Tag: allah

  • Doa untuk Bayi yang Baru Lahir Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Doa untuk bayi baru lahir bisa dibaca muslim untuk anaknya atau anak dari kerabatnya. Berdoa ditujukan agar anak memiliki kepribadian yang saleh dan salehah baik bayi perempuan maupun laki-laki.

    Allah SWT memerintahkan muslim untuk senantiasa berdoa kepada-Nya dalam surah Gafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ


    Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Doa untuk bayi baru lahir juga dikatakan sebagai salah satu sunnah Rasulullah SAW menyambut kelahiran anak. Menurut buku Ya Allah, Berkahilah Anak Kami oleh Ummu Azzam, doa termasuk ucapan syukur karena ibu telah diselamatkan oleh Allah SWT.

    Doa untuk Bayi Baru Lahir: Arab, Latin dan Artinya

    Berikut ini merupakan doa untuk bayi yang baru lahir seperti dinukil dari Buku Lengkap & Praktis Doa Dzikir Harian Khusus Ibu Hamil oleh Syaifurrahman El-Fati.

    1. Doa untuk Bayi Baru Lahir Versi Pertama

    اعِيدُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَةٍ

    Arab latin: U’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaithaaniw wa haammatiw wamin kulli ‘ainil laammah

    Artinya: “Aku memohonkan perlindungan untukmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari godaan setan dan binatang yang berbisa dan dari setiap mata yang jahat.” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas)

    2. Doa untuk Bayi Baru Lahir Versi Kedua

    أُعِيدُهُ (هَا) بِالْوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ كُلِّ شَرِّ ذِي حَسَدٍ

    Arab latin: U’idzuhu (haa) bil waahidis shamadi min kulli syarrin dzii hasad

    Artinya: “Aku berlindung kepada-Mu yang Maha Esa dan tempat meminta jagalah anak ini dari segala kejahatan dan dari orang yang dengki.”

    Jika bayi yang didoakan adalah laki-laki maka doa yang dilafalkan persis seperti di atas. Sementara itu, untuk bayi perempuan kata ganti “hu” diganti dengan “ha”.

    3. Doa untuk Bayi Baru Lahir Versi Ketiga

    Doa untuk bayi baru lahir selanjutnya berasal dari hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA. Berikut bacaannya,

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَيَقُولُ : إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوَّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنِ لَامَّةٍ (صحيح البخاري)

    Artinya: Dari Ibn Abbas RA bahwa Nabi SAW berdoa mohon perlindungan Allah untuk cucu Beliau SAW yaitu Hasan dan Husein, seraya bersabda: “Sungguh Ayahanda kalian (kakek moyang kalian yaitu Nabi Ibrahim AS) meminta perlindungan Allah untuk Ismail dan Ishak (putra Nabi Ibrahim AS yaitu Nabi Ibrahim dan Nabi Ishaq) dengan doa: Aku berlindung Demi kalimat kalimat Allah kesemuanya, dari segala syaitan, dan segala racun, dan dari segala penyakit penyakit akal dan kegilaan.” (HR Bukhari)

    4. Doa untuk Bayi Baru Lahir Versi Keempat

    بسم الله الرحمن الرحيم

    بسم الله الشافي

    بسم الله الكافي

    بسم الله المعافي

    بسم الله لا يضر مع اسمه شيء في الارض ولا في السماء وهو السميع العليم

    Arab latin: Bismillahir rohmaanir rohiim
    Bismillahisy syafi
    Bismillahil kaafi
    Bismillahil mu’afi
    Bismillahi la yadhurru ma’as mihi syai’ un fil ardhi wa la fis samai wahuwas sami’ul ‘alim

    Artinya: “Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
    Bismillah, penyembuh
    Bismillah, Yang Maha Cukup
    Bismillah, penyembuh
    Dengan menyebut nama Allah tidak ada sesuatu pun yang dirugikan dengan nama-Nya di bumi dan di langit, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Anjuran Mengumandangkan Azan saat Kelahiran Bayi

    Menukil dari buku 1500++ Hadits & Sunnah Pilihan oleh Syamsul Rizal Hamid, setelah bayi muslim dianjurkan untuk mengumandangkan azan dan ikamah di telinga sang anak. Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya,

    “Barang siapa yang telah lahir anaknya, lalu diazankan pada telinga kanan anak itu dan ikamah pada telinga kirinya, maka anak tersebut tidak akan mudah diganggu jin dan terlepas dari penyakit (yang sering menimpa anak-anak).” (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi)

    Itulah doa untuk bayi yang baru lahir beserta informasi terkaitnya. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Upacara 17 Agustus dari Kemenag RI 2024, Berisi Permohonan dan Rasa Syukur


    Jakarta

    Doa upacara 17 Agustus dari Kemenag RI bisa dijadikan referensi muslim lainnya. Umumnya, pembacaan doa termasuk ke dalam susunan upacara bendera HUT RI.

    Isi dari doa upacara 17 Agustus biasanya berupa ungkapan syukur serta permohonan kesejahteraan bagi seluruh bangsa dan negara. Doa juga digunakan sebagai momen refleksi dan penghormatan.

    Doa Upacara 17 Agustus 2024 dari Kemenag RI

    Melansir dari laman Kementerian Agama, berikut doa upacara 17 Agustus 2024 yang bisa diamalkan oleh muslim.


    بسمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

    الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ حَمْدَ الشَّاكِرِينَ حَمْدَ النَّاعِمِينَ حَمْدًا يُوافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِيءُ مَزِيدَهُ يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِى لجلال وجهك الْكَرِيمِ وَعَظِيمٍ سُلْطَانِكَ اللهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينِ

    Ya Allah Tuhan Yang Maha Rahman Keharibaan-Mu kami melangitkan syukur, doa dan harapan Pagi ini kami semua hadir mengikuti HUT Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke tujuh puluh sembilan Semoga Engkau senantiasa karuniakan Rahmat dan keberkahan Rakyat dan pemimpin dalam kesatuan batin dan saling mendoakan

    Ya Allah Tuhan Yang Maha Mengilhami Alangkah indah nan gemah ripah negeri yang kami diami Di bulan Agustus ini kemerdekaannya ke 79 kami peringati Atas Rahmat, berkah karunia-Mu, mampukan kami menyukuri Pancarkan ma’unah-Mu agar kami lanjut membangun negeri Mengafirmasi semua ilmu pengalaman dan potensi yang dimiliki

    Ya Allah, Tuhan Yang semua doa dan harapan bertumpu Muliakan para pahlawan dan tokoh bangsa kami kini dan terdahulu Semoga dalam Ridha-Mu, rakyat dan pemimpin kami bertemu Berikhtiar sungguh, membangun bangsa, bahu membahu Menyongsong Nusantara Baru Indonesia Maju

    Ya Allah, Tuhan Pelimpah Anugerah

    Hanya kepada-Mu kami bertawakkal, pasrah dan berserah Dengan wajah tertunduk dan tangan tertengadah Sertailah bangsa kami dalam melangkah dan menentukan arah Semoga semua cita dan ikhtiar terjelma dan terukir indah di Tangan-Mu semua yang sulit terwujud menjadi mudah

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Kumpulan Doa Upacara 17 Agustus 2024 Versi Lain

    Berikut beberapa doa upacara 17 Agustus versi lainnya yang dirangkum dari arsip detikHikmah.

    1. Doa Upacara 17 Agustus Versi Pertama

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih,
    Kami, para pemimpin dan rakyat bangsa ini, pada pagi hari ini, merendahkan diri sambil mengangkat tangan, mempersembahkan pujian dan rasa syukur kepada-Mu.

    Kami bersyukur atas 79 tahun kemerdekaan yang telah Engkau berikan kepada bangsa dan negara kami, serta segala karunia yang Engkau curahkan di Tanah Air kami.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang,
    Berikanlah kami petunjuk agar perayaan kemerdekaan ini dapat memperkuat persatuan dan kesatuan kami. Karuniakan kami kejernihan hati dan pikiran untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai panduan dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah,
    Negara kami memiliki cita-cita yang tinggi, permudahlah kami dalam mencapainya.
    Lindungilah tanah air kami dari segala bencana dan marabahaya.
    Perkuatlah rasa cinta kami terhadap Tanah Air, kembangkan toleransi, solidaritas, dan gotong royong di antara kami, agar cita-cita Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh dapat segera tercapai.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa,
    Jangan biarkan kami merasa sendiri dan tak berdaya.
    Berikan kami petunjuk dan kekuatan untuk membawa negeri ini menuju kemajuan.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun,
    Ampunilah segala dosa kami,
    Dosa orangtua dan guru-guru kami.
    Ampuni juga para tokoh dan pemimpin bangsa kami.
    Terimalah amal dan perjuangan para syuhada bangsa kami,
    Yang telah mengorbankan jiwa, raga, darah, dan air mata demi kemerdekaan negara ini,
    Tempatkan mereka di surga-Mu dan muliakan posisi mereka di sisi-Mu.

    Ya Allah,
    Kami selalu berharap atas rahmat-Mu yang melimpah,
    Kami selalu memohon keampunan-Mu yang luas,
    Semoga Engkau mengabulkan doa-doa kami.

    Aamiin

    2. Doa Upacara 17 Agustus Versi Kedua

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuat, kami memuji-Mu dengan segala hormat dan rasa syukur atas segala nikmat dan karunia yang telah Engkau berikan. Kami bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang ke-79 untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semoga rahmat, bantuan, dan berkah-Mu selalu menyertai kami, bangsa Indonesia.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Abadi, bangkitkanlah semangat perjuangan di hati setiap anak bangsa. Agar kami semua bersemangat untuk membangun dan melayani tanah air, menyumbangkan karya dan mencetak prestasi, serta menggunakan seluruh kemampuan kami untuk memajukan negara.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Hidup, nyalakanlah api semangat juang yang tidak pernah padam dalam diri kami. Berikanlah kami kemampuan dan pengetahuan yang memadai. Tanamkan kesadaran untuk selalu menghargai prinsip-prinsip kehidupan yang kami anut. Semoga kami selalu dapat menikmati udara kebebasan ini.

    3. Doa Upacara 17 Agustus Versi Ketiga

    Bismillah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
    Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
    Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya.

    Ya Allah, Tuhan kami,
    Wahai Sang Keindahan yang menciptakan segala yang indah,
    Wahai Sang Pencipta yang memberikan segala karunia,
    Wahai Sang Pemurah yang telah memberi kami negeri yang sangat indah,
    dan bangsa yang mencintai keindahan.

    Ya Allah yang telah memberikan kami kemerdekaan yang indah,
    Demi nama-nama-Mu yang Maha Indah,
    Demi sifat-sifat-Mu yang Maha Suci,
    Demi ciptaan-ciptaan-Mu yang penuh keindahan,

    Karuniakanlah kepada kami, para pemimpin kami, dan bangsa kami, kepekaan untuk menangkap dan mensyukuri keindahan karunia-Mu
    Keindahan dari merdeka dan kemerdekaan,
    Keindahan dalam hidup dan kehidupan,
    Keindahan dalam kemanusiaan,
    Keindahan dalam bekerja dan pekerjaan,
    Keindahan dalam kesederhanaan,
    Keindahan dalam kasih sayang,
    Keindahan dalam kebijaksanaan dan keadilan,
    Keindahan dalam rasa malu dan kesadaran diri,
    Keindahan dalam hak dan kerendahan hati,
    Keindahan dalam tanggung jawab dan harga diri.

    Karuniakanlah kepada kami, para pemimpin kami, dan bangsa kami,
    Kemampuan untuk mensyukuri nikmat karunia-Mu dengan sikap-sikap indah yang Engkau ridhai.

    Selamatkanlah jiwa kami dari noda-noda yang mencoreng martabat kami,
    Pimpinlah kami, para pemimpin kami, dan bangsa kami
    di jalan yang indah menuju cita-cita kemerdekaan yang indah.

    Kuatkanlah kami secara fisik dan mental, untuk melawan godaan-godaan keindahan palsu,
    yang menjauhkan kami dari keindahan sejati kemanusiaan dan kemerdekaan kami.

    Bebaskanlah kami dari segala bentuk penjajahan, termasuk dari diri kami sendiri,
    Kokohkanlah jiwa dan raga kami untuk menjaga keindahan negeri kami.

    Ya Nuur, Wahai Cahaya atas segala cahaya,
    Biarkan cahayaMu memancar pada pandangan, pendengaran, perkataan, hati, pikiran kami,
    dan di sekeliling kami-atas, bawah, kanan, kiri, dan dalam diri kami.

    Pancarkanlah cahaya-Mu, ya Maha Cahaya,
    Agar kami dapat memahami dan menghargai keindahan ciptaan-Mu,
    Dapat menghindari jalan sesat setan,
    Dan mengikuti keindahan dan kebenaran, serta menghindari kebatilan dan kebohongan.

    Pancarkan cahaya-Mu, ya Maha Cahaya,
    Hilangkan segala kegelapan dari batin kami.

    Ya Allah, kami berdoa dengan menyebut nama-nama-Mu yang indah,
    sebagaimana yang Engkau perintahkan,
    Maka kabulkanlah doa kami, sebagaimana yang Engkau janjikan.

    Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.
    Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

    4. Doa Upacara 17 Agustus Versi Keempat

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ * حَمْدًا شَاكِرِينَ حَمْدًا يُوَافِي نِعْمَهُ وَيُكَافِي مَزِيْدَهُ * * يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ .

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Tunggal,
    Kami, seluruh bangsa Indonesia, dengan rendah hati mengucap syukur kepada-Mu. Engkau adalah Pencipta dari seluruh alam semesta, Penguasa segala yang ada, dan Penentu dari segala sesuatu. Karena itu, kami menyerahkan diri hanya kepada-Mu dan meminta pertolongan-Mu.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang,
    Berikan rahmat dan karunia-Mu kepada kami, bangsa Indonesia, yang hari ini kembali memperingati hari kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia. Semoga kasih sayang-Mu tercurah kepada kami sehingga kami dapat mengisi kemerdekaan ini menuju negeri yang adil dan makmur di bawah Ridho-Mu.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemersatu,
    Buatlah peringatan upacara proklamasi kemerdekaan ini menjadi momen yang memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa kami. Lindungi bangsa kami dari prasangka buruk, pertikaian, dan perpecahan.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana,
    Masih panjang perjalanan perjuangan bangsa kami dan sejarah kami, oleh karena itu lindungilah kami dari fitnah dan marabahaya. Kuatkan tekad kami dalam membangun negara dan bangsa agar kami menjadi bangsa yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, adil, makmur, dan sejahtera.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun,
    Ampunilah dosa-dosa kami, dosa orang tua kami, para pemimpin dan pejuang kami. Terimalah amal dan perjuangan mereka, karena Engkau adalah Dzat Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Kabulkanlah doa dan permohonan kami, agar kami termasuk dalam golongan hamba-hamba-Mu yang beruntung.

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    5. Doa Upacara 17 Agustus Versi Kelima

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
    الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * حَمْدًا شَاكِرِينَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِي مَزِيْدَهُ * سُلطانك يَا رَبُّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلالِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَعَظيم . اللَّهُمْ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ .

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa,
    Dengan kerendahan hati, kami seluruh bangsa Indonesia bersujud dan mengucapkan syukur kepada-Mu. Engkau adalah Sang Pencipta alam semesta ini, Pengatur segala yang ada di dalamnya, dan Engkau yang telah membebaskan kami dari penjajahan serta menganugerahkan kemerdekaan kepada negeri ini. Oleh karena itu, hanya kepada-Mu kami berserah diri dan memohon pertolongan.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang,
    Atas segala rahmat dan karunia-Mu, pada hari ini kami bangsa Indonesia kembali memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan yang ke-68. Dengan semangat kemerdekaan, berikanlah kami kekuatan untuk mengisi kemerdekaan ini, membangun bangsa dan negara demi mewujudkan negeri yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila di bawah naungan Ridho-Mu.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana,
    Perjuangan bangsa kami belum selesai, perjalanan sejarah kami masih panjang. Maka, jauhkanlah bangsa dan negara ini dari fitnah dan bahaya, hindarkan kami dari perpecahan dan permusuhan. Teguhkan tekad kami untuk membangun negara dan bangsa menjadi bangsa yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, makmur, adil, dan sejahtera, Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemersatu,
    Jadikanlah detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagai momentum untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa kami, jauhkan kami dari perselisihan dan perpecahan. Limpahkanlah karunia-Mu, baik yang datang dari langit maupun dari bumi.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun dan Pengabul Doa,
    Ampunilah dosa-dosa kami, dosa ibu bapak kami, guru-guru kami, para pemimpin kami, dan pendahulu kami. Terimalah amal dan perjuangan kami. Kabulkanlah permohonan dan doa kami, Engkau Maha Pengampun dan Pengabul Doa.

    الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ* افي ربنا آتنا سُبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ * وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ * وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    6. Doa Upacara 17 Agustus Versi Keenam

    حَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَ يُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ
    يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَ عَظِيْمِ سُلْطَانِكَ
    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍوَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَـعِينَ،

    Ya Allah Tuhan Yang Maha Mulia
    Kami semua menyanjung-Mu dengan segala puja
    Sebagai ungkapan syukur atas amat agungnya karunia
    Nikmat kemerdekaan ke 79 Negara Kesatuan Republik Indonesia
    Semoga Rahmat dan berkah-Mu abadi menyertai kami semua

    Ya Allah Tuhan Yang Maha Mengilhami
    Bangkitkanlah semangat juang seluruh anak negeri
    Untuk membangun dan mengabdi ibu pertiwi
    Mempersembahkan karya dan mengukir prestasi
    Mengerahkan daya dan kemampuan membangun negeri

    Ya Allah Tuhan Yang Maha Menyatukan
    Hindarkan kami dari permusuhan dan perpecahan
    Jauhkan kami dari saling menghina dan merendahkan
    Masukkan kami dalam pemeliharaan-Mu yang tak terlenakan
    Sehingga terpelihara persatuan dan persaudaraan

    Ya Allah, Tuhan Penebar Cinta
    Satukanlah hati dan pikiran seluruh anak bangsa ini dengan ikatan cinta
    Cinta para pemimpin kepada segenap rakyatnya
    Cinta segenap rakyat kepada para pemimpinnya
    Cinta sesama saudara sebangsa
    Cinta sesama umat manusia

    Ya Allah Tuhan Yang Maha Mengampuni
    Ampunilah dosa dan kesalahan kami,
    Ampuni pula orang tua dan guru kami,
    Ampunilah seluruh tokoh bangsa dan pemimpin kami
    Ampuni dan muliakanlah para pahlawan kami

    Ya Allah Tuhan tempat semua permohonan tertuju
    Hanya kepada-Mu semua doa dan cita bertumpu
    Semoga dalam Ridha-Mu pemimpin dan rakyat bertemu
    Berikhtiar membangun bangsa bahu membahu
    Semoga terus melaju untuk Indonesia Maju

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Itulah doa upacara 17 Agustus dari Kemenag RI dan beberapa versi lainnya yang bisa dijadikan referensi. Semoga bermanfaat.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Menghilangkan Pikiran Kotor dan Diberi Ketenangan Hati


    Jakarta

    Ada doa yang dapat diamalkan untuk menjaga agar dijauhkan dari pikiran kotor. Pikiran kotor bisa saja terlintas saat melihat atau mengalami hal buruk yang tidak sesuai dengan harapan.

    Setiap manusia diciptakan dengan akal pikiran dan hati. Pikiran setiap orang tergantung pada hatinya. Ada kalanya terlintas pikiran kotor yang menjadi penghalang dari datangnya pahala.

    Pikiran kotor bisa membawa pada keburukan, oleh karenanya usahakan untuk terus berlatih menjaga pikiran agar selalu bersih dan terjaga. Pikiran kotor termasuk prasangka buruk atau dalam Islam dikenal dengan sebutan suudzon.


    Untuk menjauhkan dari pikiran kotor, setiap muslim harus meyakini bahwa setiap takdir dan ketetapan Allah SWT adalah yang terbaik.

    Mengutip buku Jangan Khawatir, Allah Bersamamu yang ditulis Muhammad Farid Wajdi disebutkan bahwa segala sesuatu yang berasal dari Allah SWT itu baik, meskipun terkadang manusia menganggapnya buruk. Anggapan ini berasal dari dangkalnya pemikiran manusia yang menilai adanya takdir baik dan takdir buruk. Padahal, semua takdir dan ketetapan Allah SWT adalah baik.

    Dalam surat Al-Hujurat ayat 12, Allah SWT berfirman tentang larangan berburuk sangka dan berpikiran kotor,

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

    Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

    Dalam buku Belajar untuk Berakhlaq, Dr. Zubairi menjelaskan suudzon dan berpikiran kotor termasuk dalam perbuatan buruk serta akhlak tercela.

    Umar Bin Khattab RA menyatakan, “Janganlah kamu menyangka dengan satu katapun yang keluar dari seorang saudaramu yang mukmin kecuali dengan kebaikan yang engkau dapatkan bahwa kata-kata itu mengandung kebaikan.”

    Doa Menghilangkan Pikiran Kotor

    Dari Ziyad bin ‘Ilaqih dari pamannya mengatakan bahwa Rasulullah SAW membaca doa menghilangkan pikiran kotor berikut ini:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ ، وَالأَعْمَالِ ، وَالأَهْوَاءِ

    Bacaan latin: Allahumma inni a’udzu bika min munkarootil akhlaaqi wal a’maali wal ahwaa.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari akhlak, amal, dan hawa nafsu yang mungkar”. (HR. Tirmidzi)

    Doa Agar Diberi Ketenangan Hati

    Doa ini juga dapat diamalkan agar mendapat ketenangan hati sehingga dijauhkan dari pikiran kotor. Berikut bacaannya:

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

    Arab latin: Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.”

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Melihat Ka’bah Pertama Kali Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Melihat Ka’bah secara langsung adalah impian yang didambakan oleh banyak muslim di seluruh dunia. Ada doa melihat Ka’bah yang bisa diamalkan muslim terutama bagi mereka yang baru pertama kali melihatnya.

    Setiap tahun, jutaan jamaah dari berbagai penjuru dunia datang ke Makkah untuk merasakan kedekatan dengan Allah SWT.

    Salah satu cara untuk memperdalam pengalaman spiritual ini adalah dengan berdoa saat melihat Ka’bah. Doa-doa tersebut tidak hanya menguatkan iman, tetapi juga membawa ketenangan hati dan kedamaian batin bagi mereka yang mengucapkannya dengan penuh keikhlasan.


    Ka’bah sendiri menjadi rumah ibadah pertama yang dibangun di bumi untuk umat manusia. Hal itu disampaikan oleh Allah SWT melalui firman-Nya dalam surat Al-Imran ayat 96-97:

    اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلْعٰلَمِيْنَۚ ٩٦
    فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ ٩٧

    Artinya: “Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia adalah (Baitullah) yang (berada) di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.”

    Doa ketika Melihat Ka’bah

    Terdapat doa khusus yang dianjurkan untuk dibacakan ketika melihat Ka’bah, yang dipercaya dapat membawa keberkahan dan memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT. Dikutip dari Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar oleh Imam Nawawi terjemahan Ulin Nuha, berikut bacaan doa ketika melihat Ka’bah.

    اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَكَرَمَهُ وَعَظَمَهُ يَمَنْ حَجَّهُ أَوْ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبَرًا

    Bacaan latin: Allahumma zid haadzal baita tasyriifan wata’dziiman watakriiman wamahaabatan wazidman syarrafahu wakaramahu wa ‘adzamahu yaman hajjahu aw i’tamarahu tasyriifan watakriiman w ta’dziiman wabaran

    Artinya: “Ya Allah, semoga Engkau menambahkan kemuliaan, keagungan dan kehormatan terhadap tempat ini dan berilah tambahan kemuliaan, kehormatan, keagungan serta kebaikan kepada orang yang memuliakan dan mengagungkannya yaitu orang-orang yang meramaikannya dengan berhaji dan berumrah.”

    Setelah itu mengucapkan:

    اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلام وَمِنْكَ السَّلام فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَم

    Bacaan latin: Allahumma antassalam, wamingkassalam, fahayyina rabbana bissalam.

    Artinya: “Ya Allah, Engkaulah yang memiliki keselamatan dan dari-Mulah keselamatan. Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah hidup kami dengan keselamatan.”

    Apa Isi Ka’bah?

    Di dalam Ka’bah, terdapat tiga tiang kayu berwarna keunguan yang dipasang oleh Abdullah bin Zubair untuk menopang atap. Di antara ketiga tiang tersebut, terdapat kayu yang melintang dari arah utara ke selatan yang berfungsi sebagai tempat menggantungkan lampu-lampu beragam.

    Berdasarkan buku Al-Ka’bah Al-Musyarrafah wa Al-Hajar Al-Aswad (Ru’yah ‘ilmiyyah) karya Muhammad Abdul Hamid Asy-Syarqawi dan Muhammad Raja’i Ath-Thahlawi yang diterjemahkan oleh Luqman Junaidi dan Khalifurrahman Fath, lantai dan setengah dari dinding Ka’bah terbuat dari marmer. Bagian dalam dinding Ka’bah dihiasi dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan diberi wewangian seperti yang digunakan di Hajar Aswad.

    Berdasarkan kesaksian mereka yang pernah memasuki Ka’bah, ruangan di dalamnya benar-benar kosong.

    (hnh/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Bacaan yang Dipanjatkan ketika Muslim Lupa Doa Makan


    Jakarta

    Muslim dianjurkan untuk membaca doa sebelum, ketika dan setelah melakukan kegiatan. Begitu juga sebelum menyantap makanan.

    Perintah berdoa termaktub dalam surat Gafir ayat 60, Allah SWT berfirman:

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Menukil dari buku Makanan dan Minuman dalam Al-Quran susunan Mifta Novikasari, Allah SWT memerintahkan muslim untuk memilih makanan halal dan baik. Memakan makanan yang baik termasuk ikhtiar untuk menjaga tubuh dan kesehatan.

    Sementara itu, doa sebelum makan dibaca agar makanan yang dikonsumsi menjadi berkah. Namun, bagaimana jika muslim lupa membaca doa makan? Adakah bacaan lain yang harus diamalkan?

    Bacaan yang Diamalkan ketika Lupa Doa Makan

    Mengutip buku Kumpulan Doa Makbul susunan Neni Nuraeni, berikut bacaan yang diamalkan ketika lupa melafalkan doa makan.

    بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

    Arab latin: Bismillahi awwalahu wa aakhirohu

    Artinya: “Dengan nama Allah SWT pada awal dan akhirnya.”

    Doa sebelum Makan: Arab, Latin dan Artinya

    Doa sebelum makan bisa dibaca muslim sebelum memasukkan makanan ke dalam mulut. Bacaannya adalah sebagai berikut:

    اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Allâhumma bârik lanâ fî mâ razaqtanâ wa qinâ adzâban nâr, bismillâh.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah keberkahan apa yang telah engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka.” (HR Ibnu Sunni)

    Adab Makan dan Minum dalam Islam

    Ada sejumlah adab makan dan minum yang perlu diperhatikan muslim. Seperti apa? Simak bahasannya seperti yang dikutip buku Mukjizat Makanan dan Minuman Kesukaan Rasulullah SAW karya Mochammad Syahrowi Yazid.

    • Makan dan minum yang halal
    • Membaca basmalah dan doa sebelum makan
    • Menggunakan tangan kanan
    • Tidak meniup makanan dan minuman
    • Tidak berdiri ketika menyantap makanan atau minuman
    • Makan dan minum yang cukup

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Tata Cara dan Doa Sholat Dhuha untuk Memohon Limpahan Rezeki


    Jakarta

    Sholat Dhuha merupakan salah satu ibadah sunah yang memiliki keutamaan istimewa. Berikut bacaan doa setelah sholat Dhuha yang diyakini dapat mendatangkan rezeki.

    Sholat Dhuha adalah salat sunah yang dilakukan setelah matahari terbit hingga menjelang waktu dzuhur. Waktu yang paling utama untuk melaksanakannya adalah pada pagi hari ketika matahari mulai naik, sekitar pukul 09.00.

    Dalam buku Dahsyatnya Tahajud, Subuh, dan Dhuha karya Adnan Tarsyah, sholat Dhuha dikenal sebagai salat sunah yang dapat menjadi sarana memohon rezeki kepada Allah SWT.


    Berdasarkan hadis Qudsi, Allah SWT berfirman: “Wahai anak Adam, janganlah engkau malas mengerjakan empat rakaat pada awal siang (sholat Dhuha), niscaya Aku akan mencukupi kebutuhanmu hingga akhir hari.” (HR. Hakim dan Thabrani).

    Dalam buku Shalat Subuh dan Shalat Dhuha karya Muhammad Khalid, disebutkan beberapa hadis dari Abu Hurairah RA mengenai keutamaan sholat Dhuha. Salah satu wasiat Rasulullah SAW sebelum wafat adalah:

    “Kekasihku, Rasulullah SAW telah mewasiatkan kepadaku untuk berpuasa tiga kali dalam sebulan, melaksanakan sholat Dhuha dua rakaat, dan menunaikan sholat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Daud).

    Selain itu, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa melaksanakan sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membangunkan baginya sebuah istana di surga.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

    Sholat Dhuha diyakini dapat mendatangkan rezeki, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sholat Dhuha membawa rezeki dan menolak kemiskinan. Tidak ada yang menjaga sholat ini kecuali orang-orang yang bertobat.” (HR. Tirmidzi).

    Tata Cara Sholat Dhuha

    Dalam Buku Saku Dirasat Islamiyah yang disusun oleh KH Mahir M Soleh, Lc dkk., dijelaskan tata cara sholat Dhuha sebagai berikut:

    1. Niat Sholat Dhuha

    Sebelum memulai sholat, membaca niat berikut:

    أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
    Ushalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan lillaahi ta’aalaa.
    Artinya: Saya niat sholat sunah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.

    Kemudian melakukan sholat dua rakaat dengan tata cara seperti sholat pada umumnya. Mulai dari takbiratul ihram sampai salam.

    2. Rakaat Pertama

    Pada rakaat pertama sholat Dhuha:

    • Membaca Surah Al-Fatihah.
    • Disunahkan membaca Surah Asy-Syams atau Surah Al-Kafirun.

    3. Rakaat Kedua

    Pada rakaat kedua:

    • Membaca Surah Al-Fatihah.
    • Disunahkan membaca Surah Ad-Dhuha atau Surah Al-Ikhlas.

    4. Membaca Doa setelah Sholat Dhuha

    Setelah selesai sholat, disarankan membaca doa khusus setelah sholat Dhuha. Berikut bacaannya:

    اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

    Arab-Latin: Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu.”

    Selanjutnya membaca doa meminta rezeki yang halal dan berkah di bawah ini:

    اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Arab-Latin: Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

    Artinya: “Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh.”

    Keutamaan Mengerjakan Sholat Dhuha

    Menurut Ustaz Arif Rahman dalam buku Keberkahan Sholat Dhuha, Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah setiap orang bersedekah untuk setiap ruas tulang badannya di setiap pagi.”

    Sedekah dapat berupa bacaan tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil, serta mengajak orang lain berbuat kebaikan dan mencegah keburukan. Jika tidak mampu melakukan banyak sedekah, cukup melaksanakan dua rakaat Sholat Dhuha sebagai gantinya.

    Kemudian dalam riwayat Ahmad dan Abu Daud dari Buraidah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas tulang. Ia harus dikeluarkan sedekah untuk tiap ruas tulang tersebut.”

    Para sahabat bertanya, “Siapakah yang mampu melaksanakan semua itu wahai Rasulullah SAW?”

    Nabi Muhammad SAW menjawab, “Dahak yang ada di masjid lalu pendam ke tanah, dan membuang suatu gangguan dari tengah jalan, maka itu berarti sedekah. Akan tetapi jika tidak mampu melakukan itu semua, cukuplah engkau mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.”

    (lus/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Surga Wanginya Tercium dari Jarak Ribuan Tahun Perjalanan, Ini Haditsnya



    Jakarta

    Surga adalah tempat akhir yang didambakan setiap manusia, termasuk muslim. Dalam Islam, surga digambarkan sebagai tempat indah yang penuh akan kenikmatan dari Allah SWT.

    Dalam Al-Qur’an dan hadits banyak diterangkan tentang keindahan surga, salah satunya dalam surah Al Insan ayat 20:

    وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا


    Artinya: “Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.”

    Berkaitan dengan itu, Rasulullah SAW dalam haditsnya juga pernah menyebut tentang wangi surga. Saking wanginya, aroma surga ini tercium dari jarak ratusan tahun perjalanan.

    Menukil dari Hadiul Arwah ila Biladil Afrah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah yang diterjemahkan Fadhli Bahri, ada dua macam aroma surga. Pertama, aroma yang bisa ditemui di surga dan dicium arwah, namun tidak bisa dicium orang-orang lainnya.

    Kedua, aroma yang bisa dideteksi dengan panca indra khususnya penciuman seperti aroma bunga dan sebagainya. Jenis wangi ini dapat dijangkau oleh seluruh penghuni surga di akhirat, baik dari tempat jauh maupun dekat.

    Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW, aroma surga dikatakan dapat tercium dari jarak seribu tahun perjalanan. Berikut bunyi sabdanya,

    “Baunya surga dapat dicium sejauh perjalanan 1000 tahun. Demi Allah tidak akan menciumnya seseorang yang mendurhaka kepada ibu bapaknya dan orang yang memutuskan tali persaudaraan, orang tua yang berzina, dan orang yang memanjangkan pakaiannya (melebihi mata kaki) karena sombong.” (HR Thabrani)

    Pada riwayat lainnya dari Abdullah bin ‘Amr, disebutkan bahwa aroma surga tercium dengan jarak perjalanan 40 tahun perjalanan. Rasulullah SAW bersabda,

    “Barangsiapa membunuh seorang mu’ahad (orang kafir yang telah membuat perjanjian damai dengan umat Islam) maka ia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu benar-benar tercium dari jarak perjalanan empat puluh tahun.” (HR Bukhari)

    Ada juga yang mengatakan wangi surga tercium dari jarak 500 tahun perjalanan, berikut haditsnya:

    “Perempuan yang memakai baju tetapi telanjang, dan dia memandang lelaki lain, dan membuatkan lelaki-lelaki lain terpandang kepadanya, maka perempuan ini tidak akan cium bau surga. Sedangkan bau surga sudah pun boleh dibau dari jarak 500 tahun perjalanan.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Wallahu a’lam

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Bepergian yang Bisa Diamalkan Muslim


    Jakarta

    Doa bepergian bisa diamalkan muslim ketika akan melakukan perjalanan. Dalam Islam, muslim diperintahkan untuk berdoa kepada Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam surat Al Gafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠

    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”


    Menukil dari buku Kedahsyatan Doa Orang-orang Teraniaya yang ditulis Abdul Hamid, waktu dalam perjalanan termasuk momen mustajab berdoa. Ini sesuai dalam hadits Rasulullah SAW yang berbunyi,

    “Ada tiga doa yang tidak diragukan lagi padanya (untuk dikabulkan): doa seorang musafir, doa orang yang dizalimi, dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

    Doa Bepergian: Arab, Latin dan Artinya

    Berikut beberapa doa bepergian yang bisa diamalkan muslim seperti dikutip dari buku Doa & Zikir Mustajab untuk Muslimah susunan H Muhammad Rahmatullah dan buku 101 Pesan Rasulullah untuk Anak Saleh karya Wulan Mulya Pratiwi.

    1. Doa Bepergian Versi Pertama

    Abdullah bin Sarjis berkata bahwa apabila Rasulullah melakukan perjalanan jauh beliau berdoa,

    اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

    Arab latin: Allahumma antash shohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.”

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Teman dalam perjalanan, dan Pengganti dalam keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, dan kesedihan saat kembali, serta dari kekafiran setelah iman, dan dari doa orang yang dizalimi dari keburukan pemandangan dalam keluarga dan harta.” (HR Tirmidzi)

    2. Doa Bepergian Versi Kedua

    اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

    Arab latin: Allahuma hawwin alaina safarana haadza, wathwi ‘anna bu’dah. Allahuma anta shaahibus safari wal khaliifatu fil maali wal ahli

    Artinya: “Ya Allah permudahlah perjalanan kami ini, dan jadikanlah perjalanan yang jauh terasa dekat. Ya Allah Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi harta dan keluarga (yang ditinggal)” (HR Muslim)

    3. Doa Bepergian Versi Ketiga

    Dari Ali bin Rabi’ah, sahabat Ali bin Abi Thalib membaca basmalah ketika naik kendaraan. Ketika duduk, beliau membaca doa berikut:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Arab latin: Alhamdulillaahilladzii sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang menundukkan semua ini kepada kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

    4. Doa Bepergian Versi Keempat

    Dikutip dari buku Bekal Safar tulisan Ustaz Abu Abdil A’la Hari Ahadi ada doa bepergian lainnya yang bisa diamalkan muslim, yaitu:

    (3x) الحَمْدُ للِه

    Arab latin: Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar

    Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

    سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Arab latin: Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun

    Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali.” (QS. Az-Zukhruf: 13-14)

    اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

    Arab latin: Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga)”

    (aeb/aeb)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Terhindar Dari Fitnah Dajjal, Yuk Baca Setiap Hari


    Jakarta

    Doa agar terhindar dari fitnah dajjal dapat diamalkan ketika Allah menghendaki kemunculan dajjal. Karena salah satu tanda-tanda kiamat adalah kemunculan dajjal.

    Mengutip buku Fitnah Dajjal dan Ya’juj Ma’juj karya Lilik Agus Saputro, hampir semua orang tidak dapat menghindari dahsyatnya fitnah dajjal. Tetapi ada satu pegangan yang mampu dimiliki seorang muslim yaitu iman.

    Disaat tersebut, hanya imanlah satu-satunya jimat untuk menangkal dajjal. Allah pun menjamin bahwa seseorang yang meninggal dengan membawa iman, berarti ia mendapat pahala yang tidak bisa diukur oleh apapun.


    Masih mengutip buku yang sama, mengenai wujud dajjal, beberapa ulama memiliki perbedaan pendapat. Walaupun banyak yang mengatakan dajjal masih keturunan Nabi Adam AS, tapi ada juga yang berpendapat dajjal bentuk simbolis akhir zaman.

    Dajjal menjadi salah satu tanda bahwa kiamat akan datang. Rasulullah Saw dalam hadits mengatakan,

    عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ قَالَ اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ مَا تَذَاكَرُونَ قَالُوا نَذْكُرُ السَّاعَةَ قَالَ إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَأَجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ

    Artinya: “Dari Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari berkata, Rasulullah SAW menghampiri kami saat kami tengah membicarakan sesuatu. Ia bertanya, ‘Apa yang kalian bicarakan?’ Kami menjawab, ‘Kami membicarakan kiamat.’ Ia bersabda, ‘Kiamat tidaklah terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda sebelumnya.’ Rasulullah menyebut kabut, Dajjal, binatang (ad-dābbah), terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam AS, Ya’juj dan Ma’juj, tiga gerhana; gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di jazirah Arab dan yang terakhir adalah api muncul dari Yaman menggiring manusia menuju tempat perkumpulan mereka,” (HR Muslim)

    Doa Terhindar Dari Fitnah Dajjal

    Adapun Doa-doa yang dapat dipanjatkan agar terhindar dari fitnah dajjal. Berikut ini beberapa doanya dikutip dari berbagai sumber:

    Doa agar Terhindar Fitnah Dajjal 1

    Mengutip buku Fitnah Dajjal dan Ya’juj Ma’juj karya Lilik Agus Saputro kembali, untuk mengantisipasi datangnya fitnah dajjal, Rasulullah mengajarkan agar senantiasa berdoa kepada Allah. Sebagaimana Abu Hurairah telah mengingatkan seluruh umat Islam agar membaca doa dipenghujung sholat, yaitu saat tasyahud akhir sebelum salam:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

    Arab latin: Allahumma inni audzubika min ‘adzabi jahannama wamin adzabilqabri wamin fitnatil mahya walmamati, wamin syarri fitnatil masihid-dajjal.

    Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah al-masikh ad-Dajjal” (Hadits riwayat Imam Muslim dari Anas dan Abu Hurairah).

    2. Membaca Surat Al-Kahfi

    Mengutip Doa Dzikir Mohon Perlindungan dan Ketenangan Hati karya Darul Insan, surat Al-Kahfi atau Ashabul Kahfi adalah adalah salah satu surat dalam Al-Qur’an yang ada dalam juz 15 dan awal juz 16. Surat Al-Kahfi termasuk dalam golongan surat Makkiyah, terdiri dari 110 ayat.

    Selain doa yang sebelumnya, umat Islam dapat membaca 10 ayat pertama surat Al-Kahfi agar terhindar dari fitnah dajjal. Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda:

    “Barangsiapa di antara kalian yang mendapati zamannya Dajjal, maka bacalah awal-awal surat Al-Kahfi.” (HR. Muslim)

    Berikut bacaan surat Al-Kahfi ayat 1-10:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا (1) قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا (2) مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا (3) وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا (4) مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآَبَائِهِمْ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا (5) فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَى آَثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا (6) إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا (7) وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا (8) أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آَيَاتِنَا عَجَبًا (9) إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آَتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا (10)

    Bacaan latin: al-ḫamdu lillâhilladzî anzala ‘alâ ‘abdihil-kitâba wa lam yaj’al lahû ‘iwajâ. Qayyimal liyundzira ba’san syadîdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu’minînalladzîna ya’malûnash-shâliḫâti anna lahum ajran ḫasanâ. Mâkitsîna fîhi abadâ. Wa yundziralladzîna qâluttakhadzallâhu waladâ. Mâ lahum bihî min ‘ilmiw wa lâ li’âbâ’ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwâhihim, iy yaqûlûna illâ kadzibâ. Fa la’allaka bâkhi’un nafsaka ‘alâ âtsârihim il lam yu’minû bihâdzal-ḫadîtsi asafâ. Innâ ja’alnâ mâ ‘alal-ardli zînatal lahâ linabluwahum ayyuhum aḫsanu ‘amalâ. Wa innâ lajâ’ilûna mâ ‘alaihâ sha’îdan juruzâ. Am ḫasibta anna ash-ḫâbal-kahfi war-raqîmi kânû min âyâtinâ ‘ajabâ. Idz awal-fityatu ilal-kahfi fa qâlû rabbanâ âtinâ mil ladungka raḫmataw wa hayyi’ lanâ min amrinâ rasyadâ.

    Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-nya al kitab (Al-Quran) dan dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak”. Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta. Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran). Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus. Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan kami yang mengherankan? (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Pelunas Utang yang Diajarkan Rasulullah SAW


    Jakarta

    Dalam Islam, konsep utang piutang harus bertujuan memberi kemudahan bagi orang yang dilanda kesulitan. Memberi utang dengan alasan seperti itu terhitung sebagai hadiah pahala karena menolong sesama muslim.

    Menurut buku Panduan Muslim Sehari-hari oleh Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha, orang yang memberi utang memiliki hak untuk menagihnya. Ini berlaku jika mereka yang berutang mempunyai harta yang cukup untuk membayarnya.

    Islam mengharamkan muslim untuk menagih utang ketika orang yang berutang dalam keadaan sulit. Hendaknya, utang ditagih ketika pengutang sedang dalam kondisi lapang.


    Dalil terkait utang piutang tercantum dalam Al-Qur’an, salah satunya surat Al Baqarah ayat 283:

    وَإِن كُنتُمْ عَلَىٰ سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا۟ كَاتِبًا فَرِهَٰنٌ مَّقْبُوضَةٌ ۖ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُم بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ ٱلَّذِى ٱؤْتُمِنَ أَمَٰنَتَهُۥ وَلْيَتَّقِ ٱللَّهَ رَبَّهُۥ ۗ وَلَا تَكْتُمُوا۟ ٱلشَّهَٰدَةَ ۚ وَمَن يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُۥٓ ءَاثِمٌ قَلْبُهُۥ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

    Artinya: “Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

    Walau demikian, membayar utang menjadi satu kewajiban. Hukum membayar utang adalah wajib dan tidak boleh ditunda jika sudah ada rezeki untuk melunasi.

    Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya,

    “Ruhnya orang mukmin digantungkan -maksudnya ruhnya tertahan menuju tempatnya yang mulia- sebab utangnya, sampai utangnya itu dilunaskan.” (HR At-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan selainnya menilai hadis ini hasan dan shahih)

    Berkaitan dengan itu, ada doa pelunas utang yang bisa diamalkan muslim. Doa ini termaktub dalam hadits Nabi Muhammad SAW.

    Doa Pelunas Utang: Arab, Latin dan Arti

    Menukil dari Fiqh Al-Ad’iyah Wal-Adzkaar tulisan Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr terjemahan Amiruddin Djalil, doa pelunas utang ini berasal dari Rasulullah SAW tepatnya dalam hadits riwayat Ali bin Abi Thalib. Dia berkata,

    “Seorang budak membuat perjanjian dengan tuannya untuk menebus dirinya secara berangsur-angsur, kemudian budak itu mendatangi diriku dan mengatakan, ‘Sungguh aku sudah tidak mampu menunaikan tebusan diriku, maka bantulah aku.’

    Ali berujar, ‘Maukah aku ajarkan kepadamu kalimat-kalimat yang diajarkan Rasulullah SAW kepadaku, sekiranya engkau memiliki utang seperti gunung Tsabir, niscaya Allah SWT akan melunasinya untukmu.’

    Lalu, Ali menyebutkan doa pelunas utang yang dibaca Rasulullah SAW.

    اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأغْنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

    Arab latin: Allahummakfinii bihalaalika ‘an haraamika wa aghnii bifadhlika ‘amman siwaak

    Artinya: “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang rezeki-Mu yang halal daripada yang haram dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu daripada selain Engkau.” (HR Tirmidzi)

    Doa Pelunas Utang Versi Lainnya

    Berikut beberapa doa pelunas utang versi lainnya dengan versi lebih panjang yang dikutip dari buku Jihad Keluarga: Membina Rumah Tangga Sukses Dunia Akhirat oleh A Fatih Syuhud.

    اللَّهُمَّ يَا فَارِجَ الْهَمِّ ، كَاشِفَ الْغَمِّ ، مُجِيبَ دَعْوَةَ الْمُضْطَرِّينَ ، رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَرَحِيمَهُمَا ، أَنْتَ تَرْحَمُنِي ، فَارْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِينِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ

    Arab latin: Allahumma ya farijal ham kasyifal gham mujiba da’watal mudhthorriin rahmanad dunya wal akhirah warahimahuma anta tarhamuni farhamni rahmatan tughnini biha rahmati man siwak.

    Artinya: “Ya Allah, yang menghilangkan kerisauan, Maha Mengikis gundah gulana, Maha mengabulkan doa orang yang menderita. Engkau Maha Pengasih kepada seisi dunia dan akhirat dan menyayangi keduanya. Engkau mengasihiku, berilah aku rahmat yang membuatku tidak memerlukan lagi pertolongan selain dari-Mu.”

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com