Tag: allh

  • Doa Perlindungan dari Ular dan Hewan Berbisa, Lengkap dengan Artinya



    Jakarta

    Hadirnya hewan berbisa seperti ular di rumah tentu bisa membuat penghuni resah. Bagi umat muslim ada doa yang bisa dipanjatkan untuk menghindarinya.

    Doa ini bisa menjadi pelindung bagi penghuni rumah dari ancaman hewan berbisa jika dipanjatkan dengan niat yang tulus dan khusyuk. Doa ini juga bisa dibarengi dengan ikhtiar untuk mencegah hewan berbisa seperti ular masuk ke dalam rumah.

    Doa agar Rumah Tidak Dimasuki Binatang Berbisa

    Untuk mencegah binatang berbisa masuk ke dalam rumah, doa perlindungan dari kejahatan makhluk serta ular dan kalajengking bisa dibaca. Berikut tulisan arab, latin, serta terjemahnya.


    1. Doa Perlindungan dari Kejahatan Makhluk

    Untuk mencegah masuknya binatang berbisa, umat Islam dapat berdoa untuk meminta perlindungan Allah. Berikut bacaannya:

    أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

    Arab latin: A’udzu bikalimatillahit tammaati min syarri maa kholaq

    Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allâh yang sempurna dari kejahatan yang ada pada makhluk-Nya.”

    Doa ini adalah dalam sebuah hadis yang menganjurkan untuk berdzikir ketika menempati suatu tempat. Rasulullah SAW bersabda:

    عَنْ خَوْلَةَ بِنْتِ حَكِيمٍ السُّلَمِيَّةَ رضي الله عنها قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: مَنْ نَزَلَ مَنْزِلاً ثُمَّ قَالَ: ((أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ)) لَمْ يَضُرَّهُ شَىْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ … رواه مسلم.

    Artinya: Dari ‘Khaulah binti Hakim as-Sulamiyyah rahimahullah beliau berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang singgah/menempati suatu tempat lalu dia membaca (dzikir) “A’ûdzu bikalimâtillâhit tâmmâti min syarri ma khalaqa” (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allâh yang sempurna dari kejahatan yang ada pada makhluk-Nya), maka tidak ada sesuatupun yang akan mengganggu/membahayakannya sampai dia pergi dari tempat itu.” (HR Muslim).

    2. Doa Perlindungan dari Bahaya Ular dan Kalajengking

    Ketika musim hujan, binatang berbisa seperti ular bisa keluar dari semak belukar atau sawah dan naik ke pemukiman warga. Menukil NU Online, untuk berlindung dari bahaya hewan berbisa masuk ke dalam rumah, ada doa yang bisa dipanjatkan. Doa ini juga bisa dibaca untuk mengusir ular dari dalam rumah.

    يَا أَرْضُ رَبِّيْ وَرَبُّكِ اللهُ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّكِ وَشَرِّ مَا فِيْكِ وَشَرِّ مَا يَدِبُّ عَلَيْكِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ أَسَدٍ وَأَسْوَدٍ وَحَيَّةٍ وَعَقْرَبٍ وَمِنْ شَرِّ وَالِدٍ وَمَا وَلَدٍ وَمِنْ شَرِّ سَاكِنِ الْبَلَدِ

    Arab latin: Yâ ardhu, rabbî wa rabbukillâh. A’ûdzu billâhi min syarriki, wa syarrimâ fîki, wa syarrimâ yadibbu ‘alaiki. A’ûdzu billâhi min asadin wa aswadin wa hayyatin wa ‘aqrabin wa min syarri wâlidin wa mâ waladin wa min syarri sâkinil baladi.

    Artinya: “Hai bumi, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah. Aku berlindung kepada Allah dari kejahatanmu, kejahatan barang yang ada padamu, kejahatan barang yang berjalan di atasmu. Aku berlindung kepada Allah dari macan, ular hitam, segala ular, kalajengking, dari kejahatan segala yang beranak dan yang diberanakkan, dan dari kejahatan yang berdiam di tempat ini.”

    Cara Mencegah Ular Masuk Rumah

    Selain meminta perlindungan Allah SWT dengan berdoa, lakukan juga upaya-upaya agar hewan berbisa seperti ular tidak masuk rumah. Mengutip laman SCB dan Rentokil, berikut di antaranya:

    1. Jauhkan dari Tikus

    Tikus menjadi salah satu sumber makanan utama bagi ular. Jadi, pastikan tidak ada tikus di dalam rumah atau di area kebun.

    Dengan lidahnya, ular bisa “mengendus” dan melacak mangsanya. Jika mencium aroma hewan pengerat di rumah, maka ular bisa datang dan mencarinya.

    Untuk mencegah tikus masuk rumah, jaga kebersihan lingkungan sekitar. Tutup lubang serta celah yang mungkin dimasuki tikus.

    2. Pastikan Tidak Ada Retakan atau Celah di Dinding Rumah

    Retakan atau celah bisa menjadi peluang untuk ular masuk ke dalam rumah. Berkat tubuhnya yang fleksibel, ular bisa dengan mudah masuk ke dalam sebuah celah. Jadi. pastikan untuk menutup atau memperbaiki setiap retakan atau celah pada dinding yang rusak.

    3. Jaga Rumput Tetap Rapi

    Jika kamu punya lahan atau area luar ruangan seperti taman, pastikan rumputnya pendek. Hal ini untuk mencegah ular merayap di dekat rumah.

    Sebab, ular sering menggunakan rumput tinggi untuk menghindari predator seperti burung besar atau anjing liar. Hewan ini juga menggunakan semak-semak sebagai tempat istirahat agar tetap sejuk saat matahari bersinar.

    4. Semprotkan Air Belerang

    Bau belerang yang menyengat dipercaya bisa membuat ular menghindar. Kamu bisa mencampur serbuk belerang dengan air, kemudian siramkan ke sekeliling rumah, tepatya di sekitar tepi pagar.

    Itulah doa-doa agar ular berbisa tidak masuk ke rumah. Selain berdoa, jangan lupa untuk terus melakukan upaya pencegahan seperti yang sudah disebutkan ya detikers.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelabang Bikin Merinding? Ini Doa dan Cara Ampuh Mengusirnya!



    Jakarta

    Kelabang adalah hewan melata yang mempunyai banyak kaki. Hewan ini kerap ditemukan di dalam rumah, terutama di tempat lembap.

    Meski mungil, penghuni rumah bisa merasa risih dengan kehadirannya yang terkesan mengerikan atau menggelikan. Belum lagi, kelabang terkadang bisa mendekati manusia dan menggigit kalau merasa terancam.

    Penghuni bisa melakukan berbagai cara untuk mengusir kelabang di rumah. Salah satunya, dalam Islam terdapat doa untuk melindungi manusia dari bahaya hewan melata seperti kelabang ini. Berikut doanya.

    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

    Arab latin: A’ūdzu bi kalimātillāhit tāmāti min kulli syaithānin wa hāmmatin wa min kulli ‘aynin lāmmah.

    Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, hewan melata, dan segala penyakit ain yang ditimbulkan mata jahat.”

    Ada pula doa lain yang bisa dibaca untuk meminta perlindungan dari dampak buruk kelabang.

    أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

    Arab latin: A’udzu bikalimatillahit tammaati min syarri maa kholaq

    Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allâh yang sempurna dari kejahatan yang ada pada makhluk-Nya.”

    Cara Mengusir Kelabang

    Selain berdoa, berikut cara mengusir kelabang seperti yang dilansir dari Forbes Home.

    1. Gunakan Kapur Barus

    Kapur barus biasanya dipakai untuk mengusir serangga dan hama. Sebab, ada kandungan zat naftalena dan paradiklorobenzena yang mengeluarkan aroma yang dibenci serangga. Penghuni bisa coba mengusir kelabang menggunakan kapur barus.

    2. Gunakan Daun Pandan

    Selain itu, aroma daun pandan juga tidak disukai serangga, sehingga bisa untuk mengusir kelabang. Caranya, iris tipis mengiris tipis daun pandan, lalu letakkan di beberapa sudut rumah.

    3. Semprotkan Cuka

    Bau cuka yang menyengat dibenci kelabang. Usir kelabang dengan menyemprotkan cuka langsung ke kelabang.

    4. Tutup Retakan

    Tubuh kelabang yang kecil membuatnya bisa masuk rumah melalui celah kecil. Jika ada retakan di rumah dan pernah melihat ada kelabang melaluinya, segera tutup retakan agar tidak bisa dimasuki lagi.

    Itulah doa dan cara mengusir kelabang. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketaatan kepada Pemimpin



    Jakarta

    Figur pemimpin yang patut mendapatkan ketaatan warganya (rakyatnya) adalah pemimpin yang baik seperti dicontohkan Rasulullah SAW. Keempat sifat kepemimpinannya ( siddiq, amanah, tabligh, fathonah ) sering dibahas dan terbukti membuahkan hasil yang luar biasa.

    Sebelum datangnya Islam, umat manusia kehilangan daya dan selera hidupnya dalam semua hal. Mereka dipaksa untuk berkorban, menanggung dan menghadapi berbagai persoalan yang berat di luar keinginannya sendiri. Mereka tidak menyukai pemimpin-pemimpinnya dan sebaliknya. Mereka mengorbankan jiwa dan harta untuk kepentingan orang yang mereka tidak sukai. Maka padamlah semangat yang membara dalam hati dan membekulah jiwa dan perasaan mereka. Akhirnya mereka menjadi manusia-manusia penjilat dan bersifat munafik.

    Maka di tengah umat manusia yang sedang kebingungan dan kezaliman, datanglah Rasulullah SAW. melepaskan belenggu yang mengungkung kehidupan umat manusia. Ajarannya telah meniupkan semangat dan jiwa baru, menghidupkan masyarakat yang hatinya telah membeku, dan membuka matanya yang telah membuta. Rasulullah SAW. dikarunia oleh Allah SWT. sifat-sifat yang serba indah dan sempurna, disertai nilai-nilai kebajikan yang tinggi.


    Adapun orang-orang yang menyaksikan sendiri menceritakan sebagai berikut ,” Pada masa sebelum dan sepeninggal Rasulullah SAW., aku belum pernah melihat ada manusia seperti beliau. Setiap orang menumpahkan kecintaan yang sungguh-sungguh kepada beliau laksana tumpahan air terjun di lereng yang curam. Jiwa dan hati setiap orang tertarik kepada beliau, bagaikan sekerat besi tertarik pada magnet. Beliau dicintai oleh umatnya, ditaati dan dipatuhi sepenuhnya.”

    Keutamaan sifatnya adalah kejujuran. Sebagaimana hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda, “Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta.”

    Taat kepada pemimpin merupakan kekuatan yang digerakkan oleh mahabbah ( kecintaan ) yang muncul secara sadar dan suka rela. Bukan ketaatan dan kepatuhan karena ancaman atau karena kekuasaan yang besar. Ingatlah, dan sering terjadi seseorang yang berkedudukan tinggi akan menciptakan kondisi ketaatan atas kekuasaannya bukan kecintaan padanya. Pemimpin yang dicintai oleh rakyatnya dengan sepenuh hati pasti ditaati oleh mereka dengan segenap kekuatan dan tenaga.

    Contoh pemimpin yang ditaati, telah diceritakan oleh Sa’ad bin Mu’adz tentang dirinya dan orang-orang Anshar sebelum terjadi Perang Badar. Ia berkata kepada Rasulullah SAW.,”Ya Rasulullah, aku berbicara atas nama orang-orang Anshar dan menjawab atas nama mereka juga. Ya Rasulullah, kemana saja Anda hendak pergi, hubungilah siapa saja yang Anda sukai. Ambillah harta kekayaan kami sesuka Anda. Berilah kami apa yang Anda mau berikan. Apa yang Anda ambil dari kami, lebih kami sukai daripada jika Anda tinggalkan. Apa saja yang hendak Anda perintahkan kepada kami, perintah itu akan kami laksanakan. Demi Allah, seandainya Anda mengajak kami pergi bersama-sama mengarungi samudera, kami akan terjun kedalamnya bersama Anda.”

    Perintah menaati Rasul-Nya sebagaimana dalam surah an-Nisa Ayat 80 yang terjemahannya, “Siapa yang menaati Rasul [Muhammad], maka sungguh telah menaati Allah. Siapa yang berpaling, maka Kami tidak mengutus engkau [Nabi Muhammad] sebagai pemelihara mereka.”
    Makna ayat ini : Barang siapa menaati Rasul dan mengikuti ajaran-ajarannya, maka sesungguhnya dia telah menaati Allah karena Allah yang telah mengutusnya. Dan barangsiapa berpaling dari ketaatan itu, maka ketahuilah bahwa Kami tidak mengutusmu, wahai Nabi Muhammad, untuk menjadi pemelihara mereka sebagai orang yang bertanggung jawab dan menjamin mereka untuk tidak berbuat kesalahan.

    Kondisi riil saat ini, sebagian elite menerapkan kepemimpinan agar masyarakat taat padanya karena kekuasaan, masih jarang ditemukan pemimpin yang dicintai rakyatnya. Ketaatan karena kekuasaan itu bersifat jangka pendek, karena saat kekuasaan sirna atau habis masanya maka bersamaan hilangnya ketaatan padanya. Hal yang berbeda saat ketaatan itu datangnya dari kecintaan padanya. Ada seloroh yang umum terjadi di Jawa Timur. Jika seseorang bertanya, “Siapa Gubernur Jatim ? Maka dijawab, “M. Noer. Kemudian yang bertanya protes, ” Itu yang saat ini menjabat Ibu Khofifah.” Di jawab lagi, “Itu kan penggantinya.”

    Di balik seloroh tersebut menggambarkan bahwa Gubernur Muhammad Noer pada saat itu, merupakan sosok yang sangat dicintai oleh masyarakat Jawa Timur. Wahai para pemimpin yang saat ini masih memegang kekuasaan, jadikanlah dirimu sebagai pemimpin yang dicintai, dan ingatlah kekuasaan itu tidak bisa engkau genggam seterusnya karena akan lepas pada saatnya. Jagalah diri saat berkuasa, jika engkau lalai dan nafsumu menguasai maka tidak lama lagi engkau tergelincir.

    Ya Allah, jagalah hati para penguasa agar tetap kokoh dan bisa melawan nafsunya dan berikan cahaya-Mu agar mereka menjadi pemimpin yang dicintai dan memberikan rasa keadilan.

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com