Tag: allah ta

  • Keutamaan dan Waktu Terbaik Membaca Sholawat Nariyah


    Jakarta

    Sholawat Nariyah adalah salah satu sholawat yang populer di Indonesia. Sholawat ini berisi sanjungan kepada Nabi Muhammad SAW.

    Dalam Islam, muslim diperintahkan membaca sholawat sebagaimana diterangkan dalam surah Al Ahzab ayat 56.

    إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا


    Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

    Sosok pencipta sholawat Nariyah adalah Syekh Nariyah. Beliau merupakan seseorang yang mendalami ilmu tauhid dan mengagumi perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan wahyu.

    Menurut buku Rahasia Dahsyat Shalawat Keajaiban Lafadz Rasulullah SAW tulisan M Kamaluddin, sholawat Nariyah merupakan bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW. Kala itu, Syekh Nariyah terus berdoa kepada Allah SWT agar sang rasul diberi keselamatan dan kesejahteraan.

    Suatu malam, Syekh Nariyah mengamalkan sholawat yang dibuatnya hingga 4444 kali dengan sangat khusyuk. Setelah itu, ia mendapat karamah dari Allah SWT.

    Dalam sebuah majelis, Syekh Nariyah mendekati Nabi Muhammad SAW dan memohon agar diberikan izin masuk surga pertama kali bersama sang rasul. Mendengar itu, beliau mengizinkannya.

    Banyak keutamaan yang bisa diraih muslim jika mengamalkan sholawat Nariyah. Apa saja itu?

    Keutamaan Membaca Sholawat Nariyah

    Menukil dari buku Mukjizat Sholawat terbitan Qultum Media, berikut sejumlah keutamaan membaca sholawat Nariyah.

    1. Dilancarkan Rezekinya

    Sholawat Nariyah dapat melancarkan rezeki seseorang. Muslim bisa mengamalkannya setelah sholat fardhu sebanyak 11 kali jika ingin meraih keutamaan ini.

    2. Dijauhkan dari Bahaya dan Penyakit

    Sholawat Nariyah dapat menjauhkan seseorang dari bahaya dan penyakit. Amalkan sholawat Nariyah setelah sholat Subuh dan Maghrib hingga 21 kali, dengan begitu maka muslim akan diselamatkan dari marabahaya dan penyakit.

    3. Permohonannya Dikabulkan

    Keutamaan lainnya dari sholawat Nariyah adalah membuat permohonan atau hajat seseorang dikabulkan. Hendaknya muslim membaca sholawat Nariyah 4.444 kali dalam satu majelis atau sekali duduk, dengan begitu Allah SWT akan mengabulkan hajatnya.

    4. Kesedihan dan Masalahnya Diringankan

    Membaca sholawat Nariyah bisa membuat seseorang diringankan masalah dan kesedihan yang tengah melandanya. Dengan begitu, Allah SWT akan memberikan solusi dari satu masalah.

    Bacaan Sholawat Nariyah

    اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَماً تَامّاً عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ، وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ، وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ، وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

    Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman ‘alâ sayyidinaa Muhammad alladzî tanhallu bihil ‘uqadu wa tanfariju bihil kurabu wa tuqdhâ bihil hawaaiju wa tunâlu bihir raghâ-ibu wa husnul khawaatimi wa yustasqal ghamâmu biwajhihil karîmi wa ‘alâ âlihi wa shahbihî fi kulli lamhatin wa nafasin bi-‘adadi kulli ma’lûmil laka

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad yang dengan perantaranya dapat melepas segala kerepotan atau ikatan, menghilangkan segala kesusahan, mendatangkan segala hajat, tercapainya husnul khatimah, dan terpenuhi segala keinginan, diturunkan hujan dari awan berkat wajahnya yang mulia dan juga kepada keluarganya dan sahabatnya dalam setiap kedipan mata dan tarikan napas, sebanyak pengetahuan yang Engkau miliki.”

    Waktu Terbaik Membaca Sholawat Nariyah

    Mengutip dari Syarah Riyadhus Shalihin susunan Muhammad Al Utsaimin terjemahan Munirul Abidin, berikut waktu terbaik membaca sholawat sesuai hadits.

    1. Hari Jumat

    Dari Aus bin Aus RA ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Di antara hari-hari kalian yang paling utama adalah hari Jumat. Maka perbanyaklah sholawat untukku di hari itu. arena sesungguhnya sholawat kalian itu akan disajikan untukku’. Para sahabat berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin sholawat kami akan disajikan untuk engkau setelah berbaur dengan tanah?’ Mereka juga ada yang mengatakan, ‘Engkau telah rusak’. Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengharamkan atas bumi untuk merusakkan jasad-jasad para nabi’.” (HR Abu Dawud)

    2. Saat Mendengar Nama Nabi SAW Disebut

    Nabi SAW bersabda,

    “Hinalah orang yang mendengar namaku disebut kemudian dia tidak membaca sholawat untukku.” (HR At Tirmidzi)

    3. Ketika Ziarah Kubur

    Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadits,

    “Janganlah kalian menjadikan kuburku sebagai tempat perayaan. Dan bacalah sholawat untukku karena sesungguhnya bacaan sholawat kalian itu sampai kepadaku di mana pun kamu berada.” (HR Abu Dawud)

    4. Setelah Azan dan Iqomah

    “Apabila kamu mendengar muazin menyerukan azan, maka jawablah dengan jawaban yang sama ia baca. Setelah selesai maka bersholawatlah kepadaku.” (HR Ahmad dan Muslim)

    5. Pada Permulaan dan Akhir Doa

    Dari Fadhalah bin Ubaid RA, ia berkata,

    “Rasulullah SAW mendengar seseorang berdoa di dalam sholatnya tanpa mengagungkan nama Allah Ta’ala dan tidak membaca sholawat untuk Nabi SAW. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, ‘Orang ini sangat tergesa-gesa.’ Beliau lantas memanggilnya dan bersabda kepadanya atau juga kepada orang lain, ‘Apabila salah seorang di antara kalian berdoa, maka hendaknya ia memulainya dengan memuji dan menyanjung Tuhannya Yang Mahasuci, kemudian membacakan sholawat untuk Nabi SAW, kemudian setelah itu berdoa sekehendaknya’.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tata Cara Sholat Mayit Laki-laki dan Perempuan beserta Bacaan



    Jakarta

    Sholat mayit atau sholat jenazah adalah ibadah yang dilakukan untuk mendoakan seseorang yang telah meninggal dunia. Mengetahui tata cara sholat mayit penting untuk diketahui oleh semua umat Islam.

    Pelaksanaan sholat mayit berbeda dengan sholat fardhu atau sunnah pada umumnya. Dalam sholat mayit, tidak terdapat gerakan seperti rukuk dan sujud.

    Hukum Sholat Mayit

    Dikutip dari buku Panduan Shalat Lengkap & Juz ‘Amma karya Ahmad Najibuddin, Sholat jenazah hukumnya fardu kifayah atau kewajiban dapat gugur bila ada sebagian muslim yang mengerjakan.


    Sholat mayit menjadi kewajiban jika tidak ada orang yang melaksanakannya. Namun, jika sudah ada yang melakukannya, maka sholat mayit berubah menjadi sunnah. Berdosa bila sholat mayit tidak dilaksanakan ketika belum ada yang mengerjakannya.

    Misalnya, di sebuah kampung ada seseorang yang baru saja meninggal dunia. Maka, penduduk di kampung tersebut wajib untuk melaksanakan sholat mayit.

    Jika ada sebagian yang mengerjakannya, maka sudah gugur kewajibannya. Namun, jika warga kampung tidak ada yang melakukan sholat mayit untuk orang yang baru meninggal, maka mereka berdosa.

    Syarat Sholat Mayit

    Menurut buku Panduan Praktis Shalat Jenazah & Perawatan Jenazah oleh Ahmad Fathoni El-Kaysi, berikut adalah beberapa syarat pelaksanaan shalat jenazah:

    1. Mayit harus sudah dimandikan atau disucikan dari najis, termasuk tubuh, kafan, dan tempatnya.
    2. Orang yang mengerjakan sholat mayit harus memenuhi syarat sah sholat.
    3. Jika mayit ada di tempat, posisi orang yang sholat (mushalli) harus berada di belakang jenazah. Mayit laki-laki diletakkan dengan kepala menghadap ke utara, dan orang yang shalat harus berdiri lurus dengan kepala jenazah. Mayit perempuan diletakkan dengan cara yang sama, tetapi imam atau orang yang sholat berdiri lurus dengan pantat jenazah.
    4. Antara mayit dan orang yang melaksanakan sholat tidak boleh ada penghalang. Jika mayit berada dalam keranda, keranda tersebut tidak boleh dipaku.
    5. Jika mayit ada, orang yang melaksanakan sholat juga harus berada di tempat tersebut.

    Tata Cara Sholat Mayit dan Bacaannya

    Untuk dapat melakukan sholat mayit bagi seseorang yang sudah meninggal, tentunya kita wajib mengetahui bagaimana tata cara sholat mayit yang benar. Dikutip dari buku RIsalah Jenazah oleh Baihaqi Nu’man dan Muhammad Shonhaji, berikut ini adalah tata cara sholat mayit:

    1. Membaca Niat

    – Niat Sholat Mayit Perempuan

    اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

    Bacaan latin: Usholli ‘ala hadzihihil mayyitati arba’a takbirotin fardho kifayati imaman/ma’muman lillahi ta’ala

    Artinya: “Saya niat sholat atas jenazah perempuan ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum hanya karena Allah Ta’ala.”

    – Niat Sholat Mayit Laki-laki

    اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

    Bacaan latin: Usholli ‘ala hadzal mayyiti arba’a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma’muman lillahi ta’ala.

    Artinya: “Saya niat sholat atas jenazah ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum hanya karena Allah Ta’ala.”

    2. Berdiri untuk yang Mampu

    Pelaksanaan sholat mayit sebaiknya dilakukan dengan berdiri. Namun, jika tidak memungkinkan, dapat dilakukan dengan duduk atau dalam posisi lain yang sesuai.

    3. Takbir Empat Kali

    Jumlah takbir dalam sholat mayit termasuk takbiratul ihram harus mencapai empat takbir. Sholat mayit dianggap tidak sah jika takbir yang dilakukan kurang dari empat kali.

    4. Membaca Surat Al Fatihah setelah Takbir Pertama

    Setelah takbir pertama (takbiratul ihram), dilanjutkan membaca ta’awudz, basamalah dan surah Al Fatihah. Sebaiknya, bacaan surah Al Fatihah dilakukan dengan suara pelan sehingga masih terdengar oleh dirinya sendiri, meskipun sholat mayit dilaksanakan pada malam hari.

    5. Membaca Sholawat setelah Takbir Kedua

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    Bacaan latin: Allahumma sholli ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalii sayyidinaa muhammadin

    Artinya: “Ya Allah berilah atas sholawat Nabi Muhammad dan atas keluarganya.”

    6. Mendoakan Mayit setelah Takbir Ketiga

    – Doa untuk Mayit Laki-laki

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ، وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْحَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالتَّلْج وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى التَّوبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَابْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْحًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ.

    Allôhummaghfir lahu, warhamhu, wa ‘âfihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi madkholahu, waghsilhu bil mâ’i wats tsalji wal barodi. Wa naqqihi minal khothôyâ kama yunaqqots tsaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu dáron khoiron min darihi, wa ahlan khoiron min ahlihi, wa zaujan khoiron min zaujihi, wa adkhilhul jannata, wa a’idzhu min fitnatil qobri wa min ‘adzâbin når.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia (si mayit). Rahmatilah dia. Selamatkanlah dia. Maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya. Luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari dosa-dosa, sebagaimana pakaian putih bersih yang dibersihkan dari kotoran. Gantikanlah untuk dirinya rumah yang lebih bagus daripada rumahnya; keluarga yang lebih baik daripada keluarganya, dan istri yang lebih elok daripada istrinya. Masukkanlah dia ke sorga. Lindungilah dirinya dari siksa kubur dan azab neraka.”

    – Doa untuk Mayit Perempuan

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

    “Allahummaghfirlahaa warhamhaa wa’afihaa wa’fu ‘anha wa akrim nuzulahu wawassi’ mudkholahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihaa minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minaddanas. Wa abdilhaa daaron khoiron mindaarihaa wa ahlan khoiron min ahlihaa wazaujan khoiron minzaujihaa wa adkhilhal jannata wa a’idzhaa min ‘adzabil qobri au min ‘adzaabin naar.”

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Selamatkan dan ampunilah dia. Berilah kehormatan terhadapnya, luaskanlah tempat kuburnya. Mandikanlah dia (mayit) dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, juga istri yang lebih baik dari istrinya. Dan serta peliharalah dan lindungilah ia dari azab kubur dan neraka.”

    7. Membaca Doa setelah Takbir Keempat

    – Untuk Mayit Laki-laki

    اللهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

    Bacaan latin: Allahumma laa tahrimnaa ajrahuu walaa taftinaa ba’dahu wagfirlana walahu

    Artinya: “Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya, dan ampunilah kami dan dia.”

    – Untuk Mayit Perempuan

    اَللّٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

    Bacaan latin: Allahumma la tahrimna ajraha wa laa taftinna ba’daha waghfirlana walaha

    Artinya: “Ya Allah, jangan lah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya, dan ampunilah kami dan dia.”

    8. Salam

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

    Assalâmu’alaikum warahmatullâhi wa barakatuh

    Artinya: “Semoga keselamatan, kasih sayang, dan keberkahan dari Allah tercurah atas kalian.”

    (dvs/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Doa Memakai Pakaian bagi Muslim, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya segala sesuatu diawali dan diakhiri dengan doa. Begitu pula ketika berpakaian, ada doa memakai pakaian yang dapat diamalkan.

    Perintah berdoa termaktub dalam surat Gafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Sementara itu, pakaian sendiri merupakan sesuatu yang fungsinya menutup aurat serta melindungi tubuh. Muslim dianjurkan untuk mengenakan pakaian sebagaimana dijelaskan dalam surat Al A’raf ayat 27,

    يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا

    Artinya: “Hai anak-cucu Adam, jangan sampai kamu dapat diperdayakan oleh syetan, sebagaimana mereka telah dapat mengeluarkan kedua orang tuamu (Adam dan Hawa) dari surga, mereka dapat menanggalkan pakaian kedua orang tuamu itu supaya kelihatan kedua auratnya.”

    Berikut beberapa doa memakai pakaian yang bisa diamalkan muslim seperti dikutip dari buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab Al-Adzkar Imam an-Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha

    6 Macam Doa Memakai Pakaian

    1. Doa Memakai Pakaian Versi Pertama

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرَ مَاهُوَ لَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا هُوَ لَهُ

    Arab latin: Allahumma inni as’aluka min khairihiiwa khairi ma huwa lahu, wa ‘audzu bika min syarrihi wa syarri ma huwalah

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, kebaikan dari pakaian ini, dan kebaikan baginya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pakaian ini, dan keburukan baginya.”

    2. Doa Memakai Pakaian Versi Kedua

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هُذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةَ

    Arab latin: Alhamdulillahil ladzii kasaanii haadzaa wa razaqaniihi min ghairi hawlin minnii wa laa quwwata

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku dan yang telah menganugerahiku tanpa daya dan kekuatan dariku.”

    3. Doa Memakai Pakaian Versi Ketiga

    اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

    Arab latin: Allahumma lakal hamdu anta kasautaniih, as’aluka khairahu wa khaira ma suni’a lah, wa a’uudzu bika min syarrihi wa syarri maa suni’a lahu

    Artinya: “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkau kenakan pakaian ini kepadaku, aku memohon kepada-Mu kebaikannya, dan kebaikan sesuatu baginya, dan aku berlindung kepada-Mu, dari keburukannya dan keburukan sesuatu baginya.”

    4. Doa Memakai Pakaian Versi Keempat

    Doa memakai pakaian berikut ini dikutip dari buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI,

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي مَا أُوَارِي بِهِ عَوْرَتِي وَأَتَجَمَّلُ بِهِ فِي حَيَاتِي

    Arab latin: Alhamdulillahil ladzii kasaanii maa uwari bihi ‘auratii wa atajammalu bihi fii hayatii

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Yang telah menganugerahkan pakaian kepadaku, yang degannya aku bisa menutup auratku, dan memperindah diriku dalam hidupku.”

    5. Doa Memakai Pakaian Versi Kelima

    Ada juga doa memakai pakaian yang tercantum dalam Hisnul Muslim susunan Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani terjemahan Qosdi Ridlwanullah.

    تُبْلِي وَيُخْلِفُ اللَّهُ تَعَالَى

    Arab latin: Tublii wayukhlifullaah ta’ala

    Artinya: “Kenakanlah sampai lusuh, semoga Allah Ta’ala memberikan gantinya kepadamu.”

    6. Doa Memakai Pakaian Versi Keenam

    الْبِسْ جَدِيدًا، وَعِشْ حَمِيدًا، وَمُتْ شَهِيدًا

    Arab latin: Ilbis jadiidaan wa isyhamiidaan wa mut syahiidaan

    Artinya: “Berpakaianlah yang baru, hiduplah dengan terpuji dan matilah dalam keadaan syahid.”

    Itulah beberapa doa memakai pakaian yang bisa dibaca muslim. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com