Tag: akhirat

  • Sedekah Subuh Dilakukan Kapan? Ini Batas Waktunya


    Jakarta

    Sedekah Subuh menjadi amalan yang dikerjakan pagi hari. Sesuai dengan namanya, sedekah ini dilakukan setelah salat Subuh.

    Waktu Subuh menjadi waktu terbaik untuk memulai hari dengan kebaikan. Rasulullah SAW dalam sebuah hadits menyebutkan bahwa sedekah Subuh tergolong sebagai amalan mulia.

    Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:


    “Setiap awal pagi saat matahari terbit, Allah menurunkan dua malaikat ke bumi. Lalu salah satu berkata, ‘Ya Allah, berilah karunia orang yang menginfakkan hartanya. Ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah’, malaikat yang satu berkata, ‘Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil’.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Merangkum buku The Power of Jalur Langit oleh Kawanita dan Isnura Afgandi, bentuk sedekah Subuh bisa berupa apa pun. Beberapa contohnya seperti mengisi kotak amal setelah salat Subuh berjamaah, memberikan uang kepada orang tua atau orang yang membutuhkan, memberikan makanan kepada tetangga, menymbang ke panti asuhan atau anak yatim dan lain sebagainya.

    Waktu Sedekah Subuh

    Dilansir Nurhasanah dalam buku Bahagia Tanpa Jeda, batas waktu sedekah Subuh adalah setelah usai waktu salat Subuh atau ketika fajar telah terbit.

    Batas waktu salat Subuh dikutip dari Kitab Fikih Shalat 4 Mazhab karya A R Shohibul Ulum, dimulai ketika terbit fajar shadiq dan berakhir saat matahari terbit sesuai dengan kesepakatan para ahli fikih.

    Sementara itu, riwayat Ibnu Qasim dan beberapa ahli fikih Syafi’iyah menyimpulkan batas waktu salat Subuh sampai tampaknya sinar matahari.

    Anjuran mengerjakan sedekah Subuh usai salat Subuh sesuai dengan hadits yang telah disebutkan. Hitungan kasar waktu Subuh dan awal Matahari terbit sangat dekat, kurang lebih selama 1 jam. Untuk itu, hendaknya sedekah diberikan usai melaksanakan salat Subuh.

    Niat dan Doa Sedekah Subuh

    Ketika hendak mengerjakan sedekah Subuh, ada doa dan bacaan niat yang bisa dilafalkan. Dijelaskan dalam buku Ajaibnya Bangun Pagi, Subuh, Dhuha & Mengaji di Pagi Hari karya Muhammad Ainur Rasyid, berikut bacaan niat dan doa sedekah Subuh yang bisa dipanjatkan.

    نَوَيْتُ التَّقَرُّبَ اِلَى اللهِ تَعَالَى وَاتِّقَاءَ غَضَبِ الرَّبِّ جل جلاله وَاتِّقَاءَ نَارِ جَهَنَّمَ وّالتَّرَحُّمَ عَلَى الاخْوَانِ وَصِلَةَ الرَّحِمِ وَمُعَاوَنَةَ الضُّعَفَاءِ وَمُتَابَعَةَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَاِدْخَالَ السُّرُوْرِ عَلَى اْلاِخْوَانِ وَدَفْعِ البَلاَءِ عَنْهُ وَعَنْ سَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلاِنْفاَقَ مِمَّا رَزَقَهُ الله وَقَهْرَ النَّفْسِ وَالشَّيْطَانِ

    Arab latin: Nawaitut taqoruba ilallahi ta’ala wattiqoaa ghadlabir rabbi jalla jalaluhu wattiqoa nari jahannama wattarakhkhuma ‘ala ikhwani wa shilatur rahimi wa mu’awanatadh dlu’afai wa mutaba’atan nabiyyi shallallahu ‘alaihi wa sallama wa idkholas sururi ‘alal ikhwani wa daf’il balai ‘anhu wa ‘an sairil muslimina wal infaqo mimma razaqohullahu wa qohran nafsi wasy syaithoni.

    Artinya: “Aku niat (bersedekah) untuk mendekatkan diri kepada Allah, menghindari murka Tuhan, menghindari api neraka jahannam, berbelas kasih kepada saudara dan menyambung silaturahmi, membantu orang-orang yang lemah, mengikuti Nabi Saw, memasukkan kebahagiaan pada saudara, menolak turunnya dari mereka dan semua kaum muslimin, menafkahkan rizki yang diberikan oleh Allah, dan untuk mengalahkan nafsu dan setan,”

    Adapun, doa yang dibaca setelah sedekah Subuh adalah sebagai berikut:

    رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab latin: Rabbana taqabbal minna innaka antas sami’ul alim.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,”

    Keutamaan Sedekah Subuh

    Terdapat beberapa keutamaan dari sedekah subuh. Dilansir buku Saat Jalur Langit Diusahakan Allah Mudahkan Segalanya tulisan Salwa Shalihah salah satunya yaitu didoakan oleh para malaikat.

    – Mendapat Naungan Allah SWT

    Keutamaan dari sedekah Subuh adalah mendapat naungan dari Allah SWT di akhirat kelak.

    “Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR Bukhari)

    – Dijauhkan dari Api Neraka

    Muslimin yang rajin bersedekah akan dijauhi dari api neraka. Hal ini disandarkan dalam sebuah hadits yang Nabi SAW riwayat Muslim, beliau bersabda,

    “Jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimat thayyibah.” (HR Al Bukhari)

    (dvs/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Kumpulan Dalil tentang Sedekah, Pahala Kekal hingga Akhirat


    Jakarta

    Kumpulan dalil tentang sedekah telah diatur di dalam Al-Qur’an dan hadits. Dalil-dalil tersebut akan membuat umat Islam terdorong untuk bersedekah kepada orang yang kekurangan.

    Mengutip buku Fiqih yang disusun oleh M. Aliyul Wafa dkk, sedekah berasal dari bahasa Arab shodaqoh yang berarti memberikan. Sedangkan secara istilah, sedekah adalah pemberian sesuatu kepada seseorang yang membutuhkan, semata-mata mengharap ridha Allah SWT.

    Selain itu, dalam buku 10 Formula Dasar Islam Konsep dan Penerapannya oleh Gamar Al Haddar, dijelaskan, hukum dan ketentuan sedekah sama dengan infak namun untuk sedekah merupakan pemberian yang tidak sebatas materi, tetapi bisa nonmateri. Jika tidak mampu bersedekah dengan materi, maka kita bisa bersedekah dengan jasa yang kita miliki.


    Contohnya, senyum termasuk sedekah, membantu korban banjir, membantu korban kebakaran dan lain-lain termasuk sedekah. Lantas bagaimana sedekah diatur dalam dalil-dalil yang terdapat di dalam Al-Qur’an dan hadits? Berikut dalil-dalilnya.

    Kumpulan Dalil tentang Sedekah

    Sebagaimana yang diketahui oleh umat Islam, sedekah merupakan salah satu dari rukun Islam yang wajib untuk dikerjakan. Mengutip dari arsip detikHikmah, berikut ini kumpulan dalil tentang sedekah:

    1. Surat Al-Baqarah Ayat 267

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ ۗ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِاٰخِذِيْهِ اِلَّآ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِ ۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ ٢٦٧

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.”

    2. Surah At-Taubah Ayat 103

    خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ١٠٣

    Artinya: ” Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    3. Surah Al-Baqarah Ayat 261

    مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ٢٦١

    Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.”

    4. Surah Ali Imran Ayat 92

    لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ ٩٢

    Artinya: “Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya.”

    5. Surah Al-Ma’un Ayat 2-3

    فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ ٢ وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ ٣

    Artinya: “Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin.”

    6. Hadits Riwayat Muslim

    Dari Abu Dzar RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فكُل تشبيحة صَدَقَةٌ، وَكُل تَحْمِيدَة صَدَقَةٌ، وكل تهليله صَدَقَد وَكُل تكبيرة صَدَقَد وَأَمرٌ بالمعروف صَدَقَة ونهي عن المنكر صَدَقَةٌ ويُخرى من ذلك رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الصحي

    Artinya: “Pada setiap ruas tulang seseorang di antara kalian di setiap pagi ada kewajiban sedekah. Setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, tiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Namun, semua itu dapat dicukupi dengan salat dua rakaat yang dikerjakan seseorang di waktu dhuha.” (HR Muslim dalam kitab Zakat bab Penjelasan bahwa Kata Sedekah Digunakan untuk Setiap Jenis Kebaikan)

    7. Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, dan Lainnya

    Abu Dzar bertanya kepada Rasulullah SAW, “Pekerjaan apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Iman kepada Allah dan jihad di jalan-Nya.”

    Ia bertanya lagi, “(Memerdekakan) hamba sahaya mana yang paling utama?” Beliau menjawab, “Yang paling mahal harganya dan yang paling berharga di tengah keluarganya.”

    Ia bertanya lagi, “Bagaimana jika aku tidak bisa melakukan itu semua?” Beliau menjawab, “Bantulah orang yang kehilangan dan berbuat baiklah kepada orang yang bodoh.”

    Ia bertanya lagi, “Bagaimana jika aku masih tidak bisa melakukan?” Beliau menjawab, “Doakan manusia supaya terhindar dari keburukan, maka itu termasuk sedekah yang kamu sedekahkan untuk dirimu.” (Hadits shahih, diriwayatkan Al Bukhari dan Muslim dalam bab Al-Iman, Ahmad, dan Al Baihaqi)

    8. Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Ad Darimi

    Dari Abu Dzar, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya, “Wahai Rasulullah, para hartawan telah membawa pahala yang banyak, mereka salat sebagaimana kami salat, mereka puasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.”

    Lalu, beliau SAW berkata, “Bukankah Allah telah menjadikan untuk kalian apa yang bisa kalian sedekahkan? Setiap (pembacaan) tasbih dan tahmid nilainya seperti sedekah, dan pada istrimu juga terdapat amal sedekah.”

    Beliau SAW ditanya, “Apakah dalam memenuhi syahwat (istri) juga termasuk sedekah?”

    Beliau menjawab, “Bukankah ia apabila diletakkan pada tempat yang haram adalah dosa? Sebaliknya jika ia diletakkan pada tempat yang halal maka mendapat pahala.” (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Al Bukhari, Muslim dalam bab Az-Zakah, dan Abu Dawud, dan Ad Darimi)

    9. Hadits Riwayat Ath-Thabrani dan Al Baihaqi

    Abu Umamah meriwayatkan dari Nabi SAW yang bersabda, “Seseorang masuk surga, lalu dia melihat tulisan di atas pintu surga ‘Satu sedekah dibalas sepuluh kali lipat, dan pinjaman dibalas 18 kali lipat’.” (Hadits shahih, termuat dalam As-Silsilah Ash-Shahihah)

    10. Hadits Riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Lainnya

    Dari Hudzaifah, ia mengatakan bahwa Nabi SAW telah bersabda, “Setiap yang baik itu sedekah.” (Hadits shahih, diriwayatkan Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Abi Syaibah. Al Albani men-shahihkan hadits ini dalam Al Misykat, Shahih at-Targhib, dan Silsilah Ahadits Ash-Shahihah)

    Keutamaan Sedekah

    Menukil buku Kehebatan Sedekah karya Fuad Abdurrahman, bersedekah merupakan amal saleh yang utama dan pahalanya dapat dirasakan sampai akhirat kelak. Berikut ini adalah keutamaan dari sedekah:

    1. Membersihkan dan menyucikan pelakunya.
    2. Memadamkan murka Allah.
    3. Menghapus dosa dan kesalahan.
    4. Mencegah berbagai bala (musibah).
    5. Allah SWT melipatgandakan pahala sedekah.
    6. Harta orang yang bersedekah akan diberkahi.
    7. Orang yang bersedekah dinaungi sedekahnya.
    8. Sebagai benteng dari api neraka.
    9. Malaikat mendoakan orang yang bersedekah.
    10. Pahala sedekah tak pernah putus.
    11. Melapangkan dada serta menentramkan hati pelakunya.
    12. Sebagai obat bagi penyakit jasmani.
    13. Sebagai obat bagi penyakit rohani.
    14. Orang yang bersedekah disejajarkan dengan orang yang berilmu.
    15. Orang yang bersedekah disejajarkan dengan orang yang mengamalkan Al-Qur’an.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengutamakan Imu dan Bersikap Sederhana



    Jakarta

    Kedua hal tersebut yang menjadi judul tulisan ini merupakan dua landasan bagi pemimpin, karena akan muncul kebaikan jika engkau memimpin dengan ilmu dan memimpin dengan sikap sederhana. Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bekal bagi kepemimpinan seseorang, karena tanpa itu niscaya hasil kepemimpinannya akan sia-sia. Adapun sikap sederhana menjadikan ia tidak mempunyai banyak kebutuhan, dengan begitu ia akan menjalankan kepemimpinannya dengan baik. Dengan banyaknya kebutuhan ada kemungkinan ia akan menjalankan kepemimpinannya dengan tidak lurus.

    Ingatlah bahwa sejarah telah mencatat, Islam merupakan agama yang tidak berkonfrontasi dengan ilmu pengetahuan. Kitab suci Al-Qur’an telah mendorong umat Islam dan seluruh manusia untuk meningkatkan kualitas diri lewat ilmu pengetahuan. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang sejak awal diturunkan boleh dibaca/dipelajari seluruh pemeluknya. Apakah rakyat kecil, kaum kaya dan miskin, cerdik pandai, orang tua dan anak-anak, semua berhak membaca/mempelajari kitab-Nya, bahkan saat ini telah bermunculan sekolah tahfidz.

    Oleh sebab itu, seorang pemimpin hendaknya berilmu, sehingga tatkala menjalankan amanahnya akan efektif. Maka dalam ajaran Islam, mengutamakan ilmu dan ahlinya ( orang yang berilmu ), agama dan pemeluknya, Kitab Suci dan orang-orang yang melaksanakannya. Sebab, perhiasan yang paling baik bagi seseorang ialah pengetahuannya tentang agama Allah SWT, menuntut ilmu dan menerapkan, dan hal-hal yang dapat mendekatkan diri kepada-Nya.


    Ilmu menunjukkan seseorang kepada kebaikan, memerintahkan kepada yang baik, mencegah dari kemungkaran dan perbuatan yang merusak. Dengan pengetahuan dan taufiq dari-Nya, seseorang semakin mengenal Allah SWT. makin bertambah penghormatan kepada-Nya, makin tinggi derajatnya di akhirat. Pemimpin seperti pastilah akan dicintai-Nya, dihormati rakyatnya, pemerintahanmu lebih berwibawa. Dengan ilmu engkau disenangi dan keadilanmu makin mantap.

    Allah SWT. memuji orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan, sebagaimana dalam firman-Nya surah Ali Imran ayat 18, yang artinya, “Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para Malaikat dan orang-orang yang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana”.
    Orang berilmu yang menegakkan keadilan adalah orang yang mengesakan Tuhan dan tidak menyekutukannya.

    Adapun landasan berikutnya bagi pemimpin adalah, hidup sederhana. Dengan kesederhanaan seseorang tidak memerlukan banyak kebutuhan. Dengan sedikit kebutuhan maka perjalanan kepemimpinannya akan efektif dan selamat. Adapun keutamaan orang yang hidup sederhana adalah membuat hidup lebih tenang. Sebab, kita tidak perlu mengkhawatirkan beban dari hal-hal yang kurang bermanfaat. Hidup sederhana juga membantu menghilangkan stres dalam menghadapi rencana jangka panjang karena sudah lebih siap.

    Agama Islam menganjurkan umatnya agar senantiasa hidup dalam kesederhanaan di semua tindakan, baik sikapnya maupun amalnya. Sehingga sikap sederhana inilah yang menjadi ciri khas umum bagi umat Islam dan salah satu perwatakan utama yang membedakan dari umat yang lain.

    Anjuran hidup sederhana dalam Islam juga mencakup dalam gaya hidup atau perilaku sehari-hari. Seorang muslim dilarang untuk menghambur-hamburkan apa pun.
    Dalam satu riwayat bahkan melarang muslimin untuk membuang-buang air wudhu walaupun ia sedang berwudhu di pinggir sungai yang airnya terus mengalir. Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah SAW. bersabda,
    Artinya: Dari Abdullah bin ‘Amru berkata, Rasulullah SAW. melewati Sa’d yang sedang berwudhu, lalu beliau bersabda, “Kenapa berlebih-lebihan?” Sa’d berkata, “Apakah dalam wudhu juga ada berlebih-lebihan?” Beliau menjawab, “Ya, meskipun engkau berada di sungai yang mengalir.” (HR Ibnu Majah dan Ahmad).

    Sebagai pemimpin muslim, hendaknya berlaku sederhana dalam semua urusan, karena tiada sesuatu yang lebih jelas manfaatnya, lebih aman dan lebih mendatangkan keutamaan selain dari sikap sederhana. Sikap ini akan membimbing perilaku seseorang menjadi lurus. Ingatlah bahwa godaan sebagai pemimpin / penguasa sangatlah besar dan mudah tergelincir. Maka jadikanlah amanah sebagai pemimpin sebagai wasilah mengumpulkan bekal akhirat.

    Bersikap sederhana dalam urusan duniawi akan mendatangkan kemuliaan dan menjaga seseorang dari dosa-dosa. Oleh sebab itu, berlakulah sederhana, niscaya semua urusan akan sempurna, mendapatkan kemampuan yang semakin meningkat dan akan memperoleh prestasi yang gemilang.

    Ya Allah, berilah kekuatan batin agar tidak hidup berlebihan, selalu merasa ingin menambah ilmu. Engkau yang Mahabesar dan Maha berkehendak, kami mohon perlindungan-Mu agar tidak mengeksekusi atas bisikan setan.

    Aunur Rofiq

    Ketua DPP PPP periode 2020-2025
    Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. (Terimakasih – Redaksi)

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengertian, Hukum, Unsur-unsur dan Keutamaannya



    Jakarta

    Dakwah umumnya digunakan untuk menyebarkan ajaran Islam kepada orang lain, dan bertujuan untuk mengajak mereka memahami dan mengamalkan nilai-nilai agama. Namun, apa sebenarnya arti dakwah?

    Pengertian Dakwah

    Dikutip dari buku Sejarah Dakwah karya Jamaluddin secara etimologi kata dakwah berasal dari bahasa arab دَعَا يَدْعُوا دَعْوَةً (da’a yad’u da’watan) yang berarti memanggil, mengajak, menyeru, dan meminta.

    Menurut istilah, pengertian dakwah ialah mengajak manusia dengan cara bijaksana menuju jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah SWT demi kebahagiaan dunia dan akhirat.


    Salah satu pengertian dakwah secara etimologi adalah menyeruh manusia kejalan keselamatan, ini sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an surah Yunus ayat 25,

    وَ اللَّهُ يَدْعُوْا إِلَى دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

    Arab Latin: wallâhu yad’û ilâ dâris-salâm, wa yahdî may yasyâ’u ilâ shirâthim mustaqîm

    Artinya: “Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga) dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus”

    Menurut buku Pengantar Studi Ilmu Dakwah karya Abu Al-Fath Al -Bayanuni, para ulama bersepakat tentang kewajiban berdakwah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

    “Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu, maka dengan lisannya. Apabila tidak mampu, maka dengan hatinya. Itulah iman yang paling lemah.”

    Dikutip dari buku pengantar Ilmu Retorika Dakwah karya Ahmad Hawassy, tujuan utama dan satu-satunya dakwah adalah agar umat manusia beribadah hanya kepada Allah SWT semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun selain-Nya, dengan meniti syariat sesuai perintah Rasulullah SAW sebagai pedoman hidup mereka.

    Sebagaimana dikisahkan oleh Abu Sufyan bin Harb kepada Kaisar,

    “Dia (Nabi Muhammad SAW) memerintahkan kami untuk menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan ia melarang kami menyembah apa-apa yang biasa disembah oleh nenek moyang kami….”

    Unsur-unsur Dakwah

    Adapun unsur-unsur dakwah yang dikutip dari sumber sebelumnya adalah sebagai berikut:

    1. Dai: Juru dakwah yang berperan sebagai penyampai ajaran, pemimpin, dan penasihat yang memberikan nasihat dengan baik.

    2. Maddatu Al Dakwah (Pesan Ilahi): Ajaran Islam yang diambil dari Al-Quran dan hadits, serta rumusan para ulama, yang harus disampaikan oleh dai.

    3. Tariqatu Al Dakwah (Metode): Cara-cara yang digunakan dai untuk berdakwah, yang berlandaskan hikmah dan kasih sayang.

    4. Wasilah (Media): Sarana yang digunakan untuk berdakwah, baik langsung (tatap muka) maupun jarak jauh (telepon, televisi, radio, dan sebagainya.)

    5. Mad’u (Sasaran Dakwah): Individu atau kelompok yang menjadi target dakwah.

    6. Atsar (Efek): Dampak yang ditimbulkan pada mad’u setelah menerima dakwah.

    Keutamaan Berdakwah

    Masih merujuk pada buku Pengantar Ilmu Retorika Dakwah, dakwah memiliki berbagai keutamaan, di antaranya adalah:

    1. Dakwah Adalah Muhimmatur Rusul (Tugas Utama Para Rasul)

    Para rasul adalah orang yang diutus oleh Allah SWT untuk melakukan tugas utama mereka yakni berdakwah. Keutamaan dakwah terletak pada disandarkannya kerja dakwah ini pada manusia yang paling utama dan mulia yaitu Rasulullah SAW dan saudara-saudara beliau para nabi dan rasul.

    2. Dakwah adalah Ahsanul A’mal (Amal yang terbaik)

    Dakwah adalah amal yang terbaik, karena dakwah memelihara amal islami dalam pribadi dan masyarakat.

    Membangun potensi dan memelihara amal saleh adalah amal dakwah, sehingga dakwah merupakan aktivitas dan amal yang mempunyai peranan penting di dalam menegakkan Islam. Tanpa dakwah ini maka amal saleh tidak akan berlangsung.

    3. Para Dai Akan Memperoleh Balasan Yang Besar Dan Berlipat Ganda

    Sabda Rasulullah SAW kepada Ali bin Abi Thalib,

    “Demi Allah, sesungguhnya Allah SWT menunjuki seseorang dengan (dakwah)mu, maka itu lebih baik bagimu dari unta merah”. (Bukhari, Muslim & Ahmad)

    Hadits ini menunjukkan bahwa usaha seorang da’ï menyampaikan hidayah kepada seseorang adalah sesuatu yang amat besar nilainya di sisi Allah SWT, lebih besar dan lebih baik dari kebanggaan seseorang terhadap kendaraan merah miliknya.

    4. Dakwah Dapat Menyelamatkan Manusia dari Azab Allah (An-Najatu Minal ‘Adzab)

    Dakwah yang dilakukan oleh seorang dai akan membawa manfaat bagi dirinya sebelum manfaat itu dirasakan oleh orang lain yang menjadi objek dakwah. Manfaat itu antara lain adalah terlepasnya tanggung jawabnya dihadapan Allah SWT sehingga ia terhindar dari azab Allah SWT.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Galau



    Jakarta

    Penulis mulai dari firman-Nya dalam surah al-Qashash ayat 83 yang terjemahannya, “Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Kesudahan (yang baik, yakni surga) itu (disediakan) bagi orang-orang yang bertakwa.”

    Makna ayat ini menerangkan bahwa kebahagiaan dan segala kenikmatan di akhirat disediakan untuk orang-orang yang tidak takabur, tidak menyombongkan diri, dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi seperti menganiaya dan sebagainya. Mereka itu bersifat rendah hati, tahu menempatkan diri kepada orang yang lebih tua dan lebih banyak ilmunya. Kepada yang lebih muda dan kurang ilmunya, mereka mengasihi, tidak takabur, dan menyombongkan diri.

    Orang yang takabur dan menyombongkan diri tidak disukai Allah SWT. akan mendapat siksa yang amat pedih, dan tidak masuk surga di akhirat nanti, sebagaimana firman-Nya : Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Allah akan menyempurnakan pahala bagi mereka dan menambah sebagian dari karunia-Nya. Sedangkan orang-orang yang enggan (menyembah Allah) dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih. Dan mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah. (an-Nisa’ ayat 173) Sabda Rasulullah SAW, “Tidak akan masuk surga orang yang ada di dalam hatinya sifat takabur, sekalipun sebesar zarah”. (Riwayat Muslim dan Abu Dawud dari Ibnu Mas’ud) Ayat 83 ini ditutup dengan penjelasan bahwa kesudahan yang baik berupa surga diperoleh orang-orang yang takwa kepada Allah SWT. dengan mengamalkan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, tidak takabur dan tidak menyombongkan diri seperti Fir’aun dan Karun.


    Ketahuilah, sesungguhnya orang yang mencintai pangkat dan kedudukan adalah orang yang hatinya telah dikuasai hasrat terhadap jabatan, sebagaimana hati orang yang mencintai harta telah dikuasai hasrat untuk memiliki segala. Jika para pemilik kedudukan dan harta menjadikan kedudukan dan harta sebagai wasilah untuk suatu tujuan yang kekal ( akhirat ), maka pemilik hati akan menjadikan hatinya sebagai wasilah untuk menuju tujuan itu. Itulah kemuliaan hidup seseorang. Sebaliknya jika para pemilik kedudukan dan harta kekayaan itu sudah menjadi tujuan hidupnya, maka sengsaralah ia saat kehilangan kedudukan dan hartanya.

    Pada masa akhir periode jabatan, seseorang akan terlihat pada dua keadaan :
    1. Ikhlas, ia sadar bahwa jabatan itu merupakan amanah dan anugerah dari Allah SWT. sebagaimana dalam firman-Nya surah ali-Imran ayat 26. Adapun inti ayat tersebut adalah : Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak seorang pun mampu mengangkat derajat orang lain dan memuliakannya kecuali atas izin-Nya, dan tidak seorang pun mampu menjatuhkan kekuasaan orang lain dan menghinakannya kecuali atas izin-Nya. Jika seseorang berkedudukan tinggi dan menyadari sepenuhnya atas ayat ini, maka ia berbahagia dan senang saat mengakhiri jabatannya.

    2. Galau. Ini merupakan ciri-ciri orang yang berkedudukan mengalami post power syndrome. Ia berharap berumur panjang dan berangan-angan seterusnya merasakan nikmatnya dunia. Kedudukan yang yang berkelanjutan dan pelayanan prima yang ia peroleh merupakan kenikmatan yang diharapkan. Ketenaran dan ketersanjungan yang merupakan buah dari kedudukan yang ia selalu dambakan dan nikmati. Ingatlah bahwa semua itu adalah fana ( tidak kekal ) dan sesungguhnya Allah SWT. pemilik karunia sudah mengingatkan bahwa kepemimpinan/kedudukan itu selalu dipergilirkan. Jika engkau galau menghadapi kondisi ini, itu merupakan lemahnya iman dan keyakinanmu.

    Wahai para pejabat yang akan mengakhiri jabatannya, segeralah mendekatkan diri kepada Tuhanmu. Ingatlah kebahagian seseorang itu bisa diperoleh dengan mengetahui Yang Mahakuasa dan menaati-Nya, mengerjakan perintah-Nya secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan serta meninggalkan larangan-Nya berupa kekafiran, kefasikan dan kemaksiatan. Maka mulailah dengan memperbaiki hati, karena hati merupakan sumber semua kebaikan dan sumber segala dosa serta permusuhan.

    Baik tidaknya hati terbagi dua sebagai berikut : Pertama, terbatas pada diri sendiri, seperti pengetahuan dan keyakinan. Kedua, meluas pada orang lain, seperti keinginan untuk berderma dan berbuat baik. Untuk itulah, jagalah hati agar tetap baik ( bersih ) dan lawanlah bisikan-bisikan setan agar nafsumu ikut menolak bisikan itu. Ketahuilah ada dua jalan untuk menghilangkan cinta pada jabatan yaitu jalan ilmu dan jalan amal ( Imam Ghazali ).

    Jalan ilmu. Ingatlah bahwa ilmu adalah penguasaan hati. Jika seseorang telah menguasai hatinya maka ia akan mati dalam keadaan selamat. Adapun jalan amal atau tindakan, dengan mengasingkan diri dan merendahkan diri. Dalam bermasyarakat kita hendaknya tetap bergaul namun hatimu telah mengasingkan diri agar tidak tergoda dengan pesona jabatan. Merendahkan diri merupakan upaya untuk tidak merasa diri lebih tinggi dari orang lain. Ingatlah ketinggian derajat duniawi tidaklah menjadi ukuran Allah SWT. kecuali hanya ketaatan dan ketakwaannya.

    Ya Allah, bimbinglah kami agar selalu mengingat-Mu dan tuntunlah agar kami beribadah dengan-Mu yang benar. Jauhkanlah kami dari tujuan akhir pada dunia dan kokohkan iman kami untuk selalu mengingat akhirat.

    Aunur Rofiq

    Ketua DPP PPP periode 2020-2025
    Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih – Redaksi)

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Menerima Ketetapan-Nya



    Jakarta

    Ridha adalah salah satu macam bentuk kerelaan dalam menerima semua kejadian yang dialaminya dengan penuh ikhlas, sabar, dan senang atas ketetapan yang telah diberikan oleh-Nya. Sikap ridha kepada Allah SWT. adalah pintu yang paling agung dan pintu menuju surga.

    Ketahuilah Allah SWT. berjanji sebagaimana firman-Nya dalam surah al-Bayyinah ayat 8 yang terjemahannya, “Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.”

    Adapun makna dalam ayat di atas adalah : Balasan mereka disisi Tuhan mereka pada hari kiamat adalah surga-surga sebagai tempat tinggal yang sangat indah, mengalir di bawah istana-istana dan kebun-kebunnya sungai-sungai, mereka kekal di dalam selama-lamanya. Allah ridha kepada mereka dengan menerima amal-amal shalih mereka, dan mereka ridha terhadap apa yang disiapkan bagi mereka berupa berbagai bentuk kemuliaan. Balasan baik ini adalah bagi siapa yang takut kepada Allah dan menjauihi kemaksiatan kepada-Nya.


    Tahukah bahwa ketetapan itu merupakan hak Allah SWT. Sedangkan menurut istilah, Qadha adalah ketentuan atau ketetapan Allah SWT. dari sejak zaman azali tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk- Nya sesuai dengan iradah (kehendak-Nya), meliputi baik dan buruk , hidup dan mati, dan seterusnya. Allah SWT. Maha Tahu segala sesuatu dan pilihan-Nya adalah terbaik.

    Ketetapan itu meliputi seluruh kehidupan manusia, apakah ia bahagia atau sengsara, apakah ia menang atau kalah dalam kontestasi pilpres, pileg maupun pilkada, dan kematian. Waktu datangnya kematian tidak ada yang mengetahuinya secara pasti. Sebab umur seseorang merupakan rahasia yang mutlak hanya diketahui Allah SWT. Kematian merupakan suatu hal yang sudah pasti akan terjadi saat takdir Allah SWT telah ditetapkan. Seseorang yang selalu mengingat kematian berarti ia selalu ingat akan akhirat, ia akan selalu berhati-hati dalam menjalani kehidupan dan berusaha menjauhi larangan-Nya.

    Dalam kontestasi pilkada tahun 2024 ini menghasilkan ada yang menang dan ada yang kalah. Bagi yang menang itu merupakan karunia Allah SWT. meskipun engkau berusaha dengan sungguh-sungguh. Ikhtiar itu wajib bagi seseorang yang berharap sesuatu, namun jangan katakan keberhasilan itu karena upayamu. Bagaimana menyikapi saat diumumkan kemenangannya ? Bersikaplah dengan rendah hati dan kembalikan kepada-Nya, mohonlah kepada-Nya agar diberikan bimbingan bisa menjalankan amanah sebagai kepada daerah sesuai dengan jalan-Nya.

    Adapun bagi yang kalah hendaknya bersikap sabar dan ridha atas ketetapan tersebut. Keputusan kalah itu merupakan pilihan-Nya dan itu merupakan pilihan terbaik bagimu. Sejatinya orang-orang yang dipilihkan oleh Allah SWT. semestinya lebih bersyukur, karena yakin pilihan tersebut jauh lebih baik dari pilihannya sendiri. Orang beriman selalu ingat akan rukun iman tentang mengimani Qadha dan Qadhar.

    Imam Hasan Al-Bashri berkata, “Barang siapa ridha terhadap bagiannya, Allah SWT. akan meluaskan dan memberkahinya.” Sebagian ulama berkata, “Di akhirat nanti, tidak ada derajat yang lebih tinggi daripada yang dimiliki oleh orang-orang yang ridha pada Allah SWT dalam segala keadaan. Maka, barang siapa yang dianugerahi sifat ridha sungguh ia telah mendapat derajat yang paling utama.”

    Janganlah menjadi orang yang kecewa dan bersedih saat mengalami kekalahan, justru dengan tersenyum berarti bersiap untuk menghadapi kemenangan di lain waktu. Ingatlah bahwa kekuasaan itu tidaklah permanen karena Allah SWT. telah berjanji untuk mempergilirkan.

    Bagi yang memenangkan kontestasi pilkada, janganlah berfoya-foya karena hal itu akan melengahkan engkau, justru kernyitkan dahi bahwa saat tertentu engkau akan mengalami kegagalan. Dengan kernyitkan dahi maka engkau akan lebih waspada dan berhati-hati, sehingga upayamu akan maksimal dan jauh dari sikap lengah.

    Kerelaan merupakan gerbang Allah SWT. yang terbesar. Maksudnya adalah barangsiapa yang mendapat kehormatan dengan kerelaan, berarti ia telah disambut dengan sambutan yang paling sempurna dan dihormati dengan penghormatan yang paling tinggi. Ingatlah bahwa keridhaan seseorang terhadap ketetapan-Nya, maka menjadikan Allah SWT. meridhaimu.

    Ketika Nabi Musa AS. berdo’a, “Ya Allah, bimbinglah aku kepada amal yang akan mendatangkan keridhaan-Mu.” Allah SWT. menjawab, “Engkau tidak akan mampu melakukannya.” Musa bersujud dan terus memohon. Maka Allah SWT. lalu mewahyukan kepadanya, “Wahai putera Imran, keridhaan-Ku ada pada kerelaanmu menerima ketetan-Ku.”

    Jadi jelas bahwa, kecewa karena kalah bukanlah pilihan, justera ridha atas ketentuan-Nya menjadi pilihan utama karena atas itu engkau mendapatkan ridha-Nya. Semoga Allah selalu memberikan hidayah agar kita dan para golongan yang belum beruntung ridha atas ketentuan-Nya.

    Aunur Rofiq

    Ketua DPP PPP periode 2020-2025
    Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih – Redaksi)

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Paket Mulai Rp 30 Juta, Marco Tour and Travel Amanah Melayani Jemaah



    Jakarta

    Perusahaan penyelenggara perjalanan ibadah umrah, haji dan wisata muslim Marco Tour and Travel amanah melayani jemaah dengan setulus hati.

    Direktur PT Marco Tour and Travel Syarif Thalib menjelaskan pada musim penyelenggaraan ibadah umrah tahun 1446 Hijriyah, Marco Tour and Travel memberikan pelayanan dan harga terbaik kepada calon jemaah umrah maupun haji.

    “Bisnis ini adalah bisnis dunia akhirat. Di sinilah kita menjadi pelayan para tamu Allah, ada nilai bisnis juga ada nilai ibadah. Oleh karena itu, kita harus niat, tulus dan maksimal dalam melayani para tamu wisata dan tamu Allah,” ucap Syarif dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/7/2024).


    tagsite

    Dok. Marco Tour and Travel

    Dalam menjalankan bisnis travel, membangun suasana kekeluargaan di dalam kantor maupun dengan para jemaah merupakan suatu hal yang menurutnya sangat penting. Hubungan emosional harus terjalin dengan baik antara satu dengan yang lain sehingga dalam memberikan pelayanan kepada jemaah merupakan pelayanan yang setulus hati.

    “Marco Travel merupakan jawaban seluruh kebutuhan traveling anda, apapun yang anda butuhkan terkait umrah, haji dan wisata muslim disini ada,” terang Syarif.

    Untuk harga paket umrah, Syarif menjelaskan Marco Travel menyediakan berbagai paket, mulai paket bintang tiga, bintang empat, bintang lima hingga paket VVIP.

    “Untuk harga paket kita mulai dari Rp 30 jutaan, kita juga bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan para calon jemaah,” sambungnya.

    Selain paket umrah, Marco Tour and Travel juga menyediakan paket umrah plus, seperti paket umrah plus Istanbul, Dubai, Abu Dhabi, Cairo, Aman, Jordan, Aqsho, Spanyol, Maroko dan lainnya.

    Marco Tour and Travel juga menyediakan paket haji khusus maupun haji furoda.

    tagsite

    Dok. Marco Tour and Travel

    Cita-cita mulia direktur Marco Tour and Travel Syarif Thalib ingin membantu para calon jemaah umrah dan haji untuk bisa menjalankan ibadah sebaik mungkin sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.

    Keinginan ini mendorong dirinya untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada para calon jemaah. Bahkan, tak segan-segan dirinya turun langsung ke lapangan membantu jemaah.

    “Sejak berdiri pada tahun 2004, Marco Tour and Travel berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik kepada para tamu Allah. Bahkan saya juga turun langsung mendampingi jemaah,” ucapnya.

    Terbukti, dengan pelayanan yang maksimal dan bagus, peningkatan jumlah jemaah Marco Tour and Travel terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

    (Tagsite/Marco Tour and Travel)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Kebaikan Dunia Akhirat untuk Raih Kebahagiaan Hakiki


    Jakarta

    Untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, manusia diwajibkan untuk berusaha semaksimalnya. Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan umatnya untuk mengamalkan doa kebaikan dunia-akhirat.

    Doa kebaikan dunia akhirat sering disebut dengan doa sapu jagat. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor.

    Doa tersebut juga termasuk bacaan yang sering diamalkan Rasulullah SAW. Hal ini dijelaskan dalam keterangan hadits dari Anas bin Malik yang berkata,


    عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Artinya: “Doa yang paling banya dibaca oleh Nabi SAW, yaitu ‘Allaahumma aatinaa fid dun-yaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar’ (doa kebaikan dunia-akhirat).” (HR Muttafaq Alaih)

    Meneladani kebiasaan Rasulullah SAW tersebut, dalam riwayat Muslim juga ditambahkan, “Anas sendiri jika hendak berdoa, dia berdoa dengan doa ini.”

    Menurut Abduh Zulfidar Akaha dalam buku 165 Kebiasaan Nabi SAW, Rasulullah SAW menyukai bacaan doa kebaikan dunia-akhirat karena dianggap ringkas namun kaya akan keutamaan di dalamnya. Rasulullah SAW tidak ingin menyulitkan umatnya dengan bacaan doa-doa yang panjang, terutama ditujukan bagi mereka yang kesulitan menghafal. Berikut bacaannya.

    Doa Kebaikan Dunia-Akhirat dalam Arab, Latin, dan Artinya

    Berdasarkan keterangan hadits, bacaan doa kebaikan dunia-akhirat seperti yang dinukil dari Buku Saku Muslim 3 in One oleh Tim Mutiara Media adalah sebagai berikut.

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab-latin: Rabbanaa aatinaa fiddun yaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaa bannaar.

    Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa api neraka.

    Sementara itu, ada versi lain dari doa kebaikan dunia-akhirat yang tercantum dalam Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah karya Abdullah Zaedan. Doa tersebut berbunyi,

    اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِيْنِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيْهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لي آخِرَتِي الَّتِي فِيْهَا مَعَادِي وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةٌ لِي مِنْ كُلِّ شَرٍ

    Arab-latin: Alloohumma ashlih lii diinil ladzii huwa ‘ishmatu amriiwaashlih liidun-yaayallatii fiihaa ma’aasyii, wa ashlih lii aakhirotiil latii fiihaa ma’aadii waj-‘alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khoirin waj-‘alil mauta roohatan lii min kulli syarrin.

    Artinya: Artinya: “Ya Allah, perbaikilah urusan agamaku yang menjadi pegangan bagi setiap urusanku. Perbaikilah duniaku yang menjadi urusan kehidupanku. Perbaikilah akhiratku yang ke sanalah aku akan kembali. Jadikanlah hidupku ini sebagai tambahan kesempatan untuk memperbanyak amal kebajikan dan jadikanlah kematianku sebagai tempat peristirahatan dari setiap kejahatan.” (HR Muslim)

    Keutamaan Doa Kebaikan Dunia-Akhirat

    Keutamaan bagi yang mengamalkan doa kebaikan dunia-akhirat adalah tercapainya kebahagiaan hakiki seorang muslim.

    1. Kebaikan Agama

    Orang yang berpegang teguh pada ajaran agama dijamin termasuk orang yang baik karena agama merupakan sumber dari segala kebaikan.

    2. Kebaikan Dunia

    Orang yang memiliki kecukupan dalam masalah dunia tentu akan lebih baik dari hanya sekadar baik agamanya. Dengan meningkatnya kebaikan dunia maka mutu ibadah dan amal saleh juga akan semakin meningkat.

    Contoh kegiatan penuh kebaikan adalah dengan berbagi dan memberi. Rasulullah SAW bersabda,

    اليدُ الْعُلْيَا خَيْرُ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى . (رواه البخاري)

    Artinya: Dari Hakim bin Hizam RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.” (HR Bukhari dari Hakim bin Hizam dalam kitab shahihnya, 2/518)

    3. Kebaikan Akhirat

    Cara mendapatkan kebaikan yang hakiki ketiga adalah dengan mengusahakan kebaikan akhirat. Kebaikan akhirat adalah hasil akumulasi dari kebaikan agama dan kebaikan dunia. Bila keduanya digunakan untuk meraih rida Allah SWT, maka kebaikan akhiratnya juga pasti akan tercapai.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Doa Selamat Dunia dan Akhirat, Yuk Hafalkan!


    Jakarta

    Ada banyak doa selamat dunia dan akhirat yang bisa diamalkan ketika memohon kepada Allah SWT. Doa selamat ini bisa dipanjatkan setiap waktu agar Allah SWT senantiasa melindungi.

    Berdoa menjadi salah satu amalan yang dianjurkan. Bahkan dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman tentang perintah berdoa. Sebagaimana termaktub dalam surat Al-Mu’min ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


    Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

    Merangkum buku Doa Ajaran Ilahi yang disusun oleh Anis Masykhur dan Jejen Musfah, dijelaskan pengertian doa. Kata doa berasal dari bahasa arab du’a.

    Dalam Al-Qur’an terdapat banyak kata du’a yang mempunyai arti berbeda-beda antara lafazh satu dengan yang lainnya.

    Du’a memiliki banyak arti, antara lain: al-ibadat, yakni ibadahnya makhluk untuk khaliq (ibadat al-makhluqli al-khaliq); al-isti’unah atau al-istighatsah, yaitu memohon pertolongan atau bantuan kepada Zat yang Maha Kuasa; al-nida: memanggil, yakni panggilan hamba terhadap Allah yang Maha Mendengar; al-su’al, yakni permintaan atau permohonan dari makhluk yang rendah kepada Khaliq yang Maha Tinggi.

    Ada juga yang mengartikan dengan al-tahmid (memuji), dan masih banyak lagi lafaz du’a pada ayat-ayat lain dalam Al-Quran yang mempunyai makna berbeda-beda.

    Sementara secara istilah, sebagaimana dikatakan oleh Al-Thiby, doa adalah “melahirkan kehinaan dan kerendahan diri dalam keadaan tiada berdaya dan tiada berkekuatan dan kemudian menyatakan hajat, keperluan, ketundukan kepada Allah SWT.”

    Dapat disimpulkan bahwa doa adalah permohonan yang disampaikan kepada Allah SWT untuk mendapatkan manfaat dan menolak kemudharatan.

    Imam Al-Ghazali berkata, “Meskipun doa itu tidak dapat menolak qadha Tuhan, tapi ia mampu melahirkan sifat rendah diri (khudhu) dan hajat kepada Allah SWT.”

    Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa menolak qadha bisa dengan doa. Tegasnya, doa menjadi salah satu sebab dari tertolak-nya bencana, sebagai perisai, menjadi penangkis dari senjata musuh, dan bagai air yang menyebabkan tumbuh-nya tanaman.

    Dengan berdoa diharapkan segala dosa kita akan diampuni, dan bila akan diberi kebaikan agar disegerakan. Berdoa juga mengharapkan untuk diberi hidayah, ampunan, pertolongan, kenikmatan, kasih sayang dari Allah SWT dan memohon agar dijauhkan dari kekufuran, kemurkaan, kepapaan, kesesatan, musibah, dan laknat-Nya.

    Doa Selamat Dunia Akhirat

    Berdoa merupakan amalan yang bisa dikerjakan kapan pun. Doa menjadi salah satu sarana komunikasi seorang hamba kepada Tuhannya.

    Doa selamat menjadi amalan yang bisa rutin dipanjatkan. Salah satunya ketika selesai sholat fardhu. Dengan doa ini, seorang muslim bisa memohonkan ampunan, meminta perlindungan selama hidup di dunia dan juga kelak ketika kehidupan di akhirat tiba.

    Berikut beberapa doa selamat dunia akhirat yang bisa dibacakan secara rutin:

    1. Doa selamat dunia dan akhirat versi 1

    رَبَّنَاا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
    Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil-akhirati hasanah, wa qinaa adzabannaari.

    Artinya: Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka.

    2. Doa selamat dunia dan akhirat versi 2

    اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

    Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddin wa afiyatan fil-jasadi wa ziyadatan fil-ilmi wa barakatan firrizqi, wa taubatan qablal-maut, wa rahmatan indal-maut, wa maghfiratan ba’dal maut.
    Allahumma hawwin alaina fi sakaratil maut, wannajatan minannaari, wal afwa indah hisab.

    Artinya: Ya Allah, kami memohon kepada Engkau akan keselamatan agama, kesehatan badan, tambahnya pengetahuan, berkahnya rezeki, mendapatkan tobat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati. Dan ringankanlah kiranya dalam sakaratul maut, dan selamatkanlah kiranya dari siksa neraka dan dapatkan kami ampunan pada hari hisab (perhitungan).

    3. Doa selamat dunia akhirat versi 4

    اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَ قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ، اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَنَجَاةً مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَعِنْدَ الْحِسَابِ، رَبَّنَا لاَتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ، رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
    Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fid diini wa ‘afiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wa barokatan fir rizqi wa taubatan qablal mauti wa rohmatan ‘indal mauti wa maghfirotan ba’dal mauti, allahummaa hawwin ‘alainaa fil sakaraatil mauti wannajaata minan naari wal ‘afwa ‘indal hisaabi, rabbanaa laa tuzigh quluubana ba’da idz hadaitanaa wahab lanaa mil ladunka rahma, innaka antal wahhaab, rabbanaa aatinaa fiddunnyaa hasanah, wa fil akhirati hasanah waqinaa ‘adzaa ban naar.

    Artinya: Ya Allah, kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rezeki, serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati, dan keampunan sesudah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami saat pencabutan nyawa selamat dari api neraka dan mendapat kemaafan ketika amal diperhitungkan. Ya Allah, janganlah Engkau goyahkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk dan berilah kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.

    5. Doa tolak bala

    اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ القُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ العَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الآخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ

    Allahummaftah lana abwabal khair, wa abwabal barakah, wa abwaban ni’mah, wa abwabar rizqi, wa abwabal quwwah, wa abwabas shihhah, wa abwabas salamah, wa abwabal ‘afiyah, wa abwabal jannah.

    Allahumma ‘afina min kulli bala’id dunya wa ‘adzabil akhirah, washrif ‘anna bi haqqil qur’anil ‘azhim wa nabiyyikal karim syarrad dunya wa ‘adzabal akhirah.

    Ghafarallahu lana wa lahum bi rahmatika ya arhamar rahimin. Subhana rabbika rabbil ;izzati ‘an ma yashifun, wa salamun a’alal mursalin, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

    Artinya: Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah dan pintu surga.

    Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hal Alquran yang agung dan derajat Nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Dzat yang maha pengasih. Maha suci Tuhan, Tuhan keagungan dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada Rasul. Segala puji bagi Allah, semesta alam.

    6. Doa memohon keteguhan iman

    رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَا فِرِينَ
    Rabbanaghfir alaina shabran wa tsabbit aqdaamana wanshurna ala-qaumil-kaafirin.

    Artinya: Ya Tuhan kami, tumpahkanlah sekiranya ketabahan kepada kami, tetapkanlah sekiranya kesabaran kami dan menangkanlah kami atas orang-orang yang kafir.

    7. Doa selamat dari penyakit hati

    رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

    Rabbanaagfir lanaa wa li ikhwaaninalladzina sabaquunaa bil iimaani wa laa taj’al fii quluubinaa gilaa lilladziina aamanuu rabbanaa innaka rauufur rahiim.

    Artinya: Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Hasyr ayat 10).

    8. Doa memohon keselamatan orang tua

    رَّبِّ اغْفِرْلِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

    Rabbighfir lii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shagiiran.

    Artinya: “Tuhanku, Ampunilah dosa-dosaku dan kedua orang tuaku, serta kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku sewaktu kecil.”

    9. Doa selamat dari bencana

    اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

    Allahumma innii a-‘uudzubika min jahdil balaa-i, wa darakisy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a’daa-i.

    Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala (bencana), hinanya kesengsaraan, keburukan qadha’ (takdir), dan kegembiraan para musuh. (HR. Al-Bukhari no. 6347, 6616 dan Muslim no. 2707).

    Demikian beberapa doa selamat dunia dan akhirat yang bisa dibaca rutin setiap hari. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi setiap muslim beriman.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com