Tag: al – ikhlas

  • Cara Memilih Lokasi Tanah yang Baik dan Menguntungkan Menurut Adat Jawa


    Jakarta

    Masyarakat Jawa masih banyak yang memegang adat dalam mencari lokasi tanah untuk dipakai sebagai tempat tinggal. Selain perhitungan hari baik, lokasi tanah juga bisa diyakini menentukan baik-buruknya kehidupannya nanti.

    Lokasi tanah yang baik dianggap memberi keberuntungan. Sebaliknya, lokasi tanah yang buruk akan memberi kesialan. Namun ada juga cara-cara untuk mencegah keburukan itu.

    Di bawah ini akan kita ulas bagaimana mengetahui lokasi tanah yang baik dan buruk menurut adat Jawa.


    Tanah yang Baik dan Menguntungkan untuk Tempat Tinggal

    Menurut HJ Wibowo dan Emiliana Sadilah yang dikutip Asti Musman dalam buku Filosofi Rumah Jawa, berikut ini lokasi tanah yang dianggap baik dan membawa keberuntungan:

    1. Tanah yang Miring ke Timur

    Tanah yang letaknya miring ke timur disebut tanah manikmaya atau baya sangar. Lokasi ini dipercaya bisa memberikan banyak rezeki bagi penghuninya. Selain itu, lokasi ini menyehatkan jasmani,rohani, dan memberikan ketenteraman.

    2. Tanah yang Membujur ke Utara dan Selatan

    Tanah dengan posisi membujur ke utara atau ke selatan disebut sebagai tanah darmalangit. Lokasi ini diyakini bisa menguntungkan bila didirikan bangunan rumah, karena akan mendatangkan kekayaan.

    3. Tanah di Antara Bukit

    Tanah yang berada di antara bukit atau gunung disebut sebagai tanah sangsang buwono atau kawula katubing kala. Jika didirikan rumah di atas tanah ini, maka akan disukai oleh tetangga, terhindar dari berbagai pertengkaran, serta dipercaya perkataannya.

    4. Tanah yang Miring ke Utara

    Tanah yang letaknya miring ke utara disebut tanah indraprastha, telaga ngayuda dan bathara. Rumah di atas tanah ini bisa mendatangkan kreativitas bagi penghuninya, banyak muncul ide yang bisa terlaksana. Akan lebih baik jika di sebelah utara tanah ini terdapat gunung atau bukit.

    5. Tanah Miring ke Timur dan Sisi Utara-Selatannya Terdapat Bukit

    Tanah yang miring ke timur serta sisi utara dan selatannya terdapat bukit atau gunung disebut sebagai tanah arjuna. Penghuninya dipercaya akan mendapat banyak keuntungan dan disegani tetangga.

    6. Tanah di Atas Jurang

    Tanah yang letaknya berada di atas jurang disebut bumi langupulawa. Tanah ini baik jika digunakan untuk tempat tinggal, terutama jika penghuninya senang berolah rohani atau kebatinan.

    7. Tanah di Antara Lembah dan Diapit Sumber Air

    Tanah yang berada di antara lembah dan diapit sumber air disebut sri mangempel. Tanah ini sangat subur jika ditanami banyak tanaman pangan dan akan mendatangkan rezeki bagi penghuninya.

    8. Tanah yang Sisi Baratnya Lebih Tinggi daripada Sisi Timur

    Tanah yang jika sisi baratnya lebih tinggi daripada sisi timur disebut tanah sri nugraha. Tanah ini bagus jika dibangun rumah, penghuninya diyakini akan cepat naik pangkat.

    9. Tanah yang Bagian Tengahnya Agak Tinggi dari Sekelilingnya

    Tanah yang bagian tengahnya agak tinggi dari ranah sekelilingnya disebut sebagai tanah endragana. Jika digunakan sebagai tempat tinggal maka dipercaya akan memberikan keselamatan bagi penghuninya.

    10. Tanah yang Utaranya Tidak Rata

    Tanah yang sisi utaranya tidak rata disebut tanah wisnu manitis. Penghuninya akan mendapatkan kekayaan jika tinggal di lokasi itu.

    Tanah yang Buruk dan Merugikan untuk Tempat Tinggal

    Selain tanah yang baik, ada juga tanah yang buruk untuk ditinggali karena dipercaya membawa kesialan atau keburukan. Namun ada juga cara untuk mencegah keburukan itu. Tanah ini antara lain:

    1. Tanah yang Dikelilingi Air

    Tanah yang dikelilingi air disebut tanah sigar penjalin. Lokasi ini buruk karena penghuninya akan kerap cekcok. Untuk bisa menghilangkan sifat buruk ini, maka bisa dengan menanam air di tengah tanah itu.

    2. Tanah Bekas Kuburan atau Dikelilingi Kuburan

    Tanah bekas kuburan atau dikelilingi kuburan disebut dhandhang kukulangan. Penghuninya dipercaya akan memiliki psikologis buruk, misalnya selalu murung, bahkan berpenyakit.

    3. Tanah yang Miring ke Barat

    Tanah yang letaknya miring ke barat disebut tanah sri sasadana. Tanah di lokasi ini akan membuat penghuninya tidak tenteram menempati rumahnya, kerap cekcok dan menimbulkan permusuhan. Jika ingin menanggulangi efek buruknya, dapat ditanami pohon pisang klutuk di sebelah timurnya.

    4. Tanah yang Miring ke Selatan

    Tanah yang miring ke selatan tidak baik jika didirikan rumah, karena bisa menimbulkan kemelaratan, bahkan menimbulkan kematian. Untuk menolaknya, tanamlah bara api di bagian tengahnya dan dengan membaca A-Fatihah dan Al-Ikhlas.

    5. Tanah Sisi Timurnya Lebih Tinggi Daripada Barat

    Tanah yang sisi timurnya lebih tinggi daripada sisi baratnya disebut kalawisa. Rumah yang dibangun di sini akan menimbulkan banyak bencana dan penyakit bagi penghuninya.

    6. Tanah yang di Baratnya Ada Bukit

    Tanah yang di sisi baratnya terdapat bukit atau gunung disebut dengan tanah asu ngelak. Tanah ini tidak baik didirikan rumah karena akan menimbulkan cekcok bagi penghuninya.

    7. Tanah Tengahnya Ada Sumber Air

    Tanah yang di tengah-tengahnya terdapat sumber air disebut sebagai singamita. Tanah ini dipercaya bisa menimbulkan penyakit bagi penghuni rumah. Cara menolak dampaknya adalah dengan menanam bebatuan di tengah tanah dan dengan membaca Al-Fatihah.

    8. Tanah yang Berwarna Hitam atau Berbau Tidak Sedap/Amis

    Terakhir adalah tanah yang berwarna hitam atau tercium bau tidak sedap atau amis. Tanah seperti ini banyak dihuni setan/jin, dan tidak menguntungkan bagi penghuninya.

    Demikian berbagai cara mengetahui tanah yang baik dan buruk untuk dijadikan tempat tinggal menurut adat Jawa.

    Sesuai nilai dan kepercayaan yang dianut tiap orang, cara memilih lokasi tanah menurut adat Jawa ini dapat menjadi bahan pertimbangan. Faktor-faktor lain dapat melengkapi pertimbangan pemilihan lokasi tanah, misal kondisi dan harganya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Lokasi Tanah Menurut Adat Jawa, Dipercaya Terhindar Nasib Buruk


    Jakarta

    Sebelum teknologi berkembang pesat, hukum adat menjadi pegangan di masyarakat saat mencari lokasi tanah. Setiap daerah memiliki ketentuannya sendiri yang mereka anggap cara paling tepat dan baik.

    Sebagai contoh bagi masyarakat Jawa mereka berpegangan pada adat Jawa saat hendak menentukan lokasi tanah untuk tempat tinggal. Mereka percaya dengan memperhatikan ketentuan dalam adat, pemilihan tanah mereka jauh dari hal-hal buruk.

    Lantas, bagaimana ketentuan pemilihan lokasi tanah menurut ada Jawa?


    Menurut HJ Wibowo dan Emiliana Sadilah yang dikutip Asti Musman dalam buku Filosofi Rumah Jawa, berikut ini lokasi tanah yang dianggap baik dan membawa keberuntungan:

    Tanah yang Baik dan Menguntungkan untuk Tempat Tinggal

    1. Tanah yang Miring ke Timur

    Ada banyak sekali posisi tanah yang diyakini baik untuk dipilih sebagai tempat tinggal. Pertama adalah lokasi tanah yang letaknya miring ke timur. Posisi tanah seperti disebut pula dengan tanah manikmaya atau baya sangar. Masyarakat Jawa percaya lokasi ini dapat memberikan banyak rezeki bagi penghuninya. Selain itu, lokasi ini menyehatkan jasmani,rohani, dan memberikan ketenteraman.

    2. Tanah yang Membujur ke Utara dan Selatan

    Posisi kedua adalah tanah yang membujur ke utara atau ke selatan. Posisi ini disebut pula dengan tanah darmalangit. Lokasi ini diyakini bisa menguntungkan bila didirikan bangunan rumah karena akan mendatangkan kekayaan.

    3. Tanah Miring ke Timur dan Sisi Utara-Selatannya Terdapat Bukit

    Arah timur menghadap ke matahari terbit. Posisi ini dipercaya dapat memberikan banyak keuntungan dan disegani oleh tetangga. Posisi tanah yang miring ke timur serta sisi utara dan selatannya terdapat bukit atau gunung disebut sebagai tanah arjuna.

    4. Tanah di Atas Jurang

    Kemudian ada tanah yang letaknya berada di atas jurang. Mendirikan rumah di sini disebut baik untuk berolah rohani atau kebatinan. Posisi ini disebut dengan bumi langupulawa.

    5. Tanah di Antara Bukit

    Tanah yang berada di antara bukit atau gunung disebut sebagai tanah sangsang buwono atau kawula katubing kala. Mendirikan rumah di antara bukit niscaya diberikan kemudahan dalam bertetangga, terhindar dari pertengkaran, dan perkataannya akan dipercaya orang lain.

    6. Tanah di Antara Lembah dan Diapit Sumber Air

    Seperti yang kita tahu, saat memilih tanah, kamu harus memastikan kondisi air bersih di sana. Ternyata dalam adat Jawa pun dianjurkan memilih tanah yang dekat dengan sumber air. Tanah tersebut dipercaya dapat mendatangkan rezeki dan membantu penyuburan tanaman di sekitar rumah. Tanah yang berada di antara lembah dan diapit sumber air disebut sri mangempel.

    7. Tanah yang Miring ke Utara

    Rumah yang berdiri di tanah yang miring ke utara dipercaya dapat dipermudah dalam mendapatkan kreativitas dan ide-ide menarik. Posisi yang disarankan jika ingin menghadap agak ke utara jika di kelilingi gunung atau bukit. Tanah yang letaknya miring ke utara disebut tanah indraprastha, telaga ngayuda dan bathara.

    8. Tanah yang Sisi Baratnya Lebih Tinggi daripada Sisi Timur

    Dalam adat jawa rumah yang berdiri di tanah yang sisi baratnya lebih tinggi daripada sisi timur disebut dapat lancar saat kenaikan pangkat. Posisi ini juga disebut tanah sri nugraha.

    9. Tanah yang Bagian Tengahnya Agak Tinggi dari Sekelilingnya

    Tanah yang lokasinya lebih tinggi dari sekelilingnya memang menguntungkan. Dalam adat Jawa lokasi ini dapat memberikan keselamatan bagi penghuninya. Posisi tanah ini disebut sebagai tanah endragana.

    10. Tanah yang Utaranya Tidak Rata

    Tanah yang sisi utaranya tidak rata disebut tanah wisnu manitis. Penghuninya akan mendapatkan kekayaan jika tinggal di lokasi itu.

    Tanah yang Buruk dan Merugikan untuk Tempat Tinggal

    Dalam adat Jawa juga ada ketentuan untuk posisi tanah yang sebaiknya dihindari karena dipercaya berbahaya untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Berikut di antaranya.

    1. Tanah yang Dikelilingi Air

    Tanah yang disarankan yang posisinya berada di dekat air. Namun, jika lokasinya tersebut dikelilingi air ternyata berbeda hukumnya. Lokasi ini disebut tidak tepat untuk digunakan sebagai tempat tinggal karena menimbulkan pertengkaran.

    2. Tanah Tengahnya Ada Sumber Air

    Kemudian tanah yang sumber airnya berada di tengah sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan penyakit bagi penghuni rumah. Posisi tanah ini juga disebut dengan singamita. Cara menolak dampaknya adalah dengan menanam bebatuan di tengah tanah dan dengan membaca Al-Fatihah.

    3. Tanah yang Berwarna Hitam atau Berbau Tidak Sedap/Amis

    Hindari tanah yang berbau tidak sedap dan warnanya hitam.Tanah seperti ini banyak dihuni setan atau jin, dan tidak menguntungkan bagi penghuninya.

    4. Tanah Bekas Kuburan atau Dikelilingi Kuburan

    Dalam adat Jawa ada hukum yang menilai membangun rumah di tanah bekas kuburan atau dikelilingi kuburan dapat mempengaruhi psikologi dan membawa penyakit. Posisi tanah ini disebut dhandhang kukulangan.

    5. Tanah yang Miring ke Barat

    Tanah yang baik disebut mengadap ke timur, condong ke utara atau ke selatan. Ternyata arah yang tidak disarankan adalah barat. Tanah yang letaknya miring ke barat disebut menimbulkan permusuhan. Cara menangkal efek buruknya adalah dengan menanam pohon pisang klutuk di sebelah timur. Posisi tanah di area ini disebut tanah sri sasadana.

    6. Tanah yang Miring ke Selatan

    Meskipun selatan sebenarnya masih diperbolehkan tetapi, jika benar-benar mengadap ke Selatan dipercaya dapat menimbulkan kesulitan ekonomi dan kematian. Untuk menolaknya, tanamlah bara api di bagian tengahnya dan dengan membaca A-Fatihah dan Al-Ikhlas.

    7. Tanah Sisi Timurnya Lebih Tinggi Daripada Barat

    Tanah yang sisi timurnya lebih tinggi daripada sisi baratnya disebut kalawisa. Rumah yang dibangun di sini akan menimbulkan banyak bencana dan penyakit bagi penghuninya.

    8. Tanah yang di Baratnya Ada Bukit

    Tanah yang di sisi baratnya terdapat bukit atau gunung disebut dengan tanah asu ngelak. Tanah ini tidak baik didirikan rumah karena akan menimbulkan cekcok bagi penghuninya.

    Demikian berbagai cara mengetahui tanah yang baik dan buruk untuk dijadikan tempat tinggal menurut adat Jawa.

    Sesuai nilai dan kepercayaan yang dianut tiap orang, cara memilih lokasi tanah menurut adat Jawa ini dapat menjadi bahan pertimbangan. Faktor-faktor lain dapat melengkapi pertimbangan pemilihan lokasi tanah, misal kondisi dan harganya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Zikir Hari Jumat Penuh Keutamaan yang Dianjurkan Rasulullah



    Jakarta

    Zikir hari Jumat merupakan salah satu amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW. Amalan ini bisa dikerjakan mulai sebelum salat Subuh hingga menjelang salat Maghrib.

    Anjuran berzikir termaktub dalam Al-Qur’an surah Al Ahzab ayat 41-42. Allah SWT berfirman,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ ٤١ وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا ٤٢


    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”

    Dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan dalam Kitab Ibnu Sunni yang menyebut anjuran berzikir pada hari Jumat. Dari Anas RA, dari Rasulullah SAW beliau bersabda,

    “Siapa saja pada paginya hari Jumat, sebelum salat Subuh yang membaca:

    أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه

    Astaghfirullaahal adzim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul wayyuumu wa atuubu ilaih

    ‘Aku memohon ampun kepada Allah, Yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia. Yang Maha menghidupkan, dan aku bertobat kepadanya.’

    Dibaca tiga kali, maka dosa-dosanya diampuni meskipun sebanyak buih lautan.”

    Selain itu, Imam an-Nawawi mengatakan, disunnahkan memperbanyak berdoa pada seluruh waktu hari Jumat, mulai dari terbitnya matahari sampai terbenamnya matahari dengan harapan memperoleh waktu mustajab untuk berdoa.

    Selain menganjurkan untuk zikir hari Jumat, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk membaca surah Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas pada hari Jumat. Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa setelah salat Jumat membaca ‘Qul huwallahu Ahad (Al Ikhlas), Qul a’udzu birabbil-falaq (Al Falaq), dan Qul a’udzu birabbin-nas (An Nas)’ sebanyak tujuh kali, maka Allah akan melindunginya dari keburukan hingga Jumat mendatang.”

    Para ulama Syafi’iyah mengatakan hukum membaca surah Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas sebanyak tujuh kali setelah Jumatan adalah sunnah.

    Waktu Mustajab di Hari Jumat

    Terdapat satu waktu mustajab untuk berdoa pada hari Jumat atau yang disebut sa’atul ijabah. Para ulama berbeda pendapat mengenai waktu ini.

    Menurut suatu pendapat sebagaimana dikatakan Imam an-Nawawi dalam Kitab Induk Doa-nya, waktu tersebut terletak sesudah fajar terbit dan sebelum matahari terbit. Ada juga yang berpendapat bahwa waktu tersebut terletak sesudah matahari tergelincir dari tengah.

    Sementara itu, menurut suatu pendapat yang shahih, waktu tersebut terletak di antara imam duduk di atas mimbar hingga ia bersalam dari salatnya, sebagaimana dikatakan Imam an-Nawawi dalam Kitab Syarah Riyadhus Shalihin.

    Dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW membicarakan hari Jumat lalu beliau bersabda,

    “Pada hari itu ada waktu yang apabila seorang hamba muslim menepati waktu itu dalam keadaan salat lalu ia mohon sesuatu kepada Allah, niscaya Allah mengabulkan permohonannya.” Dan beliau memberi isyarat dengan tangannya untuk menunjukkan sebentarnya waktu tersebut. (HR Muttafaq ‘Alaih)

    Hal ini turut diriwayatkan Abu Burdah bin Abu Musa al-Asy’ari RA, ia berkata bahwa Abdullah bin Umar RA bertanya,

    “Apakah kau pernah mendengar ayahmu menceritakan waktu yang istimewa pada hari Jumat dari Rasulullah SAW?” Abu Burdah menjawab, “Ya, aku pernah mendengar ayah berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Waktu tersebut ada di antara duduknya imam hingga selesai salat.’” (HR Muslim dalam Shahih-nya)

    (kri/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Ziarah Kubur Lengkap Arab, Latin, dan Artinya



    Jakarta

    Ziarah kubur menjadi salah satu tradisi masyarakat Indonesia menjelang Ramadhan. Saat melakukan ziarah umat Islam bisa membaca doa ziarah kubur untuk kebaikan si mayat.

    Mengutip buku A-Z Ziarah Kubur dalam Islam karya Firman Arifandi, secara etimologi kata ziarah berasal dari bahasa Arab zaara-yazuuru-ziyarotan yang artinya berkehendak mendatangi atau berkunjung ke suatu tempat.

    Adapun, menurut istilah ziarah kubur adalah mengunjungi kuburan dari kerabat, kawan, saudara, atau siapa pun baik kuburan yang muslim atau kafir. Umumnya, ziarah kubur ini dilakukan untuk mendoakan orang yang meninggal.


    Hukum Ziarah Kubur

    Badruddin Hasyim Subky dalam bukunya Misteri Kedua Belah Tangan dalam Shalat, Zikir, dan Doa menjelaskan mengenai hukum dari ziarah kubur. Rasulullah SAW bersabda,

    كُنتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ القُبُور، وَلكِنْ فَرُورُوها، وفى روَايَةٍ – فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يَزُورَ القُبُورَ فَلْيَزُرْهَا فَإِنَّهَا تُذكر الأخرة

    Artinya: “Aku melarang kalian berziarah kubur, tetapi sekarang silahkan ziarah kubur.” Dalam riwayat lain: “Barang siapa yang hendak ziarah kubur silahkan, karena ziarah kubur dapat mengingatkan akan akhirat.” (HR Muslim)

    Masih dalam buku yang sama, dijelaskan pula bahwa ziarah kubur terdiri atas dua macam, yaitu ziarah al-syar’iyah yang dan ziarah bid’ah.

    Ziarah al-syar’iyah merupakan ziarah kubur dengan cara mendoakan mayat dan tidak memiliki tujuan lain seperti menyembahnya. Sedangkan ziarah bid’ah merupakan ziarah yang biasa dilakukan oleh orang Yahudi.

    Hal tersebut merujuk pada firman Allah SWT dalam surah At Taubah ayat 84,

    وَلَا تُصَلِّ عَلٰٓى اَحَدٍ مِّنْهُمْ مَّاتَ اَبَدًا وَّلَا تَقُمْ عَلٰى قَبْرِهٖۗ اِنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَمَاتُوْا وَهُمْ فٰسِقُوْنَ

    Artinya: “Janganlah engkau (Nabi Muhammad) melaksanakan salat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik) selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (berdoa) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.”

    Mengenai ziarah bid’ah ini Rasulullah SAW bersabda,

    لَعْنَةُ الله عَلَى اليَهُودِ وَالنَّصَارَى أَتَخَدُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

    Artinya: “..Laknat Allah tertimpa kepada Yahudi dan Nashara karena mereka menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai masjid-masjid”. Beliau mengingatkan (kaum Muslimin) atas perbuatan mereka (Yahudi dan Nashara).”

    Masih dalam buku yang sama, Imam Syafi’i juga melarang umat Islam untuk berziarah kubur apabila ada unsur musyriknya, karena khawatir menjadi petaka (fitnah) bagi si mayat di dalam kuburnya, bukan karena najisnya.

    Abdurrahman Misno dalam bukunya Mari Ziarah Kubur menjelaskan mengenai hukum asal dari ziarah kubur yang mengalami perubahan. Awalnya ziarah kubur di makruhkan atau di haramkan hal tersebut jika dilakukan dengan hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam.

    Namun, saat ini hukum ziarah kubur ialah sunnah untuk dilakukan selama hal tersebut sesuai dengan syariat Islam dan tidak mengandung syirik atau kemusyrikan. Rasulullah SAW bersabda,

    لَا تُشَدُّ الرِّجَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: مَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى، وَمَسْجِدِي

    Artinya: “Tidakkah diikat pelana unta (tidak dilakukan perjalanan jauh safar) kecuali menuju tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Al-Aqsha, dan masjidku (Masjid Nabawi).” (HR Bukhari)

    Disebutkan dalam buku Dialog Lintas Mazhab: Fiqh Ibadah dan Muamalah karya Asmaji Muchtar, menurut pendapat yang lebih shahih, orang yang berziarah kubur dianjurkan untuk berdoa, mengambil pelajaran, dan membaca Al-Qur’an untuk jenazah karena itu bermanfaat bagi jenazah.

    Berikut bacaan selengkapnya.

    Doa Ziarah Kubur Lengkap

    Merangkum detikHikmah, berikut bacaan doa ziarah kubur lengkap.

    1. Membaca salam

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

    Arab-latin: Assalamu’alaìkum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun

    Artinya : “Assalamuallaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.”

    2. Membaca istighfar

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    Arab-latin: Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi

    Artinya : “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

    3. Membaca surat Al Fatihah

    4. Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas

    5. Membaca kalimat tahlil

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ

    Arab-latin: Laailaaha Illallah

    Artinya : “Tiada Tuhan selain Allah.”

    6. Membaca doa ziarah kubur

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ

    الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

    Arab-latin: Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì’ madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.

    Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.

    Artinya : “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.”

    “Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR Muslim)

    Doa Ziarah Kubur Pendek

    Dalam buku Pintar Doa untuk Anak karya Abu Ezza menjelaskan mengenai doa dan adab saat ziarah kubur, berikut ini doa ziarah kubur:

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيار منَ الْمُؤْمِنِينَ والمُسلمين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون تَسْأَلُ الله لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِية

    Arab-latin: Assalaamu’alaikum ahlad diyaari minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa in syaa allaahu bikum laahiquun, nas’alullaaha lanaa wa lakumul’aafiyah

    Artinya: “Keselamatan semoga tetap tercurahkan kepada para penghuni kubur dari golongan orang-orang mukmin dan orang-orang muslim, dan sesungguhnya Insya Allah kami akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kamu dan untuk kalian semua.” (HR Ibnu Majah)

    Demikianlah penjelasan mengenai doa ziarah kubur.

    Saksikan juga Sudut Pandang: Hati-hati, ‘Jebakan’ Subsidi

    [Gambas:Video 20detik]

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Doa Setelah Sholat Fardhu Singkat Sesuai Sunnah Rasul SAW


    Jakarta

    Usai mendirikan sholat wajib 5 waktu, muslim sebaiknya tidak tergesa-gesa meninggalkan tempat. Hendaknya ia duduk sebentar untuk berdzikir dan membaca doa setelah sholat fardhu.

    Para ulama menyepakati hukumnya sunnah berdzikir usai sholat. Bukan tanpa sebab, melainkan terdapat keutamaan pada waktu tersebut.

    عن أَبي أمامة رضي الله عنه قَالَ : قيل لِرسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم: أيُّ الدُّعاءِ أَسْمَعُ ؟ قَالَ : ((جَوْفَ اللَّيْلِ الآخِرِ، وَدُبُرَ الصَّلَواتِ المَكْتُوباتِ))


    Artinya: Abu Umamah RA mengatakan: Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apakah doa yang berpotensi dikabulkan?” Maka Rasulullah SAW menjawab, “Doa di akhir malam, dan doa setelah salat wajib.” (HR Tirmizi).

    Dalam berbagai riwayat disebutkan Nabi SAW senantiasa berdzikir dan berdoa usai sholat wajib. Dzikir dan doa apa yang Rasul SAW baca?

    Doa Setelah Sholat Fardhu Sesuai Sunnah

    Mengutip buku Fiqih Doa dan Dzikir Jilid 2 karya Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dan Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab Al-Adzkar Imam Nawawi oleh Ulin Nuha, berikut sejumlah doa selesai sholat fardhu yang diajarkan Rasulullah SAW:

    1. Istighfar 3X

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ

    اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

    Arab latin: Astaghfirullah (3X). Allahumma anta assalaam, wa minka assalaam, tabaarakta ya dzal jalaali wal ikraam.

    Artinya: “‘Aku memohon ampunan kepada Allah (3X). Ya Allah, Engkaulah Maha memberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan, Engkau Maha memberi berkah, Wahai Dzat yang Maha Mulia.” (HR Muslim dari Tsauban)

    2. Tahlil

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

    Arab latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir, Allahumma laa maani’a limaa a’thaita wa laa mu’thiya limaa mana’ta, wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.

    Artinya: “Tidak ada sembahan yang haq kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada pencegah terhadap apa yang Engkau beri, tidak ada pemberi apa yang Engkau cegah, dan tidak di sisi-Mu kedudukan orang yang memiliki kedudukan.” (HR Bukhari dan Muslim dari Warrad Maula Al-Mughirah bin Syu’bah)

    3. Tasbih, Tahmid, dan Takbir 33X

    سُبْحَانَ الله
    اَلْحَمْدُ لِلَّه
    اللهُ أَكْبَرُ

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Arab latin: Subhaanallah (33X), Alhamdulillah (33X), Allahu akbar (33X). Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir.

    Artinya: “Maha Suci Allah, (33X), Segala puji bagi Allah (33X), Allah Maha Besar (33X). Tidak ada sembahan yang haq kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.” (HR Muslim dari Abu Hurairah)

    4. Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

    قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ – 1 اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ – 2 لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ – 3 وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ – 4

    Arab latin: Qul huwallāhu aḥad(un). Allāhuṣ-ṣamad(u). Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad(un).

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ – 1 مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ – 2 وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ – 3 وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ – 4 وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ – 5

    Arab latin: Qul a’ūżu birabbil-falaq(i). Min syarri mā khalaq(a). Wa min syarri gāsiqin iżā waqab(a). Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad(i). Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad(a).

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ – 1 مَلِكِ النَّاسِۙ – 2 اِلٰهِ النَّاسِۙ – 3 مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ – 4 لَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ – 5 مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ – 6

    Arab latin: Qul a’ūżu birabbin-nās(i). Malikin-nās(i). Ilāhin-nās(i). Min syarril-waswāsil-khannās(i). Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās(i). Minal jinnati wan-nās(i).”

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”

    5. Ayat Kursi

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ – 255

    Arab latin: Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta’khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa’u ‘indahū illā bi’iżnih(ī), ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai’im min ‘ilmihī illā bimā syā'(a), wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm(u).

    Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

    6. Doa Memohon Perlindungan

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الجُبْنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ . وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

    Arab latin: Allaahumma innii a’uudzubika minal jubni, wa a’uudzubika an uradda ilaa ardzalil ‘umuri, wa a’uudzubika min fitnatid dun-yaa wa a’uudzubika min ‘azabil qabri.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari sifat pelit, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pada usia tua, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan fitnah dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari pedihnya siksa kubur.”

    7. Doa Memohon Diperbagus Ibadah

    اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

    Arab latin: Allaahumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik.

    Artinya: “Ya Allah, tolonglah diriku agar berzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan agar membaguskan ibadah kepada-Mu.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasai dari Mu’adz bin Jabal)

    8. Doa Mohon Dihilangkan Kesedihan Hati

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ ، اَللَّهُمَّ أذْهِبْعَنِّي الْهَمَّ وَالْحَزَنَ

    Arab latin: Asyhadu an laa ilaaha illallaahur rahmaanur rahiim, allaahummadzhib ‘annil hamma wal hazan.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, ya Allah, semoga Engkau hilangkan dari kami keresahan dan kesedihan.” (HR Ibnu Sunni dari Anas RA)

    9. Doa Memohon Ampunan

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَخَطَايَايَ كُلَّهَا، اللَّهُمَّ انْعِشْنِي وَاجْبُرْنِي وَاهْدِنِي لِصَالِحِ الْأَعْمَالِ وَالْأَخْلَاقِ إِنَّهُ لَا يَهْدِي لِصَالِحِهَا وَلَا يَصْرِفُ سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ

    Arab latin: Allaahummaghfir lii dzunuubii wa khathaayaaya kullahaa, allaahumman ‘isynii wajbur nii wahdinii lishalihil a’maali wal akhlaaq, innahuu laa yahdii lishaalihihaa wa laa yashrifu sayyii-ahaa illaa anta.

    Artinya: ‘Ya Allah, ampunilah semua dosa-dosa dan kesalahanku, ya Allah, bimbinglah aku dan cukupkanlah aku, dan tunjukkanlah aku pada amal-amal yang sholeh dan akhlak yang mulia, sungguh tidak ada yang bisa menunjukkan amal-amal yang sholeh dan menolak amal-amal buruk, kecuali Engkau.” (HR Ibnu Sunni dari Umamah RA)

    10. Doa Berlindung dari Kekufuran

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالفَقْرِ وَعَذَابِ القَبْرِ

    Arab latin: Allaahumma innii a’uudzubika minal kufri wal faqri wa ‘adzaabal qabri.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran, kefakiran, dan dari pedihnya siksaan kubur.” (HR Ibnu Sunni dari Abu Bakar RA)

    Demikian doa-doa setelah sholat fardhu singkat yang dicontohkan Rasulullah SAW dan bisa muslim amalkan. Semoga tiap muslim selalu memperoleh pengampunan dan ridho Allah SWT.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com