Tag: akuarium

  • Jangan Langsung Pakai Air Keran untuk Akuarium Ikan di Rumah, Berisiko!


    Jakarta

    Bagi pemilik ikan hias, menggunakan air keran untuk mengisi akuarium kerap jadi pilihan paling mudah. Tinggal buka keran, isi wadah, dan akuarium pun penuh.

    Namun, langkah cepat ini justru bisa membawa masalah besar untuk ikan. Air keran yang terlihat bersih belum tentu aman bagi makhluk air, terutama jika tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

    Dilansir dari situs resmi Florida Department of Agriculture & Consumer Services (FDACS), Minggu (2/11/2025), air keran tidak boleh langsung digunakan untuk akuarium karena bisa saja mengandung disinfektan seperti klorin dan kloramin. Bahan kimia ini memang berguna untuk membunuh bakteri berbahaya pada air konsumsi manusia, tetapi bersifat toksik bagi ikan dan dapat merusak sistem pernapasan mereka.


    Bahaya Pakai Air Keran Langsung untuk Ikan

    Klorin dan kloramin bersifat toksik bagi organisme air. Kontak langsung bisa mengiritasi insang, mengganggu kemampuan ikan bernapas, dan menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Selain itu, air keran juga kerap memiliki pH dan tingkat kesadahan yang bervariasi di tiap daerah. Ketidaksesuaian kondisi air membuat ikan lebih mudah stres dan rentan terserang penyakit.

    Dikutip dari laman Petco, kualitas air adalah faktor utama dalam menjaga kesehatan ikan, dan air yang tidak diproses dengan benar bisa menimbulkan masalah besar bagi akuarium rumahan.

    Cara Mengolah Air Keran agar Aman untuk Aquarium

    Ada beberapa teknik sederhana untuk membuat air keran aman bagi ikan. Masih dilansir dari Petco, cara paling efektif adalah menggunakan water conditioner atau dechlorinator khusus akuarium. Produk ini dapat dibeli pada toko ikan dan dirancang untuk menetralkan klorin dan kloramin secara cepat sehingga air siap digunakan dalam hitungan menit.

    Dilansir dari FDACS, air keran juga bisa didiamkan selama 24-48 jam di wadah terbuka agar klorin menguap secara alami, meskipun metode ini kurang efektif untuk kloramin. Penggunaan karbon aktif sebagai media filtrasi juga direkomendasikan untuk membantu menyerap bahan kimia yang tersisa dalam air.

    Sebagai langkah tambahan, mengecek parameter air seperti pH dan kesadahan sebelum memasukkan air ke akuarium bisa membantu menjaga stabilitas ekosistem akuatik.

    Tips Saat Mengganti Air Aquarium

    Walau air sudah diproses, penggantian tetap perlu dilakukan bertahap. Penggantian sekitar seperlima hingga sepertiga volume air membantu mencegah stres pada ikan dan menjaga keseimbangan bakteri baik. Penting pula memastikan suhu air pengganti serupa dengan suhu air akuarium agar ikan tidak mengalami temperature shock.

    Air keran tetap bisa digunakan untuk akuarium, asalkan melalui proses penetralan terlebih dahulu. Dengan langkah sederhana seperti penggunaan dechlorinator, pengendapan air, atau filtrasi karbon aktif, ikan dapat hidup lebih sehat dan terhindar dari bahaya zat kimia beracun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Tips Bersihkan Akuarium di Rumah Biar Ikan Nggak Gampang Mati


    Jakarta

    Ikan hias kerap menjadi andalan masyarakat Indonesia sebagai hiburan di dalam rumah. Selain karena perawatan ikan hias yang cenderung mudah, kehadiran akuarium di dalam rumah juga membuat suasana rumah menjadi lebih hidup dan memiliki nilai estetik tersendiri.

    Akan tetapi seiring berjalannya waktu, kaca akuarium ikan hias ini semakin lama akan menjadi semakin keruh akibat dari kotoran ikan dan alga yang tumbuh di dalamnya. Selain membuat pemandangan menjadi kurang enak dilihat, air keruh ini juga sering membawa bau yang menyengat.

    Maka dari itu, kamu perlu membersihkan akuarium tersebut beberapa waktu sekali. Selain untuk menjaganya tetap bersih, kamu juga akan membantu ikan agar tetap hidup sehat, terhindar dari penyakit, dan tidak mudah mati.


    Cara Membersihkan Akuarium dengan Baik dan Benar

    Mengutip dari fishlab.com, membersihkan akuarium ikan tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, karena hal ini bisa mengancam nyawa dari ikan tersebut. Bila kamu penasaran dengan cara yang baik untuk membersihkan akuarium, kamu bisa simak langkahnya di bawah ini.

    1. Alat dan Bahan

    – Sifon akuarium atau selang

    – Jaring ikan

    – Sikat gigi

    – 2 Baskom besar

    – Sikat Alga

    – Spons

    – Tisu dapur (paper towel)

    – Penjernih air (water clarifier)

    – Filter pengganti

    – Air panas

    – Cuka

    2. Langkah-Langkah

    – Pindahkan Ikan

    Pertama-tama, kamu harus memindahkan ikan dari akuarium. Gunanya untuk menyimpan ikan sementara selama proses pembersihan.

    Caranya dengan mengisi satu baskom dengan air dari akuarium atau air bersih. Pastikan kamu tidak menggunakan air keran yang masih baru.

    – Sedot Air dari Akuarium

    Selanjutnya kamu harus mengurangi air pada akuarium kamu dengan menggunakan selang atau sifon akuarium. Pastikan kamu menyedot kotoran ikan yang mengendap di bawah akuarium sebanyak-banyaknya.

    Jika kamu rasa sudah tidak ada kotoran yang mengendap, kamu bisa sisakan air akuarium tersebut sebanyak 10%. Atau bila akuariumnya terlalu kotor, kamu bisa membuang semuanya.

    – Keluarkan Isi Akuarium (Filter, Dekorasi, dan lainnya)

    Setelah kamu berhasil membuang airnya, kamu harus mengosongkan akuarium tersebut. Pisahkan isi akuarium di tempat lain.

    – Bersihkan Semuanya

    Dekorasi

    Rendam dekorasi dan terumbu karang buatan yang berlumut pada air panas selama beberapa detik. Selanjutnya gosok dengan tangan perlahan hingga lumut dan alga hilang.

    Kamu juga bisa menggunakan sikat gigi untuk dekorasi yang memiliki detail yang sulit dijangkau oleh tangan. Pastikan untuk menghindari pemakaian disinfektan karena bisa berpotensi membunuh ikan.

    Bila dekorasi yang kamu miliki tahan terhadap panas dan microwave, kamu bisa merebusnya atau memasukkannya ke dalam microwave selama satu menit untuk mensterilisasi bakteri pada dekorasi tersebut.

    Akuarium

    Untuk membersihkan akuarium, kamu cukup lakukan dengan menggosok bagian kaca yang berlumut dengan sikat khusus alga sampai semuanya bersih. Pastikan untuk tidak menggunakan cairan pembersih.

    Setelah semua lumut dan alga terlepas dari akuarium, selanjutnya kamu bisa mengumpulkannya dengan tisu dapur natural (chemical-free). Lalu isi akuarium tersebut dengan air panas sambil membuang sisa kotoran dengan selang atau sifon akuarium.

    Setelah terasa sudah bersih, selanjutnya kamu bisa membersihkan bagian luar akuarium dengan campuran air cuka dan air hangat.

    – Rakit Kembali Akuarium

    Setelah bersih, rakit kembali akuarium kamu. Pastikan untuk mengganti filter air akuarium kamu, atau bila masih bagus, kamu cukup membersihkannya dengan air panas saja.

    Isi perlahan akuarium dengan air. Ingat, pastikan untuk tidak menggunakan air keran yang masih baru. Lalu masukkan penjernih air (clarifier) dan lakukan deklorinasi.

    Fungsi dari deklorinasi adalah untuk menjaga ikan dari zat klorin pada air yang baru, sedangkan clarifier bekerja untuk melarutkan zat yang mendorong tumbuhnya bakteri dan jamur.

    – Masukkan Ikan Kembali

    Selanjutnya masukkan kembali ikan dengan menyaringnya dari baskom. Pastikan untuk meminimalisir masuknya air baskom tersebut ke akuarium.

    Tips Tambahan

    Bila kamu ingin akuarium ikanmu terbebas dari lumut dan alga, kamu bisa mencoba untuk memasukkan ikan sapu-sapu juga ke dalamnya.

    Itu dia cara untuk membersihkan akuarium dengan baik dan benar supaya ikan tidak mati dalam proses pembersihan. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Punya Kolam Ikan Bisa Bikin Rumah Sejuk dan Minim Stres, Ini Penjelasannya



    Jakarta

    Kolam ikan di rumah biasanya ada karena alasan estetika rumah atau sebagai bentuk realisasi hobi semata. Padahal dengan memiliki kolam ikan di rumah, banyak sekali manfaatnya bahkan untuk kesehatan fisik dan psikologis seseorang.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan membuat kolam ikan bisa membantu menurunkan suhu di rumah sehingga terasa lebih sejuk. Hal ini juga berlaku jika di rumah tersebut memiliki area pancuran air atau kolam renang.

    Terpisah, hal yang sama dijelaskan dalam situs Grand Design Magazine, bahwa air di dalam kolam akan diserap oleh udara panas dalam bentuk uap air. Kemudian, uap air tersebut akan membuat udara di sekitar kolam terasa lembap dan menurunkan suhu di sekitarnya sehingga terasa sejuk.


    Manfaat lainnya adalah riak air pada kolam ikan dapat memberikan pengaruh baik pada psikologis seseorang yang melihatnya. Selain itu, gerakan ikan di dalamnya juga dapat membantu seseorang merasa lebih tenang.

    “Goyangan air apalagi ditambah liukan ikan, itu akan membuat psikologi akan terasa lebih tenang. Gerakan ikan itu, penelitiannya mengatakan bahwa itu membuat otak atau pikiran kita menjadi lebih tenang,” ungkap Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (3/6/2025).

    Denny menyampaikan, kolam ikan di rumah tidak harus besar bak sungai buatan. Membuat akuarium di dalam rumah yang sederhana juga bisa memberikan efek yang serupa.

    “Manfaatnya tetap sama karena kolam ikan dan akuarium digunakan untuk mereduksi tingkat stres yang ada di otak manusia. Itu saja tujuannya. Jadi, terserah dia mau kolam ikan, mau kolam akuarium, yang penting kan memang sebenarnya liukan atau hasil cahaya yang dihasilkan oleh liukan air yang membuat suasana atau otak kita tingkat stresnya menurun,” jelasnya.

    Cara merawat kolam ikan juga tidak begitu sulit, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah pada bagian filter air. Setiap kolam memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, jadi sesuaikan ukuran filter air dengan volume kolam dan jenis ikan yang ada di dalamnya.

    Ada pun fungsi dari filter kolam ikan adalah untuk menjaga kebersihan kolam agar ikan tetap nyaman dan sehat. Kolam yang tidak dipasang filter, sangat cepat ditumbuhi alga dan bakteri yang membuat air kolam cepat keruh serta dasarnya berlumut dan licin.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Langsung Pakai Air Keran untuk Akuarium Ikan di Rumah, Berisiko!


    Jakarta

    Bagi pemilik ikan hias, menggunakan air keran untuk mengisi akuarium kerap jadi pilihan paling mudah. Tinggal buka keran, isi wadah, dan akuarium pun penuh.

    Namun, langkah cepat ini justru bisa membawa masalah besar untuk ikan. Air keran yang terlihat bersih belum tentu aman bagi makhluk air, terutama jika tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

    Dilansir dari situs resmi Florida Department of Agriculture & Consumer Services (FDACS), Minggu (2/11/2025), air keran tidak boleh langsung digunakan untuk akuarium karena bisa saja mengandung disinfektan seperti klorin dan kloramin. Bahan kimia ini memang berguna untuk membunuh bakteri berbahaya pada air konsumsi manusia, tetapi bersifat toksik bagi ikan dan dapat merusak sistem pernapasan mereka.


    Bahaya Pakai Air Keran Langsung untuk Ikan

    Klorin dan kloramin bersifat toksik bagi organisme air. Kontak langsung bisa mengiritasi insang, mengganggu kemampuan ikan bernapas, dan menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Selain itu, air keran juga kerap memiliki pH dan tingkat kesadahan yang bervariasi di tiap daerah. Ketidaksesuaian kondisi air membuat ikan lebih mudah stres dan rentan terserang penyakit.

    Dikutip dari laman Petco, kualitas air adalah faktor utama dalam menjaga kesehatan ikan, dan air yang tidak diproses dengan benar bisa menimbulkan masalah besar bagi akuarium rumahan.

    Cara Mengolah Air Keran agar Aman untuk Aquarium

    Ada beberapa teknik sederhana untuk membuat air keran aman bagi ikan. Masih dilansir dari Petco, cara paling efektif adalah menggunakan water conditioner atau dechlorinator khusus akuarium. Produk ini dapat dibeli pada toko ikan dan dirancang untuk menetralkan klorin dan kloramin secara cepat sehingga air siap digunakan dalam hitungan menit.

    Dilansir dari FDACS, air keran juga bisa didiamkan selama 24-48 jam di wadah terbuka agar klorin menguap secara alami, meskipun metode ini kurang efektif untuk kloramin. Penggunaan karbon aktif sebagai media filtrasi juga direkomendasikan untuk membantu menyerap bahan kimia yang tersisa dalam air.

    Sebagai langkah tambahan, mengecek parameter air seperti pH dan kesadahan sebelum memasukkan air ke akuarium bisa membantu menjaga stabilitas ekosistem akuatik.

    Tips Saat Mengganti Air Aquarium

    Walau air sudah diproses, penggantian tetap perlu dilakukan bertahap. Penggantian sekitar seperlima hingga sepertiga volume air membantu mencegah stres pada ikan dan menjaga keseimbangan bakteri baik. Penting pula memastikan suhu air pengganti serupa dengan suhu air akuarium agar ikan tidak mengalami temperature shock.

    Air keran tetap bisa digunakan untuk akuarium, asalkan melalui proses penetralan terlebih dahulu. Dengan langkah sederhana seperti penggunaan dechlorinator, pengendapan air, atau filtrasi karbon aktif, ikan dapat hidup lebih sehat dan terhindar dari bahaya zat kimia beracun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com