Tag: akibat hujan

  • Kenali 3 Ciri Genteng Bocor di Rumah Sebelum Makin Parah


    Jakarta

    Rumah harus dirawat secara berkala karena dapat rusak setelah lama digunakan. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah genteng bocor akibat hujan.

    Setiap rumah memang berpotensi untuk bocor, maka pemilik sebaiknya waspada dan mengantisipasi kebocoran. Air hujan dapat merembes masuk melalui celah genteng yang bocor.

    Meski kecil, kebocoran bisa berkembang menjadi masalah yang jauh lebih besar. Nah, sebelum tambah parah kamu harus bisa mendeteksi tanda-tanda awal kebocorannya.


    Lalu, apa saja ciri-ciri genteng bocor? Yuk, simak tanda-tandanya berikut ini, dikutip dari Red Canyon Roofing, Minggu (7/7/2024).

    Ciri-ciri Genteng Bocor

    1. Bintik-bintik di Dinding Luar Rumah

    Noda dan noda air serupa seperti langit-langit bisa muncul pada dinding di luar rumah. Air bisa mempengaruhi dinding interior dan eksterior. Dalam banyak kasus, noda pada dinding eksterior akan menjadi pertanda awal ada kebocoran.

    Salah satu cara untuk mencegah masuknya air selama musim hujan adalah dengan memeriksa apakah loteng terisolasi dan air hujan mengalir dengan benar.

    Kalau kamu nggak yakin bagaimana cara memeriksa genteng rumah, pastikan untuk menghubungi kontraktor lokal secepat mungkin.

    2. Noda Plafon

    Langit-langit atau plafon yang berubah warna hingga muncul bercak bisa jadi pertanda kalau ada kebocoran pada genteng rumah kamu. Bercak itu gampang banget dikenali. Biasanya berwarna kuning atau bahkan hitam pekat.

    Kalau kamu menemukan tanda itu dan curiga genteng kamu bocor, ada baiknya kalau kamu langsung memeriksa untuk memastikan ada kebocoran. Jangan dibiarkan atau kamu akan menyesal di kemudian hari.

    3. Permukaan Dinding Berubah Bentuk

    Dinding yang tumbuh atau berubah bentuk karena air dan terkena kelembapan sering kali jadi pertanda ada kebocoran di rumah. Ketika kerusakan akibat air seperti ini ditemukan, kemungkinan besar sudah ada air yang mengalir ke berbagai area di rumah dalam kurun waktu yang cukup lama.

    Terkadang kebocoran sangat parah sehingga bisa terjadi lebih cepat dari itu. Tapi dalam banyak kasus, pertumbuhan dan perubahan bentuk dinding merupakan perubahan yang memerlukan waktu. Sebelum makin parah, kamu harus segera memeriksa kemungkinan kebocoran yang ada.

    Dinding yang tumbuh disebabkan oleh penumpukan kelembapan dan menyebabkan kayu serta batuan lembaran mengembang karena kelembapan meresap ke dalam kayu. Jika masalah ini berlangsung terlalu lama, kamu mungkin perlu merenovasi rumah untuk memperbaiki kerusakan dan menghilangkan jamur atau lumut.

    Itulah beberapa ciri-ciri genteng bocor di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Merawat Tanaman Indoor dan Outdoor saat Musim Hujan


    Jakarta

    Musim hujan membawa tantangan tersendiri bagi para pecinta tanaman. Curah hujan yang tinggi dan kelembapan yang meningkat dapat memengaruhi kesehatan tanaman kamu.

    Namun, dengan perawatan yang tepat, kamu dapat memastikan tanaman tetap tumbuh subur meskipun dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Berikut adalah beberapa tips praktis untuk merawat tanaman kamu selama musim hujan agar tetap sehat dan bersemi.

    Utamakan Drainase yang Baik

    Melansir dari Kangaroo Kids, pastikan pot tanaman kamu dilengkapi dengan lubang drainase yang memadai untuk menghindari genangan air. Genangan ini dapat menyebabkan akar membusuk jika air tidak dapat mengalir dengan baik.


    Kamu bisa meninggikan pot dengan menggunakan batu bata atau penyangga untuk meningkatkan aliran air. Pertimbangkan juga penggunaan campuran pot yang memiliki kemampuan drainase baik, sehingga kelebihan air dapat keluar dengan mudah.

    Lindungi Tanaman yang Rentan

    Meskipun air hujan bermanfaat bagi tanaman, hujan deras berpotensi untuk merusaknya. Untuk merawat tanaman indoor dan outdoor, kamu bisa memindahkan tanaman yang lebih sensitif ke tempat yang terlindung. Bawa mereka ke balkon atau di bawah kanopi untuk melindungi tanaman di luar dari hujan lebat.

    Lakukan Pemangkasan dan Pembersihan Secara Rutin

    Musim hujan adalah waktu ketika pertumbuhan tanaman melambat. Lakukan pemangkasan cabang yang tumbuh terlalu besar secara teratur dan hilangkan dedaunan berlebih untuk meningkatkan sirkulasi udara.

    Ini juga membantu mengurangi risiko penyakit jamur. Pastikan untuk membersihkan daun-daun yang mati serta kotoran, dan sterilkan alat pemangkas kamu setelah digunakan untuk mencegah penyebaran infeksi.

    Atasi Penyakit Jamur

    Selama musim hujan, jamur dapat muncul di berbagai tempat, menjadikannya waktu yang ideal bagi penyakit jamur untuk berkembang.

    Untuk mencegah hal ini, semprotkan fungisida organik pada tanaman yang rentan. Selain itu, hindari penyiraman berlebihan agar pertumbuhan jamur dapat diminimalisir.

    Periksa Tanah Secara Berkala

    Hujan lebat dapat mengikis lapisan atas tanah. Oleh karena itu, periksa tanah secara rutin dan pastikan bahwa tanah tersebut berpori dan memiliki drainase yang baik, jika kamu menemukan lumut atau alga, segera bersihkan.

    Gunakan Metode Pengendalian Hama Organik

    Pengendalian hama secara organik adalah metode terbaik untuk melindungi tanaman kamu. Gunakan minyak imbas atau neem oil, semprotan bawang putih, atau sabun insektisida sebagai perlindungan.

    Ingatlah bahwa beberapa serangga seperti kepik dan lacewings sangat bermanfaat, jadi biarkan mereka berkembang biak di kebun kamu sebagai predator alami hama.

    Sesuaikan Intensitas Penyiraman

    Setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan penyiraman yang berbeda-beda. Misalnya, kaktus memerlukan lebih sedikit air dibandingkan dengan tanaman buah.

    Selama musim hujan, kelembapan udara sudah tinggi, jadi hindari penyiraman berlebihan agar akar tidak membusuk.

    Gemburkan Tanah di Pot

    Meskipun terlihat sepele, menggemburkan tanah di pot sangat penting untuk membantu akar tanaman bernapas dan meningkatkan sirkulasi udara. Tanah yang terlalu padat dapat menahan kelembapan berlebih, sehingga akar berisiko membusuk.

    Ciptakan Akses Sinar Matahari

    Setelah beberapa hari hujan terus-menerus, sinar matahari menjadi sangat diinginkan bagi kamu maupun tanaman. Oleh karena itu, sesekali pindahkan tanaman ke lokasi yang lebih terang untuk mendapatkan sinar matahari langsung dan hindari erosi tanah akibat hujan.

    Pastikan Pot Terisi Penuh dengan Tanah

    Untuk mencegah genangan air, pastikan pot kamu terisi penuh dengan tanah. Campuran tanah dan pupuk kandang akan lebih efektif dalam mencegah genangan air di permukaan serta memastikan nutrisi sampai ke akar tanaman. Namun, jangan sampai tanah terlalu padat karena bisa memerangkap kelembapan yang dapat membuat akar membusuk

    Itulah beberapa cara merawat tanaman indoor dan outdoor saat musim hujan.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Masalah yang Biasa Muncul di Rumah Akibat Hujan



    Jakarta

    Rumah dirancang untuk melindungi penghuni dari panas matahari dan terpaan hujan. Meski didesain kuat, terkadang masalah muncul di rumah akibat cuaca seperti di kala hujan.

    Mungkin masalah yang timbul sepele, tapi lama-lama bisa menjadi parah kalau dibiarkan. Oleh karena itu, sebaiknya penghuni lebih memperhatikan kondisi rumah saat hujan.

    Apa saja masalah yang biasa terjadi karena hujan? Simak penjelasannya berikut ini dikutip dari Civil Engineering Web.


    Masalah yang Sering Muncul Akibat Hujan

    Inilah beberapa masalah rumah yang kerap muncul di kala hujan.

    1. Atap Bocor

    Salah satu masalah yang umum terjadi ketika hujan adalah kebocoran atap yang berawal dari perawatan yang kurang memadai. Hal ini terjadi karena ada celah atau retakan pada atap.

    Sistem drainase yang tersumbat, pecah, atau rusak juga bisa mengakibatkan kebocoran atap. Akibatnya, air masuk ke dalam rumah dan menimbulkan noda pada langit-langit atau dinding.

    2. Dinding Rembes

    Air hujan bisa rembes dari luar dinding rumah kalau perawatan kurang baik. Misalnya plesteran dan pengecatan tidak memadai sehingga terjadi pengelupasan ketika hujan. Lalu, air juga dapat masuk lewat retakan kecil pada dinding.

    3. Genteng Lepas

    Jika hujan deras disertai angin kencang, genteng bisa bergeser. Kondisi tersebut akibat sambungan yang longgar atau genteng tertiup angin. Pastikan untuk memeriksa kondisi dan sambungan genteng butuh perbaikan atau tidak.

    4. Saluran Drainase Tersumbat

    Saluran drainase dapat tersumbat pada talang air, terutama ketika musim hujan. Masalah ini disebabkan oleh atap dan pipa drainase yang tidak dibersihkan.

    5. Lumut Tumbuh

    Lumut dapat tumbuh di sekitar rumah kalau sering hujan. Penting untuk segera membersihkan dan mencegah pertumbuhan lumut agar permukaan rumah tidak licin. Gunakan larutan pembersih khusus dan sikat untuk membersihkan lumut di rumah.

    Itulah beberapa hal yang perlu penghuni rumah waspadai ketika hujan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Dinding Rumah Bisa Jebol gegara Hujan Angin, Ini Alasannya


    Jakarta

    Hampir seluruh wilayah di Indonesia akhir-akhir ini diguyur hujan angin. Hal ini bukan fenomena yang biasa karena hujan angin bisa mengancam keselamatan masyarakat dan bangunan.

    Angin tersebut sangat berisiko merusak rumah. Buktinya sudah banyak, salah satunya adalah beberapa dinding rumah dilaporkan jebol akibat hujan angin. Kejadian terbaru ditemukan di Kabupaten Bogor.

    Dilansir dari detikNews, dinding yang jebol tersebut berada di kamar tidur. Menurut keterangan BPBD Kabupaten Bogor dinding rumah itu jebol setelah daerah tersebut diguyur hujan angin dalam durasi yang cukup lama.


    Dari foto yang diterima detikcom, dinding rumah tersebut sudah dibangun dengan bata yang telah diplester dan diaci dengan ketebalan yang wajar. Namun, ternyata konstruksi tersebut tidak dapat selamat dari guyuran hujan angin.

    Kejadian tersebut bisa menjadi pengingat dan alarm bagi masyarakat untuk segera mengecek kondisi dinding di rumahnya. Selain mengecek, masyarakat juga harus mengetahui penyebab dinding bisa jebol setelah diguyur hujan angin.

    Penyebab Dinding Jebol saat Hujan Angin

    Kontraktor dari Rebwild Construction Wildan mengatakan ada dua penyebab yang menjadi biang kerok utama dinding jebol ketika hujan angin, berikut di antaranya.

    1. Kondisi Dinding yang Tidak Kuat Menahan Tekanan

    Alasan bangunan bisa roboh karena angin memberikan tekanan yang besar. Ketika pembangunannya tidak sesuai standar, kata Wildan, dinding jebol mungkin saja terjadi. Bisa juga dikarenakan bahan perekat dindingnya tidak dibuat dengan benar. Untuk membuat bahan perekat dibutuhkan semen, kapur, pasir, dan air.

    “Karena adukannya juga bisa. Spesi (adukan) kan ada rasio campuran antara pasir dan semen,” kata Wildan kepada detikcom, pada Senin (3/11/2025).

    2. Struktur Dinding Tidak Pakai Angkur

    Widan mengatakan pembangunan dinding yang tidak memakai angkur, yakni elemen pengikat yang biasa digunakan untuk menghubungkan antara batu bata atau hebel dengan kolom beton bertulang. Angkur bisa memastikan bahwa dinding yang dibangun tersebut akan kuat menahan berbagai tekanan agar tidak mudah ambruk.

    Pembangunan tanpa angkur, kata Wildan, mungkin saja terjadi terutama pada pembangunan rumah yang dilakukan sendiri tanpa bantuan ahli.

    “Mungkin di daerah belum teredukasi dengan baik, jadi bangun rumah yang penting berdiri,” ujarnya.

    Kondisi struktur dinding yang tidak kuat sebenarnya ada hubungannya dengan pembangunannya yang tidak sesuai standar. Oleh karena itu, ketika ingin membangun rumah sangat disarankan untuk melibatkan tenaga ahli seperti arsitek, ahli sipil, kontraktor, hingga tukang bangunan.

    Wildan memperingatkan agar hati-hati atau sebaiknya pindah sementara dari rumah yang dindingnya sudah jebol. Sebab, satu sisi yang sudah jebol bisa berpengaruh pada dinding yang lain.

    Itulah 2 penyebab dinding rumah ambruk ketika hujan angin, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com