Tag: alergi

  • Sering Terlupakan Dibersihkan, 5 Bagian Kamar Ini Bisa Jadi Sarang Kuman!


    Jakarta

    Memiliki kamar tidur yang bersih tentu membuat penghuni di dalamnya merasa nyaman. Namun, ada saja bagian-bagian yang luput dibersihkan.

    Apabila bagian-bagian tersebut luput dibersihkan bukan tidak mungkin menyebabkan kualitas udara memburuk, bau tidak sedap, serta memicu alergi. Tentunya penghuni rumah tak ingin kamarnya tidak nyaman untuk ditempati.

    Dilansir dari Homes & Gardens, berikut ini beberapa bagian yang kerap dilupakan saat membersihkan kamar tidur.


    1. Kolong Tempat Tidur

    Bagian ini jarang dibersihkan, padahal jika dibiarkan dalam waktu lama akan menimbun debu yang bisa memicu alergi. Biasanya bagian kolong tempat tidur juga sering dipakai untuk menyimpan barang.

    Kalau mau membersihkan kolong tidur sebaiknya keluarkan barang-barang yang ada di sana terlebih dahulu. Setelah itu mulai bersihkan debu dan kalau bisa pel bagian tersebut.

    Selain kolong tempat tidur, headboard kasur juga sering kali luput dibersihkan. Padahal debu yang menempel pada headboard bisa menurunkan kualitas udara di kamar. Untuk membersihkannya bisa menggunakan lap basah.

    2. Saklar Lampu

    Saklar lampu juga menjadi bagian yang jarang dibersihkan. Padahal bagian ini sering kali disentuh oleh penghuni kamar.

    Untuk membersihkannya bisa pakai lap yang sedikit basah dan pembersih serba guna. Pastikan lap yang digunakan jangan terlalu basah karena dikhawatirkan mempengaruhi kelistrikan.

    3. Sarung Bantal

    Sarung bantal menjadi salah satu bagian yang luput dibersihkan. Padahal jika tidak dibersihkan, sarung bantal bisa menjadi sarang kuman. Sebaiknya, sarung bantal dicuci setiap 3-6 bulan sekali.

    4. Kasur

    Membersihkan kasur merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tidur. Namun, hal ini kadang luput untuk dilakukan.

    Untuk membersihkannya, kamu bisa menggunakan vacuum cleaner atau mengebutnya dengan sapu lidi. Selain itu, bisa juga membersihkannya dengan uap yang bisa efektif membunuh bakteri. Namun, jangan gunakan uap pada kasur memory foam, karena panas dapat merusak bahannya.

    5. Lemari

    Seringnya membuka dan menutup lemari untuk mengambil barang bisa dengan cepat menumpuk debu, kotoran, maupun bakteri. Nah, untuk membersihkannya sebaiknya keluarkan barang-barang yang ada di dalamnya.

    Bersihkan debu yang ada di lemari sebelum mengelapnya dengan lap basa. Pastikan lemari sudah kering sebelum mengembalikan barang-barang ke dalamnya.

    Membersihkan lemari juga bisa sekaligus menyortir barang-barang yang tidak diperlukan lagi dan menjualnya atau mendonasikan barang tersebut.

    Kini sudah tahu kan bagian apa saja di kamar tidur yang luput dibersihkan? Ke depannya jangan lupa dibersihkan ya detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Barang di Rumah yang Harus Diganti Rutin Demi Kesehatan dan Keamanan



    Jakarta

    Kita mungkin tanpa sadar sering menumpuk barang di rumah yang setiap hari dipakai dan hampir tidak pernah diganti. Barang tersebut mungkin usianya sudah melebihi masa pakai tetapi kita tidak menyadarinya.

    Padahal, setiap barang di rumah memiliki masa pakai yang jika sudah waktunya harus diganti demi kesehatan dan keselamatan si pemakainya.

    Melansir dari situs Southern Living, pada Senin (24/08/2025), berikut 10 barang yang perlu diganti secara berkala.


    Tempat Makan Plastik

    Tempat makan plastik sebaiknya diganti setiap satu tahun sekali. Bukan hanya noda saus atau bumbu yang membandel sehingga perlu diganti, tetapi terdapat kerusakan lain yang membuat tempat makan plastik harus diganti.

    Goresan pada tempat makan plastik menjadi perangkap bakteri yang berpotensi meracuni makanan yang disimpan dalam wadah. Selain itu, beralih ke tempat makan berbahan kaca juga akan lebih tahan lama dibandingkan wadah plastik.

    Obat-obatan

    Ganti sesuai dengan petunjuk di botol. Rutinlah mengecek lemari obat dan catat apa saja obat yang sudah kedaluwarsa. Biasanya obat-obatan dan vitamin tidak kedaluwarsa terlalu cepat, tetapi jangan luput dari perhatian untuk selalu memeriksa tanggal kedaluwarsanya.

    Spons

    Spons dapur atau spons cuci piring sebaiknya diganti setiap dua bulan. Spons tidak dibuat untuk penggunaan jangka panjang. Bahkan, bisa kurang dari dua bulan jika lebih sering digunakan.

    Penggantian spons secara teratur dapat menjaga spons tetap bersih tanpa penumpukkan bakteri. Simpan spons di rak atas mesin pencuci piring atau sebelah wastafel agar tetap bersih.

    Filter Udara

    Ganti setiap satu hingga tiga bulan. Mengganti filter udara secara teratur di seluruh rumah akan meningkatkan kualitas udara supaya tetap lancar. Ganti filter udara lebih cepat jika ada penghuni rumah khususnya yang mengidap alergi.

    Filter Air

    Tidak seperti filter udara, filter air diganti sesuai petunjuk di produk. Terkadang, orang tidak sadar bahwa air semakin berbau tidak sedap dan itulah fungsi filter air untuk menghentikan kontaminasi pada air.

    Talenan Plastik

    Ganti talenan plastik setiap dua tahun sekali. Seiring waktu, bakteri dapat menumpuk di talenan terutama pada retakan akibat goresan pisau.

    Secara umum, talenan plastik perlu diganti setiap dua tahun sekali, tetapi talenan kayu bisa lebih tahan lama yaitu sekitar lima tahun sekali.

    Sikat Toilet

    Ganti sikat toilet setiap enam bulan sekali. Sikat toilet menyimpan banyak bakteri. Ketika sikat sudah mulai agak berbulu, segera ganti.

    Bantal

    Seberapa sering kamu mengganti bantal? Apakah sudah bertahun-tahun tidak diganti? Padahal, bantal sebaiknya diganti setiap satu atau dua tahun sekali. Sebab, bantal bersentuhan langsung dengan kepala dan wajah setiap malam jadi kebersihannya menjadi priorits utama.

    Kulit mati, bakteri, dan debu dapat menumpuk pada bantal seiring waktu. Jika leher terasa kaku, itu juga pertanda bahwa harus segera ganti bantal. Jangan lupa untuk cuci bantal sesering mungkin agar tetap bersih.

    Kasur

    Membeli kasur adalah hal yang menyebalkan karena harganya mahal, tetapi itu perlu sebab kasur harus diganti setiap lima hingga tujuh tahun sekali. Kasur menjadi sarang bakteri. Untuk perawatannya, bersihkan kasur dengan penyedot debu secara teratur.

    Peralatan Masak Anti Lengket

    Jika kamu punya alat masak anti lengket di dapur, maka ganti setiap lima tahun sekali. Hal ini dilakukan karena lapisan anti lengket mulai perlahan mengelupas, sehingga harus diganti untuk menghindari bahaya termakan bahan kimia.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Geger 23 Orang Masuk RS gegara Digigit Semut Api, Begini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Dilaporkan sebanyak 23 orang warga Australia menjalani perawatan medis sejak Maret 2025 karena sengatan semut api. Di luar itu, pihak Program Pemberantasan Semut Api Nasional mencatat telah menerima 60 laporan terhadap sengatan serangga ini.

    Dilansir detikTravel, meskipun semut api bertubuh mungil, risiko dari gigitannya dapat menimbulkan pustula, alergi, dan yang paling parah adalah kematian.

    Serangga ini akan tiba-tiba menyengat berulang kali saat mereka merasa terancam. Sengatan tersebut akan menyebabkan bentol-bentol yang gatal, nyeri, dan bahkan reaksi alergi yang parah pada beberapa orang.


    Semut api banyak ditemukan di Amerika Serikat, Meksiko, Karibia, Tiongkok, Australia, negara-negara di Eropa, dan Indonesia.

    Penyebab semut api banyak ditemukan di Australia adalah karena hujan deras. Australia tengah mengalami badai tropis pada awal Maret yang menyebabkan serangga tersebut bergerak di atas tanah dan membentuk rakit untuk mengapung ke daerah baru.

    Lantas, bagaimana cara mengantisipasi keberadaan semut api agar tidak masuk ke rumah? Dilansir The Spruce berikut cara cegah dan basmi semut api.

    1. Kulit Jeruk atau Minyak Jeruk

    Mengusir semut api ternyata bisa memakai bahan alami yakni kulit jeruk atau minyak esensial dari jeruk. Semut memiliki penciuman yang tajam, ketika mencium bau jeruk mereka akan menjauh karena terlalu menyengat.

    Cara memasang perangkapnya dengan meletakkan kulit jeruk di area yang sering didatangi semut. Bisa juga membuat semprotan dari minyak esensial jeruk atau dari kulit jeruk yang dihaluskan. Semprotan larutan dari kulit jeruk tersebut ke ruangan yang banyak semut atau sarangnya yang berada di luar rumah.

    2. Insektisida

    Bahan kedua yang bisa dipakai adalah dengan menaburkan insektisida ke sarang semut api. Insektisida tidak dapat digunakan untuk mencegah atau mengusir semut api yang ditemukan di dalam ruangan.

    Saat menyebar insektisida, pastikan area tersebut aman dari anak-anak atau hewan lainnya yang tidak berbahaya.

    3. Boraks

    Bahan selanjutnya yang cukup untuk mengusir semut api adalah boraks. Namun, saat menyiapkan umpan ini harus lebih berhati-hati karena bahan ini beracun baik untuk hewan dan manusia. Saat menyiapkan umpan ini disarankan untuk menggunakan sarung tangan khusus dan jauh dari anak kecil.

    Boraks tersebut harus dicampur dengan cairan manis. Setelah boraks disebar, tunggu selama 24-48 jam untuk dapat memusnahkan semut api.

    4. Air Panas

    Jika tiba-tiba melihat semut api di rumah, daripada membasmi satu per satu lebih baik mengusirnya dengan air panas. Lalu, jika mengetahui lokasi sarangnya, kalian juga bisa menyiramnya dengan air panas. Namun, setelah menyiram sebaiknya kamu harus langsung menjauh karena semut yang berada di dalamnya akan keluar.

    5. Panggil Tenaga Ahli

    Apabila keberadaan semut api benar-benar mengancam, kamu bisa memanggil jasa pembasmi serangga untuk menangani masalah ini.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah semut api masuk ke dalam rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kasur Sering Terasa Berpasir? Bisa Jadi gegara Aktivitas Kutu Busuk!


    Jakarta

    Kasur merupakan benda penting di rumah yang harus selalu bersih. Kasur yang bersih mempengaruhi kenyamanan penggunanya ketika beristirahat.

    Namun, pernahkah kalian merasakan kasur terasa berpasir? Seperti ada butir-butir keras di kasur, padahal naik ke kasur dalam keadaan bersih, tidak datang dari luar rumah, dan rumah tidak berada di pinggiran pantai.

    Berasal dari mana pasir-pasir yang terasa di kasur tersebut?


    Dilansir Home Unstain, berikut beberapa sumber munculnya pasir-pasir di kasur.

    1. Faktor Lingkungan

    Ternyata pasir-pasir yang terasa di kasur tidak sepenuhnya benar-benar butiran pasir. Bisa jadi itu merupakan partikel debu yang mengeras dan kasar. Debu tersebut terbawa dari luar yang menempel pada pakaian atau tubuh penggunanya.

    Solusi untuk membersihkan debu tersebut adalah dengan membersihkan kasur sebelum naik ke atas dengan menyedot debu atau membuang debu dengan sapu lidi.

    2. Kutu Busuk

    Salah satu hewan yang biasa menempati kasur adalah kutu busuk. Hewan kecil ini bisa menghasilkan kotoran keras dan berpasir di tempat tidur selain menyebabkan alergi.

    Kutu busuk biasa bersembunyi di celah-celah kasur seperti rangka tempat tidur, kasur, seprai, dan kertas dinding, di antara tempat-tempat kecil dan gelap lainnya.

    3. Kulit Mati

    Kemudian, pasir-pasir yang terasa di kasur juga bisa berasal dari kulit mati penggunanya. Saat berkeringat, tubuh melepaskan mineral dan garam, yang menyebabkan kulit menjadi kasar. Selain itu, partikel-partikel ini dapat menumpuk di tempat tidur dan membuatnya bertekstur berpasir akibat pengelupasan sel kulit.

    4. Kotoran di Bawah Kaki

    Seperti yang disebut sebelumnya kotoran seperti pasir ini bisa berasal dari kaki atau pakaian penggunanya yang menempel dan jatuh di kasur. Untuk menghindari hal ini disarankan pengguna kasur memakai alas kaki selama di rumah agar tidak ada kotoran yang menempel di kaki.

    5. Debu dari AC atau Kipas Angin

    Partikel debu ada yang berasal dari pendingin ruangan atau kipas angin yang digunakan di rumah. Penyebaran debu ini bisa dihentikan apabila alat elektronik tersebut rajin dibersihkan. Namun, apabila kamu tidak peduli dengan alat tersebut, siap-siap debu-debu seperti pasir menempel di tempat tidur.

    6. Remah Makanan

    Alasan lainnya kasur terasa berpasir adalah remahan makanan yang tertinggal di kasur. Jika kasusnya seperti ini, penghuni rumah biasanya sudah menyadari penyebab kasur terasa seperti berpasir. Untuk menjaga kasur tetap bersih dan nyaman digunakan adalah hindari makan di atas kasur.

    Itulah penyebab kasur terasa seperti berpasir. Jangan lupa untuk membersihkan kasur sebelum digunakan ya detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali Tanda-tanda Kasur Harus Diganti dan Umur Ideal Pemakaiannya


    Jakarta

    Setiap barang di rumah memiliki waktu pakai, begitu pula dengan kasur di rumah. Memang, kasur yang sudah 10 tahun lebih sekalipun terkadang masih nyaman dipakai.

    Meskipun begitu, pengguna kasur tetap perlu mengganti kasur untuk menjamin keamanan dan kesehatan tulang. Lantas, kapan harus mengganti kasur?

    Dilansir Sleep Foundation, masa pakai kasur yang layak rata-rata berkisar 7-10 tahun. Penentuan masa pakai ini banyak pertimbangannya, berikut di antaranya.


    Bahan

    Bahan yang dipakai pada kasur mempengaruhi umurnya. Bahan dari lateks dan busa poli biasanya dapat bertahan lama.

    Jenis Kasur

    Beberapa jenis kasur yang biasa digunakan adalah berbusa penuh, hibrida, lateks, hingga pegas. Kasur lateks biasanya paling tahan lama. Lalu kasur dengan busa poli juga biasanya bagus. Sementara untuk kasur model hibrida dan pegas tradisional yang biasanya mudah rusak dan harus cepat diganti.

    Posisi Tidur dan Berat Badan

    Posisi tidur dan berat badan penggunanya memengaruhi perubahan kualitas kasur. Semakin berat beban yang ditopang oleh kasur, potensi untuk terjadi pengenduran pada per semakin cepat. Kemudian, seseorang yang sering tidur dalam kondisi miring juga memberikan beban berlebih pada bagian pinggul.

    Perawatan

    Seperti benda lainnya, kasur juga perlu perawatan. Hindari meletakkan kasur di tempat yang lembap agar tidak berjamur dan berbau. Kasur tidak boleh menerima beban berlebih. Lalu, kasur perlu sering dibersihkan dan dengan cara yang benar.

    Tanda Kamu Harus Mengganti Kasur

    1. Kasur sudah rusak, terasa tidak empuk lagi, atau permukaannya sudah rusak.

    2. Per sering berbunyi seperti decitan ketika menerima beban.

    3. Badan sering terasa sakit setelah tidur.

    4. Alergi sering kambuh. Alergi ini bisa dari pernapasan, kulit, dan bagian tubuh lain. Kasur menjadi tempat yang banyak mengandung debu dan kutu kasur, apabila sudah menumpuk tentunya hal ini bisa memicu alergi atau asma yang semakin parah. Jika sudah dibersihkan dan alergi masih parah, sudah waktunya kamu mengganti kasur.

    Salah satu cara untuk memperpanjang umur kasur adalah dengan membaliknya. Dengan membaliknya setiap 6-12 bulan dapat memperpanjang umur kasur karena bagian kasur yang digunakan menjadi seimbang sehingga kenyamanannya bisa bertahan lebih lama.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Bau Apek Setelah Ditinggal Mudik? Ini Solusinya!



    Jakarta

    Setelah pulang dari mudik Lebaran, jangan kaget ketika masuk rumah tercium bau apek. Rumah yang terlalu lama ditutup bisa menimbulkan bau apek karena sirkulasi udara yang tidak lancar membuat debu terperangkap. Ditambah lagi udara yang lembap.

    Sisa debu di rumah juga menandakan bahwa rumah tersebut tidak dibersihkan sebelum pergi mudik atau libur Lebaran. Namun tidak usah khawatir, berikut cara menghilangkan bau apek di rumah setelah mudik Lebaran dilansir dari The Spruce.

    1. Buka Jendela dan Pintu di Rumah

    happy young boy, kid opening the sliding door on rooftop patio area at homePintu rumah dibuka agar sirkulasi udara di dalam rumah baik. Foto: Getty Images/iStockphoto/olesiabilkei

    Cara mengurangi debu dan bau apak di rumah adalah dengan membuka sumber sirkulasi udara yakni jendela dan pintu di rumah. Biarkan selama satu jam atau selama kamu membersihkan rumah misalnya mengelap perabotan, menyapu, dan mengepel.


    2. Hidupkan Dehumidifier

    DehumidifierDehumidifier Foto: Ace Hardware

    Saat ini ada alat elektronik yang bisa menyerap kelembapan di dalam rumah dengan menyemprotkan uap yakni dehumidifier. Alat ini dapat mencegah jamur tumbuh di dalam rumah dan menjaga kualitas udara tetap sehat. Bisa pula menggunakan air purifier, alat satu ini berguna untuk membasmi bakteri di udara dan mencegah penghuninya terkena alergi.

    3. Letakkan Baking Soda

    Eco-friendly natural cleaners Vinegar, baking soda, salt, lemon and cloth on wooden table Homemade green cleaningBaking soda yang ampuh hilangkan noda dan bau apek di rumah. Foto: iStock

    Bakin Soda memang ampuh untuk membersihkan noda, tetapi bahan ini juga ampuh untuk menyerap bau apak di rumah.

    Caranya dengan menyiapkan baking soda yang dicampur dengan minyak esensial yang diletakkan ke dalam wadah. Tutup wadah tersebut menggunakan plastik atau kertas yang direkatkan dengan tali atau karet. Bolongi permukaan atasnya agar bau apek dapat tersedot.

    4. Pakai Kopi

    lebih baik biji kopi atau kopi bubukBiji kopi dan kopi bubuk Foto: iStock

    Penyuka kopi bubuk bisa menggunakannya untuk mengurangi bau apek di rumah. Bau kopi tentu disukai oleh penghuni rumah sehingga tidak akan begitu mengganggu.

    Kamu bisa menggunakan bubuk kopi baru atau ampas kopi. Bubuk tersebut perlu dipanggang atau disangrai lalu di letakkan di ruang terbuka di rumah. Jika kamu ada biji kopi di rumah, rebus terlebih dahulu lalu masukkan ke alat dehumidifier.

    5. Taruh Lavender

    Yang unik dari tempat ini adalah bunga lavendernya tumbuh secara liarBunga lavendernya yang memiliki bau yang menenangkan. Foto: detik

    Bunga Lavender memang sudah sering digunakan sebagai bahan pengharum dalam beberapa produk karena baunya yang menenangkan. Bunga lavender juga bisa mengurangi bau apak di rumah. Namun, jika sulit menemukan bunga lavender, kamu bisa menggunakan pengharum ruangan instan yang memakai ekstrak bunga lavender.

    6. Kayu Manis

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu manis bisa mengharumkan ruangan. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Rempah satu ini terbukti bisa digunakan sebagai pengharum ruangan alami. Jika tidak memiliki bunga lavender atau baking soda, kamu bisa menggunakan kayu manis. Caranya dengan merebus kayu manis lalu airnya dimasukkan ke alat dehumidifier. Agar wanginya semakin menenangkan kamu bisa menambahkan minyak esensial.

    Demikian 6 cara menghilangkan bau apak di rumah setelah ditinggal mudik Lebaran. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Jemur Baju di Depan Rumah, Ini 5 Risikonya


    Jakarta

    Kita mungkin sering melihat orang menjemur baju di depan rumah. Hal ini seringkali dianggap praktis, bukan?

    Tapi, ada beberapa alasan mengapa kebiasaan ini sebaiknya dihindari. Tidak hanya mengganggu pemandangan hingga masalah kesehatan.

    Alasan Tidak Boleh Baju Jemur Baju di Depan Rumah

    Berikut adalah beberapa alasan untuk mempertimbangkan agar tidak menjemur baju di depan rumah:


    1. Menganggu Estetika

    Jemuran baju berdiri atau tali jemuran bagi sebagian orang bisa merusak pemandangan lingkungan. Karena biasanya terlihat tumpukan baju di halaman depan atau tergantung di pagar.

    Hal ini memberikan kesan berantakan dan kurang teratur. Faktor ini juga tentu akan menurunkan nilai estetika dari rumah itu sendiri.

    Di beberapa lingkungan atau area perumahan juga ada aturan mengenai menjemur baju di depan rumah yang ditetapkan oleh Asosiasi Pemilik Rumah (HOA) atau perhimpunan pemilik rumah di suatu komunitas atau kompleks perumahan.

    Menjemur baju di depan rumah dapat dianggap mengganggu pemandangan atau merusak kesan visual. Umumnya, peraturan ini juga bertujuan untuk meningkatkan nilai properti di lingkungan tersebut.

    Cara ini dilakukan untuk memastikan bahwa area publik tetap terlihat rapi dan teratur. Oleh karena itu, penghuni yang melanggar aturan ini bisa dikenakan sanksi, di mana ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan bersama.

    2. Cuaca yang Bisa Berubah

    Dilansir Homes and Gardens, pertimbangan cuaca juga termasuk alasan kenapa sebaiknya tidak menjemur pakaian di luar. Cuaca yang terlalu terik bisa membuat baju jadi luntur hingga membuat debu bisa mudah menempel.

    Selain itu, hujan yang tiba-tiba juga terkadang membuat pakaian yang sudah kering jadi basah lagi. Hal ini seringnya membuat kita harus mencucinya lagi.

    Cerah, sedikit berangin, dan kering adalah cuaca ideal untuk menjemur pakaian di luar ruangan.

    3. Membuat Kotoran dan Debu Lebih Mudah Menempel

    Masalah cuaca seperti hujan dan angin juga akan menerbangkan kotoran dan debu ke pakaian yang baru dicuci. Ini merupakan salah satu risiko jika kita menjemur pakaian di depan rumah.

    Menjemur pakaian di depan rumah atau area yang benar-benar terbuka juga rentan terhadap serbuan serangga seperti burung dan kotorannya, lalat, nyamuk, hingga serangga lainnya.

    4. Memungkinkan Muncul Masalah Kesehatan

    COO dan Pakar kebersihan di The Maids, Ken Doty, mengatakan bahwa pada bulan-bulan musim panas dan musim semi, serbuk sari juga menyebabkan alergen.

    Serbuk tersebut umumnya bisa tersangkut di baju, dan menularkannya ke seluruh rumah. Hal ini tidak hanya akan memperparah gejala alergi, namun bisa mengakibatkan kamu harus menghilangkan noda serbuk sari dari kain alias mencuci lagi.

    5. Berisiko Membuat Baju Bau Apek dan Pertumbuhan Jamur

    Baju yang dijemur di luar akan terpapar langsung dengan udara luar. Namun, udara di luar tidak selalu segar dan terkontrol,

    Paparan sinar matahari yang intens atau pakaian yang tidak kering sempurna (lembap) bisa menyebabkan bau yang tidak sedap pada pakaian dan pertumbuhan jamur.

    Selain itu, lingkungan luar yang kotor atau berdebu juga dapat menyebabkan baju menyerap bau yang tidak diinginkan.

    Mengingat kita tidak punya kendali atas kelembapan di luar, mesin pengering pakaian terkadang bisa lebih baik mengeringkan pakaian di dalam ruangan.

    Lalu, Jemur Baju Sebaiknya Di Mana?

    Mengutip laman The National, jika ingin menjemur pakaian di dalam ruangan rumah maka pastikan ruangan tersebut memiliki ventilasi yang baik. Idealnya, area yang paling hangat dan berventilasi paling baik.

    Hindari tempat yang lembap atau memiliki aliran udara yang sedikit, contohnya ruang bawah tanah (kecuali kamu telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan ventilasi dan mengurangi kelembapan di area tersebut).

    Buka jendela, agar udara segar dapat bersirkulasi dan membantu keluarnya kelembapan. Hal ini bisa menghindari reaksi alergi, jamur atau lumut pada kain.

    Apabila cuaca terlalu dingin atau tidak memungkinkan untuk membuka jendela, maka pertimbangkan untuk menggunakan kipas angin untuk memperlancar aliran udara. Cara ini juga membantu mempercepat proses pengeringan dan mengurangi risiko kelembapan.

    Jika ingin menjemur di luar ruangan, pastikan areanya terlindung dengan aliran udara yang baik, seperti balkon atau teras.

    Sinar matahari yang baik juga akan membantu baju lebih cepat kering dan membunuh bakteri dan jamur penyebab bau.

    Selain itu, berinvestasilah pada jemuran pakaian yang kokoh, gantungan pakaian yang digantung di langit-langit, maupun rak yang dipasang di dinding.

    Simak juga Video ‘Review Tren Pakaian Di Hari Lebaran:

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Manfaat Bantal dan Guling Perlu Dijemur di Bawah Sinar Matahari


    Jakarta

    Bantal dan guling adalah perlengkapan tidur yang harus terjaga kebersihannya. Sebab, kedua benda ini menempel langsung pada pakaian dan tubuh. Apabila pakaian tersebut kotor dan tubuh bau atau berkeringat, bantal dan guling juga bisa ikut kotor dan muncul bau.

    Salah satu cara untuk membersihkan bantal dan guling dari kuman adalah dengan menjemur di bawah sinar matahari. Cara ini telah dilakukan oleh banyak keluarga sejak zaman dahulu. Apalagi dahulu bahan yang dipakai untuk bantal dan guling berasal dari kapuk.

    Selain untuk melindungi bantal dan guling dari pertumbuhan jamur dan bakteri, menjemur keduanya juga memiliki banyak manfaat lain. Dilansir BTN Properti, berikut beberapa di antaranya.


    Manfaat Jemur Bantal & Guling

    1. Menjaga Kesehatan Kulit

    Seperti yang disebut sebelumnya, bantal dan guling bisa kotor dari keringat dan minyak tubuh yang menempel atau kotoran lain yang menempel di pakaian. Kotoran ini bisa memicu masalah kulit pada penggunanya seperti jerawat, alergi, hingga iritasi. Menjemur bantal dan guling secara rutin dapat mengeringkan keringat dan minyak untuk mengurangi risiko permasalahan pada kulit.

    2. Mencegah Tumbuhnya Jamur-Mikroorganisme

    Jamur, bakteri, atau mikroorganisme lainnya sangat menyukai lingkungan yang lembap dan kotor. Keringat membuat bantal dan guling lembap dan itu adalah area yang disukai oleh jamur dan bakteri. Jamur dan tungau dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti memicu alergi, asma, maupun iritasi kulit. Belum lagi, kulit mati yang menempel di bantal dan guling dapat menarik tungau berdatangan.

    Mikroorganisme jahat tersebut dapat diatasi dengan sering mengganti seprai dan menjemur bantal dan guling yang digunakan. Sebab, panas membuat bantal dan guling tidak lembap dan mematikan mikroorganisme yang tak suka hawa panas.

    3. Mengurangi Bau Tidak Sedap

    bau tak sedap biasanya ditimbulkan dari bakteri atau jamur yang tengah aktif. Dengan menjemur pakaian, jamur dan mikroorganisme tidak ada yang dapat hidup sehingga tidak ada bau yang muncul.

    4. Memperpanjang Umur Perlengkapan Tidur

    Dengan kondisi bantal dan guling selalu bersih dan aman dipakai, tentu membuat perlengkapan tersebut nyaman dipakai dan tidak mudah rusak. Menjemur bantal dan guling secara teratur dapat membantu mengurangi kelembaban yang dapat merusak bahan bantal-guling. Dengan merawat perlengkapan tidur dengan baik tentunya akan bertahan dalam jangka waktu yang lama, sehingga kamu tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk menggantinya.

    Tips Menjemur Bantal dan Guling Agar Tak Merusak Bahan

    1. Cek Petunjuk Perawatan

    Menjemur di bawah sinar matahari pasti meletakkan benda untuk menerima panas. Tidak semua bahan dapat tahan terhadap panas berlebih. Oleh karena itu, sebelum menjemur pastikan bahan bantal dan guling yang digunakan bisa untuk menerima panas tersebut.

    2. Hindari Paparan Langsung Matahari Terlalu Lama

    Cara paling aman, agar tidak merusak bahan bantal dan guling adalah menghindari paparan langsung sinar matahari. Sebab, ada beberapa bahan yang rentan terhadap sinar UV yang bisa menyebabkan perubahan warna dan mengubah ukuran asli perlengkapan tidur.

    3. Pilih Waktu yang Tepat

    Pilih waktu yang tepat saat menjemur perlengkapan tidur, misalnya saat matahari tidak terlalu terik. Matahari pagi atau sore cocok untuk menjemur perlengkapan tidur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Tembok Berjamur dengan Mudah


    Jakarta

    Memiliki hunian yang bersih dan nyaman adalah impian semua orang. Namun, jika rumah jarang dibersihkan dan tak terawat maka bisa menimbulkan sejumlah masalah, salah satunya tembok berjamur.

    Tembok atau dinding bisa ditumbuhi jamur karena udara lembap. Pada umumnya, hal ini disebabkan oleh kondisi ruangan lembap akibat kurangnya sirkulasi udara atau dinding yang basah terlalu lama.

    Tak hanya merusak estetika rumah, tembok yang berjamur juga dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah. Maka dari itu, penting untuk mengetahui dan cara mengatasi tembok berjamur.


    Lantas, apa penyebab tembok berjamur? Lalu bagaimana cara membersihkannya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Tembok Berjamur

    Dinding rumah yang ditumbuhi jamur tak bisa dianggap masalah enteng. Pemilik rumah perlu segera mengatasinya agar jamur tidak semakin menyebar ke area lain. Dilansir situs Home Building and Renovating, ada sejumlah penyebab tembok rumah berjamur, yakni di antaranya:

    1. Kondensasi

    Penyebab tembok berjamur bisa disebabkan karena kondensasi. Kondisi ini dapat terjadi saat udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam dinding bagian dalam yang dingin.

    Ketika suhu udara mendadak berubah dingin secara cepat, maka terjadi embun yang lama kelamaan berubah menjadi air. Lalu, lapisan dalam dinding akan menjadi lembap seiring waktu.

    2. Dinding Retak

    Jamur juga bisa tumbuh ketika dinding rumah mengalami keretakan. Seiring waktu, dinding rumah bisa mengalami keretakan dalam bentuk halus ataupun lebar.

    Ternyata, kondisi tersebut menyebabkan kelembapan dapat masuk ke dalam dinding lewat celah-celah retakan. Air yang masuk ke dalam dinding tak bisa keluar lagi, sehingga mengakibatkan bercak lembap pada dinding bagian dalam.

    3. Ada Masalah di Bagian Pipa Air

    Penyebab berikutnya karena muncul masalah pada bagian pipa air. Meski air yang menetes dalam jumlah kecil, tapi hal ini dapat menimbulkan masalah besar jika tak segera diperbaiki, salah satunya tembok rumah menjadi lembap dan berjamur.

    Sebab, tetesan air yang keluar dari pipa bocor dan mengenai tembok bisa menyebabkan kelembapan yang sangat tinggi di area tembok tersebut.

    Cara Mengatasi Tembok Berjamur

    Ada sejumlah cara mudah untuk mengatasi tembok rumah yang berjamur. Dilansir laman The Spruce, berikut sejumlah caranya:

    1. Mencampur Larutan Pembersih Jamur

    Jamur di dinding tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, sehingga harus menggunakan campuran larutan pembersih seperti cairan klorin dan sabun cuci piring.

    Klorin adalah produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Opsi lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di tembok tidak terlalu banyak.

    Takaran untuk membersihkan jamur di tembok yang tidak begitu luas, yakni dengan mencampur satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot.

    Cairan pencuci piring dapat membantu larutan agar melekat lebih lama pada dinding untuk membasmi spora jamur. Perlu diingat, gunakan sarung tangan saat menuangkan larutan dan membersihkan tembok yang berjamur.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih bisa digunakan sebagai obat untuk mengatasi jamur di dinding. Sebab, cuka putih mengandung asam yang bisa merusak struktur jamur.

    Cara pakainya juga mudah, cukup semprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu bersihkan dengan kain microfiber atau spons. Setelah itu, biarkan area dinding sampai mengering.

    Jika ditemukan noda gelap yang tersisa, kamu perlu membersihkannya lagi dengan tambahan pembersih noda khusus dinding.

    3. Larutan Pembersih

    Cara berikutnya adalah dengan menggunakan larutan pembersih. Kamu bisa menyemprotkan ke area tembok yang berjamur mulai dari bawah, lalu perlahan naik ke atas. Cara ini dilakukan untuk mencegah spora dan noda bercak menyebar ke area dinding lainnya.

    Selain itu, permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembap agar mencegah kerusakan pada dinding kering. Apabila jamur berada di dinding yang mendekati langit-langit, kamu bisa memakai tangga untuk membersihkannya.

    4. Membuat Ventilasi di Ruangan

    Ketika membersihkan jamur di tembok, pastikan ventilasi seperti jendela atau pintu rumah dalam kondisi terbuka. Hal ini agar udara yang masuk dapat mempercepat proses pengeringan sekaligus mencegah kelembapan pada dinding rumah.

    Jika tidak ada ventilasi di dekat dinding yang berjamur, kamu bisa menyalakan kipas angin.

    5. Tunggu Mengering dan Cek Noda yang Tersisa

    Tembok yang sudah diberikan larutan pembersih harus dibiarkan mengering terlebih dahulu. Kemudian baru bisa melihat hasilnya apakah sudah bebas dari jamur atau masih terdapat sisa noda yang menempel.

    Jika ditemukan masih ada noda, ulangi langkah-langkah di atas dengan memakai larutan pembersih pemutih yang baru.

    Bahaya Jamur yang Muncul di Dinding Rumah

    Beberapa orang masih menganggap enteng jamur yang muncul di dinding rumah. Padahal, kondisi itu dapat membahayakan kesehatan para penghuni rumah.

    Mengutip BBC, munculnya jamur hitam (black mold) ternyata telah menyebabkan banyak kasus kematian. Sebab, jamur jenis ini dapat menyebarkan spora ke udara. Jika terhirup oleh manusia berisiko menyebabkan berbagai penyakit, seperti batuk, alergi, sesak napas, bersin, hingga mata merah.

    Penghuni rumah yang paling rentan terpapar spora dari black mold adalah bayi dan anak-anak. Selain karena saluran pernapasan yang masih kecil, sistem kekebalan tubuhnya juga belum sekuat orang dewasa.

    Menurut laporan The National Health Service (NHS) Inggris pada 2021, tercatat sudah menghabiskan sekitar 1,4 miliar poundsterling atau sekitar Rp 31 triliun setiap tahunnya untuk membantu mengobati penyakit yang disebabkan karena tinggal di perumahan dingin atau lembap.

    Tips Agar Jamur Tidak Muncul di Tembok Rumah

    Mengutip Cleveland Clinic, sebaiknya lakukan pencegahan sejak dini agar jamur tidak muncul di dinding rumah. Kamu bisa melakukan sejumlah tips di bawah ini untuk mengantisipasi timbulnya jamur, yaitu:

    1. Jaga tingkat kelembapan di dalam rumah antara 30-50%
    2. Segera perbaiki kebocoran pada pipa air, dinding, atau atap rumah
    3. Singkirkan karpet, tekstil, atau benda penyerap lainnya yang sudah tidak digunakan. Barang-barang tersebut mudah menyerap air
    4. Gunakan filter udara berkualitas tinggi pada ventilasi dan pendingin udara.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi tembok rumah yang berjamur. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Karpet di Rumah Bisa Jadi Sarang Hama Berbahaya! Ini Cara Menanggulanginya



    Jakarta

    Karpet merupakan salah satu elemen untuk melapisi lantai rumah. Menggunakan karpet bisa membuat nyaman penghuninya. Namun, perlu diwaspadai sebab pada karpet terdapat kumbang karpet yang merupakan hewan berbahaya.

    Kenapa berbahaya? Hal ini karena kumbang karpet merupakan serangga kecil berbentuk oval yang bisa terbang ke dalam rumah dan meninggalkan larva pada karpet atau permukaan lain. Kumbang karpet dan larvanya dapat menyebabkan iritasi kulit dan gejala alergi pada manusia. Selain itu, mereka juga bisa merusak bahan serat alami, seperti bulu, kulit, katun, sutra, dan wol.

    Namun, tidak hanya pada karpet. Dilansir dari situs The Spruce, kumbang karpet juga bisa ditemukan pada area berikut ini:


    Bunga Alami

    Jika kamu mau membawa masuk bunga segar yang baru dipetik. Coba goyangkan bunga itu untuk mengetahui apakah ada kumbang karpet di dalamnya. Biasanya, kumbang karpet bersembunyi di dalam untuk memakan serbuk sari.

    Jendela

    Kumbang karpet dewasa sangat memungkinkan terbang ke dalam. Oleh karena itu, usahakan menutup rapat jendela dan pintu khususnya pada musim panas.

    Makanan di Karpet

    Singkirkan makanan apapun dari karpet, sebab larva yang bersembunyi pada karpet merupakan pemakan yang rakus. Singkirkan juga pada bulu hewan peliharaan dan buku.

    Pakaian Kotor

    Pakaian kotor yang terbuat dari sutra, wol, bulu, kulit, dan kain felt juga bisa menjadi sumber makanan bagi kumbang karpet terutama jika kondisinya sangat kotor atau ada noda makanan. Jaga kebersihan pakaian dan cucilah secara teratur untuk memastikan bahwa pakaian kotor tidak mengundang kumbang karpet.

    Perabotan Bahan Serat

    Jika kamu ada kursi atau karpet berbahan serat alami, sutra, atau wol maka perhatikan baik-baik. Apalagi jika perabotan itu sudah berusia lama, maka bisa dihinggapi oleh larva kumbang karpet.

    Kumbang karpet yang muncul biasanya tidak diketahui, maka terdapat ciri-ciri adanya kumbang karpet di rumah, yakni:

    • Cacing kecil berburu di lantai, lemari, atau di sekitar dapur.
    • Lubang pada barang atau pakaian berserat alami
    • Kumbang dewasa yang berkumpul di sekitar jendela.

    Untuk menghindari munculnya kumbang karpet, kamu bisa beli karpet atau furnitur yang terbuat dari kain sintetis dan bersihkan dengan penyedot debu secara teratur. Kamu juga harus membersihkan bagian bawah furnitur terutama jika ada bulu hewan peliharaan. Selain itu, jaga dapur tetap bersih dan bebas dari tumpahan biji-bijian dan tepung.

    Itu dia cara mengetahui serta mencegah munculnya kumbang karpet di rumah. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com