Tag: alangkah

  • 5 Tips Hilangkan Bau Asap Rokok di Rumah, Bisa Pakai Cuka


    Jakarta

    Bau asap rokok yang tercium di ruang tertutup akan bertahan cukup lama. Hal ini dikarenakan asap tidak dapat terbuang keluar dan udara segar tidak dapat masuk ke dalam rumah.

    Hal ini dapat berbahaya bagi anggota keluarga yang tidak merokok, terutama anak-anak. Oleh karena itu, banyak anjuran jika ingin merokok sebaiknya dilakukan di luar ruangan.

    Namun, sering didapati anjuran merokok di luar tidak sepenuhnya efektif menghilangkan bau karena asap rokok tersebut tertinggal di pakaian.


    Lantas, bagaimana cara efektif menghilangkan bau asap rokok?

    Dilansir dari Real Simple, berikut cara menghilangkan bau asap rokok di rumah.

    1. Perbanyak Ventilasi

    Ketika mencium bau asap rokok, lekas buka pintu dan jendela. Jauhkan anak-anak dari sumber asap rokok. Jika bau masih tercium, nyalakan kipas angin untuk membantu bau memudar.

    Sirkulasi udara yang baik dapat mendorong asap keluar dan menggantinya dengan udara yang bersih dan tidak berbau.

    2. Cuci Pakaian

    Seperti yang disebut sebelumnya asap rokok bisa menempel pada pakaian. Sebelum memeluk, menggendong, atau menyentuh anak-anak atau anggota keluarga yang tak merokok alangkah baiknya ganti pakaian dan bersihkan tangan dan kaki.

    Cara mencuci baju bisa menggunakan detergen biasa dan tambahkan baking soda untuk membantu menghilangkan bau asap dari rumah.

    3. Gunakan Cuka

    Cuka memiliki bau yang khas dan tajam. Terkadang bahan ini digunakan untuk mengusir serangga. Bahan alami ini ternyata memiliki kegunaan lain yakni menyerap bau asap termasuk dari rokok.

    Caranya dengan campurkan cuka dengan air. Lalu masukkan ke dalam botol semprotan. Bersihkan udara dengan kamu semprotkan ke ruangan dan furniture yang bau asap rokok.

    4. Gunakan Baking Soda

    Biasanya baking soda digunakan untuk bahan makanan dan membersihkan noda. Ternyata bahan ini juga dapat menyerap bau asap rokok. Cukup taburkan baking soda ke furnitur yang terkena bau asap rokok, lalu biarkan selama beberapa jam dan sedot debu untuk menghilangkan sisa baking soda serta bau asap rokok.

    5. Bersihkan Asbak Rokok

    Tak kalah penting, setiap hari asbak bekas merokok harus dicuci karena sering dibawa pulang oleh klien. Dengan asbak yang bersih maka tidak akan membahayakan siapa pun yang duduk di dekat asbak.

    Cara Mencegah Bau Asap Rokok Sejak Awal

    1. Jangan merokok di dalam ruangan.

    2. Untuk membantu membatasi asap rokok di satu ruangan, tutuplah pintu seluruh rumah.

    3. Gunakan pembersih udara dan ganti filter secara teratur.

    Itulah cara menghilangkan bau asap rokok di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Merawat Bendera Merah Putih agar Warnanya Tak Kusam



    Jakarta

    Peringatan kemerdekaan Indonesia ke-80 tahun tinggal menghitung hari. Salah satu cara kita sebagai warga negara untuk merayakan hari penting ini adalah dengan mengibarkan bendera merah putih di depan rumah, kantor, atau tempat usaha.

    Sebelum menggantung di luar, alangkah baiknya kondisi bendera tersebut bersih dan rapi sehingga tampak indah saat dilihat. Bahan bendera yang biasa dipakai adalah campuran katun dan polyester sehingga ketika bahan sudah dilipat terlalu lama muncul garis bekas pada permukaannya.

    Agar tampilannya kembali rapi dan bersih, bendera tersebut harus dicuci. Dilansir CNET berikut cara mencuci bendera merah putih yang aman dan tidak luntur.


    1. Pakai Air Dingin

    Untuk menjaga kondisi kain termasuk warnanya, disarankan untuk memakai air dingin. Sebab, air hangat akan memecah serat kain dan membuat warnanya mudah pudar. Sebagai tambahan, pakai sabun yang khusus untuk mencuci kain dengan air dingin.

    2. Jangan Campur dengan Pakaian Lain

    Saat mencuci bendera sebaiknya tidak dicampur dengan pakaian lain. Begitu pula saat merendamnya. Hal ini untuk menghindari warna pada bendera luntur atau pudar.

    3. Tambahkan Pelembut Pakaian

    Tambahkan pelembut pakaian sebelum dijemur. Pelembut pakaian dapat menghaluskan serat kain selama pencucian sehingga tidak mudah rusak.

    4. Tidak Perlu Dikeringkan dengan Mesin Cuci

    Setelah dicuci, dibilas, dan direndam di pelembut pakaian, bendera sudah bisa dijemur. Hindari mengeringkan bendera dengan pengering karena dapat berpengaruh pada serat pakaian. Permukaannya bisa terasa kasar dan membuat warna tampak pudar.

    Apabila bendera telah kering dijemur, setrika permukaannya agar terlihat rapi dan bisa berkibar indah ketika tertiup angin.

    Itulah tahapan mencuci bendera merah putih yang aman dan tidak membuat luntur, semoga membantu.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hukum Tidur Setelah Salat Subuh Menurut Islam


    Jakarta

    Pagi hari, khususnya setelah salat Subuh, memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Waktu ini sering dianggap sebagai momen produktif dan penuh berkah.

    Namun, banyak muslim yang masih terbiasa tidur kembali setelah menunaikan salat Subuh. Lantas, bagaimana pandangan Islam mengenai kebiasaan ini?


    Tidur Setelah Subuh: Hukum dan Alasannya

    Tidur setelah salat Subuh dalam Islam tidak dianjurkan dan hukumnya makruh. Makruh berarti perbuatan tersebut tidak dilarang secara mutlak, namun sangat tidak disarankan untuk dilakukan, kecuali dalam kondisi darurat atau ada alasan yang dibenarkan.

    Hukum ini didasari pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi, di mana Rasulullah SAW pernah berdoa:

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

    Artinya: “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”

    Dengan tidur di waktu pagi, seseorang berisiko tidak mendapatkan keberkahan dari doa Rasulullah SAW tersebut.

    Para ulama, termasuk Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, juga menjelaskan mengapa tidur setelah Subuh itu tidak baik. Beliau berkata:

    وَنَوْمُ الصُّبْحَةِ يَمْنَعُ الرِّزْقَ؛ لِأَنَّ ذَلِكَ وَقْتٌ تَطْلُبُ فِيهِ الْخَلِيقَةُ أَرْزَاقَهَا، وَهُوَ وَقْتُ قِسْمَةِ الْأَرْزَاقِ، فَنَوْمُهُ حِرْمَانٌ إِلَّا لِعَارِضٍ أَوْ ضَرُورَةٍ،

    Artinya: “Tidur setelah subuh mencegah rezeki, karena waktu subuh adalah waktu mahluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki. Tidur setelah subuh suatu hal yang dilarang (makruh) kecuali ada penyebab atau keperluan.”

    Dikutip dari buku Rahasia Berdoa ketika Subuh oleh Saiful Anwar Al Batawy, beberapa kerugian lain dari tidur setelah Subuh meliputi:

    • Kehilangan Keberkahan: Waktu pagi adalah waktu turunnya berkah, yang bisa terlewatkan jika kita kembali tidur.
    • Melemahkan Badan: Kebiasaan ini bisa membuat tubuh terasa malas dan tidak bersemangat untuk memulai aktivitas.
    • Menyelisihi Kebiasaan Salaf: Para pendahulu yang saleh membenci tidur di waktu ini dan lebih memilih untuk beribadah atau beraktivitas.
    • Menghalangi Rezeki: Waktu pagi adalah saat rezeki dibagikan, sehingga tidur bisa menjadi penghalang datangnya rezeki.
    • Melewatkan Ibadah: Ada risiko tidak bangun lagi dan melewatkan salat Subuh.

    Manfaatkan Waktu Subuh dengan Hal Bermanfaat

    Sebagai muslim, alangkah baiknya jika waktu setelah salat Subuh digunakan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam surah Ar-Rum ayat 17:

    فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ

    Artinya: “Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh).”

    Ayat ini menyerukan umat Islam untuk memuji dan memanfaatkan waktu-waktu salat, termasuk waktu subuh, sebagai momen untuk bertasbih dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memanfaatkan waktu ini untuk kebaikan, insyaallah rezeki yang kita dapatkan juga akan semakin bertambah.

    Wallahu a’lam.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com