Tag: aliran air

  • 6 Ciri Talang Air di Rumah Harus Segera Dibersihkan


    Jakarta

    Membersihkan talang air memang bukanlah hal yang mudah. Dengan posisinya yang berada di atas rumah, membutuhkan tenaga ekstra untuk membersihkannya.

    Namun, apabila kamu menunda-nunda untuk membersihkan talang air, kotoran kecil ataupun dedaunan yang menumpuk akan mengakibatkan aliran air terhambat. Hal itu bisa juga menyebabkan penyumbatan serta kerusakan pada talang air.

    Sebelum hal itu terjadi, melansir Better Homes & Gardens, Selasa (24/20/2024), berikut beberapa tanda talang air kamu harus segera dibersihkan.


    1. Talang Air yang Meluap

    Air yang meluap biasanya disebabkan oleh penyumbatan, seperti ranting atau tumpukan daun basah. Membersihkan talang air akan menghilangkan penyumbatan dan mencegah ari hujan meluap.

    2. Noda Air dan Kerusakan

    Kerusakan pada atap, dinding, halaman, dan pondasi dapat terjadi jika talang air terlalu penuh sehingga air tidak dapat mengalir dengan baik. Jika situasi ini tidak diatasi, maka kerusakan akibat air akan dapat menimbulkan masalah serius.

    3. Talang Air yang Melengkung atau Menggantung

    Kerusakan pada talang air dapat menjadi tanda bahwa talang air kamu perlu dibersihkan dan diperbaiki. Kotoran dalam sistem talang air dapat menumpuk hingga berat yang terkumpul menarik sistem talang air menjauh dari atap atau dinding luar.

    4. Aktivitas Hama

    Adanya aktivitas hama di talang air dapat mengindikasikan adanya sarang atau penumpukan bahan bersarang, seperti daun basah yang perlu disingkirkan.

    5. Pertumbuhan Tanaman di Talang Air

    Dengan munculnya tanaman di talang air memberikan tanda bahwa talang air perlu segera dibersihkan. Jika tidak, air tidak akan mengalir dengan lancar saat hujan sehingga menyebabkan air meluap dari talang di atasnya.

    6. Penumpukan Kotoran hingga Terlihat

    Terlihatnya kotoran yang berada di talang air merupakan tanda paling jelas bahwa talang air perlu dibersihkan. Rencanakan satu hari untuk membersihkan talang air sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

    Umumnya, waktu terbaik membersihkan talang air adalah saat musim panas atau awal musim hujan. Sebelum memutuskan untuk membersihkan talang air, periksa kondisinya. Jika sistem talang air rusak, bengkok, atau ada yang patah maka sebaiknya panggil profesional untuk memperbaikinya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan Membersihkan Talang Air yang Harus Dihindari


    Jakarta

    Talang air dapat tersumbat oleh ranting, daun, tanah, dan serpihan lainnya. Hal ini membuat aliran air menjadi tersumbat. Genangan yang ada di talang air bisa saja menyebabkan kebocoran di rumah.

    Membersihkan talang air tidak terlalu sulit, namun ada beberapa kesalahan yang dilakukan saat membersihkan talang air. Melansir The Spruce, Kamis (7/11/2024), berikut beberapa kesalahan yang harus kamu hindari saat membersihkan talang air di rumah.

    Naik ke Atap Rumah

    Mungkin kamu berpikir saat memanjat ke atap akan lebih mudah dalam membersihkan talang. Namun, saat membersihkannya harus menghadap ke tepi dengan sudut ke bawah untuk mencapai talang.


    Hal ini akan meningkatkan resiko terjatuh. Lebih aman dan efisien untuk menggunakan tangga dan meminta bantuan orang lain untuk menstabilkan tangga dari bawah.

    Menggunakan Alat yang Salah

    Pekerjaan yang dilakukan di rumah akan lebih mudah dan aman jika menggunakan peralatan yang tepat. Sebelum memulai pembersihan, penting untuk memastikan kamu memiliki tangga yang sesuai untuk mengakses talang air dengan aman.

    Gunakan sarung tangan, pakai ember, dan peralatan pembersih talang air lainnya. Selain itu, periksa untuk memastikan tangga dan peralatan kamu dalam kondisi baik sebelum kamu memulai.

    Mengabaikan Cuaca

    Memanjat tangga yang licin saat hujan adalah ide yang sangat buruk. Hujan dapat membuat kamu lebih sulit berdiri dan meningkatkan resiko terjatuh.

    Selain itu, bekerja di tengah hujan dapat menghalangi pandangan, dan kelebihan air di talang membuat puing-puing menjadi lebih berat dan lebih sulit dibersihkan. Rencanakan untuk membersihkan talang air pada musim kemarau.

    Kerja Tanpa Bantuan Orang Lain

    Membersihkan talang air sendirian memang memungkinkan, tetapi tidak disarankan. Bekerja sendiri tidak hanya meningkatkan risiko cedera, juga akan lebih melelahkan. Jika memungkinkan, kamu harus meminta bantuan untuk menstabilkan tangga.

    Melewatkan Pembersihan Talang

    Membiarkan talang air penuh sampah akan menimbulkan masalah yang lebih serius seperti terjadinya penyumbatan, kebocoran, dan talang air yang meluap.

    Tergantung pada berapa lama talang air dibiarkan tanpa dibersihkan, sampah yang terkumpul akan merusak sistem talang air di rumah. Untuk menghindari masalah dengan talang air, sebaiknya bersihkan talang air setidaknya dua kali setahun.

    Itulah beberapa kesalahan saat membersihkan talang air yang harus dihindari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Toren Air Letaknya di Atas Bangunan? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Jika kamu perhatikan, kebanyakan toren atau tonden air letaknya di lantai teratas rumah dan masih dipasang menara besi lagi. Ada pula yang meletakkannya di halaman rumah, tetapi tetap dipasang menara besi di bawahnya sehingga tidak menempel di tanah. Kira-kira kenapa ya?

    Dilansir detikEdu, hal ini dapat dijelaskan secara ilmiah. Seperti yang kita ketahui di Bumi berlaku yang namanya gaya gravitasi. Di mana semua benda yang berada di atas Bumi akan selalu ditarik ke arah pusat Bumi, begitu pula dengan air yang bergerak ke tempat yang lebih rendah.

    Toren air pasti berisi sekian liter air sesuai massa tampungnya. Semakin tinggi letak muka air, semakin besar jumlah air yang mengalir sesuai dengan hukum debit air yakni ukuran jumlah air yang mengalir dalam satuan waktu. Maka dari itu, semakin tinggi letak toren, semakin deras pula air yang akan mengalir ke keran di rumah.


    Di samping itu, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman juga mengungkapkan hal yang sama bahwa toren yang dipasang di tempat yang tinggi dapat mendorong aliran air keluar lebih kencang.

    “Kalau menurut ilmu Fisika ya Pak, makin tinggi (torennya), tekanan (air) makin kencang,” jelas Suratman kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Ketinggian letak toren ini bisa disesuaikan dengan ketinggian rumah. Kemudian, kunci lainnya agar debit air yang keluar lebih kencang adalah pipa saluran air tersebut juga harus berdiameter besar.

    Ada beberapa jenis pipa yang digunakan untuk menyambungkan toren ke keran di rumah berdasarkan ukuran diameter, yaitu ½, ¾, dan 1 inch. Ia menyarankan untuk menggunakan pipa berdiameter 1 inch jika kamu ingin air yang mengalir ke keran rumah lebih deras.

    “Diameter pipa yang turun sama ketinggian, semakin gede makin tinggi makin gede yang turun. Tapi dengan syarat pipanya yang gede, kalau pipa yang 0,5 ya gede tapi lama-lama kecil,” kata Suratman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Cegah Banjir Masuk Rumah


    Jakarta

    Saat musim hujan tiba, rumah dengan dataran rendah sangat rentan mengalami banjir. Untuk menanggulangi banjir, kamu bisa membuat sebuah penghalang di halaman rumah agar air tidak masuk.

    Selain penahan, tentu akan diperlukan jalur pembuangan yang baik agar air tidak menggenang. Lalu, apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah banjir masuk rumah?

    Berikut beberapa cara memperbaiki halaman agar air tidak masuk rumah ketika hujan.


    Tips Cegah Banjir Masuk Rumah

    Inilah cara menangkal banjir masuk rumah seperti yang dikutip dari Home Hard Ware.

    1. Bangun Tembok Penahan

    Dinding penahan baik dibuat di halaman yang memiliki lanskap tanah rendah dan datar. Tambahkan pula aliran air yang mengarah ke selokan. Ini untuk menghindari genangan air di depan tembok tersebut.

    Dinding penahan ini bisa dibuat dari pasir atau kerikil yang cepat kering. Penggunaan kedua jauh lebih baik dibandingkan tanah liat.

    2. Gunakan Paving Block di Halaman

    Bagian halaman rumah bisa dipasang paving block agar air meresap atau mengalir melalui sela-selanya. Paving block ini memiliki beberapa macam, diantaranya sebagai berikut.

    • Pavers beton: Pemasangan beton bercelah yang bisa dimasukkan kerikil atau pasir yang memungkinkan drainase yang cepat.
    • Beton & aspal berpori: Jenis jalan yang memiliki kisi-kisi udara yang memungkinkan penyerapan air.
    • Plastic Grid: Sebuah plastik yang memiliki bolongan di setiap kotaknya. Plastic Grid kerap digunakan untuk media penanaman rumput di halaman, bisa pula dimasukkan batu kerikil hingga pasir. Garis kotak dari plastic grid itu cukup kuat untuk diinjak sehingga cocok digunakan di taman.

    3. Tambahkan Tanaman

    Selain memperbaiki bagian depan halaman, perlu ada tanaman atau pohon untuk penyerapan air dan mencegah struktur tanah semakin turun.

    Tetapi sebelum itu ketahui tempat yang tepat untuk menanam pohon agar tidak membahayakan rumah saat terjadi angin puting beliung.

    Jarak minimal penanaman pohon besar yang tingginya di bawah 8 meter harus berjarak minimal 3 meter dari bangunan. Untuk pohon 8-15 meter minimal penanaman 4-6 meter. Sementara untuk pohon lebih dari 15 meter jarak minimalnya 10-15 meter.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Lihat Toren Air Posisinya di Atas Rumah? Ternyata Ini Alasannya



    Jakarta

    Setiap rumah pasti memiliki toren air yang fungsinya untuk menampung air bersih. Jika kamu perhatikan, rata-rata toren air diletakkan di luar ruangan dan posisinya tidak menempel dengan tanah.

    Penempatan toren seperti ini tidak hanya berlaku di Indonesia, melainkan di Amerika juga berlaku hal yang sama. Kira-kira apa ya alasannya?

    Dilansir detikEdu, posisi toren memang lebih baik diletakkan di atas karena air bergerak ke tempat yang lebih rendah. Hal tersebut dipengaruhi adanya gaya gravitasi di mana semua benda akan kembali ke bawah. Begitu pula dengan air yang massanya tidak lebih berat dari gravitasi.


    Toren air berisi sekian liter air sesuai dengan kemampuan tampungnya. Semakin tinggi posisi toren air maka akan semakin besar jumlah air yang mengalir. Hal ini sesuai dengan hukum debut air yakni ukuran jumlah air yang mengalir dalam satuan waktu. Posisi toren air yang tinggi dapat membantu air yang keluar dari keras lebih deras.

    Hal yang sama dikatakan oleh pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman bahwa toren yang dipasang di tempat yang tinggi dapat mendorong aliran air keluar lebih kencang.

    “Kalau menurut ilmu Fisika ya Pak, makin tinggi (torennya), tekanan (air) makin kencang,” jelas Suratman kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Ketinggian untuk meletakkan toren harus disesuaikan dengan ketinggian rumah. Jangan lupakan untuk memasang pipa saluran air yang berdiameter besar agar jalur air luas sehingga waktu turunnya air juga singkat.

    Suratman menyebutkan terdapat beberapa jenis pipa yang digunakan untuk menyambungkan toren ke keran di rumah berdasarkan ukuran diameter, yaitu ½, ¾, dan 1 inch. Ia menyarankan untuk menggunakan pipa berdiameter 1 inch jika kamu ingin air yang mengalir ke keran rumah lebih deras.

    “Diameter pipa yang turun sama ketinggian, semakin gede makin tinggi makin gede yang turun. Tapi dengan syarat pipanya yang gede, kalau pipa yang 0,5 ya gede tapi lama-lama kecil,” sebut Suratman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Air Keran Muncrat Saat Dibuka? Ini Penjelasan dan Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Pernahkah mengalami air keran tiba-tiba muncrat saat dibuka? Padahal, air biasanya keluar secara perlahan ketika menarik atau memutar kenop keran.

    Tekanan air yang keluar terlalu besar bisa menyebar dan membuat area sekitar basah. Belum lagi, kalau pakaian terkena cipratan air, pastinya sangat menjengkelkan ya.

    Aliran air bisa saja hanya muncrat sementara, lalu mengecil seketika atau pada bukaan kedua. Namun ada juga air keran yang muncrat terus menerus, bahkan alirannya melebar sehingga kamu perlu mengecilkan debit air.


    Lantas, kenapa air keran bisa muncrat ya? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Angie’s List.

    Penyebab Air Keran Muncrat

    Inilah beberapa penyebab air keran muncrat saat dibuka serta bagaimana cara memperbaikinya.

    1. Pipa Saluran Air Dimatikan

    Air keran bisa muncrat karena saluran air yang sudah lama tidak digunakan. Biasanya hal ini terjadi setelah pemilik rumah baru pulang dari berlibur atau jarang berada di rumah.

    Penghuni jarang menggunakan air, sehingga otomatis sudah lama tidak ada yang memberikan tekanan untuk air mengalir ke atas. Pada saat kembali digunakan, keran mengeluarkan suara pipa kosong, baru setelah itu air muncrat keluar.

    Jika mengalami hal ini, tidak perlu lakukan perbaikan pada saluran air. Sebab, air bisa kembali mengalir dengan lancar seperti semula setelah sering digunakan.

    2. Lubang Penyaring Keran Tersumbat

    Biasanya ada penutup berlubang pada lubang keran air, untuk menghasilkan aliran air yang lancar dan bebas percikan. Aliran air muncrat bisa jadi pertanda penyaring keran itu tersumbat, sehingga air keluar dengan deras dan keras.

    Jika benar tersumbat, coba lepas penyaring keran dan sikat bagian lubang dan dalamnya. Biasanya sumbatan itu terjadi karena ada lumut yang menumpuk.

    3. Kerusakan pada Cartridge Keran

    Jika cara buka keran dengan diangkat, jenis keran itu disebut cartridge. Katup keran cartridge yang rusak atau kotor bisa menghambat aliran air, alhasil menyebabkan keran air muncrat. Solusinya, katup keran cartridge rusak perlu diganti dengan yang baru.

    4. Pipa Air Retak

    Air keran muncrat juga bisa disebabkan pipa air yang retak. Kondisi ini membuat udara masuk ke dalam aliran air dan menimbulkan air muncrat.

    Adapun tanda-tanda kebocoran air pada pipa rusak di antaranya terdapat noda air di dinding seperti rembesan. Selain itu, tercium bau lapuk, keran air terasa longgar, dan keran air muncrat setiap dibuka.

    Untuk memperbaiki pipa air yang retak tergantung, perlu disesuaikan dengan tingkat kerusakannya. Jika retaknya parah, pipa air harus diganti dengan yang baru.

    Kalau pipa air masih bisa ditambal, gunakan dengan lem fiber, dempul epoksi, serta selongsong karet dan jepitan. Minta bantuan ahli agar perbaikan pipa retak cepat teratasi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jarang Diperhatikan, Ini Pentingnya Bersihkan Talang Air Secara Rutin


    Jakarta

    Talang air punya fungsi penting dalam sebuah hunian. Air hujan yang turun di atap dapat dialirkan ke bawah melalui talang air. Setelah itu, air akan diarahkan ke saluran atau got untuk dibuang, sehingga tidak memenuhi perkarangan rumah yang bisa menyebabkan genangan.

    Sayangnya, tak semua pemilik rumah mau mengecek kondisi talang air. Padahal bisa saja talang air dipenuhi oleh sampah, ranting, atau daun.

    Apabila talang air jarang dibersihkan maka bisa menyebabkan air mampet. Alhasil, air hujan yang turun di atap tidak bisa mengalir ke bawah dan memicu genangan. Kalau kondisi ini dibiarkan terus menerus maka bisa berdampak pada atap hingga fondasi rumah.


    Maka dari itu penting untuk mengecek dan membersihkan talang air. Lantas, seberapa rutin talang air harus dibersihkan? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Pentingnya Membersihkan Talang Air Secara Rutin

    Talang air yang tersumbat karena sampah dan kotoran membuat air mengalir ke samping dan masuk ke bawah atap, merembes ke loteng, atau bocor lewat celah-celah fondasi. Alhasil, gara-gara talang air mampet membuat atap dan fondasi rumah ikut rusak.

    Dilansir laman Better Homes & Gardens, Kamis (12/6/2025), secara umum membersihkan talang air dilakukan setiap 1-2 kali dalam setahun. Artinya, kamu bisa mengecek kondisi talang air setiap enam bulan sekali.

    Namun, hal ini tergantung dari kondisi lingkungan di rumah. Apabila terdapat pohon tinggi yang tumbuh di halaman, maka detikers harus lebih sering membersihkan talang air minimal 4-5 kali dalam setahun atau setiap dua bulan sekali.

    Selain dibersihkan, sebaiknya periksa juga kondisi talang air apakah ditemukan ada kerusakan seperti bengkok, bolong, atau melengkung. Jika ditemukan kerusakan, segera perbaiki talang air.

    Waktu terbaik untuk membersihkan talang air adalah saat musim kemarau karena jarang terjadi turun hujan. Di musim itu biasanya banyak daun atau ranting yang berguguran sehingga dapat dibersihkan segera. Langkah ini dilakukan agar talang air dapat berfungsi optimal ketika turun hujan.

    Tanda-tanda Talang Air Harus Dibersihkan

    Karena terletak di atap, terkadang pemilik rumah malas untuk mengecek kondisi talang air. Padahal kalau sudah mampet atau rusak, hal itu justru bisa merusak material hunian yang lain.

    Ada tanda-tanda ketika talang air sudah harus dibersihkan. Seperti apa? Cek di bawah ini:

    1. Muncul luapan air ketika turun hujan karena talang air tersumbat oleh daun atau ranting.
    2. Muncul kerusakan pada atap, dinding, halaman, dan fondasi rumah karena talang air meluap sehingga tidak dapat mengalir dengan baik.
    3. Talang air rusak dan berubah bentuk jadi melengkung atau menggantung. Hal ini dapat terjadi karena sampah yang menumpuk dan tak mampu menahan beban berat.
    4. Muncul berbagai hewan seperti tikus dan nyamuk di talang air. Hal ini bisa mengindikasikan adanya sarang alami seperti daun basah dan ranting pohon.
    5. Terlihat tumpukan daun dan kotoran di talang air. Segera buat rencana untuk membersihkan talang air demi mencegah mampet.

    Itulah alasan penting mengapa talang air perlu dibersihkan secara berkala. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Saluran Air Sering Mampet? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Salah satu masalah yang kerap dialami banyak pemilik rumah adalah saluran air tersumbat. Kondisi ini membuat air tidak bisa mengalir keluar dengan lancar sehingga dapat meluap dan menggenangi lantai.

    Salah satu faktor utama yang menyebabkan saluran air mampet karena ada benda yang menghalangi, misalnya rambut. Selain itu, ada sejumlah penyebab lainnya yang membuat saluran air tersumbat.

    Penyebab Saluran Air Mampet

    Dilansir situs Dengarden dan Zeek Plumbing, berikut sejumlah penyebab saluran air di rumah jadi mampet:


    1. Rambut

    Penyebab utama saluran air kerap mampet karena sisa rambut yang rontok saat mandi. Mungkin penghuni rumah tidak sadar jika rambut yang rontok jumlahnya cukup banyak sehingga dapat menghambat aliran air di saluran kamar mandi.

    Solusinya adalah dengan rajin mengambil gumpalan rambut yang menumpuk di kamar mandi, lalu membuangnya ke tempat sampah. Selain itu, pastikan untuk menutup saluran air dengan penutup yang hanya dapat dilalui air. Jika sudah tersumbat, gunakan baking soda dan cuka agar kembali lancar.

    2. Sisa Makanan

    Kebiasaan membuang sisa makanan di kitchen sink dapat berdampak buruk bagi saluran air. Tentu saja hal tersebut dapat menyumbat saluran air dan akhirnya jadi meluap.

    Sisa makanan seperti nasi, tulang ayam, tulang ikan, dan ampas teh sulit terurai. Jika sudah menumpuk dalam jumlah banyak maka tak heran saluran air tersumbat.

    Cara mengatasinya adalah dengan mengangkat kotoran tersebut dari kitchen sink. Gunakan juga cairan pembersih untuk membersihkan sisa noda dan minyak yang terdapat di kitchen sink.

    3. Sabun

    Sabun berguna untuk membersihkan kotoran di tubuh tetapi sisa-sisa sabun yang berbentuk buih ternyata bisa menyumbat saluran air lho. Sebab, sisa sabun berbentuk buih yang tertinggal di lantai atau terbuang ke saluran air dapat mengurangi diameter pipa seiring waktu.

    Salah satu cara mencegahnya adalah dengan membersihkan sabun setiap selesai mandi. Pastikan tidak ada bekas sabun yang menempel di lantai atau dinding.

    4. Endapan Pasir

    Kebiasaan membuang sisa pasir atau tanah di kamar mandi ternyata dapat berdampak buruk bagi saluran air. Hal tersebut menciptakan endapan di sekitar tutup saluran sehingga air tidak bisa mengalir keluar dengan lancar.

    Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memanggil tenaga profesional untuk membersihkan saluran air dari sisa pasir atau tanah.

    5. Minyak dan Lemak

    Minyak dan lemak juga menjadi penyebab saluran air jadi tersumbat. Pada dasarnya, minyak dan lemak tidak dianjurkan dibuang melalui saluran air karena tidak akan larut di dalam air, sehingga dapat menumpuk dan menyebabkan mampet.

    Jika ingin membuang minyak dan lemak sisa makanan, sebaiknya dibuang ke dalam plastik lalu dimasukkan ke tempat sampah. Namun jika terlanjur membuangnya ke saluran air, gunakan tips di bawah ini untuk mencegah mampet:

    • Campurkan sedikit detergen dengan air panas.
    • Lalu tuangkan cairan tersebut ke dalam saluran air.
    • Biarkan sekitar 10 menit agar larutan tersebut dapat memecah minyak yang tersumbat.

    6. Endapan Mineral

    Air sadah kerap ditemui di rumah yang tidak mendapatkan air bersih. Air sadah mengandung konsentrasi pH mineral tinggi yang dapat merusak saluran air jika terjadi penumpukan. Apabila sudah tersumbat, maka perlu memanggil tenaga ahli untuk mengatasi endapan mineral tersebut.

    7. Pipa Air Rusak

    Penyebab yang terakhir karena ada kerusakan atau retakan pada bagian pipa air sehingga menghalangi aliran air. Kondisi ini dapat terjadi karena umur pipa sudah tua atau korosi. Dalam beberapa kasus, pipa air bisa rusak karena akar pohon yang dapat menembus dan menghambat aliran air.

    Itulah tujuh penyebab saluran air sering mampet. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Talang Air Harus Dibersihkan? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, sebaiknya detikers segera mengecek atap rumah guna memastikan tidak ada genting yang bocor. Selain itu, kamu juga perlu membersihkan talang air.

    Talang air berfungsi untuk menampung air hujan yang turun di atap rumah. Air hujan akan diarahkan menuju pipa yang nantinya mengalir ke saluran pembuangan atau got untuk dibuang.

    Akan tetapi, air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar jika talang air dalam kondisi sangat kotor dan dipenuhi sampah daun. Oleh karena itu, talang air perlu dibersihkan secara berkala.


    Kapan waktu yang tepat untuk membersihkan talang air di rumah? Simak penjelasannya dari para ahli dalam artikel ini.

    Ini Waktu yang Tepat Membersihkan Talang Air

    Dilansir The Spruce, banyak pemilik rumah yang membersihkan talang air setidaknya dua kali dalam setahun. Namun, ada juga yang membersihkannya dalam hitungan enam bulan sekali.

    Pada dasarnya, seberapa sering talang air dibersihkan tergantung dari jumlah dan jenis pohon yang ada di halaman rumah. Semakin banyak pohon yang tumbuh maka talang air harus rutin dibersihkan karena daun dari pohon bisa berguguran dan menumpuk di talang air.

    Pakar renovasi rumah dari Leaf Home Chris Counahan mengatakan talang air harus dibersihkan secara rutin minimal sebulan sekali jika lokasi tempat tinggal sering turun hujan. Langkah ini dilakukan agar aliran air tidak tersumbat oleh sampah daun yang menumpuk.

    “Pemilik rumah seharusnya membersihkan talang air mereka dengan tujuan mencegah penumpukan, bukan mengatasi penumpukan setelah terjadi,” kata Counahan.

    Talang air yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menyebabkan timbulnya jamur dan lumut akibat sampah daun dan ranting yang menumpuk. Jika dibiarkan, kelembapan bisa sangat tinggi sehingga turut merusak struktur talang air.

    Tak hanya itu, jamur dan lumut yang muncul di talang air juga dapat menyebar melalui pipa pembuangan hingga ke dinding rumah. Kondisi tersebut bisa menimbulkan kerusakan cukup parah serta mengganggu estetika hunian.

    Tanda-tanda Talang Air Harus Dibersihkan

    Letaknya yang berada di atap membuat pemilik rumah terkadang merasa malas untuk mengecek kondisi talang air. Padahal, talang air yang sudah kotor bisa saja merusak material rumah yang lain.

    Sebagai pemilik rumah, penting untuk mengetahui tanda-tanda talang air sudah harus dibersihkan. Simak tanda-tandanya di bawah ini:

    1. Muncul luapan air ketika turun hujan karena talang air tersumbat oleh daun atau ranting.
    2. Muncul kerusakan pada atap, dinding, halaman, dan fondasi rumah karena talang air meluap sehingga tidak dapat mengalir dengan baik.
    3. Talang air rusak dan berubah bentuk jadi melengkung atau menggantung. Hal ini dapat terjadi karena sampah yang menumpuk dan tak mampu menahan beban berat.
    4. Muncul berbagai hewan seperti tikus dan nyamuk di talang air. Hal ini bisa mengindikasikan adanya sarang alami seperti daun basah dan ranting pohon.
    5. Terlihat tumpukan daun dan kotoran di talang air. Segera buat rencana untuk membersihkan talang air demi mencegah mampet.

    Demikian penjelasan soal waktu yang tepat untuk membersihkan talang air. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com