Tag: alat kebersihan

  • 9 Alat Kebersihan yang Harus Ada di Rumah, Sudah Punya Belum?


    Jakarta

    Membersihkan rumah adalah kewajiban para penghuni untuk memastikan kondisi hunian yang nyaman dan terawat. Biasanya di setiap rumah pasti ada sapu dan pel untuk membersihkan lantai.

    Namun, bukan cuma lantai yang perlu dibersihkan, tetapi juga jendela, perabotan, piring, hingga toilet. Nah, kamu akan membutuhkan beberapa alat kebersihan lainnya untuk membersihkan seisi rumah.

    Selain sapu dan pel, alat kebersihan apa lagi ya yang wajib ada di rumah? Yuk, cek daftarnya berikut ini, dilansir dari Better Homes & Gardens, Selasa (25/6/2024).


    Alat Kebersihan yang Wajib Ada di Rumah

    1. Kain Mikrofiber

    Hand is cleaning car headlight with a using red microfiber cloth,Automotive maintenance concept.ilustrasi kain microfiber Foto: Getty Images/iStockphoto/Birdlkportfolio

    Kain mikrofiber memiliki serat-serat mikro atau kecil sehingga teksturnya sangat halus dan lembut. Kain ini lebih efektif dalam membersihkan kotoran daripada kain biasa. Ukuran serat yang kecil pada kain menciptakan listrik statis yang memungkinkannya mengangkat debu, kotoran, buih sabun, dan minyak dengan lebih kuat.

    Dengan kain mikrofiber, kegiatan bersih-bersih akan jauh lebih mudah, apalagi karena bisa digunakan di hampir semua benda di rumah, mulai dari wastafel hingga kulkas.

    2. Serbet

    Kitchen utensils, cloth hanging alone on wall.ilustrasi serbet Foto: Getty Images/iStockphoto/blyjak

    Serbet merupakan kain yang multifungsi. Selain untuk mengelap tangan, serbet juga berguna untuk mengeringkan peralatan makan dan minum. Serbet juga bisa digunakan untuk membersihkan permukaan kompor dan meja dapur.

    Untuk menjaganya agar tetap bersih dan bebas bakteri, segera cuci serbet setiap habis digunakan, ya!

    3. Spons

    Blue whale sponge isolated on white background. Top viewSpons Foto: Istock

    Nggak cukup satu, ada berbagai jenis spons yang wajib kamu miliki di rumah. Setiap rumah harus memiliki spons dua sisi yang bisa digunakan untuk berbagai jenis pekerjaan rumah tangga, seperti mencuci piring dan membersihkan oven.

    Ada juga spons kawat yang ampuh membersihkan kotoran membandel pada panci dan benda-benda dari besi lainnya. Spons mikrofiber juga wajib kamu miliki untuk mengangkat air dan kotoran dengan lebih cepat.

    4. Pembersih Kaca dari Karet (Squeegee)

    Pekerjaan membersihkan kaca gedung kerap dinilai sebagai pekerjaan laki-laki. Namun, wanita ini buktikan ia pun mampu bekerja sebagai pembersih kaca gedung.Pembersih Kaca Foto: AP Photo/Vahid Salemi

    Squeegee merupakan alat pembersih kaca yang terbuat dari karet. Kamu wajib memilikinya di rumah karena fungsinya yang beragam. Squeegee bisa kamu gunakan untuk membersih kaca kamar mandi, kaca jendela, hingga dinding kamar mandi yang terbuat dari ubin.

    Sistem kerja alat ini adalah dengan menyeka air dari permukaan yang dibersihkan. Dengan menyeka air dengan alat ini, peralatan rumah yang selesai dicuci bisa terhindar dari pertumbuhan jamur dan lumut.

    5. Kemoceng

    70 Persen warga Desa Tarikolot, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, merupakan pembuat kerajinan tradisional. Mereka memproduksi sapu, kemoceng dan lain-lain.Ilustrasi Kemoceng Foto: Bima Bagaskara

    Kemoceng merupakan alat paling umum yang digunakan untuk membersihkan debu. Gagangnya yang panjang memudahkan kita menjangkau area-area yang sulit dijangkau, seperti bagian atas lemari, selubung jendela, dan pajangan dinding tanpa harus menaiki tangga.

    6. Sikat Gosok

    Sikat LantaiSikat Gosok Foto: iStock

    Kotoran dan noda membandel di lantai seringkali sulit dibersihkan hanya dengan sapu dan pel. Nah, karena itu, kamu harus memiliki sikat gosok yang mampu mengangkat kotoran dan noda membandel tersebut.

    7. Sikat Toilet

    Toilet Brush on White Background.Toilet Brush on White Background. Foto: iStock

    Sikat toilet juga tak kalah penting untuk dimiliki di rumah. Gunakan sikat ini khusus untuk membersihkan toilet agar bersih dari kotoran dan noda yang membandel. Dengan rutin menyikat toilet, rumah bisa terhindar dari kuman dan bakteri yang bisa memicu berbagai penyakit.

    8. Pengki

    Dust on a house floor and floor brush with dustpan background. Home cleaning concept.Ilustrasi Pengki Foto: Getty Images/iStockphoto/undefined undefined

    Pengki merupakan alat untuk menampung debu dan kotoran saat menyapu sebelum akhirnya dibuang ke tempat sampah. Alat ini penting untuk dimiliki agar kamu tak perlu repot memungut sampah yang kamu sapu dari lantai.

    9. Penyedot Debu (Vacuum Cleaner)

    happy girl cleaning carpet with vacuum cleanerhappy girl cleaning carpet with vacuum cleaner Foto: Getty Images/iStockphoto/LightFieldStudios

    Penyedot debu atau vacuum cleaner adalah alat penting lainnya yang harus kamu miliki di rumah. Selain membersihkan lantai, vacuum cleaner adalah kunci untuk menjaga furnitur dan kasur berlapis kain agar bebas dari debu, bulu, serbuk sari, dan alergen lainnya.

    Itulah 9 alat kebersihan yang wajib kamu miliki di rumah, selain sapu dan pel. Dengan memiliki kesembilan alat tersebut, kegiatan bersih-bersih akan jauh lebih mudah untuk dilakukan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Deretan Barang yang Harus Dimiliki Setelah Beli Rumah


    Jakarta

    Membeli rumah merupakan mimpi bagi kebanyakan orang. Hal tersebut juga menjadi salah satu cara untuk memiliki sebuah hunian.

    Namun jangan lupa, setelah membeli rumah kamu juga harus mengisi dalamnya. Nah, ada beberapa barang yang sebaiknya dimiliki setelah membeli rumah.

    Apa saja ya barang-barang yang harus dimiliki terlebih dahulu setelah membeli rumah? Dilansir dari The Spruce, Sabtu (7/9/2024).


    Kasur yang Bagus

    Banyak pemilik rumah yang tidak memprioritaskan beli kasur yang bagus setelah membeli rumah. Banyak yang berpikir, kasur yang bagus bisa dibeli nanti seiring berjalannya waktu.

    Mereka cenderung lupa belanja kasur dua kali adalah pemborosan. Bukan hanya buang-buang uang, tetapi juga merupakan ‘sampah’ yang besar di tempat pembuangan sampah.

    Meja Nakas dan Tirai

    Meja nakas juga dibutuhkan untuk menaruh barang-barang serta lampu tidur. Kamu juga memerlukan tirai untuk menjaga privasi dari luar.

    Peralatan Dapur

    Peralatan dapur yang dasar harus dimiliki buat kamu yang baru beli rumah, misalnya seperti panci, wajan, alat masak, talenan, hingga pisau. Walaupun kamu akan lebih banyak memesan makanan, namun peralatan tersebut setidaknya harus tersedia di rumah karena sewaktu-waktu bisa saja kamu akan memasak atau menyiapkan makanan.

    Ruang dan Alat Makan

    Kamu juga harus menyediakan tempat makan, mau itu di meja dapur atau ruang makan. Tak lupa sediakan juga alat makan seperti gelas, piring, sendok dan garpu.

    “Setiap orang harus makan di suatu tempat, jadi area makan yang dilengkapi dengan baik agar keluarga dapat berkumpul untuk makan malam atau sarapan sebelum pergi sangat penting,” kata Chief Marketing Officer dan Direktur Konten The Plant Collection, Laurel Vernazza, dikutip dari The Spruce.

    Alat Kebersihan

    Alat kebersihan, seperti kemoceng, sapu, pel, maupun penyedot debu atau vacuum cleaner harus ada di rumah baru. Alat-alat itu akan dibutuhkan untuk membersihkan rumah baru sebelum benar-benar ditempati.

    Alat Perkakas

    Alat-alat perkakas, seperti palu, paku, obeng, hingga pita mengukur juga harus ada di rumah. Sebab, kamu tidak pernah tahu kapan akan membutuhkan perbaikan kecil atau cepat.

    Palu merupakan alat serbaguna untuk perbaikan kecil di rumah, seperti memasang dan mencabut paku untuk memasang bingkai foto atau bisa juga untuk memecahkan barang. Sementara itu, obeng bisa dipakai untuk melepaskan skrup yang tidak diinginkan di dinding, merakit, atau membongkar furnitur.

    Itulah beberapa barang yang harus ada di rumah baru. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Jitu Bersihkan Sofa Basah yang Terendam Banjir


    Jakarta

    Sofa memiliki bahan yang lembut, halus, dan mudah menyerap air. Perabotan satu ini harus tetap kering agar tekstur dan warnanya tetap terjaga dan tahan lama.

    Namun, pasti ada beberapa pengguna yang rumahnya kebanjiran sehingga meninggalkan noda pada permukaan sofa dan harus segera dibersihkan.

    Cara membersihkan sofa, tidak sama dengan pakaian yang bisa asal direndam dan disikat. Ukurannya jauh lebih besar dan bahan pelapis berbeda dari kain biasanya sehingga harus menggunakan cara khusus agar saat sudah bersih tetap bagus tampilannya tanpa kusut dan meninggalkan noda.


    Dilansir Ideal Home, menurut Margaret Larson dari Sustainable Furniture, sebaiknya sebelum membersihkan sofa, kamu melakukan patch test atau uji tempel terlebih dahulu. Hal ini untuk mencegah kerusakan pada sofa.

    “Sebelum membersihkan sofa, pastikan kamu melakukan patch test dengan menggunakan produk kebersihan atau alat kebersihan pada bagian kecil di sofa. Pastikan area ini tersembunyi jadi apabila terdapat kerusakan tidak terlalu kelihatan. Perhatikan pada warna yang hilang atau tekstur aneh. Jika hal itu muncul jangan gunakan produk tersebut ke seluruh sofa,” ujarnya, dikutip dari Ideal Home, Senin (25/12/2023).

    Cara Membersihkan Sofa yang Kotor Terendam Banjir

    1. Keringkan dengan Vacuum Cleaner

    Sofa kurang disarankan untuk dijemur ketika basah. Sebab, sinar matahari langsung dapat memudarkan warna sofa, membuat kain kusut dan menciut, serta merusak bagian jok. Lebih baik, kamu gunakan vacuum cleaner yang khusus untuk menyedot air. Alat ini juga ampuh untuk menghilangkan noda.

    2. Cara Hilangkan Noda dan Bau

    Sofa yang terendam banjir bisa saja muncul bau tidak sedap karena kita tidak tahu air banjir tersebut berasal dari mana. Untuk membersihkannya, kamu bisa menggunakan sabun khusus yang aman untuk bahan permukaan sofa. Jika tidak ada ketentuan khusus, kamu bisa mencampurkan air dan sabun cuci piring untuk menghilangkan noda dan baunya.

    Tepuk-tepuk permukaan sofa, usap-usap secara lembut pada bagian yang agak membandel. Kemudian bilas dengan air bersih melalui spons yang bersih. Jika kamu memiliki vacuum cleaner khusus untuk menyedot air, kamu bisa memakai alat tersebut. Alat lainnya yang bisa digunakan adalah kain atau tisu bersih dan kering.

    Jika furnitur Anda tidak dapat dibersihkan dengan air, coba gunakan cuka pada kain untuk menepuk-nepuk noda. Namun, kamu harus cek terlebih dahulu apakah bahan sofa aman jika dibersihkan dengan cuka. Bau cuka akan hilang saat area tersebut kering.

    3. Rapikan Permukaan Sofa dengan Uap

    Sofa yang basah pasti membuat permukaan bahannya kusut dan tidak serata seperti tampilan awal. Pakai alat steam atau alat semacam vacuum cleaner yang bisa khusus untuk membuat uap yang fungsinya agar tidak membuat permukaannya kusut. Gunakan dengan pengaturan rendah dan terus gerakkan steamer agar tidak berbekas di sofa yang bisa merusak bahan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingat! Barang Ini Sebaiknya Tak Ada di Kamar, Bisa Ganggu Ketenangan


    Jakarta

    Kamar tidur adalah ruangan yang cukup private. Ruangan ini didesain sesuai kebutuhan dan keinginan penghuninya. Meskipun tidak ada aturan mengenai apa yang harus ada di kamar, tetapi ada beberapa barang yang sebaiknya tidak berada di dalam kamar.

    Dilansir The Spruce, beberapa barang dinilai tidak cocok berada di kamar karena dapat mempengaruhi suasana di dalamnya. Menurut Laura W Jenkins, sebaiknya menyimpan benda-benda yang bisa membuatmu rileks di kamar tidur, seperti buku dan foto keluarga.

    Lantas, barang apa saja yang sebaiknya dijauhkan dari kamar? Berikut daftarnya.


    1. Barang Elektronik

    Menurut desainer interior Laura W Jenkins di kamar tidur seharusnya tidak ada barang elektronik yang dapat mendistraksi seperti hal-hal yang berbau hiburan. Sebab, menurutnya kamar tidur adalah ruangan untuk penghuninya istirahat.

    Barang elektronik seperti kipas angin, AC, atau alat kebersihan adalah pengecualian karena barang-barang tersebut dapat membuat penghuninya lebih nyaman ketika tidur.

    Selain barang elektronik seperti TV, laptop, konsol game, atau speaker dikeluarkan, ia juga menyarankan untuk menggunakan warna cat yang menenangkan seperti warna bumi atau earth tone.

    2. Baju Tak Terpakai dan Peralatan Gym

    Mengurangi barang-barang tak terpakai adalah keharusan yang perlu diterapkan pada semua ruangan. Desainer Jean Parker mengatakan apabila di kamar banyak baju tidak terpakai atau sudah tidak muat, sebaiknya segera dikeluarkan untuk didaur ulang, dijual, atau diberikan kepada orang lain.

    Ruang yang sedikit barang tidak akan mengganggu pergerakan dan pandangan. Dengan begitu penghuninya bisa mendapatkan ruang lebih untuk mengisi kembali energi yang habis setelah seharian di luar rumah.

    Lalu, ia menyarankan agar di dalam kamar tidak ada barang besar dan berbahaya di dalam kamar, seperti peralatan gym. Sebab, peralatan tersebut berbahaya, ketika tersandung atau terjadi gempa bumi.

    “Kamar tidurmu bukanlah tempat gym, jadi saya akan menahan diri untuk menempatkan alat-alat olahraga di sana,” ujarnya dikutip dari The Spruce.

    3. Peralatan Kantor

    Setelah pandemi, banyak orang yang menggunakan kamar tidurnya sebagai ruang kerja. Alhasil kamu bisa seharian berada di ruangan tersebut. Apabila kamu tidak memiliki ruang lain untuk dijadikan ruang kantor, Desainer Amity Worrel meminta agar menggunakan meja yang kecil dan santai sebagai meja kerjamu di rumah. Dengan begitu itu tidak akan mengingatkanmu akan pekerjaan.

    “Saat membuat tempat yang seharusnya membuat rileks dan menjadi pelarian dari pekerjaan, sangat penting untuk mempertimbangkan apa yang harus ada di kamar atau tidak,” paparnya.

    4. Jangan Terlalu Banyak Rak Terbuka

    Memiliki banyak ruang penyimpanan sebenarnya memudahkan penghuni untuk menyimpan barang dan ruangan pun terlihat lebih rapi. Namun, sebenarnya yang lebih baik lagi adalah mengurangi barang di kamar sehingga rak juga bisa berkurang.

    Selain itu, jangan terlalu banyak memakai rak terbuka karena bisa menjadi tempat untuk menumpuk barang dan sarang debu. Menurut desainer Abbie Naber, apabila terdapat rak terbuka di dalam kamar sebaiknya diisi dengan benda-benda yang bisa membuat penghuninya tersenyum dan diisi seminimal mungkin.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Cara Mudah Bersihkan Dehumidifier, 3 Bagian Ini Wajib Kinclong


    Jakarta

    Dehumidifier adalah salah satu alat yang tengah digandrungi oleh banyak orang. Fungsi alat ini adalah untuk menyerap kelembapan udara pada suatu ruangan.
    Alat ini menjadi penting dan dibutuhkan oleh masyarakat karena kelembapan dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan penghuninya dan struktur bangunan.

    Dilansir detikHealth, ruangan yang lembab dapat memicu banyak penyakit. Spesialis paru dr Agus Susanto, SpP, menjelaskan penyakit tersebut muncul karena aliran udara di kamar tidak berjalan dengan baik sehingga kualitas udaranya tidak bagus.

    “Kalau ruangan terlalu lembap dan sirkulasi udaranya kurang, ruangan itu akan mengandung mikroorganisme karena terlalu lembap. Banyak mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, karena dia terlalu lembap, tidak ada sirkulasi udara yang bagus,” terang dr Agus pada detikcom, Rabu (16/4/2025) lalu.


    Lalu, masalah yang muncul di struktur rumah karena kelembapan udara adalah munculnya jamur di berbagai sudut rumah mulai dari dinding, plafon, barang-barang pribadi, lantai, dan masih banyak lagi.

    Oleh karena itu, saat ini banyak orang yang membeli alat dehumidifier yang dapat menyerap kelembapan secara instan. Fungsinya sebagai alat kebersihan, kamu juga harus menjaga kebersihannya. Alat dehumidifier perlu sering dibersihkan.

    Lantas, bagaimana cara membersihkannya, dikutip dari The Spruce, berikut caranya.

    Sebelum masuk ke cara membersihkan dehumidifier, yang perlu diketahui adalah waktu yang tepat untuk membersihkannya. Menurut para ahli waktu membersihkan dehumidifier lebih baik dilakukan setiap minggu, terutama yang dinyalakan setiap hari.

    Cara Membersihkan Dehumidifier

    1. Matikan Dehumidifier

    Sama seperti saat membersihkan dispenser, vacuum cleaner, atau kipas angin, dehumidifier juga harus dalam keadaan mati. Lalu, baca buku panduannya untuk melihat bagian mana saja yang bisa dilepas untuk dibersihkan. Masing-masing dehumidifier memiliki penyusunan komponen yang berbeda-beda.

    2. Cek Ember Dehumidifier

    Ember atau wadah penampung air pada dehumidifier biasanya dibuat transparan agar penggunanya tahu ketinggian air yang telah ditampung. Bagian ini merupakan salah satu yang harus dibersihkan. Caranya dengan membuang air kotor di dalamnya ke saluran. Kemudian, tuang air hangat ke dalamnya dan beberapa tetes sabun cuci piring.

    Gosok secara perlahan menggunakan spons permukaan dalamnya dan bilas dengan air bersih bersuhu normal. Apabila warna ember tersebut berubah, misalnya dari putih ke coklat, coba tuangkan cuka di dalam air hangat tadi dan gosok secara perlahan.

    3. Cek Filter

    Namanya penyedut kelembapan udara, pasti di dalamnya terdapat filter untuk menyaring benda-benda berat dan padat yang dapat masuk ke dalam alat tersebut.
    Untuk membersihkan filter dehumidifier, bisa menggunakan penyedot debu. Jika kotorannya tak bisa hilang, kamu bisa membilasnya dengan air dan disikat dengan sabun lembu. Lalu biarkan filter mengering secara menyeluruh sebelum dipasang kembali.

    4. Bersihkan Bagian Luarnya

    Selain dua bagian penting tadi, bagian luar juga perlu dibilas. Tidak perlu disikat dengan sikat keras. Sebab, biasanya bagin luar kotor karena debu atau kotoran yang masih bisa mudah dibersihkan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Merawat Marmer agar Tidak Gores dan Tetap Mengkilap


    Jakarta

    Marmer adalah jenis batuan yang sering digunakan di rumah dan bangunan mewah. Meskipun, harganya mahal, banyak orang tertarik dengan keindahan yang ditawarkan oleh batu tersebut.

    Batuan yang terbuat dari dari batu kapur atau dolomit yang melalui proses pemanasan dan tekanan yang ekstrem ini memiliki cara perawatan khusus dan beda dengan jenis batuan lain.

    Penggunanya pasti tak mau marmer lecet atau pecah karean biaya perbaikan dan penggantiannya pasti mahal.


    Dilansir Homes and Garden, berikut beberapa hal yang harus dihindari agar marmer tidak tergores dan rusak.

    1. Hindari dari Cairan Asam

    Marmer sebaiknya dihindari dari cairan asam, terutam dari kopi, jus, atau anggur. Jika ada cairan asam yang tumpah, nodanya akan sulit dibersihkan karena akan muncul pori-pori dan lubang pada permukaannya hingga merubah warna pada marmer tersebut.

    Hal ini juga berlaku untuk alat kebersihan di rumah. Pakai bahan pembersih yang pH nya netral. Hindari penggunaan cuka, air jeruk lemon, atau produk berbahan dasar pemutih karena dapat menghilangkan lapisan penyegel dan melemahkan lapisan batu, yang menyebabkan goresan permanen.

    2. Hindari Memotong Tanpa Alas

    Saat hendak memotong buah, sayuran, daging, dan bahan lainnya sebaiknya jangan di atas marmer. Gunakan talenan atau alas lain karena ujung dari pisau bisa membuat goresan pada permukaan marmer. Hal ini juga berlaku pada barang-barang yang dapat digerakkan di atas lantai seperti meja, kursi, kipas angin yang ujungnya lancip. Dikhawatirkan ketika digerakkan menimbulkan goresan.

    3. Tidak Boleh Terkena Panas Terlalu Lama

    Lindungi marmer di rumah dari panas terutama dari panci atau wajan yang baru dipakai memasak. Panas yang terlalu tinggi dapat menimbulkan perubahan warna pada panci dan wajan. Hal ini juga berlaku pada piring, mangkok, dan gelas yang berisi air atau makanan panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Alat Kebersihan yang Wajib Ada di Rumah Selain Sapu dan Pel


    Jakarta

    Isi rumah bukan hanya perabotan atau barang yang akan melekat pada tubuh penghuninya, banyak sekali jenis barang lainnya yang harus tersedia di rumah. Salah satunya adalah alat kebersihan. Tanpa ada alat kebersihan, bagaimana cara memastikan rumah bersih dan layak ditempati?

    Bahkan sebenarnya alat kebersihan merupakan barang yang tersedia sejak awal rumah tersebut selesai dibangun. Sebab, biasanya penghuni yang sedang mengecek hasil pembangunan pasti membutuhkan minimal sapu dan pel untuk membersihkan debu di lantai.

    Selain sapu dan pel, alat kebersihan apa lagi yang harus ada di rumah?


    Dilansir dari Homes and Gardens berikut beberapa alat kebersihan yang tidak boleh terlewat di rumah.

    Alat Kebersihan yang Wajib Ada di Rumah

    1. Pengki

    Dust on a house floor and floor brush with dustpan background. Home cleaning concept.Ilustrasi Pengki Foto: Getty Images/iStockphoto/undefined undefined

    Salah satu alat yang sangat berguna di rumah dan tentunya murah adalah pengki. Alat kebersihan satu ini berguna untuk menampung debu yang sudah dikumpulkan sehingga lebih mudah ketika dibuang. Alat ini bisa bertahan lama selama tidak untuk mengangkat benda berat atau terkena beban yang terlalu berat.

    2. Spons

    Blue whale sponge isolated on white background. Top viewSpons Foto: Istock

    Kebanyakan spons digunakan untuk mencuci piring. Namun, kegunaan barang satu ini lebih daripada itu. Bahannya yang bisa menyerap air sangat berguna untuk mengeringkan berbagai macam permukaan benda. Hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan spons adalah sebisa mungkin sering diganti karena masa pemakaiannya singkat. Apabila tidak diganti, spons akan menjadi sarang bakteri.

    3. Kain Mikrofiber

    Hand is cleaning car headlight with a using red microfiber cloth,Automotive maintenance concept.ilustrasi kain microfiber Foto: Getty Images/iStockphoto/Birdlkportfolio

    Selain spons, siapkan pula kain mikrofiber. Ukurannya beragam dan barang satu ini lebih lebar daripada spons sehingga bisa mempercepat pekerjaan. Kain mikrofiber juga tahan lama, bisa dipakai berulang kali, dan bagus untuk menyerap air.

    Ukuran serat yang kecil pada kain menciptakan listrik statis yang memungkinkannya mengangkat debu, kotoran, buih sabun, dan minyak dengan lebih kuat.

    4. Serbet

    Kitchen utensils, cloth hanging alone on wall.ilustrasi serbet Foto: Getty Images/iStockphoto/blyjak

    Serbet berbeda dengan kain mikrofiber. Serbet merupakan kain biasa yang berfungsi untuk mengelap tangan yang basah. Biasanya letaknya di dapur, dekat wastafel, atau meja makan. Serbet harus sering dicuci karena ketika permukaannya basah atau lembap bisa berpotensi muncul jamur dan jjadi tempat berkembangnya bakteri.

    5. Pembersih Kaca

    Pekerjaan membersihkan kaca gedung kerap dinilai sebagai pekerjaan laki-laki. Namun, wanita ini buktikan ia pun mampu bekerja sebagai pembersih kaca gedung.Pembersih Kaca Foto: AP Photo/Vahid Salemi

    Kaca di rumah juga harus sering-sering dibersihkan. Apabila dibiarkan, kaca akan menjadi buram dan tidak enak dipandang. Membersihkan kaca seminggu sekali juga tidak masalah. Apabila tidak punya alat untuk mengelap kaca, bisa memakai kain mikrofiber.

    6. Kemoceng

    70 Persen warga Desa Tarikolot, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, merupakan pembuat kerajinan tradisional. Mereka memproduksi sapu, kemoceng dan lain-lain.Ilustrasi Kemoceng Foto: Bima Bagaskara

    Kemoceng merupakan alat pembersih untuk membuang debu yang menempel pada perabotan rumah tangga. Alat ini hanya bisa dipakai untuk membersihkan permukaan yang kering. Pengganti kemoceng bisa memakai kain kering atau kain mikrofiber yang kering.

    7. Sikat Gosok

    Sikat LantaiSikat Gosok Foto: iStock

    Bentuknya mirip sapu karena memiliki tongkat yang panjang. Padahal alat kebersihan ini berbeda dengan sapu. Sikat gosok berguna untuk membersihkan noda membandel pada lantai atau dinding. Bagian bawahnya keras, tajam, dan rapat.

    8. Sikat Toilet

    Toilet Brush on White Background.Toilet Brush on White Background. Foto: iStock

    Area kamar mandi sangat membutuhkan sikat toilet. Fungsinya untuk membersihkan toilet agar bersih dari kotoran dan noda yang membandel.

    9. Penyedot Debu (Vacuum Cleaner)

    happy girl cleaning carpet with vacuum cleanerhappy girl cleaning carpet with vacuum cleaner Foto: Getty Images/iStockphoto/LightFieldStudios

    Penyedot debu atau vacuum cleaner merupakan alat kebersihan tidak wajib karena tidak semua keluarga bisa membeli barang ini. Namun, apabila kamu memiliki vacuum cleaner, tidak perlu lagi ada pengki atau sapu di rumah karena alat ini bisa menyedot debu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Spons Cuci Piring Ternyata Sarang Bakteri, Ini Batas Aman Pemakaiannya



    Jakarta

    Spons merupakan alat pembersih kotoran pada perlengkapan makan, kendaraan, hingga perabotan lainnya. Sifatnya yang bisa menyerap air dan seketika kering ketika diperas sangat mudah digunakan daripada kain biasa.

    Kelebihan lain dari spons adalah ketahanannya. Barang satu ini bisa digunakan cukup lama. Biasanya orang akan mengganti spons baru ketika bentuknya sudah berubah drastis menjadi lebih tipis dan kecil. Namun, sebelum bentuknya jadi seperti itu seharusnya spons sudah diganti karena waktu pemakaiannya tidak boleh terlalu lama.

    Dilansir dari Today, para peneliti di Italia menemukan bahwa spons cuci piring tidak bisa digunakan terlalu lama karena benda ini paling mudah terkontaminasi bakteri, mikroorganisme, hingga patogen dari makanan. Mereka menyarankan setiap orang yang masih memakai spons untuk sering menggantinya.


    Seberapa Sering Harus Ganti Spons?

    Masa penggunaan spons yang baik adalah seminggu. Setelah itu, spons harus segera diganti dengan yang baru. Hal ini juga berlaku untuk spons yang digunakan untuk membersihkan benda selain piring atau peralatan makan. Apabila ingin mengganti spons dengan alat kebersihan lain, salah satu barang yang disarankan adalah lap dapur antibakteri atau handuk microfiber yang bisa dicuci dengan mesin cuci.

    Cara Membersihkan Spons

    Setiap selesai menggunakan, spons harus dibersihkan. Caranya dengan direndam ke dalam air hangat yang dicampur dengan sabun. Rendam selama 2 menit lalu bilas dan letakkan di area kering. Cara lainnya bisa merendam spons dalam campuran 1/2 sendok teh pemutih konsentrat dengan satu liter air hangat. Rendam selama 1 menit saja. Letakkan di tempat kering dan dibersihkan minimal sehari sekali.

    Itulah waktu penggunaan spons yang disarankan dan cara membersihkannya. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com