tidak mengetahui cara agar sulur-sulur tersebut dapat menempel hingga menyebar luas pada media tanamnya.

    Dilansir Cleanipedia, berikut cara menanam dan merawat tanaman rambat di rumah agar tampak subur.


    Cara Menanam Tanaman Rambat

    1. Siapkan Media Tanam

    Tanaman rambat bisa diletakkan di dekat pagar, kanopi, teralis. Maka tentukan dahulu medianya. Untuk menanam tanaman merambat di dinding, buat lubang tanam dengan jarak antara 30 sampai 60 cm dari dinding. Untuk tanaman merambat di kanopi, siapkan pot yang diletakkan di sekitar tiang penyangga kanopi (tirai) atau pergola.

    2. Urai Akar Tanaman

    Tanaman rambat harus dipastikan bisa mendapatkan nutrisi melalui akarnya. Agar akar dapat bekerja dengan maksimal, sebelum ditanam, urai dahulu akar tanaman. Kemudian tutup kembali lubang tersebut dengan tanah. Campur tanah dengan kompos dengan perbandingan 2:1 agar tanaman dapat tumbuh dengan subur.

    3. Siram Tanaman Secara Rutin

    Sama seperti tanaman lain, penyiraman perlu dilakukan secara rutin, tetapi cari tahu dulu periode penyiramannya. Ada tanaman yang perlu disiram 2 kali sehari, sehari sekali, atau bahkan tidak perlu terlalu sering. Sebagai contoh tanaman mawar rambat, penyiramannya perlu dilakukan dua kali dalam sehari karena kondisi tanah untuk mawar tidak boleh terlalu basah dan tidak boleh terlalu kering.

    4. Pangkas Tanaman Secara Teratur

    Meskipun tanaman rambat rimbun terlihat bagus, tetapi lebih baik panjangnya dibatasi. Tanaman yang terlalu panjang atau terlalu rimbun justru lebih sulit dirawat dan akan lebih banyak sampah daun kering. Lantas, kapan waktu terbaik untuk memangkas tanaman rambat? Pemangkasan lebih baik dilakukan setelah tanaman berbunga. Apabila tanaman tersebut tidak memiliki bunga, bisa dipangkas kapan saja.

    Tips Perawatan Tanaman Merambat

    1. Gunakan Kawat untuk Mengikat Ke Tiang

    Meskipun beberapa tanaman rambat memiliki akar yang lengket pada sulurnya, tetapi dibutuhkan kawat atau pengikat agar tanaman dapat tumbuh sesuai dengan bentuk media tanamnya. Sebagai contoh jika ditanam di tiang, maka buat tanaman tersebut merambat dengan melingkar agar terlihat indah.

    2. Pastikan Mendapat Sinar Matahari

    Selain tanah yang subur dan air, tanaman juga membutuhkan sinar matahari untuk membantu proses fotosintesis.

    3. Pastikan Struktur Media Tanam Kuat

    Hal lainnya yang tak kalah penting adalah pastikan komposisi tanah yang dipakai cukup untuk menahan tanaman. Tanah yang tak cukup menopang batang dan sulur berisiko membuat batang ambruk.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bambu Keberuntungan, Tanaman Hias yang Disebut Bisa Datangkan Rezeki


    Jakarta

    Bambu keberuntungan atau lucky bamboo merupakan salah satu tanaman yang sering ditemukan di rumah. Tak hanya indah, tanaman yang satu ini kerap dipercaya membawa keberuntungan.

    Dilansir dari The Spruce, dalam tradisi masyarakat China, jumlah bambu keberuntungan yang dimiliki mempunyai asosiasi yang berbeda. Berikut ini informasinya.

    • Dua batang merepresentasikan cinta
    • Tiga batang merepresentasikan Fu (kebahagiaan), Lu (kekayaan), dan Soh (umur panjang)
    • Lima batang merepresentasikan keseimbangan, kedamaian, harmoni, dan kekuatan di semua area kehidupan
    • Enam batang merepresentasikan keberuntungan dan kekayaan
    • Tujuh batang merepresentasikan kesehatan yang baik
    • Delapan batang merepresentasikan pertumbuhan
    • Sembilan batang merepresentasikan keberuntungan yang besar
    • Sepuluh batang merepresentasikan kesempurnaan
    • Dua belas batang merepresentasikan berkat yang kuat

    Bambu keberuntungan biasanya ditaruh di dalam ruangan agar bisa digunakan sebagai dekorasi dan menjaganya tetap hangat. Nah berikut ini adalah cara merawatnya agar tetap bisa hidup untuk waktu yang lama.


    Cara Merawat Tanaman Bambu Keberuntungan

    Pemilik rumah bisa menaruh tanaman tersebut di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung walaupun bambu keberuntungan menyukai tempat yang banyak cahaya. Sinar matahari langsung bisa merusak daun bambu keberuntungan.

    Agar bisa tumbuh subur, pastikan tanahnya tetap lembap namun tidak terlalu banyak air. Bambu keberuntungan juga bisa tumbuh jika ditaruh di batu atau vas berisi air. Hanya saja pastikan airnya merendam akar tanaman tersebut.

    Jangan lupa tambahkan air setiap 2-7 hari sekali dan ganti air setiap minggu untuk mencegah penyakit dan bau. Bambu keberuntungan yang diletakkan di air bisa hidup 1-2 tahun dan kalau diletakkan di tanah bisa hidup hingga beberapa tahun lebih lama.

    Pemilik rumah juga perlu tambahkan pupuk setiap bulan agar tumbuh dengan baik.

    Serangga yang Harus Diwaspadai

    Bambu keberuntungan juga rentan terhadap serangga seperti kutu putih, kutu daun hijau, dan tungau laba-laba. Untuk menghilangkan serangga dan bintik-bintik jamur, pemilik rumah bisa mencucinya dengan sabun cuci piring yang sangat lembut dan air.

    Posisi di Rumah

    Menurut ilmu feng shui, menempatkan bambu keberuntungan di mana saja bisa membawa kemakmuran di area tersebut. Kalau diletakkan di meja kerja untuk pertumbuhan karier, di pintu masuk untuk awal yang baru, di kamar tidur untuk hubungan yang harmonis, dan di area kekayaan di setiap ruangan (sudut paling kiri dari pintu masuk) untuk kelimpahan finansial.

    Itulah cara merawat tanaman bambu keberuntungan. Semoga membantu ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Rawat Tanaman Hias Agar Tetap Subur Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Sejumlah wilayah di Tanah Air telah dilanda hujan selama beberapa pekan terakhir. Jika memiliki tanaman hias di rumah, sebaiknya lakukan perawatan ekstra karena hujan kerap menjadi masalah bagi tumbuhan.

    Perlu diketahui, tanaman hias bisa mati jika terkena air hujan terus-menerus. Sebab, akar tanaman akan membusuk akibat kekurangan oksigen dan bisa memicu masalah penyakit jamur dan merusak batang.

    Maka dari itu, penting untuk merawat tanaman hias di rumah dengan tepat selama musim hujan. Bagaimana caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Merawat Tanaman Hias Saat Musim Hujan

    Merawat tanaman hias ketika musim hujan tidak bisa sembarangan. Dilansir situs Root Bridges dan Proven Winners, Selasa (18/11/2025), berikut sejumlah tips merawat tanaman selama musim hujan.

    1. Hindari Genangan Air

    Langkah yang pertama adalah menghindari genangan air karena bisa menyebabkan hilangnya nutrisi tanah dan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman. Agar tanaman tidak cepat mati saat musim hujan, pastikan pot tanaman memiliki sistem drainase yang baik agar air bisa mengalir ke luar.

    2. Letakkan Tanaman di Tempat Kering

    Saat musim hujan, sebaiknya tanaman hias dipindahkan ke tempat yang kering agar tidak terkena air hujan. Bisa juga menutupnya dengan plastik berlubang yang tembus cahaya agar tanaman tetap mendapatkan kelembapan yang dibutuhkan.

    3. Siapkan Cahaya Tambahan

    Selama musim hujan, tanaman terkadang tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk tumbuh. Maka dari itu, siapkan sumber cahaya buatan untuk mengatasi kekurangan cahaya, misalnya menggunakan lampu.

    4. Pangkas Tanaman Secara Rutin

    Pangkas tanaman secara teratur menggunakan alat yang tepat, terutama ketika musim hujan karena tunas baru akan tumbuh lebih cepat. Namun, pastikan memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan tersebut. Pemangkasan ini juga membantu menghindari pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan.

    5. Ikat Tanaman Agar Kuat

    Ketika musim hujan, terutama diiringi dengan angin kencang, terkadang tanaman hias di rumah bisa jatuh atau rusak akibat dihantam angin. Sebagai pencegahan, tanaman bisa diikat pada sebatang kayu agar tetap kokoh. Langkah ini sangat penting untuk tanaman yang masih muda dan pertumbuhannya lambat.

    6. Manfaatkan Pupuk dan Cacing Tanah

    Manfaatkan cacing tanah dan pupuk organik agar tanaman tetap subur selama musim hujan. Pupuk organik bermanfaat untuk memberikan nutrisi bagi tanaman agar tetap sehat.

    7. Cegah Erosi Tanah

    Demi mencegah terjadi erosi tanah, buat penghalang di sekitar tanaman selama musim hujan. Pastikan penghalang ini kokoh dan tidak menimbulkan genangan air yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

    8. Periksa Tanaman Secara Berkala

    Selama musim hujan, detikers perlu mengecek tanaman hias di rumah secara berkala. Biasanya, ada beberapa daun yang gugur atau batang patah sehingga harus dibuang segera.

    Itulah delapan tips merawat tanaman hias agar tetap tumbuh subur saat musim hujan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)



    Sumber : www.detik.com