Tag: al-quran

  • Hadits Rasulullah tentang 7 Lapis Bumi Dibuktikan Melalui Sains



    Jakarta

    Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang menjelaskan bahwa Bumi terdiri dari tujuh lapisan. Ternyata hadits ini dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan. Apa sebenarnya makna hadits ini?

    Bumi merupakan salah satu planet dari bagian dari tata surya yang berada dalam bagian dari galaksi Bima Sakti. Bumi juga merupakan planet terestrial, yaitu planet yang memiliki jarak terdekat dengan matahari, seperti planet Merkurius, Venus, dan Mars.

    Jika dilihat dari struktur lapisannya, Bumi termasuk planet karang yang terdiri dari bebatuan. Bumi memiliki struktur berlapis-lapis sampai pada inti bumi (core). Struktur lapisan bumi ini, terdiri atas berbagai bentuk yang secara umum berupa lautan dan daratan.


    Jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang seperti sekarang ini, Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadits tentang lapisan Bumi.

    Said bin Zaid bin Amru bin Nufail Ra. menuturkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barang siapa mengambil sejengkal tanah dengan zalim, maka Allah akan mengalungkannya pada hari kiamat setebal tujuh lapis bumi.” (HR. Muslim).

    Dalam hadits lain yang senada, Abu Salamah bin Abdurrahman Ra. mengisahkan bahwa ia pernah terlibat sengketa tanah dengan seseorang. Lalu, ia menemui Aisyah Ra., dan menceritakan permasalahan yang terjadi.

    Aisyah Ra. pun berkata, “Wahai Abu Salamah, jauhilah permasalahan tanah, karena Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Barang siapa berbuat kezaliman (menyerobot tanah orang lain) meski hanya sebatas satu jengkal, maka akan dikalungkan kepadanya tujuh lapis bumi.” (HR. Bukhari)

    Penegasan terkait tujuh lapisan Bumi juga dijelaskan dalam Al-Qur’an surat At-Talaq ayat 12

    ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ وَمِنَ ٱلْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ ٱلْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ ٱللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًۢا

    Artinya: Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.

    Tafsir Hadits tentang 7 Lapisan Bumi

    Mengutip buku Hadits-Hadits Sains oleh Abdul Syukur al-Azizi dijelaskan bahwa ajaran Islam melarang keras umatnya berbuat zalim (aniaya) terhadap dirinya maupun orang lain. Seseorang yang meninggalkan perintah Allah dan rasul-Nya, serta melanggar larangan-larangan agama adalah orang yang berbuat aniaya.

    Allah SWT tidak pernah berbuat zalim kepada hamba-Nya, namun hamba itu sendiri yang berbuat zalim terhadap dirinya. Sehingga, kezaliman yang mereka perbuat itu akan menyebabkan kehidupan yang tidak harmonis.

    Salah satu bentuk kezaliman seseorang kepada orang lain ialah mencuri atau menyerobot tanah yang menjadi hak orang lain.

    Hadits tersebut secara umum melarang segala bentuk kezaliman, dan lebih spesifiknya ialah tindakan menyerobot tanah milik orang lain. Dosa besar akan menjadi ganjaran bagi orang yang zalim.

    Tujuh Lapis Bumi dalam Pandangan Sains

    Beberapa penelitian terbaru dari para ahli geologi mengungkapkan bahwa Bumi memiliki tujuh lapisan sebagaimana langit. Fakta ini telah diungkap Rasulullah SAW ratusan bahkan ribuan tahun sebelum adanya teknologi canggih.

    Para ilmuwan menemukan fakta bahwa bumi berbentuk bulat telur, kemudian mereka menduga bahwa inti bola bumi mempunyai nucleus dan cangkangnya adalah kerak bumi yang sangat tipis jika dibandingkan dengan ukuran bumi.

    Di antara dua lapisan ini, terdapat lapisan ketiga yang biasa disebut dengan “mantel”. Akan tetapi, teori bahwa bumi terdiri atas tiga lapisan (inti bumi, mantel bumi, dan kerak bumi), tidak bertahan lama karena munculnya temuan-temuan terbaru dalam sistem geologi yang memberi bukti lain.

    Pengukuran dan percobaan terbaru yang dilakukan oleh para ahli geologi tersebut menunjukkan bahwa lapisan berisi nucleus dari bumi itu berada di bawah tekanan yang sangat tinggi, hingga mencapai 3.000.000 kali tekanan terhadap permukaan bumi atau tiga juta kali lebih dari permukaan bumi.

    Tekanan tersebut memunculkan satuan (zat) yang berubah menjadi penopang, yang berarti bahwa jantung bumi sangatlah keras. Sementara itu, di sekelilingnya terdapat perairan dengan suhu yang sangat tinggi. Jadi, perut bumi terdiri atas dua tingkatan, bukan satu tingkatan seperti yang diyakini sebelumnya. Penelitian ini pernah dilakukan oleh U. S. Geological Survey.

    Dari beberapa fakta yang ditemukan tersebut, para ilmuwan kemudian mengklasifikasikan bumi menjadi tujuh lapisan. Dari tujuh lapis bumi tersebut, terdapat kulit yang tipis, kemudian dikelilingi oleh empat lapisan yang bertingkat seperti jaring. Lalu, terbentuklah semuanya menjadi tujuh lapis bumi. Tujuh lapisan ini, memiliki perbedaan yang sangat jauh antara masing-masing tingkatan, baik dari segi susunan, ketebalan, suhu yang terdapat di sana, maupun satuan (zat) yang ada.

    Wallahu a’lam.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadits dan Ayat Al-Qur’an tentang Larangan Minum Khamr


    Jakarta

    Khamr adalah semua jenis minuman yang bersifat memabukkan. Sejumlah ayat Al-Qur’an dan hadits menjelaskan tentang larangan meminum khamr.

    Dikutip dari buku Pengantar Studi Quran, Fiqih, Manhaj oleh H. Brilly El-Rasheed, secara bahasa, khamr berarti menutupi. Sedangkan secara istilah, khamr diartikan sebagai sebagai jenis minuman yang memabukkan dan menutupi kesehatan akal. Khamr bisa berasal dari buah-buahan seperti anggur, kurma, madu, gandum, dan biji sya’ir.

    Allah SWT mengharamkan khamr bukan tentu karena hal tersebut buruk untuk manusia. Khamr adalah induk dari segala macam dosa yang memiliki mudharat yang besar karena dapat membahayakan jiwa, raga, dan akal, serta harta peminumnya.


    Ayat Al-Qur’an dan Hadits Larangan Meminum Khamr

    Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an berkaitan dengan pelarangan meminum khamr. Berikut beberapa ayat tersebut:

    1. Surah Al Baqarah Ayat 219

    يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِۗ قُلْ فِيْهِمَآ اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِۖ وَاِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَاۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ەۗ قُلِ الْعَفْوَۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَۙ

    Artinya: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang khamr dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. (Akan tetapi,) dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.” Mereka (juga) bertanya kepadamu (tentang) apa yang mereka infakkan. Katakanlah, “(Yang diinfakkan adalah) kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu berpikir.

    2. Surah Al Maidah Ayat 90

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

    Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.

    Ada sejumlah hadits mengenai larangan untuk meminum khamr. Salah satunya, dikutip dari buku Dosa Dosa Besar oleh Imam Adz-Dzhabi, Rasulullah SAW bersabda,

    اخْتَنِبُوا الخَمْرَ فَإِنَّهَا أُمُّ الْخَبَائِثِ

    Artinya: “Jauhilah arak, sebab ia merupakan induk segala hal yang kotor (keji).”

    Dalam riwayat lain, Ibnu ‘Umar berkata yang mengutip dari sabda Rasulullah SAW.

    كُلُّ مُسْكِرٍ حَمْرٌ وَكُلُّ حَمْرٍ حَرَامٌ وَمَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِي الدُّنْيَا وَمَاتَ وَلَمْ يَتُبْ مِنْهَا وَهُوَ مُدْمِنُهَا لَمْ يَشْرَبْهَا فِي الآخِرَةِ

    Artinya: Semua yang memabukkan itu disebut khamr (arak). Dan semua khamr itu haram. Barangsiapa meminum khamr di dunia lalu mati dan belum bertaubat darinya juga dia masih terus meminumnya, niscaya ia tidak akan meminumnya di akhirat. (HR Muslim)

    Hal serupa dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Rasulullah SAW bersabda,

    ثَلاثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمُ الجَنَّةَ مُدْمِنُ الخَمْرِ وَالْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ وَالدَّيَوْثُ وَهُوَ الَّذِي يُقِرُّ السُّوْءَ فِي أَهْلِهِ

    Artinya: Tiga golongan orang yang diharamkan Allah untuk masuk surga; yaitu orang yang terus-menerus minum khamr, orang yang durhaka kepada ibu- bapaknya, dan orang yang membiarkan istrinya berbuat serong. (HR Ahmad)

    Khamr adalah induk dari segala macam dosa yang memiliki mudharat yang besar karena dapat membahayakan jiwa, raga, dan akal, serta harta peminumnya. Untuk itu, khamr diharamkan karena dapat menghilangkan dan merusak akal manusia sehingga peminumnya menjadi seperti orang gila sekaligus merusak kesehatan manusia.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ayat Kursi, Manfaat, dan Waktu Utama Membacanya


    Jakarta

    Doa Ayat Kursi merujuk pada Ayat Kursi yang ada di surat Al-Baqarah ayat 255. Ayat ini memberi manfaat bagi muslim yang membacanya, misal memperoleh perlindungan dari Allah SWT.

    Ayat kursi dapat dibaca kapanpun dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Yuk simak ulasannya.

    Ayat Kursi beserta Latinnya

    Berikut adalah bacaan Ayat Kursi beserta tulisan latin dan artinya.


    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

    Arab-latin: allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm

    Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Maha Agung.”

    Manfaat Ayat Kursi

    Dikutip dari buku Kaya Total dengan Ayat Kursi yang ditulis oleh Muhammad Ainur Rasyid, berikut beberapa manfaat dari membaca ayat kursi dalam beberapa hadits:

    1. Berdasarkan Abu Hurairah

    قُلْتُ قَالَ لِي إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ مِنْ أَوَّلِهَا حَتَّى تَخْتِمَ ‏{‏اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ‏}‏ وَقَالَ لِي لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ، وَكَانُوا أَحْرَصَ شَىْءٍ عَلَى الْخَيْرِ‏.‏ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ، تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ ‏”‏‏.‏ قَالَ لاَ‏.‏ قَالَ ‏”‏ ذَاكَ شَيْطَانٌ

    Artinya: Dia berkata kepadaku, “Ketika kamu hendak tidur bacalah Ayat Kursi dari awal hingga akhir.” Kemudian dia berkata juga kepadaku, “Jika kamu melakukannya, Allah akan menunjuk penjaga yang akan bersamamu dan tidak ada setan yang mendekatimu hingga pagi.” Abu Hurairah atau periwayat lain menambahkan, penjaga ini sangat rajin melakukan perbuatan baik. Nabi SAW berkata, “Dia mengatakan yang sebenarnya, walau dia sendiri adalah penipu seutuhnya. Tahukah kau kepada siapa engkau berbicara tiga hari ini Abu Hurairah?” Abu Hurairah mengatakan, “Tidak.” Nabi SAW lantas mengatakan, “Dia adalah setan.” (HR Bukhari).

    Hadis ini diceritakan Abu Hurairah saat mendapat tugas menjaga sodaqoh dari Nabi SAW. Selama melaksanakan tugas, ada setan yang datang dan mengambil sodaqoh. Abu Hurairah menangkap setan tersebut, namun melepasnya karena kasihan.

    Setelah berlangsung tiga kali, Abu Hurairah ingin membawa setan tersebut pada Nabi SAW. Setan tersebut lantas menjelaskan keutamaan membaca Ayat Kursi, yang dibenarkan Rasulullah SAW.

    2. Berdasarkan Kitab Al-Mathalib al-Aliyyah

    فَقَالَتْ إِنِّي ذَاكِرَةٌ لَكَ شَيْئًا آيَةَ الْكُرْسِيِّ اقْرَأْهَا فِي بَيْتِكَ فَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ وَلاَ غَيْرُهُ

    Artinya: “Aku harus mengatakan padamu sesuatu. Jika kamu membaca Ayat Kursi di rumah, maka tidak ada setan atau apa pun yang akan mendekatimu.” (HR Tirmidzi).

    Hadis ini berdasarkan cerita salah satu sahabat Nabi SAW Abu Ayyub Al-Ansari, yang menyimpan kurma di rumahnya. Dia bercerita pada Nabi SAW ada setan yang datang ke rumah dan mengambil kurmanya tanpa izin.

    Nabi SAW memerintahkan Abu Ayyub untuk menangkapnya, yang dilakukan hingga tiga kali. Abu Ayyub melepasnya karena setan berjanji tidak akan kembali. Ketika Abu Ayyub tidak melepasnya sebelum bertemu Nabi SAW, setan tersebut menyarankan untuk membaca Ayat Kursi. Potongan surat Al Baqarah itu akan menjauhkan setan dari rumah.

    3. Berdasarkan Albani

    قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ مَنْ قَرَأَ آيَةَ اَلْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ اَلْجَنَّةِ إِلَّا اَلْمَوْتُ }

    Artinya: Rasulullah SAW mengatakan, “Siapa saja yang membaca Ayat Kursi tiap akhir sholat wajib maka tidak ada yang bisa mencegahnya masuk surga kecuali kematian (HR An Nasa’i).

    4. Kitab Nuzhatul Majalis wa Muntakhabin Nafais

    عن النبي صلى الله عليه وسلم من خرج من منزله فقرأ آية الكرسي يبعث الله إليه سبعين ألف ملك يستغفرون له ويدعون له فإذا رجع إلى منزله ودخل بيته وقرأ آية الكرسي نزع الله الفقر من بين عينيه

    Artinya: Dari Nabi Saw, “Barasngsiapa keluar dari rumahnya, kemudian dia membaca Ayat Kursi, maka Allah akan mengutus kepadanya tujuh puluh malaikat yang akan memohonkan ampun dan mendoakannya. Kemudian ketika dia kembali ke rumahnya dan masuk rumah dengan membaca Ayat Kursi, maka Allah menghilangkan kefakiran yang ada di depan matanya.”

    5. Berdasarkan Riwayat Dailami

    قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ لِكُلِّ شَيْءٍ سَنَامٌ وَإِنَّ سَنَامَ الْقُرْآنِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَفِيهَا آيَةٌ هِيَ سَيِّدَةُ آىِ الْقُرْآنِ هِيَ آيَةُ الْكُرْسِيِّ ‏”

    Artinya: Seperti diceritakan Abu Hurairah, Nabi SAW mengatakan, “Segala sesuatu ada puncaknya dan puncak Al-Qur’an adalah surat Al-Baqarah, di dalamnya ada ayat yang merupakan tuan dari segala ayat. Itulah Ayat Kursi.” (HR Tirmidzi).

    Membaca ayat kursi bermanfaat untuk rezeki yang lancar dan memberkahi kita dengan sifat syukur dan tidak riya’. Ayat kursi mengajarkan kita agar menjadi orang kaya yang rendah hati dan dekat dengan Allah SWT.

    Waktu Utama Membaca Ayat Kursi

    Dikutip dari Pusat Jurnal UIN Ar-Raniry, berikut waktu utama membaca doa ayat kursi:

    1. Sebelum Tidur

    Ketika seseorang membaca ayat kursi sebelum tidur, maka ia senantiasa mendapatkan penjagaan dari Allah dan setan tidak mendekatinya hingga pagi. Hal ini dijelaskan pada hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, tentang setan yang mencuri harta zakat.

    2. Setelah Sholat Wajib

    Ketika seseorang membaca ayat kursi saat setelah sholat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya dari surga kecuali kematian. Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang membaca ayat kursi saat setiap selesai sholat (fardhu), maka tidak ada penghalang antara ia dengan masuk surga, kecuali kematian.”

    3. Ketika Pagi dan Sore Hari

    Ayat kursi dibaca ketika pagi dan sore hari dapat melindungi dari gangguan setan. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab tentang jin yang mencuri kurmanya.

    Itulah tadi bacaan doa Ayat Kursi, manfaat, dan waktu utama membacanya. Semoga bermanfaat!

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanda Doa Dikabulkan Allah SWT Menurut Ulama


    Jakarta

    Pada hakikatnya, semua doa didengar oleh Allah SWT. Sebab, sebagaimana disebutkan dalam salah satu firman-Nya surah Gafir ayat 60, Allah SWT menyukai orang-orang yang berdoa dan memohon kepada-Nya.

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”


    Hal serupa juga disebutkan dalam ayat lain yakni surah Al Baqarah ayat 186,

    وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

    Artinya: Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

    Dikutip dari Imam an-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar, Rasulullah SAW dalam hadits shahihnya pernah menekankan bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa dari setiap muslim. Hal ini dijelaskan oleh salah satu riwayat dari Ubbadah bin Ash-Shamit dalam Sunan At-Tirmidzi.

    “Tidak ada seorang muslim pun di dunia ini yang berdoa kepada Allah dengan suatu permohonan, kecuali Allah akan memberikan permohonan itu atau menggantinya dengan perlindungan dari sesuatu yang tidak diinginkan, selama dia tidak berdoa dengan dosa atau memutuskan hubungan silaturahmi.” Seorang pria bertanya, ‘Apakah artinya kita harus semakin banyak berdoa?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Allah justru lebih banyak memberi.’ (HR Tirmidzi)

    Tanda Doa Dikabulkan Allah SWT

    Menurut Sa`id Ibn al-Musayyab dalam Dar Al-Ifta Al-Misriyyah, Allah SWT memberi pentujuk bila doa dan ibadah yang diamalkan oleh kita diterima-Nya. Salah satunya terlihat saat muslim senantiasa melakukan ketaatan setelah ketaatan lainnya.

    “Misalnya, jika seseorang (ibadah) salat Dzuhur, kemudian ada keinginan melanjutkan untuk menunaikan salat Ashar, maka itu tandanya salat Dzuhur-nya diterima karena Allah telah membimbingnya untuk menunaikan ketaatan berikutnya setelah yang pertama,” jelasnya.

    Tanda lain bahwa doa dikabulkan Allah SWT menurut Sa’id Ibn al-Musayyab adalah senantiasa berhusnuzan atau berprasangka baik kepada Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang berbunyi, “Aku seperti yang prasangka hamba-Ku,” (HR Muttafaq’alaih)

    Selain itu, beberapa tanda doa dikabulkan Allah SWT juga pernah disebutkan oleh Syaikh Abdullah Hajjaj yang diterjemahkan Haidar Musyafa dalam buku Hidup Berkah dengan Doa. Berikut di antaranya:

    1. Semakin merasa takut pada Allah SWT. Sebab, hanya orang-orang yang beriman dan bertakwa pada Allah SWT yang selalu merasa takut kepada-Nya. Allah SWT berfirman dalam surah An Nisa ayat 9,

    وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا

    Artinya: Hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya (mati) meninggalkan setelah mereka, keturunan yang lemah (yang) mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar (dalam hal menjaga hak-hak keturunannya).

    2. Hati semakin tenteram, damai, dan yakin. Hal itu pun membuatnya semakin rajin memuji dan mengagungkan-Nya melalui zikir dan melafalkan kalimat yang disukai Allah SWT.

    3. Menjadi pribadi yang cekatan dalam bertindak hingga cepat dan tepat dalam mengambil keputusan. Orang yang dikabulkan doanya maka ia telah dekat dengan Allah SWT sehingga segala yang dilakukannya sesuai dengan ajaran-Nya.

    4. Semakin dermawan sebagai bukti rasa syukur kepada Allah SWT.

    5. Semakin bersyukur kepada Allah SWT.

    Allah SWT memiliki cara tersendiri untuk mengabulkan doa-doa dari hamba-Nya yang memohon kepada-Nya. Rasulullah SAW dalam haditsnya menjelaskan beberapa cara Allah mengabulkan permintaan dari hamba-Nya.

    Dari Abu Sa’id, Rasulullah SAW bersabda bahwa ada doa yang langsung dikabulkan, ada doa yang disimpan di akhirat, dan ada doa yang diganti untuk menghindarkan keburukan baginya. Berikut bunyi haditsnya,

    ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ

    Artinya: “Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: (1) Allah akan segera mengabulkan doanya, (2) Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan (3) Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa.” Rasulullah lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa-doa kalian.” (HR Ahmad)

    Syaikh Bakar Abdul Hafizh Al-Khulaifat dalam Tafsir dan Makna Doa-doa dalam Al Quran menyebut, doa adalah meminta pertolongan dan memohon. Dari segi istilah, doa bermakna ibadah.

    Doa juga dikatakan sebagai perkataan yang dipanjatkan untuk menunjukkan rasa memohon dengan ketundukan hati. Adapun hakikat dari doa adalah suatu permohonan pertolongan dari seorang hamba kepada Allah SWT.

    (rah/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Dijauhkan dari Orang Zalim, Tercantum dalam Al-Qur’an dan Hadits



    Jakarta

    Ketika merasa terzalimi, umat muslim bisa membaca doa agar mendapatkan perlindungan Allah SWT. Doa agar dilindungi dari perbuatan zalim bisa dibaca setiap waktu.

    Dalam Islam, zalim merupakan perilaku tercela yang harus dihindari oleh setiap muslim. Perbuatan zalim dapat merugikan pelakunya dalam kehidupan dunia ataupun akhirat.

    Dalam Al-Qur’an surat Asy-Syura ayat 42, Allah SWT berfirman bahwa perbuatan zalim akan mengundang azab yang pedih.


    إِنَّمَا ٱلسَّبِيلُ عَلَى ٱلَّذِينَ يَظْلِمُونَ ٱلنَّاسَ وَيَبْغُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

    Artinya: Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.

    Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang menjumpai orang-orang yang berlaku zalim. Hal ini terkadang tidak bisa dihindari namun sebagai umat muslim bisa membaca doa agar senantiasa dilindungi dan dijauhi dari perbuatan zalim.

    Doa Dijauhkan dari Orang Zalim

    Mengutip buku Doa Ajaran Ilahi oleh Anis Masykhur, berikut doa yang bisa dibaca saat memohon dijauhkan dan meminta perlindungan dari orang zalim:

    1. Surat Al-A’raf Ayat 47

    ۞ وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَٰرُهُمْ تِلْقَآءَ أَصْحَٰبِ ٱلنَّارِ قَالُوا۟ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Arab-Latin: Wa iżā ṣurifat abṣāruhum tilqā`a aṣ-ḥābin-nāri qālụ rabbanā lā taj’alnā ma’al-qaumiẓ-ẓālimīn

    Artinya: Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu”.

    2. Surat Al-Mu’minun Ayat 94

    رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِى فِى ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Arab-Latin: Rabbi fa lā taj’alnī fil-qaumiẓ-ẓālimīn

    Artinya: Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim”.

    3. Surat Al-Qashash Ayat 21

    فَخَرَجَ مِنْهَا خَآئِفًا يَتَرَقَّبُ ۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Arab-Latin: Fa kharaja min-hā khā`ifay yataraqqabu qāla rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn

    Artinya: Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu”.

    Doa ini dibaca oleh Nabi Musa ketika dikejar oleh Fir’aun, pemimpin yang zalim.

    4. Doa Rasulullah SAW

    Dalam satu hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW berdoa agar dilindungi dari pemimpin yang zalim:

    اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ هَذِهِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ. وَمَنْ شَقَّ عَلَيْهَا فَاشْفُقْ عَلَيْهِ. رواه مسلم

    Artinya: “Ya Allah, siapa saja yang memimpin (mengurus) urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah dia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia”. (HR. Muslim No 1828)

    Jenis Zalim

    Mengutip buku Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VII oleh H Aminudin dan Harjan Syuhada, dijelaskan perbuatan zalim terdiri dari beberapa macam.

    1. Zalim sebagai kemungkaran

    Menurut ajaran Islam, tindakan aniaya (zalim) sebagai perbuatan dosa harus ditinggalkan karena dapat merusak kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat. Tindakan aniaya digolongkan sebagai perbuatan yang menyesatkan dan menyengsarakan.

    Orang-orang musyrik pun oleh Al-Qur’an dianggap melakukan kezaliman karena sesungguhnya segala perbuatan yang bertentangan dengan kebenaran akan membawa kemudaratan.

    2. Kezaliman terhadap Allah (syirik)

    Syirik merupakan pandangan dan kepercayaan yang mengingkari bahwa Tuhan adalah Maha Esa dan Maha Kuasa. Jika tidak Maha Esa, maka berarti ada lebih dari satu Tuhan atau Tuhan itu lemah. Artinya, Tuhan yang lain tentu berasal dari kalangan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, termasuk sesama manusia.

    Manusia musyrik itu mengangkat dan mengagungkan sesama alam atau sesama manusia melebihi posisi atau derajat yang semestinya sebagai makhluk biasa. Apabila orang memandang bahwa Tuhan tidak kuasa serta memerlukan pembantu-pembantu yang harus disembah, maka hal ini merupakan kezaliman. Perilaku syirik tidak akan diampuni oleh Allah SWT.

    3. Kezaliman terhadap diri sendiri

    Perilaku dosa sekecil apa pun merupakan kezaliman yang harus ditinggalkan. Walaupun dalam kenyataannya manusia memang tidak mungkin bebas sama sekali dari kesalahan. Sebagaimana ungkapan dari bahasa Arab al-insān mahallul-khata wan-nisyān (manusia adalah tempat keliru dan lupa).

    Oleh karena itu, seorang muslim harus selalu beristigfar dan berdoa agar Allah mengampuni segala perbuatan yang dilakukan akibat lupa atau alpa yang menjadi tabiat manusia.

    4. Kezaliman terhadap sesama manusia

    Kezaliman antar sesama manusia akan berdampak rusaknya seluruh masyarakat. Oleh karena itu, setiap orang berkewajiban mencegah kezaliman di masyarakat.

    Seorang yang zalim biasanya senantiasa bersikap kasar, bermusuhan dan suka menyakiti perasaan orang lain karena tabiat buruk yang dimilikinya.

    Seorang yang zalim akan suka mengumbar lidah dengan bergunjing, namimah, dan memfitnah. Mereka selalu mengabaikan kepercayaan yang diberikan kepadanya dan menyampaikan pesan kebatilan. Selain itu, mereka mengarahkan untuk mengabaikan nilai-nilai moral sebab dengan cara itu orang zalim mendapatkan kesenangan dan kepuasan.

    (dvs/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Pilihan Doa setelah Sholat Fardhu Singkat dan Artinya


    Jakarta

    Sholat adalah salah satu ibadah yang paling utama dalam agama Islam. Setelah menyelesaikan sholat fardhu, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa setelah sholat fardhu sebagai cara untuk mendekatkan diri pada Allah SWT.

    Dikutip dari buku Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar karya Neni Nuraeni, doa setelah sholat fardhu memiliki makna yang dalam dalam kehidupan seorang muslim. Bacaan-bacaan ini adalah ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan untuk beribadah dan merupakan cara untuk memohon ampunan serta berkah dalam kehidupan sehari-hari.

    Salah satu waktu utama dalam berdoa agar dikabulkan Allah SWT adalah setelah selesai sholat fardhu.Untuk itu, sangat dianjurkan untuk berdoa setelah mengerjakan sholat fardhu agar apa yang diinginkan dikabulkan oleh Allah SWT.


    “Rasulullah SAW pernah ditanya, “Doa macam apakah yang paling didengarkan?” Beliau menjawab: “Bagian malam yang akhir dan setelah sholat fardhu.” (HR Tirmidzi)

    5 Pilihan Doa setelah Sholat Fardhu Singkat

    Masih mengutip dari sumber buku yang sama, bacaan doa setelah sholat fardhu dapat dinukil dari potongan ayat Al-Qur’an. Berikut beberapa doa setelah sholat fardhu singkat.

    1. Surah Ali Imran Ayat 193

    رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ …

    Bacaan latin: … Rabbana faghfir lanâ dzunûbana wa kaffir ‘annå sayyiâtinȧ wa tawaffanâ ma’al abrâr

    Artinya: “…Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, hapuslah segala kesalahan kami, dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik.”

    2. Surah Ibrahim Ayat 41

    رَبَّنَا اغْفِرْ لي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابِ

    Bacaan latin: Rabbanâghfir li wa liwâlidayya wa lilmu-minîna yauma yaqûmul hisâb

    Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang orang mukmin pada hari terjadinya hisâb(perhitungan amal di hari kiamat).”

    3. Surah Al Furqan Ayat 74

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِيتَنَا قُرَة أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إمَامًا …

    Bacaan latin: … Rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyâtinâ qurrata a’yunin waj’alnâ lilmuttaqîna imâman

    Artinya: “… Ya Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami yang menyenangkan kami, dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

    4. Surah Al Furqan Ayat 65-66

    (65) رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا …
    (66) إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرَا وَمُقَامًا

    Bacaan latin: … Rabbanashrif ‘annâ ‘adzâba jahannama inna ‘adzâbaha kâna gharâman innahâ sâat mustaqarran wamuqâman

    Artinya: “… Ya Tuhan kami, jauhkanlah siksa neraka jahannam dari kami, sesungguhnya siksaannya itu kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk menetap dan tempat kediaman.”

    5. Surah Al Ahqaf Ayat 15

    رب أوزعني أن أشكر نعمتك التي العَمْتَ عَلى وَعَلى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَانّي مِنَ المُسْلِمِينَ …

    Bacaan latin: ,,, Rabbi auzi’ni an asykura ni’matakal lati an’amta ‘alayya wa’ala wâlidayya wa an a’mala shâlihan tardhâhu wa ashlih li fi dzurriyyatî inni tubtu ilaika wainni minal muslimin.

    Artinya: “… Ya Tuhanku berilah aku petunjuk supaya tetap mensyukuri nikmat-Mu yang Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ibu-bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”

    Bacaan doa setelah sholat fardhu adalah salah satu cara yang baik untuk memperkuat keimanan kepada Allah SWT dan mengingat pentingnya rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud ketaatan dan pengabdian kepada Allah SWT.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Surat untuk Orang Meninggal Selain Yasin


    Jakarta

    Surat untuk orang meninggal selain Yasin ada banyak macamnya. Mulai dari Al-Fatihah hingga Al-Ahzab bisa digunakan untuk mentahlilkan seseorang.

    Diambil dari buku Ayah Ibu Kubangunkan Surga Untukmu: Amalan-Amalan Dahsyat untuk Orangtua yang Sudah Meninggal karya Muhammad Abdul Hadi, memulai sebuah tahlil untuk orang yang sudah meninggal bisa dengan membaca pengantar Al-Fatihah atau tawassul.

    إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ


    Kemudian, hendaknya melanjutkan dengan membaca surat-surat yang lainnya. Surat untuk orang meninggal selain Yasin adalah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, An-Nas, Al-Falaq, Al-Baqarah, Hud, dan Al-Ahzab. Berikut bacaannya.

    1. Al-Fatihah

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

    Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i).

    Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

    Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn(a).

    Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan) semesta alam

    الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

    Ar-raḥmānir-raḥīm(i).

    Artinya: Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

    مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

    Māliki yaumid-dīn(i).

    Artinya: Pemilik hari Pembalasan)

    اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

    Iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn(u),

    Artinya: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.

    اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ

    Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm(a).

    Artinya: Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,)

    صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ

    Ṣirāṭal-lażīna an’amta ‘alaihim, gairil-magḍūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn(a).

    Artinya: (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.

    2. Al-Ikhlas

    قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ

    Qul huwallāhu aḥad(un).

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa.

    اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ

    Allāhuṣ-ṣamad(u).

    Artinya: Allah tempat meminta segala sesuatu.

    لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ

    Lam yalid wa lam yūlad.

    Artinya: Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan

    وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ

    Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad(un).

    Artinya: serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”

    3. Al-Falaq

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ

    Qul a’ūżu birabbil-falaq(i).

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh)

    مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ

    Min syarri mā khalaq(a).

    Artinya: dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

    وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ

    Wa min syarri gāsiqin iżā waqab(a).

    Artinya: dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

    وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ

    Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad(i).

    Artinya: dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

    وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ

    Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad(a).

    Artinya: dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

    4. An-Nas

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ

    Qul a’ūżu birabbin-nās(i).

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia,

    مَلِكِ النَّاسِۙ

    Malikin-nās(i).

    Artinya: raja manusia,

    اِلٰهِ النَّاسِۙ

    Ilāhin-nās(i).

    Artinya: sembahan manusia

    مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ

    Min syarril-waswāsil-khannās(i).

    Artinya: dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi

    الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ

    Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās(i).

    Artinya: yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

    مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ

    Minal jinnati wan-nās(i).

    Artinya: dari (golongan) jin dan manusia.”

    5. Al-Baqarah Ayat 255 (Ayat Kursi)

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

    Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta’khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa’u ‘indahū illā bi’iżnih(ī), ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai’im min ‘ilmihī illā bimā syā'(a), wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm(u).

    Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

    6. Hud Ayat 7

    وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ وَّكَانَ عَرْشُهٗ عَلَى الْمَاۤءِ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ۗوَلَىِٕنْ قُلْتَ اِنَّكُمْ مَّبْعُوْثُوْنَ مِنْۢ بَعْدِ الْمَوْتِ لَيَقُوْلَنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ هٰذَٓا اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ

    Wa huwal-lażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa fī sittati ayyāmiw wa kāna ‘arsyuhū ‘alal-mā’i liyabluwakum ayyukum aḥsanu ‘amalā(n), wa la’in qulta innakum mab’ūṡūna mim ba’dil-mauti layaqūlannal-lażīna kafarū in hāżā illā siḥrum mubīn(un).

    Artinya: Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa serta (sebelum itu) ʻArasy-Nya di atas air. (Penciptaan itu dilakukan) untuk menguji kamu, siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. Sungguh, jika engkau (Nabi Muhammad) berkata, “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan setelah mati,” niscaya orang-orang kafir akan berkata, “Ini (Al-Qur’an) tidak lain kecuali sihir yang nyata.”

    7. Al-Ahzab Ayat 33

    وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى وَاَقِمْنَ الصَّلٰوةَ وَاٰتِيْنَ الزَّكٰوةَ وَاَطِعْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًاۚ

    Wa qarna fī buyūtikunna wa lā tabarrajna tabarrujal-jāhiliyyatil-ūlā wa aqimnaṣ-ṣalāta wa ātīnaz-zakāta wa aṭi’nallāha wa rasūlah(ū), innamā yurīdullāhu liyużhiba ‘ankumur-rijsa ahlal-baiti wa yuṭahhirakum taṭhīrā(n).

    Artinya: Tetaplah (tinggal) di rumah-rumahmu dan janganlah berhias (dan bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu. Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, serta taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah hanya hendak menghilangkan dosa darimu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

    Bacaan surat untuk orang meninggal selain Yasin tersebut juga diambil dari buku Majmu’ Syarif yang disusun oleh Tim Turos Pustaka. detikers juga bisa membaca surat tersebut melalui Al-Qur’an digital detikHikmah.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Arab, Latin, Terjemahan, serta Keutamaannya


    Jakarta

    Surat Yasin adalah surat ke-36 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 83 ayat dan termasuk golongan surat Makiyyah. Menurut buku Kedahsyatan Membaca Al-Qur’an karya Amirulloh Syarbini & Sumantri Jamhari, surat Yasin banyak menerangkan tentang aqidah, keimanan, dan kehidupan akhirat.

    Umat muslim di Indonesia seringkali membaca Yasin Fadilah pada malam Jumat. Menurut situs NU Online, Yasin Fadhilah merupakan bacaan Surah Yasin yang beberapa ayatnya diulang-ulang dan diselipi doa selain ayat Al-Qur’an. Hal tersebut ternyata pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW seperti yang terdapat dalam hadist berikut.

    عن حُذَيْفَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صلّى الله عليه وسلّم كَانَ إِذَا مَرَّ بِآيَةِ خَوْفٍ تَعَوَّذَ وَإِذَا مَرَّ بِآيَةِ رَحْمَةٍ سَأَلَ


    “Rasulullah jika membaca ayat tentang siksa maka beliau minta perlindungan kepada Allah, jika Rasulullah membaca ayat tentang rahmat maka beliau memintanya kepada Allah.” (HR Ahmad No 24012 dan Ibnu Khuzaimah No 684).

    Selain itu, ada pula sebuah hadits yang menjelaskan mengenai membaca ayat Al-Qur’an yang diselipi bacaan doa. Hadis tersebut berbunyi:

    عن أَبِي هَرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صلّى الله عليه وسلّم كَانَ إِذَا قَرَأَ أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَن يُحْيِيَ الْمَوْتَى قَالَ بَلَى وَإِذَا قَرَأَ أَلَيْسَ اللهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِيْنَ قَالَ بَلَى (رواه الحاكم رقم ٢٨٨٣ وقال هذا حديث صحيحاإسناد ولم يخرجاه تعليق الذهبي قي التلخيص : صحيح. وكذا أبو داود والترمذى وابن السنى فى عمل يوم وليلة والبيهقى عن أبي هريرة

    “Jika Rasulullah membaca akhir Surat al-Qiyamat (ayat 40), Rasulullah menjawab: Balaa (Ya, Allah Maha Kuasa). Dan ketika beliau membaca akhir Surat at-Tiin, maka Rasulullah menjawab: Balaa, (dalam riwayat lain: wa ana ‘ala dzalika min asy-syaahidiin) (Ya, saya bersaksi)” (HR Al-Hakim No 3882, ia menilainya sahih dan disetujui oleh adz-Dzahabi. Hadis yang sama juga diriwayatkan oleh Abu Dawud, Turmudzi, Ibnu Sunni, dan al-Baihaqi)

    Forum Bahtsul Masail yang diadakan Majelis Musyawarah Pondok Pesantren di seluruh Karesidenan Kediri pada Oktober 1991 dan Bahtsul Masail Pesantren Mambaul Hikam Blitar Jawa Timur menetapkan, hukum membaca Yasin Fadilah adalah sunah. Penetapan ini mempertimbangkan tujuan utama membaca Yasin Fadilah adalah berzikir.

    Tentunya, seorang muslim jangan hanya membaca Yasin Fadilah sebagai amalan sehari-hari. Seorang muslim bisa membaca surat lain dalam Al-Qur’an, sholat sunah, dan amalan lain yang tidak hanya memperkuat hubungan dengan Allah SWT namun juga lingkungan sekitar.

    Bacaan Yasin Fadilah Arab, Latin, dan Terjemahannya

    Sayyid Muhammad Haqqi An-Nazili dalam kitabnya Khozinatul Asror, yang dikutip dari sebagian ulama, telah mengajarkan tata cara membaca Yasin Fadhilah, yaitu sebagai berikut.

    1. Ayat pertama dibaca 7 kali

    يٰسٓ

    (Yasin.)

    2. Bagian dari ayat 38 dibaca sebanyak 14 kali

    وَالشَّمۡسُ تَجۡرِىۡ لِمُسۡتَقَرٍّ لَّهَا ؕ ذٰلِكَ تَقۡدِيۡرُ الۡعَزِيۡزِ الۡعَلِيۡمِؕ‏

    (Wasysyamsyu tajrii limustaqorrillahaa dzaalika tqdiirul aziizil aliim.)

    Artinya: “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui.”

    Pada ayat tersebut, bacaan ‘Dzaalikal taqidiirul ‘aziizil ‘aliim’ diulang sebanyak 14 kali.

    3. Ayat 58 dibaca sebanyak 16 kali

    سَلٰمٌ قَوۡلًا مِّنۡ رَّبٍّ رَّحِيۡمٍ

    (Salaamung qoulamminrrabbirrakhiim.)

    Artinya: “(Kepada mereka dikatakan), “Salam,” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.”

    Setelah dibaca sebanyak 16 kali, biasanya dilanjut dengan membaca doa berikut: “Ya Allah selamatkan kami dari ujian di dunia dan di akhirat.” Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca ayat ke 59 dan seterusnya.

    4. Ayat 81 dibaca 4 kali

    اَوَلَيۡسَ الَّذِىۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنۡ يَّخۡلُقَ مِثۡلَهُمۡؔؕ بَلٰی وَهُوَ الۡخَـلّٰقُ الۡعَلِيۡمُ

    (Awalaisalladzi khalaqassamawati wal ardho biqodirin ‘ala ayyakhluqo mitslahum balaa wahuwal kholakul’alim.)

    Artinya: “Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur itu)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui.”

    Sebagai informasi, bacaan Yasin Fadilah memiliki beberapa versi yang sama-sama mengharapkan sesuatu pada Allah SWT. Setiap muslim tentu bisa membacanya dengan ikhlas dan ridho.

    Keutamaan Membaca Surat Yasin

    Setiap surat dalam Al-Qur’an memiliki manfaat dan keutamaannya masing-masing. Dikutip dari situs NU Ponorogo, berikut ini manfaat dan keutamaan membaca Surah Yasin.

    1. Dimudahkannya Segala Urusan oleh Allah

    Sebagian ulama mengatakan bahwa ketika Surah Yasin dibaca dalam suatu urusan yang sulit, maka Allah akan mempermudah urusan tersebut. Hal ini dijelaskan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya sebagai berikut:

    وَلِهَذَا قَالَ بَعْضُ الْعُلَمَاءِ: مِنْ خَصَائِصِ هَذِهِ السُّورَةِ: أَنَّهَا لَا تُقْرَأُ عِنْدَ أَمْرٍ عَسِيرٍ إِلَّا يَسَّرَهُ اللَّهُ. وَكَأَنَّ قِرَاءَتَهَا عِنْدَ الْمَيِّتِ لِتُنْزِلَ الرَّحْمَةَ وَالْبَرَكَةَ، وَلِيَسْهُلَ عَلَيْهِ خُرُوجُ الرُّوحِ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.

    Sebagian ulama berkata: “Di antara keistimewaan surat ini (surat Yasin), sesungguhnya tidaklah surat Yasin dibacakan pada suatu perkara suit, melainkan Allah Swt memudahkannya. Seakan-akan dibacakannya surat Yasin di sisi mayat agar turun rahmat dan berkah dan memudahkan baginya keluarnya ruh.”

    2. Dikabulkannya Hajat Pembacanya

    Manfaat membaca Surat Yasin berikutnya adalah dikabulkan hajatnya oleh Allah sebagaimana yang tertera dalam hadits yang diriwayatkan Abu Daud berikut:

    من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله

    Artinya: “Barangsiapa membaca surat Yasin dan al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya.” (HR Abu Daud dari al-Habr)

    3. Mendapat Pahala 10 kali Membaca Al-Qur’an

    Dalam sebuah riwayat, diterangkan bahwa orang yang membaca surah Yasin akan mendapat pahala setara dengan sepuluh kali membaca Al-Qur’an.

    ، عَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا، وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس. وَمَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بقراءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ

    Artinya: “Dari Anas RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya segala sesuatu itu mempunyai kalbu (inti) dan kalbu Al-Qur’an adalah surat Yasin. Barangsiapa membaca surat Yasin, maka Allah mencatat baginya karena bacaan surat Yasin itu pahala membaca Al-Qur’an sepuluh kali.”

    Jika sempat, jangan lupa membaca Yasin Fadilah di hari-hari kamu ya detikers.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa agar Cepat Menghafal, Bantu Kuatkan Ingatan


    Jakarta

    Doa agar cepat menghafal biasanya dikaitkan dengan doa-doa untuk belajar, menguatkan pikiran, serta perlindungan dari sifat lupa.

    Kegiatan menghafal biasanya dilakukan ketika seseorang hendak menghafal Al-Qur’an, menghafal buku pelajaran, atau menghafal apapun. Kegiatan ini membutuhkan ingatan yang kuat, memori yang panjang, dan terhindar dari sifat lupa.

    Oleh karena itu, detikHikmah sudah rangkumkan beberapa doa dari beberapa sumber yang bisa diamalkan untuk membantu cepat menghafal dan belajar.


    Doa agar Cepat Menghafal Al-Qur’an

    Dinukil dari buku Metode Cepat Menghafal Juz ‘Amma karya Ahmad Zainal Abidin, Rasulullah SAW pernah berkata kepada Ali bin Abi Thalib RA, beliau bersabda,

    “Aku akan mengajarkan sebuah doa yang membuat dirimu tidak akan melupakan ayat-ayat Al-Qur’an.”

    اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ مَعَاصِيْكَ أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِي. وَارْحَمْنِي مِنْ أَنْ أَتَكَلَّفَ مَا لَا يَعْنِيْنِي. وَارْزُقْنِي حُسْنَ النَّظْرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي. اللَّهُمَّ بَدِيعَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَالْعِزَّةِ لَا تَرَامُ أَسْتَلْكَ يَا اللَّهُ يَا رَحْمَنُ بِجَلَالِكَ وَنُوْرِ وَجْهِكَ أَنْ تَلْزِمَ قَلْبِي حِفْظُ كِتَابَكَ كَمَا عَلَّمْتَنِي. وَارْزُقْنِي أَنْ أَتْلُوْهُ عَلَى النَّحْوِ الَّذِي يُرْضِيْكَ عَنِّي، اللَّهُمَّ نَوْرُ بِكِتَابِكَ بَصَرِي وَاشْرَحْ بِهِ صَدْرِي وَفَرَّحْ بِهِ قَلْبِي وَأَطْلِقْ بِهِ لِسَانِي. وَاسْتَعْمِلْ بِهِ بَدَنِي. وَقَوْنِي عَلَى ذَلِكَ. وَأَعِنِّي عَلَيْهِ إِنَّهُ لَا مُعِيْنُ عَلَيْهِ إِلَّا أَنْتَ. لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ.

    Arab-latin: Allaahummar hamnii bitarkil ma’aashii abadan maa abqaitanii, warhamnii min an atakallafa maa laa ya’nii nii. Warzuqnii husnan nazhri fii maa yurdhiika ‘annii. Allaahumma badii’as samaawaati wal ardha dzal jalaali wal ik-raami, wal ‘izzati laa taraam, as aluka ya allah ya rahmaan bi jalaalika wa nuuri wajhika an talzima qalbi hifzha kitaabaka kama ‘allamtanii, warzuqnii an atluuhu ‘alan nahwil ladzii yurdhiika ‘annii.

    Allaahumma nawwir bikitaabika basharii, wasyrah bihii shadrii, wa farrih bihii qalbii, wa athliq bihii lisaanii. Wasta’mil bihii badani. Wa qawwinii ‘alaa dzaalika. Wa a’innii ‘alaihi innahuu laa ma’iinun ‘alaihi illaa anta. Laa ilaaha illaa anta.

    Terjemahan: Ya Allah rahmati untuk (dapat) meninggalkan maksiat kepada-Mu selamanya, selagi Engkau masih memberi kesempatan kepadaku. Kasihani diriku dari hal yang tak sanggup aku pikul. Karuniailah aku iktikad baik dan ketertarikan kepada hal yang Engkau sukai. Teguhkan hatiku untuk menghafal kitab-Mu, sebagaimana Engkau ajarkan kepadaku. Karuniailah aku untuk (dapat) membacanya sesuai yang Engkau sukai. Ya Allah dengan kitab-Mu terangilah penglihatanku, lapangkanlah dadaku, bahagiakan diriku, bebaskan (belenggu) lidahku, terapkanlah kepada badanku, kokohkanlah dirik atasnya dan bantulah diriku untuk hal tersebut. Sesungguhnya, tiada penolong untuk hal tersebut, kecuali Engkau. Tiada Tuhan selain Engkau.”

    Doa agar Tidak Mudah Lupa

    اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِى وَعَلَانِيَتِي فَاقْبِلْ مَعْذِرَنِي وَتَعْلَمُ حَاجَتِي فَاعْطِنِي لِسُؤَالِي وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي يَا مَنْ يَعْلَمُ خَابِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُوْرُ. وَاللَّهُ يَقْضِى بِالْحَقِّ وَالَّذِينَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهِ لَا يَقْضُوْنَ بِشَيْءٍ إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ.

    Arab-latin: Allaahumma innaka ta’lamu sirrii wa ‘alaaniyatii faqbil ma’dziratii wa ta’lamu haajatii fa’thinii lisu- aalii wa ta’lamu maa fii nafsii faghfirlii dzanbii yaa man ya’lamu khaa-inatal a’yuni wa maa tukhfish shuduur. Wallaahu yaqdhii bil haqqi walladziina yad’uuna min duunihi laa yaqdhuuna bisyai-in innallaaha huwas samii’ul bashiir.

    Doa agar Kuat Hafalannya

    Diambil dari buku Amalan Mujarab Pencerdas Otak karya Ipnu Rinto Noegroho

    اللهمّ اجْعَلْ نَفْسِي مُطْمَيِنَةً تُؤْمِنُ بِلِقَابِكَ وَتَقْنَعُ بِعَطابِكَ وَتَرْضَى بِقَضَابِكَ

    Arab-latin: allahummajal nafsi muthmainnatan tu’minu biliqa-ika wa taqna’u biatha-ika wa tardha biqadha-ika

    Terjemahan: “Ya Allah, jadikanlah jiwaku tenang, mengimani perjumpaan dengan-Mu, merasa cukup dengan pemberian-Mu, dan ridha dengan ketentuan-Mu.”

    Doa Mencegah Lupa

    رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الكافرين

    Arab-latin: Rabbana wa la tahmil ‘alaina isrann kama hamaltahu ‘alallažina min qablina, rabbana wa la tuhammilna ma la taqata lana bih, wa’fu ‘anna, wagfir lana, warhamna, anta maulana fansurna ‘alal-qaumil-kafirin

    Terjemahan: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Berilah kami maaf; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

    Doa Dimudahkan Menyerap Ilmu

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلماً نافعاً، وَرِزْقاً طيباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Arab-latin: Allahumma inni as-aluka ilman naafi’an, wa rizqan tayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu As-Sunni).

    Itulah beberapa doa yang dapat dipanjatkan umat muslim agar otak dapat mengingat dan lebih mudah menghafal.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Setelah Baca Al Fatihah Lengkap dengan Artinya



    Jakarta

    Selepas membaca surah Al Fatihah, seorang muslim dianjurkan untuk membaca sebuah doa.

    Surah Al Fatihah adalah surah pertama dalam kitab suci Al-Qur’an. Disebut Al-Fatihah artinya pembukaan kitab secara tertulis dan dengan surah ini dibuka bacaan dalam salat.

    Sebagaimana disebutkan dalam buku Tafsir Ibnu Katsir karya Ibnu Katsir, Ibnu Abbas, Qatadah, dan Abu Al-‘Aliyah menyebutkan bahwa surah Al Fatihah diturunkan ketika Rasulullah SAW masih menetap di Makkah. Sehingga surah ini digolongkan sebagai surah Makkiyah.


    Surah Al Fatihah terdiri dari tujuh ayat, 25 kata, dan 113 huruf. Al Bukhari mengatakan surah ini disebut sebagai Ummul Kitab, yang berarti permulaan Al-Qur’an dan permulaan salat.

    Selain itu, Al Fatihah juga disebut Ar-Ruqyah. Berdasarkan hadits Abu Sa’id, yaitu ketika meruqyah seseorang yang terkena sengatan, maka Rasulullah SAW bersabda, “Dari mana engkau tahu bahwa Al Fatihah itu adalah ruqyah.”

    Terpisah, buku Kamus Doa yang ditulis oleh Luqman Junaedi menjelaskan bahwa kejadian itu adalah saat seorang sahabat melaporkan dirinya kepada Rasulullah SAW saat ia berhasil menyembuhkan seorang pemimpin kabilah dari sengatan kalajengking dengan membaca Al Fatihah.

    Sementara itu, Imam Al Ghazali mengatakan bahwa orang yang membaca surah Al Fatihah sebanyak 100 kali, maka ia akan memperoleh segala sesuatu yang diinginkan dengan segera. Muslim tersebut juga akan terlindung dari segala perkara yang ditakuti dan terpelihara dari kezaliman.

    Setelah membaca surat Al-Fatihah, muslim disunnahkan untuk membaca sebuah doa.

    Doa Setelah Baca Al Fatihah Beserta Artinya

    Masih diambil dari sumber yang sama, doa setelah membaca surah Al Fatihah adalah sebagaimana berikut.

    الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا يَفُوقُ كُلَّ حَمْدِ الْحَامِدِينَ. حَمْدًا يَكُوْنُ رِضًا وَمَرْضِيًّا عِنْدَ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ . الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الَّذِي دَحَى الْأَرْضَ وَالْأَقَالِيمَ، وَاخْتَصَّ مُوْسَى الْكَلِيْمَ، وَأَحْيَ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ، وَسَمَّى نَفْسَهُ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، فَهُمَا إِسْمَانِ جَلِيْلَانِ فِيْهِمَا شِفَاءٌ لِكُلِّ سَقِيْمٍ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ الَّذِي لَيْسَ لَهُ مُنَازِعٌ فِي الْمُلْكِ وَلَا شَرِيكٌ وَلَا قَرِيْنٌ وَلَا وَزِيرٌ وَلا وَلَا مُشِيْرٌ وَلَا مُعِيْنٌ، بَلْ كَانَ قَبْلَ الْعَوَالِمِ أَجْمَعِيْنَ. أَنْتَ الْمُحِيْطُ بِجَمِيعِ السَّلَاطِيْنِ وَالشَّيَاطِيْنِ، وَعَوْنِيْ عَلَى الْأَبْعَدِينَ وَالْأَقْرَبِيْنَ، وَوَجْهِي عَلَى الْأَجْنَاسِ الْمُخْتَلَفَةِ.

    وَإِيَّاكَ نَعْبُدُ بِالْإِقْرَارِ، وَنَعْتَرِفُ بِالتَّقْصِيْرِ ، وَنَسْتَغْفِرُكَ مِنَ الذُّنُوْبِ وَنَتُوْبُ إِلَيْكَ. وَنَشْهَدُ أَنْْ لٓا إِلَهَ إِلَا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ، صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ عَلَى كُلِّ حَاجَةٍ مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ. يَاهَادِيَ الْمُضَلِّيْنَ، لَا هَادِيَ غَيْرَكَ.

    اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ. اَللَّهُمَّ يَا مَالِكَ رِقَابِ الْغَوَالِمِ كُلَّهَا، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ. رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْغَمِّ يَامُنْجِيَ الْمُؤْمِنِيْنَ. فَرْجِ الْكُرَبِ عَنِّي يَا مُفَرِّجَ الْمَكْرُوبِيْنَ. يَا رَبِّ يَا غِيَاثَ الْكُرَبِ عَنِّي، يَا مُفَرِّجَ الْمَكْرُونِينَ، يَارَبِّ يَاغِيَاثَ الْمُسْتَغِيثِيْنَ، إِكْفِنِي وَنَجِّنِي مِمَّا أَخَافُ، وَأَحْذَرُ، وَسَخَّرْ لِي مَنْ أَحْوَجْتَنِيْ إِلَيْهِ، يَا مُعَيْتُ أَعْتَنِيْ.

    وَذَا النُّوْن إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ. فَاسْتَجَابَ لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ منَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِيْنَ.

    وَصَلَى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ الطَّاهِرِينَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

    Terjemahan: Segala puji bagi Allah, Tuhan penguasa alam semesta, pujian yang mengungguli setiap pujian orang-orang yang memuji, pujian yang diridai oleh Tuhan penguasa alam semesta. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yang menghamparkan bumi beserta seluruh penjurunya. Mengkhususkan Musa sebagai nabi yang diajak bicara secara langsung. Menghidupkan tulang-belulang yang sudah hancur. Menyebut diri-Nya sebagai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah, sebuah nama agung yang mengandung obat bagi segala macam penyakit.

    Penguasa hari Pembalasan yang tak ada penentang, sekutu, teman, menteri, penasihat, atau penolong. Bahkan, Dia telah ada sebelum alam semesta ada. Engkaulah yang menguasai semua penguasa dan setan. Engkaulah penolongku terhadap musuh yang jauh dan yang dekat. Dan Engkaulah wajahku dalam menghadapi berbagai jenis manusia.

    Kepada-Mu aku menyembah dengan penuh pengakuan. Mengakui kekurangan, memohon ampun atas semua dosa, dan bertobat kepada-Mu. Kami bersaksi tiada tuhan selain Engkau Yang Maha Esa lagi tidak memiliki sekutu dan Muhammad Saw. adalah hamba sekaligus utusan-Mu. Kepada-Mu kami memohon pertolongan atas setiap kebutuhan dunia dan agama. Wahai Zat yang memberikan petunjuk bagi orang-orang yang sesat, tak ada pemberi petunjuk selain diri-Mu.

    Tunjukilah kami jalan yang lurus. Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai, dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat. Ya Allah, penguasa seluruh alam, tiada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sungguh, kami termasuk orang-orang yang zalim. Ya Allah, hindarkan aku dari kesedihan, wahai Zat yang menyelamatkan kaum Mukminin. Hilangkan kesusahanku, wahai Zat yang menghilangkan kesusahan orang-orang yang susah. Ya Allah, Tuhan yang menghilangkan kesedihanku, wahai Tuhan yang menghilangkan kesusahan orang-orang yang susah. Ya Allah, Tuhan yang menolong orang-orang yang memohon pertolongan. Cukupilah aku, selamatkan aku dari sesuatu yang kutakutkan dan kukhawatirkan. Tundukkan kepadaku orang yang kubutuhkan. Wahai Tuhan Yang Maha Penolong, tolonglah aku.

    Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami takkan mempersempitnya (menyulitkannya), Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, “Bahwa tiada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

    Semoga kesejahteraan senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya yang suci, dan juga kepada segenap sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan penguasa alam semesta.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com